Rekreasi Panjang di Banjir Kanal Timur

Slide1

Jika ingin jalan jalan, bersantai, berolahraga, berwisata tidak harus selalu pegi ke tempat yang jauh. Ada tempat tempat disekitar kita yang menarik untuk disambangi. Bahkan mungkin tempat tersebut di datangi oleh orang orang dari jauh.

Di dekat tempat tinggal … ya sepelemparan batu-lah, ada daerah yang sekarang menjadi destinasi wisata ; Banjir Kanal Timur alias BKT, tapi aja juga yang menyebutnya Kali Banjir Timur (KBT), terserah anda mau ikut mahzab yang mana.

Karena tinggal tidak jauh dari area ini, saya mengalami proses sejarahnya dari perkampungan padat, dan kemudian berubah menjadi sungai buatan yang besar. Suatu pekerjaan besar untuk mengurangi banjir di daerah Jakarta. Katanya dengan adanya BKT, banjir Jakarta berkurang 30%. Benar ga sih 30% .. bukannya 33,64% ya … *sotoy

Slide10

Slide17

mudah-mudahan nanti air sungaimya jernih seperti sungai Jakarta lain yang sudah jernih

Pembuatan BKT ini sudah dicanangkan sejak lama … sejak tahun 1973 mulai dibuat rencana induknya. Tapi baru bertahun tahun .. ya bertahun tahun kemudian dilakukan penggalian pertama atau ground breaking di tahun 2002. Dan stop …. kemudian bertahun tahun … ya bertahun tahun berhenti dan pada tahun 2007 dilanjutkan kembali dan selesai di tahun 2010 – 2011.

Slide3

Inilah aliran awal BKT, sungai aslinya berbelok ke arah bendungan biru

Titik awal BKT berada di Kebon Nanas Jakarta Timur dan ujungnya di Pantai Marunda, membentang sepanjang 23,5 km. Sungai sungai yang di tampung oleh BKT adalah ; kali Cipinang, kali Sunter, kali Buaran, kali Jati Kramat, dan kali Cakung. Sedangkan kali Ciliwung pada tahun 2016 masih berjalan proses penyambungannya, dikenal dengan istilah sodetan Ciliwung yang akan dihubungkan dengan BKT. Padahal dulu saya kira awa BKT ini adalah dari sungai Ciliwung … padahal jaraknya sudah dekat ke Ciliwung … kenapa dulu ngga sekalian aja ya …

Slide2

Pada masa pembangunannya .. saya suka bermain sepeda di pinggiran kali, jalanannya umumnya masih tanah, dan bersapedahan sampai tembus ke ujung BKT di pantai Marunda. Pada saat itu jika gowes kearah ujung BKT, banyak melalui area yang sangat sepi … jalanan tanah yang tidak rata dan jauh kemana mana … mesti waspada dan lebih baik melipir lewat jalan raya. Ketemu orang di daerah sana di wanti wanti “Pak suka ada begal di daerah sini … lebih baik cari jalan lain .. ” … wakkk . Sekarang sih .. sudah tidak sepi lagi banyak yang lalu lalang …. paling malam … katanya masih suka ada begal .. makanya jangan pacaran mojok disini …

Slide4

Ujung BKT di pantai Marunda

Baca lebih lanjut