Eksplorasi unpopular Jonggol – Jembatan Zeni, Puncak Sawah dan Balancing Stones

Daerah Jonggol banyak sekali area yang tidak popular … tidak tahu ada apa disana … saatnya untuk mengexplorasi area itu. Sebagai patokan spot yang harus dilalui adalah jembatan gantung Zeni AD …. hmm menarik … dan kemudian terus bergerak ke area area yang belum pernah saya datangi … terutama daerah daerah yang hijau .. dan bentangan pesawahan berundak.

First Sunday Ride 2022 saat yang tepat untuk mengeksplore …. tahun baru … semangat baru … tempat baru.

Kalimalang di minggu pertama tahun ini … seperti biasa saja … lalu lintas seperti hari minggu pagi biasanya … mungkin karena semangat tahun baru atau karena minggu pagi yang cerah … ketemu beberapa rombongan goweser dalam jumlah yang besar … bapak bapak … ibu ibu … bahkan anak kecil juga ada … wowww.

Sepeda bergerak santai … melewati perumahan Grand Galaxy, Kemang Pratama dan meluncur santai di jalan Narogong Bekasi … sampailah di Metland Cileungsi. Rehat sejenak … dan lanjut lagi gowes, melewati Taman Buah Mekarsari …. dan sudah ada beberapa kendaraan yang parkir antre mau masuk gerbang utamanya yang masih tutup. Pemandangan yang aneh … selama 2 tahun pandemic … dengan segala aturan … sepi. Dan sekarang seperti kembali normal lagi.

Sepeda menyusuri jalan raya Jonggol Cariu … melintas Citra Raya, pertigaan Cibucil … pertigaan tugu Jonggol dan seperti biasanya ada rombongan sepeda yang ngumpul disana …. beberapa titik jalanan Jonggol Cariu rusak berlubang … tipikal jalanan di musim hujan. Ban sepeda terus berputar mengikuti irama jalan … menanjak, menurun … belok kanan, belok kiri.

Melewati gedung training Basarnas … belokan sudah dekat, dan selepas Basarnas … sepeda belok kanan tepat disamping supermarket modern yang ada dimana mana, masuk kedalam … melewati perkampungan, sekolah SD Tegalpanjang dan rumah semakin jarang … kanan kiri adalah pesawahan.

Mengikuti GPS, sepeda belok kanan … keluar dari jalan cor-an semen … masuk ke jalanan berbatu, melewati jejeran pohon dikanan kiri dengan background pesawahan … kerennn.

Jalanan terus menurun kearah lembah …. dan didepan ditengah pesawahan terlihat jembatan gantung besi … wow .. itulah jembatan gantung Zeni AD, terlihat unik dan menarik

Sepeda terus bergerak menurun kebawah menyebrang melintasi jembatan Zeni AD Bale Panjang … jembatan besi dengan lantai kayu sehingga ketika dilindas ban sepeda bunyi gludug gludug … unik.
Jembatan ini sepertinya dibuat oleh TNI AD, selebar satu mobil untuk melintas.

Selepas jembatan, jalanan menanjak dan masuk perkampungan kecil. Jalanan terus menanjak tapi tidak curam … enak untuk digowes … melewati kebun penduduk, terus menanjak … dan sampailah di titik tertinggi …. Disebelah kanan tebing yang dipenuhi pepohonan dan disebelah kiri jurang yang lebat dengan semak dan pepohonan …. dibawahnya terbentang lembah pesawahan yang luas.

Tadinya saya ingin coffee break disini … memandang bentangan pesawahan yang luas. Tapi tidak menemukan spot yang enak dan nyaman, yang cozy-lah pokoknya … karena jurang yang dalam dan dipenuhi semak belukar dan pepohonan …

Perjalanan terus berlanjut … sambil terus ditemani pemandangan bentangan pesawahan, sangat menyenangkan.

Disatu area, jalanan cor-an semen menurun mengarah ke jembatan … yang membelah pesawahan yang berundak … pemandangan pesawahan berundak yang luas ini serasa bukan di Jonggol … dan bukan pula di Ubud … tapi di Jonggol … wehhh. Pemandangan pesawahan berundak yang luas terbentang … saya suka.

Selepas jembatan … menanjak dan terus menanjak .. dan terus menanjak …. melewati dulu perkampungan .. dan “area hutan” …. ada satu area tanjakan yang menurut saya ini paling curam dari jalur ini …. argggghhh … pantesan ketika menanjak tertatih tatih melewati perkampungan kecil tadi… ada seorang bapak yang menyapa dan keheranan … mungkin karena jarang banget yang sesepedahan lewat jalur ini dan … melewati tanjakan panjang dan ada bagian yang curam di depan … heh heh …

Melewati tanjakan curam ini engap bangettt .. untungnya areanya rindang dinaungi pepohonan yang tinggi tinggi … ditemani suara suara serangga …. bergerak perlahan … sampai di “atas” saya kira sudah sampai puncaknya … ternyata masih terus menanjak … untung tidak securam tadi … tapi tenaga sudah terkuras … perut lapar … serasa mau tepar.

view dari area Puncak Sawah

Sepeda terus merayap … dan sampailah di satu spot … wewwww …. Subhanallah …. menurut saya spot ini yang terindah di jalur ini …. berada di punggungan bukit … bisa melihat lembah pesawahan berundak kanan dan kiri. Tidak tahu apa namanya spot ini … hmmm … sudah saya kasih nama Puncak Sawah Indah … Ada spot yang paling pas untuk bersantai menikmati suasana ini …. dibukit kecil …. tapi dibukit itu sudah dibuat rumah saung kayu kecil yang manis …. dan ada mobil terparkir dan beberapa orang disana …. wah bahagianya punya spot terindah disini …. jika dijadikan kedai .. atau villa kecil yang disewakan … mungkin bakalan ngehitsss.

Gowesan dilanjutkan …. masih menanjak .. tidak terlalu curam … sampai di perkampungan … keluar masuk perkampungan …. jalanan kampung ini rolling … ada turunan .. dan ada tanjakan … tapi tidak curam, asyiklah digowes. Selama gowes di jalur ini, tidak ketemu sekali goweser … mungkin karena tidak popular … menurut saya jalur ini sangat recommended untuk menjadi jalur sepeda …. kalau kata anak anak sepeda kalcer … ini jalur syahdu.

Kemudian melewati perkampungan … menanjak lagi dan sampailah di jalan raya Mengker – Gunung Batu … yeayyy …. sepeda mengambil arah ke bawah …. ke arah Mengker … menurun terus dan terus menurun.

Tapi jalur perjalanan memang tidak mengambil arah langsung ke jalan raya Jonggol – Cariu, di satu titik … berbelok masuk, di belokan Cigekbrong Satus, akan melewati destinasi wisata air keramat Cigekbrong dan terus akan melalui bendungan Cipamingkis.

Setelah belok masuk jalan Cigekbrong … dibeberapa titik macet …. mobil mobil dan motor wisatawan keluar masuk di jalan sempit ini … antri. Melewati destinasi Cigekbrong yang ramai oleh kendaraan parkir …. mata air Cigekbrong dipercayai memiliki khasiat … yang menjadi daya tarik orang datang ke tempat ini. Cigekbrong ini kadang menjadi destinasi para goweser, memang tidak terlalu banyak sih pegowes yang main kesini …. pertama kali saya gowes ke Cigekbrong tahun 2015.
Tapi saat ini sepertinya tidak pesepeda main kesana …. tempatnya penuh motor dan mobil.

Sepeda melewati Cigekbrong dan terus meluncur menurun dengan santai … jalanan sudah di cor-an semen … dan didepan, dilembah terlihat jembatan di area pesawahan … ketika melintas jembatan dan melihat ke sungai berbatu … hahhhh …. ada yang unik dan sangat jarang … baru kali ini saya melihat dengan mata kepala langsung … balancing stones … batu batu bertumpuk tertata rapih dalam jumlah yang banyak.

Butuh knowledge skill dan …. kesabaran untuk membuat balancing stone …. satu saja sudah susah …. apalagi sebanyak ini. Saya hanya bisa dan mengapresiasi hasil karyanya …. kerennn.
Tempat ini cocok untuk jadi spot ngopi …. mensyukuri momen saat ini …. kesehatan, waktu, gemercik air sungai, … karya seni balancing stones.

Dibawah kerindangan dedaunan pohon, di tepi sungai … menyiapkan segala keperluan untuk ngopi … yang simple ringkes …bawa kopi sachetan dan thermos air panas …. sobek kemasan kopi .. sobek lagi sekali lagi bagian kantong kopi … posisikan di mug … dan tuangkan air panas dari thermos … mug dipegang masih sangat panas …. menunggu beberapa saat dahulu … dan kemudian seruput kopi hitam …

Allhamdulillah … semuanya terasa begitu menyenangkan …. sudah gowes nanjak nanjak dan menemukan spot indah ini … terasa small, simple and happy ….cukup rehat sambil ngopi disini … recharge tenaga dan semangat.

Gowesan pulang berlanjut … mengambil jalur melalui bendungan Cipamingkis. Ternyata jalur dari Cigekbrong menuju bendungan tersebut melalui turunan yang curam dan berkelok … rimbun oleh hutan bambu yang cukup lebat … jalanannya batu makadam, dari kondisi jalanannya terlihat bahwa jalanan ini jarang dilalui kendaraan … bukan jalur utama, paling hanya penduduk lokal saja.

Sepeda akhirnya melewati jembatan bendungan Cipamingkis dan ditemani beberapa kali hujan dan kering, akhirnya sepeda kembali sampai di rumah.

Jembatan gantung Zeni AD
Balekambang, Jonggol, Bogor
Koordinat googlemaps -6.505988, 107.110028

Puncak Sawah Indah
Sukadamai, Sukamakmur, Jonggol, Bogor
Koordinat googlemaps -6.52759, 107.08877

Balancing Stones
Cigekbrong, Balekambang, Jonggol, Bogor
Koordinat googlemaps -6.51880, 107.07610

Minggu 2 Januari 2022

7 komentar di “Eksplorasi unpopular Jonggol – Jembatan Zeni, Puncak Sawah dan Balancing Stones

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s