Pulau baru yang Hijau dan Indah di Karawang – Pantai Pulau Putri Cikeong

Kabarnya ada pulau baru … muncul dari laut … wahhhh
Menjadi pulau indah hijau dan pantai berpasir … wowwww

Minggu pagi sepeda bergerak, mengarah ke Bekasi melaui jalanan Kalimalang yang masih lengang.
Tak lama sepeda sudah melintas underpass Summarecon, melewati pasar proyek Bekasi dan melalui underpass di daerah Duren Jaya.

Terus lurus menyusuri sungai irigasi kearah Babelan, disatu titik berbelok dan terus berbolak belok, kemudian masuk ke jalan kecil kampung … jalanannya menjadi jelek, jalan berbatu batu dan ketika melewati suatu perumahan sederhana jalanan berubah menjadi cor-an semen yang retak retak … selepas perumahan ini adalah bentangan pesawahan yang dibelah dengan jalan conblock dan masuk kembali ke area perumahan.

Sepertinya bentangan pesawahan ini tinggal menunggu waktu berubah menjadi perumahan karena sebagian areanya sudah menjadi perumahan baru dan ada sebuah lahan pesawahan yang sudah disiapkan menjadi perumahan baru.

Ban sepeda terus berputar masuk masuk perkampungan dan jalanan kecil dan kemudian muncul lagi dijalan besar dan melintasi pembangunan tol baru lingkar luar Bekasi. Disatu titik kembali sepeda belok masuk jalan lebih kecil …. jalanan yang membelah pesawahan yang sangat luas.

— Area Pesawahan Bekasi

Sepeda keluar masuk kampung … melalui berbagai bentangan pesawahan … kampung kampung …. Menyenangkan bersepeda keluar masuk kampung dan melewati pesawahan pesawahan seperti ini.

— rehat sejenak di perjalanan yang panas terik

Tidak tahu berapa jembatan sudah terlewati dan akhirnya setelah 45 km-an akhirnya menyebrangi jembatan besar dan panjang …. jembatan yang menyebrangi sungai Citarum. Setelah melewati jembatan ini …. officially sudah berada di Karawang …. yeayyy ….

Melaju di jalan yang cukup ramai … jalanan ini adalah akses utama menuju destinasi wisata pantai terkenal di Karawang … pantai Tanjung Pakis, dan bisa juga ke pantai Bungin.

Dan sampailah di pertigaan kearah Candi Batujaya, jika terus mengikuti jalan utama akan sampai ke pantai Tanjung Pakis … sepeda belok kanan mengarah ke Candi Batujaya.
Dari pertigaan ini untuk sampai ke pantai Pulau Putri masih harus menempuh 10 km-an lagi. Tapi untuk ke kawasan Candi Batujaya sudah dekat … satu kilometer kurang.

Gowes sebentar dan sudah melintas akses masuk ke kawasan Candi Batujaya. Di area kawasan candi ini ada beberapa candi yang ditemukan bertebaran di area pesawahan, kabarnya ada 24 situs candi yang ditemukan. Dua candi yang terkenal adalah candi Jiwa dan candi Blandongan. Candi ini dibangun pada masa kerajaan Tarumanegara abad ke-5 hingga ke-6 Masehi.

Yang kerennya …. di area pesawahan candi ini banyak sekali burung putih … burung kuntul … mungkin jumlahnya ratusan …. sepertinya ini burung musiman, karena suka bermigrasi … waktu dulu saya gowes ke candi Batujaya … tidak ada burung kuntul.

—- ratusan kawanan burung kuntul di area candi Batujaya

Lewat dari akses masuk ke Candi maka ada museum Candi Batujaya … tepat disisi jalan … area komplek museum yang besar dengan beberapa bangunan dan area parkir yang cukup luas …. Tapi sepertinya tidak terawat ada beberapa bagian bangunan yang rusak. Wisata ke museum memang belum menarik banyak wisatawan lokal …. yah beginilah ….

Terus melaju dijalanan desa ini … jalannya aspal relatif mulus … melewati kampung kampung dan bentangan pesawahan yang sangat luas, mengingatkan bahwa Karawang adalah salah satu pusat lumbung padi di Jawa Barat.

Makin gowes ke dalam … suasana di sisi jalan berubah … bukan lagi area pesawahan … tapi bentangan kolam kolam besar …. tambak tambak ikan … melewati suatu perkampungan kecil dan didepan sudah terbentang tambak ikan puluhan hektar dikanan dan kiri jalan. Jalan cor-an semen pas satu mobil membelah hektaran tambak …. dibeberapa titik jalan cor-an semen ini rusak. Jalanan panas gersang dan sepi … meskipun didominasi hektaran tambak tapi masih ada beberapa area yang ditanami pohon bakau meskipun tidak banyak.

Sampailah di perempatan di area tambak ini …. diperempatan ini ada warung solitaire …. dan yang bikin takjub ada mobil box salah satu brand online shop terkenal nongki disini … gileee …. warga didaerah sini juga sudah transaksi online ….

Berdasarkan GPS seharusnya belok kanan melambung dan akan sampai ke satu desa kecil di dekat pantai, dari sana pantai Pulau Putri sudah dekat. Tapi ada papan petunjuk kecil “Pantai Pulau Putri” terus lurus kedepan … di depan adalah jalan cor-an semen masih baru …. Wah sepertinya dibuatkan akses terdekat ke destinasi Pantai tersebut, tidak perlu melambung dulu.

Saya ambil jalan lurus …. Melewati cor-an semen yang masih baru … dan ternyata cor-an semen ini tidak panjang … karena didepan sudah menjadi jalan tanah. Jalan tanah ini kalau musim hujan pasti akan sulit dilalui. Dan jika bawa mobil … lebih baik parkir di warung perempatan tadi atau mungkin parkir di desa dengan mengambil jalan melambung.

Jalan tanah selebar satu mobil ini berujung di sungai kecil dengan jembatan kayu yang hanya dapat dilalui satu motor. Selepas jembatan ini … selain masih ada tambak ikan tapi sudah ada area pohon pohon bakau meskipun tidak begitu banyak.

—- area tambak ikan mendekat pantai Pulau Putri

Terus saja mengikuti jalan setapak tanah yang membelah tambak ikan dan sampailah di satu area yang ada bangunan rumah dan warung memanjang berjejer satu garis …. sepertinya ini adalah desa nelayan …. Pada saat saya datang, disalah satu rumah ini ada hajatan kawinan … sehingga alunan musik dangdut diputar cukup kencang dan beberapa warga berkumpul … paling sekitar 30-an … dan tidak ada prokes sama sekali sih disini …

Saya datang kesini jadi serasa artis dangdut …. jadi pusat perhatian … haha … bapak bapak dan ibu ibu memandangi saya heran …. apakah mereka terpesona dengan kekerenan saya … halahhhh … paling juga mereka heran … koq sesepedahan jombloan panas panasan kesini … kasian sekaleee … hehehe

— kampung terakhir di dekat pantai

Jejeran rumah ini menghadap kearah pantai yang terpisahkan oleh sungai, lalu tambak tambak ikan …. lalu area hijau pepohonan .. dan setelah itu adalah laut. Untuk kepantai bisa melalui akses dari sini melalui jembatan kayu yang tambal sulam …. hmmm … jiper juga saya jika harus gotong sepeda menyebrang jembatan ini …

Ketika saya amati … ternyata kearah timur ada lagi jembatan … dan terlihat lebih aman untuk bawa sepeda …. saya bergerak kesana …. ya sepertinya ini adalah akses utama untuk menuju pantai. Di dekat sini ada warung dan area penitipan motor.

Mampir sejenak di warung untuk membeli air minum yang habis … sambil bertanya ke si ibu pemilik warung. Ya betul … ini adalah akses utamanya … sepeda bisa dibawa ke pantai … sekarang sudah hampir jam 10, jalan tanah setapak pematang tambak sudah kering … kalau tadi pagi masih lembek karena malamnya hujan kata si ibu.

— di balik pepohonan didepan adalah pantai

Tidak ada tiket masuk …. gratis … mungkin suatu hari nanti akan dikenakan tiket untuk masuk kesini.
Sepeda saya dorong melintasi jembatan bambu … ternyata di sungai berlumpur ini banyak sekali ikan khas …. Ikan amphibi yang biasa disebut iklan gelodok, atau tempakul, blodog, atau mudskipper (bahasa Inggris) bertebaran banyak sekali diatas lumpur.

— ikan amphibi khas rawa di daerah pantai, ikan gelodok atau mudskipper

Selepas jembatan menyusuri pematang tambak yang di beberapa bagian masih lembek tanahnya tapi sudah disediakan pijakan pijakan supaya kaki tidak terbenam.

Sampai diujung tambak menyebrangi jembatan sungai kecil … memasuki rawa rawa hutan bakau dan didepan sudah terlihat pantai dan laut lepas.

— di balik pohon sudah pantai

Pantai terasa sepi … ada 1 lapak jualan … di pantai seluas ini hanya ada 2 – 3 kelompok wisatawan … total sekitar 20-an orang, dan umumnya mereka duduk2 dibawah pohon rindang ditepi pantai.

— pantai Pulau Putri yang berpasir, teduh dan rindang

Pantai berpasir … pantai pasir hitam luas memanjang …
Menurut saya, pantai ini lebih bagus dan indah dibanding pantai Tanjung Pakis, selain lebih bersih …. suasana hijau hijau pepohonan cemara disisi pantai membuatnya lebih nyaman dan asyik untuk duduk2 ditepi pantai … dibawah kerindangan pohon … menikmati semilir angin laut dan pandangan jauh ke arah laut lepas … apalagi kalau sambil piknik …

Kenapa pantai ini disebut Pulau …
Pada tahun 2004 terjadi air pasang yang cukup tinggi …. dan setelah surut, muncullah tanah timbul atau delta seluas 10 hektar. Jika diperhatikan sisi tepi pantainya mengandung tanah atau lumpur bukan pasir 100% …. Kemudian lambat laun delta ini ditumbuhi tanaman bakau dan tanaman lainnya, sebagian besar tanaman ini tidak ditanam, namun tumbuh sendiri … kemudian masyarakat menyebutnya sebagai Pulau Putri.

Pohon pohon bakau yang terlihat dibeberapa area ketika saya menuju pantai ini adalah hasil usaha kelompok pecinta lingkungan di daerah sini yang giat menanam pohon bakau di sekitar area pulau putri.

Keunikan dan keindahan pantai ini oleh perangkat desa beserta warga sedang dikembangkan menjadi destinasi wisata yang dapat menaikkan perekonomian warga lokal.

Potensi alam yang dimiliki daerah ini selayaknya dengan bijaksana dimanfaatkan untuk menaikkan taraf hidup warga sekitar. Termasuk ikan gelodok yang banyak bertebaran di lumpur rawa rawa …

Di negara Bangladesh, Cina, Jepang, Korea, Filipina, Taiwan, Thailand dan Vietnam ikan gelodok di gunakan sebagai bahan baku obat dan juga sebagai ikan konsumsi yang dipercayai memiliki nilai gizi yang tinggi. Jadi apakah ikan ini bisa dijadikan komoditas dan di ekspor ke negara negara tersebut.
Bahkan ikan jenis ini ternyata banyak juga dijual sebagai ikan hias …. Diplatform ecommerce dijual seekornya berkisar Rp 20 ribuan sampai Rp. 80 ribuan tergantung jenis dan ukurannya.

Pantai Pulau Putri Cikeong … memang indah dan sangat menyenangkan untuk berwisata ke pantai ini.

Pantai Pulau Putri Cikeong
Tiket masuk gratis
Dusun karang mulya, Desa Segar Jaya, Kec Batujaya, Kab Karawang
Koordinat googlemaps -5.98586, 107.17879

Minggu 1 Agustus 2021

6 komentar di “Pulau baru yang Hijau dan Indah di Karawang – Pantai Pulau Putri Cikeong

  1. Kemarin diajak teman ke sini, kaget aja sih dengan cemara/pinus yg tumbuh di pesisir 🙂 terima kasih atas ulasannya, sedang nyari bahan tulisan eh sudah ada yg nulis, 🙂 salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s