Gua indah di tepi jalan yang tersembunyi – Goa Sriwedari

— perjalanan menuju goa Sriwedari

Area pegunungan di Jonggol umumnya merupakan gunung batu kapur dan seperti kelaziman gunung kapur disana banyak sekali gua alam, masing masing gua memiliki keunikan tersendiri.
Salah satunya adalah goa atau gua Sriwedari.

Gua ini posisinya tidak begitu jauh dari destinasi wisata Wonjo – Wonderful Jonggol, berada di area yang belum pernah saya kunjungi … berdasarkan citra satelit googlemaps kondisi areanya lebat pepohonan atau bisa dikatakan hutan tapi tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk dan tidak terlalu masuk kedalam hutannya.

Ya ok … minggu pagi sepeda meluncur melewati Kalimalang lalu berkelok kelok masuk ke beberapa perumahan di daerah Bekasi dan kemudian muncul di daerah jalan Narogong Raya. Terus bergerak dan sampailah di perumahan Metland Cileungsi, disini si om sudah duduk menanti di tikum.

Baca lebih lanjut

Pendakian sepeda Gunung Solasih, kena mistis

Ada gunung kecil di daerah Jonggol yang sering saya lihat kalau berpergian dari Jonggol ke arah Sukamakmur Bogor. Ketika melintasi jalanan di sisi sungai Cipamingkis maka akan terlihat gunung kecil yang hijau lebat di sisi sebrang sungai Cipamingkis. Nama gunung kecil atau bukit itu disebut Solasih, ketinggiaannya berdasarkan google 502 mdpl.

Sering wara wiri dibawahnya menimbulkan keinginan untuk explore ke gunung itu. Untuk jelajah kesana harus menunggu waktu yang tepat …. tracknya harus kering, jadi saat yang tepat untuk main kesana adalah pada musim kemarau … dan semingguan ini tidak turun hujan panas terus, tapi dimalam minggu di daerah rumah saya turun hujan tapi tidak lebat dan hanya sebentar ….

Kondisi yang masih ideal …. Minggu pagi sepeda meluncur ke arah Bekasi, melalui jalanan Kalimalang, masuk ke Kamala Lagoon, lintas Kemang Pratama dan sepeda sudah ada di jalanan Narogong Raya.

Ban sepeda bergerak santai …. jarang sekali ketemu goweser, hanya sekali ketemu rombongan pesepeda … dan tak terasa sudah sampai di Metland Cileungsi …. hampir jam 8 …. menanti sejenak dan jam 8 lewat sedikit si om muncul. Ngobrol sebentar sambil menyampaikan destinasi yang akan dituju … “Ok Ok “ kata si om.

Dua sepeda bergerak melintas jalan Cileungsi Jonggol, melewati kemacetan di depan Taman Buah Mekarsari, sepertinya ada acara besar disana … selepas Mekarsari jalanan lancar …. dan kita sudah sampai di pertigaan Tugu Tegar Beriman Jonggol … di tugu itu seperti biasa ada rombongan pesepeda yang kumpul.

Kita terus bergerak dan jalanan mulai agak sedikit menanjak, terus bergerak santai. Yang membikin kita sedikit was was …. Tanah di pinggir jalan ini basah lembek …. Sepertinya telah turun hujan lebat dan lama …. “ wahhhh …. Kalau nanti di lokasi tanahnya becek lembek kita batalkan saja “ …. Ya si om setuju …. Karena kalau track di dalam hutan tesebut becek lembek …. pasti akan menyiksa …. Track di gunung Solasih sudah pasti track hike a bike … alias dorong angkat sepeda, mendaki ke atas gunung …. jika track-nya becek perjalanan pasti akan sangat berat menyiksa … lebih baik cari destinasi lain.

Mendekat pasar Dayeuh Jonggol … dikejauhan terlihat gunung kecil yang hijau lebat …. itu destinasi yang dituju gunung Solasih.

Selepas pasar kita belok kiri masuk jalanan kecil dan kemudian menyebrangi jembatan besi yang menyebrangi sungai Cipamingkis … aliran sungainya besar berlimpah …. artinya hujan turun terus … wahhh.

Jembatan ini berada di 169 mdpl …. artinya untuk mencapai puncak gunung Solasih akan mendaki kurang lebih 333 meter … lumayan juga kalau sambil bawa sepeda sih …. Rute yang direncanakan adalah masuk gunung Solasih dari jalur curug Cilandak dan terus naik ke atas gunungnya dan turun kebawah melewati jembatan Leungsir, muncul kembali di jalan Raya Dayeuh Sukamakmur dan kembali lagi ke pasar Dayeuh. Itulah rencana rutenya … kenyataannya … kita lihat nanti.

Selepas jembatan jalanan mulai menanjak – jalur ini lebih dikenal dengan jalur curug Citiis, sepeda bergerak merayap menanjak dan disatu pertigaan kita belok kanan ke arah curug Cilandak. Jalanan berubah … yang sebelumnya jalanan cor-an semen sekarang menjadi jalan tanah berbatu.

Ini adalah moment of truth …. Jika jalanan tanah ini sudah becek … kita balik badan … tapi ternyata jalan tanahnya kering padat …. surprise banget …. berarti tidak turun hujan dalam beberapa hari di area ini …. Allhamdulillah …. misi akan kita laksanakan, jalanan relative datar tapi sepeda ajrut ajrutan karena jalanannya berbatu batu …. kita melintasi akses masuk ke curug Cilandak …. di gerbang masuk ini ada saung bambu yang terlantar tidak terawat …. sepertinya ini dulu menjadi loket tiket masuk … tapi sekarang sudah rusak.

Hanya pernah sekali main ke curug Cilandak di tahun 2017, saat itu curugnya belum dijadikan destinasi wisata, masih natural …. apa adanya, jalur untuk sampai ke curugnya juga masih agak sulit. Seiring waktu, curug Cilandak dikemas menjadi destinasi wisata, melihat postingan2 di medsos di area curug tersebut di buat beberapa wahana selfie …. dan entah kurang promosi atau kondisi air curugnya yang memang kecoklatan – tidak bening, sehingga tidak banyak yang datang kesini … dan akhirnya seperti sekarang ini kondisinya.

Kita melintasi gerbang curug Cilandak mendaki jalanan berbatu batu besar …. Mau tidak mau sudah harus ttb …. dan akhirnya kita sampai di sungai kecil …. aliran ke hilir sungai ini adalah menuju curug Cilandak …. Kita berada di posisi atas curug Cilandak. Suasana di pinggir sungai ini juga asyik …. sungainya bebatuan nge-trap …. bentuknya unik … nyaman juga kalau hanya mau nongkrong2 disini … menikmati suasana. Kondisi airnya kecoklatan …. karena sungai ini tidak full bebatuan tapi juga tanah …. sehingga warna airnya menjadi kecoklatan.

— Aliran sungai di atas curug Cilandak

Berhenti dulu sejenak di sungai ini …. menikmati suasana dan kemudian kita melanjutkan perjalanan …. menyebrangi sungai dan langsung menanjak terjal di jalanan bebatuan …. terus menanjak …. areanya sudah berubah …. rimbun semak dan pohon pohon bambu. Mulai dari sungai ini ke atas …. kita sudah di area “hutan” Solasih,

Baca lebih lanjut

Menembus Hutan Kuta Tandingan – Gua Kuta Mariyem dan Gua Kuta Masigit

Dari beberapa area hijau di sekitaran Jabodetabek, ada satu area yang selalu bikin kepenasaranan …. bahkan area tersebut selalu dikaitkan dengan kisah misteri, mistis, sejarah yang berhubungan dengan cerita leluhur … Hutan Kuta Tandingan.

Pernah sekali sudah sampai ke daerah hutan tersebut … dan turun hujan …. tipikal tanahnya lembek berlumpur dan nempel ke ban … membuat sulit bergerak …. putuskan putar arah balik … dan penuh perjuangan untuk dorong dorong sepeda sampai ke luar dari area tersebut ….

Saat ini sudah beberapa hari tidak turun hujan …. Hmmm saat yang tepat sepertinya …. meskipun agak sedikit ragu … karena sekarang kata orang musim kemarau basah, meskipun musim kemarau …. tapi sering turun hujan.

Ngga apa apalah dicoba … namanya juga usaha … kata orang bijak “yang penting kita berusaha, hasilnya diserahkan pada yang Maha Kuasa” kalau hujan tinggal puter arah cari destinasi lain … gampang toh.

Di area hutan Kuta Tandingan ada beberapa destinasi wisata yang bisa dituju … yang paling popular adalah Gua Kuta Masigit …. gowes ke sana … sekalian mampir ke destinasi tersebut.

Matahari di minggu pagi tidak bersinar terik … sedikit mendung, tapi sepertinya sih ngga akan hujan …. jam 7 kurang cusss berangkat. Melintasi Kalimalang ke arah Bekasi … tidak banyak bertemu goweser dan sepeda sampai di perempatan Metmall, menyebrang perempatan bolak belok dan sampailah di Bendung Bekasi … berhenti di perempatan dekat sini ….

Diam termangu menanti sejenak di tikum dan 7.32 si om nongol.
Langsung sepeda bergerak melanjutkan menyusuri Kalimalang ke arah Karawang.
Tapi langit jadi semakin mendung … walahhh … mulai hujan sedikit rintik rintik dan …. hujan turun semakin lebat. Kita mencari tempat perlindungan … rata rata sudah penuh oleh pemotor yang berlindung .. gaswat … agak menjauh sedikit, otomatis jadi sedikit kebasahan … ada jongko warung yang masih kosong … berhenti menepi disana bersama pemotor lain.

Baca lebih lanjut

Ngopi nikmat di tepi sungai berjeram – Batu Ampar Leuwi Pentogan

Karawang memang tidak terkenal sebagai penghasil kopi, Karawang dikenal sebagai lumbung padi … nyatanya di Karawang ada kebon kopi yang luasnya ratusan hektar di lereng gunung Sanggabuana.

Penasaran dengan kopi Karawang …

Salah satu kopi roaster di Karawang adalah ‘Koffie Hideung’ … mungkin lebih banyak yang mengenalnya sebagai tempat ngopi “ Saung Warung Koffie Hideung “ yang memiliki view indah di Puncak Sempur Karawang.

Roastery-nya ada di dekat destinasi wisata Green Canyon Karawang …. rencananya selain beli biji kopi sekalian nyari spot ngopi yang asyik di daerah sana.

Ban sepeda menggelinding di Minggu pagi yang cerah … bakalan gowes solo, karena si om ada acara gowes dengan komunitas Federal. Sepeda bergerak mengarah ke Bekasi, melewati Kamala Lagoon yang ramai oleh orang yang berolah raga, masuk ke Kemang Pratama dan sepeda sudah bergerak di jalan Narogong Bekasi mengarah ke Cileungsi.

Baca lebih lanjut

Pedesnya tanjakan Embrio Cipelang Bogor

Lereng gunung Salak memiliki banyak tempat yang menarik.
Suasananya pasti juara …. dingin sejuk … dan indah view-nya.

Salah satu tempat yang amazing suasana-nya adalah Embrio atau lebih tepatnya BET – Balai Embrio Ternak.

Sepeda bergerak melewati Pondok Gede dan … sampailah di Cibubur … tak lama kemudian si om yang akan menemani gowes nongol … sepeda bergerak kembali. Melintas Cibinong, jalan raya Bogor dan terus bergerak. Selama perjalanan … lancar dan tidak banyak ketemu goweser.

Rehat dulu sebentar di area Tugu Kujang Bogor … di trotoar luar kebun raya banyak sekali orang yang lalu lalang beraktifitas sedangkan di sebrang jalan tugu Bogor … banyak pesepeda yang nongkrong.

Setelah cemal cemil sebentar … bergerak kembali, merambat nanjak dan berbelok di Plaza Ekalokasari Bogor ke jalan Lawang Gintung … dan berkelok kelok menuruni lembah melewati stasiun KA Batutulis dan melintas jembatan Cipaku yang mengalir dibawahnya sungai Cisadane.

Baca lebih lanjut

Menikmati keindahan padang savana diketinggian – Kulah Dua

Ada satu tempat yang sangat menarik ….
Padang rumput hijau yang terhampar luas di ketinggian.
Kulah Dua namanya, berada diketinggian 1.111 mdpl, memiliki view yang unik dan indah …. serta udara yang sejuk.

Meskipun minggu pagi awan mendung … tapi tetap semangat gowes, sepeda bergerak melintas Pondok Gede dan terus mengarah menuju Cibubur.

Hari Minggu tanggal 5 Juni ini, banyak acara untuk merayakan World Bicycle Day, wara wiri e-flyers di medsos …. Berbagai acara sepeda World Bicycle Day, tapi sepanjang perjalanan … tidak banyak ketemu rombongan sepeda …. malah beberapa kali ketemu rombongan Harley.

Perjalanan lancar dan sampailah di tikum Cibubur …. menanti sejenak …. beberapa rombongan kecil pesepeda lewat … dan muncullah si om.

— menanti di tikum cibubur

Setelah ngobrol2 ngga jelas sebentar …. perjalanan berlanjut, melewati perumahan Podomoro Golf View, menyusuri gang di pinggir tol Jagorawi. Dan sepeda bergerak di jl Mayor Oking Citeureup, melintas Sentul Sirkuit …. dan sepeda berbelok masuk gang menyebrang sungai di sisi Ah Poong restaurant Sentul.

Sepeda mulai bolak belok di gang kecil, melewati pemukiman padat, melewati sisi luar tembok belakang sebuah resort besar yang rusak terbengkalai …. spooky .. sedih melihatnya … ah sudahlah …. sepeda terus bergerak dan disatu titik sepeda belok keluar perkampungan, masuk ke jalan setapak yang membelah kebon penduduk, jalan setapak yang becek … 100 meteran kemudian masuk kembali ke perkampungan padat melalui gang yang sempit …. hanya pas satu sepeda … kolak kelok di gang sempit ini seru … bahkan harus tutup dulu jendela ketika sepeda mau lewat.

Baca lebih lanjut

Blusukan suasana Ndeso – Kelok 11 Weninggalih

Saatnya hanya ingin jalan jalan di perkampungan. Menikmati suasana kampung yang ndeso banget, pesawahan berundak, kebon kebon, jalanan yang sepi … suasana yang tenang dan damai …. tradisional …. rumah rumah dari bambu kayu bilik …. sederhana .. khas suasana desa.

Dimana suasana desa seperti itu yang dekat dari Jakarta … tidak perlu pergi jauh jauh … masih bisa digowes pulang pergi setengah harian.

Setelah dipikir pikir … ditimbang timbang … dicari cari …. sepertinya suasana seperti itu ada di area pesawahan Weninggalih. Area pesawahan Weninggalih sangat indah … dan area sekitarnya masih banyak area hijau … rumah rumah masih sedikit dan letaknya berjauhan ….

Minggu pagi … matahari sudah bersinar dengan semangat … sepeda bergerak dengan santai menyesuaikan dengan ritme sesepedahan …. sebulan penuh di bulan Ramadhan hanya gowes muter komplek saja …. ketika akan gowes jauhan jadi grogi … gowes nyantai saja … yang penting enjoy.

Bergerak melintasi Kalimalang, melewati Kamala Lagoon …. Narogong Bekasi dan sampai di Metland Cileungsi. Berhenti sejenak rehat … dan lanjut lagi bergerak di jalan Jonggol – Cariu. Jalanan relatif sepi … lancar … tidak ketemu pesepeda sama sekali.

Tak terasa sepeda sudah melewati Tugu Jonggol Tegar Beriman … melewati jembatan sungai Cipamingkis, dan di satu titik … sepeda belok kiri, keluar dari jalan raya Jonggol – Cariu dan mulai memasuki suasana pesawahan yang terbentang luas.

Sepeda bergerak menyusuri jalanan pedesaan, melewati bentangan pesawahan, keluar masuk kampung … jalanan kadang cor-an semen dan kadang tanah. Sepeda mulai memasuki perkampungan lagi dan ketika berbelok diujung kampung … di depan terbentang hamparan pesawahan berundak …. inilah pesawahan Weninggalih …. meskipun tanaman padinya sudah dipanen … tapi tetap terlihat indah … apalagi jika datang kesini pada saat padi menguning … bener2 keren banget deh.

— area pesawahan Weninggalih

Dibeberapa titik saya berhenti … mengamati, menikmati dan mengabadikan area pesawahan ini … kadang sambil berbincang dengan ibu dan bapak yang sedang bekerja di sawah.

Baca lebih lanjut

Perjalanan berkelok memutari Gunung Batu Jonggol

Gunung Batu Jonggol merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di area Jabodetabek. Keunikan landscape gunung Batu serta sekarang ada kedai kopi yang terkenal disana sehingga semakin membuat tempat ini cukup popular.

Untuk menuju kesana dari arah Jakarta ada beberapa pilihan rute …. Melalui Sukamakmur Bogor atau dari arah Mengker atau lewat jalur dalam …. Melalui jalur offroad.
Saya pernah gowes menuju gunung Batu melalui jalur dalam … offroad apruk aprukan dan muncul dari belakang gunung Batu.

Sudah lama ingin bersepeda memutari gunung Batu melewati Mekarsari Cileungsi, Jonggol, dan berbelok melalui Mengker lalu berkelok kelok sampai ke Gunung Batu. Perjalanan dilanjutkan sehingga melewati pasar Sukamakmur dan akhirnya sampai kembali di Jonggol.

Mengapa memilih melalui jalur Mengker …. karena tipikal jalan dari Mengker sampai gunung Batu sangat menarik …. jalurnya sepi, aspal mulus 90% dan …. berkelok kelok terus, banyak melalui kelokan u …. mengemudi kendaraan bermotor melintasi jalur ini sangat menantang dan mengasikkan …. apalagi jika menggunakan sepeda .. jalurnya mendaki melalui suatu bukit .. kemudian menurun dan kemudian terus mendaki sampai di gunung Batu.

Baca lebih lanjut

Pencarian cinta ke Pulau Cinta

Saatnya bucin ….
Mencari cinta dimana mana … sudah melakukan pencarian cinta di Jembatan Cinta Bekasi …. belum ketemu …. kabarnya di Tangerang ada pulau Cinta … mungin disana ada ….

Pencarian cinta kalau perlu dari Bekasi sampai ke Tangerang saya jabani …. masih bisa digoweskan …

Minggu pagi langit cerah …. sepeda rolling …
Menyusuri BKT mengarah ke arah Sudirman dan tak terasa sudah di fly over Pondok Bambu, fly over Kampung Melayu, fly over Tebet dan …. sampailah di Sudirman.

Menyusuri sisi kanan trotoar Sudirman yang super lebar, sangat nyaman untuk pejalan kaki dan juga ada jalur sepeda di trotoar ini. Ketika sampai di depan gedung Mayapada Tower atau yang disebrangnya ada hotel Le Meridien …. ada kerumunan … terutama banyak goweser … ehhhh apaan inihhh …. bagi bagi minyak goreng ….

Ternyata mereka sambil bawa sepeda pada antri mau naik lift jembatan penyebrangan …. ohhhh … ternyata ini toh JPO Pinisi yang lagi viral itu …. saya cukup mengamati saja dari bawah. Sepertinya banyak komunitas gowes yang datang ke JPO ini.

Perjalanan sepeda berlanjut menyusuri trotoar dan kemudian menyebrang melalui JPO biasa yang sepi ke jalur yang mengarah ke Bundaran HI. Pada saat pandemic car free day ditiadakan, yang bersepedahan masih banyak tapi memang tidak sebanyak seperti biasanya. Bersama pesepeda lain saya mengarah ke HI dan sampailah di Bundaran HI yang tidak terlalu ramai.

Baca lebih lanjut

Melihat Bogor dari puncak Cijulang ternyata ada Situs Awas Paninggal

— di puncak Cijulang

Area kaki gunung Salak banyak sekali tempat yang belum pernah saya kunjungi.
Ada satu area yang sepertinya jarang sekali terdengar …. Puncak Cijulang … jadi ingin tahu ada apa disana, sekalian mencari spot ngopi dengan view kota Bogor di kejauhan.

Minggu pagi langsung meluncur ditemani awan mendung, melalui Pondok Gede dan sampai di tikum Cibubur. Menanti sejenak dan si om muncul … dan cusss lagi kita berangkat.

Sepeda bergerak santai dan tak terasa sudah menggelinding di jalan raya Bogor Jakarta, melewati Cibinong dan terus … terus … sampailah di sisi luar Kebon Raya Bogor.

Berhenti sejenak di trotoar setelah monumen Lawang Salapan …. suasana tidak ramai … tidak banyak pejalan kaki atau yang berolah raga, karena area sisi luar kebon Raya Bogor ini dijagain oleh satpol PP untuk mengurangi kerumuan dan keramaian.

Baca lebih lanjut