Pedesnya tanjakan Embrio Cipelang Bogor

Lereng gunung Salak memiliki banyak tempat yang menarik.
Suasananya pasti juara …. dingin sejuk … dan indah view-nya.

Salah satu tempat yang amazing suasana-nya adalah Embrio atau lebih tepatnya BET – Balai Embrio Ternak.

Sepeda bergerak melewati Pondok Gede dan … sampailah di Cibubur … tak lama kemudian si om yang akan menemani gowes nongol … sepeda bergerak kembali. Melintas Cibinong, jalan raya Bogor dan terus bergerak. Selama perjalanan … lancar dan tidak banyak ketemu goweser.

Rehat dulu sebentar di area Tugu Kujang Bogor … di trotoar luar kebun raya banyak sekali orang yang lalu lalang beraktifitas sedangkan di sebrang jalan tugu Bogor … banyak pesepeda yang nongkrong.

Setelah cemal cemil sebentar … bergerak kembali, merambat nanjak dan berbelok di Plaza Ekalokasari Bogor ke jalan Lawang Gintung … dan berkelok kelok menuruni lembah melewati stasiun KA Batutulis dan melintas jembatan Cipaku yang mengalir dibawahnya sungai Cisadane.

Jembatan adalah titik terendah lembah, setelah jembatan ini perjalanan akan di dominasi tanjakan tanjakan. Tanjakan pertama selepas jembatan … sebagai perkenalan dikasih tanjakan yang curam untuk memanaskan dengkul.

Sepeda bergerak santai merayap di jalan raya Cihideung …. tipikal rute ke arah sini … tanjakannya panjang panjang … curam … pokoke bikin dengkul panas dan napas ngos. Selama perjalanan di jalur ini hanya ketemu dua pesepada yang sedang turun ke arah bawah, tidak tahu kenapa … sepertinya jalur ini kurang favorit goweser, mungkin karena jalur ke arah sini lalu lintasnya lumayan ramai dan tidak terlalu lebar. Jadi ketika termehek mehek merambat nanjak … kadang diklaksonin mobil karena mereka merasa terganggu lajunya, dan kita goweserpun merasa tidak aman takut terserempet kendaraan.

Tanjakan selanjutnya melewati BonBinBor alias Kebon Binatang Bogor …. tidak banyak yang tahu bahwa Bogor memiliki kebon binatang, ya disinilah lokasinya.

Perjalanan terus menanjak … dan melewati sekitar 3 lembah kecil … yaitu ada turunan dan dibayar dengan tanjakan tanjakan yang curam dan panjang.

Ketika sudah melewati satu tanjakan panjang lagi … dititik puncak, disebelah kiri pinggir jalan ada warung dengan spanduk tempat rehat goweser …. Wah ternyata ada destinasi goweser ke arah sini, tapi pas saya lewat …. tidak terlihat satupun batang hidung goweser disana.
Dan di seberang warung ini ada café dengan bentuk unik yang bagian belakang café ini adalah lembah hijau … Bree coffee and kitchen namanya, pada saat saya lewat sih .. sudah banyak yang parkir, dan pada saat saya melintas pulang …. tempat ini sangat ramai … banyak mobil yang parkir disini.

Sepeda terus bergerak santai .. dan ketika sedang menuruni suatu turunan, disisi jalan terlihat gerbang dan patung durian yang besar …. dari papan nama yang terpampang tertulis “ Warso Farm “ …. ohhh ini toh Warso Farm itu …. terkenal dan sudah lama popular … meskipun belum pernah masuk, paling tidak saya pernah lewat di depannya … haha.

Selepas turunan Warso … dititik lembahnya ada belokan ke kanan, keluar dari jalan raya. Disana ada papan petunjuk arah BET – Balai Embrio Ternak, 3 km lagi.
Kita belok kanan dan diberi tanjakan cukup pedas …. dan terus menanjak melewati kedai kopi kecil. Terus menanjak dan di satu titik pertigaan, ada papan petunjuk BET, belok kiri … 2 km lagi.

Kita belok kiri dan berhenti rehat dulu di tepi jembatan …. Kita berhenti dulu karena “mengagumi” tanjakan di depan …. waww mantap banget tanjakan ini … ada motor kopling lewat … dan menanjak meraung raung dengan gigi rendah …. hmmm … terasa benar curamnya tanjakan ini.

Tanjakan terjal ini di cor semen …. saya merambat nanjak termehek mehek, rehat dua kali dan lanjut lagi untuk sampai titik landai … sedangkan di om dengan garang dilibas dengan satu kali gowesan.

Dibeberapa titik … jalannya berubah menjadi jelek …. aspal mengelupas berbatu batu lepas …. tapi jika jalanannya jelek … artinya tanjakannya landai … dan jika di depan ada cor-an semen atau aspal mulus … artinya tanjakannya curam … didaerah ketinggian ini bonusnya adalah pemandangan indah yang jauh lepas ke bawah …. Kita bisa berhenti rehat sambil menikmati pemandangan.

— di titik aman pertama

Ketika sedang rehat … kita memandang ke arah gunung Salak yang tinggi menjulang hijau …. wowww memang jalanan akan terus menanjak … di kejauhan di lereng gunung ada vila kayu … ihhh tinggi banget lokasinya …. mudah2-an arahnya tidak kesana …. haha … ternyata arahnya memang tidak kesana … tapi vila kayu itu ada di bawah destinasi yang kita tuju …. weleh weleh.

— gunung Salak diselimuti kabut

Yang heran … meskipun jalur ini sepi …. koq suka ada motor atau mobil yang dikendarai remaja muda mudi yang lewat mengarah ke atas … apakah mereka akan bermain ke BET atau anak karyawan yang tinggal di BET.

Perjalanan nanjak terus berlanjut …. pokoke nanjaknya mantap pooll deh … supaya tidak ciut kalau lihat ke depan atas, jiper melihat tanjakannya …. saya menanjak sambil menunduk terus lihat ke aspal … merayap pelan … seolah olah menikmati tanjakan … padahal rasanya dengkul dan napas ini sudah mau meledak.

Setelah melewati 2 belokan tanjakan letter S kita melewati motor motor dan beberapa mobil yang parkir … ohhh ternyata muda mudi itu menuju lokasi ini … disana tertulis Taman Fathan Alesano … semacam resto dengan dek atau panggung yang lokasinya sangat strategis …. memandang lepas jauh ke lembah ke arah Bogor.

— tanjakan terjal menuju gapura

Kita terus menanjak … dan melewati tanjakan curam terakhir untuk sampai ke gerbang BET …
Kita hanya sampai di gerbang ini …. karena untuk lanjut dan masuk ke BET harus mengajukan izin tertulis dahulu, tidak bisa sembarang atau go show main masuk saja.

Di area gerbang ini terpampang papan yang menyebutkan kawasan ini adalah area terbatas, tidak untuk umum.

Untuk sampai ke lokasi BET-nya harus meneruskan sedikit lagi perjalanan menanjak ke atas.
BET didirikan tahun 1991 seluas +- 92,8 ha, merupakan merupakan balai ternak modern yang sudah memenuhi standar internasional. Balai ini mampu menghasilkan sapi unggul dengan proses pengembangan teknologi terbaru, yang dikelola dan berada dibawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan produksi, pengembangan dan distribusi embrio ternak.

BET memproduksi embrio sapi dan ternak bibit sapi. Ternak Bibit sapi yang lahir di BET Cipelang memiliki genetik unggul. Ternak bibit unggul jantan akan didistribusikan ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Nasional/Daerah dimana setelah sampai di BIB, ternak bibit tersebut akan diproduksi semennya lalu disebar ke masyarakat. Sementara untuk ternak bibit betina akan dipakai sendiri oleh BET Cipelang sebagai bibit sapi betina (donor) yang akan diproduksi embrionya atau sebagai resipien.

Pusat pengembangan sapi unggulan ini berada di ketinggian 1.200 mdpl sedangkan gerbang dimana sepeda saya berhenti ada di ketinggian 855 mdpl.

Karena tidak bisa masuk ke kawasan BET, kita mencari spot yang asyik untuk ngopi.
Spot yang memiliki view yang lepas jauh ke bawah lembah, memandang kota Bogor jauh di bawah.
Udara yang sejuk cocok banget ngopi sambil cemal cemil. Kali ini kita buat cappuccino …. peralatan manual untuk ngocok susu sudah kita bawa.

Cappuccino dibuat secara manual dengan suasana sejuk dan alam hijau indah …. membuat sensasi rasanya jadi lebih mantap.

— meracik kopi membuat cappuccino

Ketika langit semakin mendung …. cappuccino dan kue kue sudah habis … saatnya untuk pulang.

Perjalanan pulang dari titik tinggi BET menuju bawah … ada papan pengumuman atau peringatan motor matic tidak disarankan untuk menuruni tanjakan ini …. Motor matic tidak punya engine brake sehingga berbahaya menuruni turunan curam dan panjang …. hmmm seharusnya papan ini ada di bawah di awal tanjakan …. bukan pada saat motor sudah sampai ke atas … hehe.
Dan beberapa papan peringatan ketika sebelum menuruni turunan panjang untuk “harap cek rem anda oke” …. sepertinya banyak sekali kejadian rem blong …. si om saja yang biasa ngebut di turunan … diturunan Embrio ini … pelan pelan …. apalagi saya … pelan banget … ngeri …

Balai Embrio Ternak
Cipelang, Kec Cijeruk, Kab Bogor
Koordinat googlemaps -6.70708, 106.77152

Minggu 12 Juni 2022

6 komentar di “Pedesnya tanjakan Embrio Cipelang Bogor

  1. Beneran kudet nih saya, baru ngeh ada bonbin di Bogor, lah ngertinya kebun rusa aja hehe… pedesnya tanjakan ngalahin lonjakan harga cabe. Hanupis Kang tuk oleh2 bersapedahan yang kami nikmati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s