Menikmati Pantai Baru Jakarta — Pantai Maju

Slide7Wah …. ada pulau baru
Pulau new arrival

Pulau baru di Jakarta
Namanya Pulau Maju

Mumpung masih new arrival … siapa tahu ada promo promo menarik .. hehehe

Matahari sudah bersinar terang, ketika pintu pagar rumah terbuka … jam 7 pagi kurang sedikit. Sepeda melaju ke arah jalan raya … melalui Kalimalang dan berbelok ke area CFD Radin Inten …. Cukup ramai dengan orang yang bersepeda dan berjalan jalan …. dan tempat teramai adalah di di area jembatan BKT … menjadi tempat favorit untuk ngumpul dan sekedar duduk duduk saja.

Ban sepeda berbelok ke jalan Casablanca …. Terus saja dan sampailah di terminal Kampung Melayu … yang lengang … lewat Matraman, Salemba, Senen … Tugu Tani, Gambir, Monas …. Stop dulu di sisi luar pintu Monas.

Dari sepanjang perjalanan ketemu banyak kelompok pegowes … dan dipintu sisi Monas ini … banyak pegowes yang foto foto …. Saya juga dong ikutan ….

Lanjut kembali melewati Istana Negara … Gajahmada … ternyata sebagian jalan Gajahmada dibuat area CFD. Stop sebentar ke minimarket untuk membeli minuman … diluar minimarket ada pos jaga satpol pp dan pada saat itu ada dua yang kena “tilang” … cowo abg dan pria dewasa tidak mengenakan masker.
Pelajaran … buat kita semua untuk selalu mengenakan masker.

Perjalanan sampai di Glodok … dibawah jembatan toko Glodok, sepeda belok kiri dan tembus ke Asemka … dipagi hari jam 8-an … sudah lumayan ramai oleh para pembeli …

Terus sepeda bergerak … tidak tahu nama daerahnya …. baru kali ini juga saya sepedahan ke daerah ini … dan ketika di satu daerah saya baca papan nama … Pluit … ohh sudah sampai daerah Pluit toh.

Bolak belok … masuk area perumahan perumahan lama … masuk area komersil … ruko ruko … dan .. sampailah di gedung besar tinggi …. Mall … Emporium Pluit Mall. Dari sini tidak jauh lagi …. Bolak belok dulu kemudian naik jembatan dan … sampailah di area Pantai Indah Kapuk alias PIK.

Seumur umur … baru kali ini saya ke daerah PIK …. Jadi ini adalah pertama kalinya …. Serasa gimana gitu .. hehehe

Melewati area komersial .. ruko ruko .. berisi tempat berbagai aneka kuliner dan toko toko yang menjual berbagai macam produk dan jasa … Gedung gedung besar juga … perkantoran .. rumah sakit … melewati pintu masuk cluster cluster perumahan …. Pengen nyoba masuk kesana … melihat rumah rumah mewah disana … yang katanya wahhh … tapi di pintu gerbangnya dijagain satpam …. Nanti kalau ditanya mau apa … jawabnya apa dong … mau sesepedahan …

Sudah saya ikutin jalan rayanya saja … tidak akan ada yang nyetop nyetop …. dan nanya nanya. Ketemu banyak kelompok gowes … ada yang berlawan arah maupun searah …. Sepertinya mereka juga menuju arah yang sama dengan saya.

Ketika menyusuri suatu jalan … disisi kiri ruko ruko berjejer dan disisi kanan memanjang area hijau … rawa yang dipenuhi tanaman … dan ketika melewati suatu gerbang disana tertulis Suaka Marga Satwa Muara Angke Jalur Destinasi wisata pesisir …. Ohh ini dia toh tempatnya. Kabarnya di suaka itu ada berbagai aneka unggas dan juga ada monyet. Tapi saat ini tidak buka … gerbangnya ditutup oleh seng.

Tak jauh dari sana sepeda berbelok ke satu jalan yang lebar dan besar …. sepeda berhenti di depan gedung besar megah dengan arsitektur cina …. Terpampang di bagian atas gedung tulisan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, gedungnya besar sekali … karena disini juga ada berbagai tingkatan sekolah.
Slide1
Tak jauh dari sini …. Sudah terlihat jembatan dengan ornamen melengkung …. Itulah jembatan untuk menuju pulau Maju. Sepeda melintasi jembatan yang lebar …. Dan sampailah di ujung seberang di pulau Maju. Horeeee …. Jarak tempuh 40 km-an untuk sampai kesini …. Sama dengan jarak tempuh ke Bogor … hahaha .. tapi karena melewati terus rumah rumah, toko toko, gedung gedung … tidak terasa begitu jauh.
Baca lebih lanjut

Taman minimalis yang ngumpet ; Taman Swakarsa

Di tempat yang agak ngumpet ternyata menyempil sebuah taman minimalis dan cantik. Tak sengaja melihat taman ini ketika berusaha menghindari Jl Kalimalang dengan masuk masuk ke dalam gang berbelok belok. Waktu itu hanya melintas saja .. dan terheran heran … melihat taman yang “tersembunyi” rapih dan unik … tidak sempat mampir.

Mumpung bulan puasa .. saya tidak gowes jauh jauh … bisa haus .. berabe nanti, yang dekat dekat aja sambil ngabebeurang (menghabiskan waktu agar cepat siang). Minggu pagi gowes sesantai mungkin .. kayuhan pelan .. yang penting sepeda menggelinding maju.

Agak sedikit lupa … karena waktu itu banyak belok belok dipercabangan gang .. setelah sedikit berputar putar … akhirnya ketemu juga.

Taman yang cantik, rapi dan bersih.
MInggu pagi jam 8-an … sepi, mungkin karena ini bulan puasa.

Sepi begini asyik juga untuk kluyuran … berjalan ke pojok sana ke pojok sini. Dibagian depan ada parkiran paling muat 3 – 4 mobil dan ada tempat untuk mengadakan acara / pertunjukan dengan tempat duduk dari beton yang bertrap. Baca lebih lanjut

Nyantai di Hutan Kota Gelora Bung Karno

Gowes yang teralihkan … maksud hati mau menuju suatu daerah di Bogor.. tapi berangkat dari rumah sudah mendung, di perjalanan awan terlihat gelap. Tidak tahu kenapa suasana hati jadi berubah. Mood jadi ilang.

Di daerah Cawang arah stang di alihkan… belok kanan menuju sudirman … yang dekat dekat aja.

Sampai di Sudirman… koq rame benerrr… ternyata ada acara kebudayaan nusantara.. ada upacara, atraksi kesenian dan bahkan pawai dari beberapa daerah di Nusantara. Rame benerrr… saya berusaha keluar dari hiruk pikuk dunia ini..

Tak terasa arah sepeda bergerak ke area yang sepi.. dan sudah masuk ke komplek GBK. Kontras banget suasananya .. lengang.

Muter2 … eehh ada spot yang berbeda dan menarik. Dulunya area ini adalah area golf driving range. Sekarang berubah… menjadi area hijau public … Keren.

Hamparan rumput hijau membentang … pohon pohon … meskipun pohonnya belum tumbuh rimbun .. ya tinggal tunggu berjalannya waktu, path way untuk berjalan jalan. Ditengahnya ada bangunan … tidak tahu apa kegunaan bangunan itu, dicari di internetpun belum ketemu. Baca lebih lanjut

Mencari Inspirasi di Asian Para Games 2018

Kalau tidak dipaksain.. kapan lagi … momennya akan lewat sudah … bagai cinta yang sudah lewat Akhirnya kesampaian juga… di injury time.. di akhir akhir momen Asian Para Games … dalam jadwal saya yang senggang … ingat ya senggang bukan padat … di hari jumat saya hadir. Jam 9-an sudah sampai di komplek velodrome Rawamangun … wah bener2 manglingi… beda banget dengan kondisi yang lama. Sekarang terlihat modern … bersih… dan kerennn. Jumat pagi ini kondisi diluar tidak ramai.. mungkin karena hari kerja ya .. terlihat rombongan2 anak sekolah berdatangan berkelompok kelompok dari berbagai sekolah. Ada yang sibuk berkumpul dan ada pula yang berebutan foto bareng Momo … si Elang maskot Asian Para Games. Baca lebih lanjut

Ayoo .. Main ke Taman Lapangan Banteng — Makin Keren Habis

Terakhir saya datang kesini memang sedang akan direnovasi… katanya2 sedang akan … hmm gimana maksudnya ya …
Saya dengar kabar selentingan renovasi sudah selesai dan sekarang jadi kece. Ngga kerasa waktu setahunan berlalu, jadi pengen lihat.

suasana mendekat bundaran HI … full lautan manusia

Berangkatlah hari minggu kesana melalui Semanggi dan mengarah ke bundaran Hotel Indonesia (HI).
Area CFD sangat ramai benerrr… apakah karena masih euforia Asian Games, atau apa. Bahkan ada beberapa area senam bersama, dari perusahaan riter furnitur, finansial … ngga tahu perusahaan apalagi … pokoknya peserta senamnya ramai ramai.
Mendekat bundaran HI … bener2 crowded, sepeda susah lewat … bahkan akhirnya sepeda saya tuntun.

Selepas HI walaupun masih ramai tapi sepeda bisa digowes. Melewati Monas yang sangat ramai, sepertinya ada acara funbike dan acara lainnya. Terus melalui Gambir dan sampailah di Taman Lapangan Banteng.

Wowww… bener2 beda banget… jadi pangling.. kece beneran.

Taman Lapangan Banteng memang sudah ada sejak zaman Belanda bahkan di klaim sebagai taman tertua di Indonesia. Pada saat era Soekarno, beliau ingin memiliki karya seni monumental yang dapat diikmati publik seperti di negara negara Eropa. Maka di desainlah lapangan Banteng oleh arsitek Friedrich Silaban sebagai monumen pendamping Tugu Monumen Nasional (tugu Monas), dan dibuatkan patung setinggi 9 meter yang melambangkan terputusnya kekuasaan Belanda atas wilayah Irian Barat. Sketsa patung di desain oleh seniman Henk Ngantung, sedangkan patungnya dibuat oleh Edhi Soenarso yang juga membuat patung Selamat Datang di bundaran HI dan patung Dirgantara atau lebih dikenal tugu Pancoran. Sehingga Monumen Pembebebasan Irian Barat dapat berdiri tegak pada 17 Agustus 1963 di Lapangan Banteng, sebagai salah satu patung ikonik yang ada di Indonesia. Patung ini sekaligus mengingatkan kita pada sejarah Trikora (Tri Komando Rakyat) nama operasi yang dikumandangkan Presiden Soekarno untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda.Setelah dilakukan revitalisasi taman sejak tahun 2017, Patung atau monumen Pembebebasan Irian Barat tetap pada tempatnya… #YaEyalah … tapi area sekitarnya dipercantik. Baca lebih lanjut

Sungai di Kota Tua Jakarta Semakin Keren – Kali Besar Kota Tua

Beberapa kali kesini tapi masih ditutup dan dipagari seng seng… penasaran alias pengen banget melihat Taman Sungai Kali Besar di kota tua.

Kabarnya akan dibuka menjelang Agustusan … saatnya tiba.. libur 17 Agustus saya berangkat kesana meskipun agak siangan tapi tetap semangat tinggi bergelora … serasa gowes dengan semangat 45.

Melewati Banjir Kanal Timur, Kampung Melayu, Salemba, Kramat, Gunung Sahari dan … tibalah di Kota Tua Jakarta .. jam 8 pagi … belum terlalu ramai.

Nah ini dia Kali Besar Kota Tua… sekarang sudah dibuka tidak dipagari lagi oleh seng2. Waw kerennn …. pedestrian kanan kiri sudah ditata rapi dan lebar.. dan di sungainya ada trotoar mengapung untuk jalan jalan, meskipun saat saya ini jalan masuk masih dikunci mungkin belum waktunya … belum diresmikan.

Disungainya ada banyak ikan ikan.. airnya terlihat bersih dan tidak bau… karena air sungainya telah di filterisasi di daerah Asemka … saya kira seperti jenis sungai di Epicentrum Kuningan .. sejenis “sungai palsu”. Baca lebih lanjut

Berjalan jalan ke Pantai Cilincing kampung Nelayan Jakarta

Penasaran … pengen tahu … atau kepo
Mungkin tiga tiganya … bagaimana sih pantai Cilincing itu.. hanya dengar dengar sebagai pantai nelayan atau kampung nelayan.

Menuntaskan kepenasaran akhirnya saya berangkat kesana.
Kalau kata kids zaman now.. trip-nya ga fancy .. Sepanjang perjalanan melewati daerah kumuh, menyusuri jalan Cakung Drainase. Melewati perkampungan padat, yang umumnya berwirausaha di bidang barang bekas .. dari besi bekas, plastik bahkan ada sol sepatu bekas.
Jalanannya dari cor beton yang banyak polisi tidurnya.. sampai jalanan tanah berbatu batu.

area barang bekas di jalanan Cakung Drainase

Terus saja berjalan menyusuri sungai berwarna hitam ini, tidak tahu berapa underpass dilewati, kemudian suasana berubah.. di tepi sungai adalah perahu perahu nelayan berderet deret parkir … artinya ujung laut sudah dekat. Baca lebih lanjut

1/4 Hari Keliling Indonesia : Taman Mini Indonesia Indah

Sudah lama banget tidak main ke Taman Mini, biasanya main ke Taman Mini ketika masih kecil.. barengan sama teman2 sekolah atau sama orang tua dan ketika sudah punya anak kecil bawa anaknya kesini .. hmmm .. yang pacaran kayaknya main kesini juga.. haha

Terakhir kesini.. saat menghadiri pernikahan yang diadakan dianjungan Jawa Barat itu juga beberapa tahun lalu ..

Bagaimana kabarnya sekarang….
saatnya kluyuran kesana.

Jam 8 kurang sudah di gerbang utama, sepeda tidak dikenakan tarif cukup bayar orangnya saja 15 ribu dan melenggang masuk.

Mengambil rute mengitari TMII, melewati kolam renang Snow Bay, dan melewati beberapa anjungan rumah rumah adat daerah yang mewakili provinsi, untuk daerah pemekaran provinsi baru (Banten, Maluku Utara, dll) rumah adatnya di kumpulkan disatu area dan otomatis luasnya tidak seluas area provinsi lama.

Sekarang di Indonesia ada berapa provinsi hayooo… ?

Oh iya .. secara garis besar area di TMII ini di bagi 4 kategori ; Anjungan daerah, Museum, Wahana Permainan dan Taman2. Untuk masuk ke area2 tersebut ada yang gratisan dan ada yang berbayar … Anjungan2 daerah setahu saya sih gratis … saya keluar masuk anjungan tidak ada yang berbayar … Taman taman … ada yang gratis ada yang bayar .. museum dan wahana permainan sepertinya berbayar semua, harganya tiketnya beragam. Kalau lagi seret … masuk aja ke tempat2 yang gratisan, banyak banget … sudah pasti bakalan ga habis2 .. cape ngelilinginya …. ehh mau cari cape atau wisata sih … yang penting tinggal pilih pilih aja sesuaikan dengan kondisi 🙂  Baca lebih lanjut

Mau Piknik di Jakarta, main aja ke Taman Piknik

Zaman now yang kabarnya orang lebih banyak spend uang untuk leisure .. traveling .. wisata … jalan jalan … tapi ternyata masih banyak juga yang kurang piknik. Tidak kesampaian hasrat piknik sampai curhat di medsos.

Mungkin untuk mengakomodir kegalauan tersebut pemkot Jakarta membuat Taman Piknik. Warga tidak perlu pergi jauh jauh sampai ke luar kota cukup pergi ke taman saja… taman Piknik.

Posisi taman ini ada di lembah … bayangkan di Jakarta masih ada lembah…. Makanya taman ini tersembunyi, apalagi lokasinya mojok di area perumahan … jadi semacam hidden park.

Sebetulnya taman ini terlihat dari Kalimalang di daerah Pondok Kelapa… asalkan jalan perlahan dan melalui jalan tanah di bawah tol Becakayu.

 

view lembah dari arah Kalimalang

Baca lebih lanjut

Menjelajah Setu Babakan dan Setu Mangga Bolong

Beberapa kali ke setu Babakan, tapi hanya mampir sekilasan aja ketika pergi menuju tempat lain.

Setu Babakan dijadikan sebagai kampung budaya Betawi, segala hal yang berhubungan dengan budaya Betawi ada di sini, area ini sudah dihuni secara turun temurun oleh keturunan Betawi … tapi ada apa sih di seputar setu ini …. want to know, mumpung ada waktu 1/2 hari di hari minggu, saya jalan2 kesini aja.

Jam 7 lebih baru jalan .. melewati Kalimalang, Condet … melewati secuil kebun salak tersisa.. dahulukan condet terkenal karena salak condet-nya .. lanjut ke Pasar Minggu dan terus aja lurus mengarah Depok, lalu belok kanan dan berbelok belok sampailah … tadaaa.. di setu Babakan … #GampangYaRutenya.

Tidak ada tiket masuk untuk ke setu, motor mobil harus bayar parkir, kalau sepeda sih melenggang aja. Baca lebih lanjut