Tempat Pertapaan Pendekar – Gua Arca Sodong

Katanya gua ini adalah tempat bertapa pendekar.
Jika Anda pendekar atau ingin menjadi atau ingin bertemu .. atau hanya ingin jalan2 ke tempat pendekar, patut dipertimbangkan untuk menyambangi gua Arca di daerah Sodong.
Saya juga ingin kesana … Ya gini gini juga punya teman pendekar lho.. teman yg pendek dan kekar … hahaha

As usual .. roda sepeda menggilas tanpa ampun jalanan kalimalang mengarah ke Bekasi, bolak belok.. nongol di jalan Narogong.

sepeda digelindingan terus dan sampai ke Metland Cileungsi yang masih ramai sama orang yang berolah raga, jalan pagi maupun nongkrong2 aja.

sebagian area perkebunan sawit Cileungsi yang menjadi kosong

Nyebrang jalan Cileungsi masuk perumahan2, jalanan desa dan masuk ke area perkebunan sawit Cileungsi. Jalanannya masih jalan tanah dan berbatu, sebagian area kebun sawit sudah di babat menjadi padang rumput dan sebagian lagi masih ada pohon2 sawitnya. Tidak tahu apakah pohon sawit ini masih produktif atau tidak. Baca lebih lanjut

Secuil Hutan di kegersangan – Hutan Jeng Jeng Deltamas Cikarang

Jika melewati tol Cikampek di siang hari bolong pasti terasa banget panas menyengat … begitu gersangnya area ini.
Tapi dikegersangan tol Cikampek ada satu tempat yang teduh, satu area dengan pohon yang cukup lebat seperti hutan kecil, tepat di pinggir tol di sisi kota Deltamas.

Dari dulu bolak balik tol Cikampek area ini bikin penasaran. Pernah sekali, sepedaan kesini itupun sudah lama, saat di Deltamas ini area perumahannya masih sedikit selebihnya area kosong yang berbukit2 seperti padang savana seperti bukit teletubies.

Dihari minggu ini saya mau kesana lagi, ingin nengokin bagaimana kondisinya sekarang..
Start jam 7 lebih… lumayan telat, bakalan makin panas diperjalanan..

Perjalanan hanya menyusuri Kalimalang.. terus aja .. melewati Metmall Bekasi.. lurus aja pokoke susuri aja jalanan di sisi sungai Kalimalang, jalanan tidak begitu ramai, tapi malah agak sedikit khawatir karena motornya kenceng2.

Disatu titik belok kanan menyebrangi sungai Kalimalang lalu menyebrangi tol Cikampek dan langsung masuk area pinggiran kota Deltamas, terus masuk kedalam dan berada dijalanan utama dua jalur yang lebar dan beraspal hotmix mulus.

jalanan lama sudah ditumbuhi pohon pohon

jalanan baru hotmix mulus tapi gersang

Sepi.. tidak ketemu yang olah raga atau sesepedaan.. ya iyalah sudah jam 9-an sudah makin panas.. orang2 sudah pada balik. Baca lebih lanjut

Di Ujung Kepala Burung Bekasi – Ujung Muara Citarum, Pantai Bahagia Muaragembong

Selalu penasaran ada apa sih di ujung Kepala Burung Bekasi.

Selalu penasaran ada apa sih di muara sungai Citarum.

Travelling kesana adalah perjalanan menuju ujung dunia Bekasi.. 😀

Perjalanan ini selalu tertunda tunda, akhirnya momennya tiba pada musim kemarau ini.. ya mesti musim panas menyengat, karena kalau musim hujan jalanan kesana tidak bisa dilalui, banjir.. dan menjadi kubangan lumpur lembek.. tidak bisa dilalui.

Dari beberapa teman yang saya ajak yang mau gowes jauh dan “tersiksa” .. akhirnya pas hari H hanya ada satu “survival” yang tersisa .. om maryono. Meskipun sebelum berangkat mengajukan berbagai pertanyaan – dengan siapa, lewat mana saja, berapa kali naik perahu, ada apa, dst dst .. ehh ini lagi Panitia Hak Angket atau apa .. sudah mau ikut atau tidak… ikut katanya.
Sudah bungkusss. Berhubung akan melewati daerah antah berantah yang kosong melompong berkilo kilo meter yang jauh dari peradaban … maka satu teman yang menemani akan sangat berarti … #Caelahhh

Seperti biasa jam setengah tujuhan pagi baru berangkat. Melewati Harapan Indah (HI), janjian om Maryono jam 7 disana.

Dari HI kita gowes beduaan, sesuai pesan saya.. si om bawa banyak air di backpack-nya. Saya juga sudah siap, selain bawa backup minuman digembolan juga buff penutup wajah bahkan pakai sun block, saya khawatir kulit saya hitam dan kusam .. #OngkosSalonMahal.

Setelah gowes beberapa saat lalu kita menyebrangi kali CBL dengan perahu eretan.

Menara “api abadi” tambang gas Pertamina Pondok Tengah

Selepas penyebrangan ini .. dimulailah perjuangannya, menyusuri jalanan pipa gas Pertamina Pondok Tengah, di daerah sini banyak tambang gas Pertamina, tipikal jalanan makadam dan jalanan tanah hampir 50 km pp. Yang membuat cape selain panas polll menyengat, tiupan angin dari depan… juga bokong yang kebas… ajrut ajrutan di jalanan makadam dengan sepeda rigid …. adowww mak..

tipikal jalan dan daerah yang gersang melompong

Baca lebih lanjut

Curug bertetangga : Curug Cilandak – Curug Citiis Jonggol

Ga banyak curug yang tetanggaan.

Di Jonggol ada curug bertetangga seperti ini, asyikkan… sekali tepuk dapat dua.

Pagi pagi bersemangat siap pergi … tapi nyatanya baru berangkat jam 7 lebih.. goweser kesiangan .. ada aja urusan dadakan.. #AlesanAja

Janjian ketemuan di Metland Cileungsi jam 7.30 pasti bakalan telat lama .. 28 km untuk sampai ke tikum. Kirim text ke om Adi.

Disana om Adi sudah bosen nunggu, sampai gowes puter2 dulu. 8.20 saya baru sampai.

“Mau Kemana kita … ?” dengan tampang keringetan, habis muter2 gowes.
“Curug Cilandak dan Citiis” dengan suara mantap dan tampang bersalah.

“Yang satu pernah .. satu lagi belum”

Kita gowes beriringan melewati Taman Mekarsari dan terus mengarah Jonggol. Minggu pagi ini jalanan sudah cukup rame kendaraan yang bepergian.

Mendekat alun alun Jonggol .. perut terasa lapar, padahal sebelum berangkat sudah nyemil dulu.. tapi ga nendang, stop di minimarket. Tak tahu kenapa sepanjang perjalanan ini dari pergi sampai pulang… laper terus. Waktu pulangpun padahal sudah makan soto daging walaupun rasanya hancur, tapi saya habiskan, kenyang sebentar .. dan laper lagi.. gowesan jadi gontai.

Dari alun alun Jonggol mengarah ke pasar Dayeuh dan berbelok kiri ke jalan kecil, kalau ke kanan mengarah menuju Sukamakmur – Sentul – Cileungsi.

Mengikuti jalanan desa ini dan menyebrangi sungai Cipamingkis. Dulu harus melalui jembatan bambu tapi sekarang sudah dibangun jembatan baja yang kokoh dan keren. Jembatan ini lebarnya pas banget semobil. Jika ada mobil lewat, maka motor tidak bisa berpapasan bahkan pejalan kakipun akan susah berpapasan. Baca lebih lanjut

Apakah Travelling menjamin Anda bahagia ?

Travelling membuat bahagia.
Bener ga sih …

Tapi travelling yang bagaimana ??

Orang yang travelling ke tempat2 eksotis yang lokasinya jauh, apalagi sudah menjadi dream destination, apakah bahagia ??? … harusnya sih bahagia ya .. kan mewujudkan impiannya.

Tidak setiap orang dapat bepergian ke tempat2 yang keren, tiap orang kemampuannya berbeda ; kemampuan finansial, waktu dan tenaga. Masalah klise … punya waktu tidak punya uang, punya uang tidak punya waktu atau tidak punya tenaga (tidak sehat), punya waktu punya tenaga tidak punya uang .. bulett aja.

Baca lebih lanjut

Nyantai di warung Abah Waduk Saguling

Warung Abah Saguling

view dari warung Abah memandang ke Waduk Saguling

Dari jutaan warung yang bertebaran dimuka bumi ini ada banyak warung yang recommended salah satunya warung Abah yang terletak di tepi waduk Saguling.

kebayangkan asyiknya.. nyantai .. ngopi atau makan dengan view waduk Saguling.
Waduk Saguling ini luas banget .. mulai beroperasi pada tahun 1985 luasnya mencapai 5.600 hektar.
Yang saya target adalah warung cukup ngetop dan menjadi tempat destinasi wisata kuliner yang bersisian dengan area Perumahan Kota Baru Parahyangan.

Berangkatlah saya mengayuh sepeda sambil menikmati udara pagi Bandung, melalui Gasibu, naik jembatan layang Pasopati, menyusuri pinggir tol Pasteur, lanjut menyusuri jalanan kecil di sisi rel KA, sampailah di Cimahi..

lembah di belakang perumahan Dream Hill dekat Waduk Wakadobol

Melewati gang kecil yang menyusuri sisi kampus Unjani dan tembus di dekat bukit impian … alias perumahan Dream Hill. Memasuki area berbukit dan melewati pintu masuk Waduk Wakadobol. Tadinya saya mau mampir masuk, tapi plang di pintu masuk yang menyatakan area ini adalah area tambang, berbahaya dan bukan tempat wisata dan merupakan area privat, mengurungkan niat masuk dan melanjutkan perjalanan. Tembus di jalan raya Batujajar dan berbelok masuk jalanan desa. Terus gowes … perjalanan pergi ini relatif cepat.. karena jalanan di dominasi jalanan menurun … tidak tahu apa saya mesti senang atau sedih.. baliknya pasti jadi hambatan.. ehh tantangan.. pulangnya .. sengatan matahari lebih terik dan menanjak, kombinasi yang menarik. Yah sudah ga usah terlalu dipikirkan, tetep fokus gowes.

Jalanan desa ini sesuai rencana track gps yang saya buat akan berakhir di tepi Saguling. Jalur terpendek, kalau lewat jalan harus berputar cukup jauh. Permasalahannya ada penyebrangan perahu atau tidak. Saya perhatikan di google maps versi satelit tidak terlihat perahu penyebrangan. Tapi ada jalur jalan di sisi sebrangnya, masak sih tidak ada moda penyebrangan. Pede aja…

Tiba di sisi waduk.. sepi, .. where is everybody ?? helloww
hanya ada perahu bocor dan rakit di sisi sebrang.

Dalam kebingungan… saya hanya diam. Berpikir.. eh ngga deng.. hanya terpaku. Wah.. mesti balik, cari jalan berputar.

Datang pemuda desa yang mau ke kebun. “Mas.. kalau mau nyebrang bagaimana??”
“Oh.. pakai rakit itu, tarik aja talinya” Kata pemuda desa dengan ceria.

whatt.. saya terpaku, ternyata di zaman ini saya tidak hanya gagap teknologi tapi juga gagap tradisional.

Ngeriii.. ga berani saya harus nyebrang narik rakit sendiri. Duh.. padahal ngakunya anak petualang, nyebrang pakai rakit aja kagak berani …#MaluAku.

menarik rakit dulu yang ada di seberang untuk menyeberangi anak sungai di Waduk Saguling

Baca lebih lanjut

Settingan Sepeda untuk “piknik”

Kali ini tulisan tentang sepeda bukan sesepedahannya.
Tidak membahas terlalu dalam hanya menceritakan pengalaman pribadi mensetup sepeda untuk pergi jalan jalan. Tulisan ini semoga bisa membantu teman teman yang mampir ke blog ini dan bertanya tanya tentang sepeda yang cocok dipakai “piknik”.

Jenis sepeda itu banyak sekali tergantung kebutuhan, dari mulai sepeda anak anak sampai dewasa dari sepeda jalan aspal mulus sampai jalan hancur, sepeda untuk jalan2 sekitaran komplek sampai sepeda untuk digowes melanglang dunia.
Jenis sepeda MTB ada banyak ; Cross country (XC), all mountain (AM), downhill, touring, fat bike dll
Sepeda balap juga banyak jenisnya ; road bike, triathlon bike, gravel road bike, cyclocross, adventure bike, touring dll.
Belum lagi jenis sepeda dari kategori2 lainnya seperti .. hmm misalnya sepeda roda satu …
Pokoknya jenis jenis sepeda terus bertambah sesuai kebutuhan orang untuk bersepeda kemana dan bagaimana.

Supaya nyaman dan enak di gowesnya, sepeda yang kita pakai sebaiknya di set up sesuai dengan kebutuhan kita.
Saya yang umumnya gowes sepeda dari rumah untuk menuju ke tempat tempat tujuan mensetup sepeda yang digowes nyaman dan bisa relative cepat di jalan beraspal dan masih ok untuk melalui jalanan jelek hancur (offroad) maupun jalanan setapak. Kalaupun harus melewati jalan jelek banget misal turunan berbatu batu besar atau extreme single track .. ya sudah saya tuntun saja .. tidak ribet toh. Selain itu, sepeda juga harus bisa membawa logistic untuk short trip atau one day trip.

Otomatis settingan sepedanya harus “berkompromi” berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Sudah pasti jenis / settingan sepedanya tidak akan maksimal di semua area / tipikal jalanan.

dilipat, memudahkan untuk dibawa masuk kendaraan

Baca lebih lanjut

Curug di Tebing Batu – Curug Sentak Dulang

curug sentak dulangArea Bandung Timur tidak popular sebagai destinasi wisata, kalah dari area Bandung Selatan – Kawah Putih, Ranca Upas, Situ Patenggang, Barusen Hill, Pinisi Resto dll ataupun area Bandung Utara – Dago, Maribaya, Cikole, Lembang yang banyak sekali tempat wisata menarik dan sangat popular di daerah tersebut.

Padahal area Bandung Timur juga memiliki potensi tempat2 wisata, memiliki kontur tanah perbukitan. Artinya memiliki juga view yang keren, salah dua yang terkenal — eh kalau salah dua dapat delapan ya — adalah Caringin Tilu dan Bukit Bintang.

Selain view pemandangan yang keren di daerah kontur perbukitan otomatis ada curug. Salah satu curugnya bernama Curug Sentak Dulang … hmm .. memang tidak popular sih. Tahun 2013 saya pernah kesini dan masih penasaran untuk melihat kedua kalinya.

menanjak membelah pemakaman Cikadut

Pakai aji mumpung … pas lagi ada di Bandung.. saya jalan jalan kesana.
Start jam 7 kurang.. gowes mengarah ke Cicaheum dan berbelok masuk area pemakaman Tionghoa Cikadut. Jalan menanjak membelah pemakaman.. merasakan suasana berbeda … melewati berbagai bentuk2 bangunan kuburan, ada yg terawat baik .. ada yang terlantar, ada yang kecil … ada yang besar bahkan yang megahpun ada … ck ck ..

Menanjak terus ke atas dan disuatu pertigaan tanjakan mengambil belokan tajam ke kanan mengarah ke Pasir Impun dengan tanjakan makin curam .. dan … argghh semakin curam .. menaiki bukit yang kanan kirinya selang seling antara lembah dan kebun kebun penduduk. Terus menanjak sampai ke satu titik puncak. Untung jalanan aspal mulus .. dan sepi, sepertinya bukan jalur utama penduduk lewat.

sampai di titik aman di puncak bukit

Baca lebih lanjut

Ternyata Hambalang menyembunyikan waduk dan curug – Waduk Bogor Raya Ecopark

Siapa sih yang menyembunyikan …
Jangan main main sembunyi gini .. saya cari lho

Jam 7-an saya sudah bengong aja sendirian di minimarket daerah Cikeas. Telepon berbunyi, om Adi mengabari datang terlambat. saya melanjutkan bengong lagi. Berdiam lama jadi kedinginan … saya berpindah ke tempat yang disinari matahari pagi … berjemur .. menikmati kehangatan.

Jam 8-an lebih baru nongol … cengengesan.. ngobrol2 dulu .. “mau kemana kita ..??” Di atas Hambalang ada waduk, kita kesana. “Ngga tahu … ayo aja” Asyiknya sama om Adi .. senang diajak untuk explore .. jalan2 … termasuk ke tempat tempat yang ngga jelas seperti ini. Gimana ngga jelas … tidak ada info sama sekali di Internet mengenai waduk ini .. dan bagaimana kondisinya disana.

Jam 9 kurang kita berangkat mengarah menuju Citereup. Disatu perempatan kita belok menuju jl Raya Tajur, melewati Pasir Mukti dan berbelok keluar dari jalan utama. “Ini jalannya buntu ..” kata om Adi. Tapi tetap kita masuk, beberapa tahun silam om Adi pernah masuk jalan ini. Tapi sekarang dia terheran heran … sudah banyak rumah2 penduduk disini … Menyusuri jalanan aspal dan kemudian berubah menjadi jalanan beton, rumah2 semakin jarang. Jalanan berubah menjadi jalanan batu macadam .. dan mentok di portal tertutup. Ini adalah area pabrik semen, nampak gedung dan conveyer belt untuk membawa bahan baku pabrik semen. Saya perhatikan.. gedungnya seperti tidak digunakan lagi, tidak ada penjaga … tapi kita tidak menorobos masuk … ini area private tidak bisa seenaknya saja menerobos masuk.

jalan mentok ke area penambangan bahan semen dan ditutup portal

conveyer belt untuk membawa bahan baku semen, panjangnya berkilo kilo meter

Wah padahal itu jarak terdekat untuk menju waduk .. akhirnya kita mencari jalan memutar, melewati gang2 kecil perkampungan mencari akses yang mengarah ke atas, kearah hutan … gang2 disini kecil, berbelok belok menanjak .. tapi akhirnya mentok .. jalan buntu. Ya sudah akhirnya kita harus berputar, keluar menuju jalan raya yang mengarah ke Villa Bukit Hambalang. Berputar cukup jauh dan terus merayap menanjak ke atas.

Dan kemudian berbelok kembali masuk jalanan kampung. Melewati rumah2 padat dengan tipikal jalanan kecil dan lagi lagi menanjak. Di satu titik kita ketemu grup pesepeda yang sedang rehat di warung. Ngobrol2 dulu .. mereka bertujuan untuk menjajaki tanjakan Anaconda yang terkenal di daerah sini dan mereka heran .. koq pakai sepeda balap ke track seperti ini .. saya jelaskan ini bukan sepeda balap … tapi mereka tidak paham .. ya sudahlah. Ini adalah warung terakhir di ujung desa … karena selepas ini kita akan masuk ke area padang tandus.

di ujung desa, pemandangan berubah menjadi seperti ini

Baca lebih lanjut

Di Jakarta juga ada Kampung Warna Warni plus Bebas Rokok

Lagi trend kampung warna warni di kota kota Indonesia. Seperti yang ada di Malang, Balikpapan, Jogja, Semarang, Lubuklingau dll, membuat kampung kumuh terlihat semarak, unik dengan berbagai ornamen dan desain yang kreatif untuk berfoto foto, menarik orang berduyun duyun datang kesana.

Jakarta sebagai kota metropolitan juga tidak mau kalah. Masak Jakarta kalah sama kota kota kecil lainnya. Jakarta juga punya Kampung Warna Warni.

Kampung ini ada di bantaran kali Cipinang, sebuah pemukiman padat yang di cat warna warni. Bahkan tidak hanya warna warni, kampung ini mendeklarasikan sebagai kampung bebas rokok. Dan merupakan kampung pertama di Jakarta … horeee … yang bebas tanpa asap rokok dan sekaligus indah berwarna warni. Untuk tahap pertama tidak ada yang merokok didalam rumah, yang menjadi “polisi” adalah Ibu ibu dan anak-anak. Kabarnya bahkan sudah ada beberapa yang berhenti total tidak merokok.

Posisi kampung ini tidak jauh dari ujung Kalimalang di daerah Cawang, sehingga memudahkan saya untuk datang ke kampung ini.

Untuk ke kampung ini sebetulnya lebih mudah melalui jl DI Panjaitan. Tapi saya berbelok masuk dari Kalimalang sehingga harus masuk melalui gang2 kecil padat penduduk.

Setelah berbelok belok di gang dan beberapa kali mentok di gang buntu, tanya penduduk… senyuman ketika melalui gang sempit dan berpapasan dengan orang maupun melewati warga yang sedang duduk2, sampailah saya di Kampung Warna Warni.

Ya.. posisinya tepat di pinggir kali Cipinang. Meskipun air kalinya hitam tapi sampahnya hampir tidak ada. Sungainya bersih dan tidak bau … enaklah untuk dilihat.

kali Cipinang yang bersih terawat

Mulai masuk dari pintu gerbang, dinding tembok sudah di cat warna warni dan sampai di pemukiman, rumah rumah padat yang di cat dengan warna warna semarak menghilangkan kesan kumuh. Baca lebih lanjut