Menengok Kampung Budaya Karawang

Kabarnya di Karawang ada kampung budaya.
Kampung budaya ini sudah lama … tapi koq tidak terdengar ya ..

Jadi ada ga sih .. kampung budaya Karawang ??

Perlu saya tengoki untuk memastikan keberadaannya.

Minggu pagi sepeda pergi menggelinding jalanan Kalimalang.
Perjalanan ini gampang … Ikuti saja terus jalan Kalimalang, dari Jaktim ke Bekasi .. ke Cikarang .. Deltamas .. melewati jembatan siphon Cibeet .. dan masuk ke area Karawang.

Baca lebih lanjut

Wisata Kekinian .. ehh Kekunoan — Situs Cibuaya Karawang

Destinasi Situs Cibuaya termasuk yang sudah lama ada dalam list … ngendon lama.
Tertunda tunda karena untuk kesana lumayan jauh … +- 70 km dan melewati berkilo kilo meter daerah yang gersang ke arah pantai Karawang. Tapi kalau musim hujan juga kurang safe … khawatir hujan pas di daerah hamparan kosong blong pesawahan … takut tersambar petir. Karena untuk mencapai sana melewati hektaran hamparan pesawahan … Karawang-kan terkenal sebagai lumbung padi bagi Jawa Barat.

Akhirnya tekad dibulatkan … mumpung beberapa hari ini tidak hujan, sepertinya mulai musim summer .. ehh kemarau … momen yang pas.

Malamnya sudah all set … gembolan dan perlengkapan sudah nemplok di sepeda … tapi berangkatnya tetap jam 7 pagi. Melewati Kalimalang dan tembus ke jalan awal Pantura dari arah Bekasi. Minggu pagi jalanan tidak terlalu ramai .. malah lebih sepi .. mungkin karena tanggal tua kali ya : )


Terus saja menyusuri jalur Pantura Bekasi …. selepas terminal bis Cikarang mulai berbelok keluar dari jalur utama Pantura. Sepanjang perjalanan masih melalui area pemukiman padat dikanan kiri. Disatu titik mulai berbelok menyusuri sungai irigasi dengan melalui jalanan setapak tanah. Suasana berubah seperti di kampung banget …. meskipun sungai irigasi ini hitam seperti tercemar sesuatu tapi penduduk di desa ini tetap menggunakannya untuk mencuci baju. Mereka terbiasa menggunakan saluran ini dari zaman dulu .. dari airnya masih jernih sampai hitam seperti sekarang.

Menyusuri irigasi ini dan tembus jalanan tanah yang membelah area pesawahan. Beberapa kali saya gowes melalui jalanan desa yang kanan kirinya sawah dan belok lagi ke jalanan tanah yang membelah pesawahan. Jalanan tanah ini sebenarnya adalah shortcut. Baca lebih lanjut

Berkelana ke Gunung Goong – Batu Tumpang dan Gempol Ngadepa

Gunung Goong… namanya aja unik .. bikin penasaran.
Disekitar gunung Goong ini ada tempat tempat menarik .. yang baru pertama kali saya dengar … hmmm .. makin pingin jalan jalan kesana. Meskipun minggu lalu sudah main ke Cariu… minggu ini ke daerah sana lagi ..

Berangkat sudah siangan dari rumah jam 7 lebih .. melalui rute klasik ; Kalimalang – Narogong – Cileungsi. Ketemu di tikum pertama sama Om Adi yang sudah duduk menanti sendiri.

Loading leupet dulu yang dibawa om Adi supaya ada energy .. baru berangkat .. melewati taman buah Mekarsari dan terus mengarah ke Cariu. Jalanan Jonggol Cariu .. tumben tumbenan tidak terlalu ramai enaklah untuk sesepedahan.

Rolling naik turun dan sampailah di sisi alun2 Cariu. Dari jalan raya masuk ke jalanan aspal desa yang tidak lebar… kembali rolling lagi .. naik turun.

Makin kedalam suasana jadi berbeda .. gunung gunung yang tidak terlalu tinggi terlihat hijau dan lebat serasa dekat dari pandangan.. seperti menemani perjalanan dengan bentuk2nya yang unik unik.Disatu titik terlihat bukit batu .. tidak terlalu jauh dari jalan .. disanalah Situs Sumur Batu Cariu. Tiga tahun yang lalu kita pernah main main kesini, melihat sumur batu yang ada di atas bukit batu yang konon airnya tidak pernah surut meskipun dimusim kemarau.

Jalanan menurun curam kebawah dan sampailah kita di bendungan di tepi jalan yang disebut juga Curug Ciomas atau lebih dikenal Green Canyon atawa Green Kenyon karena aliran sungai yang membelah tebing menuju bendungan tersebut. Suasana di curug Ciomas tidak terlalu ramai. Kita hanya berhenti sebentar… mengamati sejenak .. apakah ada tampang yang dikenal .. #SokPunyaBanyakTeman … tidak ada dan lanjut gowes lagi. Baca lebih lanjut

Bertamasya ke pantai berpasir – Pantai Tanjung Pakis Karawang

Lagi kangen main ke pantai… tapi pantai yang berpasir .. yang kayak di film film gitu… disekitar Bekasi susah untuk mendapatkan pantai berpasir. Pilihannya ada di tetangga Bekasi .. Tangerang atau Karawang … tapi saat ini pilihan saya ke Karawang ke pantai Tanjung Pakis.

Sabtu pagi jam 6 30an yang cerah benderang saya pergi tamasya ke pantai … sendirian menyusuri dulu Banjir Kanal Timur, masuk ke Harapan Indah, lanjut menyebrangi jembatan CBL Bekasi disisinya ada warung tempat biasa goweser berkumpul tapi saya tidak mampir .. terus aja.. melewati Cabangbungin … menyusuri jalan seperti waktu berpetualang ke Mesjid Alam Blacan, hanya saat jalan habis di jembatan desa pantai Harapan Jaya saya ambil kanan, ke kiri ke arah Blacan dan ke kanan menyusuri sungai ke arah Karawang. Wah.. jalan tembus dari jembatan ini sedang dikerjakan.. dengan adanya jalan baru ini, perjalanan ke arah masjid alam Blacan akan lebih pendek.

Selama perjalanan ini beberapa kali berhenti di minimarket2, toko2 … bahkan sampai toko kosmetik .. ada yang kelupaan .. dan sangat penting .. important … urgent … benar2 krusial .. saya lupa pakai sun block … baru ngeh setelah jalan. Saya khawatir kulit jadi hitam dan kusam  … weee.

Tapi tidak tahu berapa toko kusinggahi … tidak ada yang jual sunblock .. bahkan toko kosmetik di kampung tidak jual …. yang ada saya diherani oleh penjual tokonya … kenapa emang ??? … mungkin pikirnya ngapain wajah kayak begitu mesti ribet2 mau pakai sunblock …

jembatan terakhir, habis jembatan ini jalan habis ,,

Baru 10 meteran menyusuri jalan di pinggir sungai langsung ketemu jalanan berbatu batu runcing… welehhh.. gowes hati2 perlahan.. supaya ban tipis sepeda ini tidak bocor…. sebisa mungkin melipir kejalanan tanah.

jalan berbatu batu lepas dan runcing

Baca lebih lanjut

Berwisata Sejarah ke Monumen Rawagede

Tahukan Anda “Antara Karawang Bekasi” … puisi karya Chairil Anwal yang terkenal ini di ilhami peristiwa tragis di Rawagede. Untuk mengenang peristiwa tersebut maka dibuatlah Monumen Rawagede. Daerah yang bersejarah pada era kemerdekaan Indonesia … Saya ingin mengunjungi .. berwisata sejarah ke tempat ini.

Rabu libur pilkada.. saya lebih memilih riding daripada mencoblos… karena gak punya hak pilih.

Jam 7 kurang sedikit baru berangkat, melalui kalimalang yang relatif lebih sepi, terus saja.. dan sampailah di jalur utama menuju pantura… serasa mudik…. hehe… masih ketemu sisa2 pemudik dari arah jawa yang naik motor dengan bawa gembolan.

masuk jalur Pantura di Karawang

Jalur utama pantura ini dua jalur lebar dan hotmix mulus… sepi.. datar… sepeda bisa dikayuh lebih cepat.

Melewati Stasiun KA Lemah Abang.. dan melewati tugu batas memasuki Kabupaten Karawang.. Terus saja … dan disatu titik berbelok ke kiri.. keluar dari jalan utama .. dan masuk jalan kecil yang hanya bisa dilalui motor dengan kanan kiri hamparan sawah luas membentang… bukti Karawang sebagai lumbung padi dan semoga tetap jaya.. 🙂

jalan kecil shortcut dari jalur Pantura ke jalan desa yang membelah pesawahan

Baca lebih lanjut

Keteduhan Hutan Kertas Karawang

Karawang ternyata memiliki hutan seperti kertas.. ehhh maksudnya apa sih Hutan Kertas ini…

Berangkatlah saya kesana untuk memastikan apa sebenarnya Hutan Kertas ini..

Lagi … menyusuri Kalimalang mengarah ke Karawang … terus aja .. Metmall … area Jababeka … Delta Mas.. Jembatan Siphon Cibeet … mulai memasuki area Karawang… tidak ada yang neko neko sepanjang perjalanan… hanya sengatan matahari dan debu debu yang menemani.
Baca lebih lanjut

4 Wisata keren Karawang ; Pohon Miring, Cadas Putri Tamelang /Tanah Putih, Jembatan Eceng dan Situ Cipule

Beberapa hari ini tidak turun hujan lebat dan minggu pagi ini mendung… tapi feeling sih ga akan turun hujan. Kenapa ngomonging cuaca ??? Karena akan pergi ke 4 destinasi yang kalau hujan.. ga asyikkk, tanah becek. Saya akan piknik ke destinasi wisata karawang : Pohon Miring, Tanah Putih, Jembatan Eceng dan Situ Cipule

Saatnya Goyang Karawang ,, eh Gowes Karawang … Berangkat cuss… jam 7 kurang menyusuri Kalimalang, melewati Metmall .. melewati jematan siphon Cibeet dan sampailah di daerah Karawang. Jalanan kalimalang disini hancur dan becek +- 1 km-an. Melewati pabrik uang PERURI yang besar dan rapih … kalau mampir dapat duit ga ya..
Selepas PERURI belok kiri keluar dari Kalimalang, menyebrangi jembatan apung besi sementara yang unik, lalu masuk gang gang, jalan kecil dan muncullah di jalanan utama luar kota Karawang yang mengarah ke Pantura.

Ambil arah ke Pantura dan tak lama kemudian belok kiri melintasi rel kereta api dan sampailah di destinasi pertama.

POHON MIRING PANCAWATI
Masuk area ini sepeda tidak dikenakan tiket, pokoknya masuk aja. Kalau motor mobil dikenakan tiket masuk. Di Minggu pagi jam 9-an Pohon Miring ini sudah cukup ramai dengan motor dan mobil yang parkir.

Tempat ini jadi populer berkat medsos .. terutama instagram. Jajaran pohon petai cina atau lantoro yang miring berkesan seperti terowongan alami ..tampil cantik ketika di foto dan ditampilkan di medsos, membuat orang ingin selfie disini. Baca lebih lanjut