Mengunjungi daerah kuno Cibuaya – Lemah Duwur Wadon

— di “pulau” itu situs Lemah Duwur Wadon berada

Daerah kuno di area Pasundan selama ini yang terkenal adalah area kota Bogor, karena disana banyak ditemukan peninggalan dari zaman prasejarah sampai zaman kerajaan.

Tapi sebenarnya ada lagi area kuno di Pasundan yang sudah dihuni sejak lama …. yaitu daerah Karawang tepatnya di sekitaran area Batujaya – Cibuaya. Disana terdapat peninggalan peninggalan Sunda kuno dan dipercayai sebagai peninggalan kerajaan Tarumanegara pada tahun 300 sampai 400-an masehi.

Situs yang dituju adalah yang berada di area Cibuaya …. Tahun 2019 pernah kesini mengunjungi situs Cibuaya atau lebih tepatnya ke situs Lemah Duwur Lanang. Di area Cibuaya. Menurut kabar … sebetulnya disana diketemukan beberapa bangunan peninggalan zaman dahulu yang yang tersebar di beberapa tempat … tapi banyak peninggalan peninggalan tersebut yang hilang atau hancur rusak … dan yang masih tersisa adalah Lemah Duwur Lanang dan Lemah Duwur Wadon.

Info maupun foto mengenai Lemah Duwur Wadon cari cari di internet sangat minim bahkan foto fotonya tidak ada …. jadi bikin penasaran …. Seperti apa sih bentuknya Lemah Duwur Wadon ini.
Akhirnya … daripada kepenasaranan … lebih baik pergi kesana melihat langsung dengan kepala sendiri dan juga kepala teman … karena kita akan gowes berdua menuju situs tersebut.

Menuju area Cibuaya Karawang … 99% adalah jalur datar … melintas ratusan bahkan ribuan hektar lumbung padi pesawahan Bekasi dan Karawang … tidak hanya datar … rute menuju kesana .. minim belokan … dominasi jalanan lurus lurus dan terus lurus … sesekali saja ada belokan.

Jarak yang ditempuh menuju destinasi sekitar 70-an km …. kebayang perjalanan kemungkinan akan membosankan … jadi gowes berdua akan membuat suasana berwarna tidak malesin bosenin.

Berangkat gowes menuju tikum di daerah Bekasi melewati Metmall dan melintasi sungai Kalimalang disebelah Mega Mall Bekasi … bener2 manglingi … sudah ditata rapih dan apik … nyaman untuk bersantai di tepi sungainya … dan juga pintu masuk akhir tol Becakayu sudah rapi dan siap … tapi belum diresmikan dan di operasikan.

Menunggu sejenak di perempatan tikum …. si om tiba dan bergerak kembali mengarah ke jl H Juanda Bekasi, melewati underpass rel KA dan terus menyusuri sungai yang ada di sebelah kiri, melewati perumahan lama dan perumahan2 baru sampai akhirnya sepeda belok masuk ke jalan kecil, melewati hamparan pesawahan yang sebagiannya sudah berubah menjadi cluster cluster perumahan.

Berbolak belok di perkampungan Bekasi dan muncul di jalan Sriamur, dan …. melintas gerbang tol Gabus …. wahhhh … sepertinya tol lingkar luar Bekasi bagian section ini sudah jadi dan sudah dioperasikan …. ckckck …

Sepeda bergerak melintasi kampung Gabus … ciri khas daerah sini adalah banyak penjual buah buahan …. kemungkinan buah ini berasal dari area sekitaran Gabus …. kampung Gabus ini juga terkenal sebagai kampung jawara Bekasi.

Melintas kali CBL – Cikarang Bekasi Laut — for info, kali CBL ini adalah sungai buatan yang dibangun tahun 1977 sd 1980 untuk mengatasi banjir area Bekasi, tapi kondisinya sekarang lebih terkenal karena banyaknya sampah seperti dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.

Sepeda melintasi hektaran … mungkin ratusan hektar pesawahan Bekasi … jalanan datar terus dan seringnya jalanan lurus terus … minim belokan. Hektaran pesawahan ini diseling oleh perkampungan lama dan juga cluster perumahan baru.

50 kilo meter lebih sedikit … sepeda sampai di jembatan panjang menyebrang sungai Citarum, tepat di seberang sungai Citarum, kita sudah berada di wilayah administrasi Karawang. Tidak jauh dari jembatan kita melintas area Tugu Kebulatan Tekad Rengas Dengklok yang biasanya ramai saat momen Agustusan. Saat ini kondisi tugu sepi .. hanya ada 2 wisatawan di area tugu.

Ban sepeda terus berputar melewati pertigaan yang mengarah ke rumah singgah Bung Karno dan Bung Hatta saat di culik menjelang momen proklamasi 1945. Kita menyusuri sisi luar tanggul sungai Citarum, berbolak belok di perkampungan dan akhirnya muncul di jalan raya menuju pantai terkenal di Karawang yaitu pantai Pakis. Tapi kita hanya menyebrang jalan ini dan masuk ke jalanan desa yang mengarah ke pantai Pisangan.

Kembali kita melewati jalan lurus lurusan kembali …. pokoknya lurus terus menyusuri sungai irigasi yang kadang ada di kanan dan selebihnya ada di kiri jalan. Kanan kiri umumnya hektaran pesawahan Karawang … diselang seling perumahan kampung.

Di satu titik kita belok kanan, sedikit bolak belok dan berhenti di tepi jalan … dikejauhan … ditengah tengah sawah terlihat ada “pulau” dengan aneka pepohonan …. itulah situs Lanang … atau lebih dikenal sebagai situs Cibuaya, karena wara wiri foto mengenai situs Cibuaya yang tampil adalah foto Situs Lanang. Pernah ke situs ini di tahun 2019 … jadi saat ini kita tidak datang sampai ke situsnya … cukup melihatnya dari kejauhan.

— situs Lemah Duwur Wadon

Ingat ada lanang – pria, berarti ada wadon – wanita. Misi kita yang utama adalah mengunjungi situs Wadon … penasaran saja. Sepeda kembali bergerak ke jalan utama desa lalu belok kanan melewati pasar … dan saat di area pasar ini kita belok kiri, keluar dari jalan dan masuk ke gang yang ada di sebelah masjid Al Haleem dan sampailah di hamparan tanah kosong yang sedang disiapkan untuk dibangun menjadi sesuatu. Di kejauhan di tengah pesawahan terlihat “pulau” … ya itulah lokasi situs Wadon, tempat itu disebut juga Lemah Duwur Wadon.

— sepeda di parkir dan jalan ke situsnya

Sepeda kita tinggal di tepi sawah … agak susah untuk membawanya sampai ke pulau karena dipesawahan ini dipasangi semacam pagar kelambu. Sepeda kita kunci dan berjalan kaki menuju pulau. Ternyata pulau ini dipagari sekelilingnya dan digembok … tidak bisa masuk. Saya berjalan ke perumahan warga yang ada di dekat situs ini dan ditunjukkan rumah bapak yang pegang kunci.

Finally … kita bisa masuk kedalam pulau-nya yeayyy …

Pulau ini adalah gundukan tanah dan di puncak gundukan tanah … ada sedikit … ya hanya sedikit reruntuhan bata merah …. seuprit doang …. hmmm … ya inilah situs Wadon atau Lemah Duwur Wadon. Keberadaannya hanya begini … kalau tidak tahu ini situs sejarah mungkin hanya dianggap bekas reruntuhan bangunan saja. Jika diperhatikan jenis dan karakter bata merahnya berbeda, lebih besar dan teksturnya beda dengan bata zaman sekarang.

Bayangan saya …. Situs Wadon (wanita) berbeda dengan Situs Lanang (pria) … di situs Lanang ada tonggak dan di situs Wadon …. ternyata … hanya begini.

Berdasarkan cerita bapak juru kunci, tahun 80-an pulau ini adalah bukit cukup tinggi, harus jalan menanjak, dan areanya lebih besar dari saat ini …. dan dipuncak bukitnya ada reruntuhan batu merah dalam jumlah besar beserta batu seperti tonggak …. kebayang saya sih sepeti tonggak yang ada di situs Lanang saat ini. Seiring perjalanan waktu … areanya menyusut dan bukitnya ikut menyusut pula, makin kecil jadi seperti gundukan tanah saja … serta reruntuhan bata merahnya “menghilang” juga … kondisinya jadi seperti saat ini ….

Sedih juga ya …. tapi ini masih mending ada sisa yang masih terselematkan, karena bedasarkan googling googling … dulu pernah dilakukan penelitian, di area Cibuaya ini diketemukan ada 6 bahkan ada versi yang menyebutkan 7 tempat reruntuhan bata merah … dan … saat ini hanya tersisa dua … Situs Lanang dan Situs Wadon … sedih ngga sih … kalau diceritain mah sedih ya …

Situs Cibuaya ini pertama kali tercatat sebagai temuan purbakala di tahun 1914 oleh NJ Krom.
Pada tahun 1951 dan 1957 ditemukan dua buah arca Wisnu tahun oleh Boisselier, arca tersebut kini disimpan di Museum Nasional di Jakarta dengan sebutan Arca Wisnu I dan Arca Wisnu II

Situs ini dipercayai dahulunya merupakan candi agama Hindu.
Konon peninggalan kerajaan Sunda kuno Tarumanegara peninggalan Raja Purnawarman.
Purnawarman adalah raja ketiga Tarumanegara tahun 395-434 masehi.
Pada 397 masehi, Purnawarman membangun ibu kota kerajaan yang letaknya lebih dekat ke pantai

Suasana di pulau ini sebetulnya sangat menyenangkan … terutama bagi orang kota. Pulau ini dikelilingi hamparan sawah yang luas menyegarkan mata memandangnya … angin bertiup menggoyangkan dedaunan menyegarkan badan. Duduk duduk santai di rindangnya pepohonan … buka peralatan ngopi … seduh kopi dari biji yang digiling segar langsung … aromanya saja sudah terasa harum segar.

Ngopi diluar begini …. membuat tempat dan momen selalu menyenangkan, menikmati suasana dan waktu berlalu … melupakan penat kehidupan, menyegarkan semangat untuk terus bergerak.

Semoga situs situs Cibuaya dapat terus terawat dan dikenal lebih luas oleh masyarakat sehingga ramai wisawatan mengunjungi situs dan menggerakkan perekonomian warga dan desa.

Situs Cibuaya
Situs Lanang / Lemah Duwur Lanang
Tiket Masuk bayar seikhlasnya sama pak Kuncen
Dusun Pajaten, desa Cibuaya, kec Cibuaya kab Karawang
Koordinat googlemaps -6.057644, 107.359581

Situs Wadon / Lemah Duwur Wadon
Tiket Masuk bayar seikhlasnya sama pak Kuncen
Dusun Pajaten, desa Cibuaya, kec Cibuaya kab Karawang
Koordinat googlemaps -6.05043, 107.35700

Minggu 6 November 2022

Iklan

2 komentar di “Mengunjungi daerah kuno Cibuaya – Lemah Duwur Wadon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s