Setu diatas Kota Bogor — Setu Tamansari

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide7.png

Kali ini pengen pergi ke tempat yang gampang gampang aja.
Maksudnya ngga perlu blasak blusuk dulu. Tempat yang sudah jelas dan pasti lokasinya tidak perlu cari cari atau tanya tanya orang. Dan tidak perlu ngelewatin jalur jalur yang ngga jelas … tidak perlu juga lewat jalur jalur tanah.

Setu Tamansari Bogor sepertinya pilihan yang cocok …. sesuai kriteria dan asyik juga untuk ngadem, soalnya lokasinya lumayan tinggi. Dari googlemaps sih tercatat 562 m di atas permukaan laut.

OK berangkat …. Jam 7.35an sudah di tikum Cibubur.
Biasanya di spot tikum ini banyak juga komunitas sepeda lain yang sedang menunggu disini .., regrouping … tapi sekarang entah mengapa … sepi.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide1.png

7.40 si om muncul … janjian 7.45 … intime semua … ngobrol sebentar dan langsung cabut.
Sejak berangkat dari rumah ditemani awan kelabu … seperti mau hujan lagi. Tapi mendekat Cibinong matahari bersinar dengan ceria menemani perjalanan.

Melintas di jalan raya Bogor beberapa kali ketemu kelompok goweser yang mengarah juga ke Bogor dan jalanan tidak terlalu ramai oleh lalu lalang kendaraan bermotor …. Padahal tanggal muda … biasanya lebih ramai … entah kenapa … sepi.

Jam 9-an sudah duduk di sisi luar trotoar kebun raya Bogor. Rehat sambil cemal cemil perbekalan …. Banyak yang jalan kaki santai lalu lalang … beberapa grup pesepedapun banyak yang lewat, komunitas mtb, seli, yang campur campur jenis sepedanya juga ada. Di pintu masuk ada komunitas seli yang sedang antri untuk masuk ke kebun raya.

Beres rehat kita lanjut lagi melewati monumen Lawang Salapan dan menyusuri trotoar kearah mall BTM Bogor. Dan sepeda kembali masuk ke jalan raya, melewati mall BTM dan belok belok di jalan raya, lalu ambil shortcut menyebrang kali Cisadane dengan masuk kedalam gang Makam …. Menyebrang jembatan besi dan kemudian menanjak berkelok kelok di gang sempit dan harus membunyikan bel sepeda di setiap belokan untuk memberi tanda bahwa ada yang lewat dari bawah.

Melintasi komplek pemakaman dan sampailah di jalan Raya Ciapus. Dari sini perjalanan akan terus menanjak dan menanjak sepanjang 7 km-an sampai ke Setu… pokoke bener bener akan menguras energi. Bener bener mesti sabar dan telaten ditambah ngos ngos-an dan ngap ngap … sing penting tetep gowes meskipun ngerayap pelan.

Untung lalu lintas tidak ramai … jadi agak nyamanlah … soalnya kadang lalu lintasnya ramai …. lagi nanjak merayap gini bisa di klaksonin … ngagokin mobil lewat … 😀

Berkat ketelatenan akhirnya sampai di perempatan …. perempatan jalan ini dikenal sebagai perempatan jalan Bumi Perkemahan Sukamantri. Lebih banyak kendaraan ambil belok ke kanan atau ke kiri, kalau lurus tidak ramai. Nah kita ambil arah lurus …. arah lurus ini jika diteruskan akan mentok di bumi perkemahan Sukamantri yang ada di lereng gunung Salak.

Terus masih gowes menanjak …. Tidak terlalu jauh dari perempatan paling 1 km-an sampailah di Setu Tamansari. Setu ini posisinya tepat di pinggir jalan.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide2.png

60.04 km tercatat di cyclocomp untuk mencapai kesini …. lumayan bikin capek dan lapar. Di area setu ada beberapa pedagang makanan minuman serta yang jualan mainan anak anak.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide6.png

Setu Tamansari selain dijadikan sebagai embung untuk membantu mengendalikan banjir di wilayah Bogor dan Jakarta juga dikemas menjadi destinasi wisata yang dikelola oleh Badan usaha milik desa (Bumdes) Desa Tamansari sehingga diharapkan dapat menambah perekomian desa.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide4.png
memandang gunung Salak

Luas setu ini tidak terlalu luas … dan banyak ikan yang berenang renang di setu yang ditanam oleh pemerintah … sebagai salah satu daya tarik dan tidak diperbolehkan memancing disini.
Kita mencari posisi rehat di pinggir setu. Suasananya sangat menyenangkan … udaranya sejuk dan view-nya langsung memandang ke gunung Salak yang sedikit dibalut oleh awan.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide5.png

Tidak ada tiket masuk … gratis, disini wisatawan dapat menaiki perahu dan berlayar berputar mengelilingi setu cukup bayar Rp 5.000 perorang.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide3.png

Duduk duduk dipinggir setu sambil ngobrol ngalor ngidul dan membuka perbekalan makan camilan serta minuman ringan yang dibawa. Jam 10 lewat hampir jam 11 dan perut semakin lapar …. Kita beranjak menuju destinasi berikutnya, kita akan makan siang ditempat yang keren …. Ya mau lunch … weitss kata2nya juga sudah berbeda nih, sesekali makan di tempat oke, rencananya mau ke ecolodge Leuweung Geledegan … tempat glamping disana kabarnya ada resto. Habis jalan cukup jauh dan nanjak .. jadi pengen bermanja manja … 🙂

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide8.png

Perjalanan dilanjutkan …. kembali melanjutkan menanjak ke atas … dan terus menanjak … masih melewati kampung kampung dan kemudian mulai keluar dari area perumahan kampung …. mulai memasuki area hijau hijau … jalanan berubah menjadi jelek … dan terus menanjak. Melewati padang rumput luas sepertinya ini adalah area peternakan sapi dan tidak jauh dari sana sampailah di gerbang Ecolodge Leuweung Geledegan …. Tapi di dalam sangat ramai oleh kendaraan … penuh mobil berderet deret parkir. Ternyata tempat ini sedang di booking untuk acara kawinan … dan selain undangan tidak diperbolehlan masuk. Resto baru akan dibuka untuk umum jam 13.

Wahhh … masih lama atuhhh … sekarang baru jam 11 … perut sudah keroncongan begini ngga jadi lunch … akhirnya kita putuskan untuk pulang saja ke kota Bogor disana banyak pilihannya. Sambil meluncur ke bawah kita mampir sejenak di area padang rumput yang tadi dilewati …. Wahhh view-nya bener2 kerennnn … bebas terbentang ke bawah tanpa halangan … Kota Bogor ada jauh dibawah.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide9.png
padang rumput area peternakan sapi

Tidak berlama lama disini … kita melanjutkan perjalanan pulang … terus meluncur dan meluncur kebawah …. menurun terus sampai kota Bogor …. perjalanan pulang ini begitu cepat.

Kita ishoma di resto Gumbira …. mager cukup lama nambah camilan dan ngopi ngopi dulu sambil menunggu hujan mereda. Hampir jam 15 siang akhirnya kita melanjutkan perjalanan pulang menuju Jakarta.

Setu Tamansari
Tiket masuk gratis
Desa Tamansari, Kec Tamansari, Kab Bogor
Koodinat googlemaps -6.653628, 106.754064


Minggu 29 November 2020

10 komentar di “Setu diatas Kota Bogor — Setu Tamansari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s