Menikmati keindahan padang savana diketinggian – Kulah Dua

Ada satu tempat yang sangat menarik ….
Padang rumput hijau yang terhampar luas di ketinggian.
Kulah Dua namanya, berada diketinggian 1.111 mdpl, memiliki view yang unik dan indah …. serta udara yang sejuk.

Meskipun minggu pagi awan mendung … tapi tetap semangat gowes, sepeda bergerak melintas Pondok Gede dan terus mengarah menuju Cibubur.

Hari Minggu tanggal 5 Juni ini, banyak acara untuk merayakan World Bicycle Day, wara wiri e-flyers di medsos …. Berbagai acara sepeda World Bicycle Day, tapi sepanjang perjalanan … tidak banyak ketemu rombongan sepeda …. malah beberapa kali ketemu rombongan Harley.

Perjalanan lancar dan sampailah di tikum Cibubur …. menanti sejenak …. beberapa rombongan kecil pesepeda lewat … dan muncullah si om.

— menanti di tikum cibubur

Setelah ngobrol2 ngga jelas sebentar …. perjalanan berlanjut, melewati perumahan Podomoro Golf View, menyusuri gang di pinggir tol Jagorawi. Dan sepeda bergerak di jl Mayor Oking Citeureup, melintas Sentul Sirkuit …. dan sepeda berbelok masuk gang menyebrang sungai di sisi Ah Poong restaurant Sentul.

Sepeda mulai bolak belok di gang kecil, melewati pemukiman padat, melewati sisi luar tembok belakang sebuah resort besar yang rusak terbengkalai …. spooky .. sedih melihatnya … ah sudahlah …. sepeda terus bergerak dan disatu titik sepeda belok keluar perkampungan, masuk ke jalan setapak yang membelah kebon penduduk, jalan setapak yang becek … 100 meteran kemudian masuk kembali ke perkampungan padat melalui gang yang sempit …. hanya pas satu sepeda … kolak kelok di gang sempit ini seru … bahkan harus tutup dulu jendela ketika sepeda mau lewat.

Sepeda kembali masuk ke jalan besar dan jalanan mulai merambat menanjak, melewati sisi belakang hotel Novotel Bogor dan tibalah di area perumahan besar yang masih sedang dalam pembangunan, Summarecon Bogor.

Sepeda masuk ke area perumahan sampai bundaran besar pertama kemudian keluar area Summarecon, menyusuri pinggir tol Jagorawi dan sampailah di jembatan penyebrangan kecil di bawah tol Jagorawi di dekat Bendungan Katulampa Bogor.

Berhubung jembatannya kecil sempit, jadi kita bersama motor motor lain yang hendak menyebrang harus antri bergiliran, selepas jembatan kita belok kanan, selama ini jika melalui jalur ini kita belok kiri, tapi kali ini untuk pertama kalinya … kata orang akan selalu ada untuk yang pertama kalinya. Kita belok kanan … ngolong menyebrang tol Jagorawi dan menyusuri sisi luar tol Jagorawi melalui jalan setapak …. sebelah kiri tembok tol Jagorawi dan sebelah kanan kebon kebon penduduk.

Terus bergerak … melewati perkampungan kecil … kebon kebon lagi .. dan jalan menjadi selebar mobil … lalu melintasi pesawahan … eitsss tapi di tepi pesawahan ini ada yang unik … ada kursi kursi kayu yang berjejer di sisi jalan .. ditepi sawah …. hmmm unik banget … ini buat apa ya … soalnya menghadap ke jalan bukan ke sawah … untuk duduk duduk sambil godain orang yang lewat kali ya … heheh. Kita jadi tergoda untuk rehat sebentar disini … duduk di kursi kayu di jalan sepi … ngemil ngemil snack yang dibawa.

Tidak lama rehat … gowesan berlanjut kembali, jalanan menurun dan mengolong menyebrang kembali jalan tol Jagorawi yang menuju arah Ciawi … jalan tol baru menuju Sukabumi.
Lalu jalan menanjak mengarah ke perempatan pasar Ciawi … melewati masjid Al Amaliyah Universitas Djuanda Bogor dan sepeda muncul di tepi pasar Ciawi …. ramai padat. Selain karena angkot yang berhenti terserah maunya dia, juga banyaknya lalu lintas kendaraan yang mengarah Puncak.

Sepeda bergerak lambat mengikuti arus … melewati RSUD Ciawi, dan belok kanan keluar dari jalan raya masuk ke jalan yang menuju Camp Hulu Cai resort.
Mulailah sepeda menanjak dan terus menanjak … tidak curam tapi panjang panjang, ehhh ada juga sih yang curamnya. Lalu lintas jalan cukup ramai, melewati beberapa hotel atau resto yang cukup besar besar.

Sebetulnya rute paling mudah adalah mengikuti arah ke camp Hulu Cai Resort, tapi jalurnya sedikit berputar dan saya mengambil jalur yang lebih pendek … potong kompas … masuk kedalam gang, melewati perumahan penduduk yang padat … melewati tanjakan tanjakan yang cukup terjal … untuk memastikan arah bertanya ke penduduk …. jawabannya … mengarahkan untuk keluar kembali ke jalan mobil, jika melalui jalur ini … jalurnya jelek dan tanjakan terjal, bahkan dari cara ngomong dan raut mukanya seperti kasihan jika kita harus melalui rute ini menuju Kulah Dua …. hmmmm …. Bertanya sekali lagi untuk memastikan ke warga lokal lain …. eeehh … ternyata jawabannya sama saja … dan cara ngomongnya juga sama … hahaha … ya sudah akhirnya kita putuskan mengikuti advice mereka …. untuk keluar menuju jalan besar, harus melalui gang kecil yang super terjal … seperti menuju langit ke 7 …. dan gileeee licin …. si om aja nyerah … apalagi saya yang cemen … kata si om … “gilaaa … ban depan langsung ngangkat“ …. Yakkk dorong dorong sespeda dengan gagahnya dan nongol lagi di jalan besar.

— tanjakan langit ke 7

Mengikuti jalan aspal mulus ini terus menanjak ke atas, melewati Camp Hulu Cai Resort … saya pikir tempat camping seperti biasa … ternyata bagus banget … ohhh iya kan namanya pakai resort ….

Selepas Camp Hulu Cai, jalanan sepi … jarang ketemu kendaraan … jadinya asyik nyaman nanjak di jalan yang sepi …. Ya gimana tidak sepi, karena jalan ini tidak tembus … bisa dikatakan buntu.

Hujan rintik mulai turun … bungkus2 dulu electronic gears dan lanjut.
Semakin ke atas …. rumah semakin jarang, kanan kiri hanya kebon kebon penduduk. Rumah atau pondok ada satu dua … melewati satu vila kayu besar bergaya jawa kuno, sayang kurang terawat, padahal desain bangunan dan view-nya keren.

Sepeda melewati kebon jabon di kanan kiri yang tidak terlalu luas, hujan semakin deras … berteduh sebentar di saung di tepi kebon jabon … ketika hujan sedikit reda … lanjut lagi.

Terus menanjak … mentok di pertigaan … di depan sudah terbentang hamparan padang rumput yang sangat sangat luas …. untuk menuju Kulah Dua ada dua pilihan jalan …. jalur pendek atau jalur panjang. Jalur pendek belok kiri melalui jalan setapak kebon dan jalur panjang belok kanan melalui jalanan mobil.

Kita pilih yang terpendek dong … shortcut … sepeda belok kiri di jalanan cor-an beton, di sisi kanan terlihat gunung Gede dan Pangrango sangat besar megah, sisi kiri terlihat Ciawi dan Bogor di bawah … dikejauhan.

Jalanan cor-an semen habis … jalanan berubah menjadi tanah, ketemu rombongan motor trail yang lewat, dan tak lama kemudian sepeda belok kanan dan menanjak, melewati padang savana dan kemudian masuk ke jalanan setapak tanah menanjak melewati kebon kebon.

Jarak dari awal belokan menuju Kulah Dua sekitar 2,5 km-an lagi …. tapi jalur terpendek ini menjadi terasa lebih jauh …. jalan setapak tanah merah menanjak ini …. licinnnn …. ditambah hujan turun lagi … menambah licin seperti belut …. menanjak licin … tanah merah nempel … effort-nya jadi triple …. bener2 perjuangan …. kondisinya 10% gowesbale … 90% dorong terus … terus dorong.

Dorong sepeda saja susah …. beberapa kali tikosoledat terjatuh … licin bangettt. Perjalanan jadi sangat lambat … dan capek bener … keringat campur air hujan terasa asin di mulut.

—- dorong dorong sepeda di rute kebon menuju Kulah Dua

Tidak tahu berapa kali rehat dan berapa kali terjatuh … dan akhirnya bertemu lagi dengan jalanan aspal … jalan yang akan dilalui jika tadi dipertigaan bawah belok kanan, melalui rute jalan mobil.
Senangnya ketemu jalan beraspal …. lihat di GPS tinggal 500 meteran lagi.

— membelah padang rumput

Kalau tadi waktu lewat jalur kebon …. pemandangan kanan kiri adalah kebon kebon berbagai aneka sayuran. Tapi di jalan aspal ini …. view-nya berbeda, terbentang hamparan hijau rumput …. … ke arah atas, bawah, kanan kiri adalah padang savana …. betapa cantiknya …. serasa dimana gitu.

Sepeda bergerak ke atas dan sampailah di satu titik …. titik tertinggi sementara… didepan lembah menurun dan menanjak kembali ke lereng gunung membelah padang rumput, jalanan berubah menjadi tanah yang ditumbuhi rerumputan, menuju batas hutan yang ditumbuhi pepohonan yang lebat. Tepat disisi hutan ada kolam penampungan air untuk kebutuhan area peternakan ini. Kulah dua artinya ada dua kolam penampungan air …. airnya bersih dan jernih berasal dari curug di area dalam di lereng gunung ini. Untuk mencapai curug tersebut memerlukan satu jam lebih berjalan kaki, kata penduduk lokal.

— gunung Gede dan Pangrango terlihat sangat dekat dan megah

Kita memilih untuk berhenti dan rehat di titik ini … di sebelah kanan dan kiri jalan ada tanah datar dan sepertinya sering digunakan untuk ngecamp, ada bekas api unggung dan …. seperti biasa …. sampah sampah plastik berserakan … hmmm

— parkir rehat di spot nge-camp

Dari atas sini terlihat bahwa padang savana ini sangat luas … terbentang hijau ke bawah, udaranya sangat sejuk … apalagi pada saat disini … awan mendung …. untung angin tidak bertiup kencang sehingga tidak terlalu dingin.

Bentangan padang savana yang luas ini adalah area peternakan sapi Tapos peninggalan Soeharto, digunakan sebagai tempat pembibitan berbagai jenis sapi unggul dari luar negeri – Australia, juga merupakan suatu pusat penelitian bagi penyediaan, penanaman, dan pengawetan makanan ternak.

Pada zamannya, Tapos menjadi kebanggaan Presiden Soeharto dan sering dikunjungi secara rutin bahkan menjadi destinasi tamu kepresidenan.

Pasca lengsernya Soeharto tahun 1998, peternakan sapi Tapos bisa dikatakan mati suri, aktifitas riset dan pengembangan tidak ada lagi, kabarnya saat ini masih ada aktifitas pemerahan susu sapi, konon jumlahnya 1.000-an sapi dan ratusan domba. Area peternakan yang awalnya seluas 750 ha sejak pasca reformasi menyusut menjadi sekitar 650 ha kabarnya karena ada penjarahan lahan.

Suasana disini sangat hening ….. sepi …. meski kadang terdengar raungan suara motor trail di kejauhan yang sedang berjuang melewati suatu track, selebihnya … benar benar hening dan sepi. Untuk penikmat keheningan … cocok bermain kesini sambil menikmati udara dan view yang indah.

Nge-camp disini pasti asyik … bisa menikmati sunrise dan sunset … serta melihat kerlap kerlip lampu kota Bogor – Ciawi di kejauhan pada malam hari.

Sambil rehat …. kita giling biji kopi dan menyeduhnya dengan v60 … seruput kopi hitam panas di Kulah Dua di udara yang dingin segar memang sangat nikmat …. menghangatkan badan dan me-recharge semangat. Semua bekal camilan kita keluarkan … lumayan sebagai ganjal perut yang lapar setelah tenaga terkuras habis dorong dorong sepeda untuk sampai kesini.

Kita benar benar nyantai dan menikmati suasana alam Kulah Dua. Udara makin dingin … sudah jam 1-an … hujan turun kembali …. kita segera membereskan perlengkapan serta membawa pulang sampah yang kita hasilkan.

Rute pulang, kita ambil terus jalan mobil ke bawah … kalau lewat rute kebon pasti waktunya akan lebih lama lagi … karena turunan single track tanah merah …. ujung2-nya akan tuntun terus sepeda sampai ke bawah.

— perjalanan pulang melalui rute mobil

Melalui rute mobil, ternyata nuansa padang savana-nya lebih terasa, karena rute ini membelah ratusan hektar padang rumbut yang membentang … kerennn. Banyak spot spot yang instagramable … hanya sayangnya pada saat ini hujan turun jadi tidak bisa maksimal di abadikan.

Memang rute mobil ini lebih memutar dan sebagian jalannya ternyata aspalnya sudah mengelupas … menyisakan batu batu … bahkan batu batu lepas …. Sepeda rigid ini ajrut ajrutan menuruni turunan berbatu … dan setelah beberapa kali berhenti untuk sekedar foto foto atau menikmati suasana padang rumput, sampailah kita di pertigaan di titik awal masuk.

Sepeda terus menurun kebawah melewati Cibedug yang tadi kita lalui … diiringi hujan terus menerus, ishoma dulu di daerah Cibedug … dan lanjut turun kebawah … perjalanan pulang ini terasa lebih cepat …. bahkan bisa cepat lagi kalau berani … tapi kita play safe saja.

Sepeda meluncur terus turun kebawah melalui Ciawi dan terus bergerak pulang menuju Jakarta.

Kulah Dua
Cibedug, Tapos, Ciawi, Kab Bogor
Koordinat googlemaps -6.731831, 106.910875

Minggu 5 Juni 2022

6 komentar di “Menikmati keindahan padang savana diketinggian – Kulah Dua

  1. Terakhir kali bersepeda agak jauhan ban nginjek kawat.
    Amsyong sudah pada saat itu harus dorong speda dari jalan sampe rumah.

    Setelah baca artikel ini jadi kangen bersepeda lagi,
    Soalnya sering diajak teman goes bareng.

    Salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s