Yuk Main ke Jonggol – Curug Sedong dan Jonggol Garden

Jonggol memiliki banyak destinasi wisata, termasuk destinasi yang baru dan juga curug yang belum popular. Destinasi wisata baru yang kekinian adalah Jonggol Garden sedangkan wisata alam Jonggol yang belum popular adalah curug Sedong. Di radius kedua tempat tersebut ada lagi 2 tempat wisata lainnya yaitu goa Ciwadon dan curug Cimapag. Asyikk .. sekali main bisa ke beberapa tempat wisata. Tapi trip kali ini hanya ke tempat yang belum pernah saya dikunjungi yaitu curug Sedong dan Jonggol Garden

Gerimis datang di minggu pagi ini, saya menunggu sejenak dan 6-30-an gerimis berhenti saya berangkat.
Sampai di daerah Kalimalang .. gerimis turun lagi dan semakin rapat, berhenti pasang jaket hujan dan cuss gowes lagi. Sampai di Taman Galaxy .. kering, berhenti buka jaket lagi .. gerahhh. Berangkat lagi .. di daerah Pekayon turun hujan yang rapat … pasti basah deh kalau lanjut gowes, saya berhenti berteduh, kirim sms — ehh masih main sms-an — ke om Adi “ telat “… menunggu sampai sedikit mereda … pasang jaket .. dan berangkat lagi … sampai Kemang pratama .. kering … panas pakai jaket … berhenti buka lagi … baru jalan sebentar .. hujan lagi .. eehhh .. ngeledek ni yee … oke oke … pakai jaket lagi … di daerah Narogong .. kerontang .. kering total … tidak hujan sama sekali disini … berhenti lagi buka jaket … dan tibalah di tikum metland jam 8 kurang .. padahal janjian jam 7.30 …

Ngobrol2 bentar sama komunitas sepeda yang sedang tikum juga disana .. biasalah ngomoning mau dibawa kemana politik dunia ini .. *boong bangettt … haha hihi sebentar … lalu kita lanjut jalan – saya dan om Adi. Baca lebih lanjut

Iklan

Piknik ke Cibinong, mengunjungi situ situ dan stadion terbaik dunia

Cibinong umumnya hanya jadi pelintasan. Saya beberapa kali melintasi daerah ini untuk menuju ke tujuan lain. Meskipun seringnya saya melintas tapi pernah juga gowes piknik ke Cibinong, ke Danau Dora yang kayaknya jadi tempat paling hit di Cibinong dan ke Situ Cikaret, situ terbesar di Cibinong.

Cibinong bukan menjadi destinasi wisata, kalah pamor dari tetangganya Sentul dan sekitaran kota Bogor. Tapi saya yakin … Cibinong punya tempat2 menarik.. saya memiliki keyakinan akan hal ini .. #SokYakin. Keyakinan ini butuh argumentasi untuk dibuktikan, saya akan jalan jalan ke Cibinong … piknik ke Cibinong.

Minggu pagi sebelum berangkat saya perhatikan dulu langit .. agak sedikit berawan tapi saya yakin..#YakinLagi … tidak akan hujan … Cuss deh saya go .. gowes maksudnya. Lewat Pondok Gede, Cibubur dan ketika akan melewati kolong tol Jagorawi di Leuwinanggung Cimanggis .. ehh di tutup, ada perbaikan. Ya sudah mesti berputar lumayan jauh. Pokoke gowes terus … gak terasa sudah sudah di Cibinong dan sampailah di tujuan pertama.

Situ Citatah
Situ ini tepat di pinggir jalan raya yang ramai, airnya terlihat bersih, dan bukan menjadi tempat wisata, dibiarkan apa adanya, tidak ada orang2 yang bermain main kesini. Paling ada sedikit pemancing dan rakit yang sedang menjala ikan. Di sisi jauh terlihat pemakaman Tionghoa. Situ ini seperti terlupakan begitu saja, sayang sekali tidak dikemas menjadi tempat wisata, padahal akses untuk menuju situ ini sangat mudah dan situ ini memiliki pulau di tengahnya yang bisa menjadi daya tarik wisata. Saya perhatikan tidak ada jalan untuk memutari situ ini.

situ Citatah tepat di pingir jalan raya yang ramai

Baca lebih lanjut

Hutan Tersisa di Bekasi – Hutan Kebun Belanda

Siapa sangka Bekasi masih punya hutan .. bukan taman hutan kota .. ini bener2 hutan yang vegetasinya lebat. Hutan itu disebut Hutan Kebun Belanda.
Lokasinya didaerah Tambun Bekasi, daerah yang penuh dengan komplek2 perumahan baru .. ternyata masih tersisa.. sepotek hutan disana.

Hari minggu saya meluncur kesana melalui area CFD Bekasi yang sangat ramai dan padat oleh warga terus melalui jalan yang yang sudah ramai dan penuh dengan bangunan kehidupan kota – toko toko, ruko, perumahan dan juga komplek perumahan baru yang sedang dibangun. Berkilo kilo meter saya melalui area Bekasi yang sudah padat dan ketika mendekat ke titik lokasi mulai suasana berubah masih ada tanah2 kosong, pesawahan dan kebun penduduk. Baca lebih lanjut

Sisi Lain Sejarah Marunda – Kapitan Jonker & Groot Mayoor THW Dotulong

Tahukah siapa penguasa Marunda ??

Bukan si Pitung tapi orang dari daerah Ambon yang bernama Kapitan Jonker

Siapakah Kapitan Jonker ??

Baca baca sejarah kapitan Jonker ini ternyata sangat menarik dan kontroversi.
Situsnya yang ada di Marunda membuat saya penasaran untuk mengunjunginya. Tapi posisi tepatnya setelah googling sana sini tetap tidak diketahui secara pasti, pokoknya ada di Marunda. Marunda kan gede … ya sudahlah .. pokoknya saya akan cari. Patokannya hanya berdasarkan insting dan feeling saya yang pernah beberapa kali kluyuran di daerah Marunda dan tidak pernah melihat situs Kapitan Jonker .. artinya saya tinggal kluyuran di daerah Marunda yang belum pernah saya kunjungi … gampang khan .. hehehe …#GampangDariHongkong.

menyebrang rel KA yang melintasi BKT

Menuju kesana saya menyusuri BKT dipagi hari yang cukup lengang dan sesampainya di daerah perumahan Metland Menteng saya berbelok masuk kedalam komplek perumahan dan hanya sebentar untuk kemudian keluar kembali ke jalan raya, sebentar juga dan masuk ke komplek baru yang sekarang cukup terkenal karena AEON baru di buka di perumahan ini .. Perumahan Jakarta Garden City. Masuk ke dalam dan melewati gedung mall AEON .. wah gede mall ini ternyata. Keluar lagi dan sekarang berada di jalan sisi lingkar luar tol timur dan terus masuk daerah Rorotan melewati jalan Cakung Drainase. Disisi sebelah kiri adalah sungai yang hitam pekat dan kanan adalah gudang atau pabrik pabrik besar.

area Rorotan Cilincing yang sepi

Karena hari Minggu jalalan beton mulus dan lebar ini sepi .. bener benar sepi .. mobil atau truk tidak ada yang lewat. Saya mulai curiga bahwa akses jalan di depan nanti belum di perbaiki jadi tidak ada mobil yang menggunakannya sebagai jalan tembus. 3 tahun lalu saya pernah lewat sini untuk tembus kearah Marunda dan Tanjung Priok .. dan saya menyesal .. dari jalanan beton mulus lebar berubah menjadi jalan tanah dan kecil, melewati perkampungan kumuh dan .. melewati suatu “TPA” pembuangan sampah raksasa … permasalahannya jalanan di area “TPA” ini jalanan berlumpur tebal … lumpur sampah … hiyyyy. Kalau lumpur di hutan atau pedesaaan sih biasa .. tapi lumpur sampah … hiyyyy.
Tapi kenapa saya lewat sini lagi atuh … karena selain ini jarak terdekat ke daerah Marunda yang saya tuju .. juga saya meyakini bahwa selama 3 tahun ini ada perubahan … hmmm .. ayo kita buktikan.

Dari jalan beton cor mulus lebar menjadi jalan tanah kecil, melewati perkampungan kumuh dan ketika mendekati “TPA” … jalannya sudah dikasih pengerasan brangkal meskipun ada spot sedikit yang berlumpur … tapi masih bisa melipir angkat sepeda .. tidak harus nyemplung di lumpur sampah … Alhamdulillah.
Gowesan tidak bisa cepat di jalanan tanah berbatu batu kecil .. Sudah pulangnya nanti mending susur BKT, meskipun mesti memutar tapi pasti lebih cepat sampainya.

melewati area pembuangan sampah di Rorotan

Baca lebih lanjut

Must Visit curug di Sentul – Curug Putri Kencana

curug putri kencana.pngDari sekian banyak curug di Sentul Bogor ada dua komplek curug yang masuk kategori ” Must Visit ” yaitu Leuwi Hejo dan Curug Putri Kencana.

Selain kedua curug ini letaknya berdekatan dan di dalam satu areal ada beberapa curug (air terjun) dan leuwi (lubuk) keren yang dapat sekalian dikunjungi.

Leuwi Hejo saya pernah, curug Putri Kencana saya belum. Hal ini membuat saya galau.. menghapus kegalauan saya harus kesana… jam 8an sudah nongkrong di pinggir jalan daerah Citeurep, tak lama kemudian om Adi nongol.

Loading perbekalan dulu di minimarket dan cus meluncur ke sentul. Sepanjang perjalanan dari rumah sampai ke Sentul jarang sekali ketemu pegowes… entah mengapa..

Melalui jalanan Raya Babakan Madang terus menanjak dengan telaten, melewati pintu masuk Jungle Land terus keatas.
Selepas pertigaan kanan ke gunung pancar dan kiri ke Curug Putri Kencana, suasana pemandangan berubah banyak, sawah berundak, lembah, sungai berbatu batu dan hutan lindung lebat tidak jauh dari pandangan mata.

Melewati beberapa pintu masuk ke leuwi dan curug2 lain : curug leuwiasih, curug kalimata, kawah merah, dll. Kalau ada waktu silahkan mampir, saya lanjut terus sesuai misi yang diemban.

Tidak tahu berapa tanjakan penguras napas dan tenaga terlewati, kemudian menurun curam menuju jembatan di lembah. Sesampai di lembah kita berhenti dulu… bukan untuk menikmati pemandangan tapi untuk sejenak menarik napas bersiap siap menanjak kembali ke atas melewati tanjakan terngehe di daerah ini.

Ditanjakan ini pikiran fokus konsentrasi … hanya memikirkan kapan tanjakan ini berakhir … tidak terpecah oleh hutang ataupun tagihan yang belum terbayar … Om Adi dengan gahar langsung melesat.

Saya merayap dan.. yeayy.. sampai juga ke atas … girang banget apalagi jarak sudah dekat 1 km-an lagi.

Disatu titik kita belok kanan ke jalanan semen dan menanjak keatas melalui rumah2 penduduk melewati parkiran mobil. Mobil yang mau ke curug parkir disini, jalanan mengecil dan masih melewati rumah penduduk kemudian menuruni lembah hijau dan terlihat ada bendungan dari aliran sungai Sadon di bawah lembah. Baca lebih lanjut