Explore Klapanunggal ; Gua Bagong, Gua Lalay, Pemandian Alam Gua Lalay dan Gua Cicurug

Batu Jempol adalah icon gunung kapur Klapanunggal

Pertama kali gowes kluyuran ke gunung ini tahun 2013 dan kemudian berkali kali blusukan di area gunung ini …. Banyak sekali tempat menarik untuk di jelajahi … dari formasi landscape gunung kapur yang unik menarik, berbagai gua — banyak sekai gua di gunung ini, dan juga ada beberapa curug.

Kabarnya ada lagi beberapa tempat menarik dan posisinya berdekatan …. Wah asyikk sekali.

Beberapa hari ini tidak hujan … saat yang tepat untuk pergi kesana, karena kalau dimusim penghujan .. jalananya akan becek parah. Dan kalau sedang puncak puncaknya musim kemarau …. debunya akan gila gilaan …

Minggu pagi sudah bersiap siap … tidak lupa pakai sunblock karena akan berpanas panasan ria.
Tidak lama ban sepeda sudah menggelinding di Kalimalang, ketemu banyak goweser … dari yang sendirian, yang berduan, yang keluarga, rombongan dewasa sampai rombongan anak pantaran es em a … ketemu kelompok kelompok sepeda hampir terus sepanjang perjalanan …. Yang searah maupun yang berlawanan arah …. Terbukti memang sejak masa pandemic yang sepedahan makin banyak.

Ban terus saja berputar melalui perumahan Galaxy tembus ke Kemang Pratama, lanjut ke Narogong yang selalu semriwing aroma sepet asem ketika truk truk pengangkut sampah menuju TPA Bantargebang lewat ….. dan sampailah di tikum … dibawah Flyover Cileungsi.

Si om sudah menanti. Haha hihi sejenak …. makan camilan … ngobrol ngobrol lagi … lalu saya memberi paparan arah pergowesan … si om hanya manggut manggut saja sambil makan …. Ya sudah .. tidak ada keberatan sama sekali … kita lanjut.

Gowes santai berdua mengarah menuju CIteureup … kadang sambil ngobrol .. kadang hanya diem dieman. Di satu titik .. masih jauh dari Citeureup kita belok kiri mengarah ke Gunung Klapanunggal

Suasana makin gersang … dikejauhan terlihat bentangan gunung kapur Klapanunggal.
Gunung kapur ini adalah sumber bahan baku untuk pabrik semen di Citeureup. Dari sini selain bisa melihat bentangan gunung Kapur juga terlihat bentangan pabrik semen di kejauhan.

Ban sepeda berputar dari jalan coran yang bagus lalu berbelok mengarah ke sisi gunung melalui jalanan berbatu batu yang hancur.

tipikal jalanan berbatu di area gunung kapur Klapanunggal

Terus saja sepeda ajrut ajrutan …. Naik sepeda rigid dijalan berbatu ini memang asyikkk .. haha Baca lebih lanjut

Mencari spot sepi untuk ngopi – Bendungan Tajur Citeureup

Dengar dengar selentingan kabar bakalan ada bendungan baru yang berada di tiga desa yakni Desa Tajur Kecamatan Citeureup, Desa Leuwikaret Kecamatan Klapanunggal, dan Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur.

Rencananya pembangunan waduk tersebut untuk pengendali banjir wilayah Jakarta dan Bekasi. Hanya baru wacana.

Tapi sebelum itu terjadi …. Sebenarnya ada bendungan kecil di daerah ini, kabarnya bendungan tersebut ada di daerah sekitaran Pasirmukti dan Desa Leuwikaret Citereup.

Setelah di cari cari dan diubek ubek di internet akhirnya di dapatkan ancer ancer lokasinya.
Memang sepertinya posisinya ada di belakang area wisata Pasirmukti. Supaya sekalian kluyuran …. Saya memilih akses masuknya dari seberang sungai tempat wisata … jadi lewat Desa Lulut yang ada di kaki gunung Klapanunggal.

Berdasarkan pantauan citra Satelite googlemaps ternyata tidak ada atau tidak terpetakan jalan untuk menuju ke lokasi tersebut. Ya sudah saya buat sendiri saja jalurnya berdasarkan citra satellite tersebut, tinggal bagaimana kondisinya dilapangan, apakah memang itu jalanya atau tidak. Nanti tinggal tanya atau melipir lipir saja cari jalan untuk menuju titik destinasi.

Setelah barang yang akan dibawa disiapkan malam sebelumnya termasuk alat alat kesehatan dan juga tidak lupa …. kopi …. Di destinasi nanti mau ngapain … selain lihat lihat … tidak ada warung .. sepi … pastinya saya akan duduk duduk sendiri di pinggir sungai … physical distancing …. sambil menikmati suara aliran sungai … ngopi outdoor.

Minggu jam 7 pagi kurang saya meluncur melewati Kalimalang, Pondok Gede, Cibubur, sepanjang perjalanan saya bertemu beberapa kelompok goweser yang banyak …. Hmmm kata berita2 di tv sekarang di masa pandemic ini banyak sekali orang naik sepeda …. Terbukti ini …. Menurut saya sih memang lebih ramai dari sebelum pandemi.
Kali ini untuk menuju Citereup saya tidak melalui jalan biasa, yang biasanya melewati Bukit Golf Cibubur, tapi kali ini saya melalui perumahan Podomoro Golf View Cimanggis. Masuk kedalam area perumahannya sampai kearah belakang dan keluar melalui gang masuk menanjak ke perkampungan. Dan perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri sisi dalam tol Jagorawi.

Melalui perkampungan perkampungan dari jalan setapak dan juga ada jalan mobil …. yang pasti meskipun perjalan tidak bisa cepat tapi melalui area ini perjalanan lebih adem … lebih rindang …. Banyak dinaungi pepohonan. Baca lebih lanjut

Destinasi Instagenic — Telaga Biru Artha Hill Karawang

Dua bulanan sudah tidak pergi jauh.
Selama masa pandemi hanya gowes muter muter komplek berusaha tetap berolah raga.

Setelah bisa dikatakan vakum berpergian … sepertinya butuh relaksasi supaya aktifitas gowes kembali menggeliat.

Dan saat ini ada wacana untuk pelaksanaan new normal.
Mungkin hari minggu pertama setelah lebaran ini saat yang tepat untuk gowes agak jauhan sambil mencoba menerapkan new normal.

Mencari destinasi yang menarik tapi sepi, bahkan kalau bisa tidak ada orang disana sama sekali.
Setelah mencari cari … dipilih destinasi Telaga Biru Artha Hill atau ada juga yang menyebutnya Daporing alias Danau Pohon Kering di daerah Karawang.

Suatu destinasi yang tidak begitu popular tapi memiliki pemandangan yang menarik. Tempat yang tidak popular pasti sepi … tempat yang cocok untuk physical distancing.

Supaya aman maka protokol kesehatan diterapkan, gowes sendirian serta membawa peralatan kebersihan ; hand sanitizer, tissue basah, tissue kering dan masker.

Tidak lupa bawa makanan, menghindari makan di tempat umum, sekalian bawa kue kue sisa lebaran untuk dihabiskan disana.

Minggu pagi jam setengah tujuh lebih berangkat dari rumah, menyusuri Kalimalang mengarah ke Bekasi.
Sepanjang perjalanan ditemani oleh sungai Kalimalang yang berada di sisi kanan …. Terus saja mengarah ke hulu Kalimalang.

Kalimalang mendekat ke Cikarang

Jalanan datar, lurus, relatif sepi. …. membosankan.
Beberapa kali melewati pos pemeriksaan, meskipun ada petugas jaga tapi tidak ada kendaraan yang diberhentikan … ehh apa nanti baliknya saya harus menunjukkan SIKM … surat izin keluar masuk …hmm
Jam 8-an ketika disebelah kanan jauh terlihat monumen seperti angka delapan …. perumahan Delta Mas di tepi tol Cikampek …. Melewati jembatan Siphon Cibeet dan kemudian gps menunjukkan berbelok ke arah kanan …. menyebrangi sungai Kalimalang, setahu saya … jalan besar belok kanan masih jauh, berarti ini adalah jalan kecil atau gang yang menjadi jalan pintas.

jalur pintas, menyebrang sungai Kalimalang

Baca lebih lanjut

Sentul yang saya tidak tahu – Kebon Sampeu

Banyak area di daerah Sentul yang belum pernah saya kunjungi.
Biasanya jika ke Sentul paling ke daerah daerah itu lagi … seperti km nol, Bukit Pelangi, gunung Pancar.
Ada satu area yang penasaran untuk saya kunjungi …. Tidak jauh jauh dari area perumahan Sentul … dan tidak jauh juga dari Bukit Pelangi.

Sepertinya area yang sepi …. Cocok untuk keadaan sekarang, waspada terhadap covid-19 …. menghindari keramaian.

Minggu pagi jam 7-an gowes meluncur … melintas Pondok Gede – Cibubur dan sampai di Citereup.
Tidak ada yang neko neko selama perjalanan … jalanan relative lebih sepi …. Apakah karena lebih banyak memilih tinggal di rumah daripada bepergian ….

Sentul sirkuit terlewati dan di pertigaan bawah Babakan Madang belok kiri mengarah ke Sukamakmur dan jalanan mulai sedikit menanjak. Disatu pertigaan pasar Babakan Madang yang ramai saya belok kanan dan tidak lama sampailah di jalan raya perumahan Sentul. Gowes mengarah ke atas …. Melewati gerbang besar utama perumahan dan terus keatas. Tidak ketemu pegowes yang mengarah ke atas mungkin karena sudah cukup siang … jam 9-an. …. Yang mengarah ke bawah meluncur kencang ketemu beberapa … Di satu pertigaan saya belok kanan … ada papan petunjuk Sampoerna Academy, jalanan menurun melewati beberapa gebang cluster perumahan Sentul dan sampailah di sisi kanan ada gerbang Sampoerna Academy. Berhenti sejenak mengamati gedung sekolah elite …. Berkesan classic grande

gedung Sampoerna Academy Sentul

Baca lebih lanjut

Gua terunik yang ada sungai didalamnya — Gua Surupan Jonggol

Gua terindah di Indonesia …menurut info … salah satunya adalah Gua Surupan yang berada di Kebumen Jateng bahkan kabarnya menjadi destinasi wisatawan dunia … wow, alam di dalam gua sangat indah serta terdapat aliran sungai yang jernih dan dihuni beberapa hewan seperti udang serta kura kura endemik.

Tapi ada lagi Gua Surupan lain … yaitu di daerah Pangandaran …. Kabarnya alam didalam gua-nya indah dan juga memiliki aliran sungai didalamnya.

Tapi ada lagi nih … gua Surupan … yang ini lokasinya di daerah Jonggol Bogor, gua ini juga memiliki aliran air sungai di dalamnya.

Termasuk jarang suatu gua yang terdapat aliran air sungai di dalamnya … jadi bisa dikatakan gua Surupan di Jonggol ini adalah gua yang indah dan unik.

Menarik … menarik ….. harus disambangi.

Jam 7.45 sudah duduk menanti di tikum Metland Cileungsi ….
Tak lama si om datang …. Ngobrol dua jenak bahas isu kekinian lalu lanjut gowes.

Jalanan Mekarsari mengarah ke Jonggol ramai tapi tidak padat … aspal mulus jalan lebar … nyaman buat gowes. Tak terasa sudah melewati perumahan Citra Indah, perempatan Cibucil dan lalu berbelok kearah alun alun Jonggol tapi jauh sebelum alun alun kita belok kanan … dan lurus terus mengikuti jalanan aspal yang landai menanjak dan terus menanjak. Sepanjang jalan melewati rumah2 penduduk dan kadang melewati pesawahan atau kebun penduduk.

Jalanan bisa dikatakan sepi …. Jadi kita gowes nanjak berjejeran sambil ngobrol ngalor ngidul kemana mana … yang ngga penting juga dibahas … dan sesekali ketemu goweser yang turun kearah bawah.
Tak terasa kita melewati warung Desi … tempat kumpul pesepeda di daerah sini. Banyak pesepeda yang sedang rehat sambil kongkow. “ om .. mampir dulu om …” beberapa goweser memanggil manggil .. terutama beberapa dari mereka kenal om Adi … kalau saya … apasih saya ini …

Kita hanya melambaikan tangan dan terus lanjut … mengarah ke spot wisata Jonggol Garden .. spot wisata selfie … tapi sebelum spot tersebut kita berbelok ke kiri … melalui jalanan cor semen yang menurun kebawah dan terus menurun … di beberapa bagian cor-annya sudah rusak …. Kita meluncur perlahan melewati rumah rumah penduduk sampai ke ujung desa dan terdapat hamparan luas kebun durian … tapi masih baru ditanam … pohonnya masih kecil kecil … paling tidak butuh 5 tahunan untuk berbuah, tidak jauh dari kebun durian ini sampailah di jembatan … mulai dari jembatan jalanan berubah menjadi tanah dan kadang berbatu batu .. serta tak lupa menanjak … ingat dimana ada turunan pasti ada tanjakan … kalau sudah sampai lembahnya … sungai alias jembatan .. maka jalanan akan menanjak.

Selepas jembatan ini … kanan kiri berubah menjadi area kebun kebun penduduk … kampung sudah terlewati … kita terus menanjak di jalanan berbatu … di beberapa area harus didorong … karena terjal berbatu dan hancur.

Kadang ketemu turunan dan menanjak lagi … kadang jalanannya tanah keras atau berbatu … tapi kadang juga hancur berlumpur … jadi kita harus gotong sepeda sambil pilih pilih jalan meminimalisir sepatu menancap dilumpur.

Kemudian jalanan berubah menjadi sirtu … pasir berbatu, terlihat kondisinya sudah lama … seperti jalanan yang akan diaspal tapi belum jadi dilanjutkan.
Kita melewati 3 sungai yang melintasi jalan … salah satunya dijadikan tempat pembuangan sampah warga sekitar …. Weleh welehhh ….. ampun deh .. didaerah antah berantah begini … bisa dikatakan ditengah hutan hijau hijau begini … tiba tiba ketemu pembuangan sampah …. Hikkkks sedihhh … koq tega

Gua Surupan ada di halaman belakang Pesantren ini

Baca lebih lanjut

Perjalanan yang Berubah — Berkelana ke Bukit Tangkil Hambalang

Main ke bukit Hambalang … pernah 2 kali … jarang ya.

Kali ini mau main kesana lagi … ke satu spot wisata Bukit Tangkil atau kadang disebut juga Bukit Bintang Tangkil, kalau ke bukit ini saya belum pernah.

Buka pagar rumah … jam menunjukkan 7.12 … dan tak lama sepeda sudah melintas dikolong tol Becakayu Kalimalang melalui Jatiwaringin, Pondok Gede, Cibubur dan tembus ke Citereup.

Melewati pasar Citeurep yang tidak begitu ramai dan terus mengarah ke Sentul Sirkuit, disatu titik sebelum sirkuit berbelok dan masuk ke jalan kecil … potong kompas masuk jalan jalan kecil dan muncul lagi di jalan besar, tak lama kemudian sudah di pintu masuk Bukit Hambalang, tepatnya di jembatan di kaki bukit Hambalang.

Jalan utama Bukit Hambalang

Area bukit Hambalang ini umumnya di tempati oleh beberapa instansi pemerintahan dengan luas lahan yang besar dan luas. Jalanannya besar dua jalur, sejak mulai menanjak di sisi kiri sudah ada gedung instansi pemerintahan …. Saya tidak tahu apa …

Baca lebih lanjut

Camping di dalam kota Bekasi — Kalam Kopen Camping Ground

Jika ingin camping tapi tidak ingin jauh jauh dari kota Bekasi.
Ya camping di kota Bekasi saja.
Ya di dalam kota Bekasi.
Betul di dalam kota Bekasi.

Namanya Camping Ground Kalam Kopen.
Lokasinya ada di daerah Tambun Bekasi.

Di hari Minggu pagi saya pergi kesana …. Tidak akan camping …. Hanya jalan jalan saja pengen lihat camping ground Kalam Kopen.

Rutenya mudah dan gampang. Mengikuti jalan Kalimalang mengarah ke Bekasi, melewati Metmall dan sedikit melipir masuk ke area CFD Bekasi karena kalau jalan terus tidak bisa (menjadi satu arah), lanjut lagi mengikuti Kalimalang … terus saja sampai melihat jembatan khas Grand Wisata yang berada di tol Cikampek daerah Bekasi … dan sepeda belok kiri masuk ke jalan Lapangan Kobra. Tidak berapa jauh lalu belok kanan …. Nah dijalan inilah lokasi Kalam Kopen itu berada.


Jalannya tidak terlalu lebar tapi masuk dua mobil dan sepanjang jalan di kanan kirinya dipenuhi oleh rumah rumah. Dan sekitar 100 meteran dari belokan tadi, di sisi sebelah kiri ada tembok tinggi memanjang, menyusuri tembok ini dan ketemu gerbang masuk yang besar …. Ya inilah lokasi camping ground Kalam Kopen. Baca lebih lanjut

Travel into the unknown — Gunung Sieum Jonggol

Hanya karena belum pernah saja kesana ….

Tidak tahu ada apa disana

Nama daerahnya Gunung Sieum.

Cari informasi mengenai gunung ini begitu minim.
Ada apa disana ….?

Apakah disana ada keraton …. ?
Ada kerajaan … ?

Jadi pengen tahu.

Yang saya tahu dari googlemaps bahwa akan pergi ke suatu gunung kecil di daerah Dayeuh Jonggol yang cukup lebat dan melalui kontur naik turun …. Ya namanya juga naik gunung …. Mungkin ini kategorinya “muncak” kata orang2 zaman now …. Hehe … Maksa.

Dibuatkanlah jalur untuk kluyuran di gunung tersebut dan di masukkan kedalam GPS…. Supaya ada panduan … biar ngga terlalu apruk aprukan kemana mana …. Capek soalnya …. Ngga ada warung digunung. Nanti sih tergantung dilapangan bagaimana situasi dan kondisinya. Karena biasanya kondisi lapangan bisa berbeda.

Sepeda di set ringkas, supaya tidak terlalu berat jika harus menanjak atau dorong2 atau bahkan angkat2 sepeda nanti … Tidak bawa peralatan lenong … bawa seperlunya saja …. toolskits, jas hujan … cadangan minuman dan kudapan … Untuk ngemil2 kalau kecapean di hutan nanti.

Minggu pagi yang cerah … semangattt … 7 kurang meluncur,
Ban sepeda menggelinding di Kalimalang menuju ke Cileungsi … Tikum.


Sampai Cileungsi om Adi sudah duduk manis menanti. Makan sedikit camilan dulu sambil chit chat … Dan lanjut gowes lagi.

Melewati Taman Buah Mekarsari … Gowes sedang sedang saja … Lalu ada pesepeda balap menyalip ….
Wah kebenaran … Butuh ada yang narik supaya agak kencengan gowesnya.

Akhirnya kita nempel terus di belakang si pembalap … Jadi terbawa cepat, lumayan lama juga … di satu titik dia melambat dan bilang akan belok kanan …. Ya sudah …. kita dadah dadahan …

Lanjut lagi … Dan berbelok menuju alun alun Jonggol … Mendekat alun alun Kita belok lagi mengarah ke Dayeuh.

Jalanan mulai menanjak landai, diselingi turunan dan nanjak lagi. Tak lama sampailah di destinasi wisata sungai Cipamingkis … Kita hanya lewat… Dan tak jauh dari sana kita belok kejalanan desa yang lebih kecil.

Melewati jembatan Leungsir, melihat lihat dulu suasana, bebatuan di sungai ini unik serta ada leuwi yang dalam yang biasa dijadikan spot untuk loncat loncat anak kampung … tapi saat ini tidak ada anak kampung yang bermain.

Lanjut lagi gowes … Disatu titik berdasarkan track yang dibuat dan dimasukkan ke GPS kita harus belok kiri melewati jembatan bambu dan menanjak terjal ke atas melalui jalan tanah … sedangkan jika ambil jalan lurus terus … jalanan masih cor semen …. Hmmm tergoda untuk lanjut … Mending lanjut saja … khawatir kalau ambil jalan tanah … dimusim hujan begini bakalan becek berlumpur … dan mesti berjuang dorong dan angkat sepeda. Jadi selama ada jalan cor semen … kita pilih jalan cor semen … toh arahnya masih bisa dikatakan searah … sama sama menuju gunung juga.

Baca lebih lanjut

Road trip – mencari curug, berujung mengelilingi gunung Klapanunggal

Menurut ramalan …. Minggu 12 Januari akan kelabu
Jakarta akan dinaungi awan kelabu dan hujan ekstrem.
Jadi galau mau pergi gowes kemana ….

Tapi di minggu pagi …. Langit biru cerah … kerennn
Koq bisa …. padahal prediksinya hujan lebat … tapi tetap saya bawa perlengkapan hujan

Destinasinya …. Saya putuskan untuk pergi ketempat yang agak jauh.

Konon kabar ada curug di radius tidak jauh dari pasar Sukamakmur Jonggol.

Baru dengar …

Ngga yakin dengan kevalidan info ini, tapi ya tidak ada salahnya untuk di check ke TeKaPe. Mumpung minggu pagi ini cerah …. bersemangat untuk bergerak.
Pada saat berangkat tidak di set ekspektasi tinggi keberadaan curug ini … terserah gimana nanti.

Biasa start telat jam 6.40-an baru berrr ….
Lintas Kalimalang tembus ke Cibubur dan berbelok di pasar Citereup menuju arah Sukamakmur Bogor.


Perjalanan dari sini mulai rolling naik turun … lebih banyak nanjaknya sih.
Sisi jalan kanan kiri yang sebelumnya dipadati rumah rumah mulai berubah …. Melewati pesawahan … kebun kebun … tapi kadang kadang ketemu perkampungan lagi. Disebelah sisi kiri terpisah oleh lembah terlihat gunung Kapur Klapanunggal yang menjadi area tambang bahan baku pabrik semen. Dari sisi sebelah sini terlihat menghijau …. Ehhh tapi sudah ada mulai sebagian yang terlihat ditambang. Kalau dibukit sebaliknya sudah banyak yang “diacak acak”.

bentangan tebing gunung Kapur Klapanunggal

Gowes mulai perlahan .. karena mulai banyak melalui tanjakan tanjakan. Bentangan tebing kapur putih kehijauan yang memanjang terlihat sangat megah dan indah menemani perjalanan. Terus gowes turun .. naik naik … turun .. naik naik naik. Jalanannya juga berkelok kelok …. Khas jalan perbukitan, mengikuti alur sisi bukit. Baca lebih lanjut

Menikmati ketinggian di Bukit Pelangi Sentul

Sebetulnya judul yang betul adalah kuingin makan sate

Perjalanan kali ini bisa dikatakan galau …
Tidak ada rencana … dari sebelum belumnya … dari semalampun tidak ada bayangan kemana, bahkan saat bangun di minggu pagi juga masih blank ….

Kemana ya ….

Yang terbayang adalah sate … karena hari sabtu kemarin datang ke kondangan .. karena macet jadi telat dan datang pada saat undangan lain pada pulang dan petugas catering sedang siap beberes … sisa sate melintas didepan mata ….

Bingung mau kemana … karena yang terlintas adalah sate … ya sudah cari sate saja … sate yang cukup terkenal adalah di daerah Sentul … hmmm … pas banget … nanjak dulu biar lapar baru makan sate.

Berangkat dari rumah sudah kesiangan … jam 7.20-an baru meluncur …. Untuk anak sepeda pergi jam segitu bisa dikatakan telatttt. Ingat kata pepatah .. lebih baik terlambat daripada tidak … setuju banget … masak karena terlambat kita tidak makan sate …

Ban berputar meninggalkan rumah … melewati Kalimalang, Pondok Gede, Cibubur dan melintasi pabrik semen Tiga Roda di daerah Citeureup. Tak lama kemudian sudah 40 km-an dan tiba di bundaran LOVE perempatan Sentul Bawah.


Jam 9-an … lalu lintas bisa dikatakan sudah ramai, ini karena musim liburan telah tiba …. Mobil mobil berbondong bondong mengarah ke Sentul atas … mungkin hendak ke Jungle Land atau destinasi wisata lainnya … bahkan ada juga yang mungkin mencari sate …. Sate kiloan terkenal didaerah sini.

Dari sini mulai deh sepeda merayap menanjak …. Melewati 4 gedung tinggi yang sedang dibangun …. Kabarnya 3 gedungnya akan dibuat seperti Marina Bay Sand …. Yeayyyy … jadi kalau mau gowes ke Singapura tidak perlu mahal cukup ke sini aja ….. #DasarKatro

Sepeda lalu berbelok kiri keluar dari jalan raya dan berputar melalui underpass. Dalam perjalanan menuju Bukit Pelangi ini kita akan melalui spot spot kuliner, …. Dari kelas warung sampai resto besar yang berkonsep alam, warung warung yang jual buah2-an juga ada. Saya lewati sambil menandai beberapa tempat yang menjual sate untuk nanti saya singgahi waktu pulang.

Jalanan terus menanjak … tanjakannya landai …. Tapi karena panjang dan terus menanjak … lama lama kerasa juga. Disatu titik saya berhenti … ada spot dengan tembok tinggi yang dibentuk dari tumpukan batu batu besar dan berderet …. unik. Mungkin rencananya akan dibuat resto atau tempat wisata tapi terhenti. Baca lebih lanjut