Melipir ke dua tempat sambil menuju tempat camping di gunung Klapanunggal ; Bukit Cioray

Musim hujan …

Minggu pagi mendung
Berangkat ngga ya …

Menunggu sejenak dan mendung agak sedikit bergeser
ada secercah sinar menyeruak

Rencananya akan menuju camping ground, kabarnya disana ada tempat camping, di daerah gunung Klapanunggal.

Sekalian jalan jalan melipir dulu ke dua tempat … yang selama ini bikin kepo.

Yukkk berangkat
Jalanan masih basah, kalimalang masih sepi
Pesepeda hanya ketemu satu dua

Gowes melalui Kalimalang dan ketika melewati jalan raya Hankam selepas Pondok Gede …. Jalanan tergenang cukup dalam dan lumayan panjang …. Gowes perlahan lahan … tapi tetap aja kena kecipratan basah … suka ada motor atau mobil yang tidak berempati … ngegas dan mencipratkan air kemana mana …. hadeuhhhh

Jam 7.40-an sudah tiba dilokasi … janjian jam 7.45.
Check di WA …. “ maaf om … terlambat “ ya sudah saya menantu .. ehh menanti.
Jam 8-an kurang akhirnya kita melanjutkan perjalanan.

Melintasi perumahan bukit Golf Cibubur masuk gang dan muncul di jalan besar dan masuk gang lagi …. Masuk gang yang belum pernah saya lewati, karena akan melipir dulu ke satu tempat.
Melintasi perumahan yang sudah lama, belak belok disana …. melewati tempat baru selalu bikin exciting … melihat hal hal baru.

“ mau kemana sih kita ? “ si om bingung …. “ ini jalurnya muter muter saja “
“ tenang om … kita melipir dulu “

Situ Babakan
Disatu titik kemudian kita berbelok, masuk gang menurun yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan …. taraaaa ….sampailah di pelipiran pertama … situ atau danau kecil …. Namanya situ Babakan … bukan situ Babakan yang ada di daerah Srengseng Sawah, tapi ini di belakang gunung batu kecil di daerah Gunung Putri Citeureup.

Di pinggiran situ ada beberapa mancingers yang nongkrong ….
“ kalau situ ini dirapihkan dan dikelola …. asyik juga ya buat nongrong nongkrong “ kata si om
Ya memang kondisinya tidak dirawat dan dibiarkan begitu saja. Saya sih kepo saja dengan situ ini ….
Ya keadaannya begini saja … tapi tidak penasaran lagi.

Baca lebih lanjut

Curug yang terlupakan dan terlewatkan keindahannya – Curug Cimacan dan Curug Mekar

Diarea Sentul Babakan Madang banyak sekali spot destinasi wisata baru yang bermunculan.
Saling bersaingan …. laksana saingan antar toko.

Dari beberapa nama yang baru …. ada nama yang tidak terdengar …. pernah dideklarasikan kemudian tidak terdengar lagi …. menghilang …. layu sebelum berkembang.

Jadi kepo … kenapa sampai begitu … namanya tidak wara wiri lagi di medsos … tenggelam.

Dari beberapa spot yang “menghilang” salah duanya adalah curug Cimacan dan curug Mekar …. kalau salah dua artinya delapan ya … hmmm … maksudnya begitu deh.

Berangkat di minggu pagi yang mendung … riding melewati Kalimalang, Pondok Gede dan sampailah di tikum Cibubur.

Duduk menanti di bangku ojek pangkalan … ngobrol sama satu satunya opang yang nongkrong … dan biasanya memang si bapak ini mulu yang nongkrong disini. Tak lama kemudian si om nongol dan kita lanjutkan perjalanan.

Rute biasa jika mengarah ke Sentul ; Lewat Perumahan Podomoro Cimanggis, susuri sisi tol Jagorawi, muncul di Gunung Putri. Perjalanan dilanjutkan melalui jalan raya Citereup, melewati sirkuit Sentul dan berbelok di sisi Hotel Harris. Selama perjalanan sampai sisi hotel Harris hanya ketemu beberapa pegowes.

Melewati pasar Babakan Madang, terus menanjak dan sampai di perempatan JungleLand.
Rehat sejenak disini dan kemudian melanjutkan perjalanan … menanjak, melewati belokan kearah gunung Pancar, terus bergerak santai menanjak … melewati akses ke Curug Anggraeni yang terlihat sepi.

Bergerak merayap dan melewati destinasi baru yang popular … Leuwi Kunten … dari sisi jalan terlihat jelas di bawah lembah … di sungai. Cukup banyak wisatawan yang datang, mobil motor yang terparkir diatas cukup banyak. Ohh iya … selama perjalanan ini, lalu lintas bisa dikatakan sepi … mungkin karena banyak anjuran untuk tidak bepergian selama long weekend imlek ini, bahkan kabarnya PNS dan peg BUMN dilarang bepergian ke luar kota serta ada aturan ganjil genap di Bogor … akibatnya berimbas lalu lintas selama perjalanan relatif sepi.

Lewat sedikit dari Leuwi Kunten ada destinasi lama … Curug Kahuripan aka Leuwi Kahuripan aka Kali Jodoh … tapi sepi … apakah ini karena imbas Leuwi Kunten … persaingan dengan “toko sebelah”.

Kalau sampai sepi karena destinasi baru yang ada disebelahnya … wahhh … mesti ada action supaya tidak ditinggal sepi. Coba pikir bagaimana caranya ….

Gowesan berlanjut … sedikit menurun berbelok di jembatan melewati akses ke camping ground Tumbuhejo. Dari sini … ya dari sini, pokoknya tanjakannya akan semakin menanjak dan makin menanjak.

Melewati satu parkiran disisi jalan yang cukup besar, ada rumah makannya. Beberapa mobil parkir, disana terpampang banner Curug Parahyangan …. wah destinasi baru lagi nih, dan disebutkan pula bahwa ini adalah parkiran untuk menuju gua Garunggang. Gua Garunggang adalah wisata geopark, menurut saya sih keren tempatnya. Mungkin mobil2 yang terparkir adalah yang mau makan dan sebagian wisatawan yang akan menuju ke Garunggang, dari sini harus hiking menaiki bukit, tapi jika mulainya dari sini sudah lumayan dekat jaraknya. Ada beberapa akses untuk menuju gua Garunggang semuanya harus dilalui dengan jalan kaki, ini adalah akses yang terdekat.

Oh iya … beberapa kali saya melihat banner terpampang disisi jalan yang menawarkan jasa guide untuk hiking dan trekking didaerah sentul … pasti seru hiking di daerah Sentul ini bisa melewati beberapa destinasi wisata alam yang keren.

Kembali ke perjalanan sepeda saya …. tertatih tatih saya menggowes, sedangkan si om dengan santainya meninggalkan saya di tanjakan tanjakan. Menunggu saya di puncak tanjakan dan kemudian meninggalkan saya kembali … terus begitu berulang kali.
Untungnya langit mendung sepanjang perjalan jadi tidak ada sengatan matahari …. plus pemandangan lembah yang cantik sepanjang perjalanan benar benar sangat indah dan auto menghibur.

Ketemu beberapa rombongan goweser yang berlawanan arah …. menurun dengan kencangnya …. hiyyy ngeri saya melihatnya …. apakah mereka balas dendam dengan tanjakan tanjakan ini ….

“ om .. puncak yang ke jembatan sudah dekat ??? “ tanya saya dengan muka melas berharap “siksaan“ ini segera berakhir. Karena setelah melewati jembatan Cipamingkis akan menanjak curam satu kali dan selebihnya banyak turunan.
“ masih ada beberapa tanjakan lagi “ kata si om ….. hadeuhhhh
Ditambah kalimat dua anak kecil yang ada di pinggir jalan “ ayo semangat mister … 2 tanjakan lagi “ …. hadeuhhhh

Setelah melakukan berbagai gaya ditanjakan tanjakan yang dilalui, dipinggir jalan ada petunjuk belokan ke resto Teras Wangun sekaligus bisa juga ke destinasi Leuwi Asih … nah artinya sudah semakin dekat “puncaknya”.
Betul …. Melewati tanjakan curam yang berbelok dan sampailah di puncaknya.

Perjalanan langsung menurun curam kearah jembatan Cipamingkis.
Disisi jembatan ini ada lapangan parkiran mobil untuk ke Pendopo Ciherang … resto baru dipinggir sungai yang lagi ngehitssss yang viral surilal kemana mana, makanya disediakan lapangan parkir tambahan, dan sudah ada beberapa mobil terparkir disini … artinya parkiran utamanya sudah penuh.

jembatan Cipamingkis, di dekat resto Pendopo Cihereng

Kita berhenti dijembatan … lalulintas memang sepi …. tapi pintu masuk ke Pendopo Ciherang yang ada ditanjakan setelah jembatan ini terlihat mobil antri untuk masuk … sepertinya petugas disana sudah menyetop untuk masuk karena penuh … tapi budaya kita memang malas jalan kaki ya … hehe

Baca lebih lanjut

Pencarian Sawah Berundak Keren dekat Jakarta – Sawah Weninggalih

Beberapa hari ini tiap hari turun hujan, maklum lagi puncak2nya musim hujan.

Tapi tetep ingin jalan2 … di musim hujan … pesawahan akan terlihat menarik … hamparan kuning atau hijau akan terbentang … syahdu dan indah.

Kepengennya melihat pesawahan terasiring yang terhampar luas … biar serasa di Ubud … hahaha.

Sebelumnya sudah lama mencari cari sawah terasiring dekat dekat Jakarta. Ada daerah yang disebut Little Ubud di daerah Cileungsi dekat perumahan Harvest …

Tapi saya ingin yang terasiringnya lebih wah … Setelah cari sana sini di googlemaps, sepertinya daerah antara Cibarusah – Jonggol memiliki sawah berkarakteristik tersebut, dan dibuatkanlah rute kesana … Pokoknya muter2 dari satu pesawahan ke pesawahan lainnya. Rutenya melewati jembatan gantung Ridhogalih dan terus kluyuran ke pesawahan … berputar, sekitar 120 km-an untuk balik lagi ke rumah.

Finally rute ini terpakai … yeayyy.

Minggu pagi awan gelap sepertinya hujan akan turun … malamnya turun hujan deras disertai petir guntur saling sahut sahutan … paginya sepertinya mau hujan lagi… tapi ke arah Cileungsi langit terlihat lebih cerah. Galau untuk berangkat …. jam 7 kurang akhirnya diputuskan berangkat … kabari si om waktu tikum diundur.

Jalanan basah, saat melintas Kalimalang .. sepi … apalagi yang sesepedahan hanya ketemu 1 – 2.

Sampai di Pekayon Bekasi turun hujan … berteduh dulu … Pakai jaket hujan, ketika hujan rintik saya melanjutkan perjalanan.

Di Kemang hujan berhenti, gerah .. lepas jaket di Narogong. Terus melaju ditemani awan mendung, sampai Metland hujan rintik turun.

Di Metland yang biasanya ramai orang berolahraga … sekarang sepi … yang sesepedahan jarang banget.

Duduk sendirian ditrotoar …. seperti anak hilang … menanti ditemani rintik rintik kecil.
Tak lama si om muncul dan perjalanan dilanjutkan.

Baru melewati Mekarsari hujan turun …. berhenti menepi ….
Hujan sedikit mereda, pakai jaket hujan … lanjutkan.

Hujan lagi … menepi lagi …
3x kejadian seperti ini.

Ketika perjalanan kembali berlanjut …. jam 10-an kurang … langit menjadi cerah … matahari cukup menyengat terasa di kulit …. Tapi suasana awan ini berubah ubah … moody … laksana suasana hati … bahkan kadang panas terik tapi hujan rintik turun.

Gowesan naik turun mengikuti kontur jalan raya Jonggol Cariu … gowes santai aja …. mengikuti mood suasana langit.

Disatu titik kita keluar dari jalan raya, masuk jalanan kampung. Dan tidak jauh dari belokan suasana alam langsung berubah …. bentangan sawah menguning di kanan kiri jalan. Suasana sangat asyikkk … sepi … angin bertiup menerpa dedaunan menyanyikan lagu alam yang sangat syahdu, kita diam sejenak menikmati sambil membuka cemilan. Dikejauhan terlihat pesawahan berundak …. Keren.

Baca lebih lanjut