Camping di dalam kota Bekasi — Kalam Kopen Camping Ground

Jika ingin camping tapi tidak ingin jauh jauh dari kota Bekasi.
Ya camping di kota Bekasi saja.
Ya di dalam kota Bekasi.
Betul di dalam kota Bekasi.

Namanya Camping Ground Kalam Kopen.
Lokasinya ada di daerah Tambun Bekasi.

Di hari Minggu pagi saya pergi kesana …. Tidak akan camping …. Hanya jalan jalan saja pengen lihat camping ground Kalam Kopen.

Rutenya mudah dan gampang. Mengikuti jalan Kalimalang mengarah ke Bekasi, melewati Metmall dan sedikit melipir masuk ke area CFD Bekasi karena kalau jalan terus tidak bisa (menjadi satu arah), lanjut lagi mengikuti Kalimalang … terus saja sampai melihat jembatan khas Grand Wisata yang berada di tol Cikampek daerah Bekasi … dan sepeda belok kiri masuk ke jalan Lapangan Kobra. Tidak berapa jauh lalu belok kanan …. Nah dijalan inilah lokasi Kalam Kopen itu berada.


Jalannya tidak terlalu lebar tapi masuk dua mobil dan sepanjang jalan di kanan kirinya dipenuhi oleh rumah rumah. Dan sekitar 100 meteran dari belokan tadi, di sisi sebelah kiri ada tembok tinggi memanjang, menyusuri tembok ini dan ketemu gerbang masuk yang besar …. Ya inilah lokasi camping ground Kalam Kopen. Baca lebih lanjut

Travel into the unknown — Gunung Sieum Jonggol

Hanya karena belum pernah saja kesana ….

Tidak tahu ada apa disana

Nama daerahnya Gunung Sieum.

Cari informasi mengenai gunung ini begitu minim.
Ada apa disana ….?

Apakah disana ada keraton …. ?
Ada kerajaan … ?

Jadi pengen tahu.

Yang saya tahu dari googlemaps bahwa akan pergi ke suatu gunung kecil di daerah Dayeuh Jonggol yang cukup lebat dan melalui kontur naik turun …. Ya namanya juga naik gunung …. Mungkin ini kategorinya “muncak” kata orang2 zaman now …. Hehe … Maksa.

Dibuatkanlah jalur untuk kluyuran di gunung tersebut dan di masukkan kedalam GPS…. Supaya ada panduan … biar ngga terlalu apruk aprukan kemana mana …. Capek soalnya …. Ngga ada warung digunung. Nanti sih tergantung dilapangan bagaimana situasi dan kondisinya. Karena biasanya kondisi lapangan bisa berbeda.

Sepeda di set ringkas, supaya tidak terlalu berat jika harus menanjak atau dorong2 atau bahkan angkat2 sepeda nanti … Tidak bawa peralatan lenong … bawa seperlunya saja …. toolskits, jas hujan … cadangan minuman dan kudapan … Untuk ngemil2 kalau kecapean di hutan nanti.

Minggu pagi yang cerah … semangattt … 7 kurang meluncur,
Ban sepeda menggelinding di Kalimalang menuju ke Cileungsi … Tikum.


Sampai Cileungsi om Adi sudah duduk manis menanti. Makan sedikit camilan dulu sambil chit chat … Dan lanjut gowes lagi.

Melewati Taman Buah Mekarsari … Gowes sedang sedang saja … Lalu ada pesepeda balap menyalip ….
Wah kebenaran … Butuh ada yang narik supaya agak kencengan gowesnya.

Akhirnya kita nempel terus di belakang si pembalap … Jadi terbawa cepat, lumayan lama juga … di satu titik dia melambat dan bilang akan belok kanan …. Ya sudah …. kita dadah dadahan …

Lanjut lagi … Dan berbelok menuju alun alun Jonggol … Mendekat alun alun Kita belok lagi mengarah ke Dayeuh.

Jalanan mulai menanjak landai, diselingi turunan dan nanjak lagi. Tak lama sampailah di destinasi wisata sungai Cipamingkis … Kita hanya lewat… Dan tak jauh dari sana kita belok kejalanan desa yang lebih kecil.

Melewati jembatan Leungsir, melihat lihat dulu suasana, bebatuan di sungai ini unik serta ada leuwi yang dalam yang biasa dijadikan spot untuk loncat loncat anak kampung … tapi saat ini tidak ada anak kampung yang bermain.

Lanjut lagi gowes … Disatu titik berdasarkan track yang dibuat dan dimasukkan ke GPS kita harus belok kiri melewati jembatan bambu dan menanjak terjal ke atas melalui jalan tanah … sedangkan jika ambil jalan lurus terus … jalanan masih cor semen …. Hmmm tergoda untuk lanjut … Mending lanjut saja … khawatir kalau ambil jalan tanah … dimusim hujan begini bakalan becek berlumpur … dan mesti berjuang dorong dan angkat sepeda. Jadi selama ada jalan cor semen … kita pilih jalan cor semen … toh arahnya masih bisa dikatakan searah … sama sama menuju gunung juga.

Baca lebih lanjut

Road trip – mencari curug, berujung mengelilingi gunung Klapanunggal

Menurut ramalan …. Minggu 12 Januari akan kelabu
Jakarta akan dinaungi awan kelabu dan hujan ekstrem.
Jadi galau mau pergi gowes kemana ….

Tapi di minggu pagi …. Langit biru cerah … kerennn
Koq bisa …. padahal prediksinya hujan lebat … tapi tetap saya bawa perlengkapan hujan

Destinasinya …. Saya putuskan untuk pergi ketempat yang agak jauh.

Konon kabar ada curug di radius tidak jauh dari pasar Sukamakmur Jonggol.

Baru dengar …

Ngga yakin dengan kevalidan info ini, tapi ya tidak ada salahnya untuk di check ke TeKaPe. Mumpung minggu pagi ini cerah …. bersemangat untuk bergerak.
Pada saat berangkat tidak di set ekspektasi tinggi keberadaan curug ini … terserah gimana nanti.

Biasa start telat jam 6.40-an baru berrr ….
Lintas Kalimalang tembus ke Cibubur dan berbelok di pasar Citereup menuju arah Sukamakmur Bogor.


Perjalanan dari sini mulai rolling naik turun … lebih banyak nanjaknya sih.
Sisi jalan kanan kiri yang sebelumnya dipadati rumah rumah mulai berubah …. Melewati pesawahan … kebun kebun … tapi kadang kadang ketemu perkampungan lagi. Disebelah sisi kiri terpisah oleh lembah terlihat gunung Kapur Klapanunggal yang menjadi area tambang bahan baku pabrik semen. Dari sisi sebelah sini terlihat menghijau …. Ehhh tapi sudah ada mulai sebagian yang terlihat ditambang. Kalau dibukit sebaliknya sudah banyak yang “diacak acak”.

bentangan tebing gunung Kapur Klapanunggal

Gowes mulai perlahan .. karena mulai banyak melalui tanjakan tanjakan. Bentangan tebing kapur putih kehijauan yang memanjang terlihat sangat megah dan indah menemani perjalanan. Terus gowes turun .. naik naik … turun .. naik naik naik. Jalanannya juga berkelok kelok …. Khas jalan perbukitan, mengikuti alur sisi bukit. Baca lebih lanjut

Menikmati ketinggian di Bukit Pelangi Sentul

Sebetulnya judul yang betul adalah kuingin makan sate

Perjalanan kali ini bisa dikatakan galau …
Tidak ada rencana … dari sebelum belumnya … dari semalampun tidak ada bayangan kemana, bahkan saat bangun di minggu pagi juga masih blank ….

Kemana ya ….

Yang terbayang adalah sate … karena hari sabtu kemarin datang ke kondangan .. karena macet jadi telat dan datang pada saat undangan lain pada pulang dan petugas catering sedang siap beberes … sisa sate melintas didepan mata ….

Bingung mau kemana … karena yang terlintas adalah sate … ya sudah cari sate saja … sate yang cukup terkenal adalah di daerah Sentul … hmmm … pas banget … nanjak dulu biar lapar baru makan sate.

Berangkat dari rumah sudah kesiangan … jam 7.20-an baru meluncur …. Untuk anak sepeda pergi jam segitu bisa dikatakan telatttt. Ingat kata pepatah .. lebih baik terlambat daripada tidak … setuju banget … masak karena terlambat kita tidak makan sate …

Ban berputar meninggalkan rumah … melewati Kalimalang, Pondok Gede, Cibubur dan melintasi pabrik semen Tiga Roda di daerah Citeureup. Tak lama kemudian sudah 40 km-an dan tiba di bundaran LOVE perempatan Sentul Bawah.


Jam 9-an … lalu lintas bisa dikatakan sudah ramai, ini karena musim liburan telah tiba …. Mobil mobil berbondong bondong mengarah ke Sentul atas … mungkin hendak ke Jungle Land atau destinasi wisata lainnya … bahkan ada juga yang mungkin mencari sate …. Sate kiloan terkenal didaerah sini.

Dari sini mulai deh sepeda merayap menanjak …. Melewati 4 gedung tinggi yang sedang dibangun …. Kabarnya 3 gedungnya akan dibuat seperti Marina Bay Sand …. Yeayyyy … jadi kalau mau gowes ke Singapura tidak perlu mahal cukup ke sini aja ….. #DasarKatro

Sepeda lalu berbelok kiri keluar dari jalan raya dan berputar melalui underpass. Dalam perjalanan menuju Bukit Pelangi ini kita akan melalui spot spot kuliner, …. Dari kelas warung sampai resto besar yang berkonsep alam, warung warung yang jual buah2-an juga ada. Saya lewati sambil menandai beberapa tempat yang menjual sate untuk nanti saya singgahi waktu pulang.

Jalanan terus menanjak … tanjakannya landai …. Tapi karena panjang dan terus menanjak … lama lama kerasa juga. Disatu titik saya berhenti … ada spot dengan tembok tinggi yang dibentuk dari tumpukan batu batu besar dan berderet …. unik. Mungkin rencananya akan dibuat resto atau tempat wisata tapi terhenti. Baca lebih lanjut

Gowes Kuliner di tepi sawah – Resto Mang Ajoy

Saatnya kulineran ….

Sesekali gowes kulineran mencari tempat makan yang suasananya oke, mosok cari tempat tempat yang “aneh” melulu ….Pengen makan di pinggir sawah, sensasinya melihat hamparan sawah pasti wah ….

Kebetulan saya dapat info katanya ada tempat makan di pinggir sawah … plus ada selfie spot katanya biar tambah kekinian.

Namanya Resto Mang Ajoy di daerah Cikarang …. Apa Cikarang ….????
Iya Cikarang …. Hmmm …. Pemandangan sawah … saya kira di Bogor, ternyata Cikarang duluan yang ada tempat makan alias resto dipinggir sawah. Di daerah Jawa Tengah dan Timur sudah ada beberapa yang langsung tempatnya ngehits.


Oke deh …. Saya berangkat gowes kuliner kesana. Melenggang melalui Kalimalang, melintasi sedikit area CFD Bekasi karena jalan nyebrang lurus di depan Metmall jadi searah dan lanjut kearah Tambun yang mengarah ke jalur Pantura. Jalanan masih relative sepi, hanya ketemu pegowes satu dua.

Tambun terlewati …. Terus saja gowes santuy … melewati gedung Juang 45 Tambun Bekasi. Melipir sejenak mengamati … biasanya suka ada kegiatan … cuman minggu ini tambun sepi .. ehhh .. tumben sepi. Baca lebih lanjut

Menjelajah peninggalan Prabu Siliwangi ; Batu Kursi dan Batu Aseupan

Batu lagi .. batu lagi …

Soalnya saya dengar info menarik … kabarnya ada situs Batu Kursi dan Batu Aseupan … Selama cari cari tempat wisata atau bersejarah di Bogor … saya baru mengetahui keberadaan batu ini. Hmmm … penasaran …. Jadi ditetapkanlah untuk berpergian kesana.

Start dari rumah jam 6.40-an dan tiba di tikum daerah Cibubur … Si om sudah duduk menanti … sudah datang terlebih dahulu … saya tidak telat .. datang on time jam 7.30 sesuai janji.

Hanya ngobrol sebentar dan langsung cusss … gowes melalui Leuwinanggung … dan tembus ke Cibinong yang pagi hari ini macetnya lebih dari biasanya. Setiap gowes melalui pasar Cibinong … pasti macet …. Tapi kali ini macetnya lebih josss …. Tidak tahu kenapa.


Selepas pasar Cibinong … gowes menanjak halus melalui jalan Raya Bogor Cibinong …. Setelah melewati kolong jalan tol lingkar luar Bogor … “tanjakan halus” makin terasa digowesan kearah Kebun Raya Bogor. Tiba di sisi luar Kebun Raya, kita rehat sejenak sambil memakan perbekalan yang dibawa untuk ganjel perut …. Sarapan pagi … maklum sejak gowes dari rumah tidak sarapan dulu.

Sarapan sambil melihat suasana orang lalu lalang di trotoar pinggir kebun raya …. keluarga, pasangan, kelompok …. bahkan jomblo juga ada lho … #SokTahu

menyebrang sungai Cisadane di Bogor kota

Perjalanan diteruskan … melewati pintu air Cisadane di Pulo Empang …. Setahu saya kota Bogor memiliki 2 kepulauan … hehe … satu Pulo Geulis dan satu lagi Pulo Empang ini …. Sebuah area dataran tanah yang ada di tengah tengah sungai Cisadane. Ini adalah jalan shortcut, untuk keluar menuju jalan raya dan harus melalui perkampungan yang padat dengan gang2 yang sempit dan berundak undak …. Mendaki tangga untuk menuju jalan raya …. Pokoknya bakalan ngos-ngos-an angkat gotong sepeda sampai ke jalan raya,

Gowes mengarah keluar dari kota Bogor melalui daerah yang dinamakan Kota Batu.
Perjalanan mulai menanjak .. dan terus menanjak, butuh kesabaran untuk menggowes tanjakan halus ini. Disatu titik kita berbelok kiri menuju arah Pasar Danas. Jalanan lebih sepi …. Tapi tetap terus menanjak. Terus saja menanjak … kita bisa melihat hamparan kota Bogor yang terbentang jauh dibawah.
Sampai di satu pertigaan dan terdapat papan petunjuk … arah menuju Situs Batu Kursi dan Batu Aseupan. Tertera di papan … 1 km untuk menuju situs. Permasalahannya …. Jalanan terus menanjak …. menguras dompet … ehh tenaga …. tapi dompet juga sih … kita pit stop dulu di minimarket milik Pesantren yang ada di daerah ini, suatu pesantren yang cukup besar. Lanjut lagi gowes …. Melewati petani petani bunga …. Jika ada petani bunga maka bisa dikatakan daerahnya cukup tinggi. Baca lebih lanjut

Plesiran ke Batu Tapak Cidokom Gunung Sindur

Mendengar kabar selentingan bahwa ada situs batu tapak di daerah Gunung Sindur Bogor.
Hmmm Menarik …. Menarik …. untuk plesiran kesana.

Minggu pagi jam 7 kurang … matahari sudah terang benderang memberi kehangatan dan semangat …. cusss saya berangkat. Lintas Kalimalang, Cawang, Condet, Lenteng Agung …. Masuk ke daerah Setu Babakan.

Selepas Setu Babakan ritme perjalanan mulai campur campur …. Sering masuk ke jalan jalan kampung kecil … bahkan gang gang sempit …. Melewati banyak percabangan …. Perjalanan jadi melambat … banyak polisi tidur, anak anak kecil dan emak emak …. Begitu banyaknya percabangan, harus stop beberapa kali untuk memastikan belokan yang harus diambil …. Bahkan beberapa kali belokan di gps terlewatkan … puter balik lagi … belokan terlewatkan terutama jika berbelok masuk ke gang kecil sempit atau bahkan seperti jalan buntu …. berkecamuk dialog dikepala saya … “benar ini jalannya ….” …. “emang jalan ini tembus ….”
Tapi umumnya berdasarkan pengalaman saya, jika membuat jalur jalan dengan panduan googlemaps satellite umumnya 90% bisa dilalui …. hanya kadang kadang saja … jalurnya ternyata sudah ditembok, ada yang dipagari sehingga tidak bisa dilalui lagi … atau bahkan sudah tertutup semak belukar …


Di daerah Meruyung … ada jembatan yang sedang di perbaiki … muter lagi cukup jauh … tapi berkat berputar ini saya melewati satu area pelatihan berkuda di daerah Limo …. Oooo ini dia … pernah dengar … ternyata ini toh tempatnya …. Namanya Arthayasa Stables and Country Club, Lahannya luas dan terawat baik …. Lahan latihan berkuda di kanan kiri jalan … ada beberapa yang sedang berlatih menunggangi kuda …. Kesannya elegan … aristocrat …. Beda jauh dengan yang sesepedahan …. Hehehe …

Lanjut terus dan terlihat kubah emas dikejauhan … ya itu masjid terkenal Dian Al Mahri … sebentar masuk ke jalan raya dan kembali masuk masuk perkampungan … gang gang … masuk komplek perumahan besar di daerah Sawangan … masuk kembali ke jalan kampung … jalan jadi menyecil dan …. Menyebrangi jembatan besi … kerennn … suspension bridge.

Keluar masuk kembali perkampungan …. Tapi jarang sekali melewati kebun … bahkan tidak sama sekali melewati pesawahan …. Hampir semuanya sudah terisi rumah.

Baca lebih lanjut

Perjalanan Mencari Tempat baru — Leuwi Leungsir Jonggol

Perjalanan ini bertujuan menuju curug anonim.
Satu curug di daerah Dayeuh Sukamakmur Bogor.

Info mengenai curug ini didapat dari internet … Tidak ada namanya, hanya foto dan ancer2 lokasinya.

Kenyataannya curug tersebut bisa betulan ada atau hoax …
Memang beberapa kali saya mendapatkan info hoax setelah di datangi ke lokasi tapi beberapa kali juga memang benar.

Kelakuan hoax ini sudah kemana mana … Sampai tempat2 seperti ini aja di hoax-kin.

Tapi tidak terlalu masalah … diawal pergi sudah di set ekspektasi tidak tinggi …
Bisa jadi destinasi tersebut hoax tapi mungkin saya menemukan tempat lain yang menarik ketika berpergian kesana.

Perjalanan ini diawali dengan menyusuri Kalimalang untuk menuju tikum di Cileungsi.

Sampai ditikum Metland Cileungsi hampir bertepatan … Saya datang duluan dan beberapa detik kemudian si om muncul.

Tanpa pakai lama kita lanjut, melewati Taman Buah Mekarsari, dan perjalanan mulai menanjak … Melintasi Cibucil … Ejhh tahu ngga daerah Cibucil ??? ..

Selepas Cibucil, Kita berbelok ke arah alun alun Jonggol, melewati pasar Jonggol dan belok kanan mengarah ke Dayeuh Sukamakmur.

Perjalanan terus menanjak … Tanjakan yang landai dan panjang … Tidak parah hanya bikin lambat saja.

Kanan Kiri jalan mulai ada hamparan pesawahan, ada yang mengering dan ada juga yang hijau subur.

Jam 9 kurang sudah sampai di pasar Dayeuh … Destinasi sekitar 5 km-an lagi.

Disatu titik kita berhenti dan takjub … ada komplek bangunan yang seperti bungalow tapi ternyata ini adalah boarding school … Wowww

boarding school di daerah Dayeuh Jonggol

Lanjut lagi … Tak jauh dari boarding school tadi sampailah di satu spot wisata Sungai Cipamingkis di daerah Dayeuh.

Spot ini cukup populer …. Lokasinya yang tepat dipinggir jalan dan batu batu sungai yang unik menjadi tempat bagus untuk foto2. Baca lebih lanjut

Situs ngumpet di komplek perumahan — Batu Tapak Cinangka peninggalan kerajaan Padjajaran

Situs Batu Tapak ada dibeberapa tempat …. Di area Bogor juga ada beberapa.

Tapi ada situs batu tapak di daerah Pondok Cabe…. Wah … ini baru saya dengar dan bikin penasaran untuk melihatnya.

Berdasarkan pantauan citra satellite googlemaps … Perjalanan untuk menuju destinasi bisa dikatakan 95% akan melewati daerah yang padat perumahan, melewati jalan raya, jalan jalan kecil bahkan gang gang sempit. Dari Jakarta Timur sampai daerah Sawangan Tangerang Selatan, hanya sedikit melewati area terbuka hijau …. Bisa dikatakan ini adalah petualangan kota … petualangan gowes antar provinsi …. Provinsi Jakarta ke Provinsi Banten …. Petualangan … eitss stop … sudah sudah terlalu kebanyakan dramatisasinya.

Berangkat dari rumah melewati Cawang, Condet … masuk gang, nyebrang sungai Ciliwung dan muncul di Pasar Minggu. Lanjut lagi ke Warung Buncit, tembus ke daerah Ragunan, jalan berbelok kelok tipikal di daerah sini … dan memotong masuk ke area terbuka hijau … Pemakaman Kampung Kandang …. Ehhh ini bisa masuk kategori area terbuka hijau ngga sih …. Pokoke membelah kuburan kearah belakang dan kembali masuk gang yang menanjak, berbelok belok … masuk lagi kejalan raya … tidak tahu berapa kali masuk gang keluar gang … dan melewati ratusan polisi tidur … kemudian masuk lagi ke jalan raya di daerah Pondok Cabe, lalu masuk gerbang perumahan besar South City. Tapi tidak masuk kejalan utamanya, tapi melewati sisinya dan turun curam kebawah lembah melewati sungai Pesanggrahan dan menanjak ke atas sampai kembali ke area datar dan panduan track gps mengarahkan untuk berbelok kiri ke suatu jalan yang besar dan lebar tapi sepi ….

Baca lebih lanjut

Tambah lagi wisata mangrove di Bekasi — Sunge Jingkem

Ada lagi spot destinasi keren di daerah romansa Bekasi
Berdekatan atau tetanggaan dengan Sungai Rindu.

Namanya tidak ada nuansa nuansa romantis
Namanya Sunge Jingkem
Mingkem …. ??? Jingkem … Sunge Jingkem.

Mungkin Jenuh mendengar manisnya kata cinta …
Hmmm …. Kayaknya quote ini pernah dengar …

Menyusuri Banjir Kanal Timur (BKT) ke arah muara

Ya sudahlah saya pergi kesana, jam 7 kurang sedikit meluncur dari rumah dengan menyusuri BKT kemudian masuk ke perumahan Harapan Indah Bekasi …. ke area pengembangan baru … jalanannya besar besar … masih banyak area kosong dan sebagian sudah ada cluster cluster perumahan baru.

Keluar dari area perumahan menyusuri pesawahan membentang … yang kayaknya tinggal nunggu waktu untuk berubah menjadi perumahan. Lalu berbelok lagi kejalan yang lebih kecil …. Sebelah kiri adalah jejeran perumahan yang jarang jarang dimana bagian belakangnya adalah pesawahan dan sebelah kanan adalah sungai irigasi yang airnya hitam pekat. Jalannya adalh cor semen … kadang mulus … kadang hancur.


Panjang juga menyusuri jalanan ini sampai ketemu lagi jalan yang lebih besar, memotong pembangunan jalan tol JORR baru lalu berbelok lagi ke jalanan kecil bahkan masuk gang dengan perumahan yang tidak terlalu padat dan muncul muncul di area kosong blong … di area tambang gas pertamina … menyusuri jalan berbatu yang di area sisinya bentangan pipa gas, sisi kanan kirinya adalah rawa atau pesawahan yang mengering karena musim kemarau.

Setelah beberapa kali belak belok ditanah gersang ini … akhirnya mentok sungai Cikeas … atau ada juga yang menyebutnya sungai CBL, sepeda belok kiri mengarah ke muara, jarak sekitar 2 km-an lagi. Sebelah kanan adalah sungai yang terhalang oleh semak dan pepohonan, sebelah kiri adalah semak belukar dan setelah beberapa meter disebelah kiri berubah menjadi hamparan tambak ikan yang sangat luas membentang.

hamparan tambak ikan

Kemudian berbelok membelah tambak ikan … melalui pematang … ada yang lebar dan ada yang cukup kecil … bikin sport jantung … deg degan …. Gowes perlahan dan konsentrasi full …. Kalau sampai kecebur …. Hancur semua reputasi yang sudah selama ini dibangun … halahhh. Baca lebih lanjut