Ngopi hitam sambil menikmati pemandangan – Jajar Gunung Kinayungan

Pengen nyantai ngopi … tapi sambil menikmati pemandangan.
Pemandangan lembah hijau dan pegunungan disekelilingnya.
Tempatnya tidak ramai

Destinasi yang terbayang adalah Jajar Gunung Kinayungan.
Lokasinya ada di suatu puncak bukit yang dikelilingi lembah hijau dan view gunung gunung.
Tempatnya juga tidak ramai juga … dulu tempat ini pernah viral dan ramai … sekarang sudah lewat … jadi kemungkinan spotnya tidak ramai …. asyik buat nyantai.

Jam setengah tujuhan berangkat dari rumah dan 26 km-an sampai di tikum Metland Cileungsi. Menanti sejenak, si om datang dan kita langsung berangkat melintas Mekarsari dan menyusuri jalan Jonggol Cariu.

Tipikal jalanan disini, rolling naik turun, lalu lintas sedikit ramai. Ketika melintas tugu Jonggol, seperti biasa suka ada komunitas goweser yang rehat atau kumpul disini. Kita terus bergerak dijalan raya ini dan belok kanan masuk kearah Mengker. Sebetulnya dengan mengambil arah Mengker menuju Kinayungan rutenya jadi melambung atau lebih jauh, tapi jalannya mulus dan lebar sehingga bisa lebih lancar perjalanannya.

Jalanan di daerah Mengker ini menanjak landai terus, dan serunya jalannya berbelok belok sehingga tidak membosankan. Daerah sini adalah penghasil durian, maka jika lewat pada musim durian, dipinggir jalan banyak yang menjajakan durian.

Perjalanan terus menanjak dan berkelok kelok dan sampailah di puncak pertama, sepeda akan menurun kebawah berkelok kelok seru … melewati pesantren Al Andalus dan terus menurun. Tapi di tengah turunan baru ngeh …. belokan ke Kinayungan terlewatkan.

Seharusnya di titik puncak bukit ada belokan ke kanan …. Wehhhhh …. Kita balik ke atas … gowes menanjak ke atas berkelok kelok ini tidak seseru menurun ya … hehe

Sampai di puncaknya dan disana ada pertigaan jalan berbatu batu, kita belok kesana

Masuk jalanan berbatu batu dan sebagian kecil jalanan becek … tapi selebihnya adalah jalanan berbatu batu dan menanjak. Meskipun tanjakannya tidak curam, tapi karena berbatu batu sehingga cukup sulit dan menguras tenaga untuk melaluinya.

— mendekat ke destinasi

Jalanan berbatu batu berubah menjadi jalan cor-an semen dan kita melewati kampung kecil, selepas kampung kecil, jalanan menanjak cukup curam, untungnya jalannya cor-an semen sehingga memudahkan untuk melibas tanjakan ini … maksuknya si om yang mudah …. saya sih ngap ngap-an disini.

Menanjak … dan sampailah di pertigaanm di area ini ada beberapa warung. Belok kiri menuju Kinayungan dan jika ambil arah lurus menurun akan menuju rute yang lebih pendek menuju kesini dari arah Cileungsi dengan melalui Bendungan Cipamingkis atau melalui curug Citiis.

Sepeda belok kiri dan jalanan kembali berbatu batu dan menanjak landai, melewati rumah makan yang memiliki view lepas kearah lembah Sukamakmur. Kita terus saja dan sedikit menurun …. sampailah di area depan Jajar Gunung Kinayungan. Di area depan ini ada beberapa warung berjejer.

Jika jalan ini diteruskan maka akan sampai ke destinasi wisata terkenal yaitu gunung Batu Jonggol. Kita pernah menuju gunung Batu melalui jalanan ini tahun 2016, pada saat itu belum ada Jajar Kinayungan ini dan butuh perjuangan karena sepanjang jalan, jalanannya hancur.

3,5 km-an dari jalan raya yang beraspal mulus, jam 10-an lebih, Jajar Kinayungan terlihat sepi, ada beberapa motor terparkir. Kita bayar tiket masuk 5 ribu perorang …. murah banget, apalagi mendapatkan view seindah ini.

Jajar Gunung Kinayungan adalah sebuah sebuah bukit yang bisa melihat sisi utara, selatan dan barat.

— bukit Jajar Gunung Kinayungan

Lembah hijau Sukamakmur terbentang luas, dan pegunungan di arah selatan terlihat jelas, gunung Batu Jonggol tampil paling menarik dan menonjol.

— gunung Batu Jonggol dilihat dari Jajar Gunung Kinayungan

Jajar Gunung Kinayungan dikemas sebagai wisata selfie tersedia beberapa spot selfie – bintang, cinta, menara dll – dan juga spot camping. Asyik camping dipuncak bukit ini …. paginya menikmati sunrise dan malamnya merasakan sensasi kerlap kerlip lampu dibawah lembah.

Pada saat kita datang destinasi ini sepi … hanya ada 2 kelompok kecil.

Susana yang pas banget, seperti ini yang kita cari … kita hanya ingin bersantai di tempat yg tidak ramai … menikmati pemandangan lembah ke arah Jonggol dan Sukamakmur. Sungai Cipamingkis dibawah lembah terlihat indah meliak liuk.

Bukit ini berada pada ketinggian 649 mdpl, angin berhembus segar diantara pepohonan pinus yang berjejer.

Perlengkapan ngopi kita siapkan, giling dulu biji kopi arabika yang dibawa setengah kasar, memasak air … dan kita seduh dengan metode french press.

— menggiling biji kopi

Sedapnya menyeruput kopi hitam … sambil cemal cemil kudapan … dan menikmati suasana … menikmati pemandangan lembah dan jajaran pegunungan yang indah.

Tak terasa waktu berputar … semakin siang … hampir jam 12 … ada beberapa wisatawan yang datang … tidak banyak.

Bahkan ada 2 goweser yang baru datang, mereka dari Bekasi, pergi ke arah sini mengambil jalur curug Citiis. Kita mengobrol2 dulu sebentar dan karena cuaca semakin mendung kita berangkat pulang duluan.

Pulangnya kita ambil jalur bendungan Cipamingkis yang juga searah dengan curug Citiis.
Rute pulang menurun terus … jalanan kampung cor-an semen dan tidak begitu mulus.

Disatu pertigaan jika belok kiri akan ke curug Citiis dan lurus ke arah bendungan Cipamingkis. Kita ambil arah lurus … tetap menurun terus … kita menurun dengan santai …

Dipertigaan yang ada bundaran kita belok kiri ke turunan yang cukup tajam. Wahhh … baru di cor semen mulus, senangnya … Tapi cor-an ini ternyata hanya baru sebagian … bagian lainnya masih tanah merah dan sebagian lagi berbatu batu.
Turunan berbatu batu menggunakan sepeda rigid … capek juga … haha …

Setelah menurun ajrut2an sampailah kita di tepi sungai Cipamingkis … Disebelah kiri ada “hutan kecil” dan ada sekelompok yang sedang bersantai sambil tidur2-an di hammock.
Ketika kita lewat tiba tiba ada yang berdiri dan memanggil kita.
Wah … ternyata om Adin dari blog dan channel Wisata Jabodetabek …. selama ini hanya “ketemuan” digital … ternyata akhirnya bersua PTM — pertemuan tatap muka. Om Adin mengenali sepeda dan om Adi yang lewat ….. mengobrol ngobrol dulu sejenak dan kemudian kita melanjutkan perjalanan pulang dengan melalui bendungan Cipamingkis.

Di jalan raya Jonggol Cariu turun hujan dengan sangat lebat, kita berteduh sambil makan diwarung, beres makan, hujan masih terus berlangsung …. sepertinya hujan akan lama. Kita gowes pulang menerobos hujan …. dan terus ditemani hujan sepanjang perjalanan sampai tiba dirumah.

Jajar Gunung Kinayungan
Tiket masuk Rp. 5.000,-
Kp. Gunung Sieum, Ds Sukadamai, Sukamakmur, Bogor
Koordinat googlemaps -6.58320, 107.03804

Minggu 7 November 2021

2 komentar di “Ngopi hitam sambil menikmati pemandangan – Jajar Gunung Kinayungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s