Menembus Hutan Kuta Tandingan – Gua Kuta Mariyem dan Gua Kuta Masigit

Dari beberapa area hijau di sekitaran Jabodetabek, ada satu area yang selalu bikin kepenasaranan …. bahkan area tersebut selalu dikaitkan dengan kisah misteri, mistis, sejarah yang berhubungan dengan cerita leluhur … Hutan Kuta Tandingan.

Pernah sekali sudah sampai ke daerah hutan tersebut … dan turun hujan …. tipikal tanahnya lembek berlumpur dan nempel ke ban … membuat sulit bergerak …. putuskan putar arah balik … dan penuh perjuangan untuk dorong dorong sepeda sampai ke luar dari area tersebut ….

Saat ini sudah beberapa hari tidak turun hujan …. Hmmm saat yang tepat sepertinya …. meskipun agak sedikit ragu … karena sekarang kata orang musim kemarau basah, meskipun musim kemarau …. tapi sering turun hujan.

Ngga apa apalah dicoba … namanya juga usaha … kata orang bijak “yang penting kita berusaha, hasilnya diserahkan pada yang Maha Kuasa” kalau hujan tinggal puter arah cari destinasi lain … gampang toh.

Di area hutan Kuta Tandingan ada beberapa destinasi wisata yang bisa dituju … yang paling popular adalah Gua Kuta Masigit …. gowes ke sana … sekalian mampir ke destinasi tersebut.

Matahari di minggu pagi tidak bersinar terik … sedikit mendung, tapi sepertinya sih ngga akan hujan …. jam 7 kurang cusss berangkat. Melintasi Kalimalang ke arah Bekasi … tidak banyak bertemu goweser dan sepeda sampai di perempatan Metmall, menyebrang perempatan bolak belok dan sampailah di Bendung Bekasi … berhenti di perempatan dekat sini ….

Diam termangu menanti sejenak di tikum dan 7.32 si om nongol.
Langsung sepeda bergerak melanjutkan menyusuri Kalimalang ke arah Karawang.
Tapi langit jadi semakin mendung … walahhh … mulai hujan sedikit rintik rintik dan …. hujan turun semakin lebat. Kita mencari tempat perlindungan … rata rata sudah penuh oleh pemotor yang berlindung .. gaswat … agak menjauh sedikit, otomatis jadi sedikit kebasahan … ada jongko warung yang masih kosong … berhenti menepi disana bersama pemotor lain.

Hujan turun semakin lebat …. wahhh … tidak lama hujan dan langsung berhenti … bener benar total berhenti. Jalanan basah dan banyak genangan air. Kita lanjutkan perjalanan sambil gowes perlahan lahan …. takut nyiprat air … takut kotor … kalau bagian belakang kotor … bagaimana image kita … halahhhh.

Mendekat Cikarang … jalanan mulai banyak yang sudah mengering … tapi sepertinya di daerah sini turun hujannya tidak lebat. Kita melintas perempatan ke arah Delta Mas … sepeda terus melaju semakin lancar …. menyebrang jembatan Syphon Cibeet .. selepas jembatan sepeda berjalan perlahan mencari … goweser … ya … sudah janjian dengan goweser kawan lama … dia menanti sekitar sini …. nah itu ada sepeda lipat bawa gembolan lagi nyender … dan om Mukti …. lagi tidur aja lelap di balai balai warung …. “ sahur … sahur …. “ kaget terbangun dan masih bingung … hahaha ….

Sudah tahunan tidak bertemu beliau … biasanya gowes minggat jauh jauh … sekarang mau ikutan gowes yang dekat dekat … setelah chit chat sebentar kita melanjutkan perjalanan, tetap susuri Kalimalang … dan ketika mendekat ke arah akses jalan utama Karawang …. sepeda om Mukti ban-nya bocor …. wahhh.

Tapi dia insist agar kita terus jalan … meninggalkan dia mencari tambal ban … tidak mau di tungguin …. dia akan nyusul nanti …. kita percaya kemampuan dia bisa ngejar nanti …. pegowes minggat …

Berduaan lagi dengan si om meneruskan perjalanan, melalui bagian jalanan Kalimalang yang rusak … yang selalu rusak sekitar 1 km-an dan kembali jalanan mulus lagi …. disebelah kanan sungai Kalimalang terus menemani, melewati beberapa pintu masuk kawasan industri yang besar besar, melewati pemakaman mewah Al Azhar, melewati pabrik uang Peruri …. dan di perampatan destinasi wisata hutan Kertas … sepeda belok kanan menyebrang sungai Kalimalang dan masuk ke kawasan Industri Suryacipta. Di area ini kering kerontang …. Seperti sudah beberapa hari tidak turun hujan …. momen yang pas untuk masuk ke hutan Kuta Tandingan.

Masuk ke jalanan utama Suryacipta yang dua jalur lebar besar beraspal mulus, melewati beberapa pabrik pabrik besar dan megah. Beberapa nama pabrik yang familiar salah satunya Kopi Kapal Api … ternyata pabriknya disini toh.

Berbelok belok di kawasan industri ini menuju titik keluar … dan sampailah di ujung di satu pintu keluar kecil … yang langsung berbatasan dengan area hijau. Keluar dari pintu kecil kawasan dan langsung menanjak di jalanan kecil berbatu batu areanya banyak pohon dan semak belukar …. theoritically … kita sudah berada di kawasan hutan Kuta Tandingan …. Disana terpampang papan Perhutani, area hutan Kuta Tandingan adalah milik Perhutani. Dari titik masuk ini harus menempuh 8 km-an lebih untuk mencapai destinasi …. 8 km-an masuk kedalam hutan Kuta Tandingan.

Kita terus bergerak … jalanan jelek, kadang berbatu kadang tanah …. dominasi banyak tanjakan meskipun tidak ekstrem tapi karena jalanannya jelek tetap menguras tenaga. Udara panas terik menyengat dan tiba tiba sedikit mendung …. melihat ke atas …. awan hitam gelap …. wah was was …. Kalau hujan turun …. bener2 nightmare … sekarang posisi sudah jauh masuk kedalam … perjuangan akan sangat berat …. tadi sudah melewati beberapa spot jalan lembek …. kebayang kalau tambah lembek berlumpur. Angin bertiup kencang …. mudah2-an angin terus bertiup kencang dan membawa pergi awan mendung menjauh dan terus menjauh.

Doa terkabulkan … awan mendung menjauh tergantikan sinar matahari yang menyengat …. tipikal hutan Kuta Tandingan ini tidak tinggi hanya sekitar 230-an mdpl … sehingga panas gerahnya sangat terasa … tapi tidak masalah …. jalanan jadi tetap kering, asyik untuk dilalui.

Om Mukti tetap update bahwa dia sekarang bergerak menyusul kita, saya kasih lokasi utama destinasi … mudah2-an kita bisa bertemu.

— tipikal jalan disini kalau tidak tanah maka jalan gravelan, tapi ada juga sedikit jalan cor-an semen

Meskipun kita bergerak membelah hutan …. tapi tidak sepenuhnya benar2 sepi …. karena selama perjalanan ini beberapa kali ketemu rumah satu atau dua atau tiga rumah yang solitaire menyendiri terpisah berjauhan … dan kadang melewati perkampungan kecil ada beberapa rumah, bahkan jalanan tidak sepenuhnya berbatu atau tanah …. kadang melewati beberapa jalanan cor-an semen, meskipun hanya pendek … ya sekitar +- 10% dari rute perjalananlah ….

Sepeda gravelan alias ajrut ajrutan terus …. dan sampailah di atas tebing …. didepan adalah lembah yang terpangkas jalan tanah lebar memanjang membelah hutan …. inikah jalur KA cepat …. Ohhh ternyata bukan … ini adalah proyek pembangunan tol baru … tol parallel dengan tol Cikampek, atau dinamakan tol Japek II (Jakarta – Cikampek II), yang dimulai dari tol Jatiasih dan tembus di tol Cipularang di daerah Sadang sepanjang 62 km …. kerennn.

— melintasi pembangunan jalan tol baru, Japek 2

Kita menuruni lembah, menyebrang jalan tol dan nanjak kembali ke atas ….. dan kembali ke jalanan tanah merah terus ban sepeda berputar. Disatu pertigaan gps mengarahkan belok masuk ke jalan kecil …. ke jalan setapak tanah … terus membelah semak belukar, pepohonan dan …. mengarahkan belok lagi … tapi tidak ada belokannya … hanya semak belukar …. hmmmm …. apakah si gugel salah buat jalur … atau asalnya ada jalurnya dan kemudian terlantar dipenuhi semak belukar …. Berdasarkan panduan warga lokal … katanya ikutin terus saja jalan setapak ini lalu belok kesini … belok kesana … bla bla bla …. haha …. ternyata di dalam hutan masih banyak persimpangan jalan setapak.

Melihat gps … jika mengikuti terus jalur setapak ini sebenarnya makin menjauh …. tepatnya melingkar menjauh. Ya sudah posisinya sudah didalam sini …. percaya sama warlok (warga lokal) …. Kita melanjutkan perjalanan mengikuti jalur … untungnya beduaan … sama si om yang easy going .. ngga rewel dan ngga parnoan …. kalau sendirian pasti sudah ketar ketir …

Disetiap percabangan kita perhatikan gps, pokoknya ambil belokan yang mengarah ke rute yang dibuat sebelumnya …. terus begitu setiap ada percabangan … dan benar patokan patokan yang diberikan warlok tadi ditemui … melewati kampung kecil di tengah hutan … yang dilalui jalan setapak ini … dan tanjakan terjal … haha …

Akhirnya kita sampai di sisi jalur pembangunan KA cepat …. wowww … kalau tadi jalur Japek II masih tanah merah … jalur KA cepat ini sudah dibeton …. Kita posisinya ada di atas tebing … dan jalur KA cepat ada di bawah lembah. Di atas tebing ini ada beberapa bangunan …. sepertinya gudang dan kantor para pekerja KA cepat … jadi sebelah sisi jalur KA cepat ini ada jalur mobil untuk angkut logistik pembangunan jalur KA … terlihat naik turun mengikuti kontur tanah, sedangkan jalur KA cepat hampir rata.

— pembangunan jalur KA Cepat

Kita bergerak menurun kebawah lembah … mengolongi jalur KA dan kembali menanjak ke sisi sebrang atas …. dari puncak atas sini bisa terlihat progress jalur KA cepat …. dikejauhan terlihat jembatan beton yang seperti muncul dari lebatnya pepohonan … keren …

Perjalanan berlanjut … kita sudah berada kembali di rute yang telah dibuat sebelumnya …. asyikkk.
Jalanan berbatu batu kembali diselang seling dengan tanah merah becek tapi tidak parah … dan makin sering menanjak …. berdasarkan gps destinasi pertama sudah semakin dekat.

Dan disatu titik ada pertigaan kecil dan papan petunjuk “Guha Muara Kuta Mariyem” kita belok ke jalan setapak menanjak sekitar 10 meteran dan ada pondok kayu … di sisinya ada jalur setapak ke arah sungai …. Posisi Guha Kuta Mariyem ada di sungai …. sungai yang penuh bebatuan unik dengan berbagai formasi dan bentuk … lembah sungai ini begitu temaram karena terlidungi oleh lebatnya pepohonan …. hihi …. auranya jadi berbeda … gimana gitu …. untung berdua sama si om …
Guha Kuta Mariyem adalah gua vertical … penamaan Kuta Mariyem berasal dari keberadaan sebuah batu besar menyerupai meriam yang berada di sungai ini.

— Gua Kuta Mariyem ada di area sungai

Tidak lama kita berada disini … melanjutkan menuju destinasi ke dua … lokasinya tidak jauh dari sini sekitar700 meteran … kembali ke jalan desa dan menanjak kembali melewati perkampungan kecil yang rumahnya jarang jarang … dan disebelah kiri ada gapura Kuta Tandingan Gua Masigit.

— jalan menuju Gua Kuta Masigit

Kita masuk ke gapura, sedikit menurun kebawah … disebelah kiri ada monumen dan tertulis disana Tugu Kuta Galuh Pakuan Padjajaran … tidak jauh dari sana ada lagi gapura dan disanalah komplek situs gua Kuta Masigit …
Di area tersebut ada beberapa bangunan …. serta satu bangunan utama …. pada saat saya datang kebetulan area ini sangat sepi … pendopo atau bangunan utama terlihat gelap …. pada kemana orang2 ya …. kita mendekat ke arah lokasi gua, berdasarkan foto2 yang saya lihat di internet seharusnya gua ada di arah sana.

Kebetulan di dekat sana ada dua orang yang sedang berbincang bincang … kita mendekat dan menyampaikan maksud kedatangan untuk melihat gua kuta masigit …. kata beliau … gua masigit ada disini tapi kuta masigit ada 1,5 kilo lagi dari sini …. ahhh masa sih ….. heran, tidak seperti yang saya baca di internet … tapi kita mendengarkan saja.

Dan kita tidak diperbolehkan untuk mendekat ke gua tersebut karena tidak ada kuncen yang menemani …. ya sudah kita hanya melihatnya dari jauh dan memotret suasananya saja. Konon jaringan gua di Kuta Masigit terhubung ke berbagai tempat penting di tanah jawa.

— gua Kuta Masigit ada di area rimbun tersebut

Karena tidak bisa mendekat … maka kita beranjak pergi …. dan masih di area komplek situs tersebut, ada seorang ibu yang sedang menyapu …. kita bertanya pada beliau … dan konfirmasi informasi mengenai Kuta Masigit …. si ibu heran bukan kepalang … dan menyebut bahwa ini adalah area gua Kuta Masigit, kuta masigit ya ini juga …. dan menjelaskan dengan panjang lebar, siapa dan darimana saja yang datang kesini serta sejarah dan karomah situs ini …. kita hanya manggut manggut saja.

Kabarnya dari 7 situs kuta yang ada di hutan Kuta Tandingan, yang dianggap paling sakral adalah situs Kuta Masigit disini energinya paling kuat.

Kuta Masigit memiliki sebuah area kuno berupa pondasi bebatuan dengan batu tegak (menhir) di tengahnya. Konon, tempat itu semacam pusat peribadatan jaman dulu. Mungkin sudah ada sebelum zaman kerajaan Pajaaran.

— area batu menhir

Kata Kuta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah tempat berlindung atau kubu, sedangkan Tandingan artinya “tidak ada tandingannya” jadi Kuta Tandingan bisa diartikan tempat berlindung atau Kota yang tidak ada tandingannya. Ada yang berpendapat bahwa Kuta Tandingan adalah kota dimasa lalu yang tidak ada tandingannya, tapi ada juga yang berpendapat bahwa Kuta Tandingan akan menjadi Kota tidak ada tandingannya di masa depan.

Di area KutaTandingan terdapat tujuh kuta : Kuta Kulambu, Kuta Pohaci, Kuta Masigit, Kuta Meriam, Kuta Jati, Kuta Barang, dan Kuta Gombong.

Formasi dan bentuk bebatuan yang ada disini ada yang menyakini sebagai reruntuhan bangunan dimasa lalu yang memiliki peradaban yang tinggi.
Ada juga yang berpendapat bahwa Kuta Tandingan merupakan lokasi ibukota kerajaan Tarumanegara dan Pajajaran.

Semua hal hal yang sampaikan memerlukan penelitian lebih lanjut oleh para ahlinya. Namun yang pasti sampai saat ini situs situs tersebut dikeramatkan dan banyak dikunjungi dari berbagai wilayah Indonesia bahkan kabarnya ada juga yang datang dari luar negri.

Kuta Tandingan tempat bersejarah yang sampai saat ini masih banyak diselimuti misteri.
Menurut ahli geologi, hutan Kuta Tandingan adalah hutan dataran rendah yang merupakan hamparan batu gamping. Karst Kuta Tandingan tersusun dari batuan gamping dari formasi Jatiluhur yaitu batu gamping sisipan.

Om Mukti mengabari bahwa dia sudah berada di area hutan Kuta Tandingan tapi posisinya bingung dan memutuskan untuk berhenti … dari foto yang dikirimkan, terlihat bahwa rutenya berbeda dengan rute yang kita lalui sebelumnya, jadi kita tidak akan bertemu.

Setelah kita melihat lihat di area situs Kuta Masigit …. Sudah jam 1-an lebih … perut sudah lapar …
kita putuskan untuk pulang sambil mencari tempat rehat ngopi …. tapi selama perjalanan pulang menuruni hutan ini tidak menemukan spot yang asyik untuk rehat ….

Dan sampailah kita di jalur KA cepat lagi …. jika kita mengikuti jalur tadi kita berangkat … sebenarnya rute tersebut melambung … lebih pendek jika kita mengikuti jalur KA cepat ini ke arah Jakarta … tapi masalahnya boleh tidak ….. pertama kali waktu kita pergi ke Kuta Tandingan dengan melalui jalur KA, di tengah jalan di stop oleh petugas keamanan dan tidak diperbolehkan lanjut.

Tidak ada salahnya kita sekarang mencoba lagi …. tapi tidak selonong boy … kebetulan ada petugas KA cepat yang sepertinya sedang piket kerja naik motor …. Kita sampaikan maksud kita dan arah pulang yang dituju …. beliau kasihan kalau kita harus kembali lagi ke rute awal kedatangan …. katanya terlalu jauh memutar …. kita diperbolehkan melalui jalur KA cepat … ya jalur KA cepatnya bukan lewat jalur sisi KA yang naik turun …. dan kita diperintahkan untuk keluar nanti di KM 51 katanya … ikutin jalur keluar dan akan muncul di kawasan industri KIIC.

Horeeeee ….. allhamdulillah kita bisa ambil short cut …. memangkas jarak jauh dan jalurnya nyaman banget dibandingkan rute yang sebelumnya dilalui …. Kita seperti sedang test ride jalur KA cepat … dengan naik sepeda …. haha …. Ngga tahu kapan bisa naik KA cepatnya … tapi kita sudah sesepedahan di jalur KA cepat …. Hehe

Mengikuti panduan si Bapak tadi … melewati 4 jembatan dahulu dan sampailah di titik keluar …. menanjak ke atas tebing dan sampailah di gerbang dengan penjagaan …. ternyata ini termasuk salah satu akses utama logistik KA cepat … berhubung kita dari arah dalam mau keluar … security-nya tidak tanya tanya …. bayangkan kalau dari arah sebaliknya pasti sudah dilarang untuk lanjut masuk …

Jalanan dari KA cepat menuju kawasan industri jalurnya lebar dan di cor semen … karena ini adalah jalur lalu lintas truk … perjalanan masih naik turun … masih membelah hutan dan kampung kecil dan sekitar 3 km-an sampailah di kawasan industry KIIC … wah senangnya ….

Perjalanan berlanjut melintasi berbagai pabrik pabrik besar di jalanan aspal hotmix mulus dan lebar dan kita keluar di jalur tikus …. hanya untuk jalur pemotor, sampai di sisi tol Cikampek …. Menyebrangi tol Cikampek di km 52-an, pokoknya sebelum naik tol layang MBZ kalau dari arah Jawa. Setelah menyebrang tol cikampek … kita menyebrang sungai Kalimalang … horeeee …. bahagianya sekarang sudah ada di jalanan Kalimalang, terus bergerak ke arah Jakarta dan masih menempuh 45 km-an lagi untuk sampai rumah.

Mulyasejati, Kec. Ciampel, Karawang, Jawa Barat
Gua Kuta Mariyem
Koordinat googlemaps -6.453709, 107.300944
Gua Kuta Masigit
Koordinat googlemaps -6.456223, 107.303242

Minggu, 3 juli 2022

6 komentar di “Menembus Hutan Kuta Tandingan – Gua Kuta Mariyem dan Gua Kuta Masigit

  1. Sorry Om.. Di surya cipta sy ga belok kanan.. Lurus sampe ujung.. Trus tembus sih, ke area calon tol japek2.. Nanya penduduk sekitar.. Ga ada akaes jl lagi.. Mentok.. Akhirnya buka kopi sendiri di warung ekh.. Kyknya sih bekas warung disisi lain tol japek 2..

  2. lah menikmati 3 artikel berturut dari belakang, semua beraroma misteri. Penamaan goa seperti nama orang. Terpikat dengan situs batu kotak-kotak.
    Salam gowes dan sehat selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s