Melihat batu “melayang” – Batu Tumpang Galuga

Situs yang berhubungan dengan kerajaan Padjajaran tersebar di daerah Bogor, karena disanalah letak kerajaan tesebut berada. Beberapa situsnya pernah saya kunjungi dan ketika mendapat info bahwa terdapat situs kerajaan Pajajaran di daerah gunung Galuga saya tertarik untuk mengunjungi.

Situs Batu Galuga ini tidak popular, tidak banyak info mengenai batu ini di internet, tapi saya berhasil mendapatkan ancer ancer lokasinya …. berada di bukit Galuga, tidak jauh dari Museum Pasir Angin yang pernah saya kunjungi.

Minggu pagi berangkatlah kesana, merapat dahulu ke tikum Cibubur.
Chit Chat sejenak di tikum …. Jam 8 kurang sepeda sudah melaju kembali.
Melewati perumahan perumahan besar di daerah Leuwinanggung Cibubur dan setelah potong kompas melewati gang …. kita sudah berada di jalan raya Bogor.

Jalanan aspal mulus dan lebar sehingga sepeda melaju cukup kencang apalagi pakai road bike tapi si om tetap menempel dengan ketat dengan santai …. dan tak lama kemudian sampai diperempatan jalan tol lingkar luar Bogor. Kita belok kanan menyusuri kolong tol dan belok kiri melewati Taman Yasmin Bogor.

Melewati daerah Bubulak dan melintasi IPB Dramaga ….. lalu lintas sampai di depan kampus IPB sangat lancar …. biasanya daerah sini ramai padat merayap … mungkin karena mahasiswa masih kuliah online kali ya ….

Tapi selepas melewati kampus …. lalu lintas padat … melewati beberapa titik macet, terutama di persimpangan jalan. Sepeda bisa selap selip merayap dan didaerah gunung batu Ciampea perjalanan lancar kembali.

Jalanan lebih sering menanjak halus … dan si om menunjukkan kelasnya …. dijalanan datar si om hanya nempel dibelakang RB tapi dijalanan menanjak nanjak … si om meninggalkan saya … hehe

Di pertigaan Leuwiliang sepeda belok kanan menyebrang jalan ke arah Rumpin.
Di depan terlihat bukit atau gunung kecil …. Itulah gunung/bukit Galuga, destinasi yang dituju.

Tanjakannya lebih terasa …. sepeda merayap ke atas .. sedang si om langsung ngacir meninggalkan saya. Kanan kiri jalan tidak ada rumah penduduk umumnya tanah kosong dan dibelakangnya adalah area hijau semak belukar atau pepohonan.

Setengah perjalanan menuju bukit di area kiri jalan sedang dibangun suatu proyek yang besar dan luas …. sepanjang jalan dipagari, dari tulisan dan gambar yang terpampang bahwa area ini adalah milik salah satu kesatuan tentara dan sepertinya sedang dibangun menjadi destinasi wisata …. nantinya akan ada café, taman dan masjid juga.

Kita melewati gerbang area proyek dan terus … sampailah di titik puncak dan jalanan mulai menurun kebawah …. sepanjang sisi jalan masih terus dipagari …. kita menurun terus kebawah …. sebelum sampai ke titik bawah, kita behenti …. berdasarkan ancer ancer, lokasi batu ada di atas bukit sebelah kiri, permasalahannya … tidak ada akses … karena tertutup pagar proyek. Hmmm …. mau tanya orang tidak ada siapa siapa di sekitaran sini.

Kita kembali gowes balik kearah atas …. untuk menuju ke bukit tersebut, maka harus melalui akses gerbang utama proyek ini. Kita bertanya pada petugas penjaga … “batu Galuga … ??? … apakah maksudnya batu tumpang ??? “ kata penjaga gerbang. Ternyata batu ini lebih dikenal batu Tumpang bukan batu Galuga.
Batu tersebut ada di atas bukit dan untuk mencapai kesana sulit katanya … karena jalurnya sudah dipapas tebingnya. Kita jelaskan bahwa kita sudah datang jauh jauh kesini …. dan sedikit memelas melas …. “dari Kalimalang gowes kesini …. ???” muka penjaga gerbang kaget dan merasa kasihan karena sudah gowes jauh jauh. Akhirnya dia mengontak temannya yang berada di lapangan …. dan temannya tahu akses untuk menuju kesana. Beliau bersedia mengantar kita …. jalur utama untuk kesana sudah tidak bisa dilalui karena sudah dipapras tebingnya. Tapi bisa kesana melalui jalur belakang bukit.

Kita mengikuti sang bapak …. membelah area proyek yang sebagian besar sudah lapang menjadi tanah merah, hanya sebagian saja terutama di bagian area tengah masih tersisa bukit. Untung datang kesini sedang kering …. jika kena hujan pasti becek lembek parah … akan sangat sulit dilalui.
Area tanah merah lapang ini, seperti yang disampaikan semula, akan menjadi destinasi wisata. Tapi sambil menunggu proses pembangunan fisik …. area tanah merah lapang ini, sebagian akan dijadikan area motorcross … tracknya hampir selesai dibangun.

Kita bergerak kearah belakang bukit, mengikuti si Bapak yang naik motor.
Beliau hanya mengantar sampai dibelakang bukit sambil menunjukkan rutenya. Lokasi batu ada di atas bukit, untuk sampai kesana harus melalui jalur darurat yang merupakan jalur beko (traktor) menanjak ke atas bukit. Bawa sepeda ke atas sulit, sepeda ditinggal dibawah saja kata si Bapak. Jalur ke atas memang menanjak miring … bisa dikatakan lebih dari 30 derajat.

— berjuang menuju puncak bukit Galuga

Sepeninggal si Bapak … kita pikir daripada meninggalkan sepeda dibawah sini tanpa ada yang menjaga, lebih baik kita bawa ke atas. Tanjakan miring ini memang butuh usaha ekstra …. dorong sepeda ke atas melalui tanah merah gembur ini memang sulit … apalagi disertai sengatan matahari yang panas terik … lengkap sudah keceriaan petualangan ini.

Beberapa kali kita berhenti untuk mengatur napas …. dan akhirnya sampailah diatas bukit.
Kita bisa memandang kearah utara dan selatan. Kearah selatan kita bisa melihat jembatan besi dekat museum Pasir Angin, sedangkan kearah utara, kita melihat jalur jalan yang membelah bukit Galuga ini dan di bagian bawahnya lagi terdapat hamparan sampah …. ternyata itu adalah TPA Galuga.
Dipuncak bukit angin berhembus cukup kencang …. jika arah angin dari utara, maka semilir aroma sampah tercium …. hmmm.

— di puncak bukit Galuga

Kita melihat berkeliling … dan berdasarkan petunjuk si Bapak, di antara rerimbunan pohon dan semak semak terlihat plang nama … itulah lokasi batu Tumpang Galuga. Untuk menuju kesana, kita harus menembus semak belukar sambil geret geret sepeda … dan taraaa … sampailah kita di area batu Tumpang Galuga.

— area batu tumpang Galuga

Area batu Tumpang ini bersih terawat, memang dirawat dan dibersihkan secara teratur.
Tidak ada siapa siapa disini … areanya sangat teduh dan rindang, sayup sayup terdengar kendaraan yang lalu lalang di bawah, yang terdengar jelas adalah gemersik suara dedaunan dan kicau burung yang sangat nyaring, tidak tahu jenis burung apa … tapi sangat merdu sekali, pokoknya membuat hati bahagia mendengarnya.

— Batu Tumpang Galuga

Disini terdapat batu batu berserakan dan dibagian belakang terdapat batu yang paling besar, itulah batu Tumpang. Ketika diperhatikan memang dua batu yang ditumpuk (tumpang) … disekelilingnya terdapat belahan batu, dan ketika diperhatikan lebih dekat …. seolah olah batu ini melayang karena ada rongga atau celah kosong yang memisahkan antara dua batu ini, hanya dibagian bagian tertentu saja batu ini menapak. Mungkin jika dinamakan batu melayang akan lebih popular dan banyak orang yang datang kesini.

Dipapan petunjuk yang ada di lokasi tidak ada keterangan apa apa, papan tersebut hanya menyatakan bahwa area ini sudah menjadi situs sejarah yang diakui oleh pemeritah.
Berdasarkan info yang didapat dari internet ; konon Batu Tumpang Galuga merupakan tempat petilasan Rangga Gading yang kabarnya merupakan salah satu patih dari kerajaan Padjajaran, ditempat inilah beliau berlatih ilmu kanuragaan.

— seolah olah batu melayang

Area yang rindang ini sangat nyaman untuk rehat … ngemil dan minum kopi … ngobrol ngalor ngidul …. tak terasa sudah hampir jam 12 saatnya pulang.

Dijalan Bogor Cibinong turun hujan lebat disertai angin sangat kencang … bikin keder.
Berteduh dahulu … hujan sedikit mereda, kita melanjutkan perjalanan berbasah basahan dan ternyata jalan jadi macet gila …. ada pohon tumbang di depan, butuh perjuangan untuk selap selip dan akhirnya sampai rumah dengan selamat.

Batu Tumpang Galuga
Tiket masuk gratis
Jl. Baru Galuga, Bukit Galuga, Kec. Cibungbulang, Bogor
Koordinat googlemaps -6.569867, 106.643150

Minggu 17 Oktober 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s