Must Visit curug di Sentul – Curug Putri Kencana

curug putri kencana.pngDari sekian banyak curug di Sentul Bogor ada dua komplek curug yang masuk kategori ” Must Visit ” yaitu Leuwi Hejo dan Curug Putri Kencana.

Selain kedua curug ini letaknya berdekatan dan di dalam satu areal ada beberapa curug (air terjun) dan leuwi (lubuk) keren yang dapat sekalian dikunjungi.

Leuwi Hejo saya pernah, curug Putri Kencana saya belum. Hal ini membuat saya galau.. menghapus kegalauan saya harus kesana… jam 8an sudah nongkrong di pinggir jalan daerah Citeurep, tak lama kemudian om Adi nongol.

Loading perbekalan dulu di minimarket dan cus meluncur ke sentul. Sepanjang perjalanan dari rumah sampai ke Sentul jarang sekali ketemu pegowes… entah mengapa..

Melalui jalanan Raya Babakan Madang terus menanjak dengan telaten, melewati pintu masuk Jungle Land terus keatas.
Selepas pertigaan kanan ke gunung pancar dan kiri ke Curug Putri Kencana, suasana pemandangan berubah banyak, sawah berundak, lembah, sungai berbatu batu dan hutan lindung lebat tidak jauh dari pandangan mata.

Melewati beberapa pintu masuk ke leuwi dan curug2 lain : curug leuwiasih, curug kalimata, kawah merah, dll. Kalau ada waktu silahkan mampir, saya lanjut terus sesuai misi yang diemban.

Tidak tahu berapa tanjakan penguras napas dan tenaga terlewati, kemudian menurun curam menuju jembatan di lembah. Sesampai di lembah kita berhenti dulu… bukan untuk menikmati pemandangan tapi untuk sejenak menarik napas bersiap siap menanjak kembali ke atas melewati tanjakan terngehe di daerah ini.

Ditanjakan ini pikiran fokus konsentrasi … hanya memikirkan kapan tanjakan ini berakhir … tidak terpecah oleh hutang ataupun tagihan yang belum terbayar … Om Adi dengan gahar langsung melesat.

Saya merayap dan.. yeayy.. sampai juga ke atas … girang banget apalagi jarak sudah dekat 1 km-an lagi.

Disatu titik kita belok kanan ke jalanan semen dan menanjak keatas melalui rumah2 penduduk melewati parkiran mobil. Mobil yang mau ke curug parkir disini, jalanan mengecil dan masih melewati rumah penduduk kemudian menuruni lembah hijau dan terlihat ada bendungan dari aliran sungai Sadon di bawah lembah. Baca lebih lanjut

Iklan

Mungkinkah ini Gua Prasejarah – Goa Sancang Rawa Bogo

Diduga ini adalah gua prasejarah .. gua peninggalan zaman batu.
Goa Sancang Rawa Bogo membuat saya penasaran untuk menyambanginya.

Gowes nyamperin dulu om Adi di tikum Metland Cileungsi, ternyata di sana lagi lesehan aja berdua sama om Maryono yang akan gowes sendirian kearah curug Ciherang. Diajakin untuk gowes bareng kita .. tapi tidak tergoda oleh iming2 … karena sudah bertekad akan pergi ke Ciherang. Gowes barengan bertiga melalui jalan raya Jonggol Cariu dan berpisah di daerah Cibucil, kita belok kiri dan om Maryono lurus.

Tapi disini mulai terjadi kekacaun arah … panduan yang kita pakai adalah aplikasi gps googlemaps dari android. ternyata malah dibikin berputar putar. Masuk lagi ke jalan kecil perkampungan dan … eeee koq nongol lagi di jalan raya Jonggol Cariu .. tetap kita percayakan sama aplikasi ini walau mulai ragu …
terus masuk melalui alun alun jonggol dan nongol kembali ke jalan raya Jonggol Cariu …. hadehhh. Terus kita ikutin sampai melewati jembatan Cipamingkis yang ambruk dan harus melalui jembatan alternative yang ada di sebelahnya dan dikenakan tariff seperti masuk tol oleh warga sekitar jika mau menyebrangi jembatan tersebut, jembatan ini bisa dilalui kendaraan roda 4, tapi truk tidak bisa melalui jalan ini.

Sambil jalan kita berhenti beberapa kali untuk mengecek … diperhatikan dengan seksama .. ternyata panduanya mengarah ke dalam suatu komplek dan setelah di teliti ternyata itu adalah komplek Batalyon Polisi Militer. Memang goa yang dituju tidak ada jalannya dan berdasarkan panduan map android ini jalan terdekat ketitik lokasi adalah melalui komplek PM itu. Wah bakalan ribet kalau mesti masuk sana, bakalan ditanya macem macem .. masih mending kalau cuma minta menyebutkan 5 suku yang ada di Indonesia. Kita cari jalan lain yang memutar .. dan kenyataan memang jadi berputar putar kembali … hadehhh.

Baca lebih lanjut

Berteduh di hutan Cifor dan Situ Gede Bogor

Musim kemarau.. gersang.. kering.. panas.. bener bener garing.
Butuh tempat yang adem rindang teduh sejuk.

Yang terbayang adalah Bogor.
Hutan Raya tempat yang oke … hmm tapi pastinya di long weeken begini ramai … sudah pernah beberapa kali juga kesini.
Inginnya ketempat lain yang belum pernah. Di Bogor ada hutan lain… CIFOR .. belum pernah saya kesini … cocok deh.

Jam 1/2 tujuh lebih meninggalkan rumah. Selama perjalanan semuanya berjalan tertib aman lancar.

Melewati Cibubur, Cibinong, jalan Raya Bogor dan belok kanan gowes di bawah tol lingkar luar Bogor.
Jalan lancar, jalan tol lingkar luar Bogor ada di atas, stop dulu di minimarket loading perbekalan. Lanjut lagi … ternyata sebagian jalan layang tol ini masih proses pengerjaan.. akibatnya jalan menyempit… ngantri .. macet.

Belok ke kiri melalui Taman Yasmin lalu menurun melewati lembah yang ada sungainya… nanjak lagi dan belok kanan.. tak lama kemudian jam 9an sampailah di Cifor.

serasa gowes membelah hutan

Baca lebih lanjut

Bermain di Kampung Air Warna Warni Katulampa

Lagi ngetrend kampung warna warni
Bermunculan kampung berwarna warni di beberapa tempat di Indonesia.
Copy paste untuk sesuatu yang baik adalah bagus .. bahkan hebat, banyak tempat2 lain yang tidak tergugah, tidak terinspirasi, tidak move on … padahal memiliki potensi untuk maju.

Satu daerah hebat lagi adalah daerah di Bogor tepatnya di daerah bendungan Katulampa. Warganya secara swadaya merubah dan menata pemukiman padat menjadi cantik dan menarik untuk di kujungi. Keunikan Katulampa dari kampung warna warni lain adalah memiliki sungai bersih yang dimanfaatkan untuk bermain air, sehingga dinamakan Kampung Air Warna Warni Katulampa.

Setelah kondisi Katulampa berubah jadi warna warni …. saya pengen main kesana lagi, pernah 2 kali kesini tapi sudah lama sudah pasti waktu itu kondisinya masih standard belum di “upgrade” seperti sekarang. Orang lebih mengenal Katulampa ketika musim penghujan .. ketika Jakarta mulai banjir pasti banyak liputan dari Katulampa yang mengabari ketinggian air tapi sekarang kondisinya berubah .. tidak dikenal hanya karena musim penghujan saja bahkan musim kemaraupun menjadi bahan pembicaraan.

jalan pintas dari perumahan sentul

Baca lebih lanjut

Tempat Pertapaan Pendekar – Gua Arca Sodong

Katanya gua ini adalah tempat bertapa pendekar.
Jika Anda pendekar atau ingin menjadi atau ingin bertemu .. atau hanya ingin jalan2 ke tempat pendekar, patut dipertimbangkan untuk menyambangi gua Arca di daerah Sodong.
Saya juga ingin kesana … Ya gini gini juga punya teman pendekar lho.. teman yg pendek dan kekar … hahaha

As usual .. roda sepeda menggilas tanpa ampun jalanan kalimalang mengarah ke Bekasi, bolak belok.. nongol di jalan Narogong.

sepeda digelindingan terus dan sampai ke Metland Cileungsi yang masih ramai sama orang yang berolah raga, jalan pagi maupun nongkrong2 aja.

sebagian area perkebunan sawit Cileungsi yang menjadi kosong

Nyebrang jalan Cileungsi masuk perumahan2, jalanan desa dan masuk ke area perkebunan sawit Cileungsi. Jalanannya masih jalan tanah dan berbatu, sebagian area kebun sawit sudah di babat menjadi padang rumput dan sebagian lagi masih ada pohon2 sawitnya. Tidak tahu apakah pohon sawit ini masih produktif atau tidak. Baca lebih lanjut

Curug bertetangga : Curug Cilandak – Curug Citiis Jonggol

Ga banyak curug yang tetanggaan.

Di Jonggol ada curug bertetangga seperti ini, asyikkan… sekali tepuk dapat dua.

Pagi pagi bersemangat siap pergi … tapi nyatanya baru berangkat jam 7 lebih.. goweser kesiangan .. ada aja urusan dadakan.. #AlesanAja

Janjian ketemuan di Metland Cileungsi jam 7.30 pasti bakalan telat lama .. 28 km untuk sampai ke tikum. Kirim text ke om Adi.

Disana om Adi sudah bosen nunggu, sampai gowes puter2 dulu. 8.20 saya baru sampai.

“Mau Kemana kita … ?” dengan tampang keringetan, habis muter2 gowes.
“Curug Cilandak dan Citiis” dengan suara mantap dan tampang bersalah.

“Yang satu pernah .. satu lagi belum”

Kita gowes beriringan melewati Taman Mekarsari dan terus mengarah Jonggol. Minggu pagi ini jalanan sudah cukup rame kendaraan yang bepergian.

Mendekat alun alun Jonggol .. perut terasa lapar, padahal sebelum berangkat sudah nyemil dulu.. tapi ga nendang, stop di minimarket. Tak tahu kenapa sepanjang perjalanan ini dari pergi sampai pulang… laper terus. Waktu pulangpun padahal sudah makan soto daging walaupun rasanya hancur, tapi saya habiskan, kenyang sebentar .. dan laper lagi.. gowesan jadi gontai.

Dari alun alun Jonggol mengarah ke pasar Dayeuh dan berbelok kiri ke jalan kecil, kalau ke kanan mengarah menuju Sukamakmur – Sentul – Cileungsi.

Mengikuti jalanan desa ini dan menyebrangi sungai Cipamingkis. Dulu harus melalui jembatan bambu tapi sekarang sudah dibangun jembatan baja yang kokoh dan keren. Jembatan ini lebarnya pas banget semobil. Jika ada mobil lewat, maka motor tidak bisa berpapasan bahkan pejalan kakipun akan susah berpapasan. Baca lebih lanjut

Ternyata Hambalang menyembunyikan waduk dan curug – Waduk Bogor Raya Ecopark

Siapa sih yang menyembunyikan …
Jangan main main sembunyi gini .. saya cari lho

Jam 7-an saya sudah bengong aja sendirian di minimarket daerah Cikeas. Telepon berbunyi, om Adi mengabari datang terlambat. saya melanjutkan bengong lagi. Berdiam lama jadi kedinginan … saya berpindah ke tempat yang disinari matahari pagi … berjemur .. menikmati kehangatan.

Jam 8-an lebih baru nongol … cengengesan.. ngobrol2 dulu .. “mau kemana kita ..??” Di atas Hambalang ada waduk, kita kesana. “Ngga tahu … ayo aja” Asyiknya sama om Adi .. senang diajak untuk explore .. jalan2 … termasuk ke tempat tempat yang ngga jelas seperti ini. Gimana ngga jelas … tidak ada info sama sekali di Internet mengenai waduk ini .. dan bagaimana kondisinya disana.

Jam 9 kurang kita berangkat mengarah menuju Citereup. Disatu perempatan kita belok menuju jl Raya Tajur, melewati Pasir Mukti dan berbelok keluar dari jalan utama. “Ini jalannya buntu ..” kata om Adi. Tapi tetap kita masuk, beberapa tahun silam om Adi pernah masuk jalan ini. Tapi sekarang dia terheran heran … sudah banyak rumah2 penduduk disini … Menyusuri jalanan aspal dan kemudian berubah menjadi jalanan beton, rumah2 semakin jarang. Jalanan berubah menjadi jalanan batu macadam .. dan mentok di portal tertutup. Ini adalah area pabrik semen, nampak gedung dan conveyer belt untuk membawa bahan baku pabrik semen. Saya perhatikan.. gedungnya seperti tidak digunakan lagi, tidak ada penjaga … tapi kita tidak menorobos masuk … ini area private tidak bisa seenaknya saja menerobos masuk.

jalan mentok ke area penambangan bahan semen dan ditutup portal

conveyer belt untuk membawa bahan baku semen, panjangnya berkilo kilo meter

Wah padahal itu jarak terdekat untuk menju waduk .. akhirnya kita mencari jalan memutar, melewati gang2 kecil perkampungan mencari akses yang mengarah ke atas, kearah hutan … gang2 disini kecil, berbelok belok menanjak .. tapi akhirnya mentok .. jalan buntu. Ya sudah akhirnya kita harus berputar, keluar menuju jalan raya yang mengarah ke Villa Bukit Hambalang. Berputar cukup jauh dan terus merayap menanjak ke atas.

Dan kemudian berbelok kembali masuk jalanan kampung. Melewati rumah2 padat dengan tipikal jalanan kecil dan lagi lagi menanjak. Di satu titik kita ketemu grup pesepeda yang sedang rehat di warung. Ngobrol2 dulu .. mereka bertujuan untuk menjajaki tanjakan Anaconda yang terkenal di daerah sini dan mereka heran .. koq pakai sepeda balap ke track seperti ini .. saya jelaskan ini bukan sepeda balap … tapi mereka tidak paham .. ya sudahlah. Ini adalah warung terakhir di ujung desa … karena selepas ini kita akan masuk ke area padang tandus.

di ujung desa, pemandangan berubah menjadi seperti ini

Baca lebih lanjut

Curug tersembunyi di Gunung Klapanunggal Jonggol – Curug Cimapag

Gunung Klapanunggal yang membentang dari Cileungsi sampai Jonggol, letaknya tidak jauh dari Jakata. Selalu bikin penasaran … biasanyakan digunung pasti ada curug.

Tapi susah sekali mendapatkan informasi… dimana letak curug curugnya.

Berdasarkan info2 sih, didekat gua Ciwadon ada curug, curug Sedong namanya. Tuh .. kan ada satu tuh… ada lagi yang lain gak …

Segala tehnik, cara dan jurus2 simpanan dikeluarkam untuk mencari cari informasi.

Akhirnya didapat informasi bahwa ada lagi curug, ke atas lagi dari pemandian Sodong. Posisinya ada di hutan Klapanunggal dan berdasarkan jarak terdekat harus melewati hutan.

Melewati hutan… hmmm… kalau sendirian cari masalah… mending cari teman saja… kontak om Adi.

Janjian Tikum di Metland Cileungsi dengan om Adi. Sampai disana jam 7.30 kurang dikit. Ternyata ada om Dono juga yang kebetulan lewat sana mau ke sodong .. dan ada lagi Om2 lain yang akan gowes ke Sodong .. hmm .. koq ga ada Tante yang ikut ya …

Berangkatkah kita ke sodong, melewati perkebunan sawit cileungsi dan akhirnya sampailah di pemandian Sodong.
Rehat sambil makan mie di warung, para pengunjung semakin banyak berdatangan. Keluarga dan rombongan2 ..pemandian mata air sodong akan semakin penuh.

Waktu semakin siang.. kelamaan rehat dan ngobrol2, akhirnya kita lanjutkan perjalanan.. ada lagi yg ikut, om maryono.
Berempatlah kita berangkatt.

Gowes nyantai.. disatu titik kita berbelok, masuk jalan berbatu dan langsung menanjak. Ternyata.. dari mulai titik ini.. bisa dikatakan 95% ttb plus plus … tuntun, dorong2 .. dan angkat2 sepeda, sepanjang 4 km lebih …

ayo doronggg … tipikal jalanan berbatu dan menanjak

Selain jalanan batu kapur besar2 … juga melewati banyak kubangan2 lumpur.. 90% jalanan menanjak. Meskipun ada sedikit turunan.. tidak gowesable … kalau bukan batu2 besar .. jalanan tanah yang licin.
Intinya … nanjak sepeda di dorong2 .. turunan sepeda dituntun2.

truk terjebak di kubangan

Baca lebih lanjut

Plesiran ke Goa Terpanjang — Goa Ciwadon Jonggol

Di gunung biasanya ada gua
Di hati kamu ada apa ..

ehh … sudah fokus … mending kita bahas gua dan elo ..
ehh … goa aja deh

Di area pebukitan Jonggol ada beberapa goa yang terdengar, pengen jalan jalan kesana … plesiran .. permasalahannya tidak jelas lokasinya tepatnya ada dimana.
Jadi kita harus nyari nyari sendiri gitu … ihhh .. Kan masih banyak yang harus dicari dikehidupan ini .. jadi nyari2 yang pasti aja deh.

Kebetulan dapat koordinat goa Ciwadon dari blogger yang suka sesepedahan juga kayuhanpedal.com dan lokasinya relatif tidak jauhlah jadi siang bisa sudah sampai dirumah kembali.
Oke sip .. berangkat sudah … jam setengah tujuh kurang cuss meluncur dan jam 7.26 sudah sampai di gerbang Metland Cileungsi. Lesehan ditrotoar dan 7.29 om Adi jatiasih muncul ..

yeayyy on schedule …. Sesuai janjian jam 7.30 .. tapi memang kalau janjian sama om Adi ini selalu ontime .. hebat deh ..
Ngobrol2 dulu ngalor ngidul .. waktu mau berangkat .. ada grup peseda mendekat dan meminta tolong … apa minjem uang … ehh salah denger … pinjem tools.

Om Adi sibuk bantuin ngutak ngatik .. saya .. saya sih duduk lesehan lagi, lumayan lama juga .. ngga tahu berapa menit … tapi bisa buat ngopi ngopi dulu kalau mau ..

Akhirnya berangkat gowes melewati Mekarsari dan terus mengarah ke Jonggol, lalu kita masuk perumahan Citra Indah Jonggol .. jalanan utamanya lebar dengan gerbang segede gaban ..

masuk ke komplek perumahan Citra indah Jonggol

Terus saja masuk kedalam melewati beberapa cluster dan disatu titik harus belok kiri … ternyata jalan desa yang membelah perumahan ini sudah dibuat fly over .. welehhh. Terpaksa kita harus mengotong sepeda ke atas … yang paling risky ketika harus menggotong melewati pager jembatan .. hanya ada pijakan kecil … ngangkat sepeda besi chromoly ini berat euy … hampir saja saya terpelanting jatuh .. untung ada om adi yang bantuin … bikin ngos-ngosan dan sport jantung aja.

keluar komplek harus naik ke atas jembatan

Baca lebih lanjut

Mengejar Bidadari ke Curug Bidadari

curug-bidadari

Curug ini sudah termasuk mainstream.
Termasuk curug yang pertama ngetop di daerah sentul, dibanding curug2 lain yang sekarang bermunculan.
tapi koq… saya belum pernah kesini … kasian banget ga sih.
ngga juga ah… soalnya banyak juga yang belum kesini, masak mereka semua harus dikasihani juga.
saya pikir sudah saatnya saya kesana .. siapa tahu ketemu yang manis2, yang cantik2 … ketemu bidadari.

jam 06.38 mulai mengayuh pedal, melalui jalanan kalimalang yang relatif sepi kendaraan yang lalu lalang. Setelah selepas 40 km-an menganyuh ngayuh pedal .. perut semakin lapar, belum sarapan dari berangkat … celingukan mencari sasaran tembak .. akhirnya ada warung soto ayam yang lagi siap2 buka … hmm menggoda juga, saya bakalan jadi customer pertama… siapa tahu dapat diskon ..
jam 8.30-an sarapan soto di dekat Sentul sirkuit … rasa sotonya biasa aja sih .. berhubung cape .. rasa tak terlalu dipermasalahkan .. ngga lama jalan lagi… oh ya … ngga dapet diskon juga… eh masih ngarep.

mulai masuk jalanan sentul dan mulai menanjak panjang. melewati Taman Budaya Sentul dan berbelok kanan menuju daerah yang terkenal bagi para pegowes penyuka tanjakan .. km nol, kenapa disebut begitu coba…

Tanjakan didaerah sini memang bener2 menguras tenaga dan stamina, peluh mengucur deras seiring napas yang megap megap … gowes merayap … enjoy aja. Baca lebih lanjut