Menikmati Wisata Selfie di Sukamakmur Bogor – Bukit Pancasila dan Bukit Cinta Cibadak

Minggu lalu ketika main ke daerah Sumakmur melewati dan melihat tempat ini… ada di atas bukit .. terlihat menyendiri dan sepi .. penasaran.

Jadi berangkat lagilah kesana.

Perjalanan melalui rute biasa… jatiwaringin, pondok gede … lalu sampai pasar Citeureup .. daerah lainnya di skip biar cepat.. haha.

Di pasar belok kiri dan mulai rolling naik turun.. sudah pasti lebih di dominasi tanjakan.

Melewati Kebun Wisata Pasir Mukti, lalu curug Leuwi Bolang, terus saja… yang berasa berbeda di jam 8-an pagi ini .. jalanan Sukamakmur Tajur ini sudah ramai oleh rombongan2 motor berboncengan berpasang pasangan menuju ke atas … sepertinya mereka akan pergi piknik. Mungkin juga karena awal bulan .. sudah pada gajian..

Sayamah pelan aja ngerayap… disalipin motor2, tidak ketemu pesepeda yg mengarah sama, hanya ketemu sekelompok pesepeda yang sedang rehat di saung ditengah sawah.. cara rehat yang berkelas 🙂

banyak menemukan view spot seperti ini di jalan Sukamakmur Tajur

Terus saja menanjak berkelok kelok, tidak ambil jalan shortcut tapi tetap di jalan utama Tajur Sukamakmur. Sedikit berputar menyusuri punggungan bukit, tanjakannya tidak securam jalan shortcut tapi… tetap menanjak dan terus menanjak.. kalau lewat jalan shortcut serasa langsung dihabisi tapi lewat jalan utama ini seperti dihabisi perlahan lahan … haha. Baca lebih lanjut

Iklan

Destinasi Wisata Teranyar Sukamakmur Bogor — Leuwi Baregbeg dan Curug Batu Ajag

Perjalanan ini terjadi karena korban hoax … kalau masalah politik mah sudah biasa … tapi ini masalah destinasi wisata aja di hoax-kin .. gile ya.

Melihat foto di internet dengan view keren ke arah lembah… apalagi lokasinya ada di Sukamakmur Tajur Citereup, posisinya yang tidak terlalu jauh… begitu menggoda.

Mendapatkan lokasinya koordinat juga dari internet…berangkatlah saya kesana… dengan riang gembira… akan ketempat keren dan lokasinya pun sudah pasti.

Gelindingan sendirian dari kalimalang ke Pondok Gede, Cibubur, melewati pabrik semen dan sampailah di daerah pasar Citereup, perjalanan aman dam lancar.
Di Pasar Citeureup belok kiri ke arah Tajur Sukamakmur. Perjalanan mulai merambat menanjak … dan kadang benar2 menanjak. Enjoy saja … sambil melihat pesawahan .. yang umumnya mengering tapi ada juga pesawahan hijau ditanami padi … meskipun tidak banyak, mungkin di daerah sini pengairannya baik.

tipikal jalanan Sukamakmur Tajur

Di satu titik gps mengarah berbelok keluar dari jalan utama ke jalanan kecil. GPS mengambi jalan shortcut … alias jalur terpendek, kalau lewat jalan utama akan berputar menyusuri punggungan bukit. Tapi jalur shortcut ini ternyata .. ajegile … menuruni lembah … dan sudah pasti kalau sudah menurun akan dibalas dengan tanjakan. Jalannya kecil dan sepi kendaraan .. melewati perkampungan .. tapi tanjakannya anjrittt … pokoknya membuat ban depan terangkat angkat … untung jalannya cor semen mulus — mungkin ini dari program dana desa kali ya … kalau jalan berubah dari coran semen ke aspal hancur … tanjakannya cukup landai … dan kalau berubah jadi coran semen … anjrittt lagi … bener bener menguras tenaga … keringat segede gaban deras bercucuran … lambat tapi pelan … akhirnya bisa terlalui. Hiburan melalui daerah ini .. serasa selebritis … lihat sepeda seperti melihat sesuatu banget … terak teriak ada sepeda ada sepeda, juga di panggil oleh anak anak kampung .. mister mister … atau what’s is your name … saya sih cengengesan doang … kalau jawab ketahuan dong orang pribuminya … biar dikirain .. bredpit …. Kemungkinan yang suka lewat daerah ini adalah bule bule bersepeda … atau tampang saya kayak bule ya … #GarukKpala … kalau lewat Tajur Citeureup .. saya malas ah lewat sini lagi … tersiksa di tanjakannya … mendingan agak memutar saja. Baca lebih lanjut

Tempat Camping Bekasi ada di daerah tertinggi Bekasi – Bumi Perkemahan Karang Kitri

Tidak banyak yang tahu kalau di Bekasi punya bumi perkemahan

Tidak banyak yang tahu daerah tertinggi Bekasi ada dimana ???
Tinggi seperti gunung … ??

Beberapa tahun yang lalu saya pernah sesepedahan ke daerah ini, waktu itu bermain main ke Situ Abidin, dan melintasi area Bumi Perkemahan Karang Kitri, ya hanya melintasi saja. Beberapa minggu ini terbesit di benak seperti apa sih area dan kondisi di dalam bumi perkemahan Karang Kitri.

Minggu pagi jam 6.30an saya berangkat kesana … ada dua pilihan rute, melalui area pedalaman Bekasi atau melalui perumahan Delta Mas Cikarang. Setelah melalui pertimbangan tanpa konsultasi orang pintar – teman saya yang jago matematika tidak tertarik untuk membahas hal ini – saya memilih rute melalui pedalaman Bekasi … alias blusukan. Pulangnya akan ambil jalur Delta Mas supaya lebih lancar dan cepat sampai rumah.

Dari Kalimalang masuk ke area Taman Galaxy, lewat Kemang Pratama, menyebrang jalan Narogong raya dan masuk lagi jalanan kecil … terus aja berbulak belok bulak belok bulak belok di jalanan kecil .. kadang terlewat belokannya … balik lagi .. atau berhenti mengamati GPS untuk memastikan bahwa ini belokannya … karena kadang jalanannya meragukan atau jalanannya sudah dipagari, atau di teriakin warga …. “pak jalan kesana buntu ..” jadi harus cari jalan memutar. Itulah dinamika jalanan kecil kampung .. kalau kita bikin track atau rute berdasarkan versi jalan kaki di googlemaps .. kenyataan dilapangan suka berbeda, ini hanya bagian dari dinamika blusukan.

Dengan melalui rute perkampungan ini alias tidak melalui jalan utama … kita akan sering melalui pesawahan dan perkebunan penduduk … yang membuat kita merasa seperti bukan di Bekasi .. seperti berada di pekampungan yang jauh dari Bekasi. Karena sedang musim kemarau …. kondisi pesawahan dan perkebunannya kering kerontang … mudah2-an cepat musim hujan supaya para petani dapat menanam hasil bumi kembali.

Memasuki daerah pedalaman Serang Baru suasananya sudah benar benar berbeda .. lebih ndeso lagi, jalanan mulai landai menanjak … ya pokoknya sering ketemu tanjakan, tapi tidak ekstrem masih oke di gowes. Jalanan berkelok kelok .. sepi .. jarang ketemu kendaraan … seperti jalanan mau ke gunung .. haha. Areanya berbukit bukit .. otomatis sawahnya berundak undak … sayangnya karena musim kemarau .. sawahnya kering .. gersang. Kalau musim penghujan pasti keren … hamparan sawah berundak yang hijau .. sejauh mata memandang .. seperti di Ubud .. halahhh.

Ketika melewati jembatan besi .. ada plang ..” Selamat datang di Kecamatan Bojong Manggu “ … wah destinasi sudah dekat nih. Melipir dulu ke Rawa Bedeng. wah … rawanya benar benar kering …. terhampar seperti lapangan yang luas. Suasana musim kemarau … Baca lebih lanjut

Ayoo .. Main ke Taman Lapangan Banteng — Makin Keren Habis

Terakhir saya datang kesini memang sedang akan direnovasi… katanya2 sedang akan … hmm gimana maksudnya ya …
Saya dengar kabar selentingan renovasi sudah selesai dan sekarang jadi kece. Ngga kerasa waktu setahunan berlalu, jadi pengen lihat.

suasana mendekat bundaran HI … full lautan manusia

Berangkatlah hari minggu kesana melalui Semanggi dan mengarah ke bundaran Hotel Indonesia (HI).
Area CFD sangat ramai benerrr… apakah karena masih euforia Asian Games, atau apa. Bahkan ada beberapa area senam bersama, dari perusahaan riter furnitur, finansial … ngga tahu perusahaan apalagi … pokoknya peserta senamnya ramai ramai.
Mendekat bundaran HI … bener2 crowded, sepeda susah lewat … bahkan akhirnya sepeda saya tuntun.

Selepas HI walaupun masih ramai tapi sepeda bisa digowes. Melewati Monas yang sangat ramai, sepertinya ada acara funbike dan acara lainnya. Terus melalui Gambir dan sampailah di Taman Lapangan Banteng.

Wowww… bener2 beda banget… jadi pangling.. kece beneran.

Taman Lapangan Banteng memang sudah ada sejak zaman Belanda bahkan di klaim sebagai taman tertua di Indonesia. Pada saat era Soekarno, beliau ingin memiliki karya seni monumental yang dapat diikmati publik seperti di negara negara Eropa. Maka di desainlah lapangan Banteng oleh arsitek Friedrich Silaban sebagai monumen pendamping Tugu Monumen Nasional (tugu Monas), dan dibuatkan patung setinggi 9 meter yang melambangkan terputusnya kekuasaan Belanda atas wilayah Irian Barat. Sketsa patung di desain oleh seniman Henk Ngantung, sedangkan patungnya dibuat oleh Edhi Soenarso yang juga membuat patung Selamat Datang di bundaran HI dan patung Dirgantara atau lebih dikenal tugu Pancoran. Sehingga Monumen Pembebebasan Irian Barat dapat berdiri tegak pada 17 Agustus 1963 di Lapangan Banteng, sebagai salah satu patung ikonik yang ada di Indonesia. Patung ini sekaligus mengingatkan kita pada sejarah Trikora (Tri Komando Rakyat) nama operasi yang dikumandangkan Presiden Soekarno untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda.Setelah dilakukan revitalisasi taman sejak tahun 2017, Patung atau monumen Pembebebasan Irian Barat tetap pada tempatnya… #YaEyalah … tapi area sekitarnya dipercantik. Baca lebih lanjut

Mencari Sisa Kerajaan Pajajaran di Bogor

Setelah jelajah mencari sisa sisa kerajaan Pajajaran di Sindang Barang dan daerah Ciaruteun Ilir Bogor, rasanya ngga afdol kalau tidak explore di pusatnya kerajaan Pajajaran … di kota Bogor.

6.23 saya sudah cuss .. lewat Jatiwaringin, Pondok Gede, Cibubur …. muncul2 di Jalan Raya Bogor, lewat pasar Cibinong yang crowded .. terus gowes dan tibalah di sisi Kebun Raya Bogor.

PULO GEULIS
Selepas melewati Kebun Raya saya masuk berbelok belok lalu menyebrang melalui jembatan kecil dan tibalah di daratan seberang… sampailah di Pulau Cantik aka Pulo Geulis. Di sebut pulo karena daratan ini di kelilingi oleh sungai Ciliwung sehingga terbentuk seperti pulau dengan luas sekitar 3,5 ha. Baca lebih lanjut

Mau Piknik ke sini aja — Taman Bunga Wiladatika

Salah satu taman asri di Jakarta yang sudah cukup lama tapi agak sedikit terlupakan adalah Taman Bunga Wiladatika. Bagi warga Jakarta sendiri mungkin banyak yang belum pernah kesana. Bagi saya ini akan menjadi kali kedua ke taman ini, kali ini saya ingin menjelajahi taman ini. Jika googling Taman Bunga Wiladatika maka sering muncul foto taman yang keren dengan background pegunungan, jadi saya sekalian ingin memastikan ada tidak spot itu.

Gowes kesana di Sabtu pagi melalui Pondok Gede dan berbelok belok bahkan sampai masuk gang kecil dan muncul2 di Munjul … Munjul ya bukan muncul, diteruskan sedikit lagi sampailah di daerah Cibubur.

Daerah Cibubur di sebelah sini hampir tidak ada perubahan significant setelah bertahun tahun .. tidak pangling sama sekali.

Tak lama kemudian berada di dekat mall Cibubur Junction, nyebrang jalan dan sampailah di gerbang Taman Wiladatika.

Jam 8-an… masih sepi, cukup bayar tiket masuk Rp. 8.000,- dan mulailah saya akan berjalan jalan .. eh gowes memutari taman ini, kalau jalan kaki memutari taman bikin gempor juga pastinya.

Taman Wiladatika memiliki luas +- 15 ha untuk keseluruhan lahan, tapi yang digunakan untuk area taman bunga sekitar 3 sd 5 ha, karena selebihnya dimanfaatkan oleh area lain. Dahulunya taman ini adalah bagian dari area Taman Pramuka Jambore Cibubur tapi terputus karena pembangunan jalan tol Jagorawi berarti taman ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Baca lebih lanjut

Life in the Moment — Balap Sepeda Asian Games 2018

Life in the moment .. kata yang cocok untuk menikmati momen Asian Games, tidak tahu kapan lagi Indonesia bisa jadi tuan rumah, 50 tahun kemudianpun belum tentu terulang kembali atau meskipun terulang kembali dalam waktu relatif dekat tapi kita belum tentu masih memiliki umur untuk melihatnya kembali. Kalau tidak saya menikmati momen saat ini .. merasakan sensasinya secara live .. secara langsung, mungkin saya tidak bisa merasakannya lagi. Mumpung saya punya kesempatan saya nonton lomba Asian Games di Gelora Bung Karno (GBK), bener bener kondisi GBK bikin pangling … beda benar beda dengan GBK yang saya kenal selama ini … gedung gedungnya direvonasi dan dipermanis dengan desain aksen yang menarik, banyak penambahan ornamen disekitar GBK yang membuatnya semakin kece … bersih .. serba teratur .. pokoke keren, apalagi suasana ketika menonton disana. Tapi yang ingin saya share disini adalah momen ketika nonton balap sepeda jalan raya Asian Games …. biar tetap nyambung sama sesepedahan …. haha  .. #TeutepSesepedahan

Yang ingin nonton balap sepeda bukan saya .. tapi si krucil .. ingin melihat pebalap di condonium katanya …. apaaaa … maksudnya apa …krucil menjelaskan dengan semangat … ohh itu … namanya … po di um … ya pondium katanya … haha .. tetep salah.

Acara lomba diadakan di daerah Subang, setelah googling2 cari informasi mengenai lomba dan kondisi situasi … maka dipilihlah sehari setelah libur Idhul Adha .. hari kamis off dulu dari kerja.

Dengan berbagai pertimbangan maka dipilihlah menginap di Subang, hotel yang dekat alun alun, jadi paginya bisa lihat start di alun alun dan selepas mereka pergi mengarah ke Sadang kita akan pindah ke titik Finish di daerah Cagrak dekat Ciater Subang. Karena berdasarkan informasi hasil googling, rute pagi kearah Cagrak Ciater masih dibuka. Jadi sekali tepuk dapat dua … #MerasaKeren

Sholat dan berlebaran dahulu di Bandung dan cuss berangkat jam 14-an, karena berdasarkan informasi jalan di sekitar Subang baru dibuka setelah jam 15. Rute yang dipilih melalui Cipularang terus ke Cipali dan keluar di pintu exit kearah Subang, memang memutar .. tidak melalui Lembang, Karena menurut googlemaps rute Lembang macet … waktu yang ditempuh dua kali lipat dibanding lewat tol Cipali.

Perjalanan lancar .. jam 16-an sudah sampai di Subang, suasana kota terasa Asian Games-nya … mobil mobil berlambang Asian Games wara wiri dan beberapa sedang parkir, juga ada beberapa atlet sepeda yang sedang bersepeda sore dijalan … mungkin untuk tetap jaga kebugaran. Kita parkir dulu di hotel .. check in .. tapi tidak menurunkan barang .. hotel ini dekat tempat start di alun alun .. tapi koq tidak terasa suasana Asian Games .. tidak ada mobil Asian Games ataupun panitia di hotel.

Kita jalan ke tempat start di alun alun … wow .. bener bener Asian Games banget … suasananya sangat berkelas dan rapi teratur bersih … kerennn. Untuk memastikan tempat finish kita berangkat ke ke arah Cagrak, wah jalannya 90% menanjak .. ada turunan dikit .. tapi dibalas dengan tanjakan lebih tinggi, berkelok kelok … cucoklah untuk balapan sepeda kelas Asia, apalagi aspalnya hotmix mulus.

Sampai di Cagrak, kota kecil .. di area perkebunan teh .. disinilah titik akhir lomba. Di tempat finish ada banyak tenda tenda putih dan area peserta yang di tutup pagar khas Asian Games agar steril. Untuk memastikan saya berbincang bincang dengan panitia disana ternyata sejak start pagi jalan dari Subang ke Cagak ini ditutup tidak dibuka, tidak seperti info yang saya dapat di internet. Wah piye iki … saya pastikan ke krucil .. harus pilih … mau lihat start saja atau finish. Katanya mau lihat pondium … hehe.

Artinya mesti cari penginapan di daerah sini … maka muter muterlah kita cari penginapan di daerah sini .. ini nggak .. yang ini nggak .. macem macemlah alasannya. Akhirnya sampailah kita di daerah Ciater, ternyata salah satu hotel disini adalah basecamp-nya beberapa pebalap sepeda dari beberapa negara plus tempat kumpulnya panitia dan para relawan, sepeda sepeda balap banyak bertebaran di sudut sudut hotel … pokoknya Asian Games banget deh … Krucil langsung ceria dan semangat … “ disini aja nginapnya “. Baca lebih lanjut

Bertamasya ke pantai berpasir – Pantai Tanjung Pakis Karawang

Lagi kangen main ke pantai… tapi pantai yang berpasir .. yang kayak di film film gitu… disekitar Bekasi susah untuk mendapatkan pantai berpasir. Pilihannya ada di tetangga Bekasi .. Tangerang atau Karawang … tapi saat ini pilihan saya ke Karawang ke pantai Tanjung Pakis.

Sabtu pagi jam 6 30an yang cerah benderang saya pergi tamasya ke pantai … sendirian menyusuri dulu Banjir Kanal Timur, masuk ke Harapan Indah, lanjut menyebrangi jembatan CBL Bekasi disisinya ada warung tempat biasa goweser berkumpul tapi saya tidak mampir .. terus aja.. melewati Cabangbungin … menyusuri jalan seperti waktu berpetualang ke Mesjid Alam Blacan, hanya saat jalan habis di jembatan desa pantai Harapan Jaya saya ambil kanan, ke kiri ke arah Blacan dan ke kanan menyusuri sungai ke arah Karawang. Wah.. jalan tembus dari jembatan ini sedang dikerjakan.. dengan adanya jalan baru ini, perjalanan ke arah masjid alam Blacan akan lebih pendek.

Selama perjalanan ini beberapa kali berhenti di minimarket2, toko2 … bahkan sampai toko kosmetik .. ada yang kelupaan .. dan sangat penting .. important … urgent … benar2 krusial .. saya lupa pakai sun block … baru ngeh setelah jalan. Saya khawatir kulit jadi hitam dan kusam  … weee.

Tapi tidak tahu berapa toko kusinggahi … tidak ada yang jual sunblock .. bahkan toko kosmetik di kampung tidak jual …. yang ada saya diherani oleh penjual tokonya … kenapa emang ??? … mungkin pikirnya ngapain wajah kayak begitu mesti ribet2 mau pakai sunblock …

jembatan terakhir, habis jembatan ini jalan habis ,,

Baru 10 meteran menyusuri jalan di pinggir sungai langsung ketemu jalanan berbatu batu runcing… welehhh.. gowes hati2 perlahan.. supaya ban tipis sepeda ini tidak bocor…. sebisa mungkin melipir kejalanan tanah.

jalan berbatu batu lepas dan runcing

Baca lebih lanjut

Sungai di Kota Tua Jakarta Semakin Keren – Kali Besar Kota Tua

Beberapa kali kesini tapi masih ditutup dan dipagari seng seng… penasaran alias pengen banget melihat Taman Sungai Kali Besar di kota tua.

Kabarnya akan dibuka menjelang Agustusan … saatnya tiba.. libur 17 Agustus saya berangkat kesana meskipun agak siangan tapi tetap semangat tinggi bergelora … serasa gowes dengan semangat 45.

Melewati Banjir Kanal Timur, Kampung Melayu, Salemba, Kramat, Gunung Sahari dan … tibalah di Kota Tua Jakarta .. jam 8 pagi … belum terlalu ramai.

Nah ini dia Kali Besar Kota Tua… sekarang sudah dibuka tidak dipagari lagi oleh seng2. Waw kerennn …. pedestrian kanan kiri sudah ditata rapi dan lebar.. dan di sungainya ada trotoar mengapung untuk jalan jalan, meskipun saat saya ini jalan masuk masih dikunci mungkin belum waktunya … belum diresmikan.

Disungainya ada banyak ikan ikan.. airnya terlihat bersih dan tidak bau… karena air sungainya telah di filterisasi di daerah Asemka … saya kira seperti jenis sungai di Epicentrum Kuningan .. sejenis “sungai palsu”. Baca lebih lanjut

Ngeresto dengan konsep alami kekinian – Hobbit Hills Eco Village and Resto

Sekali kali ke resto dong … masak warungan mulu, masak makan ngampar mulu …
Hmmm .. bener juga ya .. kata teman saya itu … sekali kali “bermewahan mewahan” tidak apa apalah.
Ada satu tempat tidak terlalu jauh .. hanya di Cileungsi .. tempatnya unik .. namanya Hobbit Hill.

Berangkat kesana lewat Kalimalang dan muncul di Narogong Raya daerah Bekasi … lalu masuk ke jalan jalan kampung untuk potong jalan … masih ada pesawahan.

Masuk ke daerah Awirarangan …. eittts .. koq ada tanah merah terbentang begini … ada terowongan pula lagi …. gilee … pembangunan jalan tol … ngga lewat daerah sini tidak terlalu lama sih … ternyata sekarang sudah begini … ini yang dikatakan pembangunan infrastruktur infrastruktur itu ya …

pembangunan jalan tol baru yang membelah Cibubur ke Bekasi

Hanya sebentar mengamati … saya lanjut lagi .. melewati kampung kampung, masih ada pesawahan … bahkan ada kebun kebun juga … mendekat ke daerah perumahan Harvest … meskipun masih area rimbun hijau atau kebun kebun tapi sudah ada papan bahwa tanahnya sudah milik perusahaan swasta, bakal jadi perumahan … manusia banyak banget ya … dan pada senang datang ke Jakata … sampai buat rumah sekitaran Jabodetabek ga ada habis habisnya. Baca lebih lanjut