Destinasi Sentul yang “menghilang”— Leuwi Batu Anggrek

This image has an empty alt attribute; its file name is slide9-1.png

Wara wiri di Sentul cukup lama tapi saya baru tahu destinasi ini.
Kabarnya destinasi ini sudah cukup lama …. dan kemudian “menghilang”.

Konon tempatnya bagus serta tidak jauh dari area Sentul perumahan.
Jadi bikin penasaran untuk melihatnya kesana secara langsung.

Berangkat dari rumah jam 7 kurang sedikit, setelah melalui perjalanan seperti biasanya – dengan saat ini berarti sudah 3 minggu berturut turut arah kepergian melalui jalanan ini – sampailah di tikum Cibubur jam 7.46 lewat 1 menit dari jadwal. Di perjalanan tadi tidak bisa terlalu cepat, bekas hujan semalam menyebabkan banyak tergenang air di beberapa ruas jalan. Sepeda tidak pakai fender / spakbor sehingga mesti jalan perlahan supaya air tidak ngiprat ke baju belakang, supaya tetap tampil necis sampai tujuan.

Di tikum om Adi sudah menanti …. hahahihi sebentar … perjalanan berlanjut. Ban sepeda berputar melalui perumahan Podomoro Cimanggis, sisi tol Jagorawi, muncul di Gunung Putri CIteureup.

Melaju di jalan Citeureup, melewati sirkuit Sentul lalu belok kiri melalui Babakan Madang dan mengarah keatas. Melewati sedikit sedikit tanjakan dan sampailah di perempatan Jungle Land.

Perjalanan lancar …. Selama perjalanan mobil agak sedikit yang lalu lalang tapi motor banyak sekali, umumnya beriringan berombongan.

Dari perempatan Jungle Land saya belok kanan mengarah ke bundaran Sentul City dan rehat sejenak di pelataran ruko. Banyak sekali ruko berjejer kanan kiri disepanjang jalan ini dan umumnya kosong belum terisi. Makan dulu perbekalan snack dan minum minum sejenak sambil melihat rombongan motor yang wara wiri dan sesekali diselingi rombongan pesepeda.

Perjalanan dilanjutkan dan ketika sampai di bundaran, sepeda belok kiri mengarah ke area cluster cluster perumahan Sentul. Ini pertama kalinya saya masuk ke daerah sini. Jalanan beton mulus dan menanjak, masih banyak area kosong dan sudah ada beberapa cluster yang sepertinya sudah terisi dan ada juga cluster baru yang sedang dibangun.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide1-1.png
memasuki jalanan cluster perumahan Sentul
Baca lebih lanjut

Ngebolang mencari curug Rancang Kencana Wangi

Selentingan kabar ada curug di dekat Bukit Cinta Sukamakmur Bogor, namanya curug Rancang Kencana Wangi.

Selama ini tidak pernah dengar ada curug disana, apalagi namanya sekeren itu.

Cari info di internetpun … sangat minim.

Ragu apakah nyata … atau khayalan semata.

Sudah … Jalan saja kesana …. berdasarkan titik refensi yang saya dapatkan, di set jadi titik destinasi di gps, tapi berdasarkan citra satellite saya ragu, disana ada curug di titik itu ….
Ada tidak ada bagaimana nanti … Apapun yang terjadi enjoy saja … Tidak diset ekspektasi tinggi … just ride.

Meluncurlah di minggu pagi … Sepanjang perjalanan dari arah Kalimalang sampai tikum Cibubur ketemu banyak rombongan gowes … menggunakan berbagai baju seragam bahkan beberapa sepertinya rombongan gowes komplek perumahan … bapak2 dan ibu2 saling beriringan. Fenomena yang bagus …. hope last longer.

15 km-an kemudian sampailah di tikum Cibubur. Di area tikum juga ada kelompok lain yang regrouping.

Menanti sejenak dan si om muncul on time … 7.45 … chit chat sebentar … lalu lanjut gowes.

Gowes beriringan dengan santuy melalui Podomoro Golf View Cimanggis, yang ramai dengan orang orang yang berolah raga. Keluar dari perumahan ini dan menyusuri sisi tol.

Ketika menyusuri sisi tol Jagorawi, muncul dari belokan 5 goweser emak emak pakai mtb … dress code-nya sama black in black … Dari cara gowesnya kelihatan bukan goweser newbie … Gowes mereka lumayan cepat dan kita ngintil aja di belakang.

Disatu kesempatan kita sempet ngobrol2 … ternyata mereka mau ke Gunung Batu Jonggol …. yaelahhh keren banget … langsung kita ciut … ditanya mau kemana … ” Hmmm nganu … kita mau ke Sukamakmur aja … “

Ketika mereka berhenti … kita tetap lanjut … ” ayooo kita agak cepetan … biar ngga disalip emak2 nanti ” si om memberikan semangat.

Kayuhan agak dipercepat melewati Citeureup dan sebelum pasar kita menghindari keramaian pasar sambil potong kompas masuk ke dalam gang.
Bolak belok di gang sempit yang padat penduduk muncul kembali di jalan raya menuju ke Tajur Sukamakmur.

Dibeberapa area jalanan Tajur Sukamakmur sedang diperbaiki sehingga agak crowded.

Terus saja kita mengikuti jalan ini yang rolling naik turun tapi lebih banyak nanjaknya. Menanjak menanjak … turun sedikit lalu menanjak menanjak lagi.

Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah slide1.png
Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah slide2.png

Umumnya jalanannya sudah rusak bolong bolong … kita berhenti dulu di jembatan melihat tebing gunung Klapanunggal dan area pesawahan disekitar jembatan … sambil foto2 … disini juga ada rombongan seli yang sedang selfie mania …. setelah jembatan ini …. Tanjakan tanjakannya akan semakin pedas. Pokoke bikin ngap ngap …. tapi jalannya relatif lebih mulus.

Kalau tanjakannya landai … si om ngikutin saya saja di belakang dengan anteng … tapi kalau tanjakannya curam … langsung tancap … meninggalkan saya.
Pokoknya begitu saja kelakuannya berkali kali.

Setelah beberapa kali tanjakan kita sampai di tanjakan yang lumayan curam …. tanjakan yang ada pertigaan ke gua Garunggang, ketemu lagi goweser2 yang rehat di warung …. Mereka akan bersiap menuju ke gua Garunggang.

Kita lanjut melalui tanjakan tanjakan dan menurun kembali melewati jembatan dan …. Menanjak curam kembali ke atas …. tanjakan kategori berat … perlahan dan mendekat ke tanjakan lagi …. tanjakan Bukit Cinta Sukamakmur.

Megap megap lagi saya …. Si om ngacir aja ninggalin saya dan menunggu di puncak.

Bukit Cinta adalah bukit wisata selfie … Sekalian bisa rehat kulineran di warung yang ada disini

Baca lebih lanjut

Kluyuran Klapanunggal – Bukit Parahyangan Indah dan Gua Bajing

Lagi Klapanunggal

Ya…ke Klapanunggal lagi …
Banyak spot menarik disana untuk dijelajahi.

Sekalian bikin hattrick, tiga minggu berturut turut kluyuran ke area gunung kapur ini.

Jam belum menunjukkan jam 7 pagi… ban sepeda sudah menggelinding di Kalimalang mengarah menuju Bekasi.

Ketemu beberapa qoweser … krang kring .. berbelok ke Grand Galaxy lanjut ke Kemang Pratama muncul di Narogong …. Lurus saja jangan belok belok … Sampailah di bawah jembayan fly over Cileungsi.

Jam 8 kurang …

Menanti sejenak … celingak celinguk ..
Si om muncul, cengengesan dulu sebentar … Dan meluncur … Mengarah ke Citeureup.

Di pasar Meong … ya miauw .. meong kucing … Kita belok, masuk gang tanah … gang kecil … Melewati jalanan kecil membelah sebidang pesawahan luas tersisa…. dikelilingi rumah rumah disisinya.

Masuk lagi jalanan utama desa … Bolak belok bolak belok, dan … di depan terlitat bentangan gunung Kapur Klapanunggal, jalanan berubah hancur … berbatu batu … ketemu qoweser2 yang wara wiri di daerah sini.

Kita gowes di jalan tanah berdebu lingkar luar gunung … di sebelah kanan gunung menjulang, tebing tebing terbentang, galian galian kapur berserakan … di sebelah kiri bentangan sawah dan kebun penduduk.
Gowes melewati pemandian Alam Gua lalay yang menjadi destinsi baru … Goweser2 banyak yang mengarah kesini.

di tebing putih itu adalah Pemandian Alam Gua Lalay

Baca lebih lanjut

Travel into the unknown — Gunung Sieum Jonggol

Hanya karena belum pernah saja kesana ….

Tidak tahu ada apa disana

Nama daerahnya Gunung Sieum.

Cari informasi mengenai gunung ini begitu minim.
Ada apa disana ….?

Apakah disana ada keraton …. ?
Ada kerajaan … ?

Jadi pengen tahu.

Yang saya tahu dari googlemaps bahwa akan pergi ke suatu gunung kecil di daerah Dayeuh Jonggol yang cukup lebat dan melalui kontur naik turun …. Ya namanya juga naik gunung …. Mungkin ini kategorinya “muncak” kata orang2 zaman now …. Hehe … Maksa.

Dibuatkanlah jalur untuk kluyuran di gunung tersebut dan di masukkan kedalam GPS…. Supaya ada panduan … biar ngga terlalu apruk aprukan kemana mana …. Capek soalnya …. Ngga ada warung digunung. Nanti sih tergantung dilapangan bagaimana situasi dan kondisinya. Karena biasanya kondisi lapangan bisa berbeda.

Sepeda di set ringkas, supaya tidak terlalu berat jika harus menanjak atau dorong2 atau bahkan angkat2 sepeda nanti … Tidak bawa peralatan lenong … bawa seperlunya saja …. toolskits, jas hujan … cadangan minuman dan kudapan … Untuk ngemil2 kalau kecapean di hutan nanti.

Minggu pagi yang cerah … semangattt … 7 kurang meluncur,
Ban sepeda menggelinding di Kalimalang menuju ke Cileungsi … Tikum.


Sampai Cileungsi om Adi sudah duduk manis menanti. Makan sedikit camilan dulu sambil chit chat … Dan lanjut gowes lagi.

Melewati Taman Buah Mekarsari … Gowes sedang sedang saja … Lalu ada pesepeda balap menyalip ….
Wah kebenaran … Butuh ada yang narik supaya agak kencengan gowesnya.

Akhirnya kita nempel terus di belakang si pembalap … Jadi terbawa cepat, lumayan lama juga … di satu titik dia melambat dan bilang akan belok kanan …. Ya sudah …. kita dadah dadahan …

Lanjut lagi … Dan berbelok menuju alun alun Jonggol … Mendekat alun alun Kita belok lagi mengarah ke Dayeuh.

Jalanan mulai menanjak landai, diselingi turunan dan nanjak lagi. Tak lama sampailah di destinasi wisata sungai Cipamingkis … Kita hanya lewat… Dan tak jauh dari sana kita belok kejalanan desa yang lebih kecil.

Melewati jembatan Leungsir, melihat lihat dulu suasana, bebatuan di sungai ini unik serta ada leuwi yang dalam yang biasa dijadikan spot untuk loncat loncat anak kampung … tapi saat ini tidak ada anak kampung yang bermain.

Lanjut lagi gowes … Disatu titik berdasarkan track yang dibuat dan dimasukkan ke GPS kita harus belok kiri melewati jembatan bambu dan menanjak terjal ke atas melalui jalan tanah … sedangkan jika ambil jalan lurus terus … jalanan masih cor semen …. Hmmm tergoda untuk lanjut … Mending lanjut saja … khawatir kalau ambil jalan tanah … dimusim hujan begini bakalan becek berlumpur … dan mesti berjuang dorong dan angkat sepeda. Jadi selama ada jalan cor semen … kita pilih jalan cor semen … toh arahnya masih bisa dikatakan searah … sama sama menuju gunung juga.

Baca lebih lanjut

Road trip – mencari curug, berujung mengelilingi gunung Klapanunggal

Menurut ramalan …. Minggu 12 Januari akan kelabu
Jakarta akan dinaungi awan kelabu dan hujan ekstrem.
Jadi galau mau pergi gowes kemana ….

Tapi di minggu pagi …. Langit biru cerah … kerennn
Koq bisa …. padahal prediksinya hujan lebat … tapi tetap saya bawa perlengkapan hujan

Destinasinya …. Saya putuskan untuk pergi ketempat yang agak jauh.

Konon kabar ada curug di radius tidak jauh dari pasar Sukamakmur Jonggol.

Baru dengar …

Ngga yakin dengan kevalidan info ini, tapi ya tidak ada salahnya untuk di check ke TeKaPe. Mumpung minggu pagi ini cerah …. bersemangat untuk bergerak.
Pada saat berangkat tidak di set ekspektasi tinggi keberadaan curug ini … terserah gimana nanti.

Biasa start telat jam 6.40-an baru berrr ….
Lintas Kalimalang tembus ke Cibubur dan berbelok di pasar Citereup menuju arah Sukamakmur Bogor.


Perjalanan dari sini mulai rolling naik turun … lebih banyak nanjaknya sih.
Sisi jalan kanan kiri yang sebelumnya dipadati rumah rumah mulai berubah …. Melewati pesawahan … kebun kebun … tapi kadang kadang ketemu perkampungan lagi. Disebelah sisi kiri terpisah oleh lembah terlihat gunung Kapur Klapanunggal yang menjadi area tambang bahan baku pabrik semen. Dari sisi sebelah sini terlihat menghijau …. Ehhh tapi sudah ada mulai sebagian yang terlihat ditambang. Kalau dibukit sebaliknya sudah banyak yang “diacak acak”.

bentangan tebing gunung Kapur Klapanunggal

Gowes mulai perlahan .. karena mulai banyak melalui tanjakan tanjakan. Bentangan tebing kapur putih kehijauan yang memanjang terlihat sangat megah dan indah menemani perjalanan. Terus gowes turun .. naik naik … turun .. naik naik naik. Jalanannya juga berkelok kelok …. Khas jalan perbukitan, mengikuti alur sisi bukit. Baca lebih lanjut

Berpetualang ke curug Karang Penganten

Jadi keniatan untuk pergi ke destinasi ini …. teman menyarankan untuk main kesini …. om Mujiyono pernah mencoba kesini tapi gagal karena waktu itu musim hujan … aksesnya tanah merah lembek dan sulit ditembus. Sebelumnya saya pernah melewati area sekitar curug ini … waktu jalan jalan kearah Lulut, menyusuri jalan dibawah tebing kapur gunung Klapanunggal. Saat itu melewati hamparan tanah merah tapi tidak tahu kalau di sana ada curug. Nama curugnya adalah Karang Pengantin … bukan curug popular alias tidak ngetop. Ada beberapa tempat destinasi wisata termasuk curug atau air terjun yang pakai nama pengantin … jadi suka ada nama sama tapi lokasi berbeda.

Saat ini musim kemarau … aksesnya akan kering dan mudah …. permasalahannya … kalau dimusim kemarau begini … curugnya ada air-nya tidak ??? Okey … mari kita cari tahu

Pergilah kita kesana … roda sepeda menggelinding mengarah ke tikum di daerah Citeureup … di minimarket Om Adi sudah menanti … kebetulan ada lagi seorang pegowes dari Setu Bekasi yang sedang beristirahat disana, tapi beliau tidak mau ikut kearah Sukamakmur yang menanjak nanjak.

Berangkatlah kita berdua melewati pasar Citeurep dan belok mengarah ke Sukamakmur. Jalanan rolling naik turun tapi naiknya lebih banyak. Di salah satu jembatan kita berhenti … mengamati sekitar …. sungai mengering … bentangan tebing kapur di kejauhan dan hamparan pesawahan diarea sekitar. Lalu muncul deh krucil krucil ini … anak anak SD …. mereka pada lompat lompat dari atas jembatan ke sungai … wowww … Asyikkk dapat hiburan … mereka bersenang senang … kita kagum dengan keberanian dan ikut tersenyum bahagia.

melompat di jembatan Sukamakmur

Baca lebih lanjut

Pencarian Gunung Dataran Klapanunggal Bogor

Syahdan …. ada satu area berpadang rumput berbukit bukit
seperti di daerah Indonesia Timur
tapi bukan di Indonesia Timur
ini di Gunung Klapanunggal Bogor
Gunung terdekat dari Jakarta … sangat dekat … check aja di google.

Kabar yang sangat bikin penasaran.
Kalau tempatnya seperti deskripsi atau narasi atau framing (pakai kalimat kekinian) … spotnya bisa dikatakan sebagai tempat wow … makin penasaran.

Menghapus kepenasaran … harus berangkat kesana … mencari … toh tempatnya kan meski gunung tapi dekat dari Jakarta … gunung terdekat dari Jakarta.

Minggu pagi berangkat sudah … jam 7.30-an sudah ditikum underpass Citeureup ….
sms-an kirim kabar … koq ngga muncul muncul … teleponan … koq ngga jelas jelas …. yang muncul hanya “dimana … dimana …?” “koq ngga ada …” … “saya ngga lihat” …. “disebelah mana sih …”
e ternyata … e ternyata … saya nunggu di underpass Cileungsi dan satu lagi di underpass Citeureup … tepok jidat ….

Salah saya … salah saya …. sorry sorry … akhirnya kita ketemuan ditengah tengah … dan langsung ambil shortcut kearah Klapanunggal … melalui pasar Meong … beneran namanya Meong … mungkin disini dulunya jualan kucing … #SokTahuLagi

Dari pasar Meong lewat pematang sawah dan berbelok belok dijalanan kampung dan ketika jalanan berubah menjadi jalanan berdebu … artinya sudah mendekat ke area penambangan kapur di kaki gunung Klapanunggal … kapur untuk bahan pabrik semen. Sudah pasti banyak truk lalu lalang mengangkut batu kapur …. dan pastinya … debu debu berterbangan adalah suatu keniscayaan …. nikmatin saja.

Berhenti sejenak memandang area penambangan … berhektar hektar luasnya … bentangan tebing kapur berwarna putih terlihat unik dan indah … paling tidak dimata saya. Tidak tahu berapa lama lagi gunung ini akan habis rata kalau ditambang seperti ini …. mungkin juga suatu waktu ketika sudah tidak ditambang berubah menjadi area wisata … seperti daerah daerah lainnya. Beberapa kali saya eksplore tempat ini … banyak spot unik dan keren … gua gua alamnya juga ada … bahkan gua yang besar dan tinggi juga ada. Hanya karena masih ada aktifitas penambangan maka sering berpapasan dengan truk truk pengangkut batu kapur jadi kurang nyaman. Baca lebih lanjut

Horeee .. Video Youtube Pertama – Jembatan Cinta Bekasi

Setelah ratusan purnama tertunda tunda.. di penghujung tahun 2018 .. saatnya sekarang buat video youtube…. daripada kelewat satu purnama atau beberapa purnama lagi… horeee.

Tidak mudah untuk memulainya… start dari nol, tidak ngerti apa apa … nonton youtube sering .. tinggal click aja. Buat video dan upload-nya … wahh … kumaha …

Kata orang .. selalu ada pertama untuk segala sesuatu, tidak ngerti cara buat … di zaman digital dan internet mudah sekali dapat informasi.. tinggal googling dan youtubing aja.

Bagaimana cara buat video youtube… hmmm … setelah menghabiskan berjam jam baca berbagai tips dan pengetahuan untuk buat video serta nonton beberapa tutorial di youtube … maka saya merasa sedikit lebih ngerti.

Biar bagus katanya harus punya storyboard-nya.. apaan tuh .. pokoknya alur cerita gitu.. ngga ngasal .. sudah direncanakan jadi pengambilan video-nya.. scene-nya sudah terencana.

Biar bagus … camera video-nya juga penting .. hasilnya akan kece katanya… wahhh… cek rekomendasi camera video di internet … harganya mantaff … saya pakai aja yang saya ada sekarang, no cost.. camera pocket yang saya pakai juga untuk potret2.

Tahap berikutnya adalah edit video… ini yang paling membingungkan dan benar benar belajar. Cari video editor yang gratisan… ada banyak rekomendasi yang gratisan dengan fitur dan plus minusnya .. daripada bingung.. saya download beberapa untuk saya pelajari.. ada satu video editor yang banyak direkomendasikan di blog dan youtube … dan cara menggunakannya mudah dengan fitur yang mumpuni … fitur mumpuni bagi saya adalah yang track video dan audio-nya terpisah sehingga memudahkan nanti untuk mengatur atau memasukkan audio yang diinginkan. Baca lebih lanjut

Gowes sambil Ngopi – Travelling French Press Bottle

Ngopi di alam terbuka merupakan salah satu aktititas yang kadang saya lakukan sambil gowes sepeda kluyuran kesana sini. Pergi ke satu tempat yang menarik bisa keluar kota atau hanya dalam kota misalnya pergi di taman … kemudian menikmati suasana outdoor … sambil sruput kopi … wah enak tenan.

Dari beberapa alat seduh kopi yang pernah saya bawa dan coba di pakai di outdoor .. yang relatif gampang menggunakannya adalah jenis french press. Ngopi cold brew juga gampang ngga ribet .. karena seduhnya sudah semalaman dirumah jadi tinggal bawa saja paginya … tapi kalau mau kopi panas dengan proses dan caranya yang ringkes simple .. salah satunya pakai French press.

Membawa French press yang berbahan kaca sangat beresiko pecah … dan pernah saya alami sendiri … pecah deh … habis gimana … jalannya ajrut ajrutan meskipun sudah di bungkus supaya tahan goncangan ternyata .. tetap pecah.

Ada banyak ehhh .. beberapa jenis french press untuk outdoor atau travelling .. tapi yang saya pilih adalah French press jenis botol ini yang berbahan Polypropylene (PP) atau sejenis plastik. Selain harga yang ini relative murah sekitar +- 200 ribu karena berbahan plastik maka kuat dibawa ajrut ajrutan .. tanpa perlu khawatir pecah .. yang akibatnya tidak jadi ngopi.

Mengapa mau ngopi aja mesti bawa alat seduh kopi manual seperti French press, lebih simple pakai kopi sachetan .. tinggal seduh dan gluk ..beres. Kembali ke selera sih .. tiap orang kan beda beda. Kalau ingin betul betul menikmati rasa dan aroma kopi – kopi Bajawa Flores, Kintamani Bali, Puntang Jabar, Gayo Aceh, Wamena Papua, Sidikalang Sumut dll … kopinya mesti dibuat dari biji kopi langsung yang masih segar dan baru .. jadi biji kopi digiling sesaat sebelum diseduh … maka hasilnya benar benar nikmat dan menyuruput kopinya akan lebih mantap.

Jadi supaya bisa seduh kopi di outdoor maka harus disiapkan dahulu perlengkapan “lenongnya” :
Travelling French press, grinder (penggiling biji kopi), mug, sendok, thermos air panas atau bawa mini kompor, tempat/wadah untuk bawa biji kopi. Baca lebih lanjut

Life in the Moment — Balap Sepeda Asian Games 2018

Life in the moment .. kata yang cocok untuk menikmati momen Asian Games, tidak tahu kapan lagi Indonesia bisa jadi tuan rumah, 50 tahun kemudianpun belum tentu terulang kembali atau meskipun terulang kembali dalam waktu relatif dekat tapi kita belum tentu masih memiliki umur untuk melihatnya kembali. Kalau tidak saya menikmati momen saat ini .. merasakan sensasinya secara live .. secara langsung, mungkin saya tidak bisa merasakannya lagi. Mumpung saya punya kesempatan saya nonton lomba Asian Games di Gelora Bung Karno (GBK), bener bener kondisi GBK bikin pangling … beda benar beda dengan GBK yang saya kenal selama ini … gedung gedungnya direvonasi dan dipermanis dengan desain aksen yang menarik, banyak penambahan ornamen disekitar GBK yang membuatnya semakin kece … bersih .. serba teratur .. pokoke keren, apalagi suasana ketika menonton disana. Tapi yang ingin saya share disini adalah momen ketika nonton balap sepeda jalan raya Asian Games …. biar tetap nyambung sama sesepedahan …. haha  .. #TeutepSesepedahan

Yang ingin nonton balap sepeda bukan saya .. tapi si krucil .. ingin melihat pebalap di condonium katanya …. apaaaa … maksudnya apa …krucil menjelaskan dengan semangat … ohh itu … namanya … po di um … ya pondium katanya … haha .. tetep salah.

Acara lomba diadakan di daerah Subang, setelah googling2 cari informasi mengenai lomba dan kondisi situasi … maka dipilihlah sehari setelah libur Idhul Adha .. hari kamis off dulu dari kerja.

Dengan berbagai pertimbangan maka dipilihlah menginap di Subang, hotel yang dekat alun alun, jadi paginya bisa lihat start di alun alun dan selepas mereka pergi mengarah ke Sadang kita akan pindah ke titik Finish di daerah Cagrak dekat Ciater Subang. Karena berdasarkan informasi hasil googling, rute pagi kearah Cagrak Ciater masih dibuka. Jadi sekali tepuk dapat dua … #MerasaKeren

Sholat dan berlebaran dahulu di Bandung dan cuss berangkat jam 14-an, karena berdasarkan informasi jalan di sekitar Subang baru dibuka setelah jam 15. Rute yang dipilih melalui Cipularang terus ke Cipali dan keluar di pintu exit kearah Subang, memang memutar .. tidak melalui Lembang, Karena menurut googlemaps rute Lembang macet … waktu yang ditempuh dua kali lipat dibanding lewat tol Cipali.

Perjalanan lancar .. jam 16-an sudah sampai di Subang, suasana kota terasa Asian Games-nya … mobil mobil berlambang Asian Games wara wiri dan beberapa sedang parkir, juga ada beberapa atlet sepeda yang sedang bersepeda sore dijalan … mungkin untuk tetap jaga kebugaran. Kita parkir dulu di hotel .. check in .. tapi tidak menurunkan barang .. hotel ini dekat tempat start di alun alun .. tapi koq tidak terasa suasana Asian Games .. tidak ada mobil Asian Games ataupun panitia di hotel.

Kita jalan ke tempat start di alun alun … wow .. bener bener Asian Games banget … suasananya sangat berkelas dan rapi teratur bersih … kerennn. Untuk memastikan tempat finish kita berangkat ke ke arah Cagrak, wah jalannya 90% menanjak .. ada turunan dikit .. tapi dibalas dengan tanjakan lebih tinggi, berkelok kelok … cucoklah untuk balapan sepeda kelas Asia, apalagi aspalnya hotmix mulus.

Sampai di Cagrak, kota kecil .. di area perkebunan teh .. disinilah titik akhir lomba. Di tempat finish ada banyak tenda tenda putih dan area peserta yang di tutup pagar khas Asian Games agar steril. Untuk memastikan saya berbincang bincang dengan panitia disana ternyata sejak start pagi jalan dari Subang ke Cagak ini ditutup tidak dibuka, tidak seperti info yang saya dapat di internet. Wah piye iki … saya pastikan ke krucil .. harus pilih … mau lihat start saja atau finish. Katanya mau lihat pondium … hehe.

Artinya mesti cari penginapan di daerah sini … maka muter muterlah kita cari penginapan di daerah sini .. ini nggak .. yang ini nggak .. macem macemlah alasannya. Akhirnya sampailah kita di daerah Ciater, ternyata salah satu hotel disini adalah basecamp-nya beberapa pebalap sepeda dari beberapa negara plus tempat kumpulnya panitia dan para relawan, sepeda sepeda balap banyak bertebaran di sudut sudut hotel … pokoknya Asian Games banget deh … Krucil langsung ceria dan semangat … “ disini aja nginapnya “. Baca lebih lanjut