Gua indah di tepi jalan yang tersembunyi – Goa Sriwedari

— perjalanan menuju goa Sriwedari

Area pegunungan di Jonggol umumnya merupakan gunung batu kapur dan seperti kelaziman gunung kapur disana banyak sekali gua alam, masing masing gua memiliki keunikan tersendiri.
Salah satunya adalah goa atau gua Sriwedari.

Gua ini posisinya tidak begitu jauh dari destinasi wisata Wonjo – Wonderful Jonggol, berada di area yang belum pernah saya kunjungi … berdasarkan citra satelit googlemaps kondisi areanya lebat pepohonan atau bisa dikatakan hutan tapi tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk dan tidak terlalu masuk kedalam hutannya.

Ya ok … minggu pagi sepeda meluncur melewati Kalimalang lalu berkelok kelok masuk ke beberapa perumahan di daerah Bekasi dan kemudian muncul di daerah jalan Narogong Raya. Terus bergerak dan sampailah di perumahan Metland Cileungsi, disini si om sudah duduk menanti di tikum.

Basa basi sejenak dan meluncur kembali gowes, menyusuri jalanan Cileungsi Jonggol, melewati Mekarsari.

Ketika sedang gowes nyantai … kita disalip oleh 3 pesepeda jenis flatbar roadbike, sepeda roadbike tapi menggunakan stang flat bulan jenis dropbar. Tiga pegowes ini kategorinya senior … usianya di atas 55 tahun tapi mereka sangat kuat dan cepat.

Kita gowes mengikuti mereka sehingga ketarik cepat dan tak terasa sudah di tugu Beriman Jonggol … berpisah dengan mereka disini, mereka rehat dulu .. dan kita terus lanjut. Dan kemudian belok kanan mengarah ke arah Wonjo.

Perjalanan mulai menanjak dan terus menanjak, tapi tanjakannya tidak curam apalagi aspalnya mulus dan lalu lintasnya sepi sehingga nyaman di gowes sambil ngobrol ngobrol bedua bejejeran.

Sepeda melewati warung Desi … warung tempat ngumpulnya para goweser daerah Jonggol …. tapi saat kita lewat tidak banyak yang nongkrong di warung … diperjalanan juga tidak banyak ketemu rombongan goweser … entah pada pergi kemana mereka.

Perjalanan terus berlanjut naik terus ke atas, melewati kampung kampung dan setelah SD, sebelum melewati Jonggol Garden kita belok kiri dan menurun cukup curam ke bawah …. Terus menurun kebawah berliuk liuk di jalanan desa cor semen, melewati perumahan kampung kampung dan keluar dari kampung … masih menurun, melewati kebon durian dan sampailah di jembatan …. ini berarti titik dasar lembahnya.

Selepas jembatan kita mulai menanjak, dan tidak jauh dari jembatan ada belokan ke kiri, kita belok disana dan masuk ke jalanan tanah merah. Suasana kanan kirinya rimbun oleh semak dan pepohonan dan disana terpampang papan pengumuman bahwa area ini adalah hutan negara.

Kita gowes dijalanan tanah merah yang kering, kadang menurun dan lebih sering menanjaknya … tanjakan tanjakannya curam …. Tidak masalah kita tinggal dorong dorong saja sepeda sambil ngos ngos-an …. apalagi ditambah sengatan matahari yang cukup terik.

— tipikal jalanan menuju goa

Posisi goa didapatkan dari googlemaps tapi ketika sampai di posisi tersebut tidak ada guanya … hmmm mana nih guanya … kita teruskan perjalanan naik sedikit ke atas … dan disana ketemu dengan satu komunitas yang sedang membuka lahan …. ternyata mereka bekerja sama dengan perhutani dan mendapat bagian beberapa hektar lahan disini untuk dikelola.

Ngobrol ngobrol dengan mereka dan salah satu anggota komunitas itu tahu lokasi guanya dan memberikan ancer ancer ….. bergeraklah kita ke arah tersebut. Jika dilihat dari peta googlemaps … masih banyak area yang tertutup hijau … tapi kenyataanya saat saya disini …. Sudah banyak jalan jalan baru dibuat yang tidak muncul di citra satelit googlemaps – karena belum update. Jalan jalan baru ini sepertinya menuju ke lahan lahan yang dikelola oleh para warga atau komunitas …. Karena sebagian lahannya yang di citra satelit masih hijau lebat …. kenyataan saat saya disini sudah di bersihkan kemungkinan nanti akan dijadikan lahan pertanian atau perkebunan.

Terus kita bergerak … sekarang arahnya menurun … jalanan agak berkelok kelok …. hmmm dimana guanya ya …. katanya ada di sisi jalan tapi tertutup semak belukar.
Kebetulan kita bertemu dengan pengarit yang sedang mengumpulkan rumput untuk pakan ternak sapi. Berdasarkan petunjuk beliau ini akhirnya kita menemukan guanya.

— goa Sriwedari ada di dalam area yang rimbun di sisi kiri jalan

Ya posisi gua bisa dikatakan ada di tepi jalan … tapi tertutup oleh semak belukar yang lebat … kalau tidak tahu pasti akan terlewatkan begitu saja.
Sepeda kita parkir ditepi jalan … dan kita menerobos semak belukar dan menurun ke bawah … dan disana terlihat mulut gua yang cukup lebar …. ya inilah gua Sriwedari.

Ketika akan memotret dan membikin video di depan gua ini …. kadang kejadian aneh terjadi … beberapa kali kejadian ketika berada di area gua … kamera tidak mau menyala, padahal baterai sudah di charge penuh …. baterai dikeluar masukkan tetap tidak menyala, tapi setelah mengucapkan salam dan baca baca … kamera menyala kembali …. dan kejadian di gua Sriwedari ini … kamera tetap menyala tapi tidak mau di klik untuk foto atau merecord video … dicoba dimatikan dan dinyalakan … tetap tidak mau klik … saya ingat … lalu saya ucapkan salam dan basmalah … kamera bekerja secara normal …. Allhamdulillah …. Wallahuallam.

Kita tidak masuk kedalam guanya … kita hanya memerhatikan dari luar saja … untuk masuk kedalam perlu pengetahuan dan peralatan yang mumpuni.
Gua ini pintu masuknya vertical dan berdasarkan info yang saya baca di internet disebutkan bahwa kondisinya di dalamnya sangat indah …. makanya disebut goa Sriwedari atau taman yang indah.

Bagi para pecinta caving, gua ini special karena berbagai variasi stalaktit ada di dalamnya, termasuk stalaktik soda straw yang berbentuk tabung dan juga terdapat shawl atau tirai gua sehingga menambah keunikan dan keindahan gua ini. Didalam gua kabarnya banyak jalur jalurnya … sehingga sangat menarik dan menantang untuk melakukan susur gua.

Dengan segala keunikan dan kekayaan yang ada di dalam gua Sriwedari …. gua ini memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata terutama bagi yang menyenangi susur gua.

Tidak terlalu berlama lama di depan mulut gua ini … kita kembali ke atas ke sisi jalan. Kemudian kita bergerak untuk mencari spot rehat sambil ngopi. Sebelumnya sudah dipetakan akan ngopi di satu puncak bukit kecil… tapi ternyata untuk menuju ke atas sana …. Jalur setapaknya terlihat sudah sangat lebat semak belukar … sepertinya sudah lama orang tidak melewati jalur ini …. berhubung masih sedikit terbayang kejadian di gunung Solasih … kita putuskan untuk tidak lanjut menerobos, lebih baik mencari spot lain saja yang lebih aman dan friendly.

— coffee break

Dan akhirnya kita menemukan spot .. tidak jauh dari gua, sepertinya spot ini juga suka digunakan oleh para pembuka lahan untuk lehat karena ada bekas bekasnya. Areanya relative datar dan terbuka tapi dinaungi kerindangan pohon dan pemandangan lembah hijau didepan … cocok banget untuk rehat ngopi disini … apalagi tiupan anginnya terasa sejuk … bikin tambah mager … giling biji kopi … dan seduh dengan aero press … menikmati kopi hitam sambil cemal cemil snack yang dibawa … ngobrol ngobrol santai …. tak terasa waktu makin siang … sudah hampir jam 12 … kita putuskan untuk balik pulang.

Goa / Gua Sriwedari
Sukanegara, Jonggol, Kab Bogor
Koordinat googlemaps -6.516181, 107.024458

Minggu 31 Juli 2022

4 komentar di “Gua indah di tepi jalan yang tersembunyi – Goa Sriwedari

    • wah mudah2-an betul prediksinya mas Sitam …. kerjasama komunitas dan perhutani menghasilkan destinasi wisata bagus di area ini …. jadi gua ini juga akan terawat dan dimanfaatkan potensinya secara maksimal

  1. Hanupis ya Kang tuk suguhan goa Sriwedari. Terima kasih juga tuk pembelajaran berbicara dengan alam dalam tuntunanNya melalui peristiwa kamera di goa.
    Salam sehat dan berakhir pekan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s