Mencari curug “baru” dikaki gunung Halimun Salak — Curug Goong

Kabarnya ada curug di kaki gunung Halimun.
Disana sih memang banyak banget curug.

Tapi ini curug yang belum pernah saya dengar.
Bukan curug yang popular.

Googling googling …. tidak ketemu.
Jadi ada tidak ….

Ada atau tidak ada … tidak masalah
Sudah jalan saja kesana

Dinaungi awan kelabu di Minggu pagi, sepeda rolling santai melewati Pondok Gede, dan terus mengarah ke Cibubur.
Sepanjang perjalanan tidak terlalu banyak ketemu rombongan gowes, beberapa minggu terakhir sering ketemu rombongan gowes, tapi kali ini tidak …. apakah sudah mulai kendor …

15 km-an kemudian, sesuai janjian … 7.45 pas sampai di tikum Cibubur, si Om sudah menanti sambil bengong … tidak lama lama bengong kita langsung berangkat.

Menyusuri Leuwinanggung, melewati gerbang luar perumahan Podomoro Cimanggis dan terus saja.
Dan munculah di pasar Citeureup …. kondisi pasar bisa dikatakan sepi …. apa karena psbb atau tanggal tua ya …. atau kombinasi dari dua duanya mungkin …

Gowes beriringan melalui jalan Raya Bogor, kondisi jalanan juga tidak terlalu ramai, melewati mall Cibinong dan terus saja.

Tidak lama kemudian kita sudah mulai memasuki Bogor …. melewati kolong persimpangan toll lingkar luar Bogor … jalanan mulai sedikit terasa tanjakannya.

Dari sini mulai ketemu banyak rombongan gowes yang searah … yang jersey berseragam maupun tidak … rombongan jenis MTB maupun seli … tapi rombongan seli lebih banyak … mungkin karena lagi trend.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide1-2.png

9.20-an kita rehat di sisi luar trotoar Kebun Raya Bogor, senang rehat didaerah sini …. Pepohonan besar besar membuat adem dan segar. Buka camilan … sambil melihat berbagai jenis yang lalu lalang … maksudnya ada yang sepedaan, jalan kaki, lari … yang tua, muda … yang sendirian, kelompok, keluarga … berbagai jenis sepeda …. seru saja lihatnya.

Tidak lama kita lanjutkan perjalanan … melewati monumen lawang salapan dan ketika sampai di jalan Sedane … saya lemparkan ke forum … mau potong jalan lewat jembatan yang di arah atas atau jembatan disini dan mesti naik tangga …. terserah kata forum.

Ya sudah saya pilih yang terdekat … jembatan di dekat sini dan naik tangga.
Tapi pertama kita harus menyebrangi jembatan kali Cisadane yang melewati pintu air Cisadane. Berhubung sudah memasuki musim penghujan debit airnya lumayan besar …. Suaranya sangat bergemuruh.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide2-2.png
Jembatan Pintu Air Cisadane Bogor
Baca lebih lanjut

Destinasi Sentul yang “menghilang”— Leuwi Batu Anggrek

This image has an empty alt attribute; its file name is slide9-1.png

Wara wiri di Sentul cukup lama tapi saya baru tahu destinasi ini.
Kabarnya destinasi ini sudah cukup lama …. dan kemudian “menghilang”.

Konon tempatnya bagus serta tidak jauh dari area Sentul perumahan.
Jadi bikin penasaran untuk melihatnya kesana secara langsung.

Berangkat dari rumah jam 7 kurang sedikit, setelah melalui perjalanan seperti biasanya – dengan saat ini berarti sudah 3 minggu berturut turut arah kepergian melalui jalanan ini – sampailah di tikum Cibubur jam 7.46 lewat 1 menit dari jadwal. Di perjalanan tadi tidak bisa terlalu cepat, bekas hujan semalam menyebabkan banyak tergenang air di beberapa ruas jalan. Sepeda tidak pakai fender / spakbor sehingga mesti jalan perlahan supaya air tidak ngiprat ke baju belakang, supaya tetap tampil necis sampai tujuan.

Di tikum om Adi sudah menanti …. hahahihi sebentar … perjalanan berlanjut. Ban sepeda berputar melalui perumahan Podomoro Cimanggis, sisi tol Jagorawi, muncul di Gunung Putri CIteureup.

Melaju di jalan Citeureup, melewati sirkuit Sentul lalu belok kiri melalui Babakan Madang dan mengarah keatas. Melewati sedikit sedikit tanjakan dan sampailah di perempatan Jungle Land.

Perjalanan lancar …. Selama perjalanan mobil agak sedikit yang lalu lalang tapi motor banyak sekali, umumnya beriringan berombongan.

Dari perempatan Jungle Land saya belok kanan mengarah ke bundaran Sentul City dan rehat sejenak di pelataran ruko. Banyak sekali ruko berjejer kanan kiri disepanjang jalan ini dan umumnya kosong belum terisi. Makan dulu perbekalan snack dan minum minum sejenak sambil melihat rombongan motor yang wara wiri dan sesekali diselingi rombongan pesepeda.

Perjalanan dilanjutkan dan ketika sampai di bundaran, sepeda belok kiri mengarah ke area cluster cluster perumahan Sentul. Ini pertama kalinya saya masuk ke daerah sini. Jalanan beton mulus dan menanjak, masih banyak area kosong dan sudah ada beberapa cluster yang sepertinya sudah terisi dan ada juga cluster baru yang sedang dibangun.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide1-1.png
memasuki jalanan cluster perumahan Sentul
Baca lebih lanjut

Ngebolang mencari curug Rancang Kencana Wangi

Selentingan kabar ada curug di dekat Bukit Cinta Sukamakmur Bogor, namanya curug Rancang Kencana Wangi.

Selama ini tidak pernah dengar ada curug disana, apalagi namanya sekeren itu.

Cari info di internetpun … sangat minim.

Ragu apakah nyata … atau khayalan semata.

Sudah … Jalan saja kesana …. berdasarkan titik refensi yang saya dapatkan, di set jadi titik destinasi di gps, tapi berdasarkan citra satellite saya ragu, disana ada curug di titik itu ….
Ada tidak ada bagaimana nanti … Apapun yang terjadi enjoy saja … Tidak diset ekspektasi tinggi … just ride.

Meluncurlah di minggu pagi … Sepanjang perjalanan dari arah Kalimalang sampai tikum Cibubur ketemu banyak rombongan gowes … menggunakan berbagai baju seragam bahkan beberapa sepertinya rombongan gowes komplek perumahan … bapak2 dan ibu2 saling beriringan. Fenomena yang bagus …. hope last longer.

15 km-an kemudian sampailah di tikum Cibubur. Di area tikum juga ada kelompok lain yang regrouping.

Menanti sejenak dan si om muncul on time … 7.45 … chit chat sebentar … lalu lanjut gowes.

Gowes beriringan dengan santuy melalui Podomoro Golf View Cimanggis, yang ramai dengan orang orang yang berolah raga. Keluar dari perumahan ini dan menyusuri sisi tol.

Ketika menyusuri sisi tol Jagorawi, muncul dari belokan 5 goweser emak emak pakai mtb … dress code-nya sama black in black … Dari cara gowesnya kelihatan bukan goweser newbie … Gowes mereka lumayan cepat dan kita ngintil aja di belakang.

Disatu kesempatan kita sempet ngobrol2 … ternyata mereka mau ke Gunung Batu Jonggol …. yaelahhh keren banget … langsung kita ciut … ditanya mau kemana … ” Hmmm nganu … kita mau ke Sukamakmur aja … “

Ketika mereka berhenti … kita tetap lanjut … ” ayooo kita agak cepetan … biar ngga disalip emak2 nanti ” si om memberikan semangat.

Kayuhan agak dipercepat melewati Citeureup dan sebelum pasar kita menghindari keramaian pasar sambil potong kompas masuk ke dalam gang.
Bolak belok di gang sempit yang padat penduduk muncul kembali di jalan raya menuju ke Tajur Sukamakmur.

Dibeberapa area jalanan Tajur Sukamakmur sedang diperbaiki sehingga agak crowded.

Terus saja kita mengikuti jalan ini yang rolling naik turun tapi lebih banyak nanjaknya. Menanjak menanjak … turun sedikit lalu menanjak menanjak lagi.

Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah slide1.png
Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah slide2.png

Umumnya jalanannya sudah rusak bolong bolong … kita berhenti dulu di jembatan melihat tebing gunung Klapanunggal dan area pesawahan disekitar jembatan … sambil foto2 … disini juga ada rombongan seli yang sedang selfie mania …. setelah jembatan ini …. Tanjakan tanjakannya akan semakin pedas. Pokoke bikin ngap ngap …. tapi jalannya relatif lebih mulus.

Kalau tanjakannya landai … si om ngikutin saya saja di belakang dengan anteng … tapi kalau tanjakannya curam … langsung tancap … meninggalkan saya.
Pokoknya begitu saja kelakuannya berkali kali.

Setelah beberapa kali tanjakan kita sampai di tanjakan yang lumayan curam …. tanjakan yang ada pertigaan ke gua Garunggang, ketemu lagi goweser2 yang rehat di warung …. Mereka akan bersiap menuju ke gua Garunggang.

Kita lanjut melalui tanjakan tanjakan dan menurun kembali melewati jembatan dan …. Menanjak curam kembali ke atas …. tanjakan kategori berat … perlahan dan mendekat ke tanjakan lagi …. tanjakan Bukit Cinta Sukamakmur.

Megap megap lagi saya …. Si om ngacir aja ninggalin saya dan menunggu di puncak.

Bukit Cinta adalah bukit wisata selfie … Sekalian bisa rehat kulineran di warung yang ada disini

Baca lebih lanjut