Muncak 140 mdpl – Gunung Kepuh

Saatnya pergi ke daerah baru .. ke daerah yang cantik dan indah … Jogja atau Bali … daerah yang tepat … hmmm … kayaknya kejauhan … yang dekat dekat aja …. yang murmer … hehe … sekitaran Jabotabek lagi … maunya ke pantai … atau ke gunung … kayaknya muncak oke juga.

Daerah Parung Panjang jarang saya main kesana … pernah sesepedahan ke gunung Dago yang ada di area sana … disebelah gunung dago ada gunung tetangganya … gunung Kepuh.

Matahari bersinar cerah .. sepeda berangkat di minggu pagi menyusuri Kalimalang mengarah ke Cawang, menyebrang menaiki fly over Pancoran, belok melalui jalan Wolter Mongensidi dan tak lama kemudian masuk ke area jalan Wijaya Kebayoran Baru … jarang sekali saya melintas daerah ini … Wijaya termasuk daerah elite … jalanan lebar sepi pohon pohon yang besar dan rindang … rumah rumah wow segede gaban … asyikk juga melihat sesuatu yang beda … melihat yang indah indah … selama ini hanya perkampungan, pesawahan, alam yang hijau hijau tapi rumah rumah beserta pekarangan yang cantik ini sangat layak untuk dinikmati, cukup melihat dan melewati dari luar saja sudah senang.

Baca lebih lanjut

Eksplorasi unpopular Jonggol – Jembatan Zeni, Puncak Sawah dan Balancing Stones

Daerah Jonggol banyak sekali area yang tidak popular … tidak tahu ada apa disana … saatnya untuk mengexplorasi area itu. Sebagai patokan spot yang harus dilalui adalah jembatan gantung Zeni AD …. hmm menarik … dan kemudian terus bergerak ke area area yang belum pernah saya datangi … terutama daerah daerah yang hijau .. dan bentangan pesawahan berundak.

First Sunday Ride 2022 saat yang tepat untuk mengeksplore …. tahun baru … semangat baru … tempat baru.

Kalimalang di minggu pertama tahun ini … seperti biasa saja … lalu lintas seperti hari minggu pagi biasanya … mungkin karena semangat tahun baru atau karena minggu pagi yang cerah … ketemu beberapa rombongan goweser dalam jumlah yang besar … bapak bapak … ibu ibu … bahkan anak kecil juga ada … wowww.

Sepeda bergerak santai … melewati perumahan Grand Galaxy, Kemang Pratama dan meluncur santai di jalan Narogong Bekasi … sampailah di Metland Cileungsi. Rehat sejenak … dan lanjut lagi gowes, melewati Taman Buah Mekarsari …. dan sudah ada beberapa kendaraan yang parkir antre mau masuk gerbang utamanya yang masih tutup. Pemandangan yang aneh … selama 2 tahun pandemic … dengan segala aturan … sepi. Dan sekarang seperti kembali normal lagi.

Sepeda menyusuri jalan raya Jonggol Cariu … melintas Citra Raya, pertigaan Cibucil … pertigaan tugu Jonggol dan seperti biasanya ada rombongan sepeda yang ngumpul disana …. beberapa titik jalanan Jonggol Cariu rusak berlubang … tipikal jalanan di musim hujan. Ban sepeda terus berputar mengikuti irama jalan … menanjak, menurun … belok kanan, belok kiri.

Melewati gedung training Basarnas … belokan sudah dekat, dan selepas Basarnas … sepeda belok kanan tepat disamping supermarket modern yang ada dimana mana, masuk kedalam … melewati perkampungan, sekolah SD Tegalpanjang dan rumah semakin jarang … kanan kiri adalah pesawahan.

Mengikuti GPS, sepeda belok kanan … keluar dari jalan cor-an semen … masuk ke jalanan berbatu, melewati jejeran pohon dikanan kiri dengan background pesawahan … kerennn.

Jalanan terus menurun kearah lembah …. dan didepan ditengah pesawahan terlihat jembatan gantung besi … wow .. itulah jembatan gantung Zeni AD, terlihat unik dan menarik

Baca lebih lanjut

Nyantai di curug ini bikin girang … Curug Cibedug Girang

Daerah Sentul dan sekitarnya memang banyak sekali curug … banyak banget.
Banyak yang wow wow dan indah indah …
Mungkin karena faktor itu … curug lain yang dianggap mediocre jadi tidak terkenal dan “tenggelam”.

Tapi bagi saya bikin penasaran … apalagi jika tempatnya tidak ramai .. malah lebih asyik menikmatinya, apalagi jika sambil seruput kopi di tepi curug.

Sebelum berangkat, menyiapkan dulu peralatan ngopi, karena ini gowes solo … jadi inginnya yang cepat simple dan ringkes … bawa kopi sachet dan air panas dalam thermos …

Malam Minggu hujan deras …. dan di minggu pagi awan kelabu … mungkin akan hujan …. tetap saya cuss berangkat … dan memang sepanjang perjalanan sedikit ketemu pesepeda … khawatir hujan.

Gowes melalui Jatiwaringin dan langsung kearah Cibubur … bolak belok dan sudah nongol di daerah Citeureup … melewati pabrik Semen … dan langit berubah menjadi cerah …. biru cerah … yeayyy … gowesan tambah semangat.

Melintas Sentul Sirkuit dan sampailah di bundaran Love Sentul. Rehat sejenak … cemal cemil snack sambil memperhatikan lalu lintas … tidak melihat pesepeda sama sekali … tapi rombongan motor sangat banyak yang melintas.

Perjalanan berlanjut, sebenarnya jika melalui Ah Poong jaraknya akan lebih dekat, tapi saya sengaja melalui jalur lain … melewati daerah yang belum saya lalui … melihat sesuatu yang baru selalu menyenangkan tidak membosankan.

Sepeda bergerak melalui jalur menuju bukit Pelangi … dan disatu titik berbelok masuk ke arah jalanan kampung yang kecil …. melewati tanjakan curam yang pendek dan masuk ke perkampungan yang rumahnya padat dikanan kiri … kontras banget dengan suasana perumahan di Sentul.

Sepeda bergerak terus menyusuri perkampungan … dan kadang melewati kebun kebun masuk lagi perkampungan …. satu hal yang “menarik” melalui daerah daerah ini …. ada beberapa komplek vila besar yang saat ini kondisinya memprihatinkan … hancur terbengkalai …. miris lihatnya. Mungkin waktu dibuatnya dulu area Sentul atas belum “terbuka” …. jadi area dibawah ini dijadikan tempat komersial … dan pastinya banyak yang berkunjung / menginap di tempat ini …. dari besarnya area dan komplek bangunan … kemungkinan dimanfaatkan juga oleh konsumen korporat …. tapi ketika area atas terbuka dan banyak tempat menarik dengan view amazing …. tempat tempat ini ditinggalkan …. terlantar hancur … jadi cocok untuk tempat uji nyali.

Disatu titik … belok kiri masuk jalan setapak menyusuri sungai kecil …. dan sampailah di destinasi pertama …. Bendungan Cihoa … karena musim hujan … air sungai Cikeas mengalir cukup deras melewati bendungan ini.

Sepi … hanya ada 2 orang disekitar bendungan, satu lagi mancing dibendungan dan satu lagi … sedang duduk bengong disisi sungai. Saya mengamati area sekitar …. hmmm … sebetulnya asyik juga nongkrong ikutan bengong disini …. tempatnya bersih, adem .. ada spot teduh yang dinaungi pohon … ngopi ngopi sambil mendengarkan musik alam … aliran air sungai … damai … dan waktu terasa lambat berjalan.

Baca lebih lanjut

Ditengah Sentul dan Tak Terdengar – Curug Bunga Mas Cadas Jantung

Dapat info dari om Pandoe tentang keberadaan curug ini. Curug Bunga Mas Cadas Jantung … hmm panjang banget namanya ….. tidak hanya panjang namanya, curug ini pun tidak popular dan lokasinya bisa dikatakan di tengah tengah Sentul membuat jadi penasaran.

Hari Minggu meluncur gowes … tikum dulu di Cibubur menunggu sejenak si om … dan langsung mengarah ke Sentul.

Agak ragu juga menuju kesana di saat musim hujan … posisi curug harus melewati jalanan tanah … kalau tanah merah lembek basah becek .. bakalan ribet. Nanti lihat kondisi disana … memungkinkan atau tidak.

Perjalanan sepeda berjalan dengan lancar … tak terasa sudah melewati Sentul Sirkuit dan sampailah di bundaran Love Sentul …. rehat sejenak … suasana panas terik … fixed kita lanjutkan ke curug .. curug itu …. apa namanya … panjang banget sih namanya ….

Kita mulai menanjak di jalanan Sentul utama, melewati Aeon mall dan terus menanjak santai. Kita belok kanan masuk ke arah perumahan Sentul Alaya, jalanan menurun dahulu dan kemudian mulai menanjak lagi dan menanjak terus. Melewati perkampungan dan terus menajak.

Sampailah di ujung … jalanan cor-an beton hanya sampai disini … jalanan di depan berubah menjadi jalanan berbatu batu, di depan terlihat hamparan perbukitan kebon kebon … berdasarkan papan yang tertampang … area tersebut sudah milik perusahaan property ternama.

Perjalanan berlanjut menanjak jalanan berbatu batu … berhenti sejenak dan menikmati view dari atas ini … gunung Pancar serasa dekat dari sini … dan pandangan ke arah bawah … gedung gedung di jalanan Sentul Utama terlihat dengan jelas … Mall Aeon dll-nya.

— gunung Pancar di sebelah kiri

Perjalanan terus berlanjut, kanan kiri hamparan kebon kebon dan jalanan berubah menjadi tanah merah … untung sengatan sinar matahari membuat tanah kering mengeras … masih menanjak landai.

Baca lebih lanjut

Mentok Ujung Awal Kalimalang – Bendungan Curug

Selama ini kluyuran wara wiri di Kalimalang … bertahun tahun
Tapi belum pernah tahu titik pangkal Kalimalang itu seperti apa.

Kalau ujung akhir Kalimalang pernah … lokasi akhir aliran Kalimalang ada di daerah Cawang, aliran airnya masuk ke dalam bangunan Perum Jasa Tirta II yang diolah menjadi bahan baku pasokan air dan didistribusikan bagi warga Jakarta.

Perjalanan menuju bendungan Curug ini tertunda tunda terus …. karena untuk menuju kesana dengan menyusuri terus menerus Kalimalang yang terbayangkan adalah sengatan matahari yang panas, terpaan angin dari arah depan dan …. rasa bosan …. karena perjalanan, suasana dan pemandangannya relatif monoton …

Baca lebih lanjut

4 petualang dalam satu kayuhan – Little Ubud, Situ Cipalahrar, Danau Tosca dan Hutan Jati

Ada satu spot yang ngetop viral dikalangan goweser Jabobek (Jakarta Bogor Bekasi) …. Little Ubud Cileungsi… tapi seperti biasa saya kudet …. belum pernah kesana.

Gowes di Ubud mimpi banyak goweser nasional dan internasional … haha …
Mumpung ada versi murah meriahnya … Little Ubud … itung itung pemanasan dulu … biar ngga kaget nanti kalau gowes di Ubud beneran … wkwkwk

Tapi kalau hanya ke Little Ubud saja kurang seru … sekalian saja ke bebepa destinasi disekitaran sana. Ada tambahan 3 destinasi … tempatnya tidak ramai, bisa dikatakan sepi, kurang popular tapi justru terasa lebih originale … lebih ngampung ; Situ Cipalahrar Bihbul, Danau Tosca dan Hutan Jati Cikarang.

Awan mendung menggayut menemani sepeda berangkat dari rumah, menyusuri Kalimalang, Narogong Bekasi … dan beberapa kali hujan turun … hujan gerimis … kalau lumayan besar saya berhenti berteduh … 2 x saya berteduh …

Disatu pertigaan kecil sepeda keluar dari jalan Narogong dan masuk ke jalan yang lebih kecil, berbelok belok, menyusuri jalan tol baru lingkar luar Bekasi, menyusuri jalur pipa gas … kadang melewati jalur setapak tanah … keluar masuk kampung kampung … masuk ke jalan lebih besar … masuk lagi ke jalan yang lebih kecil.

Sepeda melintasi area belakang perumahan Metland Cileungsi … di area ini beberapa kali ketemu goweser … yang berombongan maupun yang jomblo ….
Suasana kanan kiri mulai melewati pesawahan …. bentangan pesawahan …. udara segar, serasa jauh dari Jakarta. Technically … posisi tidak jauh lagi dari Ubud … Ubud Cileungsi … Little Ubud.

Little Ubud Cileungsi
Dan terlihat banner kecil di kanan kiri belokan … “Little Ubud Cileungsi” …. inilah akses masuknya.
Masuk ke jalanan tanah .. dan pohon kanan kiri dililit kain kotak kotak hitam … tipikal Bali … ehhh atau ini sudah di Bali …..

Menurun sedikit ke bawah dan disana ada lapangan parkir … suasananya adem .. banyak pepohonan … mobil mobil parkir … sepeda sepeda parkir berjejer … Little Ubud memang lebih dikenal di kalangan goweser, disini juga ada bike park. Tapi sebenarnya banyak juga non goweser yang bermain kesini …. menikmati suasana “Bali” … bentangan pesawahan yang hijau dan cantik … menikmati semilir angin pedesaan.

Di Little Ubud kita bisa makan … tersedia resto … suasananya bener bener sangat nyaman … bersantai dan menghabiskan waktu disini pasti sangat menyenangkan.

Little Ubud Cileungsi
Tiket masuk gratis
Jl. Mekar, Jatisari, Kec. Cileungsi, Bogor
Koordinat googlemaps -6.39611, 107.05088

Tidak berlama lama disini …. Melanjutkan ke destinasi ke 2.
Sepeda bolak belok di kampung kampung, masuk jalan setapak dan muncul … ternyata tepat di sebelah warung Bondol yang berada disisi jembatan … warung destinasi pesepeda, disana ada goweser2 yang sedang rehat. Ternyata jarak dari Little Ubud ke Warung Bondol tidak jauh sekitar 1,6 km.

Baca lebih lanjut

Nyeruput kopi asyik di kampung – Lumbung Kopi Jonggol

Pengen juga sesekali nongkrong cantik di kedai kopi.
Tanpa perlu meracik kopi sendiri, hanya tinggal duduk manis dan kopi tersedia.
Supaya tambah asyik dan betah nongkrongnya …. kedai kopinya bukan di kota, tapi di pedesaan dengan desain ndeso dan alami.

Kebetulan dapat info ada kedai kopi baru yang seperti itu … kabarnya belum lama buka, ada di daerah Jonggol. Hmmm menarik … menarik.

Jam 7 lebih sepeda sudah melintas Kalimalang mengarah ke Bekasi. Melewati Kamala Lagoon, Kemang Pratama dan melaju di Narogong … dan tiba di daerah Metland Cileungsi …. sepanjang perjalanan jarang sekali ketemu pesepeda …. nggak tahu kenapa … pada kemana mereka …

Selepas Metland … sepeda melaju di jalan raya Cileungsi Jonggol, melintas taman buah Mekarsari … jalan raya ini lebar dan beraspal mulus … sepeda jadi lebih laju dan tak lama kemudian sudah sampai di pertigaan Jonggol yang berdiri tugu Jonggol Tegar Beriman … seperti biasa di tugu ini ramai pesepeda …. area tugu ini jadi tikum atau titik rehat para goweser.

Saya hanya melintas … kemudian melewati pasar Jonggol dan belok kanan mengarah ke Dayeuh Sukamakmur. Tanjakan tanjakannya mulai sedikit terasa dan kadang masih rolling naik turun.
Melewati pasar Dayeuh dan perjalanan mulai agak sedikit menyusuri sungai Cipamingkis …. yang masih terhalang oleh pesawahan dan dibelakangnya terlihat gunung kecil hijau yang cukup panjang.

Disatu titik, melintasi daerah yang cukup ramai oleh warung warung di pinggir jalan …. di titik ini sungai Cipamingkis ada tepat disisi jalan. Sungai Cipamingkis yang bebatuan unik memang cocok sekali jadi spot wisata … main main di sungai yang dangkal bebatuan unik. Jam 9-an lebih … tapi tempat ini sudah cukup ramai … sudah banyak wisatawan yang datang …. bahkan sudah bermain main di sungai.

Saya hanya lewat … jalanan sedikit berkelok kelok sedikit, melewati pesawahan … dan terlihat di tengah tengah pesawahan sedang dibangun saung saung … sepertinya nanti bakal ada spot wisata atau semacam resto di tengah pesawahan.

Dan sampailah di pertigaan …. Jika lurus terus adalah jalan utama yang menuju Sukamakmur Bogor dan belok kiri mengarah ke Jembatan Leungsir. Saya ambil belok kiri …. ada petunjuk di belokan “Lumbung Kopi” belok kiri … disana tertulis 900 meter.

Masuk ke jalanan desa yang lebih kecil, melewati pesawahan …. ada gapura ditepi sawah, ternyata akses masuk ke saung saung di tengah sawah melalui sini toh …

Sepeda terus saja bergerak … jalannya tidak terlalu lebar, jika mobil berpapasan maka salah satu mesti berhenti mengalah. Dan sampailah di jembatan Leungsir …. jembatan yang melintasi sungai Cipamingkis.

— Jembatan Leungsir sungai Cipamingkis

Jika ingin main main di sungai Cipamingkis .. tapi ingin di tempat yang tidak ramai … di area sini spot yang sangat cocok …. dengan bebatuan unik khas sungai Cipamingkis dan …. sepi. Paling ada warga lokal saja yang bermain disini. Dan di area sini juga ada leuwi atau lubuk yang dalam untuk spot loncat loncatan. Saya berhenti sejenak disini … mengamati sisi kanan dan kiri …. sepi …. perjalanan kembali berlanjut.

Melewati bentangan pesawahan di kanan kiri, memasuki perkampungan dan sampailah di pertigaan lagi …. belok kiri jalanan berbatu … jika lurus mengikuti jalan cor-an semen nantinya jalanannya akan berubah menjadi jalanan batu makadam dan menanjak ke gunung Sieum. Jika belok kiri yang langsung masuk jalanan berbatu jika diteruskan akan masuk ke gunung hijau yang terlihat di perjalanan waktu kesini ….

Sepeda masuk kiri ke jalanan berbatu dan ada 2 pilihan … hidup adalah pilihan kata orang … jika jalan kaki atau naik sepeda bisa melalui jembatan bambu tapi jika naik motor atau mobil harus nyemplung ke sungai …. air sungainya dangkal …. jadi sensasi petualangannya lebih berasa … tipikal sungai di daerah sini, dasarnya adalah bebatuan keras … tidak khawatir selip.

— untuk ke Lumbung Kopi, motor mobil harus “nyemplung” ke sungai

Saya ambil jembatan bambu dan tiba di tepi sungai, ternyata di seberang sungai ini sekarang ada lagi jalur baru …. 2 tahun yang lalu waktu lewat sini, jalur baru ini belum ada. Sekarang terbuka jalur baru, masih … jalan bebatuan, saya masuk ke jalur baru yang lebar dan sedikit mendaki. Kemudian di depan terlihat bangunan unik dan menarik … bernuansa pedesaan yang ada di lereng bukit dengan gerbang bambu yang berjejer berbentuk segitiga menambah keunikan tempat ini.

Baca lebih lanjut

Ngopi hitam sambil menikmati pemandangan – Jajar Gunung Kinayungan

Pengen nyantai ngopi … tapi sambil menikmati pemandangan.
Pemandangan lembah hijau dan pegunungan disekelilingnya.
Tempatnya tidak ramai

Destinasi yang terbayang adalah Jajar Gunung Kinayungan.
Lokasinya ada di suatu puncak bukit yang dikelilingi lembah hijau dan view gunung gunung.
Tempatnya juga tidak ramai juga … dulu tempat ini pernah viral dan ramai … sekarang sudah lewat … jadi kemungkinan spotnya tidak ramai …. asyik buat nyantai.

Jam setengah tujuhan berangkat dari rumah dan 26 km-an sampai di tikum Metland Cileungsi. Menanti sejenak, si om datang dan kita langsung berangkat melintas Mekarsari dan menyusuri jalan Jonggol Cariu.

Tipikal jalanan disini, rolling naik turun, lalu lintas sedikit ramai. Ketika melintas tugu Jonggol, seperti biasa suka ada komunitas goweser yang rehat atau kumpul disini. Kita terus bergerak dijalan raya ini dan belok kanan masuk kearah Mengker. Sebetulnya dengan mengambil arah Mengker menuju Kinayungan rutenya jadi melambung atau lebih jauh, tapi jalannya mulus dan lebar sehingga bisa lebih lancar perjalanannya.

Jalanan di daerah Mengker ini menanjak landai terus, dan serunya jalannya berbelok belok sehingga tidak membosankan. Daerah sini adalah penghasil durian, maka jika lewat pada musim durian, dipinggir jalan banyak yang menjajakan durian.

Perjalanan terus menanjak dan berkelok kelok dan sampailah di puncak pertama, sepeda akan menurun kebawah berkelok kelok seru … melewati pesantren Al Andalus dan terus menurun. Tapi di tengah turunan baru ngeh …. belokan ke Kinayungan terlewatkan.

Seharusnya di titik puncak bukit ada belokan ke kanan …. Wehhhhh …. Kita balik ke atas … gowes menanjak ke atas berkelok kelok ini tidak seseru menurun ya … hehe

Sampai di puncaknya dan disana ada pertigaan jalan berbatu batu, kita belok kesana

Masuk jalanan berbatu batu dan sebagian kecil jalanan becek … tapi selebihnya adalah jalanan berbatu batu dan menanjak. Meskipun tanjakannya tidak curam, tapi karena berbatu batu sehingga cukup sulit dan menguras tenaga untuk melaluinya.

— mendekat ke destinasi

Jalanan berbatu batu berubah menjadi jalan cor-an semen dan kita melewati kampung kecil, selepas kampung kecil, jalanan menanjak cukup curam, untungnya jalannya cor-an semen sehingga memudahkan untuk melibas tanjakan ini … maksuknya si om yang mudah …. saya sih ngap ngap-an disini.

Baca lebih lanjut

Cibinong Heritage – Batu Tapak, Batu Gagang Golok dan Bumi Perkemahan Pramuka Cimandala

Area Cibinong selama ini dikenal hanya sebagai area perumahan dan perkantoran pemerintahan kabupaten Bogor. Sebelumnya tidak pernah mendengar ada situs sejarah yang berhubungan dengan kerajaan Padjajaran di daerah Cibinong.

Ketika menemukan artikel yang menyebutkan ada situs bersejarah di daerah Cibinong, saya tertarik untuk mengunjunginya. Cari cari info di internet, sangat minim sekali infonya … lokasinyapun tidak jelas, tidak masalah … paling tidak saya dapatkan ancer ancernya, sudah lumayanlah, nanti tinggal tanya tanya saja disana seperti biasa jika jalan jalan ke situs yang tidak jelas lokasinya seperti ini.

Jam 7.45-an saya sudah mempresentasikan ke si om, di tikum Cibubur, kemana kita akan bergerak. Si om hanya manggut manggut saja …. oke sipppp kita berangkat.

Baca lebih lanjut

Wehhh … Ternyata ini Tanjakan Gendeng – Babinsa Cigudeg

— kecuraman tanjakan Babinsa rata rata di 17% sd max di 20,7%

Misi utama adalah menuju gunung Eusing di daerah Rumpin Bogor.
Untuk menuju kesana saya pilih jalur lewat Cijambe Rumpin dan terus menanjak mendaki gunung mengarah ke Cigudeg.

Tahun 2019 pernah ke Curug Rahong Cijambe …. untuk kesana melewati tanjakan yang lumayan berat. Gunung Eusing ada diatasnya curug Rahong, di check di peta digital internet … memang didominasi tanjakan tanjakan mantap …. banyak yang kecuramannya di atas 17 derajat, dan yang paling curam 20,7 derajat … Sebagai perbandingan tanjakan ke km Nol Bojongkoneng Sentul yang sudah berat bagi para goweser … rata rata kecuramannya di 7% dan paling curam di 12,5%. Tanjakan ke gunung Eusing hampir sebanding dengan tanjakan demit / goskil Cileeur, Sukaresmi Bogor atau sama juga dengan tanjakan ke bukit Pabuaran yang mencapai 20,2%. Tapi tanjakan ke gunung Eusing ini panjang, sedangkan tanjakan Cileuer dan Pabuaran jaraknya relatif pendek.

Berdasarkan kecuraman tersebut, tanjakan ke KM Nol Bojong koneng jadi terlihat biasa biasa saja jika dibandingkan tanjakan kearah gunung Eusing.
Hmmm yahud bener tanjakannya … sudahlah tidak perlu pusing dengan tanjakannya, tinggal dinikmati saja toh.

Matahari bersinar terang memberikan energy ketika jam 7 kurang saya berangkat dari rumah, mengayuh sepeda melewati Cawang, Condet, Lenteng Agung. Dan tepat sebelum tikum di depan Margo City Mall … si om terlihat mengayuh sepeda dengan santai banget di depan.
Berjejeran dengan si om …. tidak melakukan pit stop …. tetap lanjut.

Baca lebih lanjut