Gowes berpindah yang lebih indah bersih sepi – Curug Areuy

Sudah semingguan ini cuaca sangat cerah menyengat, kondisi yang tepat untuk menjelajah jalan baru di pebukitan Hambalang. Cuaca panas maka jalanan tanah kering padat …. bisa dilalui sepeda dengan nyaman …. hanya sengatan mataharinya saja yang nanti bakalan menyengit.

Di hari Minggu dengan diiringi sinar matahari pagi yang terik, sepeda bergerak melintasi Pondok Gede dan sampailah di tikum Cibubur. Ketika sedang menanti si om … awan makin mendung dan mendung …. hmmm

Si om datang … basa basi sedikit … dan sepeda meluncur mengarah ke Citeureup.
Sampai di area ruko perumahan Podomoro …. hujan turun … kita berteduh di emperan ruko … dan hujan semakin deras mengguyur. Duduk duduk cukup lama …. dan ketika hujan sudah agak sedikit mereda … masih rintik rintik … kita berangkat melanjutkan perjalanan. Jalan perlahan di jalanan aspal yang basah, menghindari cepret ban belakang.

Jalan sekitar 2 kiloan dari tempat berteduh tadi …. hujan kembali turun, kita berteduh lagi di bawah bedeng di pinggir jalan … dan hujan semakin lebat, perasaan sih lebih lebat dari hujan yang pertama. Lama juga menanti hujan …. diputuskan tidak akan menuju pebukitan Hambalang … jalanan tanah merah lembek becek akan jadi masalah besar … bakalan nelongso sengsara.

Destinasi yang dituju adalah yang tidak terlalu jauh dan tidak melalui jalanan tanah. Jadi ingat pernah mendapat info dari hikers kalau ada curug bagus dekat Leuwi Pangaduan …. untuk menuju kesana sekarang ada jalan baru yang dibuat melewati jalan Beverly Maple Drive Sentul.

Okehhh …. sepeda di arahkan menuju kesana … tapi ketika melewati jalan raya Citeureup – Sentul … hujan turun lagi … berteduh lagi di emperan toko. Cukup lama …. sampai menguap terkantuk kantuk … mood menghilang … ingin balik saja ke rumah … sudah cukup sampai disini.

Ketika hujan mereda …. si om memberikan semangat dan energi, ayokkk kita lanjut. Energinya menular dan saya jadi bersemangat kembali untuk melanjutkan perjalanan. Ban sepeda kembali berputar perlahan … nyantai banget.

Selepas tersendat lalu lintas tanggal muda di pertigaan hotel Harris Sentul, sepeda bergerak lebih leluasa tapi tetap pelan. Dan di perempatan Jungle Land belok kanan menyusuri jejeran ruko di kanan kiri jalan. Sudah hampir jam 12 … wowww sudah siang banget …. Biasanya sih kalau lancar jam 9-an sudah sampai disini ….

Di bundaran Sentul Nirwana sepeda belok kiri masuk ke jalan Beverly Maple Drive menyusuri cluster perumahan mewah Sentul, jalanan mulai terasa menanjak dan terus menanjak tapi masih nyaman di gowes.

Makin ke atas … makin banyak terlihat bangunan bangunan lama yang terlantar … entah mengapa bangunan bangunan tersebut di terlantarkan. Dan sampailah di bundaran besar di atas, untuk lanjut … ternyata sekarang kena charge ….. harus bayar …. per-orang 10 ribu dan sepeda juga dikenakan bayaran … 5 ribu persepeda …. kenapa ya sepeda juga mesti bayar ….
ya sudahlah …

Tapi kondisi berbayar begini jadi plus minus … salah satu plus-nya jalanan bakalan sepi, karena ngga sembarangan bisa masuk kesini …. dan salah satu minus-nya …. Café yang ada di atas setelah gerbang ini kasihan jadi sepi … males kan mau ngafe mesti bayar tiket dulu … padahal pilihan café di Sentul yang keren2 banyak banget ….

Sepeda terus bergerak ke atas … melewati tanah tanah yang masih kosong melompong di kanan kiri dan beberapa bangunan terbengkalai. Sebenarnya rumah di daerah atas ini keren ….. view jauh ke lembah serta background gunung pancar yang megah … sepertinya sekarang mulai dikerjakan lagi oleh perumahan Sentul.

Tidak jauh dari café kita sampai di bundaran kecil …. terakhir kesini tahun 2020 pada waktu itu belum berbayar, jalan mobil mentok sampai kesini, selebihnya jalan setapak menembus semak semak.

Tapi saat ini sudah ada jalan baru …. jalan aspal baru mulus dan lebar. Kita meneruskan perjalanan …. di sisi bawah jalan terlihat bangunan bambu yang rusak … dahulunya itu adalah destinasi leuwi Batu Anggrek, tapi sekarang sudah terbengkalai.

— jalan baru sampai Leuwi Pangaduan

Jalanan baru ini menanjak berkelok kemudian turun dan menanjak kembali. Sisi kiri jalan adalah hutan gunung Pancar sedangkan sisi kanan adalah jurang yang dibawahnya ada aliran sungai.
Sampai di gapura yang bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Agrowisata Leuwi Pangaduan” …
Sepeda bergerak dan tidak jauh dari gapura kita sampai di pertigaan, belok kiri menuju parkiran mobil dan ke wisata Leuwi Pangaduan yang baru …. spot baru yang ditata lebih bagus dan besar, sedangkan belok kanan menyebrang jembatan dan menuju spot wisata Leuwi Pangaduan yang lama.
Hikers juga ada yang menggunakan area parkir ini untuk memarkirkan kendaraannya dan memulai hiking dari titik ini dan langsung masuk ke dalam hutan.

Kita menyebrang jembatan baru – dahulu belum ada jembatan ini. Melewati spot leuwi Pangaduan yang lama, sepertinya sudah tidak dimanfaatkan untuk spot wisata … melewati kandang sapi. Dan masuk perkampungan … jalanan berubah menjadi gang kecil, berliku dan menanjak melewati rumah rumah yang cukup padat di kanan kiri gang.

Kita tidak tahu dimana posisi curug itu berada … bertanya 2 kali ke warga lokal …. jawabannya langsung mengarahkan ke curug Cibingbin … karena itu adalah curug terbesar di area ini. Pernah ke curug itu …. Kita bilang bahwa mencari curug yang lebih dekat dari kampung ini … baru mereka menyebutkan curug Areuy. Berdasarkan panduan warga kita bergerak …. Keluar dari perkampungan dan memasuki jalan setapak yang di cor semen … berliku menanjak dan menurun di area kebon dan pesawahan … sampailah di jembatan besi hijau.
Dari jembatan ini kita bisa melihat jelas ke arah utara destinasi Leuwi Pangaduan dengan background gunung Pancar yang hijau lebat menjulang. Sedangkan sisi selatan di kejauhan terlihat air terjun yang tinggi dan besar … itulah curug Bidadari.

— jalan menuju curug Areuy

Terus bergerak …. dari titik kita berada bisa melihat hamparan tanah kosong yang sangat luas … sebagian masih sawah dan sebagian sudah diratakan, juga terlihat jalan tanah untuk lalu lalang kendaraan proyek. Ngobrol dengan penduduk lokal yang lewat … katanya lahan ini sampai ke arah hutan berbatasan dengan lahan perhutani milik perumahan Sentul …. dan sekarang sudah mulai dikerjakan lagi …. Ohhhh ….. gile bener lahannya luas bener …. dari Sentul bawah sampai atas sini …. sampai tepat di lereng gunung bersebelahan dengan hutan hijau lebat.

— background gunung Pancar

Ternyata jalanan setapak cor-an semen ini mengarah ke bangunan instalasi air bersih yang memasok ke perumahan Sentul, airnya langsung dari mata air di dalam hutan. Dari jalan setapak kita berpindah ke jalanan proyek mendekat ke arah sungai melintasi batu besar yang ada disisi jalan, menurun dan melewati batu besar yang dibelah dua …. batu ini dibelah karena “menghalangi” aliran pipa air bersih.

— jalan akses proyek perumahan Sentul, mendekat ke curug Areuy

Melewati batu belah ini dan didepan sudah terlihat destinasi yang dicari ….menyusuri sedikit aliran air yang berbatu batu dengan mengangkat angkat sepeda ….

Sampailah di titik destinasi …. wowww …. indahhhh
Menurut saya spot ini sangat keren …. Dikelilingi pepohonan dan tanaman hijau …. curugnya sih tidak besar dan tidak tinggi … pendek saja …. Tapi ambience-nya itu …. apalagi areanya sangat bersih rapi dan airnya bersih jernih. Ke arah hulu sungai tidak ada pemukiman, hanya hutan hijau lebat.
Main main air di aliran sungai ini asyik banget …. tidak dalam, bersih dan airnya tidak sedingin air yang ada di dalam hutan … jadi asyik untuk berendam rendam.
Di atas aliran sungai ini masih ada beberapa curug … salah satunya curug Cibingbing yang lebih terkenal karena curugnya yang tinggi.

Dari kondisi area curug ini … kelihatan sudah ditata rapih … sudah kena sentuhan tangan manusia … tapi tetap terlihat indah. Tidak ada orang lain di curug ini …. sepi … hanya kita …. wah malah asyikkkk bangettttt. Di dekat curug ada bangunan kayu seperti saung … pertama saya kira itu adalah warung … tapi sepertinya bukan … kemungkinan itu adalah bangunan pos untuk menjaga dan merawat pipa instalasi air bersih.

Herannya … kenapa tempat seindah dan sebagus ini yang sudah ditata rapih tidak popular … tidak ada papan petunjuk mengarahkan keberadaan curug ini. Hanya warga lokal dan hikers yang pernah melewati rute ini saja yang tahu. Apakah karena spot ini memang tidak dibuat untuk menjadi destinasi wisata …. ahhhh entahlah.

Pokoknya sekarang kita menikmati momen saat ini …. Rehat di tepi curug dengan suara musik air yang gemercik. Giling biji kopi, seduh dengan V60 dan menikmatinya bersama kudapan serta ngobrol ngobrol ….. wah benar benar asyikkkk ….

— ngopi outdoor selalu lebih nikmat

Benar benar merasa segar kembali … sangat beruntung sekali … karena hujan kita bisa sampai ke spot bersih indah ini.

Jika ingin kesini tanpa dikenakan tiket masuk di gerbang … maka masuknya dari jalur KM Nol dan kemudian masuk ke jalan yang menuju curug Cibingbin.

Curug / Leuwi Areuy
Bojong Koneng, Kec Babakan Madang, Kab Bogor, Jawa Barat
Koordinat googlemaps -6.606767, 106.913422

Minggu 2 Oktober 2022

2 komentar di “Gowes berpindah yang lebih indah bersih sepi – Curug Areuy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s