Menghindari jalur klasik dago warban

IMG_0719b

di puncak Bojong Koneng …. Bandung tinggal meluncur kencang ke bawah

Semenjak Dago warban Bandung “dikuasai” para turis yang ke Tebing Keraton, nanjak ke sana tidak asik lagi. Banyak mobil dan motor yang ikutan nanjak

Jalur lain menuju warban salah satunya melalui Bojong Koneng, Cikutra. Jalur yang tidak populer bagi pegowes. Jika melalui jalur ini, maka kita akan datang dari atas warban. … artinya lebih nanjak, track-nya lebih panjang dan lama … he he.. bisa dikatakan lebih menyenangkan atau lebih menyengsarakan … tergantung cara pandang saja 😀

Jalur Bojong Koneng ini, tidak begitu berkembang, dari sekian lama hanya ada +- 3 cafe / resto, dan hanya 1 yang bisa dikatakan besar, kemungkinan juga hanya orang2 Bandung saja yang nongkrong ditempat2 ini.
Di awal jalur, disuguhi bonus turunan… dan langsung menanjak… dan terus menanjak… melewati pintu belakang Hutan Gudang Mesiu Tentara.
Di hari Minggu pagi ini, hanya ketemu 5 pegowes yang menuju ke atas tidak seperti jalur klasik warban yang ramai pegowes di minggu pagi .. terlihat pegowes2 ini sangat tangguh melalap tanjakan… saya hanya nyengir kuda sambil megap megap … disalip oleh mereka.
Kendaran bermotorpun jarang… jadi tidak terganggu ketika nanjak.. he he
Jalanan mulai landai ketika sampai di sisi lapangan golf… di sini ada warung untuk rehat… sambil memandangi yang main golf bersama caddy2-nya dan juga memandangi perumahan mewah di area lapangan golf ini.

IMG_0660

Lapangan Golf dan perumahan Resort Dago Pakar

IMG_0671

resort Dago Pakar bagian belakang

Lebih baik istirahat dulu disini… isi perut untuk tambah tenaga… karena di depan akan ada tanjakan gila… curam bener… top dah… layak di coba… atau layak dihindari ya …

Sebelum ujung tanjakan ada pertigaan ke arah kanan yang menuju Caringin Tilu. Posisinya kita ada di atas Caringin Tilu.
Hampir dipuncak tanjakan ada jalan belok kiri, untuk menuju warban kita melalui jalanan ini.

IMG_0687

view ke arah Ujung Berung

Baca lebih lanjut

Suasana Pedesaaan Ngamprah Padalarang

IMG_0560a

terlihatkah kereta api dan jembatan tol ?

Niatnya sih melihat dari dekat jembatan tol cipularang yang dekat pintu tol Cikamuning, Padalarang mumpung lagi liburan ke Bandung.

Kayaknya area sekitarnya keren… ada jembatan tol, ada pelintasan kereta api dan sawah2 berundak.
Menuju kesana harus melewati jalan raya cimahi yang padat mobil dan motor2, debu plus asap knalpot. Bukan suasana gowes yang nyaman, untungnya pemotor di daerah bandung ini lebih beradab daripada jakarta…. 😀
Di suatu titik, berbelok ke jalanan kampung yang sepi, lalu masuk gang dan menyusuri pinggiran jalan tol dan muncul di sisi rel KA.

IMG_0555

menyusuri pinggiran tol

Menyusuri rel sampai stasiun KA Padalarang, terus mengikuti jalan setapak yang padat rumah2 …. lalu setelah menaiki suatu bukit kecil…. suasana menjadi beda… muncul di pinggiran sawah… serasa di pedesaan.. hamparan sawah, para petani yang bekerja plus saluran irigasi.

IMG_0563

saluran irigasi dan sawah

Baca lebih lanjut

Gowes wisata Situ Cikaret

IMG_0144a

Apakah gunungnya terlihat …..

Beberapa kali saya mendengar nama situ cikaret di sebut, katanya ini adalah situ terbesar di cibinong, dan sudah dibuat jadi kampung wisata… wuiii 🙂 … nge-trend sekarang, kampung2 dibuat menjadi kampung wisata… seperti apa bentuknya…. jadi ingin tahu saja. Berwisata di situ cikaret.

Jam 6 kurang sudah meluncur… sendirian lagi…. gowes2 model begini teman2 di area tempat tinggal tidak ada yang suka.. ya bagaimana lagi.

Melewati pondok gede, kranggan, cibubur dan masuk cibinong. Beberapa kali ketemu kelompok goweser …. kring kring…

Di area Cibinong, gps mengarah ke jalan kecil, setapak, melewati kampung2 — potong kompas. Akhirnya muncul lagi di jalan besar…

IMG_0170

Potong kompas daerah Cibinong

Dan tibalah di pinggir danau jam 8-an. Banyak yang mancing, di suatu area banyak warung2 makan dengan meja lesehan, banyak pohon tinggi2… adem… dan view ke arah danau, ada juga wisata bebek2-an disini.

Baca lebih lanjut

Perjuangan ke Situs Batu Tapak Pasir Awi

awi

Minggu pagi mau berangkat ada sedikit keraguan
Cuaca mendung … musim hujan angin …

Gowes dekat2 aja … atau yang jauhan ke Situs Tapak Pasir Awi daerah Jonggol.
Ke sana sajalah … sudah lama pengen kesana … kalau di jaan hujan ya sudah .. stop balik lagi ..

Start jam 5.30-an dari rumah. Rencananya ada 2 rute ke arah sana ; yang terdekat melewati daerah hutan di Klapa Nunggal 45 km-an … tapi setelah di timbang timbang .. melewati hutan, dari google maps terlihat lumayan panjang juga 12 km-an … sendirian … nanjak pula …. cari masalah saja …
Di putuskan melewati jalan raya .. tidak apa2 melipir lebih jauh, tapi jalanannya tidak sepi dan masih ada rumah2 penduduk. Yaitu melewati jalan Tajur Raya Leuwi. Supaya tidak terlalu melipir potong kompas di daerah dekat pabrik Indosemen dengan estimasi jarak 56 km.

Setelah melewati perempatan Cileungsi … ternyata gedung Garuda Terbesar … sekarang sudah tidak ada … sudah rata jadi tanah merah yang sangat luas … paling tidak saya ada kenang kenangan pernah lihat sebelum rata 🙂

Presentation1

Gedung Garuda Terbesar sudah rata dengan tanah

Jam 7-an sudah di dekat area pabrik semen … ternyata jalan potong-nya masuk ke area tanah milik pabrik … tidak boleh masuk … cari cari jalan potong lain .. ujung2nya terhalang oleh area tanah milik pabrik semen … gede banget sih ini pabrik .. semua akses sudah ke blok …

IMG_0003

salah satu akses …. masuk ke dalam pabrik

Akhirnya .. harus benar benar melipir … melewati Citereup … di jalanan awal ke arah Jonggol di Citereup, ada yang jualan burger, laper .. berhenti dulu .. makan burger sambil tanya ke arah Jonggol …” wah pak … masih jauh banget … jalanannya naik turun ..” … bikin drop …

Lanjut lagi … setelah Tempat Wisata Pasir Mukti … jalanan mulai sepi .. untung jalanannya aspal mulus …
Kalau mendapati turunan … pasti dikasih tanjakan … terus berulang berkali kali …
Saya mikir … pulangnya mending potong lewat rute yang melalui hutan Klapa Nunggal .. lebih pendek.

IMG_0013

di jalan Tajur raya menuju jonggol

Baca lebih lanjut