Jalan jalan ke Cariu – Penangkaran Rusa Girijaya

Penangkaran Rusa di daerah Bogor ada di beberapa tempat, salah satunya ada didaerah Cariu Jonggol yang memiliki lahan yang terbesar. Berada di kaki gunung Sanggabuana dengan suasana yang hijau oleh pepohonan, sungai yang mengalir dan tempatnya tidak terlalu ramai cocoklah untuk berwisata gowes kesana, jarak tempuh untuk mencapai lokasi 67 km-an .. lumayan juga .. ya tidak apa apa namanya juga jalan jalan.

Minggu pagi gowes menuju lokasi tikum 1, halte Giant Kalimalang, meskipun jawabannya mengambang ikut atau tidak dan tidak ada konfirmasi lagi, saya tetap kesana … duduk dihalte … sampai 15 menit tidak muncul dan tidak ada kabar saya berangkat menuju tikum kedua di Metland Cileungsi. Kirim kabar akan tiba terlambat … janjian 7.40 saya baru sampai 7.50. Sampai disana dua teman sudah menanti om Adi dan om Asep.

Ngobrol dan cemil sebentar … jam 8.10-an kita berangkat … beberapa hari ini hujan dan saat ini mendung .. mudah2-an tidak hujan, plusnya udara tidak menyengat nyaman untuk riding. Perjalanan rolling naik turun dengan dominasi tanjakan, melewati Citra Indah dan terus ke atas. Selepas alun alun Cariu om Asep melesat meninggalkan kita menunjukkan kelasnya sebagai atlet. Kita berhenti dulu .. om Adi trouble dengan rantainya. Beres utak atik .. baru lanjut sebentar .. “eh kita ngemil dulu yu ..” Berhenti lagi, om Adi bawa leupet … ya sudah kita sikat dulu .. maklum belum sarapan dari berangkat … lumayan dapat asupan energi.

Perjalanan ke Cariu ini menyenangkan .. aspalnya mulus, pemandangan sawah dan pegunungan di kanan kiri, traffic-pun tidak ramai .. paling kalau lagi apes .. ditanjakan bisa di belakang truk yang menggerung gerung dengan asap hitam tebal .. kalau truknya bawa beban berat bisa disalip, tapi kalau bebannya tidak terlalu berat .. ya susah disalip … karena truknya tidak cepat dan tidak pula pelan banget.

Beres makan leupeut .. Lanjut gowes lagi .. menanjak dan menurun .. tepat sebelum belokan ke penangkaran rusa .. om Asep menanti dibawah pohon. Om Adi kebablasan belokannya berhubung menurun curam jadi enjoy aja … kepaksa disusulin dulu ke bawah .. dan balik lagi nanjak ke atas.

Dari jalan raya menuju penangkaran rusa jalan berbatu menurun kebawah, tapi jika akses yang lama (jembatan gantung yang roboh) terus menurun curam ke bawah, sekarang ada jalan belok kiri menyusuri tebing sehingga lokasi parkir kendaraan lebih mendekat ke area penangkaran rusa.

akses baru menuju penangkaran rusa dari jalan raya

Mengikuti jalan ini dan sampailah di gerbang loket .. jam menunjukkan 10.15 .. belum terlalu siang, tiket masuk sekarang menjadi Rp. 20.000 dan sepedapun dikenakan biaya parkir sama dengan motor Rp. 5.000 .. welehhh, sepeda aja kena tiket parkir …  Masuk area parkiran dan disana sudah ada beberapa wahana permainan terutama untuk anak anak kecil, bahkan ada kolam renang. Ternyata sekarang area penangkaran rusa Girijaya dkelola oleh swasta bekerja sama dengan Perhutani sehingga terdapat beberapa wahana permainan dan otomatis tiketnya menjadi naik.

Baca lebih lanjut

Iklan

Gowes sambil Ngopi – Travelling French Press Bottle

Ngopi di alam terbuka merupakan salah satu aktititas yang kadang saya lakukan sambil gowes sepeda kluyuran kesana sini. Pergi ke satu tempat yang menarik bisa keluar kota atau hanya dalam kota misalnya pergi di taman … kemudian menikmati suasana outdoor … sambil sruput kopi … wah enak tenan.

Dari beberapa alat seduh kopi yang pernah saya bawa dan coba di pakai di outdoor .. yang relatif gampang menggunakannya adalah jenis french press. Ngopi cold brew juga gampang ngga ribet .. karena seduhnya sudah semalaman dirumah jadi tinggal bawa saja paginya … tapi kalau mau kopi panas dengan proses dan caranya yang ringkes simple .. salah satunya pakai French press.

Membawa French press yang berbahan kaca sangat beresiko pecah … dan pernah saya alami sendiri … pecah deh … habis gimana … jalannya ajrut ajrutan meskipun sudah di bungkus supaya tahan goncangan ternyata .. tetap pecah.

Ada banyak ehhh .. beberapa jenis french press untuk outdoor atau travelling .. tapi yang saya pilih adalah French press jenis botol ini yang berbahan Polypropylene (PP) atau sejenis plastik. Selain harga yang ini relative murah sekitar +- 200 ribu karena berbahan plastik maka kuat dibawa ajrut ajrutan .. tanpa perlu khawatir pecah .. yang akibatnya tidak jadi ngopi.

Mengapa mau ngopi aja mesti bawa alat seduh kopi manual seperti French press, lebih simple pakai kopi sachetan .. tinggal seduh dan gluk ..beres. Kembali ke selera sih .. tiap orang kan beda beda. Kalau ingin betul betul menikmati rasa dan aroma kopi – kopi Bajawa Flores, Kintamani Bali, Puntang Jabar, Gayo Aceh, Wamena Papua, Sidikalang Sumut dll … kopinya mesti dibuat dari biji kopi langsung yang masih segar dan baru .. jadi biji kopi digiling sesaat sebelum diseduh … maka hasilnya benar benar nikmat dan menyuruput kopinya akan lebih mantap.

Jadi supaya bisa seduh kopi di outdoor maka harus disiapkan dahulu perlengkapan “lenongnya” :
Travelling French press, grinder (penggiling biji kopi), mug, sendok, thermos air panas atau bawa mini kompor, tempat/wadah untuk bawa biji kopi. Baca lebih lanjut

Berwisata ke Rumpin — Goa Pengantin

Jarang banget saya main ke Rumpin Bogor, padahal disana banyak tempat menarik dari yang popular sampai yang tidak popular … salah satunya adalah Goa Pengantin.

Kenapa ya dinamakan goa pengantin… apakah disana tempat untuk para pengantin… hmm … maksudnya untuk yang satu itu kali ya…. #ApaSihh

Daripada berpolemik… saya putuskan untuk berwisata kesana.

6.20 sudah menggelinding … lewat Cawang terus ke LA – Lenteng Agung, angkat angkat sepeda dulu menyebrang jembatan penyebrangan rel KA Depok. Lalu melewati pasar Lenteng Agung yang macet… crowded
Melewati Setu Babakan terus ke dalam ke arah Limo, lanjut melewati Sawangan… beda daerah sini dengan Jaktim ataupun Bekasi… didaerah sini tanahnya berkontur naik turun… dan udara serasa lebih segar… mungkin karena masih banyak pepohonan dan jarang daerah industri. Banyak sekali melalui percabangan bahkan melewati gang gang kecil … ada satu gang yang sudah dilalui cukup jauh.. tiba tiba ditutup karena ada kegiatan warga… welehhh… harus putar kembali ke luar ke jalan raya yang lebih jauh berputar. Plus minus sih lewat gang atau jalan raya, kalau lewat gang jarak lebih pendek tapi harus pelan pelan… banyak warga atau anak kecil dan juga banyak polisi tidur, kalau lewat jalan raya jarak lebih jauh tapi bisa gowes lebih cepat.

Selepas Sawangan berbelok dan melewati Pasar Raya Parung… yang lebih crowded dan lebih macet dari pasar LA. Mesti sabar sabar… Selepas pasar jalanan disini jauh lebih berdebu .. tidak tahu kenapa. Pokoknya terus saja… mendekati sungai Cisadane.. terlihat gunung hijau memanjang… kerenn… sesuatu yang beda banget. Karena sepanjang perjalanan dari Kalimalang sampai lewat Parung, Ciseeng +- 50 km-an … sepanjang jalan sudah padat oleh rumah rumah… bahkan komplek perumahan dari yang lama sampai yang baru.

background .. bukit Nyungcung Rumpin

Baca lebih lanjut

Mencari Inspirasi di Asian Para Games 2018

Kalau tidak dipaksain.. kapan lagi … momennya akan lewat sudah … bagai cinta yang sudah lewat Akhirnya kesampaian juga… di injury time.. di akhir akhir momen Asian Para Games … dalam jadwal saya yang senggang … ingat ya senggang bukan padat … di hari jumat saya hadir. Jam 9-an sudah sampai di komplek velodrome Rawamangun … wah bener2 manglingi… beda banget dengan kondisi yang lama. Sekarang terlihat modern … bersih… dan kerennn. Jumat pagi ini kondisi diluar tidak ramai.. mungkin karena hari kerja ya .. terlihat rombongan2 anak sekolah berdatangan berkelompok kelompok dari berbagai sekolah. Ada yang sibuk berkumpul dan ada pula yang berebutan foto bareng Momo … si Elang maskot Asian Para Games. Baca lebih lanjut

Lembah Harau versi Bogor – Tebing Harrow

Lembah Harau… kerennn
Mau ke Sumatera Barat .. wah nan jauh di mato.

Tapi tenang ada Harau versi Jonggol Bogor.. meskipun lembah .. tapi disebut Tebing … tepatnya Tebing Harrow. Kenapa dinamakan begitu… saatnya cari tahu.

Jam 7.40-an sudah sampai di gerbang Metland Cileungsi. Janjian 7.45 … duduk di rumput sambil makan camilan camilan.. tak lama om Adi nongol.

Salaman … ngobrol bentar .. dan langsung cabut mengarah ke Jonggol, jalanan cukup ramai kendaraan .. terutama bis2 yang menuju Water Kingdom.

Melewati gerbang Citra Indah, terus dan belok kanan ke arah Dayeuh Sukamakmur.

Tanjakannya mulai terasa, di pasar Dayeuh belok kiri keluar dari jalan utama masuk kejalanan desa kecil. Menyebrang jembatan sungai kering Cipamingkis … karena keringnya sampai mobil juga masuk ke sungai.

sungai Cipamingkis yang mengering

Baca lebih lanjut

Menikmati Wisata Selfie di Sukamakmur Bogor – Bukit Pancasila dan Bukit Cinta Cibadak

Minggu lalu ketika main ke daerah Sumakmur melewati dan melihat tempat ini… ada di atas bukit .. terlihat menyendiri dan sepi .. penasaran.

Jadi berangkat lagilah kesana.

Perjalanan melalui rute biasa… jatiwaringin, pondok gede … lalu sampai pasar Citeureup .. daerah lainnya di skip biar cepat.. haha.

Di pasar belok kiri dan mulai rolling naik turun.. sudah pasti lebih di dominasi tanjakan.

Melewati Kebun Wisata Pasir Mukti, lalu curug Leuwi Bolang, terus saja… yang berasa berbeda di jam 8-an pagi ini .. jalanan Sukamakmur Tajur ini sudah ramai oleh rombongan2 motor berboncengan berpasang pasangan menuju ke atas … sepertinya mereka akan pergi piknik. Mungkin juga karena awal bulan .. sudah pada gajian..

Sayamah pelan aja ngerayap… disalipin motor2, tidak ketemu pesepeda yg mengarah sama, hanya ketemu sekelompok pesepeda yang sedang rehat di saung ditengah sawah.. cara rehat yang berkelas 🙂

banyak menemukan view spot seperti ini di jalan Sukamakmur Tajur

Terus saja menanjak berkelok kelok, tidak ambil jalan shortcut tapi tetap di jalan utama Tajur Sukamakmur. Sedikit berputar menyusuri punggungan bukit, tanjakannya tidak securam jalan shortcut tapi… tetap menanjak dan terus menanjak.. kalau lewat jalan shortcut serasa langsung dihabisi tapi lewat jalan utama ini seperti dihabisi perlahan lahan … haha. Baca lebih lanjut