Ke puncak Tertinggi Bekasi – Pasir Puntang

Lao Tzu, filsuf Tiongkok Kuno mengatakan perjalan seribu mil dimulai dari langkah pertama.
Mungkin bisa diaplikasikan semangatnya bahwa perjalanan untuk mencapai titik tertinggi di planet bumi dimulai dari titik tertinggi Bekasi …. ehhh bisa ngga sih diartikan begitu …. #GaruKepala

Matahari bersinar terik ketika jam 7 pagi kurang, sepeda keluar dari pagar rumah. Teriknya pancaran sinar matahari memberikan energy untuk semangat bersepeda. Bergerak santai menyusuri Kalimalang dan masuk ke area Kamala Lagoon yang lumayan cukup ramai oleh orang yang berolah raga … bersepeda, berlari maupun hanya berjalan kaki. Keluar dari akses belakang Kamala Lagoon lalu berbelok belok dan muncul di Kemang Pratama dan tak lama kemudian sudah melaju di jalan Narogong Bekasi.

Tepat sebelum perumahan Linus Pratama sepeda berhenti di depan apotik biru milik perusahaan negara … tikum yang disepakati … kirim kabar ke kijang satu “on position” … menanti sejenak .. dua jenak .. tiga jenak … sudah melewati 15 menitan waktu janjian … ternyata kijang satu ehh si om malah gowes kebablasan dan terlewat jauh jadi mesti putar arah lagi.

Chit chat dulu sebentar …. dan kita meneruskan perjalanan, masuk ke jalan jalan kecil menuju pelosok Bekasi, bolak belok berkali kali dan kadang melewati jalanan besar dan masuk kembali kejalan kecil.

Beberapa kali melewati perumahan2 kecil, kadang melewati pesawahan yang cukup luas, perumahan yang padat, kebun kebun … jalanannya rolling naik turun.

Dan sampailah kita di daerah Cibarusah, di satu situ di pinggir jalan … situ tidak terlalu besar dan gersang … tidak ada pepohonan. Nama situnya adalah Situ Cipalahlar Bihbul, berhenti sejenak melihat lihat … dan perjalanan berlanjut kembali dan tetap rolling naik turun melewati pesawahan, kebon dan perumahan2 penduduk.

Jalanan berbelok menurun menyebrangi jembatan besi, ada tembok pembatas daerah dan disana tertulis selamat datang di Bojongmangu. Destinasi sudah dekat sekitar +- 10 km lagi. Suasana sekarang sudah berubah …. serasa lebih di pelosok, rumah rumah makin jarang, masih banyak rumah kayu bahkan rumah panggung.

Beberapa kali kita ketemu rombongan pesepeda, area Bojongmangu yang berbukit bukit dan bernuansa pedesaan ini menjadi area bersepeda yang menarik terutama untuk para goweser Cikarang. Perkemahan Karang Kitri termasuk destinasi utama goweser, didalam perkemahan ada jalur bersepeda dengan kontur tanah yang naik turun.

Jalanannya mulai menanjak menanjak dan melewati pesawahan pesawahan berundak … pesawahan terasiring … serasa di ubud … halahhh … #Sotoy.
Sayangnya sekarang masih musim kemarau jadi pesawahannya mengering …. meskipun kering tapi tetap terlihat menarik …. dimana lagi di Ubud ehh di Bekasi melihat pesawahan terasiring yang luas.
Beberapa kali kita melewati hutan jati …. wah bener bener bukan serasa di Bekasi.

Meskipun jalanannya lebih sering menanjak … tapi paling hanya ada satu dua saja yang gradient-nya agak curam …. selebihnya tanjakannya masih landai … nyaman digowes. Kondisi jalannya kadang melewati jalanan cor-an yang rusak atau bahkan masih makadam. Tapi suasana saat ini kondisi jalannya sudah cukup berubah significant … beberapa tahun lalu lewat jalanan sini … umumnya masih batu makadam. Kondisi traffic-nya sepi, jarang berpapasan mobil, motor juga kadang kadang .. bener bener serasa di pelosok.

Disatu titik kita menanjak dan berbelok masuk ke jalan yang lebih besar dan tetap sepi … dan kita langsung tepat berada di sisi luar perkemahan Karang Kitri Bojongmangu Bekasi. Di warung depan area perkemahan serta di depan gerbang perkemahan ada para pesepeda yang sedang beristirahat.

Kita berhenti sejenak di depan gerbang perkemahan … sepertinya karena masih ppkm gerbangnya ditutup, dan tempat ini dijadikan area isoman …

Tidak lama kita berhenti dan melanjutkan kembali perjalanan … destinasi utama sudah semakin dekat .. ya sekitar +- 2 km lagi. Selepas area perkemahan jalanan sedikit menurun … dan di area inipun kita sudah bisa melihat lembah hijau dibawah …. kita sudah berada di area yang tinggi.

GPS mengarahkan untuk berbelok keluar jalan masuk kejalan kecil berbatu batu … melewati sedikit perumahan penduduk dan tiba di area pepohonan jati. Jalanan mulai menanjak dan menanjak … jalanannya ada tanah, ada juga jalanan yang berbatu batu.

Sampailah kita di puncak bukit pertama, kita sudah sampai di Pasir Puntang …. dari sini kita bisa melihat lepas lembah luas terbentang …. pesawahan yang terhampar dibawah. Kita meneruskan menanjak kembali ke puncak bukit satunya lagi … dan sampailah di puncak bukit. Sepertinya ini adalah puncak tertingginya … puncak tertinggi Bekasi … yeayyyy.

— menanjak menuju puncak tertinggi Bekasi

Dari sini kita bisa melihat lembah …. tidak hanya lembah hijau di kejauhan tapi juga lembah putih yang dekat … lembah putih yang terbentang mengelilingi puncak bukit ini. Karena area hektaran sekeliling puncak ini adalah area tambang bahan baku pabrik semen. Pabrik semennya ada di area ini juga …. Pabrik semen Garuda.

— Pasir Puntang, puncak tertinggi Bekasi

Dibawah lembah terlihat sungai mengalir … sungai Cibeet yang memisahkan area Bekasi dan Karawang. Berarti selain kita berada dititik tertinggi Bekasi juga ada di ujung Bekasi …. wowww …. kerennnnn.

Berdasarkan info ketinggian Pasir Puntang ada di 135 mdpl …. wah tinggi ya …. bayangkan dengan kota Bogor yang hanya memiliki ketinggian minimal 190 m dan maksimal di 330 mdpl … sedangkan ketinggian kota Bekasi ada di 10-an sd 20-an mdpl ….. #MaksudnyaApa

Bagaimanapun juga ini adalah titik tertinggi Bekasi ….

Dari titik tertinggi kita lanjutkan menyulusuri terus jalan berbatu ini sampai ke ujung. Di area tertinggi ada “hutan” jati, kita sedikit menurun ke bawah melalui jalan yang kanan kirinya jurang …. areanya tebing kanan kiri sudah dipapas .. alias ditambang dan menyisakan punggungan jalan saja untuk menuju bukit kecil di seberangnya.

Sampai di bukit kecil diseberang … areanya penuh semak belukar dan menjadi jalan setapak tanah. Sepeda terus bergerak menyusuri jalan setapak tanah ini dan masuk ke area yang rimbun oleh pepohonan dan disana ada bangunan tembok. Bangunan tembok ini adalah makam keramat. Makam Mbah Puntang dan dipercayai beliau adalah seorang pejabat dari kerajaan Padjajaran yang ditugaskan mengawasi daerah ini.

—- Makam Keramat Mbah Puntang

Selepas bangunan adalah jurang yang dalam … dibawah sudah area tambang kapur bahan baku semen. Dari sini terlihat jelas pabrik semen beserta berbagai bangunan fasilitasnya … kendaran truk terlihat lalu lalang di area tambang. Kemungkinan bukit kecil ini masih dipertahankan karena ada makam yang dikeramatkan ini.

— di ujung gunung Pasir Puntang, dibawah adalah area tambang dan pabrik semen Garuda

Setelah melihat lihat kondisi … kita cari zona nyaman … untuk bersantai … menikmati suasana. Kita balik lagi kearah puncak bukit .. kearah titik tertinggi, disekitar sana ada “hutan jati”.
Cari spot yang nyaman … dibawah kerindangan pohon jati … adem … angin semilir bertiup … suara burung masih terdengar bersaut sautan .. dan kadang masih terdengar dentangan suara suara truk dibawah lembah …. ya tapi inilah keunikannya.

— bersiap siap menyeduh kopi

Enjoying the moment ajalah … sudah sampai di puncak tertinggi ini … duduk duduk santai … dan meyiapkan segala perabotan untuk menyeduh kopi. Menggiling biji kopi Flores Manggarai dahulu dan kemudian menyeduhnya …. seruput kopi hitam Manggarai … hmmm enaknyaaa.
Sambil makan cemilan kue kue yang kita bawa … ngobrol santai ngalor ngidul …. pokoknya di tempat tertinggi ini … kita betul betul bahagia menikmati suasananya.

Pasir Puntang
Tiket masuk gratis
Kp Madupati, Desa Bojongmangu, Kab Bekasi
Koordinat googlemaps -6.456070, 107.202462

Minggu 19 September 2021

2 komentar di “Ke puncak Tertinggi Bekasi – Pasir Puntang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s