Berpetualang ke curug Karang Penganten

Jadi keniatan untuk pergi ke destinasi ini …. teman menyarankan untuk main kesini …. om Mujiyono pernah mencoba kesini tapi gagal karena waktu itu musim hujan … aksesnya tanah merah lembek dan sulit ditembus. Sebelumnya saya pernah melewati area sekitar curug ini … waktu jalan jalan kearah Lulut, menyusuri jalan dibawah tebing kapur gunung Klapanunggal. Saat itu melewati hamparan tanah merah tapi tidak tahu kalau di sana ada curug. Nama curugnya adalah Karang Pengantin … bukan curug popular alias tidak ngetop. Ada beberapa tempat destinasi wisata termasuk curug atau air terjun yang pakai nama pengantin … jadi suka ada nama sama tapi lokasi berbeda.

Saat ini musim kemarau … aksesnya akan kering dan mudah …. permasalahannya … kalau dimusim kemarau begini … curugnya ada air-nya tidak ??? Okey … mari kita cari tahu

Pergilah kita kesana … roda sepeda menggelinding mengarah ke tikum di daerah Citeureup … di minimarket Om Adi sudah menanti … kebetulan ada lagi seorang pegowes dari Setu Bekasi yang sedang beristirahat disana, tapi beliau tidak mau ikut kearah Sukamakmur yang menanjak nanjak.

Berangkatlah kita berdua melewati pasar Citeurep dan belok mengarah ke Sukamakmur. Jalanan rolling naik turun tapi naiknya lebih banyak. Di salah satu jembatan kita berhenti … mengamati sekitar …. sungai mengering … bentangan tebing kapur di kejauhan dan hamparan pesawahan diarea sekitar. Lalu muncul deh krucil krucil ini … anak anak SD …. mereka pada lompat lompat dari atas jembatan ke sungai … wowww … Asyikkk dapat hiburan … mereka bersenang senang … kita kagum dengan keberanian dan ikut tersenyum bahagia.

melompat di jembatan Sukamakmur

Baca lebih lanjut

Iklan

Pencarian Gunung Dataran Klapanunggal Bogor

Syahdan …. ada satu area berpadang rumput berbukit bukit
seperti di daerah Indonesia Timur
tapi bukan di Indonesia Timur
ini di Gunung Klapanunggal Bogor
Gunung terdekat dari Jakarta … sangat dekat … check aja di google.

Kabar yang sangat bikin penasaran.
Kalau tempatnya seperti deskripsi atau narasi atau framing (pakai kalimat kekinian) … spotnya bisa dikatakan sebagai tempat wow … makin penasaran.

Menghapus kepenasaran … harus berangkat kesana … mencari … toh tempatnya kan meski gunung tapi dekat dari Jakarta … gunung terdekat dari Jakarta.

Minggu pagi berangkat sudah … jam 7.30-an sudah ditikum underpass Citeureup ….
sms-an kirim kabar … koq ngga muncul muncul … teleponan … koq ngga jelas jelas …. yang muncul hanya “dimana … dimana …?” “koq ngga ada …” … “saya ngga lihat” …. “disebelah mana sih …”
e ternyata … e ternyata … saya nunggu di underpass Cileungsi dan satu lagi di underpass Citeureup … tepok jidat ….

Salah saya … salah saya …. sorry sorry … akhirnya kita ketemuan ditengah tengah … dan langsung ambil shortcut kearah Klapanunggal … melalui pasar Meong … beneran namanya Meong … mungkin disini dulunya jualan kucing … #SokTahuLagi

Dari pasar Meong lewat pematang sawah dan berbelok belok dijalanan kampung dan ketika jalanan berubah menjadi jalanan berdebu … artinya sudah mendekat ke area penambangan kapur di kaki gunung Klapanunggal … kapur untuk bahan pabrik semen. Sudah pasti banyak truk lalu lalang mengangkut batu kapur …. dan pastinya … debu debu berterbangan adalah suatu keniscayaan …. nikmatin saja.

Berhenti sejenak memandang area penambangan … berhektar hektar luasnya … bentangan tebing kapur berwarna putih terlihat unik dan indah … paling tidak dimata saya. Tidak tahu berapa lama lagi gunung ini akan habis rata kalau ditambang seperti ini …. mungkin juga suatu waktu ketika sudah tidak ditambang berubah menjadi area wisata … seperti daerah daerah lainnya. Beberapa kali saya eksplore tempat ini … banyak spot unik dan keren … gua gua alamnya juga ada … bahkan gua yang besar dan tinggi juga ada. Hanya karena masih ada aktifitas penambangan maka sering berpapasan dengan truk truk pengangkut batu kapur jadi kurang nyaman. Baca lebih lanjut

Horeee .. Video Youtube Pertama – Jembatan Cinta Bekasi

Setelah ratusan purnama tertunda tunda.. di penghujung tahun 2018 .. saatnya sekarang buat video youtube…. daripada kelewat satu purnama atau beberapa purnama lagi… horeee.

Tidak mudah untuk memulainya… start dari nol, tidak ngerti apa apa … nonton youtube sering .. tinggal click aja. Buat video dan upload-nya … wahh … kumaha …

Kata orang .. selalu ada pertama untuk segala sesuatu, tidak ngerti cara buat … di zaman digital dan internet mudah sekali dapat informasi.. tinggal googling dan youtubing aja.

Bagaimana cara buat video youtube… hmmm … setelah menghabiskan berjam jam baca berbagai tips dan pengetahuan untuk buat video serta nonton beberapa tutorial di youtube … maka saya merasa sedikit lebih ngerti.

Biar bagus katanya harus punya storyboard-nya.. apaan tuh .. pokoknya alur cerita gitu.. ngga ngasal .. sudah direncanakan jadi pengambilan video-nya.. scene-nya sudah terencana.

Biar bagus … camera video-nya juga penting .. hasilnya akan kece katanya… wahhh… cek rekomendasi camera video di internet … harganya mantaff … saya pakai aja yang saya ada sekarang, no cost.. camera pocket yang saya pakai juga untuk potret2.

Tahap berikutnya adalah edit video… ini yang paling membingungkan dan benar benar belajar. Cari video editor yang gratisan… ada banyak rekomendasi yang gratisan dengan fitur dan plus minusnya .. daripada bingung.. saya download beberapa untuk saya pelajari.. ada satu video editor yang banyak direkomendasikan di blog dan youtube … dan cara menggunakannya mudah dengan fitur yang mumpuni … fitur mumpuni bagi saya adalah yang track video dan audio-nya terpisah sehingga memudahkan nanti untuk mengatur atau memasukkan audio yang diinginkan. Baca lebih lanjut

Gowes sambil Ngopi – Travelling French Press Bottle

Ngopi di alam terbuka merupakan salah satu aktititas yang kadang saya lakukan sambil gowes sepeda kluyuran kesana sini. Pergi ke satu tempat yang menarik bisa keluar kota atau hanya dalam kota misalnya pergi di taman … kemudian menikmati suasana outdoor … sambil sruput kopi … wah enak tenan.

Dari beberapa alat seduh kopi yang pernah saya bawa dan coba di pakai di outdoor .. yang relatif gampang menggunakannya adalah jenis french press. Ngopi cold brew juga gampang ngga ribet .. karena seduhnya sudah semalaman dirumah jadi tinggal bawa saja paginya … tapi kalau mau kopi panas dengan proses dan caranya yang ringkes simple .. salah satunya pakai French press.

Membawa French press yang berbahan kaca sangat beresiko pecah … dan pernah saya alami sendiri … pecah deh … habis gimana … jalannya ajrut ajrutan meskipun sudah di bungkus supaya tahan goncangan ternyata .. tetap pecah.

Ada banyak ehhh .. beberapa jenis french press untuk outdoor atau travelling .. tapi yang saya pilih adalah French press jenis botol ini yang berbahan Polypropylene (PP) atau sejenis plastik. Selain harga yang ini relative murah sekitar +- 200 ribu karena berbahan plastik maka kuat dibawa ajrut ajrutan .. tanpa perlu khawatir pecah .. yang akibatnya tidak jadi ngopi.

Mengapa mau ngopi aja mesti bawa alat seduh kopi manual seperti French press, lebih simple pakai kopi sachetan .. tinggal seduh dan gluk ..beres. Kembali ke selera sih .. tiap orang kan beda beda. Kalau ingin betul betul menikmati rasa dan aroma kopi – kopi Bajawa Flores, Kintamani Bali, Puntang Jabar, Gayo Aceh, Wamena Papua, Sidikalang Sumut dll … kopinya mesti dibuat dari biji kopi langsung yang masih segar dan baru .. jadi biji kopi digiling sesaat sebelum diseduh … maka hasilnya benar benar nikmat dan menyuruput kopinya akan lebih mantap.

Jadi supaya bisa seduh kopi di outdoor maka harus disiapkan dahulu perlengkapan “lenongnya” :
Travelling French press, grinder (penggiling biji kopi), mug, sendok, thermos air panas atau bawa mini kompor, tempat/wadah untuk bawa biji kopi. Baca lebih lanjut

Life in the Moment — Balap Sepeda Asian Games 2018

Life in the moment .. kata yang cocok untuk menikmati momen Asian Games, tidak tahu kapan lagi Indonesia bisa jadi tuan rumah, 50 tahun kemudianpun belum tentu terulang kembali atau meskipun terulang kembali dalam waktu relatif dekat tapi kita belum tentu masih memiliki umur untuk melihatnya kembali. Kalau tidak saya menikmati momen saat ini .. merasakan sensasinya secara live .. secara langsung, mungkin saya tidak bisa merasakannya lagi. Mumpung saya punya kesempatan saya nonton lomba Asian Games di Gelora Bung Karno (GBK), bener bener kondisi GBK bikin pangling … beda benar beda dengan GBK yang saya kenal selama ini … gedung gedungnya direvonasi dan dipermanis dengan desain aksen yang menarik, banyak penambahan ornamen disekitar GBK yang membuatnya semakin kece … bersih .. serba teratur .. pokoke keren, apalagi suasana ketika menonton disana. Tapi yang ingin saya share disini adalah momen ketika nonton balap sepeda jalan raya Asian Games …. biar tetap nyambung sama sesepedahan …. haha  .. #TeutepSesepedahan

Yang ingin nonton balap sepeda bukan saya .. tapi si krucil .. ingin melihat pebalap di condonium katanya …. apaaaa … maksudnya apa …krucil menjelaskan dengan semangat … ohh itu … namanya … po di um … ya pondium katanya … haha .. tetep salah.

Acara lomba diadakan di daerah Subang, setelah googling2 cari informasi mengenai lomba dan kondisi situasi … maka dipilihlah sehari setelah libur Idhul Adha .. hari kamis off dulu dari kerja.

Dengan berbagai pertimbangan maka dipilihlah menginap di Subang, hotel yang dekat alun alun, jadi paginya bisa lihat start di alun alun dan selepas mereka pergi mengarah ke Sadang kita akan pindah ke titik Finish di daerah Cagrak dekat Ciater Subang. Karena berdasarkan informasi hasil googling, rute pagi kearah Cagrak Ciater masih dibuka. Jadi sekali tepuk dapat dua … #MerasaKeren

Sholat dan berlebaran dahulu di Bandung dan cuss berangkat jam 14-an, karena berdasarkan informasi jalan di sekitar Subang baru dibuka setelah jam 15. Rute yang dipilih melalui Cipularang terus ke Cipali dan keluar di pintu exit kearah Subang, memang memutar .. tidak melalui Lembang, Karena menurut googlemaps rute Lembang macet … waktu yang ditempuh dua kali lipat dibanding lewat tol Cipali.

Perjalanan lancar .. jam 16-an sudah sampai di Subang, suasana kota terasa Asian Games-nya … mobil mobil berlambang Asian Games wara wiri dan beberapa sedang parkir, juga ada beberapa atlet sepeda yang sedang bersepeda sore dijalan … mungkin untuk tetap jaga kebugaran. Kita parkir dulu di hotel .. check in .. tapi tidak menurunkan barang .. hotel ini dekat tempat start di alun alun .. tapi koq tidak terasa suasana Asian Games .. tidak ada mobil Asian Games ataupun panitia di hotel.

Kita jalan ke tempat start di alun alun … wow .. bener bener Asian Games banget … suasananya sangat berkelas dan rapi teratur bersih … kerennn. Untuk memastikan tempat finish kita berangkat ke ke arah Cagrak, wah jalannya 90% menanjak .. ada turunan dikit .. tapi dibalas dengan tanjakan lebih tinggi, berkelok kelok … cucoklah untuk balapan sepeda kelas Asia, apalagi aspalnya hotmix mulus.

Sampai di Cagrak, kota kecil .. di area perkebunan teh .. disinilah titik akhir lomba. Di tempat finish ada banyak tenda tenda putih dan area peserta yang di tutup pagar khas Asian Games agar steril. Untuk memastikan saya berbincang bincang dengan panitia disana ternyata sejak start pagi jalan dari Subang ke Cagak ini ditutup tidak dibuka, tidak seperti info yang saya dapat di internet. Wah piye iki … saya pastikan ke krucil .. harus pilih … mau lihat start saja atau finish. Katanya mau lihat pondium … hehe.

Artinya mesti cari penginapan di daerah sini … maka muter muterlah kita cari penginapan di daerah sini .. ini nggak .. yang ini nggak .. macem macemlah alasannya. Akhirnya sampailah kita di daerah Ciater, ternyata salah satu hotel disini adalah basecamp-nya beberapa pebalap sepeda dari beberapa negara plus tempat kumpulnya panitia dan para relawan, sepeda sepeda balap banyak bertebaran di sudut sudut hotel … pokoknya Asian Games banget deh … Krucil langsung ceria dan semangat … “ disini aja nginapnya “. Baca lebih lanjut

Menyongsong Matahari Pertama

Maksud hati mengejar sunrise pertama tahun 2018. Tapi apa daya tangan tak sampai.

Setelah subuhan… mata sepet banget.. tak kuasa menahan kantuk .. sisa semalam.. tidur lagi… bangun telat .. kadung ingin kepantai … tetap berangkat .. jam 7 kurang meluncur.

Gowes santai aja menyusuri BKT – Banjir Kanal Timur – menyebrangi beberapa jalan besar dan kecil termasuk rel KA .. jam 8 kurang sampai sampai di ujung BKT. Baca lebih lanjut

Apakah Travelling menjamin Anda bahagia ?

Travelling membuat bahagia.
Bener ga sih …

Tapi travelling yang bagaimana ??

Orang yang travelling ke tempat2 eksotis yang lokasinya jauh, apalagi sudah menjadi dream destination, apakah bahagia ??? … harusnya sih bahagia ya .. kan mewujudkan impiannya.

Tidak setiap orang dapat bepergian ke tempat2 yang keren, tiap orang kemampuannya berbeda ; kemampuan finansial, waktu dan tenaga. Masalah klise … punya waktu tidak punya uang, punya uang tidak punya waktu atau tidak punya tenaga (tidak sehat), punya waktu punya tenaga tidak punya uang .. bulett aja.

Baca lebih lanjut

Settingan Sepeda untuk “piknik”

Kali ini tulisan tentang sepeda bukan sesepedahannya.
Tidak membahas terlalu dalam hanya menceritakan pengalaman pribadi mensetup sepeda untuk pergi jalan jalan. Tulisan ini semoga bisa membantu teman teman yang mampir ke blog ini dan bertanya tanya tentang sepeda yang cocok dipakai “piknik”.

Jenis sepeda itu banyak sekali tergantung kebutuhan, dari mulai sepeda anak anak sampai dewasa dari sepeda jalan aspal mulus sampai jalan hancur, sepeda untuk jalan2 sekitaran komplek sampai sepeda untuk digowes melanglang dunia.
Jenis sepeda MTB ada banyak ; Cross country (XC), all mountain (AM), downhill, touring, fat bike dll
Sepeda balap juga banyak jenisnya ; road bike, triathlon bike, gravel road bike, cyclocross, adventure bike, touring dll.
Belum lagi jenis sepeda dari kategori2 lainnya seperti .. hmm misalnya sepeda roda satu …
Pokoknya jenis jenis sepeda terus bertambah sesuai kebutuhan orang untuk bersepeda kemana dan bagaimana.

Supaya nyaman dan enak di gowesnya, sepeda yang kita pakai sebaiknya di set up sesuai dengan kebutuhan kita.
Saya yang umumnya gowes sepeda dari rumah untuk menuju ke tempat tempat tujuan mensetup sepeda yang digowes nyaman dan bisa relative cepat di jalan beraspal dan masih ok untuk melalui jalanan jelek hancur (offroad) maupun jalanan setapak. Kalaupun harus melewati jalan jelek banget misal turunan berbatu batu besar atau extreme single track .. ya sudah saya tuntun saja .. tidak ribet toh. Selain itu, sepeda juga harus bisa membawa logistic untuk short trip atau one day trip.

Otomatis settingan sepedanya harus “berkompromi” berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Sudah pasti jenis / settingan sepedanya tidak akan maksimal di semua area / tipikal jalanan.

dilipat, memudahkan untuk dibawa masuk kendaraan

Baca lebih lanjut

memasak tanpa menggunakan api dengan Hotone

Menikmati minuman hangat waktu travelling terutama saat outdoor … asyikk banget.
Berbagai cara upaya saya lakukan untuk mendapatkan air hangat.

Bawa kompor portable … kadang suka merasa riweuh sendiri, orang heran lihat saya bawa kompor masak air. “om mau bikin mie …??? disana ada warung om …” hadeuhhh.
Bawa thermos panas … praktis juga, sempat nyoba2 thermos … rata2 panasnya tidak bertahan lama.
Akhirnya ketemu thermos yang berkualitas jadi air panasnya lumayan tahan lama. Tapi kalau mau ngopi meracik dari biji kopi … airnya kurang panas , karena sudah cukup lama diperjalanan jadi derajat panasnya sudah berkurang. Kalau untuk seduh minuman kemasan sih masih ok.

perlengkapan lenong untuk ngopi

Baca lebih lanjut

Selain Taman Pandang Istana … ada apa di Monas ???

slide1

Kata orang “ Monas sekarang sudah jauh lebih bersih, teratur dan sangat nyaman ”

bener …. ???

Terakhir kesana masih banyak pedagang kaki lima dan delman2 berkeliaran.
Dan susah sekali utuk mentertibkan kawasan Monas ini, sudah berjalan bertahun tahun … akhirnya …

Jadi penasaran …. ingin membuktikan kabar kabar tersebut. Beneran atau hoax …
Mumpung ada waktu di hari minggu pagi, maka saya menetapkan hati untuk berangkat kesana, sekalian kluyuran di kawasan taman Monas yang besar …. 80 hektar … gede aja atau gede banget kalau seluas itu. Pokoknya gemporlah kalau jalan kaki kluyuran di area Monas.

slide9

Sampai di pintu masuk di dekat sebrang gedung Indosat … sudah rame bener. Kalau Minggu, pintu di buka di area ini, di sebrang Istana Negara dan di Pintu Utama di area parkir IRTI ( Ikatan Restoran Taman Indonesia ) Monas yang ada di sebrang gedung Balaikota. Di area IRTI ini ada banyak spot kuliner khas Indonesia, pedagang non-kuliner (baju, mainan dll) dan area permainan anak berbayar. Katanya mereka semua umumnya adalah pedagang kaki lima yang dulu beroperasi di dalam area Monas. Sekarang di tertibkan dan di berikan training supaya memberikan service dan produk yang lebih baik.

Memang di area pintu masuk dan taman dalam di dekat IRTI ramai, tapi di area taman2 lainnya .. sepi, banyak area adem yang pohonnya besar2 … jadi tidak perlu takut kepanasan. Selama ini banyangan Monas adalah tempat yang blong dan panas. Ya .. kalau di jalan besar sekitaran monumennya sih pasti blonggg .. panas nian deh

slide1

Yang paling penasaran adalah Taman Pandang Istana, area publik baru. Ya sudah pasti posisinya ada di sebrang Istana Merdeka. Diresmikan 30 Juli 2016 oleh Gubernur DKI Jakarta. Di desain oleh seniman Yasser Rizky, dengan menggunakan tiga jenis instalasi ; bangku berbentuk tulisan “Berbeda Tapi Satu”, jejak aspirasi berupa kutipan para tokoh nasional – Abdurrahman Wahid, Mohammad Hatta, YB Mangunwijaya, dan Buya Hamka, dan karya instalasi tiga dimensi bertulisan “Ragam Insan”. Taman ini juga diperuntukkan bagi para pendemo yang ingin melakukan aksi di depan Istana Merdeka. Bagi para pendemo jadi asyik .. bisa duduk sambil ngadem disini sambil nonton demo …. ehh mau demo apa ngadem ….

slide2slide3 Baca lebih lanjut