Mengarungi lautan tambak menuju Muara Blacan

Diam dirumah saja bosen juga ya …
Pengen jalan jalan ….
Tapi ketempat yang aman …
yang sepi …

Yang terbayang adalah Muara Blacan …
Disana pasti sepi …

Sebetulnya pernah dua kali melewati tempat ini, yang pertama ketika gowes ke Pantai Bahagia Muaragembong dan yang terakhir tahun 2018 waktu ke pantai Mekar.

Ngga apa apa kesana lagi … seru juga.

Saat yang tepat untuk main kesana adalah sekarang pas musim kemarau …. Kalau musim hujan akan sangat sulit untuk gowes kesana …. banyak kubangan air dan di beberapa area tanahnya lembek …
Tapi di musim kemarau … tantangannya adalah panas menyengat dan debu debu …. Karena akan melewati jalanan 10 km-an yang gersang … melewati area tambak tambak ikan …. serasa benar benar dipanggang.

Pagi sebelum berangkat saya oleskan suncream … goweser juga tidak mau kulit kusam.
Hampir jam 7 sepeda berangkat meninggalkan rumah, dan tidak lama mulai menyusuri BKT (Banjir Kanal Timur) kearah hilir.

Sinar matahari pagi bersinar dengan hangat dan cerah …. Hmmmm … sudah terbayang nanti suasana disana.

Kemudian sepeda bergerak melintas area perumahan Harapan Indah …. Dibundaran patung Harapan Indah … sepi … biasanya banyak yang berolah raga … tapi dimasa pandemic ini area ini tidak dibuka untuk orang berolah raga.

Selepas Harapan Indah sepeda melewati perumahan besar yang lain …. Mutiara Gading City, ternyata yang sesepedaan di area perumahan ini lumayan banyak …. Saya hanya lewat diluarnya saja.

Gowes mengarah ke sasak CBL … sepanjang jalan menuju kesana … beberapa area yang dahulunya pesawahan sudah berubah menjadi perumahan perumahan … dari skala menengah sampai skala besar.

Sampai di area kali CBL (Cikarang Bekasi Laut), menyusuri sisi sungai dan kemudian berbelok menyebrang kali CBL melalui sasak CBL. Ketika melintas menyebrang jembatan … dan melihat ke arah sisi sungai … wahhh … kapalnya tidak ada …. dulu di area sisi ini bertahun tahun terdampar kapal boat yang cukup besar dan dibiarkan terlantar begitu saja … sekarang sudah tidak ada lagi …

Selepas jembatan ini sebetulnya bisa ambil jalan yang lebih pendek …. Masuk ke jalan berbatu batu ….tapi saya pilih tetap lewat jalan beraspal … tidak apa lebih jauh berputar menambah jarak 1 – 2.

Saya pilih jalan aspal … selain bisa lebih cepat … juga nanti tetap harus melalui jalanan berbatu batu …. jadi saya pilih skip yang bagian ini.

Terus ban berputar, jalanan mulai sepi … meskipun masih banyak rumah dikanan kiri jalan … tapi lalu lintasnya sepi, lalu sampailah di pertigaan … ambil belok kanan dan masuk jalanan berbatu batu.
Mulai dari sini sampai Muara Blacan jalannya seperti ini …. jalanan makadam … alias berbatu batu …. kata anak sepeda kekinian sih gravel …

Di awal jalanan berbatu batu masih ada pemukiman dan sekitar 500 meteran sudah berubah menjadi area pesawahan …. kanan kiri hamparan pesawahan luas terbentang. Petani petani yang sedang berkerja disawah … membuat suasananya sangat berbeda …. benar benar serasa jauh banget dari Jakarta.

area pesawahan di awal awal jalanan berbartu batu

Sepeda terus bergerak ajrut ajrutan dijalan berbatu batu ini … sebisa mungkin melalui jalanan sisi, jalur tanah yang lumayan rata. Tak lama kemudian terlihat dua tiang tinggi menjulang yang mengeluarkan kobaran api …ya itulah tambang gas milik perusahaan pelat merah.

Baca lebih lanjut

Go Local — Jogjakarta meski sebentar tapi berkesan

Selama ini hanya ngubek ngubek saja di Jabodetabek.
Sampai ada yang bilang … ini mau khatamin Jabodetabek ya om ….

Hmmm …. bisanya begini … ya nikmati saja supaya hepi

Pengen juga sih go internasional kayak artis artis …
Minimal go local – lah ….
Agak jauhan dikit

Kebetulan harus ke Jogja
Bawa sepeda ngga ya …. ganggu ngga nanti …. berkecamuk dalam jiwa

Kata orang banyak “ one simple rule …. Never mix business with pleasure “ …. tapi juga ada pendapat “ The rule of my life is to make business a pleasure and pleasure my business “ …. Hidup kan pilihan …. saya pilih pendapat kedua.

Supaya bisa bawa sepeda dengan leluasa …. berangkat maksain bawa kendaraan dan juga dimasa covid 19 yang meningkat lagi … agak was was jika naik transportasi publik, untuk berjaga jaga, khawatir ada penyetopan dan pemeriksaan di perjalanan … pagi sebelum berangkat test antigen dulu … was was juga nunggu hasil test … 15 menitan keluar hasilnya …. allhamdulillah negatif … dan langsung berangkat ke Jogja … karena barang barang sudah dibawa dalam mobil.

Berdasarkan googlemaps jarak yang ditempuh 550 km dan akan dicapai dalam waktu 7 jam 11 menit …. wahhh …. mungkin kalau orang lain bisa 7 jam-an atau bahkan kurang, tapi saya nyantai banget …. tidak ngebut … istirahat jika lelah, 3x berhenti di rest area tol, sekali berhenti bisa 1/2 jam sampai 1 jam-an … ditambah mendekat Semarang sampai mendekat Jogja …. beberapa kali hujan turun dengan deras, pandangan sangat minim …. sehingga perjalanan menjadi lebih pelan … play safe. Rata rata kecepatan dipanteng di 100 km … dijalanan tol kosong begini terasa sangat pelan …. mobil mobil lain menyalip dengan kencang.

Dan ternyata membutuhkan waktu +- 8.30 jam dari Jakarta sampai Jogja menggunakan tol terus menerus dengan berkendara santai ….

Bayar total tol sekali jalan hampir 500 ribu …. lumayan juga ya …. menurut saya sih sepadan dengan lancarnya perjalanan dan waktu tempuh yang lebih cepat. Menurut googlemaps jika tidak lewat tol akan lebih lambat bertambah 5.30 jam …. tapi kalau style saya yang berkendara bisa nambah lebih dari 7 sd 8 jam lagi …. Artinya bisa tempuh waktu bolak balik ke Jakarta lagi … haha

Setelah masuk Jogja makan dulu dan ketika sampai hotel … beres beres barang barang … langsung tiduran.
Paginya males banget untuk bangun … dinginnnn … jendela hotel berembun .. pengennya bobo terusss. Tapi dipaksakan untuk bangun …. Jika mau sesepedahan di Jogja … ya sekarang ini … kapan lagi sudah bawa sepeda jauh jauh sampai sini …. jam 9-an pagi harus sudah balik hotel dan siap siap ….

Jadi saya pilih destinasi yang dekat dekat saja …. Yang Jogja bangetttt …. Malioboro dan Keraton Jogja.

Baca lebih lanjut

Eksplorasi Nambo – 5 Destinasi Wisata Baru yang berdekatan

Ada ada di Nambo ?

Jarang banget saya main kedaerah ini, padahal dekat sekali dari hiruk pikuk Jakarta paling sekitar +- 30 km-an …. areanya berkontur … masih banyak area yang hijau hijau …. sawah sawah … serta sungai.

Dipikir pikir saya mesti klayapan kesana ….
hadeuhhh ngga usah pakai pikir pikir segala …. ngga dibayar untuk mikir … langsung berangkat.

Setelah 18 km-an gowes, tibalah ditikum Cibubur. Ongkang ongkang kaki dulu sambil melamun dan ketika si om datang tanpa banyak argumentasi si om mengiyakan untuk berangkat ke Nambo ….
Ya karena bagi si om ini sih deket banget banget …. “ tenang om, kita bisa santai ngopi ngopi disana “ …. “ oke oke … sippp kalau begitu ”

Kita langsung berangkat menyusuri jalanan Leuwinanggung Cibubur kearah Citeuterup. Memasuki area perumahan Podomoro Golf View Cimanggis yang sekarang jadi lebih ramai orang yang berolahraga disini … perumahannya belum jadi, yang tinggal di apartmennya baru sedikit …. Jadi yang membuat ramai adalah orang orang disekitaran sini …. Bahkan sekarang satu sisi jalan dijadikan area makan …. food truck dan sejenisnya membuka dagangan disini. Kita hanya lewat saja sambil ngiler lihat lihat makanan dan minuman.

Keluar dari perumahan dan masuk ke gang menyusuri sisi tol Jagorawi sampailah di area gerbang tol Gunung Putri. Menyebrang jalan dan langsung ambil arah yang menuju area kawasan Pabrik Semen. Melintasi jembatan yang cukup panjang, dan selepas jembatan belok kiri masuk kedalam jalan kecil dan berlika liku disini, melewati stasiun KA Nambo. Jadi jika mau main ke daerah sini bisa naik KA Commuter … asyikk-kan.

Tepat sebelum underpass rel KA kita belok kiri masuk jalan yang lebih sepi dan …. suasananya berubah …. nuansanya seperti jauh dari Jakarta …. serasa benar benar dipedesaan …. jalanan sepi dan ditumbuhi pepohonan bambu yang rimbun dan lebat.

Menyusuri jalanan dengan jurang disebelah kiri dan melewati pesawahan …. gps mengarahkan belok kiri masuk jalan gravel … ehhh berbatu menurun kebawah … kesungai … ke destinasi pertama … ke Niagara … ya betul Niagara …. kabarnya di sini ada Mini Niagara …. sepengetahuan saya sih banyak banget ya curug yang mengklaim atau menasosiasikan dengan air terjun Niagara …. termasuk spot yang satu ini. Jadi bagi yang belum pernah ke Niagara termasuk saya … jangan khawatir, bisa pilih Niagara ala ala yang terdekat dengan rumah anda, hemat di ongkos.

Tepat di belokan ini ada “gunung” kecil yang hijau pepohonan dan terlihat di atasnya sedang dibuatkan semacam saung saung dari bambu …. terlihat sangat nyaman … tapi kita tidak kesana … kita tetap ke destinasi Niagara.

Mini Niagara
Menurun ke bawah dan sampailah di tepi sungai …. ya … memang ada sejenis jeram kecil atau curug mini … retakan tanahnya memanjang sampai ke sisi seberang. Ada beberapa mancinger yang sedang nongkrong … sepertinya area ini lebih dikenal sebagai spot mancing.
Disungainya sih … sampahnya sedikit tapi di tepian sungai sampah berserakan … hiyyyy …. aromanya juga tidak asyikkk

—- sayang pinggiran sungainya kotor sampah

Mini Niagara
Bantar jati, Klapanunggal, Bogor
Koordinat googlemaps -6.458671, 106.907237

Baca lebih lanjut

Menikmati ilalang + View = Bukit Ilalang Wangun Sari

Cari ilallang saja mesti sampai Bogor.

Betul …. Kalau mau lihat ilalang plus bonus view …. adanya di daerah daerah yang tinggi, salah satunya yang cukup terkenal adalah Bukit Ilalang Wangun Sari di Bogor.

Bukit atau Taman Ilalang Wangun Sari terkenal karena cukup sering dijadikan spot foto prewedding. Hamparan ilalang dan view gunung atau kota Bogor membuat tempat ini memang keren … cocok untuk spot foto.

— siap siap berangkat

Cuss … sepeda bergerak di Minggu pagi, lintas Kalimalang, Jatiwarna dan sampai di tikum Cibubur.
Sejenak menanti … si om muncul … dan cuss lagi … sepeda bergerak lagi dengan santainya.

Melintas di jalan Raya Bogor …. melewati pasar Cibinong, ketemu beberapa rombongan motor yang convoy panjang bergerak kearah Bogor. Kelompok sepedasih kita tidak ketemu, paling ketemu goweser solo atau yang juga yang hanya berdua atau bertiga.

Tak terasa … akhirnya kita sudah mendekat ke sisi luar Kebon Raya Bogor.
Masuk ke area trotoarnya dan ramai oleh orang berolah raga, berjalan kaki atau hanya berduduk duduk saja. Biasanya duduk rehat dulu disini, tapi kali ini tidak, kita terus lanjut.

Kita melipir dulu ke pasar Surya Kencana, masuk ke jalan Pedati dan bisa dikatakan sangat padat …. khas tipikal pasar …. banyak pedagang kaki lima dan pejalan kaki yang mau berbelanja. Kita sampai di toko Agus …. Ehhh ternyata masih tutup … mungkin masih kepagian …. rencana mau beli kopi legendaris Bogor …. Kopi cap Teko dari toko Agus ini adalah salah satu kopi Bogor yang terkenal.

Karena masih tutup kita lanjut lagi, melewati Bogor Trade Mall menurun ke bawah dan baru ngeh kalau jembatan rel KA sudah dibongkar …. sepertinya mau diganti dengan rel baru dan mungkin jadi double track.

Masuk ke gang muncul lagi ke jalan, masuk gang lagi dan nyebrang sungai Cisadane, menyusuri gang gang sempit dan keluar kembali ke jalan kecil yang bisa dilalui mobil … tidak tahu ini ada dimana, pokoknya kita hanya mengikuti gps saja. Setelah bolak belok dijalanan kecil ini ….. kita muncul di bundaran Bogor Nirwana Residence …. tepat di area waterboom The Jungle.

Dulu area The Jungle ini sangat ramai …. sekarang tidak seramai dulu lagi … bahkan beberapa area luarnya banyak yang kosong dan tidak terawatt …. sedih deh kalau diceritain.

Tepat selepas The Jungle kita melewati Hotel Aston Bogor …. dan herannya …. parkiran mobilnya sangat penuhhh … gile ya kontras …. apakah karena fenomena dan trend stay vacation di hotel hotel … mungkin juga.

Tak jauh dari hotel Aston … diseberangnya ada tempat wisata lain … DeVoyage …. tempat wisata berthema Eropa …. tapi parkirannya sepi juga.

Baca lebih lanjut

Peralatan ngopi yang dibawa ketika gowes – pengalaman, review dan harga

Jalan jalan sambil sesepedahan ketempat tempat keren adalah hal yang menyenangkan. Mendatangani tempat yang belum pernah dikunjungi … merasakan dan melihat hal hal baru.

Ngopi juga hal yang saya suka, apalagi ngopi diruang terbuka … menikmati alam dan suasana.

Bagaimana kalau dua hal ini – gowes dan ngopi – saya lakukan bersamaan …. harusnya jadi double asyikkk dong …. mulailah di tahun 2016 kalau pergi sesepedahan suka bawa peralatan ngopi … ternyata memang asyikkk.

Karena biasa ngopi dari kopi giling …. dan hampir semua destinasi saya tuju tidak ada kopi giling, biasanya ada kopi instan atau sachetan. Jadi supaya bisa ngopi giling … mau tidak mau harus bawa peralatan ngopi sendiri.

Meskipun tidak selalu bawa, tapi bisa dibilang cukup sering juga bawa peralatan ngopi. Bawa tidaknya peralatan ngopi tergantung situasi di destinasi gowes atau sempat tidaknya menyiapkan peralatan ngopi sebelum berangkat.

Untuk menyeduh kopi outdoor maka ada 2 kategori perlengkapan yang harus di bawa ; alat alat untuk memasak air dan alat alat untuk menyeduh kopi.

Perlengkapan Memasak Air
Air yang diperlukan untuk menyeduh biji kopi agar terasa nikmatnya, menurut para ahli harus di kisaran 90 – 96 derajat celcius, (for info, umumnya panas mesin dispenser air minum di 60 derajat celcius) maka untuk mendapatkan kisaran panas tersebut mau tidak mau harus masak air dulu.
Untuk memasak air yang ringkas dan ringan, maka saya biasanya membawa, kompor mini, adaptor untuk ke tabung gas portable mini, korek api dan teko.

Baca lebih lanjut

Akses Mudah, Dekat dan Besar – Curug Biawak Sentul

Jika ingin pergi main main ke curug di daerah Sentul … tapi inginnya ke spot yang gampang dan dekat … tidak perlu sampai nanjak ke atas atas … tidak perlu tracking dulu untuk sampai curugnya. … maka curug Biawak adalah salah satu pilihan yang harus dituju.

Posisinya masih ada di daerah bawah Sentul, di daerah Babakan Madang bawah.
Selama ini curug ini tidak tidak terdengar … terlantar … kemudian baru akhir akhir ini ditata, diurus, dirawat … dan dibuka untuk umum.

Jaraknya relatif dekat dari Jakarta, tempatnya yang mudah dicapai … mengapa tidak saya datang kesana.

Di minggu pagi agak sedikit mendung … saya berangkat.
Lintas Kalimalang, Kemang Pratama, Narogong, Metland Cileungsi …. ketemuan dulu sama si om disini … koq jadi melambung rutenya.
Ya rutenya agak berputar dulu … sekalian jalan jalan saja …. Sudah hampir satu dekade saya tidak melalui jalan Raya Narogong dari Cileungsi ke Citeurep …. sudah lupa ada apa saja disana …

Melintas jalan Raya Narogong dari Cileungsi – Citeurep, perasaan hampir tidak ada yang baru … melintasi pabrik semen yang ada di daerah sini, kalau ngga salah pabrik semen Holcim …. tapi saya tidak ingat kalau harus melintas sungai yang cukup besar …. sedikit heran saja.

Gowes nyantai … sesekali ketemu rombongan goweser berseragam …. dan tidak lama kemudian sudah sampai di Citereup, melewati pabrik semen Indocement. Melewati Sentul sirkuit. Ketemu pesepeda sekali dua kali … tapi motor yang bergerak kearah Sentul sangat banyak, dari yang perseorangan, pasangan dan bahkan rombongan rombongan bermotor.

Kita berbelok di sisi hotel Harris Sentul …. melewati pertigaan pasar Babakan Madang dan terus ….
Tidak jauh lagi kita akan berbelok menuju destinasi curug.

—- Belokan Akses masuk ke curug Biawak

Dan sampailah dibelokannya … ada banner dan baliho Curug Biawak di pertigaan … Kita belok kiri masuk jalan tanah berbatu batu, melewati perkampungan, sedikit pesawahan … hutan jabon dan ada portal tiket, kita bayar 15 ribu dan lanjut …. Masih melewati jalanan tanah berbatu batu dan jalanan sedikit menurun …. terlihat bahwa area ini sudah ditata dan dirapihkan. Parkirannya bisa dikatakan luas dan lebar, serta ada beberapa saung saung untuk bersantai dan beberapa spot selfie kekinian.

Baca lebih lanjut

Cerita Perjalanan Biji Kopi – Bukit Paniisan

— Perjalanan mendekati Bukit Paniisan

Area perkebunan kopi di Bogor ada di beberapa daerah, salah satunya ada di Babakan Madang. Desa penghasil kopi

yang cukup terkenal disana adalah Desa Cisadon terutama kopi luwak yang dihasilkan oleh luwak liar.

Penasaran ingin kesana sekalian membeli biji kopinya, tapi tidak ke desa Cisadon …. ke desa tetangganya … sekalian melihat view di atas gunung Pancar …. ke Bukit Paniisan.

Riding di minggu pagi, sepeda mengarah ke tikum …. +- 20 km-an sampailah di tikum Cibubur. Menanti sejenak dan si om muncul … ngobrol ngobrol sejenak dan cuss … ban sepeda kembali berputar. Melewati Cimanggis, Citeureup … melintas gerbang Sentul Sirkuit … terus sepeda di gowes dan belok kiri di sisi Hotel Harris Sentul.

Dan tak lama sampai di perempatan Jungle Land, kita lurus terus dan kemudian berbelok kearah gunung Pancar. Tanjakan tanjakan awal ini ternyata sangat terasa jika menggunakan sepeda 1 x 11 drivetrain, gigi depan 38T dan belakang mentok di 42T … bikin napas tersengal sengal … megap megapan pollll.

Berhenti 2 x untuk atur napas … dan perlahan lahan … sampai di spot wisata Batu Kemun sebelum gerbang masuk gunung Pancar …. istirahat sejenak. Lanjut lagi memasuki area gerbang dan diharuskan bayar tiket Rp. 10 ribu persepeda. Beberapa kali wara wiri masuk melalui gerbang ini …. Kadang diharuskan bayar dan kadang gratis …. tidak tahu … apakah peraturannya berubah ubah atau tergantung mood si penjaga gerbang.

Beres bayar kita lanjut terus merayap …. nanjak ke atas melewati beberapa spot wisata selfie yang sudah cukup ramai kendaraan yang parkir, roda dua dan roda empat. Area hutan pinus ini memang cocok untuk jadi tempat wisata. Kita ketemu beberapa rombongan pesepeda yang juga mengarah ke atas.

Setelah melewati Sebex, sampailah di gerbang pemandian air panas gunung Pancar. Tidak ada pesepeda disini … rehat sejenak … atur napas dan tenaga karena di depan tanjakan cukup terjal menghadang. Dengan mengerahkan segenap tenaga kita … ehhh maksudnya saya … perlahan tapi hampir ngga pasti … akhirnya sampai juga ke atas … kalau si om sih …. dengan santainya tanjakan ini dilibas.

— Rehat sejenak di Pintu Masuk ke Pemandian Air Panas Gunung Pancar

Setelah melewati lapangan, sampailah kita di area “puncak” jalan aspal ini, selebihnya jalanan akan menurun …. Tapi kita berhenti disini, di area banyak kendaraan parkir … motor dan mobil … bahkan truk dan mobil pickup. Umumnya mereka adalah peziarah yang akan mengunjungi makam keramat yang ada di area ini.

Ada papan petunjuk di area parkiran ini …. Kita ambil jalan setapak yang ditutup portal dan mengarah ke atas, kita bergerak mengikuti panduan GPS yang telah di set sebelumnya. Ketika masuk ngolong ke bawah portal …. “ mau kemana pak ? “ Tanya warga lokal yang ada disana …. “ mau ke bukit Paniisan pak “ ….. “ wah … terjal pak … susah kesana bawa sepeda “ kata warga lokal ….. “ hmmm …. Ngga apa apa pak …. Kita angkut angkut sebisanya “ …. si warga lokal hanya cecengesan … senyum kasihan ….

Baca lebih lanjut

Mencari sang pemalu — Curug Pemalu Bagogog

Kenapa mesti malu …
Apakah ada yang malu malu kucing disana

Dapat info dari channel Wisata Jabodetabek katanya ada must visit place di gunung Klapanunggal,
Suatu spot unik …. air terjun pemalu … pemalu … siapa yang malu … air terjunnya …. dan ada air terjun lagi tapi langsung masuk kedalam tanah …. hmmm maksudnya apa ya ….

Benar benar bikin penasaran …. Selama ini kluyuran disana belum pernah menemukan curug di daerah sana … apalagi yang malu malu segala.

Daripada penasarana mulu … mending jalan kesana.

Minggu pagi sepeda meluncur mengarah ke Klapanunggal melalui Kalimalang, Galaxy, Kemang Pratama, Narogong dan … 25 km-an sampailah di bawah jalan layang Cileungsi.

Di tikum si om sudah menunggu bersama si om yang lain … si om yang lain ini ternyata sedang menunggu temannya pegowes dari arah Depok hendak menuju Little Ubud Cileungsi.

Kita kembali melanjutkan perjalanan melewati pasar Cileungsi yang padat kendaraan … dan jalanan yang hancur. Terus sepeda bergerak ke arah Citeureup, kemudian di satu titik … kita berbelok, di pasar Miawww .. ehh Meong. Lalu potong kompas dengan masuk masuk gang … melewati pesawahan … wah ternyata pesawahaannya sebagian sudah diratakan … siap untuk menjadi komplek perumahan …. pesawahan di area ini semakin terus menyusut.

Masuk kembali ke jalanan desa, belak belok disana dan muncul di perumahan Grand Kahuripan Klapanunggal di daerah Cileungsi. Kemudian mengikuti jalanan utama dan tidak jauh kita belok kanan … mengarah ke gunung Kapur Klapanunggal, jalanan berubah menjadi jalan berbatu batu dan berdebu … kadang truk truk pengangkut batu kapur lewat …. Wow debunya …. Kemarin sepertinya tidak turun hujan disini … sehingga jalanan kering berdebu … tapi jika lewat saat hujan jadi jalanan becek berkubang lumpur …

Dan tidak lama kemudian kita tiba di sisi gunung kapur Klapanunggal. Di depan sudah terbentang megah tinggi memanjang kanan ke kiri tebing kapur putih. Sinar matahari yang menyengat … cocok dengan suasana daerah sini yang hampir tidak ada pepohonan …..

Dipertigaan ini jika belok kiri akan menuju gua lalay yang unik karena ada aliran sungai keluar dari gua tersebut dan jika ke kanan juga menuju gua lalay yang lain … namanya seharusnya diganti biar tidak salah alamat … : )

Kita gowes kearah kanan menyusuri sisi luar gunung kapur atau biasa disebut singapur – sisi gunung kapur.
Tidak jauh dari pertigaan pertama tadi ketemu lagi pertigaan, jika belok kiri akan mengarah menuju gunung kapurnya dan terus menuju gua Lalay. Kita belok kiri dan langsung menanjak di jalanan berbatu batu. Menanjak tertatih tatih …. Ditanjakan berbatu ini terlihat ada aliran air bersih dari arah atas …. bahkan ada saluran pipa pipa pralon …. berarti di atas memang ada sumber air.

—- Aliran air dari atas, berarti ada sumber air di atas
Baca lebih lanjut

Nengokin Kebon – Kebun Wisata Harmoni Sinergi

Nengokin kebon ah ….
Meskipun kebonnya punya orang … ngga apa apakan kalau kita tengokin.

Minggu pagi matahari bersinar dengan terang, setelah dari sore sampai malam diguyur hujan terus menerus. Sepeda meluncur mulus mengayuh dengan santai melalui Kalimalang terus ke Jatiwaringin dan ban sepeda terus berputar sampailah di Cibubur, bertepatan dengan si om yang tiba.

“ mau ke tempat apa disana ? “ si om bertanya penasaran, saya sebelumnya mengabari akan ke daerah Sukamakmur.
“ ke kebon aja …. katanya ada yang mau jadi kebon wisata, kearah curug Cioray “
Area daerah kebon yang dituju saya belum pernah kesana …. sekalian kepo.

Ban sepeda kembali berputar, melewati perumahan Podomoro Golf View Cimanggis, menyusuri gang di pinggir tol Jagorawi dan muncul di daerah Gunung Putri Citeureup. Melintas pabrik semen dan setelah pasar Citeureup kita ambil kiri masuk jalan yang mengarah ke Sukamakmur.

Jalanan rolling naik turun dan tidak lama kemudian rumah rumah dikanan kiri sudah jarang, lebih banyak kebon kebon dan area area hijau. Dan jalanan lebih banyak menanjaknya … disisi kiri adalah jurang dan sungai Citeureup jauh dibawah lembah, diseberang lembah adalah gunung kapur Klapanunggal yang dihiasi tebing batu putih memanjang dengan megah.

— Di jalan Raya Tajur – Sukamakmur

Terus saja kita menanjak dijalanan aspal hotmix mulus dan disatu titik di pertigaan kita keluar dari jalan utama masuk ke jalanan kampung. Menurun terus kebawah … melewati sekolahan dan perkampungan, menyebrangi jembatan, melewati belokan yang kearah curug Cioray atau juga disebut curug Ciawi Tali. Menyebrangi lagi jembatan ….. dan mulai menanjak, merayap menanjak …. Jalan ini jika diteruskan akan kembali ketemu ke jalan utama Sukamakmur tapi kita disatu titik belok kiri, ambil jalan masuk mengarah ke gunung Klapanunggal.

“ jalan ini jika diteruskan sepertinya mengarah ke situs Batu Tapak ya “ kata si om
“ ya betul om … dilihat dipeta sih begitu “

Baca lebih lanjut

Jalan jalan yuk ke Kampung Tematik Mulyaharja dan Saung Eling

Rute perjalanan jalan jalan sesepedahan ini seperti biasa melewati Kalimalang, Pondok Gede dan ….. menunggu di tikum Cibubur sejenak duajenak tigajenak …. si om muncul … ngobrol sejenak … lalu meluncur kembali.

Gowes santai dan stabil, tak terasa sudah melaju di jalan raya Bogor, ketemu sepeda yang mengarah ke Bogor … yang sendirian maupun berombongan.

48 km kemudian sampailah di trotoar di luar Kebun Raya Bogor …. Jika pergi kearah Bogor seperti biasa kita rehat dulu disini ngemil ngemil snack …. di spot rindang adem …. sambil melihat aktifitas yang lalu lalang … yang jalan kaki maupun sepedahan .. yang jomblo … yang couple … yang rame rame juga ada.

Tidak lama rehat … perjalanan dilanjutkan, melewati Bogor Trade Mall, menurun kebawah, masuk gang dan muncul di jl Sedane. Menyusuri sungai dan gps mengarahkan untuk menyebrang sungai … melalui jembatan yang pas semotor, antri sebentar .. sabar … menunggu giliran.
Melewati jembatan ini dan langsung diberi tanjakan yang bikin betis panas. Menanjak keatas dan masuk ke gang gang yang padat pemukiman, bolak belok di gang senggol ini .. dan muncul di jalan yang bisa dilalui mobil.

Menyusuri jalanan ini di daerah Cibeureum … menanjak .. dan terus menanjak … meskipun tidak parah tapi bikin ngos ngos-an. Dan muncullah di area Bogor Nirwana Residence di jalanan lebar dua jalur. Berputar arah sebentar dan langsung masuk ke jalan Arjuna, dan tidak lama ada papan petunjuk untuk menuju kampung tematik di suatu pertigaan … kita belok kiri disana, melewati rumah rumah yang padat …. masih menanjak, lumayan cukup banyak mobil mobil dan motor yang searah …. sepertinya sih mereka mau berdarmawisata … mungkin mau ke kampung tematik Mulyaharja.
Menuruni lembah yang ada sungai … menanjak lagi …. menuruni lembah lagi .. menanjak lagi …. dan sampailah di gapura kampung wisata tematik Mulyaharja, banyak mobil berderet parkir dan motor motor juga. Kanan kiri adalah rumah rumah penduduk.

Kita gowes terus …. melewati mobil2 yang terparkir disisi jalan dan orang orang yang bejalan kaki …. Hmmm mana pintu masuknya … terus saja gowes … sampai tidak ada lagi mobil yang parkir parkir …. Kondisi disisi kanan kiri berubah dari perkampungan menjadi kebon kebon … jalan sepi, rindang dan berkelok kelok …. serta … menanjak. Wahhhh …. kayaknya pintu masuknya kelewatan …. Tapi karena jalannya aspal hotmix mulus kita terus gowes sampai di puncak bukitnya. Berhenti disana dan memandang ke arah lembah …. Wah betul, dibawah lembah adalah hamparan pesawahan dan disana ada jalan khusus memanjang membelah pesawahan, saung saung … dan ada orang orang disana …. Itulah pesawahan kampung tematik Mulyaharja.

— kampung tematik Mulyaharja dilihat dari atas bukit

Sebetulnya spot saya berhenti ini sangat keren dan ideal …. berada di atas dan memiliki view ke lembah pesawahan …. tapi ditanah ini sudah ada papan tertancap milik perusahaan swasta, mungkin kedepannya nanti akan berubah menjadi sesuatu.

Baca lebih lanjut