Situs ngumpet di komplek perumahan — Batu Tapak Cinangka peninggalan kerajaan Padjajaran

Situs Batu Tapak ada dibeberapa tempat …. Di area Bogor juga ada beberapa.

Tapi ada situs batu tapak di daerah Pondok Cabe…. Wah … ini baru saya dengar dan bikin penasaran untuk melihatnya.

Berdasarkan pantauan citra satellite googlemaps … Perjalanan untuk menuju destinasi bisa dikatakan 95% akan melewati daerah yang padat perumahan, melewati jalan raya, jalan jalan kecil bahkan gang gang sempit. Dari Jakarta Timur sampai daerah Sawangan Tangerang Selatan, hanya sedikit melewati area terbuka hijau …. Bisa dikatakan ini adalah petualangan kota … petualangan gowes antar provinsi …. Provinsi Jakarta ke Provinsi Banten …. Petualangan … eitss stop … sudah sudah terlalu kebanyakan dramatisasinya.

Berangkat dari rumah melewati Cawang, Condet … masuk gang, nyebrang sungai Ciliwung dan muncul di Pasar Minggu. Lanjut lagi ke Warung Buncit, tembus ke daerah Ragunan, jalan berbelok kelok tipikal di daerah sini … dan memotong masuk ke area terbuka hijau … Pemakaman Kampung Kandang …. Ehhh ini bisa masuk kategori area terbuka hijau ngga sih …. Pokoke membelah kuburan kearah belakang dan kembali masuk gang yang menanjak, berbelok belok … masuk lagi kejalan raya … tidak tahu berapa kali masuk gang keluar gang … dan melewati ratusan polisi tidur … kemudian masuk lagi ke jalan raya di daerah Pondok Cabe, lalu masuk gerbang perumahan besar South City. Tapi tidak masuk kejalan utamanya, tapi melewati sisinya dan turun curam kebawah lembah melewati sungai Pesanggrahan dan menanjak ke atas sampai kembali ke area datar dan panduan track gps mengarahkan untuk berbelok kiri ke suatu jalan yang besar dan lebar tapi sepi ….

Baca lebih lanjut

Gowes Jelajah Sejarah – Situs Pasir Angin dan Benteng Belanda

Area Bogor dan sekitarnya sudah sejak baheula dari zaman prasejarah purbakala telah dihuni oleh manusia. Banyak peninggalan sejarah mengenai jejak keberadaan manusia dari zaman prasejarah, zaman kerajaan dan zaman perang kemerdekaan.

Beberapa situs sejarah di Bogor sempat saya kunjungi dan masih sangat banyak situs yang belum saya kunjungi. Salah satunya adalah Museum atau Situs Pasir Angin .. pengen sekali main kesini. Tertunda tunda … Akhirnya kesempatan datang juga. Jam 7 berangkat dari rumah .. mengarah ke tikum di daerah Cibubur, sampai di tikum menunggu sejenak dan om Adi datang.

Langsung let’s go … melewati Cibinong tembus ke jalan raya Bogor dan berbelok ke arah Dramaga menyusuri kolong Tol Lingkar Luar Bogor. Mendekat kampus IPB Dramaga jalanan menjadi macet panjang, terus macet sampai melewati Cibungbulang – pertigaan yang mengarah ke Gunung Salak. Selama selap selip dikemacetan … aroma sampah terus tercium …. banyak truk mengangkut sampah yang ikut terjebak, mungkin ini memang jam angkut sampah warga Bogor dan tempat pembuangan sampah akhir sepertinya melalui area sini.


Selepas kemacetan terlihat bentangan gunung kapur Ciampea, gunungnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu jauh jaraknya dari jalan raya. Terus gowes … jalanan rolling naik turun umumnya karena melewati lembah yang ada sungai sungainya dan ketika menuruni suatu lembah lagi dan sebelum mencapai jembatan di dasar lembah ada belokan ke kiri, sepeda berbelok ke jalan kecil dan terus menurun sekitar +- 30 meteran sampailah di gerbang destinasi … Situs Pasir Angin.

gerbang pertama di bawah

gerbang kedua di atas

Baca lebih lanjut

Melihat “sisa” Peninggalan Kerajaan Pakuan Pajajaran di Sindangbarang Bogor

Salah satu kerajaan besar di tatar Pasundan adalah kerajaan Pakuan Pajajaran yang pernah berkuasa lebih dari 5 abad sebelum hancur dan hilang. Dikabarkan sisa sisa kerajaan tersebut masih ada tersebar di beberapa area Bogor dan salah satu yang paling banyak adalah di daerah Sindangbarang Bogor.

Menurut referensi disekitar Sindangbarang terdapat 94 titik sebaran situs tua … wow banyak banget ya. Antara lain situs punden Surawisesa, Taman Sri Baginda, Sumur Jalatunda, Punden Rucita, Hunyur Cibangke, Punden Pasir Ater, Batu Tapak, makam Prabu Darmasiksa, serta belasan situs lain yang tersebar di lereng-lereng hingga puncak Calobak, salah satu puncak Gunung Salak.

Menurut penelitian Kerajaan Pakuan Pajajaran berada disana sekitar abad 13-15 Masehi dengan 9 raja yang pernah berkuasa. Tahun 1579, Kerajaan Pajajaran diserang dan dihancurkan oleh Pasukan Kerajaan Banten yang dipimpin oleh Maulana Yusuf sehingga bangunan bangunan hancur dan ditinggalkan terbengkalai menjadi hutan lebat. Perwira VOC, Scipio yang mendapatkan info tentang suatu kerajaan yang pernah besar dan hilang, tergerak untuk melakukan penelitian dan ekspedisi bersama tim-nya ke area Bogor pada tahun 1687 dan menemukan bukti bukti keberadaan kerajaan berupa reruntuhan dan bekas jalanan di daerah Bogor.

Rasa penasaran saya juga ingin melakukan ekspedisi .. eh piknik .. melihat peninggalan kerajaan besar tersebut. Kesanalah saya berangkat, jam 7.20-an sudah sampai ditikum perempatan Transyogi Cibubur, janjian ketemu jam 7.30. Duduk sebentar sambil baca2 enews hari ini.. #biarkeren supaya dianggap ga baca medsos mulu … 🙂

Tak lama om Adi nongol. Ngga pake basa basi.. langsung gowes. Melewati pintu perumahan Citra Indah, The Address, kolong tol, Tapos… terus aja, muncul2 dijalan Raya Bogor. Melewati Lipi.. melewati … eh sedikit memutari Kebun Raya Bogor.. Bolak belok di kota Bogor dan sudah berada di area pinggiran Bogor yang mengarah ke Gunung Salak … tapi masih jauh ke gunung Salak, disatu titik belok ke arah Sindangbarang.

Batu Punden Berundak Majusi
Spot pertamanya yang dilewati adalah Batu Punden Berundak Majusi. Ada papan petunjuknya di pinggir jalan dan kita masuk ke gang yang hanya bisa dilalaui motor dengan kanan kiri rumah2 penduduk. Ada beberapa percabangan.. seperti biasa tidak ada lagi papan petunjuk.
Yang anehnya.. bertanya ke penduduk disana… banyak yang tidak tahu… padahal di gerbang gang di jalan raya ada papan petunjuknya .. koq bisa mereka tidak peduli atau penasaran untuk cari tahu dan melakukan ekspedisi di kampungnya … 🙂 Dari sekian yang ditanyai ada juga yang tahu dan menunjukkan arahnya.. ketemu percabangan lagi .. tanya lagi… tidak tahu lagi.. terus begitu berkali kali.. bahkan banyak yang menampilkan muka bengong kalau ditanya situs batu Punden Berundak Majusi… welehhh.. kita jadi kayak orang bloon.
Akhirnya ada orang yang tahu dan memberikan detil arahnya, kita harus masuk melipir diantara rumah2 penduduk dan masuk ke area kuburan yang rimbun oleh pepohonan kayu dan rumpun yang tinggi tinggi… hiyyy.. cari2 di area kuburan koq ngga ada.. diujung kuburan adalah lembah dengan semak belukar lebat dan pepohonan rimbun. Masuk sedikit ke area lembah tapi balik kembali.. takut ular.. hiyyy. Baca lebih lanjut

Berwisata Sejarah ke Monumen Rawagede

Tahukan Anda “Antara Karawang Bekasi” … puisi karya Chairil Anwal yang terkenal ini di ilhami peristiwa tragis di Rawagede. Untuk mengenang peristiwa tersebut maka dibuatlah Monumen Rawagede. Daerah yang bersejarah pada era kemerdekaan Indonesia … Saya ingin mengunjungi .. berwisata sejarah ke tempat ini.

Rabu libur pilkada.. saya lebih memilih riding daripada mencoblos… karena gak punya hak pilih.

Jam 7 kurang sedikit baru berangkat, melalui kalimalang yang relatif lebih sepi, terus saja.. dan sampailah di jalur utama menuju pantura… serasa mudik…. hehe… masih ketemu sisa2 pemudik dari arah jawa yang naik motor dengan bawa gembolan.

masuk jalur Pantura di Karawang

Jalur utama pantura ini dua jalur lebar dan hotmix mulus… sepi.. datar… sepeda bisa dikayuh lebih cepat.

Melewati Stasiun KA Lemah Abang.. dan melewati tugu batas memasuki Kabupaten Karawang.. Terus saja … dan disatu titik berbelok ke kiri.. keluar dari jalan utama .. dan masuk jalan kecil yang hanya bisa dilalui motor dengan kanan kiri hamparan sawah luas membentang… bukti Karawang sebagai lumbung padi dan semoga tetap jaya.. 🙂

jalan kecil shortcut dari jalur Pantura ke jalan desa yang membelah pesawahan

Baca lebih lanjut

Berkelana ke 4 Batu Prasasti Bogor ; Prasasti Tapak Gajah, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Batu Dakon dan Prasasti Pasir Muara

Bogor termasuk daerah yang sudah dihuni sejak zaman dahulu, sejak zaman prasejarah dan zaman kerajaan .. terbukti dengan banyak ditemukan bukti bukti peninggalan bersejarah, salah satu daerah yang terdapat beberapa benda bersejarah adalah Ciaruteun yang dialiri sungai bahkan disana ada beberapa sungai yang bertemu menjadi satu. Sungai besar yang bersatu adalah sungai Cianten dan sungai Ciaruteun. Disana ada 4 batu prasasti.

Destinasi menarik untuk dikunjungi, sekali kayuh 4 tempat terkunjungi … yeayyy.

Tapi jauh juga dari tempatku.. tercatat 73 km di cyclocomp ketika sampai kesana ..
ngga apa2 namanya juga berkelana asik.

Gowes melewati cawang, pasar kramat jati, lalu masuk ke daerah militer Cijantung.. nongol2 di Depok, melewati margonda … Stasiun KA Citayam yang crowded… sepeda saja harus berjuang selap selip.

Di daerah Citayam mulai berbelok potong kompas ke jalan jalan kampung yang kecil… kadang jalanan tanah, aspal hancur, ada juga aspal mulus.. potong kompas ini malah jadi lambat.. daerahnya masih asri … rumah2 jarang, banyak kebun2 … kapan lagi lewat sini .. enjoy aja.

potong jalan di daerah Citayam melalui jalanan kampung

Baca lebih lanjut

Ternyata di Jakarta ada Benteng Belanda – Benteng 9

Dapatkah anda melihat bentengnya ???

Di Jakarta ada Benteng Belanda ??? …. masak sih… yang bener??? Selama membaca sejarah kolonial Belanda di Batavia belum pernah mendengar benteng ini. Benar benar bikin penasaran .. hanya disebutkan Benteng 9 di Rawaterate Cakung, dimana pastinya .. ngga jelas.

Berbekal alamat tersebut tanpa bawa bekal roti atau nasi saya berangkat. Melewati Buaran dan terus sampai mentok di jalan Raya Bekasi. Nah ini sudah daerah Rawaterate Cakung .. dimana posisinya ??? Tanya ke orang disana tidak tahu… tidak putus asa jalan terus ikuti insting dan tanya lagi ke seorang bapak yang sedang gendong anak … pertama dia bingung tapi feeling saya kayaknya dia mengerti, setelah saya kasih deskripsinya secara gamblang … ” ohhh.. ada di balik pabrik ini, harus berputar kesana” Nahhh.. asyikk saya ada di jalan yang benar, mudah2-an juga jalan yang di ridhoi …

Saya mencari jalan untuk memutari pabrik tersebut, masuk jalan yang padat perumahan penduduk .. tanya lagi .. “Benteng 9 … Gedong 9, ya terus ke sana pak ” ohh.. warga disini mengenalnya dengan nama ini tho..

Di daerah padat begini.. bagaimana bentuk bangunannya … ternyata jalan ini sampai ke satu area lapang yang luas banget .. dan sebagian ditumbuhi semak belukar, benar2 ga nyangka di areal padat begini masih ada tanah yang lapang dan luas begini. Tapi di tanah lapang begini jadi bingung kemana arahnya … tanya lagi ke orang tua yang sedang berjalan disana, beliau menunjukkan arahnya.

dibelakang semak semak itulah benteng berada

Bergeraklah saya menuju kesana dan saya jadi ragu masuk … ini adalah area para pemulung… Ada suami istri yang sedang dorong gerobak dan saya bertanya apakah boleh saya masuk dan dimana benteng 9 itu… “silahkan saja masuk… ada di sebelah sana” Baca lebih lanjut