Muncak 140 mdpl – Gunung Kepuh

Saatnya pergi ke daerah baru .. ke daerah yang cantik dan indah … Jogja atau Bali … daerah yang tepat … hmmm … kayaknya kejauhan … yang dekat dekat aja …. yang murmer … hehe … sekitaran Jabotabek lagi … maunya ke pantai … atau ke gunung … kayaknya muncak oke juga.

Daerah Parung Panjang jarang saya main kesana … pernah sesepedahan ke gunung Dago yang ada di area sana … disebelah gunung dago ada gunung tetangganya … gunung Kepuh.

Matahari bersinar cerah .. sepeda berangkat di minggu pagi menyusuri Kalimalang mengarah ke Cawang, menyebrang menaiki fly over Pancoran, belok melalui jalan Wolter Mongensidi dan tak lama kemudian masuk ke area jalan Wijaya Kebayoran Baru … jarang sekali saya melintas daerah ini … Wijaya termasuk daerah elite … jalanan lebar sepi pohon pohon yang besar dan rindang … rumah rumah wow segede gaban … asyikk juga melihat sesuatu yang beda … melihat yang indah indah … selama ini hanya perkampungan, pesawahan, alam yang hijau hijau tapi rumah rumah beserta pekarangan yang cantik ini sangat layak untuk dinikmati, cukup melihat dan melewati dari luar saja sudah senang.

Melewati beberapa café dan resto yang didesain dengan indah, grande dan mewah … saya merasa udik melihat kemegahan ini … siangnya ketika pulang melewati café café, resto resto tersebut … ternyata ramai dikunjungi … mobil mobil berderet deret parkir … kerennn, bahagianya orang orang tersebut makan mewah ditempat indah … alangkah bersyukurnya saya … cukup ngopi di tempat tempat hijau atau pinggir kali saja sudah bahagia … ngga butuh ongkos banyak .. hehehe

Sepeda menyebrang jalan Panglima Polim dan terus bergerak … sampailah di sisi mall GanCit alias Gandaria City … hmm … dari mall ini buka sampai saat ini saya belum pernah masuk … haha … kuper sih iya .. tapi seneng seneng aja sih …

GPS mengarahkan masuk gang kecil … potong kompas … masuk gang sempit yang padat dengan pemukiman yang terletak di lembah yang ada sungainya … kebayang kemungkinan kalau musim hujan .. area ini kebanjiran …

Keluar dari gang … sepeda berada di area jalan Bendi .. dan terus roda berputar .. tak lama kemudian melewati pemakaman Tanah Kusir … masuk kembali ke jalan kecil … melewati pemukiman padat dan terus menyusuri sisi rel KA …. cukup lama juga menyusuri rel KA ini dan kemudian sudah masuk ke area perumahan yang besar dan tertata rapi … area perumahan Bintaro …

Sampailah di Bintaro Plaza … banyak goweser berkumpul di area ini, saya tidak tahu apakah ini bagian dari Bintaro Loop yang terkenal itu … kuper saya.

Jarang saya masuk area Bintaro … banyak area area komersil baru yang baru kali ini saya lihat. Cuman yang paling menarik bagi saya … tidak tahu di daerah Bintaro mana … sektor berapa … disana banyak café café yang bagus … dan ada 1 – 2 café yang jadi spot nongki goweser … ada area khusus parkir sepeda dan spotnya memang cozy sih … berkonsep outdoor .. dan rimbun oleh pohon2 yang besar dan tinggi.

Dan tepat di sisi Mesjis Al Aqsa Bintaro yang arsitekturnya unik … sepeda masuk ke dalam gang sempit dan terus berkolak kelok … muncul di jalanan perkampungan, menyebrang diatas jalan tol Serpong – Cinere, melewati sekolah Sinar Cendekia … berbelok dan … di sebrang jalan ada warung yang dipenuhi goweser … tertulis “Kampung Sepeda” …. ohhh .. ini adalah basecamp JPG …. Trak JPG yang sudah lama dan popular di kalangan goweser …. dan … sayapun kuper … belum pernah gowes di JPG … paling tidak saya pernah melintas di depan basecamp-nya.

Tak jauh dari basecamp … sepeda muncul di jalan dua lajur yang besar dan lebar …. saya sudah di BSD … melintasi jalanan yang besar … melewati cluster cluster perumahan .. melewati area area komersil, keluar dari BSD dan berada di jalan raya Cisauk.

Tipikal khas daerah Cisauk .. banyak penjual pasir, karena di area Cisauk dan sekitarnya banyak tambang pasir skala kecil dan besar. Di area ini beberapa kali ketemu rombongan pesepeda … komunitas MTB dan grup Gravel juga terlihat wara wiri di area sini. Area sekitaran Cisauk sampai Parung Panjang banyak sekali track gravel atau single track tanah yang menantang.

Daerah Ciasuk – Parung Panjang rumah rumah disisi jalan agak jarang jarang, banyak melewati area hijau … pesawahan, hutan bambu ataupun area pepohonan. Dan kemudian ada pertigaan dan saya belok kanan masuk ke jalanan desa, mau melipir dulu ke satu destinasi.

Sepeda menyusuri jalanan kampung, tidak terlalu jauh dari akses belokan masuk dan tepat disisi jalan ada Pancuran 7 … pancuran air sebanyak tujuh buah yang bersisian, airnya berasal langsung dari mata air, konon … meski dimusim kemaraupun airnya tetap mengalir, tepat disebelahnya ada mushalla.
Dibelakang Pancuran 7 adalah bukit hijau tinggi menjulang …. itulah Gunung Kepuh … jadi pancuran tujuh posisinya ada di kaki gunung Kepuh, tapi juga ada yang menyebut ini adalah gunung Pingku, sesuai dengan nama desanya, desa Pingku. Nama gunung Kepuh juga ada dilokasi lain di daerah Cigudeg Bogor. Air dari pancuran 7 ini dikeramatkan dan dipercayai memiliki khasiat.

— air pancuran langsung dari mata air gunung Kepuh

Saya mengamati sebentar dan meneruskan perjalanan menuju destinasi utama. Sepeda kembali bergerak kearah jalan masuk, dan kembali menyusuri jalanan utama.

Ban sepeda terus menggelinding dan disatu titik .. dibelokan … saya berhenti sejenak … di depan disebrang hamparan hijau pesawahan ada bukit hijau … itulah gunung Dago … destinasi wisata dan juga destinasi goweser. Tahun 2018 pernah juga gowes kesana … kali ini hanya melintasi akses masuknya, perjalanan dilanjutkan, mulai menanjak nanjak … area disekitaran sini memang berbukit bukit. Tidak jauh dari akses ke gunung Dago ada pertigaan … sepeda belok kanan masuk jalanan kampung lagi, menuju destinasi utama yaitu Wisata Taman Gunung Kepuh.

Sebenarnya ini bukan jalur utama menuju Taman Wisata Gunung Kepuh, akses masuk utamanya sebetulnya tidak jauh dari Pancuran 7. Tapi saya hendak blusukan dulu … mumpung sedang bermain ke area sini … ingin jalan jalan di area hutannya … hutan gunung Kepuh.

Tidak jauh dari sana ada pertigaan dan saya belok kanan masuk .. mengikuti jalanan kampung dan langsung bercabang dua, saya ambil arah kiri, mengikuti jalan conblock dan tidak jauh, jalan jadi buntu di pekarangan rumah …. tapi saya perhatikan di GPS berdasarkan rute yang saya buat ternyata belok masuk ke jalan setapak. Kata penduduk yang kebetulan ada disana “ jalur itu masuk ke hutan, suka ada pesepeda main kesana “

Saya masuk ke jalur setapak yang kanan kirinya semak belukar, dan sedikit menanjak … semak belukar berubah menjadi alang alang yang cukup lebat … dan muncul di jalan tanah selebar satu mobil …terus saja bergerak … sepi tidak ada siapa siapa. Disatu titik saya berhenti … saya perhatikan, jika terus akan naik kebukit tanah merah di atas … sepertinya di bukit itu tanah merahnya ditambang, terlihat ada truk dan bulldozer di atas sana. Dan ke arah lembah ada danau kecil yang airnya berwarna kecoklatan, ada dua mancinger yang duduk berjauhan di bawah pohon rindang. Pandangan ke arah bukit sebelah kanan, terlihat ada bendera merah putih yang berkibar di puncak bukitnya.

— di area gunung Kepuh

Sepeda bergerak ke arah puncak bukit, melewati area yang mulai rimbun dan semakin rimbun … bisa dikatakan lebat, jalanan setapak tidak begitu jelas …. suasana sepi … hanya suara serangga, angin dan suara tidak jelas. Jadi jiper … hehehe … hanya mengikuti insting saja untuk maju terus …. seharusnya jika maju terus akan mendekati perkampungan.

Bergerak menembus hutan sambil celingukan kanan kiri … dan akhirnya muncul di area yang lapang dan luas … sepetinya pernah menjadi ladang. Wah .. betapa senangnya …. dan diujung kejauhan terlihat dua petani penggarap sedang bekerja … jadi tambah lega karena ada orang.

Perjalanan berlanjut menyebrang area lapang ini sampai ke sebrang, ternyata area ini dipagari … dibalik pagar adalah kebon penduduk, tidak ada jalan lain …. terpaksa sepeda di angkat menyebrangi pagar dan melintasi kebon nanas, masuk ke area hutan bambu yang rindang … menurun terus kebawah, terlihat rumah di ujung hutan bambu … pasti itu adalah ujung desa … asyikkk.
Ketika mendekat ke area perkampungan bertemu bapak tua, beliau memberikan arahan untuk menuju ke destinasi … yang ternyata sudah dekat dari sini.

Mendekat ke kampung dahulu dan ada jalan setapak yang menanjak melalui kebun bambu dan terus menanjak cukup curam. Sampai di area yang agak datar, disana ada saung bambu … sepertinya untuk loket tiket .. tapi kosong tidak ada yang jaga. Melewati saung kosong mendaki tangga tanah dan sampailah di area atas … di area Wisata Gunung Kepuh.

Sepi …. ada beberapa bangunan atau saung tersebar di puncak gunung Kepuh ini.
Ada orang di warung saung sedang tiduran … dan di saung atas juga ada orang.
Ternyata … saya adalah satu satunya wisatawan yang datang …. sampai saya pulang tidak ada orang yang datang.

Orang yang ada di warung dan saung adalah penjaga warung. Jadi ada 2 warung yang buka, satu yang agak dibawah, di akses saya masuk dan satu lagi di warung/kedai yang ada di puncak gunungnya.

Ngobrol dengan penjaga kedai … ternyata area wisata ini dikelola oleh pemuda desa. Biasanya sore banyak yang datang … menikmati suasana sore .. sunset dan kerlap kerlip lampu di kejauhan.
Area wisata ini sepertinya belum lama dibuka, akses masuk utama melewati Pancuran 7 dan ada jalan masuk ke atas melalui jalan tanah … mobil dan motor bisa parkir mendekat ke lokasi.
Jalan tadi yang saya lalui yang ada saung loket kosong … adalah “pintu belakang” … bukan akses utama.

Di puncak ini saya ditagih tiket masuk … murah meriah hanya 10 ribu. Petugas tiketnya yang menunggu di pintu masuk utama, di dekat area parkir yang kosong. Di puncak gunung bisa dikatakan dapat melihat 360 derajat … ke timur, barat, utara dan selatan. Jajaran gedung pencakar langit di daerah Serpong terlihat berjejer menjulang tinggi.

Selain wisata selfie dengan beberapa spot selfie kekinian, disini juga bisa nge-camp … atau hanya sekedar bersantai menikmati suasana puncak gunung Kepuh yang memiliki ketinggian 140 mdpl. Ada kedai di puncak gunung ini beserta beberapa spot duduk yang tersebar.

— kedai di puncak gunung Kepuh

Untungnya saya datang ketika awan mendung … memang kebayang kalau pas panas terik …. Di puncak ini hampir tidak ada pepohonan. Tempat sepi begini malah asyik untuk pilih tempat dimana saja tanpa terganggu …

Saya pilih spot duduk yang cozy …. tuangkan air panas dan ngopi … seruput kopi hitam sambil cemal cemil snack … menikmati pemandangan 360 derajat, desiran angin yang cukup keras, suara dedaunan yang bergoyang goyang … membuat rileks dan bahagia.

Pancuran 7
Tiket masuk gratis
Koordinat googlemaps -6.37325, 106.58373
Desa Pingku, Parung Panjang, Bogor

Gunung Kepuh
Tiket masuk Rp. 10.000,-
Koordinat googlemaps -6.37402, 106.57996
Desa Pingku, Parung Panjang, Bogor

Minggu 9 Januari 2022

6 komentar di “Muncak 140 mdpl – Gunung Kepuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s