Melihat sisi lain Bogor – Tanjakan goskil Bukit Cileueur dan Curug Sukaharja

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide9-2.png

Bogor memiliki banyak tempat menarik … sangat banyak, bahkan banyak yang popular, ngetop dan viral kemana mana.

Dari sekian banyak tempat yang belum saya kunjungi ada satu area yang bikin penasaran.

Areanya jarang banget terexpose …
Yang membuat penasaran … disana ada 3 spot yang menarik, unik, aneh ;

1. Ada spot berbentuk lingkaran besar yang sangat hijau lebat dan rimbun , apakah itu ?
2. Seperti ada tanjakan yang miringnya bisa masuk kategori ekstrim … Tapi tidak pernah dengar ada tanjakan kategori demit di daerah sana.
3. Kabarnya disana ada curug … curug disana … ??? Hmmm belum pernah dengar.
Cari2 info di internet mengenai curug tersebut bahkan dikatakan hoax …

Dibuatlah jalur atau rute untuk menuju ke tiga spot tersebut. Dari rute yang dibuat, bisa dikatakan umumnya yang di area Bogor belum pernah saya lalui … Wah tambah menarik.

Jam 7.10-an baru berangkat … melalui jalur klasik ; Kalimalang, Pondok Gede dan sampai tikum Cibubur. Sepanjang perjalanan lumayan banyak ketemu rombongan gowes.

Dan ketika sampai tikum … Si om sudah menanti … sebelumnya sudah kirim kabar kalau saya datang terlambat.

” Mau kemana Kita ? “
” Di sekitaran Bogor, tapi agak jauh karena muter2 “

Ok sippp … Kita berangkat. Gowes nyantai dan tidak lama kemudian sudah di jalan Raya Bogor, melewati pasar Cibinong yang selalu ramai dan macet.

Terus menanjak landai menuju kota Bogor. Jarang sekali ketemu pegowes yang searah … ketemu rombongan seli yang banyak dan panjang tapi arahnya berlawanan.

Jam 9.30-an sampai di sisi luar Kebun Raya. Rehat sejenak disini … nyemil nyemil sambil lihat beraneka yang lalu lalang. Ngobrol ngobrol yang ngga jelas jelas.

Lanjut lagi … menyusuri trotoar sisi luar kebun Raya ke arah lapangan Sempur.
Melewati gerbang utama Istana Kebun Raya. Spot foto favorite … meskipun dijaga tapi masyarakat diperbolehkan untuk foto foto disini. Pada saat lewatpun ada sekelompok goweser yang foto2 didepan gerbang.

Selepas gerbang utama, melintasi area rusa. Banyak sekali rusa totol bertebaran di padang rumput disekitaran istana … mungkin bisa mencapai 300 lebih.

Kemudian kita menyebrang dan masuk jalan kapten Muslihat, melewati stasiun KA Bogor.

Terus saja bergerak menyusuri jalanan perkotaan Bogor yang belum pernah saya lewati.

Disatu titik GPS menunjukkan untuk masuk gang … kita masuk gang dengan perumahan yang padat berderet deret …. jemuran berjejer disisi gang di depan rumah, cukup panjang juga berkelok kelok di gang ini.

Muncul kembali di jalan raya, sebentar dan gps mengarahkan masuk jalan aneh …. ini adalah jalanan di perumahan … Lebarnya satu mobil tapi tidak pernah ada mobil lewat sini … jalannya rimbun semak belukar menjadi jalur setapak. Jalan ini diapit oleh rumah rumah … sisi belakang rumah yang ditembok tinggi tinggi.

Jalanan rimbun semak belukar ini menurun dan di beberapa area menjadi sangat rimbun dan akhirnya muncul lagi dijalan aspal, masuk ke jalan kecil lagi … pokoknya perjalanan ini diselang seling masuk ke gang.

Masuk lagi jalan raya yang ramai dan disatu pertigaan kita belok masuk kejalanan kecil dengan perumahan yang padat dikanan kiri. Motor banyak sekali lalu lalang … sangat banyak … ditambah sesekali mobil lewat … menambah ramai suasana.


Mata Air Ciburial
Ketika lihat nama jalannya …. “ jalan ledeng “ … wah berarti ada PDAM disini … makin mengarah keatas di sisi jalan ada tangki tangki penampungan air yang besar besar … nah benarkan.
Jalan ini mentok di gerbang masuk yang ditutup …. area PDAM … mata air Ciburial.

Baca lebih lanjut

Gagal capai destinasi di hutan Kuta Tandingan – survey Jalur KA Cepat JKT BDG

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide9-1.png

Ingin jalan jalan ke hutan …. hutan yang tidak terlalu jauh dari Jakarta.
Cari cari destinasi yang tipikalnya hutan … yang bisa gowes pp.
Ada satu hutan di daerah Karawang … namanya leuweung Kuta Tandingan … (leuweung – bahasa sunda = hutan) dan disana terdapat beberapa situs sejarah …. belum pernah sama sekali saya kesana …
Hmmm layak untuk di sambangi …

Untuk preparation maka riset riset dulu kondisi kesana …. ternyata area disana lebih sering jadi area permainan anak komunitas motor trail dan mobil offroad. Areanya benar benar hutan dan jika diteruskan akan sampai ke sisi waduk Jatiluhur di daeah Pasir Gombong.
Dari citra satellite googlemaps terlihat tidak ada perkampungan sama sekali di area hutan itu.
Dan info yang paling penting …. jalanan di dalam hutan adalah tanah merah dan kalau musim hujan jalanannya hancur penuh kubangan berlumpur …. akan sangat sangat sulit dilalui sepeda … motor juga sulit lebih cocok pakai mobil 4×4.

Saat ini sudah berhari hari tidak turun hujan …. cocok nih untuk jalan jalan kesana.

Jam 7.20-an saya sudah duduk menanti diperempatan daerah Bekasi … melihat lalu lalang kendaraan … kelompok sepeda juga banyak yang lewat. Kebanyakan seperti mengarah ke tempat wisata Hutan Bambu Bekasi.

7.40-an si om nongol di seberang perempatan …. wah akhirnya muncul juga … berhenti menunggu lampu merah dengan muka serius …. lampu hijau menyala langsung ngebut …. lho om … om …. si om malah ngacir jalan terus lurus. Saya cepat ambil sepeda dan ngejar dia …. ternyata dia merasa tikum-nya di perempatan yang didepannya lagi.

Cengengesan sebentar … dan kembali kita balik arah menuju Kalimalang.
Perjalanan kali ini harus menyusuri Kalimalang …. terus saja lempeng lempengan dengan Kalimalang mengarah menuju Karawang.

Masih disekitaran Kalimalang Bekasi kita bertemu banyak komunitas motor berombongan bergerak kearah luar Bekasi … dari komunitas motor matic, motor sport 250 cc-an sampai kelompok moge juga ada. Pokoknya suaranya ramai dan berisik. Kita mah hanya gowes pelan dipinggir.

Gowes menyusuri Kalimalang ini relative membosankan …. lurus dan datar …. sengatan matahari begitu terasa …. Jarang sekali pepohonan antara Kalimalang Bekasi sampai Karawang. Kelompok gowes juga jarang sekali … hanya ketemu pegowes satu – dua yang searah.

Yang agak berbeda di jalanan Kalimalang Bekasi Karawang saat ini, jalanan dua arahnya di fungsikan. Sudah cukup lama jalanan Kalimalang ini memiliki 2 lajur, tapi lajur yang satu – bersisian dengan rumah penduduk hampir tidak difungsikan …. Lalu lintas dua arah tetap menggunakan lajur yang lama. Lajur baru yang bersisian dengan rumah penduduk umumnya digunakan untuk menyimpan barang atau parkir2 kendaraan seperti truk truk. Tapi sekarang tidak …. ke arah Karawang menggunakan lajur baru yang bersisian dengan rumah penduduk dan yang kearah Jakarta menggunakan lajur lama.

Kita harus menempuh 40 km ++ sampai ke belokan keluar dari Kalimalang …. perjalanannya serasa begitu panjang dan lama. Ketika sampai di area luar perumahan Deltamas mulai ketemu rombongan2 pesepeda … tapi berlawanan arah sepertinya komunitas pesepeda dari daerah sini dan hendak pulang.

Kalau sudah sampai area Deltamas maka tidak akan lama lagi keluar dari Kalimalang. Tidak terlalu jauh dari area Deltamas kita melewati jembatan Siphon Cibeet – aliran underpsas Kalimalang menyeberang di bawah sungai Cibeet. Selepas jembaran Cibeet maka jalan Kalimalang berubah menjadi satu lajur.
,
Dan sampailah di pertigaan Pangkalan Telukjambe, kita belok kanan keluar dari Kalimalang … horeee. Lalu menyeberang tol Cikampek dan disatu titik kita belok kiri masuk jalanan kampung dan tak lama sampailah di area kawasan industry Artha Hill.

Si om takjub dengan kondisi kawasan industri ini …. membentang jauh ribuan hektar …. berbukit bukit dan 90% kosong melompong …. jalanan lebar dua jalur dan kosong sepi …. bisa dikatakan tidak ada pepohonan …. gersang dan panas. Kata si om seharusnya cocok dijadikan tempat nge-loop anak2 roadbike disini …. jalanan mulus berkilo kilo meter … ada tanjakan dan sepi pula.

Kawasan industry Artha hill ini relative baru sehingga baru sedikit bangunan komersil, bisa dikatakan dibawah 10 buah bangunan yang ada disini … jadi terlihat benar2 kosong.

Baca lebih lanjut

Jalan Setapak Menuju Gunung Pancar

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide4-1.png

Banyak jalan menuju Roma

Artinya .. untuk menuju gunung Pancar juga banyak jalannya.
Kata orang bijak “ dimana ada kemauan disana ada jalan “ … nahhh

Selama ini kalau ke gunung Pancar paling lazim melalui pintu utama.
Dan ada sebagian yang melalui pintu belakang … via Kali Jodoh, ehhh …. saya pernah juga sekali lewat benar benar pintu belakang lewat hutannya …. dibawa oleh teman dulu di tahun 2008 naik sepeda ke gunung Pancar melalui km Nol Bojong Koneng lanjut ke Pondok Pemburu terus masuk kedalam hutan apruk aprukan … penuh perjuangan dan muncul muncul di atas gunung Pancar.

Ada lagi saja satu jalur menuju gunung Pancar … melalui sisi depan, melalui jalan setapak, sepertinya tidak banyak pegowes yang melalui jalur ini. Saya tertarik untuk mencoba jalur ini … karena belum pernah dan juga kabarnya …. ada curug di area ini …. ya kabarnya sih begitu.

Gowes melalui Kalimalang dan 20 km kemudian sampai di tikum Cibubur, saya sampai in time dan disanasi om sudah duduk menanti, lebih duluan dia ternyata … lebih cepat dari jadwal. Ngobrol dulu sebentar sambil menjabarkan tujuan ….. “ oke oke … belum pernah lewat sana “ kata si om. Nah si om saja yang rajin blusukan di daerah sana …. ternyata belum pernah melalui jalur ini.

Cusss kita meluncur lewat Leuwinanggung ketemu lumayan banyak pegowes, melalui perumahan Podomoro Cimanggis dan terus keluar lewat pintu belakang, melewati sisi tol Jagorawi dan muncul di daerah gunung Putri Citeureup.

Melaju santai di jalan raya Citeureup mengarah ke Sentul … jarang sekali ketemu pegowes. Melewati Sentul sirkuit dan tak lama kemudian kita belok kiri di Babakan Madang di sisi hotel Harris dan perjalanan mulai sedikit menanjak.

Sampailah kita di perempatan besar … perempatan yang menuju Jungle Land. Seharusnya kita lanjut terus lurus tapi jalan ditutup karena jalannya sedang di cor beton, jadi harus berputar melalui Jungle Land dahulu. Belum pernah saya masuk ke area akses Jungle Land … jadi sekalian jalan jalan … meskipun belum pernah masuk Jungle Land paling tidak pernah lewat gerbang masuknya … haha.

Area parkirannya bisa dikatakan sangat luas … bisa menampung ratusan mobil sepertinya, dibagi beberapa sector. Tapi karena tidak banyak wisatawan yang datang, maka area parkir ini kosong …. dan dijadikan area balap motor liar. Suara knalpot sangat berisik meraung raung …. Para pebalap ini melakukan balapan dengan mengabaikan protokol keselamatan …. jangankan pakai baju standar balap …. pakai helmpun tidak …. miris dan ngeri melihatnya.

Saya kira area gerbang masuk Jungle Land ini terawat, bersih, rapi, teratur …. ternyata tidak.
Apakah Jungle Land ini masih buka atau tidak sih ….

Sepeda berputar dan keluar lagi ke jalan utama desa. Tapi saya tidak belok kiri kearah rute utama untuk menuju gunung Pancar, saya kembali mengarah ke perempatan besar.
Jalanannya memang masih di cor beton …. Tapi sepeda boleh lewat …. Motor warga disini boleh melintas coran semen ini.

Tepat di sebelah minimarket modern ada jalan cor-an semen, … kita masuk belok kesana, ke dalam, melewati perumahan yang padat berkelok kelok dan di satu pertigaan kita belok ke jalan tanah, menyebrang jembatan dari batang pohon kelapa dan sudah berada diluar perkampungan …. memasuki area kebun kebun penduduk.

Jalanannya menjadi tanah merah dan becek berlumpur ….. hmmm kita diam sejenak …. mengamati …. apakah tanah berlumpur ini akan semakin parah ke atas …. musim hujan begini …. males juga kalau harus dorong dorong sepeda masuk jalanan berlumpur dan menanjak pula.

Tiba tiba dari arah atas muncul seorang pesepeda mtb melipir lipir menghindari lumpur.
Kita bertanya memastikan kondisi jalan ke atas. Katanya yang berlumpur hanya sedikit …. selebihnya oke. Ban sepeda MTB tersebut juga hanya sedikit berlumpur …. Artinya jalanan keatas benar benar bisa dilalui tanpa berlumpur lumpur.

Hanya tidak ada orang sama sekali … dan beberapa bagian ilalangnya tinggi tinggi …. katanya menambahkan. Ohhh oke tidak masalah … kitakan berdua.

Kita lanjutkan perjalanan ke atas, jalanan tanah menanjak bercampur batu selebar satu mobil … kanan kiri kebun sampeu yang sudah tinggi tinggi. Kadang bisa digowes … kadang licin selip … jadi dibeberapa bagian harus ttb.

Ada beberapa tanaman hias yang lagi trend karena masa pandemi …. Yang sekarang banyak penjual dadakan muncul di pinggir jalan …. Sejenis tanaman aglonema tumbuh bebas di kebun kebun disini bahkan di tengah jalan tanah ini juga ada. Di Jakarta dengar dengar bisa dijual di atas 50 ribu…. disini tinggal diambil saja gratis … haha.

Baca lebih lanjut

Akoe, Kamoe dan jembatan Cihoe

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide5.png

Ini adalah kisah klasik sesepedahan, pergi ke suatu tempat, hanya karena belum pernah kesana.

Mau tahu aja.

Destinasi yang dituju adalah jembatan … jembatan Cihoe.
Sebenarnya bukan destinasinya tapi area disekitar sana yang belum pernah saya kunjungi jadi penasaran saja untuk melihat kesana.

Jam 6.30-an lebih sepeda sudah menggelinding di aspal Kalimalang menuju ke arah Bekasi.

Via Grand Galaxy tembus ke Kemang Pratama lanjut ke Narogong …. gowes saja santai yang penting melaju konstan. Tidak ketemu kelompok sepeda yang searah …. melaju saja sorangan.

Sampailah di tikum Metland Cileungsi lebih cepat dari jadwal, menanti sejenak dan si om muncul. Ngobrol sebentar dan lanjut … melewati Taman Buah Mekarsari roda sepeda berputar mengarah ke Jonggol. Jalanannya rolling naik turun … Melewati Citra Raya Jonggol, dan terus berputar. Setelah melewati jembatan Cipamingkis sepeda belok kanan, keluar dari jalan raya masuk ke jalanan kampung berbatu batu.

Kanan kiri didominasi pesawahan dan kemudian belok masuk ke perkampungan … perkampungan yang ada di tengah pesawahan …. jalannya hanya berupa gang gang kecil …. cukup satu motor.
Rute yang dilalui melalui area ini tidak ada di googlemaps …. rute dibuat berdasarkan pantauan citra satellite. Untuk memastikan arah kita bertanya ke warga lokal, kata beliau memang ada jalan tembus dari sini untuk kearah Mengker. OK sipppp …. Kita mengikuti arahannya berbelok belok diperkampungan dan keluar dari perkampungan …. Terbentang pesawahan yang membentang luas dan dikejauhan di sebrang pesawahan adalah pebukitan yang hijau …. bukit Mengker.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide1.png

Sepeda membelah hektaran pesawahan ….. melihat petani yang bekerja …. aliran irigasi yang airnya berlimpah …. tidak tahu kenapa pokoknya membuat perasaan sangat senang sekali …. dan yang membikin takjub disini adalah burung putih besar …. burung Blekok-nya lumayan banyak …. ada yang terbang terbang dan banyak pula yang hinggap nyantai di pesawahan. Selama kluyuran, melihat burung Blekok yang banyak dalam satu area …. ya baru disini. Kalau di Bekasi ke arah pantainya dipesawahan masih ada burung Blekok tapi tidak sebanyak ini.

Baca lebih lanjut

Mencari curug “baru” dikaki gunung Halimun Salak — Curug Goong

Kabarnya ada curug di kaki gunung Halimun.
Disana sih memang banyak banget curug.

Tapi ini curug yang belum pernah saya dengar.
Bukan curug yang popular.

Googling googling …. tidak ketemu.
Jadi ada tidak ….

Ada atau tidak ada … tidak masalah
Sudah jalan saja kesana

Dinaungi awan kelabu di Minggu pagi, sepeda rolling santai melewati Pondok Gede, dan terus mengarah ke Cibubur.
Sepanjang perjalanan tidak terlalu banyak ketemu rombongan gowes, beberapa minggu terakhir sering ketemu rombongan gowes, tapi kali ini tidak …. apakah sudah mulai kendor …

15 km-an kemudian, sesuai janjian … 7.45 pas sampai di tikum Cibubur, si Om sudah menanti sambil bengong … tidak lama lama bengong kita langsung berangkat.

Menyusuri Leuwinanggung, melewati gerbang luar perumahan Podomoro Cimanggis dan terus saja.
Dan munculah di pasar Citeureup …. kondisi pasar bisa dikatakan sepi …. apa karena psbb atau tanggal tua ya …. atau kombinasi dari dua duanya mungkin …

Gowes beriringan melalui jalan Raya Bogor, kondisi jalanan juga tidak terlalu ramai, melewati mall Cibinong dan terus saja.

Tidak lama kemudian kita sudah mulai memasuki Bogor …. melewati kolong persimpangan toll lingkar luar Bogor … jalanan mulai sedikit terasa tanjakannya.

Dari sini mulai ketemu banyak rombongan gowes yang searah … yang jersey berseragam maupun tidak … rombongan jenis MTB maupun seli … tapi rombongan seli lebih banyak … mungkin karena lagi trend.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide1-2.png

9.20-an kita rehat di sisi luar trotoar Kebun Raya Bogor, senang rehat didaerah sini …. Pepohonan besar besar membuat adem dan segar. Buka camilan … sambil melihat berbagai jenis yang lalu lalang … maksudnya ada yang sepedaan, jalan kaki, lari … yang tua, muda … yang sendirian, kelompok, keluarga … berbagai jenis sepeda …. seru saja lihatnya.

Tidak lama kita lanjutkan perjalanan … melewati monumen lawang salapan dan ketika sampai di jalan Sedane … saya lemparkan ke forum … mau potong jalan lewat jembatan yang di arah atas atau jembatan disini dan mesti naik tangga …. terserah kata forum.

Ya sudah saya pilih yang terdekat … jembatan di dekat sini dan naik tangga.
Tapi pertama kita harus menyebrangi jembatan kali Cisadane yang melewati pintu air Cisadane. Berhubung sudah memasuki musim penghujan debit airnya lumayan besar …. Suaranya sangat bergemuruh.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide2-2.png
Jembatan Pintu Air Cisadane Bogor
Baca lebih lanjut

Destinasi Sentul yang “menghilang”— Leuwi Batu Anggrek

This image has an empty alt attribute; its file name is slide9-1.png

Wara wiri di Sentul cukup lama tapi saya baru tahu destinasi ini.
Kabarnya destinasi ini sudah cukup lama …. dan kemudian “menghilang”.

Konon tempatnya bagus serta tidak jauh dari area Sentul perumahan.
Jadi bikin penasaran untuk melihatnya kesana secara langsung.

Berangkat dari rumah jam 7 kurang sedikit, setelah melalui perjalanan seperti biasanya – dengan saat ini berarti sudah 3 minggu berturut turut arah kepergian melalui jalanan ini – sampailah di tikum Cibubur jam 7.46 lewat 1 menit dari jadwal. Di perjalanan tadi tidak bisa terlalu cepat, bekas hujan semalam menyebabkan banyak tergenang air di beberapa ruas jalan. Sepeda tidak pakai fender / spakbor sehingga mesti jalan perlahan supaya air tidak ngiprat ke baju belakang, supaya tetap tampil necis sampai tujuan.

Di tikum om Adi sudah menanti …. hahahihi sebentar … perjalanan berlanjut. Ban sepeda berputar melalui perumahan Podomoro Cimanggis, sisi tol Jagorawi, muncul di Gunung Putri CIteureup.

Melaju di jalan Citeureup, melewati sirkuit Sentul lalu belok kiri melalui Babakan Madang dan mengarah keatas. Melewati sedikit sedikit tanjakan dan sampailah di perempatan Jungle Land.

Perjalanan lancar …. Selama perjalanan mobil agak sedikit yang lalu lalang tapi motor banyak sekali, umumnya beriringan berombongan.

Dari perempatan Jungle Land saya belok kanan mengarah ke bundaran Sentul City dan rehat sejenak di pelataran ruko. Banyak sekali ruko berjejer kanan kiri disepanjang jalan ini dan umumnya kosong belum terisi. Makan dulu perbekalan snack dan minum minum sejenak sambil melihat rombongan motor yang wara wiri dan sesekali diselingi rombongan pesepeda.

Perjalanan dilanjutkan dan ketika sampai di bundaran, sepeda belok kiri mengarah ke area cluster cluster perumahan Sentul. Ini pertama kalinya saya masuk ke daerah sini. Jalanan beton mulus dan menanjak, masih banyak area kosong dan sudah ada beberapa cluster yang sepertinya sudah terisi dan ada juga cluster baru yang sedang dibangun.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide1-1.png
memasuki jalanan cluster perumahan Sentul
Baca lebih lanjut

Ngebolang mencari curug Rancang Kencana Wangi

Selentingan kabar ada curug di dekat Bukit Cinta Sukamakmur Bogor, namanya curug Rancang Kencana Wangi.

Selama ini tidak pernah dengar ada curug disana, apalagi namanya sekeren itu.

Cari info di internetpun … sangat minim.

Ragu apakah nyata … atau khayalan semata.

Sudah … Jalan saja kesana …. berdasarkan titik refensi yang saya dapatkan, di set jadi titik destinasi di gps, tapi berdasarkan citra satellite saya ragu, disana ada curug di titik itu ….
Ada tidak ada bagaimana nanti … Apapun yang terjadi enjoy saja … Tidak diset ekspektasi tinggi … just ride.

Meluncurlah di minggu pagi … Sepanjang perjalanan dari arah Kalimalang sampai tikum Cibubur ketemu banyak rombongan gowes … menggunakan berbagai baju seragam bahkan beberapa sepertinya rombongan gowes komplek perumahan … bapak2 dan ibu2 saling beriringan. Fenomena yang bagus …. hope last longer.

15 km-an kemudian sampailah di tikum Cibubur. Di area tikum juga ada kelompok lain yang regrouping.

Menanti sejenak dan si om muncul on time … 7.45 … chit chat sebentar … lalu lanjut gowes.

Gowes beriringan dengan santuy melalui Podomoro Golf View Cimanggis, yang ramai dengan orang orang yang berolah raga. Keluar dari perumahan ini dan menyusuri sisi tol.

Ketika menyusuri sisi tol Jagorawi, muncul dari belokan 5 goweser emak emak pakai mtb … dress code-nya sama black in black … Dari cara gowesnya kelihatan bukan goweser newbie … Gowes mereka lumayan cepat dan kita ngintil aja di belakang.

Disatu kesempatan kita sempet ngobrol2 … ternyata mereka mau ke Gunung Batu Jonggol …. yaelahhh keren banget … langsung kita ciut … ditanya mau kemana … ” Hmmm nganu … kita mau ke Sukamakmur aja … “

Ketika mereka berhenti … kita tetap lanjut … ” ayooo kita agak cepetan … biar ngga disalip emak2 nanti ” si om memberikan semangat.

Kayuhan agak dipercepat melewati Citeureup dan sebelum pasar kita menghindari keramaian pasar sambil potong kompas masuk ke dalam gang.
Bolak belok di gang sempit yang padat penduduk muncul kembali di jalan raya menuju ke Tajur Sukamakmur.

Dibeberapa area jalanan Tajur Sukamakmur sedang diperbaiki sehingga agak crowded.

Terus saja kita mengikuti jalan ini yang rolling naik turun tapi lebih banyak nanjaknya. Menanjak menanjak … turun sedikit lalu menanjak menanjak lagi.

Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah slide1.png
Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah slide2.png

Umumnya jalanannya sudah rusak bolong bolong … kita berhenti dulu di jembatan melihat tebing gunung Klapanunggal dan area pesawahan disekitar jembatan … sambil foto2 … disini juga ada rombongan seli yang sedang selfie mania …. setelah jembatan ini …. Tanjakan tanjakannya akan semakin pedas. Pokoke bikin ngap ngap …. tapi jalannya relatif lebih mulus.

Kalau tanjakannya landai … si om ngikutin saya saja di belakang dengan anteng … tapi kalau tanjakannya curam … langsung tancap … meninggalkan saya.
Pokoknya begitu saja kelakuannya berkali kali.

Setelah beberapa kali tanjakan kita sampai di tanjakan yang lumayan curam …. tanjakan yang ada pertigaan ke gua Garunggang, ketemu lagi goweser2 yang rehat di warung …. Mereka akan bersiap menuju ke gua Garunggang.

Kita lanjut melalui tanjakan tanjakan dan menurun kembali melewati jembatan dan …. Menanjak curam kembali ke atas …. tanjakan kategori berat … perlahan dan mendekat ke tanjakan lagi …. tanjakan Bukit Cinta Sukamakmur.

Megap megap lagi saya …. Si om ngacir aja ninggalin saya dan menunggu di puncak.

Bukit Cinta adalah bukit wisata selfie … Sekalian bisa rehat kulineran di warung yang ada disini

Baca lebih lanjut

Berkelana ke curug terdekat di Sentul – Curug Anggraeni

Inginnya pergi yang tidak terlalu jauh2, masa pandemi ini perasaan tidak tenang kalau pergi jauh.

Setelah cari sana sini, mikir berkali kali… akhirnya memilih ke curug Anggraeni, tidak terlalu jauh … dan tempatnya tidak ramai …

Jam 7 kurang sedikit sepeda bergerak, melalui Kalimalang lalu Pondok Gede mengarah menuju Cibubur.

Sepanjang perjalanan ketemu banyak kelompok gowes, yang searah maupun berlawanan arah, paling sering ketemu rombongan seli – sepeda lipat.

20km-an sampailah di tikum Cibubur … just on time bener 7.45 …


Ngobrol2 sebentar … lalu berangkat …

Melewati perumahan Podomoro Golf View, lanjut susuri sisi tol Jagorawi, Kita senang melalui jalan ini karena jalannya teduh banyak dinaungi pepohonan yang sudah tinggi2.

Tak lama kemudian muncul di Gunung Putri. Lanjut melewati pabrik semen Citeureup, Sirkuit Sentul dan berbelok melalui Babakan Madang Sentul.

Jalanan terasa lebih ramai oleh lalu lalang kendaraan … Mungkin ini karena efek sebagian sudah ada yang gajian.

Jalanan mulai menanjak … Kita melewati akses utama Jungle Land … Tapi sepertinya tutup.

Menanjak terus … dan disatu titik Kita berhenti dulu sebentar, karena dari sini bisa melihat jelas … Bangunan vila2 Hambalang Hills yang ada di puncak bukit. Membahas sebentar perjalanan ketika bermain kesana …. Sepertinya jika lewat jalur dari Babakan Madang akan lebih cepat sampai kesana … Memutar tapi lebih cepat karena melalui jalanan aspal dan hanya melalui jalanan tanah ketika menanjak keatas bukit Hambalang Hills.

Perjalanan kita lanjut … Melewati pertigaan yang kearah Gunung Pancar, destinasi sudah semakin dekat sekitar 2 km-an lagi.

Dan tak lama kemudian sampai di belokan menuju destinasi, disana sudah terpampang baliho gambar Curug Anggraeni. Dibawah baliho tersebut ada tulisan juga curug Ci Goong.

Masuk kejalan tanah berbatu, ada portal dan penjaganya … bayar Rp. 15 ribu perorang.

Kita tanya kalau curug Ci Goong-nya disebelah mana. Ternyata dulu namanya curug Ci Goong tapi sekarang berubah menjadi Curug Anggraeni.

Saya tidak menanyakan lebih lanjut … Apakah mungkin karena lahan ini milik ibu Anggraeni … atau curug ini diketemukan kembali oleh mba atau ibu Anggraeni … #SotoySaja.

Jalanan landai menurun melewati pesawahan menguning dan ladang ladang.

Tidak jauh dari portal masuk sekitar +- 50 meteran kita sampai di bangunan yang sudah agak terlantar … semacam tempat makan atau foodcourt. Sepertinya tempat ini pernah dikelola jadi tempat wisata serius … Tapi tidak berlanjut …

Dari sini sudah dekat dengan sungai … sungai yang dangkal, airnya terlihat jernih.
Baca lebih lanjut

Menjelajah jalur Barat — Gunung Sieum Jonggol part 2

Setelah pernah menjelajah gunung Sieum Jonggol sampai ke puncak Pinus, jadi ingin juga menjelajah area sisi barat gunung Sieum ….. ada apakah disana ?

Jam 6.40-an berangkat dari rumah dan 26 km kemudian sampai di tikum Cileungsi.
Tidak lama yang ditunggu datang dan kita langsung berangkat.

Melewati Taman Buah Mekarsari dan terus mengarah ke Jonggol, jalanan relatif sepi dan bahkan jarang sekali ketemu pesepeda.

Kita belok dari jalan utama menuju alun alun Jonggol dan sebelum alun alunnya kita belok kanan.
Jalanan rolling naik turun dengan dominasi tanjakan. Kanan kiri mulai kebon dan sawah sawah. Tak lama kemudian kita sampai di spot destinasi sungai Cipamingkis Dayeuh. Karena musim kemarau … sungainya kering … aliran air hanya sedikit. Meskipun begitu tidak menyurutkan wisatawan untuk bermain main disungai ini.

Perjalanan dilanjutkan dan tidak jauh dari sana kita belok kiri keluar dari jalan utama Jonggol Dayeuh, kita masuk jalanan kampung. Tak jauh dari belokan kita sampai ke jembatan …. Inilah jembatan Leungsir. Kita berhenti sejenak melihat lihat …. sungainya benar benar kering, tidak bisa lagi main lompat lompatan dari atas tebing.
Baca lebih lanjut

Telaga sunyi di atas gunung Klapanunggal – Telaga Melati

Berdasarkan pantauan citra satellite Googlemaps terlihat ada yang aneh … terlihat seperti lubang hitam yang posisinya ada diatas gunung Klapanunggal.

Apakah itu betulan lubang …. black hole akses menuju dimensi lainkah …
atau kolam …. telaga ….

Masak sihhh …

Tidak pernah dengar kalau diatas gunung Klapanunggal ada telaga, danau atau situ.

Kalau di area tambang batu kapur banyak … Galian tambang batu kapur akhirnya menjadi danau

Tapi yang ini jauh dari area tambang batu kapur … Di area yang masih hijau.

Heran … kepo …. want to know aja …. Berangkatlah saya kesana di hari minggu. Melewati Kalimalang, Grand Galaxy, Kemang Pratama, Narogong dan sampailah di tikum underpass Cileungsi.

Sampai disana si om sudah menanti … Hampir tanpa kata kata, kita melanjutkan perjalanan, mengarah ke Citeureup.

Disatu titik kita belok masuk pasar miawww … ehhh … Pasar Meong … lalu masuk gang, lewat sawah, bolak belok jalanan kampung, melewati komplek perumahan besar dan semakin mendekat ke kaki gunung Kapur Klapanunggal.

Akhirnya kita gowes juga di SINGAPUR – SIsi gunuNG kAPUR – ….

Selama perjalanan gowes sampai kesini … dijalan tidak terlalu sering ketemu pegowes … di SINGAPUR ini juga hanya ketemu sedikit.

Biasanya ramai …
Pada kemana mereka ya …

Gowes dijalan berdebu dengan santuy, melewati akses masuk ke destinasi pemandian alam Gua Lalay, aliran sungai yang muncul dari dalam gua … Bukti bahwa di area gersang gunung kapur ada aliran sungai dibawah tanah.

Disatu spot kita berbelok mengarah memasuki area tambang kapur.
Biasanya jika kita gowes mendaki gunung Klapanunggal ke arah desa Cioray, kita melalui jalan lama yang melalui goa Cicurug – gua yang juga ada aliran sungai bawah tanah.
Supaya tidak bosan …. Mencari suasana berbeda, kita melalui jalur baru, mungkin jalan baru ini dibuat oleh para penambang. Nantinya jalan ini akan menyatu kembali dengan jalan lama di daerah atas. Baca lebih lanjut