Nyeruput kopi asyik di kampung – Lumbung Kopi Jonggol

Pengen juga sesekali nongkrong cantik di kedai kopi.
Tanpa perlu meracik kopi sendiri, hanya tinggal duduk manis dan kopi tersedia.
Supaya tambah asyik dan betah nongkrongnya …. kedai kopinya bukan di kota, tapi di pedesaan dengan desain ndeso dan alami.

Kebetulan dapat info ada kedai kopi baru yang seperti itu … kabarnya belum lama buka, ada di daerah Jonggol. Hmmm menarik … menarik.

Jam 7 lebih sepeda sudah melintas Kalimalang mengarah ke Bekasi. Melewati Kamala Lagoon, Kemang Pratama dan melaju di Narogong … dan tiba di daerah Metland Cileungsi …. sepanjang perjalanan jarang sekali ketemu pesepeda …. nggak tahu kenapa … pada kemana mereka …

Selepas Metland … sepeda melaju di jalan raya Cileungsi Jonggol, melintas taman buah Mekarsari … jalan raya ini lebar dan beraspal mulus … sepeda jadi lebih laju dan tak lama kemudian sudah sampai di pertigaan Jonggol yang berdiri tugu Jonggol Tegar Beriman … seperti biasa di tugu ini ramai pesepeda …. area tugu ini jadi tikum atau titik rehat para goweser.

Saya hanya melintas … kemudian melewati pasar Jonggol dan belok kanan mengarah ke Dayeuh Sukamakmur. Tanjakan tanjakannya mulai sedikit terasa dan kadang masih rolling naik turun.
Melewati pasar Dayeuh dan perjalanan mulai agak sedikit menyusuri sungai Cipamingkis …. yang masih terhalang oleh pesawahan dan dibelakangnya terlihat gunung kecil hijau yang cukup panjang.

Disatu titik, melintasi daerah yang cukup ramai oleh warung warung di pinggir jalan …. di titik ini sungai Cipamingkis ada tepat disisi jalan. Sungai Cipamingkis yang bebatuan unik memang cocok sekali jadi spot wisata … main main di sungai yang dangkal bebatuan unik. Jam 9-an lebih … tapi tempat ini sudah cukup ramai … sudah banyak wisatawan yang datang …. bahkan sudah bermain main di sungai.

Saya hanya lewat … jalanan sedikit berkelok kelok sedikit, melewati pesawahan … dan terlihat di tengah tengah pesawahan sedang dibangun saung saung … sepertinya nanti bakal ada spot wisata atau semacam resto di tengah pesawahan.

Dan sampailah di pertigaan …. Jika lurus terus adalah jalan utama yang menuju Sukamakmur Bogor dan belok kiri mengarah ke Jembatan Leungsir. Saya ambil belok kiri …. ada petunjuk di belokan “Lumbung Kopi” belok kiri … disana tertulis 900 meter.

Masuk ke jalanan desa yang lebih kecil, melewati pesawahan …. ada gapura ditepi sawah, ternyata akses masuk ke saung saung di tengah sawah melalui sini toh …

Sepeda terus saja bergerak … jalannya tidak terlalu lebar, jika mobil berpapasan maka salah satu mesti berhenti mengalah. Dan sampailah di jembatan Leungsir …. jembatan yang melintasi sungai Cipamingkis.

— Jembatan Leungsir sungai Cipamingkis

Jika ingin main main di sungai Cipamingkis .. tapi ingin di tempat yang tidak ramai … di area sini spot yang sangat cocok …. dengan bebatuan unik khas sungai Cipamingkis dan …. sepi. Paling ada warga lokal saja yang bermain disini. Dan di area sini juga ada leuwi atau lubuk yang dalam untuk spot loncat loncatan. Saya berhenti sejenak disini … mengamati sisi kanan dan kiri …. sepi …. perjalanan kembali berlanjut.

Melewati bentangan pesawahan di kanan kiri, memasuki perkampungan dan sampailah di pertigaan lagi …. belok kiri jalanan berbatu … jika lurus mengikuti jalan cor-an semen nantinya jalanannya akan berubah menjadi jalanan batu makadam dan menanjak ke gunung Sieum. Jika belok kiri yang langsung masuk jalanan berbatu jika diteruskan akan masuk ke gunung hijau yang terlihat di perjalanan waktu kesini ….

Sepeda masuk kiri ke jalanan berbatu dan ada 2 pilihan … hidup adalah pilihan kata orang … jika jalan kaki atau naik sepeda bisa melalui jembatan bambu tapi jika naik motor atau mobil harus nyemplung ke sungai …. air sungainya dangkal …. jadi sensasi petualangannya lebih berasa … tipikal sungai di daerah sini, dasarnya adalah bebatuan keras … tidak khawatir selip.

— untuk ke Lumbung Kopi, motor mobil harus “nyemplung” ke sungai

Saya ambil jembatan bambu dan tiba di tepi sungai, ternyata di seberang sungai ini sekarang ada lagi jalur baru …. 2 tahun yang lalu waktu lewat sini, jalur baru ini belum ada. Sekarang terbuka jalur baru, masih … jalan bebatuan, saya masuk ke jalur baru yang lebar dan sedikit mendaki. Kemudian di depan terlihat bangunan unik dan menarik … bernuansa pedesaan yang ada di lereng bukit dengan gerbang bambu yang berjejer berbentuk segitiga menambah keunikan tempat ini.

Baca lebih lanjut

Ngopi hitam sambil menikmati pemandangan – Jajar Gunung Kinayungan

Pengen nyantai ngopi … tapi sambil menikmati pemandangan.
Pemandangan lembah hijau dan pegunungan disekelilingnya.
Tempatnya tidak ramai

Destinasi yang terbayang adalah Jajar Gunung Kinayungan.
Lokasinya ada di suatu puncak bukit yang dikelilingi lembah hijau dan view gunung gunung.
Tempatnya juga tidak ramai juga … dulu tempat ini pernah viral dan ramai … sekarang sudah lewat … jadi kemungkinan spotnya tidak ramai …. asyik buat nyantai.

Jam setengah tujuhan berangkat dari rumah dan 26 km-an sampai di tikum Metland Cileungsi. Menanti sejenak, si om datang dan kita langsung berangkat melintas Mekarsari dan menyusuri jalan Jonggol Cariu.

Tipikal jalanan disini, rolling naik turun, lalu lintas sedikit ramai. Ketika melintas tugu Jonggol, seperti biasa suka ada komunitas goweser yang rehat atau kumpul disini. Kita terus bergerak dijalan raya ini dan belok kanan masuk kearah Mengker. Sebetulnya dengan mengambil arah Mengker menuju Kinayungan rutenya jadi melambung atau lebih jauh, tapi jalannya mulus dan lebar sehingga bisa lebih lancar perjalanannya.

Jalanan di daerah Mengker ini menanjak landai terus, dan serunya jalannya berbelok belok sehingga tidak membosankan. Daerah sini adalah penghasil durian, maka jika lewat pada musim durian, dipinggir jalan banyak yang menjajakan durian.

Perjalanan terus menanjak dan berkelok kelok dan sampailah di puncak pertama, sepeda akan menurun kebawah berkelok kelok seru … melewati pesantren Al Andalus dan terus menurun. Tapi di tengah turunan baru ngeh …. belokan ke Kinayungan terlewatkan.

Seharusnya di titik puncak bukit ada belokan ke kanan …. Wehhhhh …. Kita balik ke atas … gowes menanjak ke atas berkelok kelok ini tidak seseru menurun ya … hehe

Sampai di puncaknya dan disana ada pertigaan jalan berbatu batu, kita belok kesana

Masuk jalanan berbatu batu dan sebagian kecil jalanan becek … tapi selebihnya adalah jalanan berbatu batu dan menanjak. Meskipun tanjakannya tidak curam, tapi karena berbatu batu sehingga cukup sulit dan menguras tenaga untuk melaluinya.

— mendekat ke destinasi

Jalanan berbatu batu berubah menjadi jalan cor-an semen dan kita melewati kampung kecil, selepas kampung kecil, jalanan menanjak cukup curam, untungnya jalannya cor-an semen sehingga memudahkan untuk melibas tanjakan ini … maksuknya si om yang mudah …. saya sih ngap ngap-an disini.

Baca lebih lanjut

Cibinong Heritage – Batu Tapak, Batu Gagang Golok dan Bumi Perkemahan Pramuka Cimandala

Area Cibinong selama ini dikenal hanya sebagai area perumahan dan perkantoran pemerintahan kabupaten Bogor. Sebelumnya tidak pernah mendengar ada situs sejarah yang berhubungan dengan kerajaan Padjajaran di daerah Cibinong.

Ketika menemukan artikel yang menyebutkan ada situs bersejarah di daerah Cibinong, saya tertarik untuk mengunjunginya. Cari cari info di internet, sangat minim sekali infonya … lokasinyapun tidak jelas, tidak masalah … paling tidak saya dapatkan ancer ancernya, sudah lumayanlah, nanti tinggal tanya tanya saja disana seperti biasa jika jalan jalan ke situs yang tidak jelas lokasinya seperti ini.

Jam 7.45-an saya sudah mempresentasikan ke si om, di tikum Cibubur, kemana kita akan bergerak. Si om hanya manggut manggut saja …. oke sipppp kita berangkat.

Baca lebih lanjut

Wehhh … Ternyata ini Tanjakan Gendeng – Babinsa Cigudeg

— kecuraman tanjakan Babinsa rata rata di 17% sd max di 20,7%

Misi utama adalah menuju gunung Eusing di daerah Rumpin Bogor.
Untuk menuju kesana saya pilih jalur lewat Cijambe Rumpin dan terus menanjak mendaki gunung mengarah ke Cigudeg.

Tahun 2019 pernah ke Curug Rahong Cijambe …. untuk kesana melewati tanjakan yang lumayan berat. Gunung Eusing ada diatasnya curug Rahong, di check di peta digital internet … memang didominasi tanjakan tanjakan mantap …. banyak yang kecuramannya di atas 17 derajat, dan yang paling curam 20,7 derajat … Sebagai perbandingan tanjakan ke km Nol Bojongkoneng Sentul yang sudah berat bagi para goweser … rata rata kecuramannya di 7% dan paling curam di 12,5%. Tanjakan ke gunung Eusing hampir sebanding dengan tanjakan demit / goskil Cileeur, Sukaresmi Bogor atau sama juga dengan tanjakan ke bukit Pabuaran yang mencapai 20,2%. Tapi tanjakan ke gunung Eusing ini panjang, sedangkan tanjakan Cileuer dan Pabuaran jaraknya relatif pendek.

Berdasarkan kecuraman tersebut, tanjakan ke KM Nol Bojong koneng jadi terlihat biasa biasa saja jika dibandingkan tanjakan kearah gunung Eusing.
Hmmm yahud bener tanjakannya … sudahlah tidak perlu pusing dengan tanjakannya, tinggal dinikmati saja toh.

Matahari bersinar terang memberikan energy ketika jam 7 kurang saya berangkat dari rumah, mengayuh sepeda melewati Cawang, Condet, Lenteng Agung. Dan tepat sebelum tikum di depan Margo City Mall … si om terlihat mengayuh sepeda dengan santai banget di depan.
Berjejeran dengan si om …. tidak melakukan pit stop …. tetap lanjut.

Baca lebih lanjut

Melihat batu “melayang” – Batu Tumpang Galuga

Situs yang berhubungan dengan kerajaan Padjajaran tersebar di daerah Bogor, karena disanalah letak kerajaan tesebut berada. Beberapa situsnya pernah saya kunjungi dan ketika mendapat info bahwa terdapat situs kerajaan Pajajaran di daerah gunung Galuga saya tertarik untuk mengunjungi.

Situs Batu Galuga ini tidak popular, tidak banyak info mengenai batu ini di internet, tapi saya berhasil mendapatkan ancer ancer lokasinya …. berada di bukit Galuga, tidak jauh dari Museum Pasir Angin yang pernah saya kunjungi.

Minggu pagi berangkatlah kesana, merapat dahulu ke tikum Cibubur.
Chit Chat sejenak di tikum …. Jam 8 kurang sepeda sudah melaju kembali.
Melewati perumahan perumahan besar di daerah Leuwinanggung Cibubur dan setelah potong kompas melewati gang …. kita sudah berada di jalan raya Bogor.

Jalanan aspal mulus dan lebar sehingga sepeda melaju cukup kencang apalagi pakai road bike tapi si om tetap menempel dengan ketat dengan santai …. dan tak lama kemudian sampai diperempatan jalan tol lingkar luar Bogor. Kita belok kanan menyusuri kolong tol dan belok kiri melewati Taman Yasmin Bogor.

Baca lebih lanjut

Melihat Bukit di seberang Perkemahan Cioray – Bukit Pabuaran

— Lembah dan tanjakan yang harus dilalui

Saat berada di perkemahan Cioray Leuwikaret gunung Klapanunggal, ketika melihat kebawah lembahnya, saya pikir akan melihat area jalan raya Sukmakmur Cibadak Bogor. Ternyata yang saya lihat adalah lembah dan bukit lagi didepannya. Jadi jalan raya Sukamakmur ada di balik bukit seberang.

Penasaran dengan keberadaan bukit diseberang … melihat jalannya yang meliuk liuk tambah bikin penasaran. Ada apa saja disana …. daerah disana bukan destinasi wisata sehingga tidak ada yang sengaja jalan jalan kesana … cari cari di internetpun tidak tahu ada apa disana.

Jam 7-40 si om tiba di tikum Cibubur. Briefing sejenak arahan destinasi … pokoknya tempatnya ngga jelas … “ oke oke “ si om hanya manggut saja.

Berputarlah ban sepeda melalui Leuwinanggung …. ketemu beberapa rombongan sepeda … disepanjang jalan lumayan cukup banyak yang bersepeda.

Jalur yang dilewati seperti biasa, melalui perumahan Podomoro golf view, susur sisi luar tol Jagorawi, melewati pabrik semen di Citeureup, belok ke jalan Raya Tajur Sukamakmur.

Di jalan raya Tajur Sukamakmur tipikal jalananannya rolling naik turun, tapi dominasi tanjakan.

Melewati jembatan yang ada bangunan destinasi wisata …. yang sudah cukup lama dibangun tapi belum selesai selesai … dan sekarang sudah mulai berbentuk … terlihat menarik.

Baca lebih lanjut

Menembus gunung Klapanunggal menuju Mata air Cikukulu

Mata air Cikukulu ….
Nama yang unik … belum pernah dengar.

Ketika ada yang mengabari tentang mata air ini … tidak hanya heran tapi langsung tertarik.
Googling2 … infonya sangat minim banget.
Posisinya yang pasti ada di area kawasan tambang pabrik semen di Citeureup, sebelah mananya tidak jelas.

Mungkin karena adanya didalam kawasan tambang jadi aksesnya agak terbatas sehingga tidak banyak yang tahu tentang spot ini. Pernah sekali saya melintasi area tambang ini … area yang sangat sangat luas dan memang sepi …. karena waktu itu hari minggu jadi sepi … tidak ada yang kerja. Kalau hari kerja tidak boleh masuk kesini … karena lalu lalang truk truk tambang besar yang ban-nya seukuran mobil.

Selama ini mata air di area gunung Klapanunggal yang terkenal adalah mata air Sodong …. Tapi ternyata ada yang lain …. mata air Cikukulu.

Kali ini akan kesana lagi … mencari dan menemukan.

Untuk masuk kesana kemungkinan tidak bisa masuk lewat akses utama yang merupakan cara tercepat dan termudah – lewat “kota” … ya sudah sekalian saja dibuat lebih seru …. sekaligus berpetualang. Lewat akses belakang yang belakang banget … menjelajah area yang belum pernah saya lewati … sudah lama penasaran dengan jalur ini, ingin sekali melewati jalur ini.

— jalur yang ditempuh menembus gn Klapanunggal

Naik gunung Klapanunggal dan membelah sisi tengahnya dan masuk ke area tambang di tengah atas pegunungan Klapanunggal.

Hari Minggu … saatnya untuk pergi mencari.
Jam 7.45-an kurang sudah nongkrong di bawah flyover Cileungsi …. dan jam 8 kurang si om datang … intime … janjian jam 8. Menjelaskan arah dan destinasi yang dituju …. dan cabut … cusss

Melewati pasar Cileungsi yang padat dan ramai, kemudian berbelok di pasar Meong, masuk gang berkelok kelok dan tak lama kemudian di depan mata sudah terhampar bukit putih tinggi memanjang … bukit kapur Klapanunggal … bukitnya sudah terpotong potong serta banyak lahan bolong bolong karena penambangan batu kapur. Area tambang ini sepertinya bukan resmi dari pabrik semen besar, area tambang milik pabrik semen besar ada di atas gunung Klapanunggal yang nanti akan kita lalui.

Yang sedikit jadi masalah …. sepertinya dalam beberapa hari ini turun hujan di daerah Klapanunggal sehingga jalanannya banyak yang becek … untungnya belum masuk benar2 musim hujan …. karena jika musim hujan jalanannya benar benar banyak kubangan dan tanahnya menempel di ban.

Mungkin juga karena dibeberapa bagian becek …. selama gowes di area sisi gunung kapur Klapanunggal ini tidak ketemu pegowes … biasanya wara wiri kelompok gowes … sekarang tidak ada sama sekali …

— area tambang kapur di kaki gn Klapanunggal

Kita gowes melewati akses destinasi wisata Lalay yang juga sepi. Kemudian kita melintas masuk ke area penambangan kapur, tepat di bawah tebing kapur yang dipapas tegak lurus …. putih memanjang seperti tembok yang tinggi.

Baca lebih lanjut

Bermain di kegersangan Tanjakan Anaconda Hambalang

Meskipun pernah beberapa kali menjelalah area perbukitan Hambalang yang luas dan gersang.
Masih banyak area yang belum saya datangi dan saya lihat. Jalur terpanjang yang pernah saya jelajahi di bukit Hambalang ini adalah jalur yang menjadi bagian dari rencana jalan puncak 2 yang salah satu bagiannya membelah perbukitan Hambalang. Jalan rencana puncak dua ini bertujuan untuk mengurangi beban kemacetan di jalur Puncak Bogor.

Pada saat itu tahun 2015 …. di area perbukitan Hambalang yang gersang kering kerontang .. seolah olah bukan berada di dareah Bogor …. dari salah satu titik tertingginya pandangan ke bawah lembahnya membuat saya heran …. bahwa area kosong ribuan hektaran ini terlihat sudah terkavling kavling.

Tahun 2021 … ingin melihat kondisinya lagi, sekalian masuk ke perbukitan Hambalang dari area yang belum pernah saya lewati. Saat ini adalah momen yang tepat untuk menjelajah ke area perbukitan tersebut, karena sudah semingguan ini tidak turun hujan … karena jika musim hujan akan penuh kubangan dan lumpur sehingga sangat sulit dilalui.

Rencananya akan masuk dari akses Pabuaran, terus menuju perbukitan Hambalang dan akan melalui tanjakan Anaconda yang lumayan popular. Disebut Anaconda karena tanjakannya berliuk liuk seperti ular. Pesepeda jarang bermain ke area perbukitan gersang ini …. area tersebut menjadi tempat bermainnya para crosser.

Di perempatan Cibubur saya sudah duduk menanti sambil berjemur dibawah sinar matahari.
Hampir jam 7.45 ketika si om muncul … intime sesuai janjian.
“ke Hambalangnya kemana ?” tanya si om … saya jelaskan jalur yang akan dilalui …. “belum pernah lewat sana “ kata si om …. Oke deal .. jadi kita kesana.

Perjalanan dimulai, seperti biasa melalui jalan leuwinanggung dan sampai ke perumahan Podomoro golf view. Biasanya kita masuk jalan kampung di tengah perumahan selepas area ruko ruko, tapi kali ini kita teruskan perjalanan mengikuti jalan baru lebar terus sampai keujungnya. Jalanannya landai menanjak melewati beberapa area tanah2 kosong merah yang sudah diratakan siap dioleh jadi perumahan … dan ada satu cluster perumahan yang sudah hampir rampung selesai. Jalanan lebar ini masih sepi … jarang yang lalu lalang, sepertinya belum banyak yang tahu kalau jalan ini sudah selesai sampai ujung.

Diujung jalan lebar ini … adalah tembok pagar pembatas yang membentang tapi ada celah terbuka … gang tanah yang membelah kebon kebon penduduk tersisa di area ini. Dan muncul di jalan kecil di sisi tol Jagorawi. Setelah menyusuri sisi luar jalan tol, kita tiba di perempatan Gunung Putri.

Gowes santai melewati pabrik semen dan setelah pasar Citeurep belok kiri ke jalan Raya Tajur.
Perjalanan mulai rolling naik turun dan terheran heran ketika melihat yang dahulunya lembah hijau luas sekarang sudah menjadi tanah merah rata dan terpampang nama perumahan baru … wow. Bahkan satu hamparan sawah sekarang sudah berubah menjadi perumahan … wahhh … manusia terus berkembang biak dan bertambah ya ….

Jalanan mulai lebih banyak menanjaknya, melewati rumah makan Saung Tepian Sawah … dan terus saja. Disatu titik kita menurun hendak melewati jembatan Pabuaran, tapi tepat sebelum sampai ke bawah lembah ada jalan berbatu di sebelah kanan jalan. Kita masuk kesana dan tidak lama kemudian kita dihadang jalanan menanjak …. lumayan curam tapi untungnya jalannya berupa tanah yang sudah diratakan sehingga masih nyaman digowes.

Ini adalah tanjakan perkenalan karena di depan akan banyak tanjakan yang sedang menanti. Kita terus bergerak menanjak dengan santai dan melewati belokan jalan yang seperti baru dibuat … jalanan baru menuju suatu tempat … bisa jadi komplek perumahan bernuansa vila atau destinasi komersial lainnya. Kita terus menanjak dan suasana sudah berubah …. tipikal khas perbukitan Hambalang …. ambien-nya area kosong gersang dan jarang sekali pepohonan.

— di bukit awal pertama dan memandang perjalanan yang harus dilalui

Kita tetap di jalur yang sudah diplot, dan bertemu dengan seorang pesepeda dari arah berlawanan. Pesepeda dari Cibinong …. ngobrol2 … ternyata dia sudah beberapa kali melalui jalur ini, tapi dia biasanya masuk dari pertengahan bukit, masuk dari akses perkampungan di Bukit Hambalang puncak Tipar. Katanya kalau dari arah kita masuk akan banyak melalui tanjakan yang parah …. kita jadi tersenyum getir mendengarnya ….

Baca lebih lanjut

Ke puncak Tertinggi Bekasi – Pasir Puntang

Lao Tzu, filsuf Tiongkok Kuno mengatakan perjalan seribu mil dimulai dari langkah pertama.
Mungkin bisa diaplikasikan semangatnya bahwa perjalanan untuk mencapai titik tertinggi di planet bumi dimulai dari titik tertinggi Bekasi …. ehhh bisa ngga sih diartikan begitu …. #GaruKepala

Matahari bersinar terik ketika jam 7 pagi kurang, sepeda keluar dari pagar rumah. Teriknya pancaran sinar matahari memberikan energy untuk semangat bersepeda. Bergerak santai menyusuri Kalimalang dan masuk ke area Kamala Lagoon yang lumayan cukup ramai oleh orang yang berolah raga … bersepeda, berlari maupun hanya berjalan kaki. Keluar dari akses belakang Kamala Lagoon lalu berbelok belok dan muncul di Kemang Pratama dan tak lama kemudian sudah melaju di jalan Narogong Bekasi.

Tepat sebelum perumahan Linus Pratama sepeda berhenti di depan apotik biru milik perusahaan negara … tikum yang disepakati … kirim kabar ke kijang satu “on position” … menanti sejenak .. dua jenak .. tiga jenak … sudah melewati 15 menitan waktu janjian … ternyata kijang satu ehh si om malah gowes kebablasan dan terlewat jauh jadi mesti putar arah lagi.

Chit chat dulu sebentar …. dan kita meneruskan perjalanan, masuk ke jalan jalan kecil menuju pelosok Bekasi, bolak belok berkali kali dan kadang melewati jalanan besar dan masuk kembali kejalan kecil.

Baca lebih lanjut

main ke kebun sambil berwisata – Donny’s Farm

Ada suatu tempat yang terlihat menarik …. spot ekowisata. Supaya ada variasi, sekali kali main ke kebun, sekalian ingin tahu bibit bibit pohon apa saja yang dijual disana.
Namanya Donny’s farm, terletak di kaki gunung Salak Bogor.

Minggu pagi awan sedikit mendung … hmm mungkin akan turun hujan.
Tidak masalah … sepeda bergerak melintas Kalimalang, Pondok Gede dan terus roda sepeda berputar. Meskipun mendung … tapi banyak sekali ketemu rombongan sepeda, dan paling sering ketemu rombongan seli … ada acara komunitas selikah …

Tiba di tikum … Cibubur dan si om sudah menanti disana. Kali ini terlihat berbeda … sepedanya … Polygon Heist 3 … seri lama tapi terlihat baru … asyikkk.

Melajulah kita melalui Leuwinanggung mengarah ke Cibinong. Kalau pakai sepeda yang lama biasanya si om, kalau di jalan datar anteng saja di belakang … tapi pakai sepeda “baru” … pengennya nyalip mulu … hehe … mungkin karena pakai ban 700 jadi bawaannya mau ngebut mulu.

Tak terasa kita melintas di flyover Cibinong … dan di atas jembatan fly over ini ramai sekali rombongan pesepeda … titik atas ini menjadi tempat regrouping. Kita terus melaju, tersendat di pasar Cibinong yang selalu ramai dan padat.

Selepas pasar perjalanan berlangsung lancar aman tentram loh jinawi … melaju di jalan raya Bogor. Gowesan mulai sedikit terasa berat dikaki … kita sudah memasuki Bogor … menanjak di jl Pajajaran. Kemudian melewati sisi luar Kebun Raya Bogor. Biasanya kita rehat sebentar di sini …. Tapi kali ini tidak, kita terus saja … melintas pertigaan Tugu Kujang dan seperti biasa di spot ini sangat ramai berbagai kelompok pesepeda yang sedang rehat atau regrouping.

Terus menanjak landai di jl Pajajaran Bogor, banyak sekali mobil dan motor yang lalu lalang, sepertinya mereka mau pergi berwisata. Diperjalanan jalan Raya Cibinong Bogor beberapa kali ketemu rombongan sepeda motor … bahkan beberapa rombongan moge melintas dengan suara khasnya yang kencang.

Baca lebih lanjut