Menikmati ilalang + View = Bukit Ilalang Wangun Sari

Cari ilallang saja mesti sampai Bogor.

Betul …. Kalau mau lihat ilalang plus bonus view …. adanya di daerah daerah yang tinggi, salah satunya yang cukup terkenal adalah Bukit Ilalang Wangun Sari di Bogor.

Bukit atau Taman Ilalang Wangun Sari terkenal karena cukup sering dijadikan spot foto prewedding. Hamparan ilalang dan view gunung atau kota Bogor membuat tempat ini memang keren … cocok untuk spot foto.

— siap siap berangkat

Cuss … sepeda bergerak di Minggu pagi, lintas Kalimalang, Jatiwarna dan sampai di tikum Cibubur.
Sejenak menanti … si om muncul … dan cuss lagi … sepeda bergerak lagi dengan santainya.

Melintas di jalan Raya Bogor …. melewati pasar Cibinong, ketemu beberapa rombongan motor yang convoy panjang bergerak kearah Bogor. Kelompok sepedasih kita tidak ketemu, paling ketemu goweser solo atau yang juga yang hanya berdua atau bertiga.

Tak terasa … akhirnya kita sudah mendekat ke sisi luar Kebon Raya Bogor.
Masuk ke area trotoarnya dan ramai oleh orang berolah raga, berjalan kaki atau hanya berduduk duduk saja. Biasanya duduk rehat dulu disini, tapi kali ini tidak, kita terus lanjut.

Kita melipir dulu ke pasar Surya Kencana, masuk ke jalan Pedati dan bisa dikatakan sangat padat …. khas tipikal pasar …. banyak pedagang kaki lima dan pejalan kaki yang mau berbelanja. Kita sampai di toko Agus …. Ehhh ternyata masih tutup … mungkin masih kepagian …. rencana mau beli kopi legendaris Bogor …. Kopi cap Teko dari toko Agus ini adalah salah satu kopi Bogor yang terkenal.

Karena masih tutup kita lanjut lagi, melewati Bogor Trade Mall menurun ke bawah dan baru ngeh kalau jembatan rel KA sudah dibongkar …. sepertinya mau diganti dengan rel baru dan mungkin jadi double track.

Masuk ke gang muncul lagi ke jalan, masuk gang lagi dan nyebrang sungai Cisadane, menyusuri gang gang sempit dan keluar kembali ke jalan kecil yang bisa dilalui mobil … tidak tahu ini ada dimana, pokoknya kita hanya mengikuti gps saja. Setelah bolak belok dijalanan kecil ini ….. kita muncul di bundaran Bogor Nirwana Residence …. tepat di area waterboom The Jungle.

Dulu area The Jungle ini sangat ramai …. sekarang tidak seramai dulu lagi … bahkan beberapa area luarnya banyak yang kosong dan tidak terawatt …. sedih deh kalau diceritain.

Tepat selepas The Jungle kita melewati Hotel Aston Bogor …. dan herannya …. parkiran mobilnya sangat penuhhh … gile ya kontras …. apakah karena fenomena dan trend stay vacation di hotel hotel … mungkin juga.

Tak jauh dari hotel Aston … diseberangnya ada tempat wisata lain … DeVoyage …. tempat wisata berthema Eropa …. tapi parkirannya sepi juga.

Baca lebih lanjut

Peralatan ngopi yang dibawa ketika gowes – pengalaman, review dan harga

Jalan jalan sambil sesepedahan ketempat tempat keren adalah hal yang menyenangkan. Mendatangani tempat yang belum pernah dikunjungi … merasakan dan melihat hal hal baru.

Ngopi juga hal yang saya suka, apalagi ngopi diruang terbuka … menikmati alam dan suasana.

Bagaimana kalau dua hal ini – gowes dan ngopi – saya lakukan bersamaan …. harusnya jadi double asyikkk dong …. mulailah di tahun 2016 kalau pergi sesepedahan suka bawa peralatan ngopi … ternyata memang asyikkk.

Karena biasa ngopi dari kopi giling …. dan hampir semua destinasi saya tuju tidak ada kopi giling, biasanya ada kopi instan atau sachetan. Jadi supaya bisa ngopi giling … mau tidak mau harus bawa peralatan ngopi sendiri.

Meskipun tidak selalu bawa, tapi bisa dibilang cukup sering juga bawa peralatan ngopi. Bawa tidaknya peralatan ngopi tergantung situasi di destinasi gowes atau sempat tidaknya menyiapkan peralatan ngopi sebelum berangkat.

Untuk menyeduh kopi outdoor maka ada 2 kategori perlengkapan yang harus di bawa ; alat alat untuk memasak air dan alat alat untuk menyeduh kopi.

Perlengkapan Memasak Air
Air yang diperlukan untuk menyeduh biji kopi agar terasa nikmatnya, menurut para ahli harus di kisaran 90 – 96 derajat celcius, (for info, umumnya panas mesin dispenser air minum di 60 derajat celcius) maka untuk mendapatkan kisaran panas tersebut mau tidak mau harus masak air dulu.
Untuk memasak air yang ringkas dan ringan, maka saya biasanya membawa, kompor mini, adaptor untuk ke tabung gas portable mini, korek api dan teko.

Baca lebih lanjut

Akses Mudah, Dekat dan Besar – Curug Biawak Sentul

Jika ingin pergi main main ke curug di daerah Sentul … tapi inginnya ke spot yang gampang dan dekat … tidak perlu sampai nanjak ke atas atas … tidak perlu tracking dulu untuk sampai curugnya. … maka curug Biawak adalah salah satu pilihan yang harus dituju.

Posisinya masih ada di daerah bawah Sentul, di daerah Babakan Madang bawah.
Selama ini curug ini tidak tidak terdengar … terlantar … kemudian baru akhir akhir ini ditata, diurus, dirawat … dan dibuka untuk umum.

Jaraknya relatif dekat dari Jakarta, tempatnya yang mudah dicapai … mengapa tidak saya datang kesana.

Di minggu pagi agak sedikit mendung … saya berangkat.
Lintas Kalimalang, Kemang Pratama, Narogong, Metland Cileungsi …. ketemuan dulu sama si om disini … koq jadi melambung rutenya.
Ya rutenya agak berputar dulu … sekalian jalan jalan saja …. Sudah hampir satu dekade saya tidak melalui jalan Raya Narogong dari Cileungsi ke Citeurep …. sudah lupa ada apa saja disana …

Melintas jalan Raya Narogong dari Cileungsi – Citeurep, perasaan hampir tidak ada yang baru … melintasi pabrik semen yang ada di daerah sini, kalau ngga salah pabrik semen Holcim …. tapi saya tidak ingat kalau harus melintas sungai yang cukup besar …. sedikit heran saja.

Gowes nyantai … sesekali ketemu rombongan goweser berseragam …. dan tidak lama kemudian sudah sampai di Citereup, melewati pabrik semen Indocement. Melewati Sentul sirkuit. Ketemu pesepeda sekali dua kali … tapi motor yang bergerak kearah Sentul sangat banyak, dari yang perseorangan, pasangan dan bahkan rombongan rombongan bermotor.

Kita berbelok di sisi hotel Harris Sentul …. melewati pertigaan pasar Babakan Madang dan terus ….
Tidak jauh lagi kita akan berbelok menuju destinasi curug.

—- Belokan Akses masuk ke curug Biawak

Dan sampailah dibelokannya … ada banner dan baliho Curug Biawak di pertigaan … Kita belok kiri masuk jalan tanah berbatu batu, melewati perkampungan, sedikit pesawahan … hutan jabon dan ada portal tiket, kita bayar 15 ribu dan lanjut …. Masih melewati jalanan tanah berbatu batu dan jalanan sedikit menurun …. terlihat bahwa area ini sudah ditata dan dirapihkan. Parkirannya bisa dikatakan luas dan lebar, serta ada beberapa saung saung untuk bersantai dan beberapa spot selfie kekinian.

Baca lebih lanjut

Cerita Perjalanan Biji Kopi – Bukit Paniisan

— Perjalanan mendekati Bukit Paniisan

Area perkebunan kopi di Bogor ada di beberapa daerah, salah satunya ada di Babakan Madang. Desa penghasil kopi

yang cukup terkenal disana adalah Desa Cisadon terutama kopi luwak yang dihasilkan oleh luwak liar.

Penasaran ingin kesana sekalian membeli biji kopinya, tapi tidak ke desa Cisadon …. ke desa tetangganya … sekalian melihat view di atas gunung Pancar …. ke Bukit Paniisan.

Riding di minggu pagi, sepeda mengarah ke tikum …. +- 20 km-an sampailah di tikum Cibubur. Menanti sejenak dan si om muncul … ngobrol ngobrol sejenak dan cuss … ban sepeda kembali berputar. Melewati Cimanggis, Citeureup … melintas gerbang Sentul Sirkuit … terus sepeda di gowes dan belok kiri di sisi Hotel Harris Sentul.

Dan tak lama sampai di perempatan Jungle Land, kita lurus terus dan kemudian berbelok kearah gunung Pancar. Tanjakan tanjakan awal ini ternyata sangat terasa jika menggunakan sepeda 1 x 11 drivetrain, gigi depan 38T dan belakang mentok di 42T … bikin napas tersengal sengal … megap megapan pollll.

Berhenti 2 x untuk atur napas … dan perlahan lahan … sampai di spot wisata Batu Kemun sebelum gerbang masuk gunung Pancar …. istirahat sejenak. Lanjut lagi memasuki area gerbang dan diharuskan bayar tiket Rp. 10 ribu persepeda. Beberapa kali wara wiri masuk melalui gerbang ini …. Kadang diharuskan bayar dan kadang gratis …. tidak tahu … apakah peraturannya berubah ubah atau tergantung mood si penjaga gerbang.

Beres bayar kita lanjut terus merayap …. nanjak ke atas melewati beberapa spot wisata selfie yang sudah cukup ramai kendaraan yang parkir, roda dua dan roda empat. Area hutan pinus ini memang cocok untuk jadi tempat wisata. Kita ketemu beberapa rombongan pesepeda yang juga mengarah ke atas.

Setelah melewati Sebex, sampailah di gerbang pemandian air panas gunung Pancar. Tidak ada pesepeda disini … rehat sejenak … atur napas dan tenaga karena di depan tanjakan cukup terjal menghadang. Dengan mengerahkan segenap tenaga kita … ehhh maksudnya saya … perlahan tapi hampir ngga pasti … akhirnya sampai juga ke atas … kalau si om sih …. dengan santainya tanjakan ini dilibas.

— Rehat sejenak di Pintu Masuk ke Pemandian Air Panas Gunung Pancar

Setelah melewati lapangan, sampailah kita di area “puncak” jalan aspal ini, selebihnya jalanan akan menurun …. Tapi kita berhenti disini, di area banyak kendaraan parkir … motor dan mobil … bahkan truk dan mobil pickup. Umumnya mereka adalah peziarah yang akan mengunjungi makam keramat yang ada di area ini.

Ada papan petunjuk di area parkiran ini …. Kita ambil jalan setapak yang ditutup portal dan mengarah ke atas, kita bergerak mengikuti panduan GPS yang telah di set sebelumnya. Ketika masuk ngolong ke bawah portal …. “ mau kemana pak ? “ Tanya warga lokal yang ada disana …. “ mau ke bukit Paniisan pak “ ….. “ wah … terjal pak … susah kesana bawa sepeda “ kata warga lokal ….. “ hmmm …. Ngga apa apa pak …. Kita angkut angkut sebisanya “ …. si warga lokal hanya cecengesan … senyum kasihan ….

Baca lebih lanjut

Mencari sang pemalu — Curug Pemalu Bagogog

Kenapa mesti malu …
Apakah ada yang malu malu kucing disana

Dapat info dari channel Wisata Jabodetabek katanya ada must visit place di gunung Klapanunggal,
Suatu spot unik …. air terjun pemalu … pemalu … siapa yang malu … air terjunnya …. dan ada air terjun lagi tapi langsung masuk kedalam tanah …. hmmm maksudnya apa ya ….

Benar benar bikin penasaran …. Selama ini kluyuran disana belum pernah menemukan curug di daerah sana … apalagi yang malu malu segala.

Daripada penasarana mulu … mending jalan kesana.

Minggu pagi sepeda meluncur mengarah ke Klapanunggal melalui Kalimalang, Galaxy, Kemang Pratama, Narogong dan … 25 km-an sampailah di bawah jalan layang Cileungsi.

Di tikum si om sudah menunggu bersama si om yang lain … si om yang lain ini ternyata sedang menunggu temannya pegowes dari arah Depok hendak menuju Little Ubud Cileungsi.

Kita kembali melanjutkan perjalanan melewati pasar Cileungsi yang padat kendaraan … dan jalanan yang hancur. Terus sepeda bergerak ke arah Citeureup, kemudian di satu titik … kita berbelok, di pasar Miawww .. ehh Meong. Lalu potong kompas dengan masuk masuk gang … melewati pesawahan … wah ternyata pesawahaannya sebagian sudah diratakan … siap untuk menjadi komplek perumahan …. pesawahan di area ini semakin terus menyusut.

Masuk kembali ke jalanan desa, belak belok disana dan muncul di perumahan Grand Kahuripan Klapanunggal di daerah Cileungsi. Kemudian mengikuti jalanan utama dan tidak jauh kita belok kanan … mengarah ke gunung Kapur Klapanunggal, jalanan berubah menjadi jalan berbatu batu dan berdebu … kadang truk truk pengangkut batu kapur lewat …. Wow debunya …. Kemarin sepertinya tidak turun hujan disini … sehingga jalanan kering berdebu … tapi jika lewat saat hujan jadi jalanan becek berkubang lumpur …

Dan tidak lama kemudian kita tiba di sisi gunung kapur Klapanunggal. Di depan sudah terbentang megah tinggi memanjang kanan ke kiri tebing kapur putih. Sinar matahari yang menyengat … cocok dengan suasana daerah sini yang hampir tidak ada pepohonan …..

Dipertigaan ini jika belok kiri akan menuju gua lalay yang unik karena ada aliran sungai keluar dari gua tersebut dan jika ke kanan juga menuju gua lalay yang lain … namanya seharusnya diganti biar tidak salah alamat … : )

Kita gowes kearah kanan menyusuri sisi luar gunung kapur atau biasa disebut singapur – sisi gunung kapur.
Tidak jauh dari pertigaan pertama tadi ketemu lagi pertigaan, jika belok kiri akan mengarah menuju gunung kapurnya dan terus menuju gua Lalay. Kita belok kiri dan langsung menanjak di jalanan berbatu batu. Menanjak tertatih tatih …. Ditanjakan berbatu ini terlihat ada aliran air bersih dari arah atas …. bahkan ada saluran pipa pipa pralon …. berarti di atas memang ada sumber air.

—- Aliran air dari atas, berarti ada sumber air di atas
Baca lebih lanjut

Nengokin Kebon – Kebun Wisata Harmoni Sinergi

Nengokin kebon ah ….
Meskipun kebonnya punya orang … ngga apa apakan kalau kita tengokin.

Minggu pagi matahari bersinar dengan terang, setelah dari sore sampai malam diguyur hujan terus menerus. Sepeda meluncur mulus mengayuh dengan santai melalui Kalimalang terus ke Jatiwaringin dan ban sepeda terus berputar sampailah di Cibubur, bertepatan dengan si om yang tiba.

“ mau ke tempat apa disana ? “ si om bertanya penasaran, saya sebelumnya mengabari akan ke daerah Sukamakmur.
“ ke kebon aja …. katanya ada yang mau jadi kebon wisata, kearah curug Cioray “
Area daerah kebon yang dituju saya belum pernah kesana …. sekalian kepo.

Ban sepeda kembali berputar, melewati perumahan Podomoro Golf View Cimanggis, menyusuri gang di pinggir tol Jagorawi dan muncul di daerah Gunung Putri Citeureup. Melintas pabrik semen dan setelah pasar Citeureup kita ambil kiri masuk jalan yang mengarah ke Sukamakmur.

Jalanan rolling naik turun dan tidak lama kemudian rumah rumah dikanan kiri sudah jarang, lebih banyak kebon kebon dan area area hijau. Dan jalanan lebih banyak menanjaknya … disisi kiri adalah jurang dan sungai Citeureup jauh dibawah lembah, diseberang lembah adalah gunung kapur Klapanunggal yang dihiasi tebing batu putih memanjang dengan megah.

— Di jalan Raya Tajur – Sukamakmur

Terus saja kita menanjak dijalanan aspal hotmix mulus dan disatu titik di pertigaan kita keluar dari jalan utama masuk ke jalanan kampung. Menurun terus kebawah … melewati sekolahan dan perkampungan, menyebrangi jembatan, melewati belokan yang kearah curug Cioray atau juga disebut curug Ciawi Tali. Menyebrangi lagi jembatan ….. dan mulai menanjak, merayap menanjak …. Jalan ini jika diteruskan akan kembali ketemu ke jalan utama Sukamakmur tapi kita disatu titik belok kiri, ambil jalan masuk mengarah ke gunung Klapanunggal.

“ jalan ini jika diteruskan sepertinya mengarah ke situs Batu Tapak ya “ kata si om
“ ya betul om … dilihat dipeta sih begitu “

Baca lebih lanjut

Jalan jalan yuk ke Kampung Tematik Mulyaharja dan Saung Eling

Rute perjalanan jalan jalan sesepedahan ini seperti biasa melewati Kalimalang, Pondok Gede dan ….. menunggu di tikum Cibubur sejenak duajenak tigajenak …. si om muncul … ngobrol sejenak … lalu meluncur kembali.

Gowes santai dan stabil, tak terasa sudah melaju di jalan raya Bogor, ketemu sepeda yang mengarah ke Bogor … yang sendirian maupun berombongan.

48 km kemudian sampailah di trotoar di luar Kebun Raya Bogor …. Jika pergi kearah Bogor seperti biasa kita rehat dulu disini ngemil ngemil snack …. di spot rindang adem …. sambil melihat aktifitas yang lalu lalang … yang jalan kaki maupun sepedahan .. yang jomblo … yang couple … yang rame rame juga ada.

Tidak lama rehat … perjalanan dilanjutkan, melewati Bogor Trade Mall, menurun kebawah, masuk gang dan muncul di jl Sedane. Menyusuri sungai dan gps mengarahkan untuk menyebrang sungai … melalui jembatan yang pas semotor, antri sebentar .. sabar … menunggu giliran.
Melewati jembatan ini dan langsung diberi tanjakan yang bikin betis panas. Menanjak keatas dan masuk ke gang gang yang padat pemukiman, bolak belok di gang senggol ini .. dan muncul di jalan yang bisa dilalui mobil.

Menyusuri jalanan ini di daerah Cibeureum … menanjak .. dan terus menanjak … meskipun tidak parah tapi bikin ngos ngos-an. Dan muncullah di area Bogor Nirwana Residence di jalanan lebar dua jalur. Berputar arah sebentar dan langsung masuk ke jalan Arjuna, dan tidak lama ada papan petunjuk untuk menuju kampung tematik di suatu pertigaan … kita belok kiri disana, melewati rumah rumah yang padat …. masih menanjak, lumayan cukup banyak mobil mobil dan motor yang searah …. sepertinya sih mereka mau berdarmawisata … mungkin mau ke kampung tematik Mulyaharja.
Menuruni lembah yang ada sungai … menanjak lagi …. menuruni lembah lagi .. menanjak lagi …. dan sampailah di gapura kampung wisata tematik Mulyaharja, banyak mobil berderet parkir dan motor motor juga. Kanan kiri adalah rumah rumah penduduk.

Kita gowes terus …. melewati mobil2 yang terparkir disisi jalan dan orang orang yang bejalan kaki …. Hmmm mana pintu masuknya … terus saja gowes … sampai tidak ada lagi mobil yang parkir parkir …. Kondisi disisi kanan kiri berubah dari perkampungan menjadi kebon kebon … jalan sepi, rindang dan berkelok kelok …. serta … menanjak. Wahhhh …. kayaknya pintu masuknya kelewatan …. Tapi karena jalannya aspal hotmix mulus kita terus gowes sampai di puncak bukitnya. Berhenti disana dan memandang ke arah lembah …. Wah betul, dibawah lembah adalah hamparan pesawahan dan disana ada jalan khusus memanjang membelah pesawahan, saung saung … dan ada orang orang disana …. Itulah pesawahan kampung tematik Mulyaharja.

— kampung tematik Mulyaharja dilihat dari atas bukit

Sebetulnya spot saya berhenti ini sangat keren dan ideal …. berada di atas dan memiliki view ke lembah pesawahan …. tapi ditanah ini sudah ada papan tertancap milik perusahaan swasta, mungkin kedepannya nanti akan berubah menjadi sesuatu.

Baca lebih lanjut

Potensi Destinasi Wisata Pulau di Jonggol – Jati Pulo Cipamingkis

Dengar kabar … desas desus … gossip
Katanya ada tempat baru yang akan dijadikan destinasi wisata, suatu pulau di daerah Jonggol.
Pulau …. beneran pulau ??? … pulau di daerah Jonggol …. Wahhh …

Kepo … mesti kesana … pergi ke pulau

Sebenarnya berangkat gowes kali ini serba dadakan, ada urusan …. jadi tidak pergi di hari minggu masih ragu …. tapi akhirnya berangkat juga … bawa yang bisa dibawa cepat … dan cusss meluncur jam 7 kurang …. agak telat … bisa terlambat sampai tikum.

Berusaha gowes cepetan …. ada road bike di daerah Narogong Bekasi … ikutin sebentar … ngos ngos-an … dan sampailah di tikum Cileungsi … sudah kontak2-an sama si om ketemu disini.
Telat 2 menit … janjian jam 8.00 … si om sudah duduk menanti sambil sibuk mainin handphone.
Tidak lama berbasa basi … kita cusss lagi.

Melaju di jalan raya Cileungsi Cariu …. Melewati taman buah Mekarsari, lalu lintas tidak ramai dan matahari bersinar dengan semangat …. Kita gowes dengan ceria, tak terasa sudah dipertigaan dan belok kanan mengarah ke alun alun Jonggol. Di pertigaan ini di monumen Jonggol ada komunitas sepeda yang sedang foto foto …. tempat ini jadi icon untuk spot foto terutama komunitas sepeda …. hmmm saya belum pernah foto disini.

Berhenti untuk rehat sejenak dan minum ….. perjalanan lanjut lagi, melewati pasar Jonggol, pertigaan alun alun … dan mengarah ke Sukamakmur. Jalanan mulai menanjak … tapi diselang seling dengan rolling naik turun.

Melewati turunan cukup panjang, melewati pesawahan dan sampailah di pasar Dayeuh. Selepas pasar Dayeuh, mulai ada tanjakan yang kerasa di betis … merayap, dan mulai menyusuri jalanan yang disebelah kanan adalah sungai irigasi dan di sisi kiri jauh di lembah terlihat sungai Cipamingkis.

Melewati pesantren modern dan tidak lama sampai di destinasi wisata spot foto sungai Cipamingkis.
Area ini sekarang makin ramai … di sisi jalan banyak warung tempat makan, bahkan warung sampai ada di tepi sungainya. Kondisi unik bebatuan sungai Cipamingkis dan posisi sungainya yang pas ditepi jalan menjadi daya tarik wisatawan datang untuk bermain main air dan foto foto.

destinasi Wisata Sungai Cipamingkis di Dayeuh Jonggol

Berhenti sejenak disini … melihat lihat sebentar dari atas jalan … dan melanjutkan kembali perjalanan. Dari sini jarak ke destinasi utama sekitar 3 km lebih.

Jalanan lebih didominasi tanjakan … semakin banyak kelok kelok, tipikal jalanan luar kota. Dibeberapa titik sudah ada warung warung … terlihat warung warung tersebut relatif baru. Sejak era akses mudah googlemaps dan medsos maka jalanan ini menjadi lebih ramai, sekarang banyak dijumpai mobil2 bagus dan motor2 yang terlihat akan pergi berdarmawisata … sama seperti saya .. cuman naik sepeda .. : )

Di area sini juga sudah dibuka area perumahan perumahan … ada di atas lereng …. Dengar dengar sih mereka menjualnya dengan konsep kavling berkebun …. Jadi orang kota ditawarkan untuk memiliki kavling kebun … sekaligus kalau mau buat vila mungkin bisa.
Sebetulnya di area Jonggol Cariu selama saya sepeda kluyuran didaerah ini, ada beberapa yang menawarkan investasi dengan konsep seperti ini …. beberapa sih gagal … terbengkalai … bahkan ada yang saya dengar bermasalah … mudah2-an sih yang di daerah ini pada sukses.

Kita melewati suatu area di pinggi jalan yang diratakan dan dibuka luas … tempat wisata, hotel, rumah makan …. tidak tahu …

Perjalanan terus berlanjut dan saya jadi lebih sering lihat gps … mencari titik belok …. ya sebentar lagi … nah disini belokannya, kalau tidak pelan pelan … sepertinya belokannya akan terlewat, karena tidak seperti ada jalan masuk, hanya seperti mau masuk pekarangan orang. Belokan ini tepat di sebelah jembatan Cijangkung … di jalan masuk ada tumpukan batu batu dan truk truk yang parkir.

Ketika belok masuk kesana, tiba tiba ada yang berteriak “ jalan buntu pak “ …. hanya nyengir saja … ya saya sudah tahu jalan ini hanya mentok ke sungai …

Tepat di area akses masuk ada curug mini … curug yang terbentuk dari bongkahan batu besar …. hmmm unik.

Kita meneruskan perjalanan menurun kebawah melalui jalanan berbatu batu, terus menyusuri sungai dan hampir mentok diujung, disana ada pertigaan … lurus mentok ke sungai besar … sungai Cipamingkis … sedang belok kanan menyebrang sungai akan menuju bukit pepohonan kecil. Area bukit itu secara teknis adalah pulau …. daratan yang dikelilingi oleh air. Sungai Cipamingkis ini di arah hulu terbelah menjadi dua, mengelilingi area ini …. inilah pulaunya …. namanya Jati Pulo.

Kita masuk ke sungai … dan takjub lagi … ada lagi curug kecil disini …. wuihhh kerennn

curug kecil di area Jati Pulo

Menyebrang sungai dan naik ke atas bukit kecil … di bukit ini ditumbuhi pepohonan, pohon jati … sangat rindang dan adem … ditambah semilir angin … asyikkk banget. Ternyata disini sudah disiapkan beberapa tempat duduk dari bambu, sudah sedikit ditata … dan ditanami bunga bunga.
Nyaman banget duduk disini … teduh … dengan pemadangan sungai bebatuan yang unik dan hamparan pesawahan diseberang sungai plus deburan suara air dan gemersik angina menerpa dedaunan … pengalaman indera yang kaya.

sudah tersedia bangku bangku ditempat yang adem rindang
Baca lebih lanjut

Spot Oke untuk Piknik Asyik — Swargiloka

Sekali kali pengen dong … main ke tempat piknik.
Tempat yang benar benar untuk piknik yang proper dan representative.
dan … tidak ramai … ingat hindari kerumunan.

Tempat yang seperti itu, yang kebayang sama saya adalah Swargiloka.
Pernah suatu kali lewat … sepertinya asyikkk tempatnya.

Setelah semuanya dipersiapkan … barang barang yang mesti dibawa …. ehhh tapi yang mesti dibawa kalau mau piknik beneran banyak banget ya …. mesti dikurangin … banyak … ya sudah ngopi aja ahhh.

Minggu pagi sedikit mendung … sepeda berangkat melalui Kalimalang, Pondok Gede dan menunggu sejenak di Cibubur … si om datang dan perjalanan berlanjut.

Menyusuri Leuwinanggung … melewati tapal batas Bekasi dan masuk ke Kabupaten Bogor, melalui Tapos Cimanggis dan muncul di jalan Raya Bogor. Gowes santai landai menanjak dan sampailah di sisi luar Kebun Raya Bogor … sekitar jam 9.30-an. Duduk sejenak di trotoar … minum dan makan camilan. Tapi koq sepi ya … tidak seperti biasanya, tidak banyak orang lalu lalang …. ohhh ternyata ada pembatasan pergerakan …. apa namanya … ppkm mikro istilahnya. Beberapa aera disekitaran kebun raya ini ditutup atau dilarang melintas, akibatnya … orang yang datang benar benar sangat berkurang jauh … efektif juga ya …

Beres rehat sebentar, kita melanjutkan pergowesan dengan memutari 1/4 Kebun Raya … melintas Taman Topi, Stasiun KA Bogor, masuk ke gang yang padat penduduknya … berkelok kelok disana … dan muncullah di jalan Raya Ciomas.

Baca lebih lanjut

Melipir ke dua tempat sambil menuju tempat camping di gunung Klapanunggal ; Bukit Cioray

Musim hujan …

Minggu pagi mendung
Berangkat ngga ya …

Menunggu sejenak dan mendung agak sedikit bergeser
ada secercah sinar menyeruak

Rencananya akan menuju camping ground, kabarnya disana ada tempat camping, di daerah gunung Klapanunggal.

Sekalian jalan jalan melipir dulu ke dua tempat … yang selama ini bikin kepo.

Yukkk berangkat
Jalanan masih basah, kalimalang masih sepi
Pesepeda hanya ketemu satu dua

Gowes melalui Kalimalang dan ketika melewati jalan raya Hankam selepas Pondok Gede …. Jalanan tergenang cukup dalam dan lumayan panjang …. Gowes perlahan lahan … tapi tetap aja kena kecipratan basah … suka ada motor atau mobil yang tidak berempati … ngegas dan mencipratkan air kemana mana …. hadeuhhhh

Jam 7.40-an sudah tiba dilokasi … janjian jam 7.45.
Check di WA …. “ maaf om … terlambat “ ya sudah saya menantu .. ehh menanti.
Jam 8-an kurang akhirnya kita melanjutkan perjalanan.

Melintasi perumahan bukit Golf Cibubur masuk gang dan muncul di jalan besar dan masuk gang lagi …. Masuk gang yang belum pernah saya lewati, karena akan melipir dulu ke satu tempat.
Melintasi perumahan yang sudah lama, belak belok disana …. melewati tempat baru selalu bikin exciting … melihat hal hal baru.

“ mau kemana sih kita ? “ si om bingung …. “ ini jalurnya muter muter saja “
“ tenang om … kita melipir dulu “

Situ Babakan
Disatu titik kemudian kita berbelok, masuk gang menurun yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan …. taraaaa ….sampailah di pelipiran pertama … situ atau danau kecil …. Namanya situ Babakan … bukan situ Babakan yang ada di daerah Srengseng Sawah, tapi ini di belakang gunung batu kecil di daerah Gunung Putri Citeureup.

Di pinggiran situ ada beberapa mancingers yang nongkrong ….
“ kalau situ ini dirapihkan dan dikelola …. asyik juga ya buat nongrong nongkrong “ kata si om
Ya memang kondisinya tidak dirawat dan dibiarkan begitu saja. Saya sih kepo saja dengan situ ini ….
Ya keadaannya begini saja … tapi tidak penasaran lagi.

Baca lebih lanjut