Go Local — Jogjakarta meski sebentar tapi berkesan

Selama ini hanya ngubek ngubek saja di Jabodetabek.
Sampai ada yang bilang … ini mau khatamin Jabodetabek ya om ….

Hmmm …. bisanya begini … ya nikmati saja supaya hepi

Pengen juga sih go internasional kayak artis artis …
Minimal go local – lah ….
Agak jauhan dikit

Kebetulan harus ke Jogja
Bawa sepeda ngga ya …. ganggu ngga nanti …. berkecamuk dalam jiwa

Kata orang banyak “ one simple rule …. Never mix business with pleasure “ …. tapi juga ada pendapat “ The rule of my life is to make business a pleasure and pleasure my business “ …. Hidup kan pilihan …. saya pilih pendapat kedua.

Supaya bisa bawa sepeda dengan leluasa …. berangkat maksain bawa kendaraan dan juga dimasa covid 19 yang meningkat lagi … agak was was jika naik transportasi publik, untuk berjaga jaga, khawatir ada penyetopan dan pemeriksaan di perjalanan … pagi sebelum berangkat test antigen dulu … was was juga nunggu hasil test … 15 menitan keluar hasilnya …. allhamdulillah negatif … dan langsung berangkat ke Jogja … karena barang barang sudah dibawa dalam mobil.

Berdasarkan googlemaps jarak yang ditempuh 550 km dan akan dicapai dalam waktu 7 jam 11 menit …. wahhh …. mungkin kalau orang lain bisa 7 jam-an atau bahkan kurang, tapi saya nyantai banget …. tidak ngebut … istirahat jika lelah, 3x berhenti di rest area tol, sekali berhenti bisa 1/2 jam sampai 1 jam-an … ditambah mendekat Semarang sampai mendekat Jogja …. beberapa kali hujan turun dengan deras, pandangan sangat minim …. sehingga perjalanan menjadi lebih pelan … play safe. Rata rata kecepatan dipanteng di 100 km … dijalanan tol kosong begini terasa sangat pelan …. mobil mobil lain menyalip dengan kencang.

Dan ternyata membutuhkan waktu +- 8.30 jam dari Jakarta sampai Jogja menggunakan tol terus menerus dengan berkendara santai ….

Bayar total tol sekali jalan hampir 500 ribu …. lumayan juga ya …. menurut saya sih sepadan dengan lancarnya perjalanan dan waktu tempuh yang lebih cepat. Menurut googlemaps jika tidak lewat tol akan lebih lambat bertambah 5.30 jam …. tapi kalau style saya yang berkendara bisa nambah lebih dari 7 sd 8 jam lagi …. Artinya bisa tempuh waktu bolak balik ke Jakarta lagi … haha

Setelah masuk Jogja makan dulu dan ketika sampai hotel … beres beres barang barang … langsung tiduran.
Paginya males banget untuk bangun … dinginnnn … jendela hotel berembun .. pengennya bobo terusss. Tapi dipaksakan untuk bangun …. Jika mau sesepedahan di Jogja … ya sekarang ini … kapan lagi sudah bawa sepeda jauh jauh sampai sini …. jam 9-an pagi harus sudah balik hotel dan siap siap ….

Jadi saya pilih destinasi yang dekat dekat saja …. Yang Jogja bangetttt …. Malioboro dan Keraton Jogja.

Baca lebih lanjut

Eksplorasi Nambo – 5 Destinasi Wisata Baru yang berdekatan

Ada ada di Nambo ?

Jarang banget saya main kedaerah ini, padahal dekat sekali dari hiruk pikuk Jakarta paling sekitar +- 30 km-an …. areanya berkontur … masih banyak area yang hijau hijau …. sawah sawah … serta sungai.

Dipikir pikir saya mesti klayapan kesana ….
hadeuhhh ngga usah pakai pikir pikir segala …. ngga dibayar untuk mikir … langsung berangkat.

Setelah 18 km-an gowes, tibalah ditikum Cibubur. Ongkang ongkang kaki dulu sambil melamun dan ketika si om datang tanpa banyak argumentasi si om mengiyakan untuk berangkat ke Nambo ….
Ya karena bagi si om ini sih deket banget banget …. “ tenang om, kita bisa santai ngopi ngopi disana “ …. “ oke oke … sippp kalau begitu ”

Kita langsung berangkat menyusuri jalanan Leuwinanggung Cibubur kearah Citeuterup. Memasuki area perumahan Podomoro Golf View Cimanggis yang sekarang jadi lebih ramai orang yang berolahraga disini … perumahannya belum jadi, yang tinggal di apartmennya baru sedikit …. Jadi yang membuat ramai adalah orang orang disekitaran sini …. Bahkan sekarang satu sisi jalan dijadikan area makan …. food truck dan sejenisnya membuka dagangan disini. Kita hanya lewat saja sambil ngiler lihat lihat makanan dan minuman.

Keluar dari perumahan dan masuk ke gang menyusuri sisi tol Jagorawi sampailah di area gerbang tol Gunung Putri. Menyebrang jalan dan langsung ambil arah yang menuju area kawasan Pabrik Semen. Melintasi jembatan yang cukup panjang, dan selepas jembatan belok kiri masuk kedalam jalan kecil dan berlika liku disini, melewati stasiun KA Nambo. Jadi jika mau main ke daerah sini bisa naik KA Commuter … asyikk-kan.

Tepat sebelum underpass rel KA kita belok kiri masuk jalan yang lebih sepi dan …. suasananya berubah …. nuansanya seperti jauh dari Jakarta …. serasa benar benar dipedesaan …. jalanan sepi dan ditumbuhi pepohonan bambu yang rimbun dan lebat.

Menyusuri jalanan dengan jurang disebelah kiri dan melewati pesawahan …. gps mengarahkan belok kiri masuk jalan gravel … ehhh berbatu menurun kebawah … kesungai … ke destinasi pertama … ke Niagara … ya betul Niagara …. kabarnya di sini ada Mini Niagara …. sepengetahuan saya sih banyak banget ya curug yang mengklaim atau menasosiasikan dengan air terjun Niagara …. termasuk spot yang satu ini. Jadi bagi yang belum pernah ke Niagara termasuk saya … jangan khawatir, bisa pilih Niagara ala ala yang terdekat dengan rumah anda, hemat di ongkos.

Tepat di belokan ini ada “gunung” kecil yang hijau pepohonan dan terlihat di atasnya sedang dibuatkan semacam saung saung dari bambu …. terlihat sangat nyaman … tapi kita tidak kesana … kita tetap ke destinasi Niagara.

Mini Niagara
Menurun ke bawah dan sampailah di tepi sungai …. ya … memang ada sejenis jeram kecil atau curug mini … retakan tanahnya memanjang sampai ke sisi seberang. Ada beberapa mancinger yang sedang nongkrong … sepertinya area ini lebih dikenal sebagai spot mancing.
Disungainya sih … sampahnya sedikit tapi di tepian sungai sampah berserakan … hiyyyy …. aromanya juga tidak asyikkk

—- sayang pinggiran sungainya kotor sampah

Mini Niagara
Bantar jati, Klapanunggal, Bogor
Koordinat googlemaps -6.458671, 106.907237

Baca lebih lanjut

Menikmati ilalang + View = Bukit Ilalang Wangun Sari

Cari ilallang saja mesti sampai Bogor.

Betul …. Kalau mau lihat ilalang plus bonus view …. adanya di daerah daerah yang tinggi, salah satunya yang cukup terkenal adalah Bukit Ilalang Wangun Sari di Bogor.

Bukit atau Taman Ilalang Wangun Sari terkenal karena cukup sering dijadikan spot foto prewedding. Hamparan ilalang dan view gunung atau kota Bogor membuat tempat ini memang keren … cocok untuk spot foto.

— siap siap berangkat

Cuss … sepeda bergerak di Minggu pagi, lintas Kalimalang, Jatiwarna dan sampai di tikum Cibubur.
Sejenak menanti … si om muncul … dan cuss lagi … sepeda bergerak lagi dengan santainya.

Melintas di jalan Raya Bogor …. melewati pasar Cibinong, ketemu beberapa rombongan motor yang convoy panjang bergerak kearah Bogor. Kelompok sepedasih kita tidak ketemu, paling ketemu goweser solo atau yang juga yang hanya berdua atau bertiga.

Tak terasa … akhirnya kita sudah mendekat ke sisi luar Kebon Raya Bogor.
Masuk ke area trotoarnya dan ramai oleh orang berolah raga, berjalan kaki atau hanya berduduk duduk saja. Biasanya duduk rehat dulu disini, tapi kali ini tidak, kita terus lanjut.

Kita melipir dulu ke pasar Surya Kencana, masuk ke jalan Pedati dan bisa dikatakan sangat padat …. khas tipikal pasar …. banyak pedagang kaki lima dan pejalan kaki yang mau berbelanja. Kita sampai di toko Agus …. Ehhh ternyata masih tutup … mungkin masih kepagian …. rencana mau beli kopi legendaris Bogor …. Kopi cap Teko dari toko Agus ini adalah salah satu kopi Bogor yang terkenal.

Karena masih tutup kita lanjut lagi, melewati Bogor Trade Mall menurun ke bawah dan baru ngeh kalau jembatan rel KA sudah dibongkar …. sepertinya mau diganti dengan rel baru dan mungkin jadi double track.

Masuk ke gang muncul lagi ke jalan, masuk gang lagi dan nyebrang sungai Cisadane, menyusuri gang gang sempit dan keluar kembali ke jalan kecil yang bisa dilalui mobil … tidak tahu ini ada dimana, pokoknya kita hanya mengikuti gps saja. Setelah bolak belok dijalanan kecil ini ….. kita muncul di bundaran Bogor Nirwana Residence …. tepat di area waterboom The Jungle.

Dulu area The Jungle ini sangat ramai …. sekarang tidak seramai dulu lagi … bahkan beberapa area luarnya banyak yang kosong dan tidak terawatt …. sedih deh kalau diceritain.

Tepat selepas The Jungle kita melewati Hotel Aston Bogor …. dan herannya …. parkiran mobilnya sangat penuhhh … gile ya kontras …. apakah karena fenomena dan trend stay vacation di hotel hotel … mungkin juga.

Tak jauh dari hotel Aston … diseberangnya ada tempat wisata lain … DeVoyage …. tempat wisata berthema Eropa …. tapi parkirannya sepi juga.

Baca lebih lanjut

Peralatan ngopi yang dibawa ketika gowes – pengalaman, review dan harga

Jalan jalan sambil sesepedahan ketempat tempat keren adalah hal yang menyenangkan. Mendatangani tempat yang belum pernah dikunjungi … merasakan dan melihat hal hal baru.

Ngopi juga hal yang saya suka, apalagi ngopi diruang terbuka … menikmati alam dan suasana.

Bagaimana kalau dua hal ini – gowes dan ngopi – saya lakukan bersamaan …. harusnya jadi double asyikkk dong …. mulailah di tahun 2016 kalau pergi sesepedahan suka bawa peralatan ngopi … ternyata memang asyikkk.

Karena biasa ngopi dari kopi giling …. dan hampir semua destinasi saya tuju tidak ada kopi giling, biasanya ada kopi instan atau sachetan. Jadi supaya bisa ngopi giling … mau tidak mau harus bawa peralatan ngopi sendiri.

Meskipun tidak selalu bawa, tapi bisa dibilang cukup sering juga bawa peralatan ngopi. Bawa tidaknya peralatan ngopi tergantung situasi di destinasi gowes atau sempat tidaknya menyiapkan peralatan ngopi sebelum berangkat.

Untuk menyeduh kopi outdoor maka ada 2 kategori perlengkapan yang harus di bawa ; alat alat untuk memasak air dan alat alat untuk menyeduh kopi.

Perlengkapan Memasak Air
Air yang diperlukan untuk menyeduh biji kopi agar terasa nikmatnya, menurut para ahli harus di kisaran 90 – 96 derajat celcius, (for info, umumnya panas mesin dispenser air minum di 60 derajat celcius) maka untuk mendapatkan kisaran panas tersebut mau tidak mau harus masak air dulu.
Untuk memasak air yang ringkas dan ringan, maka saya biasanya membawa, kompor mini, adaptor untuk ke tabung gas portable mini, korek api dan teko.

Baca lebih lanjut

Akses Mudah, Dekat dan Besar – Curug Biawak Sentul

Jika ingin pergi main main ke curug di daerah Sentul … tapi inginnya ke spot yang gampang dan dekat … tidak perlu sampai nanjak ke atas atas … tidak perlu tracking dulu untuk sampai curugnya. … maka curug Biawak adalah salah satu pilihan yang harus dituju.

Posisinya masih ada di daerah bawah Sentul, di daerah Babakan Madang bawah.
Selama ini curug ini tidak tidak terdengar … terlantar … kemudian baru akhir akhir ini ditata, diurus, dirawat … dan dibuka untuk umum.

Jaraknya relatif dekat dari Jakarta, tempatnya yang mudah dicapai … mengapa tidak saya datang kesana.

Di minggu pagi agak sedikit mendung … saya berangkat.
Lintas Kalimalang, Kemang Pratama, Narogong, Metland Cileungsi …. ketemuan dulu sama si om disini … koq jadi melambung rutenya.
Ya rutenya agak berputar dulu … sekalian jalan jalan saja …. Sudah hampir satu dekade saya tidak melalui jalan Raya Narogong dari Cileungsi ke Citeurep …. sudah lupa ada apa saja disana …

Melintas jalan Raya Narogong dari Cileungsi – Citeurep, perasaan hampir tidak ada yang baru … melintasi pabrik semen yang ada di daerah sini, kalau ngga salah pabrik semen Holcim …. tapi saya tidak ingat kalau harus melintas sungai yang cukup besar …. sedikit heran saja.

Gowes nyantai … sesekali ketemu rombongan goweser berseragam …. dan tidak lama kemudian sudah sampai di Citereup, melewati pabrik semen Indocement. Melewati Sentul sirkuit. Ketemu pesepeda sekali dua kali … tapi motor yang bergerak kearah Sentul sangat banyak, dari yang perseorangan, pasangan dan bahkan rombongan rombongan bermotor.

Kita berbelok di sisi hotel Harris Sentul …. melewati pertigaan pasar Babakan Madang dan terus ….
Tidak jauh lagi kita akan berbelok menuju destinasi curug.

—- Belokan Akses masuk ke curug Biawak

Dan sampailah dibelokannya … ada banner dan baliho Curug Biawak di pertigaan … Kita belok kiri masuk jalan tanah berbatu batu, melewati perkampungan, sedikit pesawahan … hutan jabon dan ada portal tiket, kita bayar 15 ribu dan lanjut …. Masih melewati jalanan tanah berbatu batu dan jalanan sedikit menurun …. terlihat bahwa area ini sudah ditata dan dirapihkan. Parkirannya bisa dikatakan luas dan lebar, serta ada beberapa saung saung untuk bersantai dan beberapa spot selfie kekinian.

Baca lebih lanjut