4 Wisata keren Karawang ; Pohon Miring, Cadas Putri Tamelang /Tanah Putih, Jembatan Eceng dan Situ Cipule

Beberapa hari ini tidak turun hujan lebat dan minggu pagi ini mendung… tapi feeling sih ga akan turun hujan. Kenapa ngomonging cuaca ??? Karena akan pergi ke 4 destinasi yang kalau hujan.. ga asyikkk, tanah becek. Saya akan piknik ke destinasi wisata karawang : Pohon Miring, Tanah Putih, Jembatan Eceng dan Situ Cipule

Saatnya Goyang Karawang ,, eh Gowes Karawang … Berangkat cuss… jam 7 kurang menyusuri Kalimalang, melewati Metmall .. melewati jematan siphon Cibeet dan sampailah di daerah Karawang. Jalanan kalimalang disini hancur dan becek +- 1 km-an. Melewati pabrik uang PERURI yang besar dan rapih … kalau mampir dapat duit ga ya..
Selepas PERURI belok kiri keluar dari Kalimalang, menyebrangi jembatan apung besi sementara yang unik, lalu masuk gang gang, jalan kecil dan muncullah di jalanan utama luar kota Karawang yang mengarah ke Pantura.

Ambil arah ke Pantura dan tak lama kemudian belok kiri melintasi rel kereta api dan sampailah di destinasi pertama.

POHON MIRING PANCAWATI
Masuk area ini sepeda tidak dikenakan tiket, pokoknya masuk aja. Kalau motor mobil dikenakan tiket masuk. Di Minggu pagi jam 9-an Pohon Miring ini sudah cukup ramai dengan motor dan mobil yang parkir.

Tempat ini jadi populer berkat medsos .. terutama instagram. Jajaran pohon petai cina atau lantoro yang miring berkesan seperti terowongan alami ..tampil cantik ketika di foto dan ditampilkan di medsos, membuat orang ingin selfie disini. Baca lebih lanjut

Iklan

10 wisata Tangerang sekali jalan ; Taman Pramuka, Taman Pintu Air, Jembatan Berendeng, Cisadane River Walk, Cisadane Flying River Deck, Kampung Berkelir, Taman Gajah Tunggal, Taman Bambu, Taman Potret, Taman Kunci

Menurut kabar kabar … taman taman di kota Tangerang lebih keren dari Jakarta maupun kota2 sekitarnya ; Depok, Bogor dan Bekasi. Wah masak sih … lebih keren …. harus chek dan buktikan sambil jalan jalan kesana. Rencananya akan ke 10 .. ya sepuluh .. betul 10 destinasi dalam sekali jalan.

Dari Kalimalang pokoknya saya gowes ke arah Grogol dan menyusuri Daan Mogot… bertahun tahun saya tidak pernah lewat Daan Mogot. Area pedestriannya sekarang lebih lebar, pohon pohon yang rindang, warna warni bunga dan tempat duduk .. beda banget dengan zaman dulu saya lewat sini ..
Gowes terus melewati bis terminal Kalideres.. terus saja … sampai ketemu gapura provinsi Banten. Wah… ini masuk gowes AKAP.. haha.

Lanjut aja… dan sampailah di destinasi pertama. Gampang dan mudah ya … #Pletak

TAMAN PRAMUKA
Taman ini bernuansa pernak pernik Pramuka… yang datang kesini bisa mengenal lebih jauh, misalkan tentang sandi sandi seperti semaphore, tingkatan pramuka dan hal hal lain yang berhubungan dengan pramuka. Baca lebih lanjut

Citeureup juga punya curug : Curug Citeureup Asri

Ini adalah Informasi non A1 .. ya mungkin levelnya A4 … #KertasKali … di Citeureup ada curug.
Untuk memastikan info tersebut maka harus di check ke lapangan.

Sebenarnya agak ragu juga untuk pergi kesana di musim hujan ini …
kalau musim hujan air curugnya bisa terlalu meluber… kalau lewat jalanan tanah… becek.. kotor.. malas kotor kotoran.. maklum cowok metropolis.. anak mall …

Tapi dari beberapa destinasi yang mau saya tuju… ini yang agak mendingan. Destinasi lain melewati jalanan tanah yang cukup panjang… Ya sudah saya berangkat ke Citeureup aja … jam 8 kurang baru berangkat.. haha.. jadi makin siang aja.

Kalimalang, Pondok Gede terus melewati Bukit Golf Cibubur dan muncul sudah di daerah Citeureup… dekat ya.. Melewati dulu pabrik Semen lalu pasar Citeureup yang macet dan belok kiri .. terus aja .. lalu belok kiri lagi … mulai masuk jalanan kampung… ikutin terus panduan GPS.. berbelok belok … lalu menurun curam ke jalanan berbatu batu besar …. daripada nyungsep .. ga bisa nge-mall .. sepeda di tuntun aja … dan.. harus melewati galengan sawah… waww.. really.. mikir dulu.. cape ga ya.. angkat2 sepeda … pakai tanya segala … sudah angkattt… jalan perlahan.. galengan tanah ini licin … khawatir tikosedat.. terpelanting red. Kalau sampai tikosedat saya namakan ini curug Tikosedat aja, untung hal itu tidak terjadi. Baca lebih lanjut