Mentok Ujung Awal Kalimalang – Bendungan Curug

Selama ini kluyuran wara wiri di Kalimalang … bertahun tahun
Tapi belum pernah tahu titik pangkal Kalimalang itu seperti apa.

Kalau ujung akhir Kalimalang pernah … lokasi akhir aliran Kalimalang ada di daerah Cawang, aliran airnya masuk ke dalam bangunan Perum Jasa Tirta II yang diolah menjadi bahan baku pasokan air dan didistribusikan bagi warga Jakarta.

Perjalanan menuju bendungan Curug ini tertunda tunda terus …. karena untuk menuju kesana dengan menyusuri terus menerus Kalimalang yang terbayangkan adalah sengatan matahari yang panas, terpaan angin dari arah depan dan …. rasa bosan …. karena perjalanan, suasana dan pemandangannya relatif monoton …

Musim hujan ini …. sepertinya saat yang tepat untuk menyusuri Kalimalang sampai mentok, terhindar dari sengatan panas matahari yang menyengat terutama pada saat perjalanan pulang di siang hari.

Kalimalang adalah sungai buatan yang tujuan awalnya untuk irigasi pertanian dan bahan baku air minum, dibangun pada media tahun 1960-an dengan panjang sekitar 68 km-an dari Cawang sampai ke titik awalanya yaitu Bendungan Curug di daerah Klari Karawang.

Hampir jam 7 di minggu pagi, sepeda mulai bergerak perlahan meninggalkan rumah dan menyusuri Kalimalang di mulai dari daerah Duren Sawit, matahari bersinar terang, setelah hari Sabtu kemarin diguyur hujan angin lebat.

Bertemu beberapa goweser di daerah Kalimalang yang searah ke Bekasi. Umumnya mereka bergerak kearah Summarecon Bekasi. Selepas perempatan Metmall … bisa dikatakan totally gowes sendirian, melintasi pintu air kalimalang pertama yang saya lalui … lebih dikenal dengan sebutan Prisdo Bekasi.

Terus sepeda bergerak …. jalanan Kalimalang ini sampai ke daerah Cikarang (Delta Mas) bisa dikatakan hampir dua jalur … 80% mulus … ada di beberapa titik yang rusak .. tapi selebihnya ok.

Selepas perempatan Delta Mas, melewati pasar di pinggir jalan dan tak lama kemudian melintasi jembatan Siphon Cibeet …. Spot ini adalah yang terunik untuk aliran sungai Kalimalang, karena di titik ini aliran sungai Kalimalang masuk kedalam terowongan underpass melewati sungai Cibeet. Aliran sungai Kalimalang adalah bahan baku air minum bagi warga Jakarta sehingga dijaga “kebersihannya” … hampir 90% aliran sungai yang terpotong Kalimalang akan melintas dibawah Kalimalang … tidak masuk ke sungai Kalimalang.

Diperempatan Pangkalan – Wanakerta, sepeda mengambil jalur berputar melambung mengikuti jalan besar … karena jika mengikuti sisi jalan Kalimalang … jalanan di daerah Wanakerta rusak … hanya melambung sekitar 2 km-an dan kembali menyusuri sisi sungai Kalimalang.

Melintas pertigaan underpass yang jika belok kiri akan masuk jalan utama Karawang dan menuju kota Karawang, sepeda tetap lurus menyusuri Kalimalang dan sampailah di sisi Kalimalang daerah Wadas, Teluk Jambe …. Jalanan yang hancur … apalagi dimusim penghujan … banyak kubangan air dan lumpur … pertama kali gowes lewat jalan ini tahun 2015 … sudah rusak dan beberapa kali lewat sini tetap rusak … dan sekarangpun konsisten rusaknya …. Jalanan rusak ini sekitar 1 km-an … kemudian jalanan mulus kembali. Melewati pabrik uang Peruri di sisi seberang Kalimalang, menyebrang diatas jalan tol Cikampek, melintas gerbang pemakaman elit Al Azhar memorial garden.

Dan sampailah di perempatan besar … ke kiri ke pintu gerbang tol Cikampek, lurus menyusuri Kalimalang dan belok kanan masuk ke kawasan industri Surya Cipta. Saya ambil masuk kedalam kawasan Industri, karena jika mengikuti sungai Kalimalang … rutenya berputar melambung, sedangkan jika masuk kawasan akan memotong jarak … waktu tempuh akan lebih cepat karena selain jarak lebih dekat juga jalanan di kawasan industri ini lebar mulus dan sepi.

Setelah masuk melintas kawasan 8 km-an lebih yang sepi dan lengang, melewati beberapa pabrik … dan banyak area kosong berhektar hektar …. sampailah di area belakang kawasan … dan ada jalan tikus, hanya bisa dilalui motor dan melintas perkampungan … jalanan menurun dan menyebrang sungai Kalimalang.

— penjala ikan sungai Kalimalang di daerah Karawang

Sepeda kembali menyusuri sisi sungai kalimalang … melewati jalanan hancur kembali … berlumpur dan kubangan air sekitar 500 meteran … selebihnya jalanan mulus kembali.
Destinasi utama sudah dekat …. Tapi saya akan melipir dahulu ke danau Onco … jadi di satu titik saya menyebrang lagi sungai dan menyusuri Kalimalang di sisi sebrangnya. Ternyata jalur di sisi ini jalannya tanah … berhubung musim hujan .. jadi tanahnya becek dan lembek … sudah kepalang tanggung … bablasin terus … berbecek becek .. dan sampailah di danaunya …

Danau Onco berada tepat bersisian dengan aliran sungai Kalimalang, danau Onco lumayan luas … dan menjadi area budidaya ikan nila dengan sistem keramba. Banyak pemancing yang datang ke danau ini dan di sisi danau ada warung warung yang menjajakan ikan sebagai menu utama.

— danau Onco yang bersisian dengan Kalimalang di sebelah Bendungan Curug

Di sebrang danau selain terlihat beberapa formasi gunung runcing yang unik juga terlihat pembangunan rel kereta api cepat Jakarta Bandung.

Tidak berlama lama disini .. meneruskan perjalanan dan 50 meteran sudah sampai di ujung sungai Kalimalang …. di titik awal sungai Kalimalang.

— jalur awal tarum Barat / Kalimalang yang berasal dari bendungan Curug

Inilah Bendungan Curug … dinamakan seperti itu karena air yang melalui bendungan ini seperti air terjun (curug). Bendungan Curug dibangun mulai tahun 1965 sampai 1968.

— Bendungan Curug

Aliran utama dari sungai Citarum yang melewati waduk Jatiluhur. Dan di bendungan Curug dipecah menjadi tiga jalur … kearah barat menjadi Tarum Barat alias Kalimalang, kearah timur menjadi Tarum Timur dan jalur air yang lurus disebut Tarum Tengah atau Tarum Utara atau sungai Citarum yang akan melewati Bendungan Walahar, bendungan yang dibangun Belanda pada tahun 1923.

Bendungan Curug dikelola oleh Perum Tirta II, aliran Tarum Barat saat ini lebih difungsikan sebagai pasokan air untuk warga Jakarta. Saluran Tarum Timur mengalir ke arah timur melintasi wilayah Cikampek dan daerah Kabupaten Subang.

Aliran yang mengarah ke Tarum Barat menggunakan pompa hidrolik 17 unit sedangkan yang ke Tarum Timur menggunakan pompa listrik sebanyak 6 unit.

— Aliran Tarum Timur

Bendungan Curug memiliki 8 menara dan 7 pintu air, mungkin karena musim hujan … debit airnya besar …. gemuruh air yang turun di bendungan pintu airnya sangat kencang … menciptakan deburan dan gelombang ombak yang ganas …. bikin ciut melihatnya.

Truk lalu lalang lumayan banyak melintasi jembatan bendungan ini … tidak tahu apakah truk truk tersebut yang mengerjakan proyek KA cepat atau ada proyek lain.

Bendungan Curug bukan destinasi wisata …. andai dikemas menjadi destinasi wisata, pasti akan menarik banyak wisatawan datang kesini … karena tempatnya unik dan memiliki nilai ilmu pengetahuan.

Kenapa Tarum Barat disebut Kalimalang …. sebutan ini muncul karena aliran sungainya yang melintang atau malang dari bahasa Sunda, sehingga disebutlah kali yang melintang atau Kalimalang.

Sudah jam 11-an … meskipun masih terik … tapi terlihat awan mulai mendung. Dan sepeda bergerak pulang, dinaungi awan gelap … hujan deras turun di daerah Cikarang … pasang jaket dan terus bablasin berbasah basah hujan hujanan pulang.

Bendungan Curug
Tiket Masuk Gratis
Mulyasejati, Kec Ciampel, Kab Karawang, Jawa Barat
Koordinat googlemaps -6.44692, 107.37875

Minggu 12 Desember 2021

5 komentar di “Mentok Ujung Awal Kalimalang – Bendungan Curug

  1. Wah menarik, kalimalang berhulu dari sungai citarum 🙂 mata air yang bersumber dari tanah sunda, ibarat orang betawi yang nama-nama daerahnya ‘berbau’ tanah sunda tp bercampur bahasa melayu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s