Melihat Bukit di seberang Perkemahan Cioray – Bukit Pabuaran

— Lembah dan tanjakan yang harus dilalui

Saat berada di perkemahan Cioray Leuwikaret gunung Klapanunggal, ketika melihat kebawah lembahnya, saya pikir akan melihat area jalan raya Sukmakmur Cibadak Bogor. Ternyata yang saya lihat adalah lembah dan bukit lagi didepannya. Jadi jalan raya Sukamakmur ada di balik bukit seberang.

Penasaran dengan keberadaan bukit diseberang … melihat jalannya yang meliuk liuk tambah bikin penasaran. Ada apa saja disana …. daerah disana bukan destinasi wisata sehingga tidak ada yang sengaja jalan jalan kesana … cari cari di internetpun tidak tahu ada apa disana.

Jam 7-40 si om tiba di tikum Cibubur. Briefing sejenak arahan destinasi … pokoknya tempatnya ngga jelas … “ oke oke “ si om hanya manggut saja.

Berputarlah ban sepeda melalui Leuwinanggung …. ketemu beberapa rombongan sepeda … disepanjang jalan lumayan cukup banyak yang bersepeda.

Jalur yang dilewati seperti biasa, melalui perumahan Podomoro golf view, susur sisi luar tol Jagorawi, melewati pabrik semen di Citeureup, belok ke jalan Raya Tajur Sukamakmur.

Di jalan raya Tajur Sukamakmur tipikal jalananannya rolling naik turun, tapi dominasi tanjakan.

Melewati jembatan yang ada bangunan destinasi wisata …. yang sudah cukup lama dibangun tapi belum selesai selesai … dan sekarang sudah mulai berbentuk … terlihat menarik.

Baca lebih lanjut

Menembus gunung Klapanunggal menuju Mata air Cikukulu

Mata air Cikukulu ….
Nama yang unik … belum pernah dengar.

Ketika ada yang mengabari tentang mata air ini … tidak hanya heran tapi langsung tertarik.
Googling2 … infonya sangat minim banget.
Posisinya yang pasti ada di area kawasan tambang pabrik semen di Citeureup, sebelah mananya tidak jelas.

Mungkin karena adanya didalam kawasan tambang jadi aksesnya agak terbatas sehingga tidak banyak yang tahu tentang spot ini. Pernah sekali saya melintasi area tambang ini … area yang sangat sangat luas dan memang sepi …. karena waktu itu hari minggu jadi sepi … tidak ada yang kerja. Kalau hari kerja tidak boleh masuk kesini … karena lalu lalang truk truk tambang besar yang ban-nya seukuran mobil.

Selama ini mata air di area gunung Klapanunggal yang terkenal adalah mata air Sodong …. Tapi ternyata ada yang lain …. mata air Cikukulu.

Kali ini akan kesana lagi … mencari dan menemukan.

Untuk masuk kesana kemungkinan tidak bisa masuk lewat akses utama yang merupakan cara tercepat dan termudah – lewat “kota” … ya sudah sekalian saja dibuat lebih seru …. sekaligus berpetualang. Lewat akses belakang yang belakang banget … menjelajah area yang belum pernah saya lewati … sudah lama penasaran dengan jalur ini, ingin sekali melewati jalur ini.

— jalur yang ditempuh menembus gn Klapanunggal

Naik gunung Klapanunggal dan membelah sisi tengahnya dan masuk ke area tambang di tengah atas pegunungan Klapanunggal.

Hari Minggu … saatnya untuk pergi mencari.
Jam 7.45-an kurang sudah nongkrong di bawah flyover Cileungsi …. dan jam 8 kurang si om datang … intime … janjian jam 8. Menjelaskan arah dan destinasi yang dituju …. dan cabut … cusss

Melewati pasar Cileungsi yang padat dan ramai, kemudian berbelok di pasar Meong, masuk gang berkelok kelok dan tak lama kemudian di depan mata sudah terhampar bukit putih tinggi memanjang … bukit kapur Klapanunggal … bukitnya sudah terpotong potong serta banyak lahan bolong bolong karena penambangan batu kapur. Area tambang ini sepertinya bukan resmi dari pabrik semen besar, area tambang milik pabrik semen besar ada di atas gunung Klapanunggal yang nanti akan kita lalui.

Yang sedikit jadi masalah …. sepertinya dalam beberapa hari ini turun hujan di daerah Klapanunggal sehingga jalanannya banyak yang becek … untungnya belum masuk benar2 musim hujan …. karena jika musim hujan jalanannya benar benar banyak kubangan dan tanahnya menempel di ban.

Mungkin juga karena dibeberapa bagian becek …. selama gowes di area sisi gunung kapur Klapanunggal ini tidak ketemu pegowes … biasanya wara wiri kelompok gowes … sekarang tidak ada sama sekali …

— area tambang kapur di kaki gn Klapanunggal

Kita gowes melewati akses destinasi wisata Lalay yang juga sepi. Kemudian kita melintas masuk ke area penambangan kapur, tepat di bawah tebing kapur yang dipapas tegak lurus …. putih memanjang seperti tembok yang tinggi.

Baca lebih lanjut

Bermain di kegersangan Tanjakan Anaconda Hambalang

Meskipun pernah beberapa kali menjelalah area perbukitan Hambalang yang luas dan gersang.
Masih banyak area yang belum saya datangi dan saya lihat. Jalur terpanjang yang pernah saya jelajahi di bukit Hambalang ini adalah jalur yang menjadi bagian dari rencana jalan puncak 2 yang salah satu bagiannya membelah perbukitan Hambalang. Jalan rencana puncak dua ini bertujuan untuk mengurangi beban kemacetan di jalur Puncak Bogor.

Pada saat itu tahun 2015 …. di area perbukitan Hambalang yang gersang kering kerontang .. seolah olah bukan berada di dareah Bogor …. dari salah satu titik tertingginya pandangan ke bawah lembahnya membuat saya heran …. bahwa area kosong ribuan hektaran ini terlihat sudah terkavling kavling.

Tahun 2021 … ingin melihat kondisinya lagi, sekalian masuk ke perbukitan Hambalang dari area yang belum pernah saya lewati. Saat ini adalah momen yang tepat untuk menjelajah ke area perbukitan tersebut, karena sudah semingguan ini tidak turun hujan … karena jika musim hujan akan penuh kubangan dan lumpur sehingga sangat sulit dilalui.

Rencananya akan masuk dari akses Pabuaran, terus menuju perbukitan Hambalang dan akan melalui tanjakan Anaconda yang lumayan popular. Disebut Anaconda karena tanjakannya berliuk liuk seperti ular. Pesepeda jarang bermain ke area perbukitan gersang ini …. area tersebut menjadi tempat bermainnya para crosser.

Di perempatan Cibubur saya sudah duduk menanti sambil berjemur dibawah sinar matahari.
Hampir jam 7.45 ketika si om muncul … intime sesuai janjian.
“ke Hambalangnya kemana ?” tanya si om … saya jelaskan jalur yang akan dilalui …. “belum pernah lewat sana “ kata si om …. Oke deal .. jadi kita kesana.

Perjalanan dimulai, seperti biasa melalui jalan leuwinanggung dan sampai ke perumahan Podomoro golf view. Biasanya kita masuk jalan kampung di tengah perumahan selepas area ruko ruko, tapi kali ini kita teruskan perjalanan mengikuti jalan baru lebar terus sampai keujungnya. Jalanannya landai menanjak melewati beberapa area tanah2 kosong merah yang sudah diratakan siap dioleh jadi perumahan … dan ada satu cluster perumahan yang sudah hampir rampung selesai. Jalanan lebar ini masih sepi … jarang yang lalu lalang, sepertinya belum banyak yang tahu kalau jalan ini sudah selesai sampai ujung.

Diujung jalan lebar ini … adalah tembok pagar pembatas yang membentang tapi ada celah terbuka … gang tanah yang membelah kebon kebon penduduk tersisa di area ini. Dan muncul di jalan kecil di sisi tol Jagorawi. Setelah menyusuri sisi luar jalan tol, kita tiba di perempatan Gunung Putri.

Gowes santai melewati pabrik semen dan setelah pasar Citeurep belok kiri ke jalan Raya Tajur.
Perjalanan mulai rolling naik turun dan terheran heran ketika melihat yang dahulunya lembah hijau luas sekarang sudah menjadi tanah merah rata dan terpampang nama perumahan baru … wow. Bahkan satu hamparan sawah sekarang sudah berubah menjadi perumahan … wahhh … manusia terus berkembang biak dan bertambah ya ….

Jalanan mulai lebih banyak menanjaknya, melewati rumah makan Saung Tepian Sawah … dan terus saja. Disatu titik kita menurun hendak melewati jembatan Pabuaran, tapi tepat sebelum sampai ke bawah lembah ada jalan berbatu di sebelah kanan jalan. Kita masuk kesana dan tidak lama kemudian kita dihadang jalanan menanjak …. lumayan curam tapi untungnya jalannya berupa tanah yang sudah diratakan sehingga masih nyaman digowes.

Ini adalah tanjakan perkenalan karena di depan akan banyak tanjakan yang sedang menanti. Kita terus bergerak menanjak dengan santai dan melewati belokan jalan yang seperti baru dibuat … jalanan baru menuju suatu tempat … bisa jadi komplek perumahan bernuansa vila atau destinasi komersial lainnya. Kita terus menanjak dan suasana sudah berubah …. tipikal khas perbukitan Hambalang …. ambien-nya area kosong gersang dan jarang sekali pepohonan.

— di bukit awal pertama dan memandang perjalanan yang harus dilalui

Kita tetap di jalur yang sudah diplot, dan bertemu dengan seorang pesepeda dari arah berlawanan. Pesepeda dari Cibinong …. ngobrol2 … ternyata dia sudah beberapa kali melalui jalur ini, tapi dia biasanya masuk dari pertengahan bukit, masuk dari akses perkampungan di Bukit Hambalang puncak Tipar. Katanya kalau dari arah kita masuk akan banyak melalui tanjakan yang parah …. kita jadi tersenyum getir mendengarnya ….

Baca lebih lanjut

Ke puncak Tertinggi Bekasi – Pasir Puntang

Lao Tzu, filsuf Tiongkok Kuno mengatakan perjalan seribu mil dimulai dari langkah pertama.
Mungkin bisa diaplikasikan semangatnya bahwa perjalanan untuk mencapai titik tertinggi di planet bumi dimulai dari titik tertinggi Bekasi …. ehhh bisa ngga sih diartikan begitu …. #GaruKepala

Matahari bersinar terik ketika jam 7 pagi kurang, sepeda keluar dari pagar rumah. Teriknya pancaran sinar matahari memberikan energy untuk semangat bersepeda. Bergerak santai menyusuri Kalimalang dan masuk ke area Kamala Lagoon yang lumayan cukup ramai oleh orang yang berolah raga … bersepeda, berlari maupun hanya berjalan kaki. Keluar dari akses belakang Kamala Lagoon lalu berbelok belok dan muncul di Kemang Pratama dan tak lama kemudian sudah melaju di jalan Narogong Bekasi.

Tepat sebelum perumahan Linus Pratama sepeda berhenti di depan apotik biru milik perusahaan negara … tikum yang disepakati … kirim kabar ke kijang satu “on position” … menanti sejenak .. dua jenak .. tiga jenak … sudah melewati 15 menitan waktu janjian … ternyata kijang satu ehh si om malah gowes kebablasan dan terlewat jauh jadi mesti putar arah lagi.

Chit chat dulu sebentar …. dan kita meneruskan perjalanan, masuk ke jalan jalan kecil menuju pelosok Bekasi, bolak belok berkali kali dan kadang melewati jalanan besar dan masuk kembali kejalan kecil.

Baca lebih lanjut

main ke kebun sambil berwisata – Donny’s Farm

Ada suatu tempat yang terlihat menarik …. spot ekowisata. Supaya ada variasi, sekali kali main ke kebun, sekalian ingin tahu bibit bibit pohon apa saja yang dijual disana.
Namanya Donny’s farm, terletak di kaki gunung Salak Bogor.

Minggu pagi awan sedikit mendung … hmm mungkin akan turun hujan.
Tidak masalah … sepeda bergerak melintas Kalimalang, Pondok Gede dan terus roda sepeda berputar. Meskipun mendung … tapi banyak sekali ketemu rombongan sepeda, dan paling sering ketemu rombongan seli … ada acara komunitas selikah …

Tiba di tikum … Cibubur dan si om sudah menanti disana. Kali ini terlihat berbeda … sepedanya … Polygon Heist 3 … seri lama tapi terlihat baru … asyikkk.

Melajulah kita melalui Leuwinanggung mengarah ke Cibinong. Kalau pakai sepeda yang lama biasanya si om, kalau di jalan datar anteng saja di belakang … tapi pakai sepeda “baru” … pengennya nyalip mulu … hehe … mungkin karena pakai ban 700 jadi bawaannya mau ngebut mulu.

Tak terasa kita melintas di flyover Cibinong … dan di atas jembatan fly over ini ramai sekali rombongan pesepeda … titik atas ini menjadi tempat regrouping. Kita terus melaju, tersendat di pasar Cibinong yang selalu ramai dan padat.

Selepas pasar perjalanan berlangsung lancar aman tentram loh jinawi … melaju di jalan raya Bogor. Gowesan mulai sedikit terasa berat dikaki … kita sudah memasuki Bogor … menanjak di jl Pajajaran. Kemudian melewati sisi luar Kebun Raya Bogor. Biasanya kita rehat sebentar di sini …. Tapi kali ini tidak, kita terus saja … melintas pertigaan Tugu Kujang dan seperti biasa di spot ini sangat ramai berbagai kelompok pesepeda yang sedang rehat atau regrouping.

Terus menanjak landai di jl Pajajaran Bogor, banyak sekali mobil dan motor yang lalu lalang, sepertinya mereka mau pergi berwisata. Diperjalanan jalan Raya Cibinong Bogor beberapa kali ketemu rombongan sepeda motor … bahkan beberapa rombongan moge melintas dengan suara khasnya yang kencang.

Baca lebih lanjut

Sebuah Pencarian Sarang Macan — Liang Maung

Liang maung ….
Hiyyyy seremmmm

(Liang Maung = lubang macan)

Sudah lama ingin pergi ke tempat ini, dari dulu hanya wacana wacana dan rencana rencana saja … no action.

Beberapa hari ini tidak turun hujan … cocok untuk pergi kesana.
Paling aman kalau pergi kesana saat jalanan kering … saya tidak tahu berapa km akan melewati jalanan tanah. Dari rute yang dibuat, sebisa mungkin menghindari jalur tanah atau makadam meskipun jadi lebih berputar.
Rute dibuat berdasarkan ancer2 dari satellite Googlemaps … tidak tahu kenyataan dilapangannya bagaimana.

Minggu pagi jam 7.30 kurang sudah nongkrong di tikum daerah Bekasi … menanti sejenak .. dan si om datang mengebut, sedikit terlambat.

— menunggu di tikum

Hujan rintik kecil turun ketika akan berangkat … hmmm

Dan ketika mendekat Blu Plaza Bekasi … rintik hujan bertambah … rintiknya nanggung … kalau pakai jaket hujan pasti gerah … tapi kalau tidak, baju basah … aspal jalanan sudah basah …

Berhenti dulu, pasang cover hujan di sadel kulit … sadel kulit sedikit repot … jangan terkena air dalam intensitas lama dan banyak.
Sambil berpikir dan menimbang nimbang …. sedikit ragu untuk … terus tidak ya … kalau hujan pasti repot di area mendekat destinasi. Tapi wajah si om tidak menunjukkan keraguan … tetap semangat untuk lanjut dan langit ke arah jauh … ke arah Karawang … sepertinya terang … tidak hujan.

Perjalanan dilanjutkan … menyusuri Kalimalang … gowes santai … supaya air tidak nyebret ke baju belakang.

Gowes santai banget … beberapa kelompok goweser … menepi berteduh … kita tetap gowes sedikit berbasah basahan.

Baca lebih lanjut

Mini adventure ke curug kecil dan sepi – Curug Cimene

Ingin pergi ke tempat yang tidak ramai.
Konon kabar ada curug tidak ramai, karena tidak terkenal di daerah Sukamakmur.
Daerah Sukamakmur Bogor ini memang banyak curugnya … banyak curug yang keren dan indah … tapi umumnya ramai.

Kalau yang ini mungkin tidak se-wah curug lainnya … tapi sepi …. dan lokasinya relatif mudah dijangkau, namanya curug Cimene.

Matahari sudah cukup tinggi ketika sepeda keluar dari pagar rumah. Gowes nyantai saja melalui Kalimalang, Grand Galaxy Bekasi, Kemang Pratama dan meluncur di jalan Nagorong Bekasi mengarah ke Cileungsi.

25 km-an kemudian sampailah di daerah Metland Cileungsi …. suasana di sekitar jalan utama Metland cukup ramai … orang berolahraga, berjalan jalan saja, lalu lalang kendaraan motor mobil cukup ramai.

Tepat sampai di tikum datang bersamaan … saya dan si om … on time .. 8.00
Tanpa perlu basa basi … “ kemana kita ??? “
Saya jelaskan destinasi yang dituju …. belum jelas dan belum tentu ada … “ ya oke “ kata si om

Menggelindinglah ban sepeda …. menggilas jalan raya Jonggol Cariu, melewati Taman Buah Mekarsari, Citraland Cileungsi, Citra Indah, pertigaan Cibucil dan sampailah di pertigaan Tugu Jonggol …. beberapa goweser nampak sedang regrouping dan foto foto di tugu ini.

Baca lebih lanjut

Situs Prasejarah yang tidak terdengar di Bogor – Punden Berundak Gunung Batu

Di area Bogor, banyak situs sejarah bertebaran. Tidak hanya di kabupaten Bogor … bahkan di dalam kota Bogornya sendiri banyak sekali situsnya.
Dari situs sejarah perjuangan kemerdekaan, situs kerajaan Padjajaran sampai situs Prasejarah ada di Bogor.

Hal ini merupakan fakta bahwa kota Bogor dan area sekitarnya sudah ditempati manusia …. Bahkan sejak zaman prasejarah … kemungkinan dari sekitar 1.000 sd 200 tahun sebelum masehi.

Sambil sesepedahan saya senang mengunjungi situs situs bersejarah … di kota Bogor-nya saya pernah ke situs peninggalan kerajaan Padjajaran – Prasasti Batu Tulis, Kupa Landak, Rangga Pati, Purwakalih, Sumur Tujuh. Situs prasejarah – Batu Congkrang, Batu Dakon Empang dan situs perjuangan kemerdekaan – Bungker Belanda.

Ketika ada yang mengabari saya bahwa ada lagi situs prasejarah di kota Bogor …. Benar benar bikin penasaran …. Punden Berundak Gunung Batu … cari cari informasi di internet, sangat minim sekali.

Baca lebih lanjut

Menikmati Keangkeran dan Keunikan di Gunung Talaga

— Telaga Angker di Gunung Talaga

Tebing yang menjulang tinggi, terlihat megah dan unik.
Suasana sekitarnya masih hijau hijau
Terdapat telaga di area gunung tersebut.
Disebut Gunung Talaga …. tapi telaganya dinamakan Telaga Angker

Keindahan dan keangkeran adalah dua kombinasi yang menarik.
Menarik sekali untuk dikunjungi.

Sepeda meluncur di Kalimalang mengarah ke Cawang dengan santai ….
Di daerah Pangkalan Jati ada RB yang mengalip …. hmmm kayaknya lumayan juga kalau bisa ngikutin dia jadi agak ketarik …. jadilah laju sepeda agak cepat mengikuti si RB ….
Ehh si RB berusaha meninggalkan saya .. tunggu aku tunggu aku …. saya terus ngintilin dia …. Sampailah di daerah Cawang …. berpisah dengan beliau …. hikkss … sedih juga …. saya terus melanjutkan perjalanan sendiri.

Sepeda mengarah ke Semanggi, ketemu rombongan pesepeda yang searah … dalam satu rombongan ada MTB dan RB …. kelihatannya masih banyak yang newbie … satu fenomena yang saya perhatikan … terutama dalam perjalanan PP saya gowes ini, banyak pesepeda baru menggunakan roadbike … terumata jika gowes kearah Sudirman … beberapa kali saya ketemu rombongan roadbike.

Baca lebih lanjut

Pulau baru yang Hijau dan Indah di Karawang – Pantai Pulau Putri Cikeong

Kabarnya ada pulau baru … muncul dari laut … wahhhh
Menjadi pulau indah hijau dan pantai berpasir … wowwww

Minggu pagi sepeda bergerak, mengarah ke Bekasi melaui jalanan Kalimalang yang masih lengang.
Tak lama sepeda sudah melintas underpass Summarecon, melewati pasar proyek Bekasi dan melalui underpass di daerah Duren Jaya.

Terus lurus menyusuri sungai irigasi kearah Babelan, disatu titik berbelok dan terus berbolak belok, kemudian masuk ke jalan kecil kampung … jalanannya menjadi jelek, jalan berbatu batu dan ketika melewati suatu perumahan sederhana jalanan berubah menjadi cor-an semen yang retak retak … selepas perumahan ini adalah bentangan pesawahan yang dibelah dengan jalan conblock dan masuk kembali ke area perumahan.

Sepertinya bentangan pesawahan ini tinggal menunggu waktu berubah menjadi perumahan karena sebagian areanya sudah menjadi perumahan baru dan ada sebuah lahan pesawahan yang sudah disiapkan menjadi perumahan baru.

Ban sepeda terus berputar masuk masuk perkampungan dan jalanan kecil dan kemudian muncul lagi dijalan besar dan melintasi pembangunan tol baru lingkar luar Bekasi. Disatu titik kembali sepeda belok masuk jalan lebih kecil …. jalanan yang membelah pesawahan yang sangat luas.

— Area Pesawahan Bekasi

Sepeda keluar masuk kampung … melalui berbagai bentangan pesawahan … kampung kampung …. Menyenangkan bersepeda keluar masuk kampung dan melewati pesawahan pesawahan seperti ini.

— rehat sejenak di perjalanan yang panas terik

Tidak tahu berapa jembatan sudah terlewati dan akhirnya setelah 45 km-an akhirnya menyebrangi jembatan besar dan panjang …. jembatan yang menyebrangi sungai Citarum. Setelah melewati jembatan ini …. officially sudah berada di Karawang …. yeayyy ….

Baca lebih lanjut