Ngeresto dengan konsep alami kekinian – Hobbit Hills Eco Village and Resto

Sekali kali ke resto dong … masak warungan mulu, masak makan ngampar mulu …
Hmmm .. bener juga ya .. kata teman saya itu … sekali kali “bermewahan mewahan” tidak apa apalah.
Ada satu tempat tidak terlalu jauh .. hanya di Cileungsi .. tempatnya unik .. namanya Hobbit Hill.

Berangkat kesana lewat Kalimalang dan muncul di Narogong Raya daerah Bekasi … lalu masuk ke jalan jalan kampung untuk potong jalan … masih ada pesawahan.

Masuk ke daerah Awirarangan …. eittts .. koq ada tanah merah terbentang begini … ada terowongan pula lagi …. gilee … pembangunan jalan tol … ngga lewat daerah sini tidak terlalu lama sih … ternyata sekarang sudah begini … ini yang dikatakan pembangunan infrastruktur infrastruktur itu ya …

pembangunan jalan tol baru yang membelah Cibubur ke Bekasi

Hanya sebentar mengamati … saya lanjut lagi .. melewati kampung kampung, masih ada pesawahan … bahkan ada kebun kebun juga … mendekat ke daerah perumahan Harvest … meskipun masih area rimbun hijau atau kebun kebun tapi sudah ada papan bahwa tanahnya sudah milik perusahaan swasta, bakal jadi perumahan … manusia banyak banget ya … dan pada senang datang ke Jakata … sampai buat rumah sekitaran Jabodetabek ga ada habis habisnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Trip Gua Cikarae dan Explore Lulut Klapanunggal

Selama kluyuran di sekitar Cileungsi Citereup ada satu area yang belum pernah saya kunjungi dan bikin kepo …. bikin penasaran, yaitu daerah di bawah tebing batu gunung Klapanunggal. Dari kejauhan tebing batu yang memanjang terlihat megah dan gagah, area di bawahnya rimbun kehijauan oleh pepohonan. Disana terkenal banyak gua gua yang bertebaran di sekitar gunung kapur tersebut : gua keraton, gua gajah, gua cikarae, gua silandak dll. Orang menyebut daerah tersebut Lulut .. kayak nama orang ya..

Start jam 7 kurang dari rumah melalui jatiwaringin terus dan terus.. sampailah di Cibubur dan terus lagi sampai di daerah Citeureup. Jam 8.05 tiba di tikum minimarket. Sepi.. tidak ada orang di teras minimarket ini… bengong dulu sampai mati gaya …. jalan mondar mandir.. tak lama kemudian om Adi muncul… janjian jam 8.15.

Kata om Adi kalau mau ke Lulut dia tahu jalan potong kompas melalui area Semen Tiga Roda. “Ok ..” kita berangkat.. jreng jreng..

Belum pernah saya memasuki area2 ini.. kita mengarah ke area tambang kapur dan storage, jalan membelah bukit dan bekas2 bukit kapur yang sudah rata, jalannya lebar dan mulus cor beton.. karena untuk akses hilir mudik truk truk. Menanjak dan gersang .. hampir tidak ada pepohonan disisi sisinya.

tipikal sungai di Citeureup berbatu kapur .. unik … #JanganDiZoom

Disatu spot kita berbelok ke jalanan kecil menanjak melewati perkampungan dan terus sampai keluar lagi dari perkampungan. Berdasarkan info2 saya membuat ancer2 lokasi gua, ketika sampai di spot tersebut .. bingung.. dimana ya.. posisinya harusnya di sekitar sini. Ada dua bocah kampung yang lewat, bocah kampung tersebut malu malu menawarkan jasanya untuk menunjukkan gua, katanya sudah dekat.

Mengikuti kedua bocah, masuk ke jalan setapak di sisi bangunan SD, menurun ke bawah, tidak jauh.. sekitar 30 meteran sampailah di lokasi, guanya dibawah rimbun rumpun bambu. . Kata bocah ini namanya gua Cikarae. Saya kira gua Keraton.. info2 di internet disebutnya begitu.
Kalau gua2 lainnya termasuk gua Keraton agak jauh dari sini kata si kecil.

area di gua Cikarae, gua ada di bawah rumpun bambu

Baca lebih lanjut

Melihat “sisa” Peninggalan Kerajaan Pakuan Pajajaran di Sindangbarang Bogor

Salah satu kerajaan besar di tatar Pasundan adalah kerajaan Pakuan Pajajaran yang pernah berkuasa lebih dari 5 abad sebelum hancur dan hilang. Dikabarkan sisa sisa kerajaan tersebut masih ada tersebar di beberapa area Bogor dan salah satu yang paling banyak adalah di daerah Sindangbarang Bogor.

Menurut referensi disekitar Sindangbarang terdapat 94 titik sebaran situs tua … wow banyak banget ya. Antara lain situs punden Surawisesa, Taman Sri Baginda, Sumur Jalatunda, Punden Rucita, Hunyur Cibangke, Punden Pasir Ater, Batu Tapak, makam Prabu Darmasiksa, serta belasan situs lain yang tersebar di lereng-lereng hingga puncak Calobak, salah satu puncak Gunung Salak.

Menurut penelitian Kerajaan Pakuan Pajajaran berada disana sekitar abad 13-15 Masehi dengan 9 raja yang pernah berkuasa. Tahun 1579, Kerajaan Pajajaran diserang dan dihancurkan oleh Pasukan Kerajaan Banten yang dipimpin oleh Maulana Yusuf sehingga bangunan bangunan hancur dan ditinggalkan terbengkalai menjadi hutan lebat. Perwira VOC, Scipio yang mendapatkan info tentang suatu kerajaan yang pernah besar dan hilang, tergerak untuk melakukan penelitian dan ekspedisi bersama tim-nya ke area Bogor pada tahun 1687 dan menemukan bukti bukti keberadaan kerajaan berupa reruntuhan dan bekas jalanan di daerah Bogor.

Rasa penasaran saya juga ingin melakukan ekspedisi .. eh piknik .. melihat peninggalan kerajaan besar tersebut. Kesanalah saya berangkat, jam 7.20-an sudah sampai ditikum perempatan Transyogi Cibubur, janjian ketemu jam 7.30. Duduk sebentar sambil baca2 enews hari ini.. #biarkeren supaya dianggap ga baca medsos mulu … 🙂

Tak lama om Adi nongol. Ngga pake basa basi.. langsung gowes. Melewati pintu perumahan Citra Indah, The Address, kolong tol, Tapos… terus aja, muncul2 dijalan Raya Bogor. Melewati Lipi.. melewati … eh sedikit memutari Kebun Raya Bogor.. Bolak belok di kota Bogor dan sudah berada di area pinggiran Bogor yang mengarah ke Gunung Salak … tapi masih jauh ke gunung Salak, disatu titik belok ke arah Sindangbarang.

Batu Punden Berundak Majusi
Spot pertamanya yang dilewati adalah Batu Punden Berundak Majusi. Ada papan petunjuknya di pinggir jalan dan kita masuk ke gang yang hanya bisa dilalaui motor dengan kanan kiri rumah2 penduduk. Ada beberapa percabangan.. seperti biasa tidak ada lagi papan petunjuk.
Yang anehnya.. bertanya ke penduduk disana… banyak yang tidak tahu… padahal di gerbang gang di jalan raya ada papan petunjuknya .. koq bisa mereka tidak peduli atau penasaran untuk cari tahu dan melakukan ekspedisi di kampungnya … 🙂 Dari sekian yang ditanyai ada juga yang tahu dan menunjukkan arahnya.. ketemu percabangan lagi .. tanya lagi… tidak tahu lagi.. terus begitu berkali kali.. bahkan banyak yang menampilkan muka bengong kalau ditanya situs batu Punden Berundak Majusi… welehhh.. kita jadi kayak orang bloon.
Akhirnya ada orang yang tahu dan memberikan detil arahnya, kita harus masuk melipir diantara rumah2 penduduk dan masuk ke area kuburan yang rimbun oleh pepohonan kayu dan rumpun yang tinggi tinggi… hiyyy.. cari2 di area kuburan koq ngga ada.. diujung kuburan adalah lembah dengan semak belukar lebat dan pepohonan rimbun. Masuk sedikit ke area lembah tapi balik kembali.. takut ular.. hiyyy. Baca lebih lanjut

Main Lagi ke Curug terdekat dari Jakarta – Curug Citeureup Asri

Main ke curug dari Jakarta tidak perlu pergi jauh jauh, ke Citeureup aja. Tidak perlu berlama lama bermacet macet … apalagi kalau kesananya digowes .. 🙂
Curug ini masuk kategori curug terdekat kedua dari Jakarta, yang pertama terdekat adalah curug Parigi di Bekasi … dan kedua .. ya inilah .. curug Citeureup Asri.

Di Citeureup memang ada curug, tidak ngetop sepertinya hanya orang2 lokal saja yang tahu keberadaan curug ini … pernah kesini tapi waktu itu masih musim hujan .. tidak bisa turun ke sungai karena airnya melimpah.

Jam 8.05 tiba di tikum minimarket daerah jalan Raya Gunung Putri, om Adi tepat baru saja mendarat .. chit chat sebentar dan berangkat lagi.

Melewati pabrik semen, pasar yang crowded sama angkot2 yang berhenti seenaknya, belok kiri mengarah ke Tajur Citeureup belok kiri lagi masuk jalanan kampung bulak belok bulak belok… “wah baru kali ini saya lewat jalan ini… ” Om Adi yang spesialis blusukannya di daerah Citeureup, Sukamakmur, Jonggol dan Sentul … ternyata masih ada area yang belum “terpetakan” sama dia.

Jalanannya kadang jelek kadang coran beton mulus .. diselang seling. Sebenarnya tidak terlalu jauh dari jalan raya .. +- 5 km-an.

Jalanan berubah menurun cukup curam kebawah … dan masuklah kita ke perumahan Citeureup Asri, sepeda diarahkan ke pinggir sungai.

perumahan tepat di sisi curug Citeureup

Baca lebih lanjut

Berkelana ke 4 Batu Prasasti Bogor ; Prasasti Tapak Gajah, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Batu Dakon dan Prasasti Pasir Muara

Bogor termasuk daerah yang sudah dihuni sejak zaman dahulu, sejak zaman prasejarah dan zaman kerajaan .. terbukti dengan banyak ditemukan bukti bukti peninggalan bersejarah, salah satu daerah yang terdapat beberapa benda bersejarah adalah Ciaruteun yang dialiri sungai bahkan disana ada beberapa sungai yang bertemu menjadi satu. Sungai besar yang bersatu adalah sungai Cianten dan sungai Ciaruteun. Disana ada 4 batu prasasti.

Destinasi menarik untuk dikunjungi, sekali kayuh 4 tempat terkunjungi … yeayyy.

Tapi jauh juga dari tempatku.. tercatat 73 km di cyclocomp ketika sampai kesana ..
ngga apa2 namanya juga berkelana asik.

Gowes melewati cawang, pasar kramat jati, lalu masuk ke daerah militer Cijantung.. nongol2 di Depok, melewati margonda … Stasiun KA Citayam yang crowded… sepeda saja harus berjuang selap selip.

Di daerah Citayam mulai berbelok potong kompas ke jalan jalan kampung yang kecil… kadang jalanan tanah, aspal hancur, ada juga aspal mulus.. potong kompas ini malah jadi lambat.. daerahnya masih asri … rumah2 jarang, banyak kebun2 … kapan lagi lewat sini .. enjoy aja.

potong jalan di daerah Citayam melalui jalanan kampung

Baca lebih lanjut

Perjalanan Melihat Bendungan Cipamingkis yang lain

Bendungan Cipamingkis yang lain… maksudnya …

Ini bukan bendungan yang tertukar, memang ada 2 bendungan Cipamingkis …. Siapa pula yang nukerin.
Bendungan Cipamingkis yang satu lagi, posisinya lebih ke hulu … pernah saya kunjungi. Sedangkan yang satu lagi, yang ini … belum pernah …. penasaran…

Berangkat gowes …. seperti biasa sudah agak siangan, jam 8 kurang … Kalimalang, Kemang Pratama, Narogong.. dan muncullah didaerah Mekarsari… jalanan tidak terlalu ramai dan jarang ketemu pesepeda … iyalah.. matahari sudah naik begini … kalau pagi2 pasti banyak.

Melewati Taman Buah Mekarsari … terus ke arah Jonggol… menikmati jalanan rolling naik turun.. dan lebih banyak nanjaknya. Kendaraan bermotor sudah cukup ramai … bahkan bis2 pun sudah lalu lalang mengarah kearah Cariu Jonggol .. kearah Cianjur.

jembatan Cipamingkis Jonggol

Sampaillah di Jembatan Cipamingkis yang membelah jalan utama menuju Cariu. Jembatan ini dulu pernah ambrol …. tergerus derasnya sungai Cipamingkis. Dari atas jembatan terlihat sisi2 sungainya tergerus dan ambrol… memang dasyhat aliran sungai ini pada musim hujan.

Lewat sedikit.. dari jembatan ini.. kemudian belok ke kanan masuk jalanan kampung yang berbatu batu… gowes pelan… menikmati ajrut ajrutan sepeda rigid.. untung destinasi hanya sekitar 1.5 km-an lagi. Baca lebih lanjut

Citeureup juga punya curug : Curug Citeureup Asri

Ini adalah Informasi non A1 .. ya mungkin levelnya A4 … #KertasKali … di Citeureup ada curug.
Untuk memastikan info tersebut maka harus di check ke lapangan.

Sebenarnya agak ragu juga untuk pergi kesana di musim hujan ini …
kalau musim hujan air curugnya bisa terlalu meluber… kalau lewat jalanan tanah… becek.. kotor.. malas kotor kotoran.. maklum cowok metropolis.. anak mall …

Tapi dari beberapa destinasi yang mau saya tuju… ini yang agak mendingan. Destinasi lain melewati jalanan tanah yang cukup panjang… Ya sudah saya berangkat ke Citeureup aja … jam 8 kurang baru berangkat.. haha.. jadi makin siang aja.

Kalimalang, Pondok Gede terus melewati Bukit Golf Cibubur dan muncul sudah di daerah Citeureup… dekat ya.. Melewati dulu pabrik Semen lalu pasar Citeureup yang macet dan belok kiri .. terus aja .. lalu belok kiri lagi … mulai masuk jalanan kampung… ikutin terus panduan GPS.. berbelok belok … lalu menurun curam ke jalanan berbatu batu besar …. daripada nyungsep .. ga bisa nge-mall .. sepeda di tuntun aja … dan.. harus melewati galengan sawah… waww.. really.. mikir dulu.. cape ga ya.. angkat2 sepeda … pakai tanya segala … sudah angkattt… jalan perlahan.. galengan tanah ini licin … khawatir tikosedat.. terpelanting red. Kalau sampai tikosedat saya namakan ini curug Tikosedat aja, untung hal itu tidak terjadi. Baca lebih lanjut

Ngebolang ke Kampung Kolecer dan Curug Leuwi Bolang

Plan A adalah ngebolang ke suatu leuwi dan curug yang letaknya berdekatan … dua2nya tidak terkenal. Ancer2 lokasinya saya dapat dari googling sana sini. Ternyata realita berbeda … pindah ke plan B.. apa Plan B .. kita pikir dulu.

Seperti biasa.. berangkat siangan.. hampir jam 7 .. mendung .. tidak masalah .. kan tidak selamanya mendung itu kelabu .. lewat kalimalang, pondok gede, cibubur dan nongol di pertigaan area Cibinong. Jam 8 lewat sedikit saya lihat om Adi lagi bengong menanti di pelataran minimarket.

Duduk2 dulu sambil buka perbekalan dan saya mengutarakan niat mau pergi kemana …#FormalBangetYa
Tempatnya belum pasti dan tidak jelas .. kenyataan bisa berbeda… ” Ok .. tidak masalah.. kita let’s go ” kata om Adi. Easy going dan sabaran… cocok untuk di ajak ngebolang yang ga jelas jelas.

Cuss aja kita melaju .. lewat pabrik semen dan setelah pasar Citereup berbelok ke arah Sukamakmur. Jalanan rolling naik turun tapi di dominasi tanjakan tanjakan.

Disatu titik kita berhenti … heyy.. ada spot selfie.. komplit dengan sarana selfie : sayap, hati, dll. Sepertinya warga sekitar membuat wisata kekinian… wisata selfie. Dengan background lembah dan bentangan tebing kapur gunung klapanunggal yang indah cocok untuk jadi wisata selfie.

Baca lebih lanjut

Leuwi terdekat dan curug Tertinggi di Sentul – Leuwi Asih, curug Handeleum dan curug Kalimata

Sentul memang daerah sejuta curug, banyak banget curug di Sentul. Ada 2 curug yang selama ini hanya dilewati saja ketika jalan jalan gowes kesana. Memang curug ini kalah popular dari Leuwi Hejo dan Curug Putri Kencana. Penasaran juga dengan curug dan leuwi ini .. leuwi Asih dan curug Kalimata. Daripada kepikiran kayak mikirin negara .. mending saya piknik aja kesana.

jam 6 pagi kurang titik sudah berangkat. Long weekend ikut keramaian orang pergi piknik ..

Sepanjang perjalanan relatif sepi .. tidak padat, bahkan pesepedapun tidak ketemu banyak dijalan. Pada kemana orang2 …

Mengarah ke Babakan Madang Sentul… jalanan tidak rame, menanjak terus ke atas dan sampailah di destinasi pertama.

perjalanan di daerah Babakan Madang Sentul

Baca lebih lanjut

Wisata kekinian di Depok – Kampung 3D Depok

Wowww .. 3D .. zaman now zaman 3D .. 2D sudah biasa. Kampung warna warni sudah banyak … dimana mana ada … tapi kalau kampung 3D masih sedikit. Salah satunya Kampung 3D di kota Depok.

Di era digitalisasi zaman now … banyak sekali terjadi perubahan. Perubahan terjadi dengan cepat.
Di kategori wisata aja sekarang ada wisata selfie … ga terbayangkan dulu ada wisata seperti ini. Tempat yang tidak memiliki keindahan alam, tidak memiliki nilai sejarah .. atau bisa dikatakan tempat yang “biasa biasa saja” bisa dirubah menjadi tempat wisata. Dengan kreatifitas akan tercipta spot spot kece untuk selfie yang akan menarik orang orang untuk datang, seperti di Kampung 3D Depok ini.

gerbang masuk Kampung 3D Depok

Baca lebih lanjut