Potensi Destinasi Wisata Pulau di Jonggol – Jati Pulo Cipamingkis

Dengar kabar … desas desus … gossip
Katanya ada tempat baru yang akan dijadikan destinasi wisata, suatu pulau di daerah Jonggol.
Pulau …. beneran pulau ??? … pulau di daerah Jonggol …. Wahhh …

Kepo … mesti kesana … pergi ke pulau

Sebenarnya berangkat gowes kali ini serba dadakan, ada urusan …. jadi tidak pergi di hari minggu masih ragu …. tapi akhirnya berangkat juga … bawa yang bisa dibawa cepat … dan cusss meluncur jam 7 kurang …. agak telat … bisa terlambat sampai tikum.

Berusaha gowes cepetan …. ada road bike di daerah Narogong Bekasi … ikutin sebentar … ngos ngos-an … dan sampailah di tikum Cileungsi … sudah kontak2-an sama si om ketemu disini.
Telat 2 menit … janjian jam 8.00 … si om sudah duduk menanti sambil sibuk mainin handphone.
Tidak lama berbasa basi … kita cusss lagi.

Melaju di jalan raya Cileungsi Cariu …. Melewati taman buah Mekarsari, lalu lintas tidak ramai dan matahari bersinar dengan semangat …. Kita gowes dengan ceria, tak terasa sudah dipertigaan dan belok kanan mengarah ke alun alun Jonggol. Di pertigaan ini di monumen Jonggol ada komunitas sepeda yang sedang foto foto …. tempat ini jadi icon untuk spot foto terutama komunitas sepeda …. hmmm saya belum pernah foto disini.

Berhenti untuk rehat sejenak dan minum ….. perjalanan lanjut lagi, melewati pasar Jonggol, pertigaan alun alun … dan mengarah ke Sukamakmur. Jalanan mulai menanjak … tapi diselang seling dengan rolling naik turun.

Melewati turunan cukup panjang, melewati pesawahan dan sampailah di pasar Dayeuh. Selepas pasar Dayeuh, mulai ada tanjakan yang kerasa di betis … merayap, dan mulai menyusuri jalanan yang disebelah kanan adalah sungai irigasi dan di sisi kiri jauh di lembah terlihat sungai Cipamingkis.

Melewati pesantren modern dan tidak lama sampai di destinasi wisata spot foto sungai Cipamingkis.
Area ini sekarang makin ramai … di sisi jalan banyak warung tempat makan, bahkan warung sampai ada di tepi sungainya. Kondisi unik bebatuan sungai Cipamingkis dan posisi sungainya yang pas ditepi jalan menjadi daya tarik wisatawan datang untuk bermain main air dan foto foto.

destinasi Wisata Sungai Cipamingkis di Dayeuh Jonggol

Berhenti sejenak disini … melihat lihat sebentar dari atas jalan … dan melanjutkan kembali perjalanan. Dari sini jarak ke destinasi utama sekitar 3 km lebih.

Jalanan lebih didominasi tanjakan … semakin banyak kelok kelok, tipikal jalanan luar kota. Dibeberapa titik sudah ada warung warung … terlihat warung warung tersebut relatif baru. Sejak era akses mudah googlemaps dan medsos maka jalanan ini menjadi lebih ramai, sekarang banyak dijumpai mobil2 bagus dan motor2 yang terlihat akan pergi berdarmawisata … sama seperti saya .. cuman naik sepeda .. : )

Di area sini juga sudah dibuka area perumahan perumahan … ada di atas lereng …. Dengar dengar sih mereka menjualnya dengan konsep kavling berkebun …. Jadi orang kota ditawarkan untuk memiliki kavling kebun … sekaligus kalau mau buat vila mungkin bisa.
Sebetulnya di area Jonggol Cariu selama saya sepeda kluyuran didaerah ini, ada beberapa yang menawarkan investasi dengan konsep seperti ini …. beberapa sih gagal … terbengkalai … bahkan ada yang saya dengar bermasalah … mudah2-an sih yang di daerah ini pada sukses.

Kita melewati suatu area di pinggi jalan yang diratakan dan dibuka luas … tempat wisata, hotel, rumah makan …. tidak tahu …

Perjalanan terus berlanjut dan saya jadi lebih sering lihat gps … mencari titik belok …. ya sebentar lagi … nah disini belokannya, kalau tidak pelan pelan … sepertinya belokannya akan terlewat, karena tidak seperti ada jalan masuk, hanya seperti mau masuk pekarangan orang. Belokan ini tepat di sebelah jembatan Cijangkung … di jalan masuk ada tumpukan batu batu dan truk truk yang parkir.

Ketika belok masuk kesana, tiba tiba ada yang berteriak “ jalan buntu pak “ …. hanya nyengir saja … ya saya sudah tahu jalan ini hanya mentok ke sungai …

Tepat di area akses masuk ada curug mini … curug yang terbentuk dari bongkahan batu besar …. hmmm unik.

Kita meneruskan perjalanan menurun kebawah melalui jalanan berbatu batu, terus menyusuri sungai dan hampir mentok diujung, disana ada pertigaan … lurus mentok ke sungai besar … sungai Cipamingkis … sedang belok kanan menyebrang sungai akan menuju bukit pepohonan kecil. Area bukit itu secara teknis adalah pulau …. daratan yang dikelilingi oleh air. Sungai Cipamingkis ini di arah hulu terbelah menjadi dua, mengelilingi area ini …. inilah pulaunya …. namanya Jati Pulo.

Kita masuk ke sungai … dan takjub lagi … ada lagi curug kecil disini …. wuihhh kerennn

curug kecil di area Jati Pulo

Menyebrang sungai dan naik ke atas bukit kecil … di bukit ini ditumbuhi pepohonan, pohon jati … sangat rindang dan adem … ditambah semilir angin … asyikkk banget. Ternyata disini sudah disiapkan beberapa tempat duduk dari bambu, sudah sedikit ditata … dan ditanami bunga bunga.
Nyaman banget duduk disini … teduh … dengan pemadangan sungai bebatuan yang unik dan hamparan pesawahan diseberang sungai plus deburan suara air dan gemersik angina menerpa dedaunan … pengalaman indera yang kaya.

sudah tersedia bangku bangku ditempat yang adem rindang
Baca lebih lanjut

Spot Oke untuk Piknik Asyik — Swargiloka

Sekali kali pengen dong … main ke tempat piknik.
Tempat yang benar benar untuk piknik yang proper dan representative.
dan … tidak ramai … ingat hindari kerumunan.

Tempat yang seperti itu, yang kebayang sama saya adalah Swargiloka.
Pernah suatu kali lewat … sepertinya asyikkk tempatnya.

Setelah semuanya dipersiapkan … barang barang yang mesti dibawa …. ehhh tapi yang mesti dibawa kalau mau piknik beneran banyak banget ya …. mesti dikurangin … banyak … ya sudah ngopi aja ahhh.

Minggu pagi sedikit mendung … sepeda berangkat melalui Kalimalang, Pondok Gede dan menunggu sejenak di Cibubur … si om datang dan perjalanan berlanjut.

Menyusuri Leuwinanggung … melewati tapal batas Bekasi dan masuk ke Kabupaten Bogor, melalui Tapos Cimanggis dan muncul di jalan Raya Bogor. Gowes santai landai menanjak dan sampailah di sisi luar Kebun Raya Bogor … sekitar jam 9.30-an. Duduk sejenak di trotoar … minum dan makan camilan. Tapi koq sepi ya … tidak seperti biasanya, tidak banyak orang lalu lalang …. ohhh ternyata ada pembatasan pergerakan …. apa namanya … ppkm mikro istilahnya. Beberapa aera disekitaran kebun raya ini ditutup atau dilarang melintas, akibatnya … orang yang datang benar benar sangat berkurang jauh … efektif juga ya …

Beres rehat sebentar, kita melanjutkan pergowesan dengan memutari 1/4 Kebun Raya … melintas Taman Topi, Stasiun KA Bogor, masuk ke gang yang padat penduduknya … berkelok kelok disana … dan muncullah di jalan Raya Ciomas.

Baca lebih lanjut

Melipir ke dua tempat sambil menuju tempat camping di gunung Klapanunggal ; Bukit Cioray

Musim hujan …

Minggu pagi mendung
Berangkat ngga ya …

Menunggu sejenak dan mendung agak sedikit bergeser
ada secercah sinar menyeruak

Rencananya akan menuju camping ground, kabarnya disana ada tempat camping, di daerah gunung Klapanunggal.

Sekalian jalan jalan melipir dulu ke dua tempat … yang selama ini bikin kepo.

Yukkk berangkat
Jalanan masih basah, kalimalang masih sepi
Pesepeda hanya ketemu satu dua

Gowes melalui Kalimalang dan ketika melewati jalan raya Hankam selepas Pondok Gede …. Jalanan tergenang cukup dalam dan lumayan panjang …. Gowes perlahan lahan … tapi tetap aja kena kecipratan basah … suka ada motor atau mobil yang tidak berempati … ngegas dan mencipratkan air kemana mana …. hadeuhhhh

Jam 7.40-an sudah tiba dilokasi … janjian jam 7.45.
Check di WA …. “ maaf om … terlambat “ ya sudah saya menantu .. ehh menanti.
Jam 8-an kurang akhirnya kita melanjutkan perjalanan.

Melintasi perumahan bukit Golf Cibubur masuk gang dan muncul di jalan besar dan masuk gang lagi …. Masuk gang yang belum pernah saya lewati, karena akan melipir dulu ke satu tempat.
Melintasi perumahan yang sudah lama, belak belok disana …. melewati tempat baru selalu bikin exciting … melihat hal hal baru.

“ mau kemana sih kita ? “ si om bingung …. “ ini jalurnya muter muter saja “
“ tenang om … kita melipir dulu “

Situ Babakan
Disatu titik kemudian kita berbelok, masuk gang menurun yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan …. taraaaa ….sampailah di pelipiran pertama … situ atau danau kecil …. Namanya situ Babakan … bukan situ Babakan yang ada di daerah Srengseng Sawah, tapi ini di belakang gunung batu kecil di daerah Gunung Putri Citeureup.

Di pinggiran situ ada beberapa mancingers yang nongkrong ….
“ kalau situ ini dirapihkan dan dikelola …. asyik juga ya buat nongrong nongkrong “ kata si om
Ya memang kondisinya tidak dirawat dan dibiarkan begitu saja. Saya sih kepo saja dengan situ ini ….
Ya keadaannya begini saja … tapi tidak penasaran lagi.

Baca lebih lanjut

Curug yang terlupakan dan terlewatkan keindahannya – Curug Cimacan dan Curug Mekar

Diarea Sentul Babakan Madang banyak sekali spot destinasi wisata baru yang bermunculan.
Saling bersaingan …. laksana saingan antar toko.

Dari beberapa nama yang baru …. ada nama yang tidak terdengar …. pernah dideklarasikan kemudian tidak terdengar lagi …. menghilang …. layu sebelum berkembang.

Jadi kepo … kenapa sampai begitu … namanya tidak wara wiri lagi di medsos … tenggelam.

Dari beberapa spot yang “menghilang” salah duanya adalah curug Cimacan dan curug Mekar …. kalau salah dua artinya delapan ya … hmmm … maksudnya begitu deh.

Berangkat di minggu pagi yang mendung … riding melewati Kalimalang, Pondok Gede dan sampailah di tikum Cibubur.

Duduk menanti di bangku ojek pangkalan … ngobrol sama satu satunya opang yang nongkrong … dan biasanya memang si bapak ini mulu yang nongkrong disini. Tak lama kemudian si om nongol dan kita lanjutkan perjalanan.

Rute biasa jika mengarah ke Sentul ; Lewat Perumahan Podomoro Cimanggis, susuri sisi tol Jagorawi, muncul di Gunung Putri. Perjalanan dilanjutkan melalui jalan raya Citereup, melewati sirkuit Sentul dan berbelok di sisi Hotel Harris. Selama perjalanan sampai sisi hotel Harris hanya ketemu beberapa pegowes.

Melewati pasar Babakan Madang, terus menanjak dan sampai di perempatan JungleLand.
Rehat sejenak disini dan kemudian melanjutkan perjalanan … menanjak, melewati belokan kearah gunung Pancar, terus bergerak santai menanjak … melewati akses ke Curug Anggraeni yang terlihat sepi.

Bergerak merayap dan melewati destinasi baru yang popular … Leuwi Kunten … dari sisi jalan terlihat jelas di bawah lembah … di sungai. Cukup banyak wisatawan yang datang, mobil motor yang terparkir diatas cukup banyak. Ohh iya … selama perjalanan ini, lalu lintas bisa dikatakan sepi … mungkin karena banyak anjuran untuk tidak bepergian selama long weekend imlek ini, bahkan kabarnya PNS dan peg BUMN dilarang bepergian ke luar kota serta ada aturan ganjil genap di Bogor … akibatnya berimbas lalu lintas selama perjalanan relatif sepi.

Lewat sedikit dari Leuwi Kunten ada destinasi lama … Curug Kahuripan aka Leuwi Kahuripan aka Kali Jodoh … tapi sepi … apakah ini karena imbas Leuwi Kunten … persaingan dengan “toko sebelah”.

Kalau sampai sepi karena destinasi baru yang ada disebelahnya … wahhh … mesti ada action supaya tidak ditinggal sepi. Coba pikir bagaimana caranya ….

Gowesan berlanjut … sedikit menurun berbelok di jembatan melewati akses ke camping ground Tumbuhejo. Dari sini … ya dari sini, pokoknya tanjakannya akan semakin menanjak dan makin menanjak.

Melewati satu parkiran disisi jalan yang cukup besar, ada rumah makannya. Beberapa mobil parkir, disana terpampang banner Curug Parahyangan …. wah destinasi baru lagi nih, dan disebutkan pula bahwa ini adalah parkiran untuk menuju gua Garunggang. Gua Garunggang adalah wisata geopark, menurut saya sih keren tempatnya. Mungkin mobil2 yang terparkir adalah yang mau makan dan sebagian wisatawan yang akan menuju ke Garunggang, dari sini harus hiking menaiki bukit, tapi jika mulainya dari sini sudah lumayan dekat jaraknya. Ada beberapa akses untuk menuju gua Garunggang semuanya harus dilalui dengan jalan kaki, ini adalah akses yang terdekat.

Oh iya … beberapa kali saya melihat banner terpampang disisi jalan yang menawarkan jasa guide untuk hiking dan trekking didaerah sentul … pasti seru hiking di daerah Sentul ini bisa melewati beberapa destinasi wisata alam yang keren.

Kembali ke perjalanan sepeda saya …. tertatih tatih saya menggowes, sedangkan si om dengan santainya meninggalkan saya di tanjakan tanjakan. Menunggu saya di puncak tanjakan dan kemudian meninggalkan saya kembali … terus begitu berulang kali.
Untungnya langit mendung sepanjang perjalan jadi tidak ada sengatan matahari …. plus pemandangan lembah yang cantik sepanjang perjalanan benar benar sangat indah dan auto menghibur.

Ketemu beberapa rombongan goweser yang berlawanan arah …. menurun dengan kencangnya …. hiyyy ngeri saya melihatnya …. apakah mereka balas dendam dengan tanjakan tanjakan ini ….

“ om .. puncak yang ke jembatan sudah dekat ??? “ tanya saya dengan muka melas berharap “siksaan“ ini segera berakhir. Karena setelah melewati jembatan Cipamingkis akan menanjak curam satu kali dan selebihnya banyak turunan.
“ masih ada beberapa tanjakan lagi “ kata si om ….. hadeuhhhh
Ditambah kalimat dua anak kecil yang ada di pinggir jalan “ ayo semangat mister … 2 tanjakan lagi “ …. hadeuhhhh

Setelah melakukan berbagai gaya ditanjakan tanjakan yang dilalui, dipinggir jalan ada petunjuk belokan ke resto Teras Wangun sekaligus bisa juga ke destinasi Leuwi Asih … nah artinya sudah semakin dekat “puncaknya”.
Betul …. Melewati tanjakan curam yang berbelok dan sampailah di puncaknya.

Perjalanan langsung menurun curam kearah jembatan Cipamingkis.
Disisi jembatan ini ada lapangan parkiran mobil untuk ke Pendopo Ciherang … resto baru dipinggir sungai yang lagi ngehitssss yang viral surilal kemana mana, makanya disediakan lapangan parkir tambahan, dan sudah ada beberapa mobil terparkir disini … artinya parkiran utamanya sudah penuh.

jembatan Cipamingkis, di dekat resto Pendopo Cihereng

Kita berhenti dijembatan … lalulintas memang sepi …. tapi pintu masuk ke Pendopo Ciherang yang ada ditanjakan setelah jembatan ini terlihat mobil antri untuk masuk … sepertinya petugas disana sudah menyetop untuk masuk karena penuh … tapi budaya kita memang malas jalan kaki ya … hehe

Baca lebih lanjut

Pencarian Sawah Berundak Keren dekat Jakarta – Sawah Weninggalih

Beberapa hari ini tiap hari turun hujan, maklum lagi puncak2nya musim hujan.

Tapi tetep ingin jalan2 … di musim hujan … pesawahan akan terlihat menarik … hamparan kuning atau hijau akan terbentang … syahdu dan indah.

Kepengennya melihat pesawahan terasiring yang terhampar luas … biar serasa di Ubud … hahaha.

Sebelumnya sudah lama mencari cari sawah terasiring dekat dekat Jakarta. Ada daerah yang disebut Little Ubud di daerah Cileungsi dekat perumahan Harvest …

Tapi saya ingin yang terasiringnya lebih wah … Setelah cari sana sini di googlemaps, sepertinya daerah antara Cibarusah – Jonggol memiliki sawah berkarakteristik tersebut, dan dibuatkanlah rute kesana … Pokoknya muter2 dari satu pesawahan ke pesawahan lainnya. Rutenya melewati jembatan gantung Ridhogalih dan terus kluyuran ke pesawahan … berputar, sekitar 120 km-an untuk balik lagi ke rumah.

Finally rute ini terpakai … yeayyy.

Minggu pagi awan gelap sepertinya hujan akan turun … malamnya turun hujan deras disertai petir guntur saling sahut sahutan … paginya sepertinya mau hujan lagi… tapi ke arah Cileungsi langit terlihat lebih cerah. Galau untuk berangkat …. jam 7 kurang akhirnya diputuskan berangkat … kabari si om waktu tikum diundur.

Jalanan basah, saat melintas Kalimalang .. sepi … apalagi yang sesepedahan hanya ketemu 1 – 2.

Sampai di Pekayon Bekasi turun hujan … berteduh dulu … Pakai jaket hujan, ketika hujan rintik saya melanjutkan perjalanan.

Di Kemang hujan berhenti, gerah .. lepas jaket di Narogong. Terus melaju ditemani awan mendung, sampai Metland hujan rintik turun.

Di Metland yang biasanya ramai orang berolahraga … sekarang sepi … yang sesepedahan jarang banget.

Duduk sendirian ditrotoar …. seperti anak hilang … menanti ditemani rintik rintik kecil.
Tak lama si om muncul dan perjalanan dilanjutkan.

Baru melewati Mekarsari hujan turun …. berhenti menepi ….
Hujan sedikit mereda, pakai jaket hujan … lanjutkan.

Hujan lagi … menepi lagi …
3x kejadian seperti ini.

Ketika perjalanan kembali berlanjut …. jam 10-an kurang … langit menjadi cerah … matahari cukup menyengat terasa di kulit …. Tapi suasana awan ini berubah ubah … moody … laksana suasana hati … bahkan kadang panas terik tapi hujan rintik turun.

Gowesan naik turun mengikuti kontur jalan raya Jonggol Cariu … gowes santai aja …. mengikuti mood suasana langit.

Disatu titik kita keluar dari jalan raya, masuk jalanan kampung. Dan tidak jauh dari belokan suasana alam langsung berubah …. bentangan sawah menguning di kanan kiri jalan. Suasana sangat asyikkk … sepi … angin bertiup menerpa dedaunan menyanyikan lagu alam yang sangat syahdu, kita diam sejenak menikmati sambil membuka cemilan. Dikejauhan terlihat pesawahan berundak …. Keren.

Baca lebih lanjut

Melalui area sepi rimbun TumbuHejo menuju Gunung Pancar

Akses ke gunung Pancar memang ada banyak.
Melalui akses utama pernah. Melalui jalan setapak dari arah depan pernah. Melalui jalan lebih ribet … apruk aprukan …. via km Nol, melalui pondok pemburu, masuk hutan dan nongol dari arah belakang … pernah juga.
Nah sekarang melalui akses lain lagi …. yang belum pernah saya lalui … penasaran juga ingin tahu bagaimana keadaan di daerah sana …. kalau berdasarkan citra satellite sih sepertinya tidak terlalu ribet, dan terlihat hijau lebat … artinya rutenya sunyi adem.
Rute yang akan saya lalui adalah melalui Tumbuhejo sekalian melintasi beberapa destinasi wisata yang searah.

Di minggu pagi awan kelabu …. mendung …. tapi yakin tidak akan hujan …. Paling tidak sampai siang, karena dari kemarin sore sampai malam di daerah rumahku hujan terus. Sepeda berangkat dengan diiringi tatapan kucing kampung yang biasa nongkrong didepan rumah. Melintasi kolong tol Becakayu Kalimalang, Pondok Gede dan 15 km-an sampailah di Cibubur.

Menanti sejenak … setelah si om muncul … sedikit basa basi … lalu kita berangkat.
Melintas perumahan Podomoro golf View Cimanggis, menyusuri tol Jagorawi …. kombinasi antara jalan kecil dan gang … dan muncul di area pintu tol Gunung Putri.

Roda sepeda berputar di jalan raya Cibinong, melintas di depan pabrik semen, sedikit macet di pasar Cibinong. Di perempatan Sentul Sirkuit sedikit pangling … ada pembuatan bundaran supaya lalu lintas lebih lancar.

Belok kiri di sisi hotel Harris Babakan Madang Sentul, sedikit rolling … dan kemudian menanjak landai melewati perempatan JungleLand dan terus tetap menanjak.
Melintas di pertigaan akses utama gunung Pancar …. tidak berbelok kesana, kita lurus terus, dan kemudian suasana serasa seperti sudah berada benar benar di luar kota …. di sisi kiri adalah lembah dan sungai berbatu batu dan langsung bersisian dengan lereng gunung yang hijau. Sedangkan disebelah kanan adalah kebun kebun, pesawahan dan juga bersisian dengan lereng gunung … itulah gunung Pancar.

Melewati akses masuk ke destinasi Curug Anggraeni …. beberapa mobil terparkir didepan pintu masuknya. Pernah main ke Curug Anggraeni dan tidak ramai wisatawan karena tidak terlalu wah kondisinya.

Baca lebih lanjut

A long way to have a cup of coffee — Bendungan Sukasirna

Pengen ngopi
Sekalian cari tempat yang oke
Tempat yang belum pernah saya kunjungi.
Kabarnya ada dam kecil di daerah Dayeuh Jonggol … dam yang ada dipebukitan.
Tidak tahu apakah betulan ada … tidak masalah

Berangkat …. dan 26 km kemudian tiba di tikum Cileungsi.
Di minggu pagi ini tidak begitu ramai orang yang berolahraga maupun yang sesepedahan.
Menanti sejenak dan si om datang.

Hanya ngobrol sebentar dan kita berangkat.
Melewati Taman Buah Mekarsari …. mobil mobil terparkir di gerbang masuk …. Ohhh ternyata Mekarsari tutup … mengikuti anjuran pemerintah untuk mengurangi kerumunan.
Sepeda terus melaju di jalanan Jonggol Cileungsi … jalanan tidak terlalu ramai, aspal mulus … asyik untuk gowes.

Tak terasa sudah sampai di pertigaan Jonggol, kita berbelok menuju alun alun Jonggol, menanjak landai dan belok kanan sebelum alun alun.

Jalanan rolling naik turun … porsi menanjaknya lebih banyak. Kanan kiri rumah rumah mulai jarang jarang …. sesekali melewati pesawahan.

Melewati turunan yang cukup panjang … turunan aspal mulus … sepeda melaju kencang melewati pesawahan terasiring mendekat ke pasar Dayeuh. Tapi ketika melihat GPS …. Wahhhh ternyata belokannya terlewat …. terlalu enjoy meluncur. Kita putar arah dan kemudian masuk ke jalanan desa kecil yang langsung menanjak curam. Melewati rumah rumah kampung dan sampailah di ujung kampung.

Di perbukitan ini … di area hijau penuh pepohonan yang tinggi tinggi … tapi sepertinya sudah di kavling kavling ….. kavling yang besar besar …. sudah dipagar pagar …. sepertinya sudah jadi milik orang kota, ada bangunan atau semacam vila di lahannya. Hmmm …. memang asyik punya lahan disini …. areanya masih hijau dan tidak jauh dari Jakarta.

Sepeda terus bergerak melewati sedikit kampung tersisa yang didominasi kebun dan pesawahan.
Dan sampailah disatu titik …. turunan … dan di bawah terlihat ada bendungan kecil …. Ya betul ternyata memang ada dam disini, yang membendung aliran sungai.

bendungannya ada di bawah

Di dam sedang ada keluarga yang bermain main air sambil mandi.
Jalan yang saya lalui untuk sampai sini bisa dilewati pas satu mobil, tapi jembatan dam tersebut hanya dapat dilalui oleh motor. Di seberang jembatan ada bangunan, bukan rumah seperti sekolah atau sejenisnya … terdengar nyanyian … seperti sedang ada kebaktian.

Baca lebih lanjut

Jelajah perkampungan Bekasi – Villa Duren, Sumur Buni Saung Pelangi dan Muara Cikahuripan

Liburan tahun baru 2021 …. tidak kemana mana
Mungkin istilah kerennya staycation

Tapi daripada di hari pertama di tahun 2021 bengong aja dari pagi, mending jalan jalan deket aja.
Inginnya pergi dulu ke target destinasi yang tidak jauh jauh …. sebelum jumatan harus sudah sampai rumah lagi.
Jalan jalan ke kampung … menikmati suasana kampung Bekasi … daerah Cisaat, Setu Bekasi adalah tempat yang cucok. Suasananya ngampung …. bener bener serasa diperkampugan … tidak berasa di Bekasi … berasanya di suatu tempat yang jauhhhh dari Jakarta.

Di area sana sekarang kabarnya ada 3 destinasi wisata, tempatnya berdekatan …. Cucok Em …
Dimasukkan ancer2 titik destinasinya dan sekalian dibuatkan rute menuju kesana yang blusukan dahulu … ke area kampung Bekasi … melewati sawah sawah … melewati kebun kebun.

Start melewati Kalimalang dan tidak lama langsung berbelok masuk ke jalanan kecil … dari awal sudah dibuat rutenya masuk ke pelosok pelosok … menghindari jalan utama. Melihat tempat tempat baru …. Waktu tempuh pasti akan lama … gowes di jalan2 kecil begini tidak bisa cepat … selain biasanya banyak polisi tidur .. banyak berbelok belok … banyak anak anak juga.

Setelah berbelok belok … masuk ke jalan raya, melewati Jatiasih dan kemudian muncul di jalan Narogong Bekasi, belok ke jalan Bantargebang Setu dan setelah beberapa kilometer berbelok masuk ke suatu perumahan baru … jalannya lebar dua arah dan masih mulus …. di bundaran belok ke luar dari perumahan masuk ke jalanan kampung.

Mulai dari sini perjalanan di kampung Bekasi di mulai …. melewati kebun kebun … pesawahan … masih banyak rumah, ada beberapa yang masih style rumah kampung …. halaman besar luas dan bangunan rumah kayu. Jalanannya kecil dan rindang karena banyak pepohonan, jalanannya berkelok kelok dan tiba tiba menyebrang jalan tol baru …. tol lingkar luar Bekasi, jalan tol-nya sudah “berbentuk” … sudah cor-an semen dikanan kiri …. Wowww …. Mungkin tidak sampai setahun sepertinya tol ini sudah jadi .. sudah nyambung. Paling tidak saat ini saya sudah nyobain sepedaaan di jalan tol ini … yeayyy.

toll lingkar luar Bekasi yang masih dalam progress

Perjalanan berlanjut … jalan jalan kampung, dan … tiba tiba didepan terlihat hamparan air terbentang …. ya inilah situ Burangkeng. Tempatnya asyik untuk nyantai dulu … rehat dulu sebentar, tempatnya juga enak kalau mau piknik disini. Air situnya bersih, tidak ada sampah bertebaran dan sisi situnya juga bersih.

Rehat sebentar sambil menikmati suasana … kemudian perjalanan dilanjutkan. Saat ini sudah berada di daerah Setu Bekasi …. daerah yang sangat nyaman untuk sesepedahan …. bener bener serasa di kampung …. serasa jauh dari Jakarta. Melewati banyak pesawahan yang luas.

Baca lebih lanjut

Mencari keberadaan Goa Langkop

Destinasi ini sebetulnya sudah lama ada di bucket list tapi selalu tertunda tunda … biasalah budaya ntar sok ntar sok.

Goa Langkop … berada di kaki gunung Salak Bogor. Memang goa ini tidak popular …. kalah hittss sama destinasi destinasi baru yang terus bermunculan. Tapi saya penasaran ….

Titik destinasi setelah googling googling juga tidak ditemukan … yang ada hanya nama kampung dan desanya …. cukuplah untuk sebagai panduan awal.

Minggu pagi saya berangkat … sekalian mengikuti gaya gaya kekinian merayakan …. Last Sunday Ride … di tahun 2020, minggu depan sudah tahun baru … hmmm nggak terasa ya … waktu sangat cepat berputar, sudah bertambah satu tahun lagi.

Sepeda bergerak melalui Pondok Gede dan terus saja akhirnya sampai di Cibubur.
Menanti sejenak di tikum … si om muncul dan kita langsung berangkat.

Melewati perumahan The Address, Bukit Golf, Podomoro Golf View … terus saja ban sepeda berputar putar, di satu titik kita masuk gang dan muncul muncul di jalan Raya Bogor.
Menanjak fly over Cibinong dan antre sejenak di kemacetan pasar tumpah Cibinong … dan selepas pasar sepeda melaju dengan lancar.

Jalanan landai menanjak dan matahari bersinar terang memberi semangat untuk terus mengayuh dengan konstan. 2x ketemu rombongan gowes yang gowesernya menggunakan jersey seragam … satu rombongan MTB dan satu lagi rombongan seli.

Mendekati ke Kebun Raya … tanjakan sedikit terasa … dan sampailah di sisi luar Kebun Raya. Seperti biasa …. Rehat sejenak dibawah kerindangan pohon yang besar besar sambil minum minuman instan dan cemal cemil snack. Perasaan sih pagi ini cukup ramai orang yang beraktifitas olah raga atau jalan jalan disisi luar Kebun Raya.

Beres rehat kita lanjutkan kembali perjalanan … melewati monumen Lawang Salapan … dan mengarah ke plaza BTM. Melalui jalan raya yang ramai kemudian berbelok masuk gang dan menyebrang sungai Cisadane … dan berbelok belok di gang sempit yang curam menanjak … dan muncullah di jalan Raya Ciapus.

Sepeda mulai merayap menanjak dan terus menanjak …. jalanan tidak terlalu ramai, jadi meskipun menanjak tapi tetap nyaman karena tidak terlalu banyak mobil motor yang lalu lalang. Tanjakan jalan raya Ciapus meskipun tidak terlalu curam tapi karena panjang jadi bikin engap.

Disatu titik kita belok kiri …. Jalanan relative datar dan terus berkelok kelok dan muncuk di suatu jalan dan dari sini kembali menanjak … merayap terus … jalananya tidak terlalu lebar dan berkolak kelok …. dan sampailah dipertigaan … jika lurus menuju Pondok Bitung dan jika diteruskan akan menuju Situs Batu Kursi dan Situs Batu Aseupan. Ohhh iya … kalau mau cari tanaman hias … main main ke Pondok Bitung ini …. Tanamannya bener bener murce … beda jauh harganya dengan di kota … apalagi harga di Jakarta … sudah saya buktikan …. sekalian promosi usaha kecil petani bunga 🙂

Di pertigaan ini kita ambil belok kiri … menanjak landai dan sedikit rolling.
Untuk memastikan arah kita bertanya pada warga lokal … Katanya nanti ketemu pertigaan yang menanjak, masuk kesana. “Dari sini masih jauh ngga …. ?” … “ngga terlalu jauh sih … cuman jalannya menanjak … “ kata warga lokal.
Hmmmm … kata kata menanjaknya itu begitu ditekankan …. dan mukanya sedikit cengar cengir …. Hmmm ….

Perjalanan dilanjutkan, tidak jauh dari saya konsultasi eh … tanya jawab dengan warga lokal ada pertigaan …. Jika diteruskan mendatar dan jika belok kanan … langsung menanjak ….
Gileeee … ini sih bener bener tanjakan … menanjak curam tidak kira kira.

Saya diam termangu … si om langsung tancap …. perlahan merambat ke atas dan terus ke atas dan menghilang di belokan. Mau tidak mau sayapun juga harus bergerak … gigi sudah langsung di pindahkan ke yang paling ringan … dan arggghh … merambat menanjak gilaaa …. terengah engah … kayuhan sangat berattt … merayap pelan dan ketika sampai di belokan … saya terperanjat …. gila belok dan masih menanjak miring goskil … napas satu dua … peluh bercucuran … hampir menyerah … tapi tanggung .. tanggung … tanggung … akhirnya sampai titik aman … rehat atur napas … untungnya tanjakannya beraspal mulus.

rehat sejenak, setelah melewati beberapa tanjakan dan akan menanjak lagi

Lanjut lagi … menanjak lagi … pokoknya tanjakannya bener bener bikin merem melek … saking disiksanya …. Rehat lagi … atur napas sambil memandang tanjakan di depan …. Ngga ada habis habisnya.

Baca lebih lanjut

Destinasi yang ditinggal sepi – Pemandian Kolam Kiara

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide4-3.png

Destinasi yang dituju adalah sesuatu yang tidak jelas.
Apakah destinasi itu nyata atau tidak.
Tidak tahu.
Pokoknya kita jalan saja.

Minggu pagi jam 7 kurang sedikit sudah mengaspal di jalanan Kalimalang, melewati Taman Galaxy lanjut ke Kemang Pratama dan muncul di jalan Narogong Bekasi.

Roda sepeda berusaha berputar konstan …. jarak tikum masih lumayan jauh.
Kalau di jalan Narogong … ciri khasnya adalah wara wiri truk sampah yang menuju atau dari Bantar Gebang, untung pakai masker … lumayan memfilter aromanya .. haha.

Tak terasa 25-an km kemudian sampailah di tikum Cileungsi.
Si om sedang duduk nyantai dan … tipikal wong zaman saiki … sibuk dengan gadgetnya.

Kita langsung .. cabut … tidak banyak obrol ngobrol ngalor ngidul … soale jam 13-an harus sampai rumah lagi.

Memasuki jalan raya Cileungsi – Jonggol sejenak dan kemudian masuk ke suatu perumahan dan muncul di jalan raya desa, menyusuri sebentar dan tidak lama kemudian belok kanan memasuki area kebun Kelapa Sawit … jalanan berbatu batu dengan kubangan kubangan air yang besar.

Sudah cukup lama tidak melalui jalan ini …. saat ini jadi sedikit pangling, karena sisi kanan kirinya sudah di tembok pagar tinggi …. area kebun sawit ini sepertinya sudah tidak produktif lagi … entah mau berubah jadi apa. Dan satu hal lagi … jalanan berbatu batu ini tidak panjang … karena selebihnya jalanannya sudah di cor semen … yeayyy … gowesan jadi nyaman … apalagi tanjakan yang dahulu berbatu batu besar sekarang sudah mulus begini.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide1-2.png

Setelah melewati kampung kampung … kemudian masuk lagi jalanan desa utama. Dan ketika melewati minimarket modern kita belok kanan. Akses utama yang menuju pemandian Sodong.

Baca lebih lanjut