Ngopi di Saung Tepi Sawah Lereng gunung Klapanunggal

Selama ini kluyuran kesana kemari … kota, gunung, sungai bahkan sampai blusukan terabas semak semak mencari spot ngopi yang asyik.
Ngopi disana sini … tapi belum pernah ngopi di tepi sawah …. lebih tepatnya disaung tepi sawah.
Jadi pengen ngopi di tepi sawah, di pesawahan yang jarang dikunjungi orang biasa … bukan berada di pelintasan lalu lalang … biar petualangannya lebih berasa sedikit.

Lokasi sawah seperti itu yang terbayang adalah di lereng gunung Klapanunggal, posisinya agak sedikit melosok …

Minggu pagi bersinar cukup cerah … dan sudah beberapa hari ini tidak turun hujan lebat …. hanya hujan ringan … saat yang cocok untuk berpetualang kesana … karena selain harus melewati jalur tanah, juga harus menyebrang sungai besar.

Sepeda begerak melalui Kalimalang, melintas Pondok Gede dan sampai di tikum perempatan Cibubur … menanti sejenak dan tepat sebelum waktu janjian 7.45 …. si om nongol ….
Ngobrol ngobrol sejenak tentang destinasi yang akan dituju … katanya mudah2-an dihulu tidak hujan besar sehingga sungainya tidak meluap …. Ya oke kita bergerak menuju kesana … jika nanti kondisi sungai dibagian bawah gunung, meluap maka kita harus mengganti destinasi.

Kembali sepeda bergerak melintasi perumahan Podomoro Cimanggis lalu menyusuri gang di sisi luar tol Jagorawi dan muncul di pintu tol Gunung Putri kemudian sepeda mengarah ke area pabrik semen Citeureup. Ketika menyeberang jembatan …. aliran sungai cukup besar … hmmm … tapi sungai yang dibawah ini sudah pertemuan dari beberapa sungai cukup besar di atas sana jadi debitnya besar. Mudah2-an sungai di atas sana air debitnya tidak sebesar ini.

Sepeda bergerak melintasi kawasan pabrik semen dan terus ke arah belakang kemudian belok kanan menanjak mulai menyusuri perkampungan yang ada di lereng gunung Klapanunggal. Kontur tanahnya berbukit … jalan naik turun, dengan dominasi tanjakan.
Setelah lumayan menanjak dan menurun … kita berada di ujung desa … jalanan menurun kebawah dan sampai di area pesawahan. Dari sini kita bisa melihat sungai besar yang nanti akan di seberangi di arah hulu …. Allhamdulillah … debit airnya kecil … sungainya dangkal.

Dari titik ini … di posisi kiri adalah lereng gunung hijau pepohonan dan dibelakang pepohonan itu ada tebing batu karang putih yang memanjang yang akan menemani perjalanan menanjak ke atas.

— tebing batu putih gunung Klapanunggal

Bagi penikmat tanjakan sebetulnya rute Lulut tebing kapur Klapanunggal ini asyik …. jalannya sepi, cor semen mulus, kanan kiri hijau hijau, pemandangan oke, suara burung berkicau masih sering terdengar … bahkan burung elang wara wiri masih terlihat di langit sini …. apalagi sih yang dicari … ternyata eh ternyata …. warung … ya warung … disini belum ada warung iconic yang jadi destinasi goweser …. jadinya rute ini kalah popular dengan KM nol Sentul atau Hambalang.

Baca lebih lanjut

Satu tempat di gunung Salak tidak popular tapi keren dan wah

— pandangan dari AuntyLa camping ke kota Bogor

Ada satu tempat yang bukin terpesona
Terpesona karena crowded
Crowded sama spot camping dan glamping
Dalam satu area ada banyak tempat glamping
Suatu tempat yang mewah …. tidak hanya Glamour camping … tapi café atau resto berkonsep alam yang wah juga ada disini … bikin heran …

Berarti area tersebut view-nya keren ….

Tempat ini … tidak sengaja saya menemukan tempat ini.

Sebetulnya tujuan awal hanya pergi ke satu tempat yang tinggi .. disatu kaki gunung yang udaranya segar, memiliki pemandangan keren dan … tempat tersebut belum pernah saya kunjungi.
Maka dipilihlah satu spot di lereng gunung Salak … tepatnya di atas curug Putri Pelangi.

Perjalanan akan didominasi tanjakan tanjakan manja dan cantik … hmmm oke oke, namanya juga pergi mencari spot keren di ketinggian … ya gimana lagi … enjoy aja.

Minggu pagi matahari bersinar terang … cerah …
Semangat untuk bergerak, mudah2-an terus cerah bersinar seharian.

Baca lebih lanjut

Spot getaway yang keren – Gunung Butik – Hanjawong

Gunung Butik
Baru dengar saya nama gunung ini …
Kenapa disebut Butik … apa karena disana tempat berkumpulnya para desainer …

Hmm .. menarik .. menarik …
Bikin pemasaran .. ehh penasaran

Berangkatlah ke gunung Butik
Pergi ke tempat baru selalu excited

Langit sedikit mendung … entahlah bakalan hujan atau tidak …
Sepeda tetap bergerak melintas Kalimalang, melewati Kamala Lagoon, kelak kelok melintas Kemang Pratama, terus bergerak dan sampailah di tikum …. Metland Cileungsi.

Janjian jam 8 … jam 7.58 … si om datang
Tanpa banyak cingcong, ban sepeda segera berputar melewati Taman Buah Mekarsari dan terus mengarah ke Jonggol.

Berbelok di pertigaan tugu Jonggol Tegar Beriman …. beberapa goweser sedang berkumpul disana. Melewati pertigaan alun alun Jonggol, sepeda bergerak ke arah Sukamakmur.

Perjalanan mulai menanjak dan kadang ada turunan … menurun menuju pasar Dayeuh … dan jalanan banjir … ehhh tepatnya air meluber dari selokan di pinggir jalan … berkali kali lewat jalan ini … baru kali ini melintas pada saat “banjir” … dan ternyata di bagian depan … dijalanan yang bersebelahan dengan sungai kecil … terdapat bekas bekas “banjir” di jalanan, lumpur dan kerikil … dikarenakan air yang meluber dari sungai yang ada disisi jalan.

Sepertinya terjadi hujan besar di daerah sini …
Sepeda santai bergerak dan tak terasa melewati wisata sungai Cipamingkis yang mulai ramai didatangi wisatawan, menyusuri jalanan yang berkolak kelok dengan dominasi tanjakan yang tidak curam.

Baca lebih lanjut

Mengunjungi daerah kuno Cibuaya – Lemah Duwur Wadon

— di “pulau” itu situs Lemah Duwur Wadon berada

Daerah kuno di area Pasundan selama ini yang terkenal adalah area kota Bogor, karena disana banyak ditemukan peninggalan dari zaman prasejarah sampai zaman kerajaan.

Tapi sebenarnya ada lagi area kuno di Pasundan yang sudah dihuni sejak lama …. yaitu daerah Karawang tepatnya di sekitaran area Batujaya – Cibuaya. Disana terdapat peninggalan peninggalan Sunda kuno dan dipercayai sebagai peninggalan kerajaan Tarumanegara pada tahun 300 sampai 400-an masehi.

Situs yang dituju adalah yang berada di area Cibuaya …. Tahun 2019 pernah kesini mengunjungi situs Cibuaya atau lebih tepatnya ke situs Lemah Duwur Lanang. Di area Cibuaya. Menurut kabar … sebetulnya disana diketemukan beberapa bangunan peninggalan zaman dahulu yang yang tersebar di beberapa tempat … tapi banyak peninggalan peninggalan tersebut yang hilang atau hancur rusak … dan yang masih tersisa adalah Lemah Duwur Lanang dan Lemah Duwur Wadon.

Info maupun foto mengenai Lemah Duwur Wadon cari cari di internet sangat minim bahkan foto fotonya tidak ada …. jadi bikin penasaran …. Seperti apa sih bentuknya Lemah Duwur Wadon ini.
Akhirnya … daripada kepenasaranan … lebih baik pergi kesana melihat langsung dengan kepala sendiri dan juga kepala teman … karena kita akan gowes berdua menuju situs tersebut.

Menuju area Cibuaya Karawang … 99% adalah jalur datar … melintas ratusan bahkan ribuan hektar lumbung padi pesawahan Bekasi dan Karawang … tidak hanya datar … rute menuju kesana .. minim belokan … dominasi jalanan lurus lurus dan terus lurus … sesekali saja ada belokan.

Baca lebih lanjut

Pesona panorama 3 gunung – Bukit Batu Sirip Hiu

Ingin pergi ke tempat yang unik
Tempat yang eksotis
Tempat yang sepi
Tempat yang memiliki panorama yang indah
Tempat yang tidak ribet untuk di kunjungi

Ada tidak tempat sekomplit itu ….

Menurut saya sih ada …. dulu pertama kali melihat spot ini dari kejauhan … begitu mengundang … terlihat sangat menarik. Tapi tertunda tunda terus sampai lupa dengan spot ini.
Dan ketika mencari spot dengan specs seperti di atas … teringat lagi spot ini. Googling2 tidak ada informasi bahkan foto2 tentang spot ini … herman deh .. ehhh heran

Sepeda bergerak di hari Minggu yang cerah, melintasi Pondok Gede dan nikum dulu di Cibubur ketemuan sama si om … dan lanjut kembali bergerak.

Melewati area perumahan Podomoro golf view Cimanggis di Minggu pagi yang semakin ramai dan ramai … yang pergi ke masjid, yang olah raga dan ramai juga yang kulineran ….
Hmmm … bolak balik di area ini perasaan jadi agak sedikit aneh … karena dulu sebelum jadi perumahan ini adalah area kebun dan semak semak, bermain sepeda off road off road-an kesini, lalu di bangun menjadi perumahan ini … masih kosong … sepeda melintas di gedung2 kosong dan jalanan kosong … dan sekarang … sudah ramai seperti ini …. dan akan terus semakin ramai dengan semakin banyak penghuni baru yang akan tinggal di area perumahan ini …. jadi saksi sejarah .. hehe.

Baca lebih lanjut

Tanjakan Pedes Gowesable – Tanjakan Sukajaya

Semingguan hujan terus …. Kemungkinan di hari minggu juga akan hujan.
Destinasi yang bisa bikin hangat meskipun diterpa dinginnya hujan …. tanjakan.

Cari destinasi tanjakan … yang terasa pedes … tapi ngga ekstem ekstrem banget … lalu lintas sepi, jadi masih nyaman digowes sambil termehek mehek. Salah satu tanjakan yang terbayang adalah tanjakan Sukajaya …. Masuk kriteria di atas dan masih sepi pegowes main kesana.

Gradient tanjakan Sukajaya maksimum di 20%, sebagai komparasi, tanjakan yang cukup popular … tanjakan KM nol Sentul gradient maksimumnya di 17%.

Awan mendung kelabu di minggu pagi … sepeda tetap bergerak, menyusuri Kalimalang mengarah ke Cileungsi. Sepanjang perjalanan relative sepi pegowes …. mungkin khawatir turun hujan.

Tak terasa sudah sampai di tikum Metland Cileungsi, selang 5 menitan si om muncul dan kembali sepeda bergerak melintasi taman buah Mekarsari dan terus roda sepeda berputar.

Sebentar rehat di tugu beriman Jonggol …. Biasanya di tugu ini ada pegowes yang kumpul … saat ini sepi … tidak ada sama sekali, kecuali kita berdua.

Sepeda kembali bergerak, melintasi pasar Jonggol .. dan terus … melewati pasar Dayeuh … dan terus … melewati destinasi wisata Sungai Cipamingkis yang cukup ramai.

— restoran sawah setelah destinasi wisata Sungai Cipamingkis

Gowesan terus berlanjut mengikuti jalanan yang berkolak kelok, melintasi beberapa area perumahan atau villa kebun yang dibangun di lereng gunung Klapanunggal di sisi kanan jalan.

Dan 52 km kemudian sampailah di belokan titik masuk menuju tanjakan Sukajaya.
Dari titik ini sampai ke titik atas destinasi sekitar 3 km, tapi karena menanjak … bisa di capai 20 menit …. 1 jam … bahkan mungkin 2 jam …. tergantung gowesernya saja.

Sepeda belok masuk ke jalan desa yang lebih kecil, jalan cor-an semen, melewati perkampungan … menanjak landai dan landai, hitung hitung pemanasan.

Baca lebih lanjut

Gowes berpindah yang lebih indah bersih sepi – Curug Areuy

Sudah semingguan ini cuaca sangat cerah menyengat, kondisi yang tepat untuk menjelajah jalan baru di pebukitan Hambalang. Cuaca panas maka jalanan tanah kering padat …. bisa dilalui sepeda dengan nyaman …. hanya sengatan mataharinya saja yang nanti bakalan menyengit.

Di hari Minggu dengan diiringi sinar matahari pagi yang terik, sepeda bergerak melintasi Pondok Gede dan sampailah di tikum Cibubur. Ketika sedang menanti si om … awan makin mendung dan mendung …. hmmm

Si om datang … basa basi sedikit … dan sepeda meluncur mengarah ke Citeureup.
Sampai di area ruko perumahan Podomoro …. hujan turun … kita berteduh di emperan ruko … dan hujan semakin deras mengguyur. Duduk duduk cukup lama …. dan ketika hujan sudah agak sedikit mereda … masih rintik rintik … kita berangkat melanjutkan perjalanan. Jalan perlahan di jalanan aspal yang basah, menghindari cepret ban belakang.

Jalan sekitar 2 kiloan dari tempat berteduh tadi …. hujan kembali turun, kita berteduh lagi di bawah bedeng di pinggir jalan … dan hujan semakin lebat, perasaan sih lebih lebat dari hujan yang pertama. Lama juga menanti hujan …. diputuskan tidak akan menuju pebukitan Hambalang … jalanan tanah merah lembek becek akan jadi masalah besar … bakalan nelongso sengsara.

Baca lebih lanjut

Melalui Dua Bukit menuju Dayeuh Jonggol

— di perjalanan menuju Dayeuh

Gunung Klapanunggal selalu menarik untuk dijelajahi.
Masih banyak area yang hijau lebat dan mengundang kepenasaran ada apa disana.

Kali ini berencana untuk menjelajahi lereng di daerah desa Sukajaya …. berdasarkan peta googlemaps, area di sana masih di dominasi area hijau …. tapi sudah terlihat ada satu lahan besar yang dibuka … lahan baru, sepertinya dijadikan area pertanian berskala besar dan modern. Posisinya ada di tengah tengah area hijau …

Kita set rute untuk melewati area lahan tersebut … sekalian menjelajahi area hijaunya sekaligus melihat kebon … kebon milik orang.

Beberapa hari ini tidak turun hujan … saat yang tepat untuk pergi kesana … karena kalau musim huja, jalur tanahnya akan becek berlumpur pasti semakin sulit untuk dilalui. Apalagi rute yang dibuat harus melalui sungai … kemungkinan disana tidak ada jembatan … kalau musim hujan airnya berlimpah … kemungkinan sulit untuk disebrangi.

Rute yang dibuat melewati destinasi wisata Wonderful Jonggol dan terus naik melalui satu bukit dahulu kemudian turun sampai dasar lembah, menyebrangi sungai dan naik kembali ke bukit kedua yang lebih tinggi dari bukit pertama lalu turun terus kebawah sampai muncul di jalan raya Dayeuh Sukamakmur.

Perjalanan akan melewati kebon kebon, semak semak dan kemungkinan area hutan …. itulah prediksinya …. Ok, dihari minggu sepeda bergerak mengarah ke Bekasi, via Kamala Lagoon dan berbelak belok sampai Kemang Pratama, muncul di jalan Narogong dan sampailah di Metland Cileungsi.

Menanti tidak lebih dari 5 menit si om muncul …. janjian jam 8 … jam 7.45-an sudah kumpul … tidak pakai ngobrol lama, ban sepeda langsung menggelinding di jalan raya Cileungi Jonggol melewati taman buah Mekarsari, perumahan Citra Indah Jonggol dan di pertigaan tugu Tegar Beriman belok kanan mengarah alun alun Jonggol.

Baca lebih lanjut

Muncak ke puncak yang ngga pakai lama – Puncak Batu Roti

Jika ingin pergi ke puncak gunung, tapi … tidak pakai jauh, tidak pakai lama dan tidak pakai susah ….. pilihannya adalah puncak Batu Roti di gunung Batu Ciampea.

Jaraknya dari Jakarta sekitar 60 km, tidak jauh dari kampus IPB Dramaga Bogor.

Cocoklah untuk pergi ngegowes kesana dengan santai. Hari minggu pagi sepeda bergerak melalui Kalimalang, Pondok Gede dan sampai di tikum Cibubur.

Hanya sejenak menunggu, si om datang dan langsung cuss.
Melalui jalan Raya Cibinong Bogor yang lancar dan tak terasa sudah memasuki area kota Bogor.
Di perempatan tol lingkar luar Bogor sepeda belok kanan menyusuri berkilo kilo meter kolong bawah tol dan belok kiri melalui perumahan Taman Yasmin.

Menyebrangi jembatan sungai Cisadane dan terus bergerak sampai mentok di pertigaan dan belok kanan. Dari sini perjalanan mulai merayap …. jalan raya Cibadak Ciampea selalu ramai dan melewati beberapa titik macet – pertigaan atau perempatan. Perjalanan sedikit lancar ketika sepeda melewati gerbang utama kampus IPB dan setelahnya … macet lagi … merayap lagi … terus merayap. Jalanan rolling naik turun dan dikejauhan mulai terlihat bukit hijau … itulah destinasi yang dituju, gunung Kapur Ciampea.

— gunung kapur Ciampea

Tapi sebelum sampai kesana … harus enjoy dulu dengan jalanan yang ramai padat … terus merayap sambil melewati beberapa jembatan dan gunung semakin dekat.
Setelah melewati pertigaan ke arah pasar Ciampea, posisi gunung ada di belakang perumahan padat, kemudian di satu titik kita belok kanan masuk ke jalanan kampung yang berbatu. Melewati jejeran rumah di perkampungan dan sampai di ujung kampung, melewati kuburan, menanjak dan sampailah di gapura masuk ke area parkir.

Mobil dan motor yang hendak menuju puncak Batu Roti parkirnya disini. Area parkirnya cukup luas.
Kita bayar tiker masuk 10 ribu dan parkir sepeda 5 ribu … hmmm aneh juga sih … sepeda harus bayar parkir.

— di area parkiran Puncak Batu Roti
Baca lebih lanjut

Jelajah lereng tebing batu Klapanunggal – pencarian air terjun Penta

— di bawah tebing batu gunung Klapanunggal

Berjalan jalan dan melihat tempat baru selalu menyenangkan.
Mendatangi destinasi baru yang mungkin tempatnya biasa saja, tapi cerita perjalanan menuju kesana dan suasananya menjadi momen menyenangkan untuk dikenang.

Dilereng gunung Klapanunggal tepatnya di bawah area Tebing Lidah Jeger kabarnya ada air terjun, air terjun kecil yang tidal popular namanya air terjun Penta atau curug Penta.

Mungkin air terjunnya biasa saja tapi suasana area tebing batu putih gunung Klapanunggal bagi saya adalah tempat gowes yang menyenangkan. Areanya rindang, jalannya menanjak dan sepi …. asyikkk.

Sinar matahari begitu terik menyinari di Minggu pagi, sepeda bergerak dengan semangat ke arah tikum, melewati Pondok Gede dan tak lama kemudian sudah menanti sendiri di tikum.
5 menitan si om datang … sedikit basa basi dulu dan brief arah yang dituju … “ ok “

Meluncurlah kita di jalan Kalimanggis Cibubur, masuk ke area perumahan Podomoro dan lewat akses pintu belakang, sepeda sudah bergerak menyusuri gang pinggiran tol Jagorawi dan berakhir di area pintu tol Gunung Putri.

Baca lebih lanjut