Berwisata ke Rumpin — Goa Pengantin

Jarang banget saya main ke Rumpin Bogor, padahal disana banyak tempat menarik dari yang popular sampai yang tidak popular … salah satunya adalah Goa Pengantin.

Kenapa ya dinamakan goa pengantin… apakah disana tempat untuk para pengantin… hmm … maksudnya untuk yang satu itu kali ya…. #ApaSihh

Daripada berpolemik… saya putuskan untuk berwisata kesana.

6.20 sudah menggelinding … lewat Cawang terus ke LA – Lenteng Agung, angkat angkat sepeda dulu menyebrang jembatan penyebrangan rel KA Depok. Lalu melewati pasar Lenteng Agung yang macet… crowded
Melewati Setu Babakan terus ke dalam ke arah Limo, lanjut melewati Sawangan… beda daerah sini dengan Jaktim ataupun Bekasi… didaerah sini tanahnya berkontur naik turun… dan udara serasa lebih segar… mungkin karena masih banyak pepohonan dan jarang daerah industri. Banyak sekali melalui percabangan bahkan melewati gang gang kecil … ada satu gang yang sudah dilalui cukup jauh.. tiba tiba ditutup karena ada kegiatan warga… welehhh… harus putar kembali ke luar ke jalan raya yang lebih jauh berputar. Plus minus sih lewat gang atau jalan raya, kalau lewat gang jarak lebih pendek tapi harus pelan pelan… banyak warga atau anak kecil dan juga banyak polisi tidur, kalau lewat jalan raya jarak lebih jauh tapi bisa gowes lebih cepat.

Selepas Sawangan berbelok dan melewati Pasar Raya Parung… yang lebih crowded dan lebih macet dari pasar LA. Mesti sabar sabar… Selepas pasar jalanan disini jauh lebih berdebu .. tidak tahu kenapa. Pokoknya terus saja… mendekati sungai Cisadane.. terlihat gunung hijau memanjang… kerenn… sesuatu yang beda banget. Karena sepanjang perjalanan dari Kalimalang sampai lewat Parung, Ciseeng +- 50 km-an … sepanjang jalan sudah padat oleh rumah rumah… bahkan komplek perumahan dari yang lama sampai yang baru.

background .. bukit Nyungcung Rumpin

Baca lebih lanjut

Iklan

Lembah Harau versi Bogor – Tebing Harrow

Lembah Harau… kerennn
Mau ke Sumatera Barat .. wah nan jauh di mato.

Tapi tenang ada Harau versi Jonggol Bogor.. meskipun lembah .. tapi disebut Tebing … tepatnya Tebing Harrow. Kenapa dinamakan begitu… saatnya cari tahu.

Jam 7.40-an sudah sampai di gerbang Metland Cileungsi. Janjian 7.45 … duduk di rumput sambil makan camilan camilan.. tak lama om Adi nongol.

Salaman … ngobrol bentar .. dan langsung cabut mengarah ke Jonggol, jalanan cukup ramai kendaraan .. terutama bis2 yang menuju Water Kingdom.

Melewati gerbang Citra Indah, terus dan belok kanan ke arah Dayeuh Sukamakmur.

Tanjakannya mulai terasa, di pasar Dayeuh belok kiri keluar dari jalan utama masuk kejalanan desa kecil. Menyebrang jembatan sungai kering Cipamingkis … karena keringnya sampai mobil juga masuk ke sungai.

sungai Cipamingkis yang mengering

Baca lebih lanjut

Menikmati Wisata Selfie di Sukamakmur Bogor – Bukit Pancasila dan Bukit Cinta Cibadak

Minggu lalu ketika main ke daerah Sumakmur melewati dan melihat tempat ini… ada di atas bukit .. terlihat menyendiri dan sepi .. penasaran.

Jadi berangkat lagilah kesana.

Perjalanan melalui rute biasa… jatiwaringin, pondok gede … lalu sampai pasar Citeureup .. daerah lainnya di skip biar cepat.. haha.

Di pasar belok kiri dan mulai rolling naik turun.. sudah pasti lebih di dominasi tanjakan.

Melewati Kebun Wisata Pasir Mukti, lalu curug Leuwi Bolang, terus saja… yang berasa berbeda di jam 8-an pagi ini .. jalanan Sukamakmur Tajur ini sudah ramai oleh rombongan2 motor berboncengan berpasang pasangan menuju ke atas … sepertinya mereka akan pergi piknik. Mungkin juga karena awal bulan .. sudah pada gajian..

Sayamah pelan aja ngerayap… disalipin motor2, tidak ketemu pesepeda yg mengarah sama, hanya ketemu sekelompok pesepeda yang sedang rehat di saung ditengah sawah.. cara rehat yang berkelas πŸ™‚

banyak menemukan view spot seperti ini di jalan Sukamakmur Tajur

Terus saja menanjak berkelok kelok, tidak ambil jalan shortcut tapi tetap di jalan utama Tajur Sukamakmur. Sedikit berputar menyusuri punggungan bukit, tanjakannya tidak securam jalan shortcut tapi… tetap menanjak dan terus menanjak.. kalau lewat jalan shortcut serasa langsung dihabisi tapi lewat jalan utama ini seperti dihabisi perlahan lahan … haha. Baca lebih lanjut

Destinasi Wisata Teranyar Sukamakmur Bogor — Leuwi Baregbeg dan Curug Batu Ajag

Perjalanan ini terjadi karena korban hoax … kalau masalah politik mah sudah biasa … tapi ini masalah destinasi wisata aja di hoax-kin .. gile ya.

Melihat foto di internet dengan view keren ke arah lembah… apalagi lokasinya ada di Sukamakmur Tajur Citereup, posisinya yang tidak terlalu jauh… begitu menggoda.

Mendapatkan lokasinya koordinat juga dari internet…berangkatlah saya kesana… dengan riang gembira… akan ketempat keren dan lokasinya pun sudah pasti.

Gelindingan sendirian dari kalimalang ke Pondok Gede, Cibubur, melewati pabrik semen dan sampailah di daerah pasar Citereup, perjalanan aman dam lancar.
Di Pasar Citeureup belok kiri ke arah Tajur Sukamakmur. Perjalanan mulai merambat menanjak … dan kadang benar2 menanjak. Enjoy saja … sambil melihat pesawahan .. yang umumnya mengering tapi ada juga pesawahan hijau ditanami padi … meskipun tidak banyak, mungkin di daerah sini pengairannya baik.

tipikal jalanan Sukamakmur Tajur

Di satu titik gps mengarah berbelok keluar dari jalan utama ke jalanan kecil. GPS mengambi jalan shortcut … alias jalur terpendek, kalau lewat jalan utama akan berputar menyusuri punggungan bukit. Tapi jalur shortcut ini ternyata .. ajegile … menuruni lembah … dan sudah pasti kalau sudah menurun akan dibalas dengan tanjakan. Jalannya kecil dan sepi kendaraan .. melewati perkampungan .. tapi tanjakannya anjrittt … pokoknya membuat ban depan terangkat angkat … untung jalannya cor semen mulus — mungkin ini dari program dana desa kali ya … kalau jalan berubah dari coran semen ke aspal hancur … tanjakannya cukup landai … dan kalau berubah jadi coran semen … anjrittt lagi … bener bener menguras tenaga … keringat segede gaban deras bercucuran … lambat tapi pelan … akhirnya bisa terlalui. Hiburan melalui daerah ini .. serasa selebritis … lihat sepeda seperti melihat sesuatu banget … terak teriak ada sepeda ada sepeda, juga di panggil oleh anak anak kampung .. mister mister … atau what’s is your name … saya sih cengengesan doang … kalau jawab ketahuan dong orang pribuminya … biar dikirain .. bredpit …. Kemungkinan yang suka lewat daerah ini adalah bule bule bersepeda … atau tampang saya kayak bule ya … #GarukKpala … kalau lewat Tajur Citeureup .. saya malas ah lewat sini lagi … tersiksa di tanjakannya … mendingan agak memutar saja. Baca lebih lanjut

Mencari Sisa Kerajaan Pajajaran di Bogor

Setelah jelajah mencari sisa sisa kerajaan Pajajaran di Sindang Barang dan daerah Ciaruteun Ilir Bogor, rasanya ngga afdol kalau tidak explore di pusatnya kerajaan Pajajaran … di kota Bogor.

6.23 saya sudah cuss .. lewat Jatiwaringin, Pondok Gede, Cibubur …. muncul2 di Jalan Raya Bogor, lewat pasar Cibinong yang crowded .. terus gowes dan tibalah di sisi Kebun Raya Bogor.

PULO GEULIS
Selepas melewati Kebun Raya saya masuk berbelok belok lalu menyebrang melalui jembatan kecil dan tibalah di daratan seberang… sampailah di Pulau Cantik aka Pulo Geulis. Di sebut pulo karena daratan ini di kelilingi oleh sungai Ciliwung sehingga terbentuk seperti pulau dengan luas sekitar 3,5 ha. Baca lebih lanjut

Mau Piknik ke sini aja — Taman Bunga Wiladatika

Salah satu taman asri di Jakarta yang sudah cukup lama tapi agak sedikit terlupakan adalah Taman Bunga Wiladatika. Bagi warga Jakarta sendiri mungkin banyak yang belum pernah kesana. Bagi saya ini akan menjadi kali kedua ke taman ini, kali ini saya ingin menjelajahi taman ini. Jika googling Taman Bunga Wiladatika maka sering muncul foto taman yang keren dengan background pegunungan, jadi saya sekalian ingin memastikan ada tidak spot itu.

Gowes kesana di Sabtu pagi melalui Pondok Gede dan berbelok belok bahkan sampai masuk gang kecil dan muncul2 di Munjul … Munjul ya bukan muncul, diteruskan sedikit lagi sampailah di daerah Cibubur.

Daerah Cibubur di sebelah sini hampir tidak ada perubahan significant setelah bertahun tahun .. tidak pangling sama sekali.

Tak lama kemudian berada di dekat mall Cibubur Junction, nyebrang jalan dan sampailah di gerbang Taman Wiladatika.

Jam 8-an… masih sepi, cukup bayar tiket masuk Rp. 8.000,- dan mulailah saya akan berjalan jalan .. eh gowes memutari taman ini, kalau jalan kaki memutari taman bikin gempor juga pastinya.

Taman Wiladatika memiliki luas +- 15 ha untuk keseluruhan lahan, tapi yang digunakan untuk area taman bunga sekitar 3 sd 5 ha, karena selebihnya dimanfaatkan oleh area lain. Dahulunya taman ini adalah bagian dari area Taman Pramuka Jambore Cibubur tapi terputus karena pembangunan jalan tol Jagorawi berarti taman ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Baca lebih lanjut

Ngeresto dengan konsep alami kekinian – Hobbit Hills Eco Village and Resto

Sekali kali ke resto dong … masak warungan mulu, masak makan ngampar mulu …
Hmmm .. bener juga ya .. kata teman saya itu … sekali kali “bermewahan mewahan” tidak apa apalah.
Ada satu tempat tidak terlalu jauh .. hanya di Cileungsi .. tempatnya unik .. namanya Hobbit Hill.

Berangkat kesana lewat Kalimalang dan muncul di Narogong Raya daerah Bekasi … lalu masuk ke jalan jalan kampung untuk potong jalan … masih ada pesawahan.

Masuk ke daerah Awirarangan …. eittts .. koq ada tanah merah terbentang begini … ada terowongan pula lagi …. gilee … pembangunan jalan tol … ngga lewat daerah sini tidak terlalu lama sih … ternyata sekarang sudah begini … ini yang dikatakan pembangunan infrastruktur infrastruktur itu ya …

pembangunan jalan tol baru yang membelah Cibubur ke Bekasi

Hanya sebentar mengamati … saya lanjut lagi .. melewati kampung kampung, masih ada pesawahan … bahkan ada kebun kebun juga … mendekat ke daerah perumahan Harvest … meskipun masih area rimbun hijau atau kebun kebun tapi sudah ada papan bahwa tanahnya sudah milik perusahaan swasta, bakal jadi perumahan … manusia banyak banget ya … dan pada senang datang ke Jakata … sampai buat rumah sekitaran Jabodetabek ga ada habis habisnya. Baca lebih lanjut

Trip Gua Cikarae dan Explore Lulut Klapanunggal

Selama kluyuran di sekitar Cileungsi Citereup ada satu area yang belum pernah saya kunjungi dan bikin kepo …. bikin penasaran, yaitu daerah di bawah tebing batu gunung Klapanunggal. Dari kejauhan tebing batu yang memanjang terlihat megah dan gagah, area di bawahnya rimbun kehijauan oleh pepohonan. Disana terkenal banyak gua gua yang bertebaran di sekitar gunung kapur tersebut : gua keraton, gua gajah, gua cikarae, gua silandak dll. Orang menyebut daerah tersebut Lulut .. kayak nama orang ya..

Start jam 7 kurang dari rumah melalui jatiwaringin terus dan terus.. sampailah di Cibubur dan terus lagi sampai di daerah Citeureup. Jam 8.05 tiba di tikum minimarket. Sepi.. tidak ada orang di teras minimarket ini… bengong dulu sampai mati gaya …. jalan mondar mandir.. tak lama kemudian om Adi muncul… janjian jam 8.15.

Kata om Adi kalau mau ke Lulut dia tahu jalan potong kompas melalui area Semen Tiga Roda. “Ok ..” kita berangkat.. jreng jreng..

Belum pernah saya memasuki area2 ini.. kita mengarah ke area tambang kapur dan storage, jalan membelah bukit dan bekas2 bukit kapur yang sudah rata, jalannya lebar dan mulus cor beton.. karena untuk akses hilir mudik truk truk. Menanjak dan gersang .. hampir tidak ada pepohonan disisi sisinya.

tipikal sungai di Citeureup berbatu kapur .. unik … #JanganDiZoom

Disatu spot kita berbelok ke jalanan kecil menanjak melewati perkampungan dan terus sampai keluar lagi dari perkampungan. Berdasarkan info2 saya membuat ancer2 lokasi gua, ketika sampai di spot tersebut .. bingung.. dimana ya.. posisinya harusnya di sekitar sini. Ada dua bocah kampung yang lewat, bocah kampung tersebut malu malu menawarkan jasanya untuk menunjukkan gua, katanya sudah dekat.

Mengikuti kedua bocah, masuk ke jalan setapak di sisi bangunan SD, menurun ke bawah, tidak jauh.. sekitar 30 meteran sampailah di lokasi, guanya dibawah rimbun rumpun bambu. . Kata bocah ini namanya gua Cikarae. Saya kira gua Keraton.. info2 di internet disebutnya begitu.
Kalau gua2 lainnya termasuk gua Keraton agak jauh dari sini kata si kecil.

area di gua Cikarae, gua ada di bawah rumpun bambu

Baca lebih lanjut

Melihat β€œsisa” Peninggalan Kerajaan Pakuan Pajajaran di Sindangbarang Bogor

Salah satu kerajaan besar di tatar Pasundan adalah kerajaan Pakuan Pajajaran yang pernah berkuasa lebih dari 5 abad sebelum hancur dan hilang. Dikabarkan sisa sisa kerajaan tersebut masih ada tersebar di beberapa area Bogor dan salah satu yang paling banyak adalah di daerah Sindangbarang Bogor.

Menurut referensi disekitar Sindangbarang terdapat 94 titik sebaran situs tua … wow banyak banget ya. Antara lain situs punden Surawisesa, Taman Sri Baginda, Sumur Jalatunda, Punden Rucita, Hunyur Cibangke, Punden Pasir Ater, Batu Tapak, makam Prabu Darmasiksa, serta belasan situs lain yang tersebar di lereng-lereng hingga puncak Calobak, salah satu puncak Gunung Salak.

Menurut penelitian Kerajaan Pakuan Pajajaran berada disana sekitar abad 13-15 Masehi dengan 9 raja yang pernah berkuasa. Tahun 1579, Kerajaan Pajajaran diserang dan dihancurkan oleh Pasukan Kerajaan Banten yang dipimpin oleh Maulana Yusuf sehingga bangunan bangunan hancur dan ditinggalkan terbengkalai menjadi hutan lebat. Perwira VOC, Scipio yang mendapatkan info tentang suatu kerajaan yang pernah besar dan hilang, tergerak untuk melakukan penelitian dan ekspedisi bersama tim-nya ke area Bogor pada tahun 1687 dan menemukan bukti bukti keberadaan kerajaan berupa reruntuhan dan bekas jalanan di daerah Bogor.

Rasa penasaran saya juga ingin melakukan ekspedisi .. eh piknik .. melihat peninggalan kerajaan besar tersebut. Kesanalah saya berangkat, jam 7.20-an sudah sampai ditikum perempatan Transyogi Cibubur, janjian ketemu jam 7.30. Duduk sebentar sambil baca2 enews hari ini.. #biarkeren supaya dianggap ga baca medsos mulu … πŸ™‚

Tak lama om Adi nongol. Ngga pake basa basi.. langsung gowes. Melewati pintu perumahan Citra Indah, The Address, kolong tol, Tapos… terus aja, muncul2 dijalan Raya Bogor. Melewati Lipi.. melewati … eh sedikit memutari Kebun Raya Bogor.. Bolak belok di kota Bogor dan sudah berada di area pinggiran Bogor yang mengarah ke Gunung Salak … tapi masih jauh ke gunung Salak, disatu titik belok ke arah Sindangbarang.

Batu Punden Berundak Majusi
Spot pertamanya yang dilewati adalah Batu Punden Berundak Majusi. Ada papan petunjuknya di pinggir jalan dan kita masuk ke gang yang hanya bisa dilalaui motor dengan kanan kiri rumah2 penduduk. Ada beberapa percabangan.. seperti biasa tidak ada lagi papan petunjuk.
Yang anehnya.. bertanya ke penduduk disana… banyak yang tidak tahu… padahal di gerbang gang di jalan raya ada papan petunjuknya .. koq bisa mereka tidak peduli atau penasaran untuk cari tahu dan melakukan ekspedisi di kampungnya … πŸ™‚ Dari sekian yang ditanyai ada juga yang tahu dan menunjukkan arahnya.. ketemu percabangan lagi .. tanya lagi… tidak tahu lagi.. terus begitu berkali kali.. bahkan banyak yang menampilkan muka bengong kalau ditanya situs batu Punden Berundak Majusi… welehhh.. kita jadi kayak orang bloon.
Akhirnya ada orang yang tahu dan memberikan detil arahnya, kita harus masuk melipir diantara rumah2 penduduk dan masuk ke area kuburan yang rimbun oleh pepohonan kayu dan rumpun yang tinggi tinggi… hiyyy.. cari2 di area kuburan koq ngga ada.. diujung kuburan adalah lembah dengan semak belukar lebat dan pepohonan rimbun. Masuk sedikit ke area lembah tapi balik kembali.. takut ular.. hiyyy. Baca lebih lanjut

Main Lagi ke Curug terdekat dari Jakarta – Curug Citeureup Asri

Main ke curug dari Jakarta tidak perlu pergi jauh jauh, ke Citeureup aja. Tidak perlu berlama lama bermacet macet … apalagi kalau kesananya digowes .. πŸ™‚
Curug ini masuk kategori curug terdekat kedua dari Jakarta, yang pertama terdekat adalah curug Parigi di Bekasi … dan kedua .. ya inilah .. curug Citeureup Asri.

Di Citeureup memang ada curug, tidak ngetop sepertinya hanya orang2 lokal saja yang tahu keberadaan curug ini … pernah kesini tapi waktu itu masih musim hujan .. tidak bisa turun ke sungai karena airnya melimpah.

Jam 8.05 tiba di tikum minimarket daerah jalan Raya Gunung Putri, om Adi tepat baru saja mendarat .. chit chat sebentar dan berangkat lagi.

Melewati pabrik semen, pasar yang crowded sama angkot2 yang berhenti seenaknya, belok kiri mengarah ke Tajur Citeureup belok kiri lagi masuk jalanan kampung bulak belok bulak belok… “wah baru kali ini saya lewat jalan ini… ” Om Adi yang spesialis blusukannya di daerah Citeureup, Sukamakmur, Jonggol dan Sentul … ternyata masih ada area yang belum “terpetakan” sama dia.

Jalanannya kadang jelek kadang coran beton mulus .. diselang seling. Sebenarnya tidak terlalu jauh dari jalan raya .. +- 5 km-an.

Jalanan berubah menurun cukup curam kebawah … dan masuklah kita ke perumahan Citeureup Asri, sepeda diarahkan ke pinggir sungai.

perumahan tepat di sisi curug Citeureup

Baca lebih lanjut