Nyeruput kopi asyik di kampung – Lumbung Kopi Jonggol

Pengen juga sesekali nongkrong cantik di kedai kopi.
Tanpa perlu meracik kopi sendiri, hanya tinggal duduk manis dan kopi tersedia.
Supaya tambah asyik dan betah nongkrongnya …. kedai kopinya bukan di kota, tapi di pedesaan dengan desain ndeso dan alami.

Kebetulan dapat info ada kedai kopi baru yang seperti itu … kabarnya belum lama buka, ada di daerah Jonggol. Hmmm menarik … menarik.

Jam 7 lebih sepeda sudah melintas Kalimalang mengarah ke Bekasi. Melewati Kamala Lagoon, Kemang Pratama dan melaju di Narogong … dan tiba di daerah Metland Cileungsi …. sepanjang perjalanan jarang sekali ketemu pesepeda …. nggak tahu kenapa … pada kemana mereka …

Selepas Metland … sepeda melaju di jalan raya Cileungsi Jonggol, melintas taman buah Mekarsari … jalan raya ini lebar dan beraspal mulus … sepeda jadi lebih laju dan tak lama kemudian sudah sampai di pertigaan Jonggol yang berdiri tugu Jonggol Tegar Beriman … seperti biasa di tugu ini ramai pesepeda …. area tugu ini jadi tikum atau titik rehat para goweser.

Saya hanya melintas … kemudian melewati pasar Jonggol dan belok kanan mengarah ke Dayeuh Sukamakmur. Tanjakan tanjakannya mulai sedikit terasa dan kadang masih rolling naik turun.
Melewati pasar Dayeuh dan perjalanan mulai agak sedikit menyusuri sungai Cipamingkis …. yang masih terhalang oleh pesawahan dan dibelakangnya terlihat gunung kecil hijau yang cukup panjang.

Disatu titik, melintasi daerah yang cukup ramai oleh warung warung di pinggir jalan …. di titik ini sungai Cipamingkis ada tepat disisi jalan. Sungai Cipamingkis yang bebatuan unik memang cocok sekali jadi spot wisata … main main di sungai yang dangkal bebatuan unik. Jam 9-an lebih … tapi tempat ini sudah cukup ramai … sudah banyak wisatawan yang datang …. bahkan sudah bermain main di sungai.

Saya hanya lewat … jalanan sedikit berkelok kelok sedikit, melewati pesawahan … dan terlihat di tengah tengah pesawahan sedang dibangun saung saung … sepertinya nanti bakal ada spot wisata atau semacam resto di tengah pesawahan.

Dan sampailah di pertigaan …. Jika lurus terus adalah jalan utama yang menuju Sukamakmur Bogor dan belok kiri mengarah ke Jembatan Leungsir. Saya ambil belok kiri …. ada petunjuk di belokan “Lumbung Kopi” belok kiri … disana tertulis 900 meter.

Masuk ke jalanan desa yang lebih kecil, melewati pesawahan …. ada gapura ditepi sawah, ternyata akses masuk ke saung saung di tengah sawah melalui sini toh …

Sepeda terus saja bergerak … jalannya tidak terlalu lebar, jika mobil berpapasan maka salah satu mesti berhenti mengalah. Dan sampailah di jembatan Leungsir …. jembatan yang melintasi sungai Cipamingkis.

— Jembatan Leungsir sungai Cipamingkis

Jika ingin main main di sungai Cipamingkis .. tapi ingin di tempat yang tidak ramai … di area sini spot yang sangat cocok …. dengan bebatuan unik khas sungai Cipamingkis dan …. sepi. Paling ada warga lokal saja yang bermain disini. Dan di area sini juga ada leuwi atau lubuk yang dalam untuk spot loncat loncatan. Saya berhenti sejenak disini … mengamati sisi kanan dan kiri …. sepi …. perjalanan kembali berlanjut.

Melewati bentangan pesawahan di kanan kiri, memasuki perkampungan dan sampailah di pertigaan lagi …. belok kiri jalanan berbatu … jika lurus mengikuti jalan cor-an semen nantinya jalanannya akan berubah menjadi jalanan batu makadam dan menanjak ke gunung Sieum. Jika belok kiri yang langsung masuk jalanan berbatu jika diteruskan akan masuk ke gunung hijau yang terlihat di perjalanan waktu kesini ….

Sepeda masuk kiri ke jalanan berbatu dan ada 2 pilihan … hidup adalah pilihan kata orang … jika jalan kaki atau naik sepeda bisa melalui jembatan bambu tapi jika naik motor atau mobil harus nyemplung ke sungai …. air sungainya dangkal …. jadi sensasi petualangannya lebih berasa … tipikal sungai di daerah sini, dasarnya adalah bebatuan keras … tidak khawatir selip.

— untuk ke Lumbung Kopi, motor mobil harus “nyemplung” ke sungai

Saya ambil jembatan bambu dan tiba di tepi sungai, ternyata di seberang sungai ini sekarang ada lagi jalur baru …. 2 tahun yang lalu waktu lewat sini, jalur baru ini belum ada. Sekarang terbuka jalur baru, masih … jalan bebatuan, saya masuk ke jalur baru yang lebar dan sedikit mendaki. Kemudian di depan terlihat bangunan unik dan menarik … bernuansa pedesaan yang ada di lereng bukit dengan gerbang bambu yang berjejer berbentuk segitiga menambah keunikan tempat ini.

Baca lebih lanjut

Ngopi hitam sambil menikmati pemandangan – Jajar Gunung Kinayungan

Pengen nyantai ngopi … tapi sambil menikmati pemandangan.
Pemandangan lembah hijau dan pegunungan disekelilingnya.
Tempatnya tidak ramai

Destinasi yang terbayang adalah Jajar Gunung Kinayungan.
Lokasinya ada di suatu puncak bukit yang dikelilingi lembah hijau dan view gunung gunung.
Tempatnya juga tidak ramai juga … dulu tempat ini pernah viral dan ramai … sekarang sudah lewat … jadi kemungkinan spotnya tidak ramai …. asyik buat nyantai.

Jam setengah tujuhan berangkat dari rumah dan 26 km-an sampai di tikum Metland Cileungsi. Menanti sejenak, si om datang dan kita langsung berangkat melintas Mekarsari dan menyusuri jalan Jonggol Cariu.

Tipikal jalanan disini, rolling naik turun, lalu lintas sedikit ramai. Ketika melintas tugu Jonggol, seperti biasa suka ada komunitas goweser yang rehat atau kumpul disini. Kita terus bergerak dijalan raya ini dan belok kanan masuk kearah Mengker. Sebetulnya dengan mengambil arah Mengker menuju Kinayungan rutenya jadi melambung atau lebih jauh, tapi jalannya mulus dan lebar sehingga bisa lebih lancar perjalanannya.

Jalanan di daerah Mengker ini menanjak landai terus, dan serunya jalannya berbelok belok sehingga tidak membosankan. Daerah sini adalah penghasil durian, maka jika lewat pada musim durian, dipinggir jalan banyak yang menjajakan durian.

Perjalanan terus menanjak dan berkelok kelok dan sampailah di puncak pertama, sepeda akan menurun kebawah berkelok kelok seru … melewati pesantren Al Andalus dan terus menurun. Tapi di tengah turunan baru ngeh …. belokan ke Kinayungan terlewatkan.

Seharusnya di titik puncak bukit ada belokan ke kanan …. Wehhhhh …. Kita balik ke atas … gowes menanjak ke atas berkelok kelok ini tidak seseru menurun ya … hehe

Sampai di puncaknya dan disana ada pertigaan jalan berbatu batu, kita belok kesana

Masuk jalanan berbatu batu dan sebagian kecil jalanan becek … tapi selebihnya adalah jalanan berbatu batu dan menanjak. Meskipun tanjakannya tidak curam, tapi karena berbatu batu sehingga cukup sulit dan menguras tenaga untuk melaluinya.

— mendekat ke destinasi

Jalanan berbatu batu berubah menjadi jalan cor-an semen dan kita melewati kampung kecil, selepas kampung kecil, jalanan menanjak cukup curam, untungnya jalannya cor-an semen sehingga memudahkan untuk melibas tanjakan ini … maksuknya si om yang mudah …. saya sih ngap ngap-an disini.

Baca lebih lanjut

Cibinong Heritage – Batu Tapak, Batu Gagang Golok dan Bumi Perkemahan Pramuka Cimandala

Area Cibinong selama ini dikenal hanya sebagai area perumahan dan perkantoran pemerintahan kabupaten Bogor. Sebelumnya tidak pernah mendengar ada situs sejarah yang berhubungan dengan kerajaan Padjajaran di daerah Cibinong.

Ketika menemukan artikel yang menyebutkan ada situs bersejarah di daerah Cibinong, saya tertarik untuk mengunjunginya. Cari cari info di internet, sangat minim sekali infonya … lokasinyapun tidak jelas, tidak masalah … paling tidak saya dapatkan ancer ancernya, sudah lumayanlah, nanti tinggal tanya tanya saja disana seperti biasa jika jalan jalan ke situs yang tidak jelas lokasinya seperti ini.

Jam 7.45-an saya sudah mempresentasikan ke si om, di tikum Cibubur, kemana kita akan bergerak. Si om hanya manggut manggut saja …. oke sipppp kita berangkat.

Baca lebih lanjut