main ke kebun sambil berwisata – Donny’s Farm

Ada suatu tempat yang terlihat menarik …. spot ekowisata. Supaya ada variasi, sekali kali main ke kebun, sekalian ingin tahu bibit bibit pohon apa saja yang dijual disana.
Namanya Donny’s farm, terletak di kaki gunung Salak Bogor.

Minggu pagi awan sedikit mendung … hmm mungkin akan turun hujan.
Tidak masalah … sepeda bergerak melintas Kalimalang, Pondok Gede dan terus roda sepeda berputar. Meskipun mendung … tapi banyak sekali ketemu rombongan sepeda, dan paling sering ketemu rombongan seli … ada acara komunitas selikah …

Tiba di tikum … Cibubur dan si om sudah menanti disana. Kali ini terlihat berbeda … sepedanya … Polygon Heist 3 … seri lama tapi terlihat baru … asyikkk.

Melajulah kita melalui Leuwinanggung mengarah ke Cibinong. Kalau pakai sepeda yang lama biasanya si om, kalau di jalan datar anteng saja di belakang … tapi pakai sepeda “baru” … pengennya nyalip mulu … hehe … mungkin karena pakai ban 700 jadi bawaannya mau ngebut mulu.

Tak terasa kita melintas di flyover Cibinong … dan di atas jembatan fly over ini ramai sekali rombongan pesepeda … titik atas ini menjadi tempat regrouping. Kita terus melaju, tersendat di pasar Cibinong yang selalu ramai dan padat.

Selepas pasar perjalanan berlangsung lancar aman tentram loh jinawi … melaju di jalan raya Bogor. Gowesan mulai sedikit terasa berat dikaki … kita sudah memasuki Bogor … menanjak di jl Pajajaran. Kemudian melewati sisi luar Kebun Raya Bogor. Biasanya kita rehat sebentar di sini …. Tapi kali ini tidak, kita terus saja … melintas pertigaan Tugu Kujang dan seperti biasa di spot ini sangat ramai berbagai kelompok pesepeda yang sedang rehat atau regrouping.

Terus menanjak landai di jl Pajajaran Bogor, banyak sekali mobil dan motor yang lalu lalang, sepertinya mereka mau pergi berwisata. Diperjalanan jalan Raya Cibinong Bogor beberapa kali ketemu rombongan sepeda motor … bahkan beberapa rombongan moge melintas dengan suara khasnya yang kencang.

Baca lebih lanjut

Sebuah Pencarian Sarang Macan — Liang Maung

Liang maung ….
Hiyyyy seremmmm

(Liang Maung = lubang macan)

Sudah lama ingin pergi ke tempat ini, dari dulu hanya wacana wacana dan rencana rencana saja … no action.

Beberapa hari ini tidak turun hujan … cocok untuk pergi kesana.
Paling aman kalau pergi kesana saat jalanan kering … saya tidak tahu berapa km akan melewati jalanan tanah. Dari rute yang dibuat, sebisa mungkin menghindari jalur tanah atau makadam meskipun jadi lebih berputar.
Rute dibuat berdasarkan ancer2 dari satellite Googlemaps … tidak tahu kenyataan dilapangannya bagaimana.

Minggu pagi jam 7.30 kurang sudah nongkrong di tikum daerah Bekasi … menanti sejenak .. dan si om datang mengebut, sedikit terlambat.

— menunggu di tikum

Hujan rintik kecil turun ketika akan berangkat … hmmm

Dan ketika mendekat Blu Plaza Bekasi … rintik hujan bertambah … rintiknya nanggung … kalau pakai jaket hujan pasti gerah … tapi kalau tidak, baju basah … aspal jalanan sudah basah …

Berhenti dulu, pasang cover hujan di sadel kulit … sadel kulit sedikit repot … jangan terkena air dalam intensitas lama dan banyak.
Sambil berpikir dan menimbang nimbang …. sedikit ragu untuk … terus tidak ya … kalau hujan pasti repot di area mendekat destinasi. Tapi wajah si om tidak menunjukkan keraguan … tetap semangat untuk lanjut dan langit ke arah jauh … ke arah Karawang … sepertinya terang … tidak hujan.

Perjalanan dilanjutkan … menyusuri Kalimalang … gowes santai … supaya air tidak nyebret ke baju belakang.

Gowes santai banget … beberapa kelompok goweser … menepi berteduh … kita tetap gowes sedikit berbasah basahan.

Baca lebih lanjut

Mini adventure ke curug kecil dan sepi – Curug Cimene

Ingin pergi ke tempat yang tidak ramai.
Konon kabar ada curug tidak ramai, karena tidak terkenal di daerah Sukamakmur.
Daerah Sukamakmur Bogor ini memang banyak curugnya … banyak curug yang keren dan indah … tapi umumnya ramai.

Kalau yang ini mungkin tidak se-wah curug lainnya … tapi sepi …. dan lokasinya relatif mudah dijangkau, namanya curug Cimene.

Matahari sudah cukup tinggi ketika sepeda keluar dari pagar rumah. Gowes nyantai saja melalui Kalimalang, Grand Galaxy Bekasi, Kemang Pratama dan meluncur di jalan Nagorong Bekasi mengarah ke Cileungsi.

25 km-an kemudian sampailah di daerah Metland Cileungsi …. suasana di sekitar jalan utama Metland cukup ramai … orang berolahraga, berjalan jalan saja, lalu lalang kendaraan motor mobil cukup ramai.

Tepat sampai di tikum datang bersamaan … saya dan si om … on time .. 8.00
Tanpa perlu basa basi … “ kemana kita ??? “
Saya jelaskan destinasi yang dituju …. belum jelas dan belum tentu ada … “ ya oke “ kata si om

Menggelindinglah ban sepeda …. menggilas jalan raya Jonggol Cariu, melewati Taman Buah Mekarsari, Citraland Cileungsi, Citra Indah, pertigaan Cibucil dan sampailah di pertigaan Tugu Jonggol …. beberapa goweser nampak sedang regrouping dan foto foto di tugu ini.

Baca lebih lanjut

Situs Prasejarah yang tidak terdengar di Bogor – Punden Berundak Gunung Batu

Di area Bogor, banyak situs sejarah bertebaran. Tidak hanya di kabupaten Bogor … bahkan di dalam kota Bogornya sendiri banyak sekali situsnya.
Dari situs sejarah perjuangan kemerdekaan, situs kerajaan Padjajaran sampai situs Prasejarah ada di Bogor.

Hal ini merupakan fakta bahwa kota Bogor dan area sekitarnya sudah ditempati manusia …. Bahkan sejak zaman prasejarah … kemungkinan dari sekitar 1.000 sd 200 tahun sebelum masehi.

Sambil sesepedahan saya senang mengunjungi situs situs bersejarah … di kota Bogor-nya saya pernah ke situs peninggalan kerajaan Padjajaran – Prasasti Batu Tulis, Kupa Landak, Rangga Pati, Purwakalih, Sumur Tujuh. Situs prasejarah – Batu Congkrang, Batu Dakon Empang dan situs perjuangan kemerdekaan – Bungker Belanda.

Ketika ada yang mengabari saya bahwa ada lagi situs prasejarah di kota Bogor …. Benar benar bikin penasaran …. Punden Berundak Gunung Batu … cari cari informasi di internet, sangat minim sekali.

Baca lebih lanjut

Menikmati Keangkeran dan Keunikan di Gunung Talaga

— Telaga Angker di Gunung Talaga

Tebing yang menjulang tinggi, terlihat megah dan unik.
Suasana sekitarnya masih hijau hijau
Terdapat telaga di area gunung tersebut.
Disebut Gunung Talaga …. tapi telaganya dinamakan Telaga Angker

Keindahan dan keangkeran adalah dua kombinasi yang menarik.
Menarik sekali untuk dikunjungi.

Sepeda meluncur di Kalimalang mengarah ke Cawang dengan santai ….
Di daerah Pangkalan Jati ada RB yang mengalip …. hmmm kayaknya lumayan juga kalau bisa ngikutin dia jadi agak ketarik …. jadilah laju sepeda agak cepat mengikuti si RB ….
Ehh si RB berusaha meninggalkan saya .. tunggu aku tunggu aku …. saya terus ngintilin dia …. Sampailah di daerah Cawang …. berpisah dengan beliau …. hikkss … sedih juga …. saya terus melanjutkan perjalanan sendiri.

Sepeda mengarah ke Semanggi, ketemu rombongan pesepeda yang searah … dalam satu rombongan ada MTB dan RB …. kelihatannya masih banyak yang newbie … satu fenomena yang saya perhatikan … terutama dalam perjalanan PP saya gowes ini, banyak pesepeda baru menggunakan roadbike … terumata jika gowes kearah Sudirman … beberapa kali saya ketemu rombongan roadbike.

Baca lebih lanjut

Pulau baru yang Hijau dan Indah di Karawang – Pantai Pulau Putri Cikeong

Kabarnya ada pulau baru … muncul dari laut … wahhhh
Menjadi pulau indah hijau dan pantai berpasir … wowwww

Minggu pagi sepeda bergerak, mengarah ke Bekasi melaui jalanan Kalimalang yang masih lengang.
Tak lama sepeda sudah melintas underpass Summarecon, melewati pasar proyek Bekasi dan melalui underpass di daerah Duren Jaya.

Terus lurus menyusuri sungai irigasi kearah Babelan, disatu titik berbelok dan terus berbolak belok, kemudian masuk ke jalan kecil kampung … jalanannya menjadi jelek, jalan berbatu batu dan ketika melewati suatu perumahan sederhana jalanan berubah menjadi cor-an semen yang retak retak … selepas perumahan ini adalah bentangan pesawahan yang dibelah dengan jalan conblock dan masuk kembali ke area perumahan.

Sepertinya bentangan pesawahan ini tinggal menunggu waktu berubah menjadi perumahan karena sebagian areanya sudah menjadi perumahan baru dan ada sebuah lahan pesawahan yang sudah disiapkan menjadi perumahan baru.

Ban sepeda terus berputar masuk masuk perkampungan dan jalanan kecil dan kemudian muncul lagi dijalan besar dan melintasi pembangunan tol baru lingkar luar Bekasi. Disatu titik kembali sepeda belok masuk jalan lebih kecil …. jalanan yang membelah pesawahan yang sangat luas.

— Area Pesawahan Bekasi

Sepeda keluar masuk kampung … melalui berbagai bentangan pesawahan … kampung kampung …. Menyenangkan bersepeda keluar masuk kampung dan melewati pesawahan pesawahan seperti ini.

— rehat sejenak di perjalanan yang panas terik

Tidak tahu berapa jembatan sudah terlewati dan akhirnya setelah 45 km-an akhirnya menyebrangi jembatan besar dan panjang …. jembatan yang menyebrangi sungai Citarum. Setelah melewati jembatan ini …. officially sudah berada di Karawang …. yeayyy ….

Baca lebih lanjut

Me Time di kawasan Industri – danau Jatiwangi

Gowes yang ngga jauh jauh
Target jam 12an sudah dirumah lagi
Hanya ngopi sebentar diluar
Cari tempat yang cozy … dan balik

Cari tempat yang berbeda
Bukan tempat yang biasa dituju

Area bisnis … kawasan industri seperti sangat menarik untuk di explore
Apakah disana ada …. diantara bangunan bangunan pabrik yang massive dan colossal menyisakan cozy spot buat ngopi.

Check dulu di googlemaps area yang hijau hijau di 3 kawasan industry yang berdekatan … MM2100, Delta Silicon dan EJIP. 3 kawasan industry ini berdekatan bahkan bersisian menyatu menjadi satu kawasan industri yang sangat besar.

Tempat yang kelihatannya cozy … adalah area danau … hijau hijau dan ada view airnya kerennn. Ternyata di 3 kawasan industri ini ada beberapa danau, digunakan sebagai area resapan dan juga water treatment untuk penyediaan bahan baku air bagi kebutuhan di kawasan industri.
Spot spot tersebut saya di tandai di GPS sebagai destinasi yang nanti dituju.

Matahari bersinar cerah di minggu pagi …. Sepeda bergerak melalui kalimalang yang sepi karena masih ada penyekatan lalu lintas PPKM. Dengan santainya sepeda melintas perempatan Bekasi kota …. terus menyusuri kalimalang.

Setelah melintas jembatan iconic Grand Wisata sepeda berputar arah menyebrang sungai Kalimalang dan masuk ke jalan Raya Setu, menyebrang tol Cikampek dan kemudian belok kiri menyusuri sisi tol Cikampek dan muncul sudah di area industri MM2100, melalui akses samping – bukan akses utama – tepat tidak jauh dari akses tol Cikampek keluar masuk menuju kawasan ini.

Dijalanan ini ternyata sedang dibangun jalan layang tol … tol baru lingkar luar Bekasi, wah semakin mudah saja akses tol menuju kawasan ini.

Di 3 kawasan industri ini banyak nama perusahaan terkenal maupun tidak terkenal yang lokasi pabriknya disini. Kawasan industri Pulogadung jika dibandingkan dengan kawasan ini …. tidak ada apa apanya, dari skala total lahan, luasan satu kavling dan besarnya jalur jalan dikawasan ini …. jika orang pertama kali masuk kawasan ini pasti terheran heran ….

Sepeda bergerak ke spot spot hijau yang sudah ditandai di GPS … ke “danau” hijau … ternyata area area tersebut sudah dipagari …. ada yang benar benar rapat pagarnya ada juga yang masih ada celahnya untuk masuk …. tapi jika masuk sana kemungkinan nantinya bakalan di usir security, karena sudah ada papan pengumuman dilarang masuk.

area water treatment kawasan industri MM2100

Berputar putar di MM2100 kemudian ke Delta Silicon lalu ke EJIP – East Jakarta Industrial Park. Tapi menurut saya kawasan yang rindang jalanannya adalah area Delta Silicon, karena umurnya lebih lama dari kawasan lain, sehingga penghijauannya sudah lama …. sehingga pohon pohonnya sudah tinggi tinggi rindang menaungi jalan. Disinipun area hijau yang dituju adalah sebuah danau water treatment .. dan dikelilingi pagar, tidak bisa masuk.

Baca lebih lanjut

Mengarungi lautan tambak menuju Muara Blacan

Diam dirumah saja bosen juga ya …
Pengen jalan jalan ….
Tapi ketempat yang aman …
yang sepi …

Yang terbayang adalah Muara Blacan …
Disana pasti sepi …

Sebetulnya pernah dua kali melewati tempat ini, yang pertama ketika gowes ke Pantai Bahagia Muaragembong dan yang terakhir tahun 2018 waktu ke pantai Mekar.

Ngga apa apa kesana lagi … seru juga.

Saat yang tepat untuk main kesana adalah sekarang pas musim kemarau …. Kalau musim hujan akan sangat sulit untuk gowes kesana …. banyak kubangan air dan di beberapa area tanahnya lembek …
Tapi di musim kemarau … tantangannya adalah panas menyengat dan debu debu …. Karena akan melewati jalanan 10 km-an yang gersang … melewati area tambak tambak ikan …. serasa benar benar dipanggang.

Pagi sebelum berangkat saya oleskan suncream … goweser juga tidak mau kulit kusam.
Hampir jam 7 sepeda berangkat meninggalkan rumah, dan tidak lama mulai menyusuri BKT (Banjir Kanal Timur) kearah hilir.

Sinar matahari pagi bersinar dengan hangat dan cerah …. Hmmmm … sudah terbayang nanti suasana disana.

Kemudian sepeda bergerak melintas area perumahan Harapan Indah …. Dibundaran patung Harapan Indah … sepi … biasanya banyak yang berolah raga … tapi dimasa pandemic ini area ini tidak dibuka untuk orang berolah raga.

Selepas Harapan Indah sepeda melewati perumahan besar yang lain …. Mutiara Gading City, ternyata yang sesepedaan di area perumahan ini lumayan banyak …. Saya hanya lewat diluarnya saja.

Gowes mengarah ke sasak CBL … sepanjang jalan menuju kesana … beberapa area yang dahulunya pesawahan sudah berubah menjadi perumahan perumahan … dari skala menengah sampai skala besar.

Sampai di area kali CBL (Cikarang Bekasi Laut), menyusuri sisi sungai dan kemudian berbelok menyebrang kali CBL melalui sasak CBL. Ketika melintas menyebrang jembatan … dan melihat ke arah sisi sungai … wahhh … kapalnya tidak ada …. dulu di area sisi ini bertahun tahun terdampar kapal boat yang cukup besar dan dibiarkan terlantar begitu saja … sekarang sudah tidak ada lagi …

Selepas jembatan ini sebetulnya bisa ambil jalan yang lebih pendek …. Masuk ke jalan berbatu batu ….tapi saya pilih tetap lewat jalan beraspal … tidak apa lebih jauh berputar menambah jarak 1 – 2.

Saya pilih jalan aspal … selain bisa lebih cepat … juga nanti tetap harus melalui jalanan berbatu batu …. jadi saya pilih skip yang bagian ini.

Terus ban berputar, jalanan mulai sepi … meskipun masih banyak rumah dikanan kiri jalan … tapi lalu lintasnya sepi, lalu sampailah di pertigaan … ambil belok kanan dan masuk jalanan berbatu batu.
Mulai dari sini sampai Muara Blacan jalannya seperti ini …. jalanan makadam … alias berbatu batu …. kata anak sepeda kekinian sih gravel …

Di awal jalanan berbatu batu masih ada pemukiman dan sekitar 500 meteran sudah berubah menjadi area pesawahan …. kanan kiri hamparan pesawahan luas terbentang. Petani petani yang sedang berkerja disawah … membuat suasananya sangat berbeda …. benar benar serasa jauh banget dari Jakarta.

area pesawahan di awal awal jalanan berbartu batu

Sepeda terus bergerak ajrut ajrutan dijalan berbatu batu ini … sebisa mungkin melalui jalanan sisi, jalur tanah yang lumayan rata. Tak lama kemudian terlihat dua tiang tinggi menjulang yang mengeluarkan kobaran api …ya itulah tambang gas milik perusahaan pelat merah.

Baca lebih lanjut

Go Local — Jogjakarta meski sebentar tapi berkesan

Selama ini hanya ngubek ngubek saja di Jabodetabek.
Sampai ada yang bilang … ini mau khatamin Jabodetabek ya om ….

Hmmm …. bisanya begini … ya nikmati saja supaya hepi

Pengen juga sih go internasional kayak artis artis …
Minimal go local – lah ….
Agak jauhan dikit

Kebetulan harus ke Jogja
Bawa sepeda ngga ya …. ganggu ngga nanti …. berkecamuk dalam jiwa

Kata orang banyak “ one simple rule …. Never mix business with pleasure “ …. tapi juga ada pendapat “ The rule of my life is to make business a pleasure and pleasure my business “ …. Hidup kan pilihan …. saya pilih pendapat kedua.

Supaya bisa bawa sepeda dengan leluasa …. berangkat maksain bawa kendaraan dan juga dimasa covid 19 yang meningkat lagi … agak was was jika naik transportasi publik, untuk berjaga jaga, khawatir ada penyetopan dan pemeriksaan di perjalanan … pagi sebelum berangkat test antigen dulu … was was juga nunggu hasil test … 15 menitan keluar hasilnya …. allhamdulillah negatif … dan langsung berangkat ke Jogja … karena barang barang sudah dibawa dalam mobil.

Berdasarkan googlemaps jarak yang ditempuh 550 km dan akan dicapai dalam waktu 7 jam 11 menit …. wahhh …. mungkin kalau orang lain bisa 7 jam-an atau bahkan kurang, tapi saya nyantai banget …. tidak ngebut … istirahat jika lelah, 3x berhenti di rest area tol, sekali berhenti bisa 1/2 jam sampai 1 jam-an … ditambah mendekat Semarang sampai mendekat Jogja …. beberapa kali hujan turun dengan deras, pandangan sangat minim …. sehingga perjalanan menjadi lebih pelan … play safe. Rata rata kecepatan dipanteng di 100 km … dijalanan tol kosong begini terasa sangat pelan …. mobil mobil lain menyalip dengan kencang.

Dan ternyata membutuhkan waktu +- 8.30 jam dari Jakarta sampai Jogja menggunakan tol terus menerus dengan berkendara santai ….

Bayar total tol sekali jalan hampir 500 ribu …. lumayan juga ya …. menurut saya sih sepadan dengan lancarnya perjalanan dan waktu tempuh yang lebih cepat. Menurut googlemaps jika tidak lewat tol akan lebih lambat bertambah 5.30 jam …. tapi kalau style saya yang berkendara bisa nambah lebih dari 7 sd 8 jam lagi …. Artinya bisa tempuh waktu bolak balik ke Jakarta lagi … haha

Setelah masuk Jogja makan dulu dan ketika sampai hotel … beres beres barang barang … langsung tiduran.
Paginya males banget untuk bangun … dinginnnn … jendela hotel berembun .. pengennya bobo terusss. Tapi dipaksakan untuk bangun …. Jika mau sesepedahan di Jogja … ya sekarang ini … kapan lagi sudah bawa sepeda jauh jauh sampai sini …. jam 9-an pagi harus sudah balik hotel dan siap siap ….

Jadi saya pilih destinasi yang dekat dekat saja …. Yang Jogja bangetttt …. Malioboro dan Keraton Jogja.

Baca lebih lanjut

Eksplorasi Nambo – 5 Destinasi Wisata Baru yang berdekatan

Ada ada di Nambo ?

Jarang banget saya main kedaerah ini, padahal dekat sekali dari hiruk pikuk Jakarta paling sekitar +- 30 km-an …. areanya berkontur … masih banyak area yang hijau hijau …. sawah sawah … serta sungai.

Dipikir pikir saya mesti klayapan kesana ….
hadeuhhh ngga usah pakai pikir pikir segala …. ngga dibayar untuk mikir … langsung berangkat.

Setelah 18 km-an gowes, tibalah ditikum Cibubur. Ongkang ongkang kaki dulu sambil melamun dan ketika si om datang tanpa banyak argumentasi si om mengiyakan untuk berangkat ke Nambo ….
Ya karena bagi si om ini sih deket banget banget …. “ tenang om, kita bisa santai ngopi ngopi disana “ …. “ oke oke … sippp kalau begitu ”

Kita langsung berangkat menyusuri jalanan Leuwinanggung Cibubur kearah Citeuterup. Memasuki area perumahan Podomoro Golf View Cimanggis yang sekarang jadi lebih ramai orang yang berolahraga disini … perumahannya belum jadi, yang tinggal di apartmennya baru sedikit …. Jadi yang membuat ramai adalah orang orang disekitaran sini …. Bahkan sekarang satu sisi jalan dijadikan area makan …. food truck dan sejenisnya membuka dagangan disini. Kita hanya lewat saja sambil ngiler lihat lihat makanan dan minuman.

Keluar dari perumahan dan masuk ke gang menyusuri sisi tol Jagorawi sampailah di area gerbang tol Gunung Putri. Menyebrang jalan dan langsung ambil arah yang menuju area kawasan Pabrik Semen. Melintasi jembatan yang cukup panjang, dan selepas jembatan belok kiri masuk kedalam jalan kecil dan berlika liku disini, melewati stasiun KA Nambo. Jadi jika mau main ke daerah sini bisa naik KA Commuter … asyikk-kan.

Tepat sebelum underpass rel KA kita belok kiri masuk jalan yang lebih sepi dan …. suasananya berubah …. nuansanya seperti jauh dari Jakarta …. serasa benar benar dipedesaan …. jalanan sepi dan ditumbuhi pepohonan bambu yang rimbun dan lebat.

Menyusuri jalanan dengan jurang disebelah kiri dan melewati pesawahan …. gps mengarahkan belok kiri masuk jalan gravel … ehhh berbatu menurun kebawah … kesungai … ke destinasi pertama … ke Niagara … ya betul Niagara …. kabarnya di sini ada Mini Niagara …. sepengetahuan saya sih banyak banget ya curug yang mengklaim atau menasosiasikan dengan air terjun Niagara …. termasuk spot yang satu ini. Jadi bagi yang belum pernah ke Niagara termasuk saya … jangan khawatir, bisa pilih Niagara ala ala yang terdekat dengan rumah anda, hemat di ongkos.

Tepat di belokan ini ada “gunung” kecil yang hijau pepohonan dan terlihat di atasnya sedang dibuatkan semacam saung saung dari bambu …. terlihat sangat nyaman … tapi kita tidak kesana … kita tetap ke destinasi Niagara.

Mini Niagara
Menurun ke bawah dan sampailah di tepi sungai …. ya … memang ada sejenis jeram kecil atau curug mini … retakan tanahnya memanjang sampai ke sisi seberang. Ada beberapa mancinger yang sedang nongkrong … sepertinya area ini lebih dikenal sebagai spot mancing.
Disungainya sih … sampahnya sedikit tapi di tepian sungai sampah berserakan … hiyyyy …. aromanya juga tidak asyikkk

—- sayang pinggiran sungainya kotor sampah

Mini Niagara
Bantar jati, Klapanunggal, Bogor
Koordinat googlemaps -6.458671, 106.907237

Baca lebih lanjut