Pencarian spot sawah instagenic Cariu

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide4-1.png

Konon …
Ada spot sawah instagenic di Cariu
Dan didekat sanapun … konon … ada curug

Jalan jalan kesawah menyenangkan bagi orang kota … apalagi ini masuk kategori instagenic

Di Minggu pagi … sepeda keluar dari pintu rumah jam 6.38, melalui jalur Kalimalang mengarah menuju Bekasi.

Bolak belok di area perumahan Taman Galaxy dan nyebrang ke Kemang Pratama kemudian muncul di jalan Narogong. Sepeda berusaha melaju konstan untuk menuju tikum yang berjarak 26 km, seperti biasa jarang sekali ketemu pegowes di daerah sini … yang selalu ada adalah truk truk pengangkut sampah yang bergerak kearah atau keluar dari Bantar Gebang otomatis aromanya semriwing.

Sampailah di tikum Cileungsi, menunggu sejenak dan si om muncul. Kemudian kita melanjutkan perjalanan melalui jalan raya Jonggol Cariu melintas Taman Buah Mekarsari. Lalu lintas tidak terlalu ramai, sepeda berjalan beriringan … dijalan mendatar saya ada didepan … dijalan menanjak si om melesat … hampir selalu begitu … tipikal jalanan rolling naik turun … tapi tanjakan lebih mendominasi. Ehh iya … dijalan turunan curam si om juga melesat … kalau saya mengerem … biasalah …. ditanjakan ngerayap di turunan pelan.

Selepas Jonggol jalanannya lebih seru … selain tetap rolling naik turun, jalanannya berkelok kelok dan diselingi pemandangan sawah disisi kanan dan kiri. Tak lama kemudian kita sampai didaerah alun alun Cariu … destinasi sudah tidak terlalu jauh lagi.

Beruntungnya perjalanan tidak panas terik karena selama perjalanan dinaungi awan mendung … bahkan mendekat destinasi awan semakin mendung dan terlihat dikejauhan jajaran gunung yang memiliki bentuk bentuk unik … salah satunya adalah gunung yang menjadi destinasi wisata yang cukup viral … gunung Kanaga.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide1-1.png
hamparan gunung di daerah Cariu, termasuk gunung Kanaga

Sepeda melewati kantor desa Tanjungrasa dan tidak lama dari sana ada belokan yang disisinya ada minimarket modern terkenal, jalan ini juga merupakan akses untuk menuju gunung Kanaga.

Sepeda berbelok menyusuri jalanan desa utama dan selepas menyebrang jembatan sungai Cibeet, kita belok kiri masuk ke jalanan kecil, melewati kampung dan …. taraaa …. sampailah kita di spot destinasi.

Wowww …. subhanallah indahnya …. kanan kiri bentangan sawah hijau …. di depan adalah jalanan desa yang berkelok kelok dan dibagian background …. jajarang gunung gunung …. termasuk gunung Kanaga.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide2-1.png
area spot sawah Instagenic di Cariu … view indah dan jalan yang sepiiii

Kita menikmati berbagai spot di sepanjang jalan kecil ini …. jalanan ini sepi lalu lalang …. karena ini bukan jalan utama desa sehingga jarang sekali yang lewat … maka tempat ini jadi spot foto yang asyik banget … bisa terserah foto foto tanpa banyak terganggu atau mengganggu yang lain … horeee.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide3-1.png

Kita berpindah pindah spot di daerah sini … foto disini … foto disebelah sana … ehh disebelah sini kayaknya belum …. ehhh sebelah sana juga … pokoknya foto foto sampai puas. Kalau pakai drone pasti tambah wokeee.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide5-1.png

Kayaknya ngga bakalan bosen foto foto disini …
Tapi ada satu destinasi yang masih harus dicari …. dan langit semakin mendung … harus bergegas.

Bergeraklah kita mencari destinasi berikutnya, melewati kampung kecil dan sampai kembali ke jalanan utama desa. Terus ban sepeda berputar … berdasarkan ancer ancer … harusnya ada di dekat sini.

Yang lebih mengenal area sini sudah pasti warga lokal, kita mampir diwarung untuk isi ulang bidon dan sambil bertanya apakah disekitar sini ada curug minimal curug kecil ….
Tapi berdasarkan testimoni pemilik warung … ehhh … jawabannya … disini tidak ada curug … ada juga curug yang jauh jauh …. Kalau sungai disini ada … sungai Cibeet … wahhh hoax nih curugnya.

Kepalang sudah disini kita terus bergerak melanjutkan perjalanan sampai ke jembatan sungai kecil … kita putuskan untuk balik pulang … melalui jalan utama Cariu Jonggol lagi. Sebetulnya kita bisa terus melalui jalan utama desa ini dan muncul muncul di alun alun Cariu … secara jarak lebih dekat, mungkin potong jarak sekitar 2 – 3 km-an …. tapi berdasarkan pengalaman kalau beda jaraknya tidak terlalu jauh … kalau mau cepat tetap menggunakan jalan utama provinsi atau kabupaten …

Ketika berbalik … saya melihat jalan tanah menurun kebawah … insting mengatakan untuk belok masuk kesana …. berdasarkan pengalaman … kembali nih berdasarkan pengalaman atau data empiris ketika blusukan … biasanya spot yang dicari ditemukan berdasarkan insting … tapi kadang juga tetap tidak ditemukan. Tapi tidak masalah untuk dicoba … kita juga sudah gowes jauh sampai kesini.

Saya mengajak untuk masuk kesana … si om mengiyakan … “ ayooo “ katanya.
Serunya blusukan sama si om begini … supportif dan senang diajak yang ngga jelas jelas .. tanpa nantinya ngedumel … tetap dibawa happy.

Sepeda bergerak menuruni jalanan tanah dan terus turun … didepan ada sungai kecil tanpa jembatan … mengamati sebentar jalur yang aman dilalui … mengambil ancang ancang dan jeburrr … sepeda masuk air dan selamat sampai seberang tanpa harus basah turun kaki … mendaki sebentar dan … didepan sudah ada sungai besar … sungai Cibeet.

Tapi eittsss … ketika masih di atas dan akan bergerak masuk ke dasar sungai … kita melihat “bidadari” yang lagi mandi di pinggir sungai …. adegan tujuh belas tahun … kita langsung berhenti … kalau kita terus masuk sungai … bisa heboh … kita stop disini … beneran lho kita ngga ngintip … serius … suwerrr … kalau ngintip bisa bintitan ….

Kita diam di atas sungai dibalik semak … ngga ngintip lho … bicara sedikit berbisik bisik … kita harus terus masuk kearah sungai …. karena dari sini terlihat ada curug kecil … mungkin lebih tepatnya jeram … terlihat dikejauhan.

Kita menunggu cukup lama … “ lama banget sih mandinya “ … “ sudah belum sih ??? ” ….
“ Om masuk duluan aja kesungai mungkin sudah selesai ” …. “ ngga ah …. kamu yang duluan ”

Akhirnya kita menunggu … sampai “bidadari” desa benar benar selesai mandi … baru kita bergerak … dan … kita dipelototin sama si “bidadari” … ehhh kita ngga ngintip lho … benerrr.

Sudah lupakan peristiwa itu … saatnya move on … sekarang kita ada di pinggir sungai …. sungai yang lebar dengan dasar sungai yang bebatuan … airnya bisa dikatakan sedang surut … tidak berlimpah. Tempatnya jadi nyaman dan asyik untuk bersantai santai sambil rehat di pinggir sungai.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide6-1.png

Suara deburan air sungai dangkal ini membuat perasaaan tenang dan damai.
Meskipun curugnya seperti itu … ehhh itu masuk kategori curug atau jeram …. terserah deh … pokoknya kita tetap hepi … mensyukuri kondisi saat ini … kita tetap bahagia.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide7-2.png
ini kategorinya … curug … jeram … atau undakan …

Curug tersebut dari sungai kecil yang masuk ke sungai Cibeet, dan yang unik sepertinya kondisi curug tersebut memanjang … tapi ketika mau mendekat dari arah sisi daratan… terpotong oleh sungai lain yang masuk ke sungai Cibeet ini … jadi di area ini ada 2 aliran sungai kecil … yang satunya menjadi curug. Untuk kesana harus nyebur .. tapi takut basah … ehhh ada pilihan lain untuk menuju kesana … dengan menyebrangi sungai Cibeet ini … tapi kan … takut basah …. yahhhh cemennn .. dasar petualang kaleng kaleng.

Tapi bagaimanapun juga kita tetap ceria ….
Setelah rehat dan kluyuran disekitar sini .. kita beranjak pulang.

Sengaja sedikit berputar kita mengambil arah ke jalan yang mendekat ke arah gunung Kanaga. Dan ketika bergerak kearah sana kita melewati akses destinasi lain … namanya Puncak Cikepuh .. Hilltop … Terlihat jauh di atas tebing ada beberapa fasilitas selfie. Lokasinya bisa dikatakan bertetanggaan dengan Gunung Kanaga.

Berhubung langit sudah semakin mendung … kita tidak mengunjungi dua destinasi tersebut … cukup melihatnya dari bawah saja.

Sepeda terus bergerak … sudah berada di jalan raya Cariu Jonggol mengarah ke Cileungsi.
Rehat sejenak untuk ishoma makan sate maranggi dan sop iga … lanjut lagi dengan penuh energi … dan tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Meskipun membawa rain gear … tapi kita pilih untuk menepi … berteduh. Dalam kondisi hujan lebat begini … ternyata ada 2 rombongan pesepeda yang melintas …. bahkan tanpa memakai jaket hujan sama sekali … menembus lebatnya hujan.
Kita nyengir dan mentertawakan diri sendiri … kita memang pesepeda kaleng kaleng.

Cukup lama juga menunggu .. kalau ada tempat rebahan, saya rebahan tidur deh … dan ketika hujan sedikit mereda … rintik rintik … kita langsung cabut.
Perjalanan pulang ini hampir terus ditemani oleh hujan. Jam 4 sore lebih sedikit, tiba dirumah dengan selamat.


Sawah Instagenic Cariu
Tiket masuk gratis
Jl. Kedongdong, Bantar Kuning, Cariu, Bogor
Koordinat googlemaps -6.566155, 107.148453

Curug
Tiket masuk gratis
Bantar Kuning, Cariu, Bogor
Koordinat googlemaps -6.558879, 107.151284


Minggu 13 Desember 2020

13 komentar di “Pencarian spot sawah instagenic Cariu

  1. Panorama sawah memang menjadi sesuatu yang waw bagi yg tinggal di perkotaan, seperti juga sebakiknya yg di desa memandang kemegahan di kota.
    Btw, cukup ngakak juga membaca adegan bidadari mandi di sungai, sementara 2 jaka tarubnya tidak bisa berbuat apa2 selain menunggu he he he, eh malah dipelototi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s