Nengokin Kebon – Kebun Wisata Harmoni Sinergi

Nengokin kebon ah ….
Meskipun kebonnya punya orang … ngga apa apakan kalau kita tengokin.

Minggu pagi matahari bersinar dengan terang, setelah dari sore sampai malam diguyur hujan terus menerus. Sepeda meluncur mulus mengayuh dengan santai melalui Kalimalang terus ke Jatiwaringin dan ban sepeda terus berputar sampailah di Cibubur, bertepatan dengan si om yang tiba.

“ mau ke tempat apa disana ? “ si om bertanya penasaran, saya sebelumnya mengabari akan ke daerah Sukamakmur.
“ ke kebon aja …. katanya ada yang mau jadi kebon wisata, kearah curug Cioray “
Area daerah kebon yang dituju saya belum pernah kesana …. sekalian kepo.

Ban sepeda kembali berputar, melewati perumahan Podomoro Golf View Cimanggis, menyusuri gang di pinggir tol Jagorawi dan muncul di daerah Gunung Putri Citeureup. Melintas pabrik semen dan setelah pasar Citeureup kita ambil kiri masuk jalan yang mengarah ke Sukamakmur.

Jalanan rolling naik turun dan tidak lama kemudian rumah rumah dikanan kiri sudah jarang, lebih banyak kebon kebon dan area area hijau. Dan jalanan lebih banyak menanjaknya … disisi kiri adalah jurang dan sungai Citeureup jauh dibawah lembah, diseberang lembah adalah gunung kapur Klapanunggal yang dihiasi tebing batu putih memanjang dengan megah.

— Di jalan Raya Tajur – Sukamakmur

Terus saja kita menanjak dijalanan aspal hotmix mulus dan disatu titik di pertigaan kita keluar dari jalan utama masuk ke jalanan kampung. Menurun terus kebawah … melewati sekolahan dan perkampungan, menyebrangi jembatan, melewati belokan yang kearah curug Cioray atau juga disebut curug Ciawi Tali. Menyebrangi lagi jembatan ….. dan mulai menanjak, merayap menanjak …. Jalan ini jika diteruskan akan kembali ketemu ke jalan utama Sukamakmur tapi kita disatu titik belok kiri, ambil jalan masuk mengarah ke gunung Klapanunggal.

“ jalan ini jika diteruskan sepertinya mengarah ke situs Batu Tapak ya “ kata si om
“ ya betul om … dilihat dipeta sih begitu “

Jalanannya adalah cor-an beton tapi sudah banyak terkelupas … tidak mulus tapi masih enak digowes. Melewati satu perkampungan, melewati jembatan dan pesawahan, masuk lagi perkampungan dan ini adalah perkampungan terakhir tidak ada lagi perkampungan sampai di desa Cioray di atas gunung. Selepas perkampungan terakhir jalanan menurun kembali melewati pesawahan, melewati jembatan lagi …. ehh ada curug kecil …. unik juga .. foto foto dulu sebentar.

Selepas jembatan terlihat tanjakan …. Dan memang berdasarkan pantauan di peta, tanjakan curam terjal akan terus menerus menghadang sampai destinasi. Ketika sedang foto foto di jembatan ada mobil 4×4 melintas … dan berhenti, bersiap untuk melibas tanjakan curam didepan dengan menyetel four wheel drive-nya. Sepanjang perjalanan ini kita beberapa kali bertemu mobil 4×4 yang berpetualang menjelajah ke daerah sini … tapi mereka sendiri sendiri tidak berkelompok. Dan kita hanya ketemu sekali rombongan crosser … sedangkan pesepeda tidak ketemu sama sekali.

Tertatih tatih kita mendaki tanjakan awal ini ….jJalanannya masih cor-an semen yang banyak terkelupas, kanan kiri adalah area hutan jabon dan di sebelah kanan jauh terlihat bukit bukit pegunungan berjejer jejer … pemandangan yang sangat menarik …. ada yang seperti bukit teletubies karena tidak ada pepohonan tinggi dan ada pula bukit yang gondrong.

Ketika sedang menanjak ada suara mobil meraung raung menanjak … sejenis mobil mpv. Kita berhenti menepi di pertigaan …. Pertigaan ini sepertinya masuk ke area perkebunan milik orang dan selepas pertigaan ini jalanan ke atas sudah tidak di semen … jalanan batu makadam.

Ternyata mobil tersebut hendak belok kiri masuk ke perkebunan. Sepasang suami istri dan bertanya “ mau kemana pak ? “ kita jawab mau ke lurus ke depan. “ ohh mau ke atas …. main kesini aja pak … ke kebon “ … mereka dengan ramah mengajak kita untuk masuk ke kebon mereka. Karena kita tetap akan melanjutkan keatas … jadi kita tidak masuk kedalam.

Mobil tersebut harus berjuang untuk masuk ke kebon karena jalanan berubah menjadi tanah merah yang membuat ban mobil slip … untung aja tukang tukang yang sedang mengambil kayu di area sana dan membantu mereka menyediakan landasan kayu.

Kita melanjutkan perjalanan … tanjakan batu batu makadam ini membuat handling sepeda menjadi sulit … sesekali sepeda di tuntun dan di beberapa area kita bisa melipir melewati sisi jalan … jalan setapak tanah yang keras.

— jalanan berubah menjadi batu makadam dan terus menanjak

Sepanjang perjalanan menanjak ini .. sudah banyak area yang di pagari, ada juga yang tidak dipagari tapi sudah tertancap papan nama pemilknya … area yang sangat luas dan sebagian ada pondok atau rumah di bagian dalamnya … di integrasi antara kebon dan peternakan, ternak ayam atau kambing.
Sudah jadi milik orang kota …. bukan lagi milik warga lokal …. Hmmm saya orang kota nggak punya kebon luas disini …. ehhh malah curcol ….. ngga apa apa … meskipun ngga punya kebon tapi akan mengunjungi kebon luas di daerah sini … jadi serasa yang punya kebon.

— perjalanan menuju ke puncak bukit, banyak area yang sudah dipagari dan dikavling

Terus saja kita menanjak .. didepan terlihat puncak bukit. Tepat di puncak bukit ada pertigaan, lurus atau berbelok. Jalan masuk belok di portal …. jadi bukan jalan umum …. tapi gps mengarahkan kita untuk belok masuk ke jalan yang di portal tersebut.

“ gimana om ??? “ tanya saya ragu
“ ngga apa apa masuk aja …. paling kalau didalam ketemu orang dan tidak boleh masuk, kita tinggal balik keluar lagi “ …. santai banget ya jawaban si om

Memasuki jalanan makadam yang rindang dan teduh oleh pepohonan jabon yang tinggi tinggi dan sekitar 100 meteran ketemu gerbang dan pos jaga. Disana tertancap papan nama … lahan ini adalah milik perusahaan swasta dan tertulis luasnya belasan hektar. Tidak ada penjaga di pos tersebut dan di area gerbang ada gedung gedung berjejer terawat rapi dan bersih …. terlihat masih baru.

— gerbang masuk ke Kebun Wisata Harmoni SInergi

Kita masuk ke dalam area …. terdengar suara orang di dalam bangunan tersebut yang sedang bercakap cakap … seorang ibu ibu keluar dan heran melihat kita … dan kita bercakap cakap menyampaikan maksud kedatangan kita mau melihat kebon … ehhh bukan … hanya sekedar jalan jalan, kabarnya ini adalah kebon wisata dan apakah dibuka untuk umum.
Seorang bapak bapak keluar seperti pegawai perkebunan menggunakan baju seragam. Menurut beliau memang kedepannya tempat ini direncanakan untuk menjadi tempat agro wisata tapi saat ini belum. Nama area ini adalah Kebon Harmoni Sinergi. Akhirnya kita minta izin untuk rehat di saung atau dibawah pohon sejenak …. diperbolehkan dan dipersilahkan beristirahat dulu oleh beliau.

Ya kita sudah cape cape menanjak berbatu batu kesini …. Paling tidak jika kita rehat disini, duduk disaung atau dibawah pohon rindang jadi bener bener serasa nengokin kebon …. weeeee
Kita pilih spot dibawah pohon rindang .. sambil buka perbekalan … piknik sejenak …. Ngobrol kesana kemari … memperhatikan area kebon yang luas. Saat ini memang belum ditata, kebonnya hanya jadi kebon saja, jika nantinya ditata maka memang tempat ini akan menjadi menarik, apalagi landscape area ini ada bagian jurangnya yang memandang ke pebukitan hijau diseberang lembah sehingga akan membuat pemandangan semakin menarik.

Beres rehat kita berpamitan dan kembali pulang menuju Jakarta, mengambil jalan sedikit memutar dahulu tapi langsung menuju jalan utama Sukamakmur.

Meluncur terus kebawah dengan riang
sambil tersenyum senang
ditemani matahari siang
yang bersinar terang

Kebun Wisata Harmoni Sinergi
Pabuaran, Sukamakmur, Bogor
Koordinat googlemaps -6.552431, 106.972828

Minggu 28 Maret 2021

8 komentar di “Nengokin Kebon – Kebun Wisata Harmoni Sinergi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s