Berendam Air Panas Yuk di Cipanas Nagrak Lembang

Destinasi wisata air panas alami Cipanas Nagrak ini masuk kategori destinasi baru. Dari zaman dahulu memang sudah ada tapi belum dikemas dan dikenal publik. Hanya warga lokal saja yang tahu.

Mumpung sedang ada di Bandung saya berangkat piknik gowes asyik kesana. Melalui jalur klasik.. nanjak landai di jalan Setiabudi, melewati Isola … di terminal Ledeng belok kiri dan masuk jalan Sersan Badjuri.

Tanjakan tanjakannya mulai terasa dikaki.. tapi terhibur tanaman dan bunga hias warna warni yang dijual di kanan kiri hampir sepanjang jalan. Desa Cihideung Lembang ini memang terkenal sebagai tempat petani bunga.

Baca lebih lanjut

Iklan

Menjelajah Destinasi Destinasi Wisata Tahura Ir H Djuanda Bandung

Kata orang Bandung dikelilingi gunung, ada gunung berarti ada hutan … bahkan tepat di pinggir kota Bandung di daerah perbukitan Dago terdapat hutan …. Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda atau orang Bandung lebih mengenalnya dengan sebutan Pakar Dago atau Dago Pakar.

Tempat ini termasuk familiar bagi saya. Waktu kecil bersama teman2 suka berjalan kaki menanjak dari rumah menuju Tahura .. meskipun cukup jauh tapi tidak terasa capek, karena perasaannya sedang bermain main 🙂

Tujuan main kesini adalah menangkap kalajengking di area hutan pinus, dan bermain main air di sungai Cikapundung yang ada di lembah area ini atau bermain main di gua Belanda atau Jepang.

Seiring perjalanan waktu ada ada beberapa tempat menarik yang dijadikan spot wisata yang pada saat saya kecil belum ada atau belum diketemukan. .. apa saja ?? Jadi pengen eksplore kesana lagi.

Tahura Ir H Djuanda berada pada ketinggian antara 770 mdpl sampai 1330 mdpl. Luas Tahura mencapai +- 590 hektare membentang dari Curug Dago sampai ke Maribaya dan Tebing Keraton.

Area ini pada zaman Belanda tahun 1922 sudah dijadikan hutan lindung. Tahun 1963 saat meninggalnya Ir. R. Djoeanda Kartawidjaja (Ir. H. Djuanda) maka hutan lindung ini diabadikan untuk mengenang jasa-jasanya dan waktu itu pula jalan Dago dinamakan jalan Ir. H. Djuanda. Tapi peresmiannya dilakukan pada tanggal 14 Januari 1985 yang bertepatan dengan hari kelahiran Ir. H. Djuanda. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah Taman Hutan Raya pertama di Indonesia.

Ir. H. Raden Djoeanda Kartawidjaja lahir di Tasikmalaya 1911 dan pernah menjadi Perdana Menteri Indonesia ke 10 sekaligus yang terakhir (9 April 1957 – 9 Juli 1959). Setelah itu menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja I. Sumbangan yang terbesar adalah Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang menyatakan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI atau dikenal dengan sebutan sebagai negara kepulauan dalam konvensi hukum laut United Nations Convention on Law of the Sea.

Untuk masuk ke Tahura sebetulnya ada beberapa akses masuk, saya sengaja tidak melalui gerbang utama tapi melalui jalur pejalan kaki yang melewati gang perkampungan penduduk dan jalur pipa air turbin PLTA Dago Bengkok, banyak yang ngga ngeh bahwa disini ada PLTA. Spot jalur pipa air ini kece untuk foto2 eksis di medsos dan serasa bukan di Bandung.

PLTA Dago Bengkok
PLTA Dago Bengkok dibangun tahun 1923 oleh Belanda, dahulu disebutnya Centrale Bengkok dan merupakan PLTA pertama di Indonesia. Dibangun untuk kebutuhan suplly listrik bagi orang Belanda dan bangsawan yang tinggal di Bandung termasuk untuk listrik di kawasan Braga Bandung yang saat itu adalah kawasan elit.
Aliran airnya berasal dari sungai Cikapundung masuk melalui intake Bantar Awi di dalam Tahura dan kemudian ditampung terlebih dahulu di danau buatan di area Tahura untuk mengendapkan lumpur dan kotoran yang terbawa, kemudian baru dialirkan ke pipa utama untuk memutar 3 turbin dan 3 generator yang mampu menghasilkan listrik sebesar 1.05 Mega Watt (MW). Sampai saat ini mesin yang dipergunakan untuk membangkitkan listrik di PLTA ini masih asli menggunakan peninggalan Belanda, belum diganti. Tapi tetap dirawat dan dilakukan rekondisi sehingga tetap terjaga dengan baik untuk menghasilkan listrik. Baca lebih lanjut

Tidak hanya untuk Lansia – Taman Lansia Bandung yang Rindang dan Adem

diudag ku T Rex .. tulunggg

Taman di Bandung tidak ada habis2nya, banyak sekali taman cantik dan thematic yang bermunculan. Tapi Taman Lansia sudah ada sejak lama… sebelum era baru pertamanan di Bandung.

Taman Lansia – Lanjut Usia – yang awal posisinya bukan yang saat ini, letaknya ada disebelahnya atau bertetanggaan yang sekarang menjadi taman Pustaka Bunga.
Sepengetahuan saya yang kebetulan besar di Bandung, disebut taman lansia karena di taman itu dahulu rutin ada komunitas lansia yang selalu berjalan jalan berolah raga mengililingi taman tersebut. Di taman tersebut terdapat jalur jalan kaki mengelilingi taman. Suasananya yang rindang adem menjadi tempat yang oke untuk bersantai dan berjalan jalan.

Dan ketika era pertaman di Bandung, taman Lansia di pindahkan ke area taman sebelahnya. Area taman ini sudah ada sejak zaman dulu, mungkin dari zaman Belanda sudah ada. Dari dahulu juga pohon pohonnya sudah tinggi … rindang dan adem .. tanahnya berkontur, dulu ngebayangin jalan jalan disini kayaknya asyik. Tapi taman ini dibiarkan begitu saja … dirawat dan bersih tapi tidak dipercantik dan seperti tertutup pagar tidak ada akses masuk.

Sekarang setelah taman Lansia di pindahkan .. taman ini berubah dan dipercantik dengan atribut dan fasilitas penunjang taman public. Pernah berkunjung kesini … dan setelah ada T Rex “dilepaskan” di taman ini … saya bermain lagi kesini. Mungkin keberadaan T Rex untuk menarik pengunjung muda atau milenial yang gemar selfie datang … biar isi taman ini tidak lansia semua .. haha. Kenyataannya isi taman ini lebih banyak ABG-nya daripada Lansia.

Baca lebih lanjut

Lembah nan Indah – Taman Lembah Dewata Lembang

Ada satu lembah di Lembang, katanya tempat para dewa … disebutlah Taman Lembah Dewata.
Lembah yang indah, adem dengan udara segar khas Lembang … menggoda banget didatangi.

Mumpung lagi di Bandung di libur natal ini .. saya cuss kesana… kemana ?? … ke Taman Lembah Dewata.

Pagi berangkat melalui Dago terus ke atas, belok menuruni lembah Dago Bengkok dan terus menanjak dan menanjak.. termehek mehek melalui jalan alternatif ke Lembang jalan Dago Giri. Di jalanan sudah bersliweran mobil2 wisatawan yang mengarah ke Lembang dan sekitarnya. Tanjakan2 ini membuat makin laparrr.. sambil lihat2 warung yg reperesentatif.. ehh kalau mau yang nyaman ke cafe atau resto tuh ada yang buka … ketahuan modal dengkul-nya.

Mendekat ke arah jalan tembus Maribaya ada tanjakan ekstrim .. klimaksnya tanjakan di daerah sini.

horeee …. siap2 melewati tanjakan ekstrim ….

Saya pilih berhenti dulu di warung pinggir jalan … loading mie instan goreng plus telor supaya ada sedikit asupan energy buat nanjak.

Lanjut lagi.. langsung habisin kalori mie instan di tanjakan ini …. napas ngos ngos-an megap megap… peluh mengucur.. lambat tapi perlahan.. ehh.. pokoknya slow.. beriringan dengan mobil sedan kecil kelas LCGC yang mengeden nanjak dengan susah payah … khawatir mundur saja nih mobil.. untung di tanjakan tidak ada halangan.. kalau sampai terhalang berhenti…. kemungkinan mobil ini sudah tidak bisa nanjak lagi.

Akhirnya berhasil sampai puncaknya dan turun ke bawah. Masuk lagi jalan desa menuruni lembah dan menanjak lagi … muncul di Jalan Raya Gunung Tangkuban Perahu. Baca lebih lanjut

Nyantai di warung Abah Waduk Saguling

Warung Abah Saguling

view dari warung Abah memandang ke Waduk Saguling

Dari jutaan warung yang bertebaran dimuka bumi ini ada banyak warung yang recommended salah satunya warung Abah yang terletak di tepi waduk Saguling.

kebayangkan asyiknya.. nyantai .. ngopi atau makan dengan view waduk Saguling.
Waduk Saguling ini luas banget .. mulai beroperasi pada tahun 1985 luasnya mencapai 5.600 hektar.
Yang saya target adalah warung cukup ngetop dan menjadi tempat destinasi wisata kuliner yang bersisian dengan area Perumahan Kota Baru Parahyangan.

Berangkatlah saya mengayuh sepeda sambil menikmati udara pagi Bandung, melalui Gasibu, naik jembatan layang Pasopati, menyusuri pinggir tol Pasteur, lanjut menyusuri jalanan kecil di sisi rel KA, sampailah di Cimahi..

lembah di belakang perumahan Dream Hill dekat Waduk Wakadobol

Melewati gang kecil yang menyusuri sisi kampus Unjani dan tembus di dekat bukit impian … alias perumahan Dream Hill. Memasuki area berbukit dan melewati pintu masuk Waduk Wakadobol. Tadinya saya mau mampir masuk, tapi plang di pintu masuk yang menyatakan area ini adalah area tambang, berbahaya dan bukan tempat wisata dan merupakan area privat, mengurungkan niat masuk dan melanjutkan perjalanan. Tembus di jalan raya Batujajar dan berbelok masuk jalanan desa. Terus gowes … perjalanan pergi ini relatif cepat.. karena jalanan di dominasi jalanan menurun … tidak tahu apa saya mesti senang atau sedih.. baliknya pasti jadi hambatan.. ehh tantangan.. pulangnya .. sengatan matahari lebih terik dan menanjak, kombinasi yang menarik. Yah sudah ga usah terlalu dipikirkan, tetep fokus gowes.

Jalanan desa ini sesuai rencana track gps yang saya buat akan berakhir di tepi Saguling. Jalur terpendek, kalau lewat jalan harus berputar cukup jauh. Permasalahannya ada penyebrangan perahu atau tidak. Saya perhatikan di google maps versi satelit tidak terlihat perahu penyebrangan. Tapi ada jalur jalan di sisi sebrangnya, masak sih tidak ada moda penyebrangan. Pede aja…

Tiba di sisi waduk.. sepi, .. where is everybody ?? helloww
hanya ada perahu bocor dan rakit di sisi sebrang.

Dalam kebingungan… saya hanya diam. Berpikir.. eh ngga deng.. hanya terpaku. Wah.. mesti balik, cari jalan berputar.

Datang pemuda desa yang mau ke kebun. “Mas.. kalau mau nyebrang bagaimana??”
“Oh.. pakai rakit itu, tarik aja talinya” Kata pemuda desa dengan ceria.

whatt.. saya terpaku, ternyata di zaman ini saya tidak hanya gagap teknologi tapi juga gagap tradisional.

Ngeriii.. ga berani saya harus nyebrang narik rakit sendiri. Duh.. padahal ngakunya anak petualang, nyebrang pakai rakit aja kagak berani …#MaluAku.

menarik rakit dulu yang ada di seberang untuk menyeberangi anak sungai di Waduk Saguling

Baca lebih lanjut

Curug di Tebing Batu – Curug Sentak Dulang

curug sentak dulangArea Bandung Timur tidak popular sebagai destinasi wisata, kalah dari area Bandung Selatan – Kawah Putih, Ranca Upas, Situ Patenggang, Barusen Hill, Pinisi Resto dll ataupun area Bandung Utara – Dago, Maribaya, Cikole, Lembang yang banyak sekali tempat wisata menarik dan sangat popular di daerah tersebut.

Padahal area Bandung Timur juga memiliki potensi tempat2 wisata, memiliki kontur tanah perbukitan. Artinya memiliki juga view yang keren, salah dua yang terkenal — eh kalau salah dua dapat delapan ya — adalah Caringin Tilu dan Bukit Bintang.

Selain view pemandangan yang keren di daerah kontur perbukitan otomatis ada curug. Salah satu curugnya bernama Curug Sentak Dulang … hmm .. memang tidak popular sih. Tahun 2013 saya pernah kesini dan masih penasaran untuk melihat kedua kalinya.

menanjak membelah pemakaman Cikadut

Pakai aji mumpung … pas lagi ada di Bandung.. saya jalan jalan kesana.
Start jam 7 kurang.. gowes mengarah ke Cicaheum dan berbelok masuk area pemakaman Tionghoa Cikadut. Jalan menanjak membelah pemakaman.. merasakan suasana berbeda … melewati berbagai bentuk2 bangunan kuburan, ada yg terawat baik .. ada yang terlantar, ada yang kecil … ada yang besar bahkan yang megahpun ada … ck ck ..

Menanjak terus ke atas dan disuatu pertigaan tanjakan mengambil belokan tajam ke kanan mengarah ke Pasir Impun dengan tanjakan makin curam .. dan … argghh semakin curam .. menaiki bukit yang kanan kirinya selang seling antara lembah dan kebun kebun penduduk. Terus menanjak sampai ke satu titik puncak. Untung jalanan aspal mulus .. dan sepi, sepertinya bukan jalur utama penduduk lewat.

sampai di titik aman di puncak bukit

Baca lebih lanjut

Memandang Bandung di beranda Warung Sitinggil

warung-sitinggil

Ingin kulineran di tempat yang keren.
Menikmati pemandangan lembah dan merasakan semilir angin.
Di tempat yang unik, homey dan inspiring.
Makan sehabis cape cape-an sepedahan pasti lebih nikmat.
Apalagi ditambah seruput kopi hangat.

Itu yang terbayang bayang
dan mumpung di Bandung … satu tempat yang terbayang
Warung Sitinggil
dari dulu saya pengen kesini … tapi belum kejadian.

Hari ini saya akan kesana, karena posisinya masih ada di awal awal daerah Dago Giri, supaya lebih nikmat makannya … maksudnya supaya lebih lapar … saya gowes dulu kearah Maribaya.

slide3

gerbang masuk Dago Dream Park

Gowes lewat Dago Giri, menanjak dan melewati tempat wisata baru di Bandung .. Dago Dream Park, masih pagi masih sepi … melewati Resto Lawangwangi .. dan melewati belokan ke warung Sitinggil .. tunggu ya .. nanti saya kesana.

Tanjakan Dago Giri atau biasa disebut Dago Bengkok 1 menuju Maribaya ini memang cocok untuk bakar kalori … tanjakannya bikin lapar … tidak banyak pesepeda yang bermain kesini … hanya sedikit … tanjakan tanjakannya bikin keder, apalagi di tanjakan terakhir yang melewati sisi tebing gunung batu … adalah tanjakan tercuram … mobil yang bawa penumpang banyak aja harus mengambil ancang ancang dari bawah … jika sampai berhenti .. bisa berabe .. untung sekarang jalanannya sudah diperlebar.

Selepas sisi gunung batu yang merupakan bagian dari patahan Lembang, jalanan menurun dan terus menurun sampai ke dasar lembahnya yaitu Maribaya, tempat wisata lama yang sekarang tampil dipercantik .. dibuat lebih keren dan berkelas serta banyak fasilitas2 baru … namanya aja sekarang lebih lengkap .. Maribaya Natural Hot Spring and Resort .. otomatis biaya masuknya jadi lebih mahal … hehehe ..

slide4

menurun menuju Maribaya

Baca lebih lanjut

Tempat Asyik untuk Semua Kalangan – taman Balai Kota Bandung

slide1

Terus mempercantik diri.
Memikat banyak orang.

Taman Balai Kota Bandung terus bebenah … atau istilah zaman sekarang mah di upgrade kali ya …#Sotoy
Sepengetahuan saya, taman balaikota ini sudah beberapa kali didandanin .. dirubah .. ditambah .. baguslah kalau menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang.

Daripada lagi suntuk dan diam di rumah … apalagi kalau tambah suntuk karena ga punya duit …welehh … ya sudah main kesini aja atuh .. bikin happy … bikin fresh .. serasa di recharge bersemangat lagi .. siap menghadapi segala tantangan yang ada di muka bumi ini … tapi yang mudah mudah aja dulu ya … kan yang mudah dikerjain duluan … #UjianKali

Beberapa kali saya berkunjung kesini …dari mulai zaman dulu yang pada saat itu area di depan kantor walikota hanya berupa tanah merah kosong yang biasa dipergunakan anak anak main bola, beberapa pohon besarnya saat itu sudah ada. Kemudian berubah dan terus diperbaiki beberapa kali. Dan sejak kepemimpinan walikota Pak Ridwan Kamil perubahannya terjadi secara significant.

Untuk yang tidak tahu keberapa kalinya saya datang lagi kesini seperti mengunjungi sahabat lama, senang bisa bertandang lagi. Kabarnya sudah ada perbaikan dan ada taman2 baru. Kepo juga bagaimana sih …

Saya datang lagi kesini … kalau hari Sabtu disini tidak seramai hari Minggu jadi lebih enak untuk dinikmati. Bersapedahanlah saya kesini .. di Bandung pagi2 enak sekali untuk bersepeda dan tidak butuh lama untuk sampai ke taman Balai Kota. Baca lebih lanjut

Keindahan Panorama Patahan Lembang di Bukit Bintang

patahan-lembang

Memandang lembah dari ketinggian merupakan kenikmatan dan momen indah yang jarang saya dapatkan sebagai orang kota … #anak mall.

Mumpung lagi di Bandung, saya ingin pergi ke tempat tinggi. Tempat yang keren, tidak terlalu jauh dan tidak crowded alias sepi adalah area Patahan Lembang di Bukit Bintang.

Perjalanan menuju kesana melalui Padasuka Cicaheum, melewati Saung Angklung Mang Udjo dan mulai menanjak…. menanjak…. semakin menanjak dan semakin menanjak. Begitulah tipikal jalan menuju kesana. Ada pemotor matic boncengan bertiga ayah ibu beserta satu anaknya yang tanggung… terpaksa ibunya harus turun .. jalan kaki supaya motornya bisa menanjak.

slide2

pagi2 koq sudah minum …

slide3

setelah melewati Caringin Tilu dan menuju Bukit Bintang

slide4

Ada 2 Bintang di Bukit Bintang

Baca lebih lanjut

Memandang Bandung dari Ketinggian di Caringin Tilu

cartil dago

Kata orang Lebaran satu paket dengan liburan.
LiburannN … yes yes yes.
Saatnya jalan jalan… wisata di daerah Bandung, “Yukkk… kita jalan yukk.. ” saya dengan semangat juang membara, …. eh responnya bikin down ” ngga ah, macet ” .. “Males .. rameee” .. “mending di rumah aja..”
yahh… begitulah jawaban saudara2… Namanya lebaran, tempat2 wisata bakalan macet .. kumaha deui atuh… disini koq pada tidak mau ikut berpartisipasi meramaikan tempat wisata. Benar benar memaknai… going home as stay at home..  🙂
Saya keukeh mesti jalan2 … ya sudah sendirian …. sendirian .. ya bersapedahan aja.

Slide2

tempat seindah ini memang harus di explore dan dinikmati

Dari H – 3 Lebaran … sudah gatel ingin kluyuran. Meskipun ada kekhawatiran kehausan siangnya .. tetap saya berangkat gowes .. pagi pagi .. ngabeberangan … kalau ngabuburit pergi sore sore.
Saya mencari jalan2 yang relatif landai… ke arah alun alun, braga dan sekitarnya, gowes santai tanpa nafsu, berusaha gowes tanpa pakai tenaga… ehh gimana gowes tanpa tenaga ya…
Banyak spot menarik di sekitaran sana apalagi yang senang suasana gedung kuno style artdeco… banyak banget gedung2 keren untuk dinikmati, bisa jadi background foto yang keren ; gedung asia afrika apalagi bangunan2 di daerah Braga. Berjalan kaki di daerah sini sangat menyenangkan ; trotoarnya sangat nyaman, banyak kursi untuk duduk dan suasananya berkelas, banyak tempat nongkrong dan kuliner apalagi udara Bandung tidak sepanas kota2 di daerah pesisir.

Slide3

spot foto paling favorit di Braga

H + 1 lebaran .. tempat2 wisata semakin padat diserbu wisatawan, apalagi area Bandung menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Orang2 semakin kalap, meskipun tempat wisata padat dan macet… tetap saja berangkattt.
Saya bersapedahan ke arah atas lagi dari Dago, ke arah Tahura Pakar dan Tebing Keraton. Woww.. parkiran di Tahura pagi2 sudah ramai… dan parkiran di area Tebing Keraton juga tidak kalah ramai. Sambil minum bandrek… ehh.. bandrek di warban ini highly recommended … kalau kesini sayang jika tidak mencobanya.. Kembali ke topik… saat rehat sambil minum bandrek… ada bapak2 gemuk protes… tidak ada ojek yang mau membawa beliau ke Tebing Keraton. Saya sih setuju dengan tukang ojek ojek itu. Bapak ini bisa dikatakan lebih dari gemuk .. hehe.. dari parkiran mobil ini mesti melalui tanjakan2 yang cukup ekstrim.. kalau bawa si bapak motor bakalan terbalik…  🙂 Kalau jalan kaki .. tak sanggup daku … +- 2 km-an .. nanjak pula lagi. Ya sudah beliau nongkrong di warung sambil makan gorengan .. 

Hari berikutnya, menghindari tempat yang hiruk pikuk, tidak mau ke tempat2 rame horor seperti Brexit di Brebes… saya mencari tempat yang sepi dan adem… saya pilih ke Caringin Tilu. View-nya lebih spectacular daripada daerah Warban Dago. Tapi memang tanjakannya masuk golongan ekstrimis … lebih panjang, curam dan semakin curam … tanjakan ke warban dago tidak ada apa apanya dibanding tanjakan kesini … ga apa2-lah.. mesti ada harga yang dibayar untuk mencari kedamaian di dunia ini… #SokBijak
Meskipun saya sudah kesini beberapa kali … tapi tidak akan pernah bosan dengan view, udaranya yang adem, suasana kebun kebun sayuran dan … sepi .. tidak rame oleh wisatawan.

Slide7

memang jalanannya menanjak terus … tapi pemandangannya ajibbb

Baca lebih lanjut