Melihat sisi lain Bogor – Tanjakan goskil Bukit Cileueur dan Curug Sukaharja

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide9-2.png

Bogor memiliki banyak tempat menarik … sangat banyak, bahkan banyak yang popular, ngetop dan viral kemana mana.

Dari sekian banyak tempat yang belum saya kunjungi ada satu area yang bikin penasaran.

Areanya jarang banget terexpose …
Yang membuat penasaran … disana ada 3 spot yang menarik, unik, aneh ;

1. Ada spot berbentuk lingkaran besar yang sangat hijau lebat dan rimbun , apakah itu ?
2. Seperti ada tanjakan yang miringnya bisa masuk kategori ekstrim … Tapi tidak pernah dengar ada tanjakan kategori demit di daerah sana.
3. Kabarnya disana ada curug … curug disana … ??? Hmmm belum pernah dengar.
Cari2 info di internet mengenai curug tersebut bahkan dikatakan hoax …

Dibuatlah jalur atau rute untuk menuju ke tiga spot tersebut. Dari rute yang dibuat, bisa dikatakan umumnya yang di area Bogor belum pernah saya lalui … Wah tambah menarik.

Jam 7.10-an baru berangkat … melalui jalur klasik ; Kalimalang, Pondok Gede dan sampai tikum Cibubur. Sepanjang perjalanan lumayan banyak ketemu rombongan gowes.

Dan ketika sampai tikum … Si om sudah menanti … sebelumnya sudah kirim kabar kalau saya datang terlambat.

” Mau kemana Kita ? “
” Di sekitaran Bogor, tapi agak jauh karena muter2 “

Ok sippp … Kita berangkat. Gowes nyantai dan tidak lama kemudian sudah di jalan Raya Bogor, melewati pasar Cibinong yang selalu ramai dan macet.

Terus menanjak landai menuju kota Bogor. Jarang sekali ketemu pegowes yang searah … ketemu rombongan seli yang banyak dan panjang tapi arahnya berlawanan.

Jam 9.30-an sampai di sisi luar Kebun Raya. Rehat sejenak disini … nyemil nyemil sambil lihat beraneka yang lalu lalang. Ngobrol ngobrol yang ngga jelas jelas.

Lanjut lagi … menyusuri trotoar sisi luar kebun Raya ke arah lapangan Sempur.
Melewati gerbang utama Istana Kebun Raya. Spot foto favorite … meskipun dijaga tapi masyarakat diperbolehkan untuk foto foto disini. Pada saat lewatpun ada sekelompok goweser yang foto2 didepan gerbang.



Selepas gerbang utama, melintasi area rusa. Banyak sekali rusa totol bertebaran di padang rumput disekitaran istana … mungkin bisa mencapai 300 lebih.

Kemudian kita menyebrang dan masuk jalan kapten Muslihat, melewati stasiun KA Bogor.

Terus saja bergerak menyusuri jalanan perkotaan Bogor yang belum pernah saya lewati.

Disatu titik GPS menunjukkan untuk masuk gang … kita masuk gang dengan perumahan yang padat berderet deret …. jemuran berjejer disisi gang di depan rumah, cukup panjang juga berkelok kelok di gang ini.

Muncul kembali di jalan raya, sebentar dan gps mengarahkan masuk jalan aneh …. ini adalah jalanan di perumahan … Lebarnya satu mobil tapi tidak pernah ada mobil lewat sini … jalannya rimbun semak belukar menjadi jalur setapak. Jalan ini diapit oleh rumah rumah … sisi belakang rumah yang ditembok tinggi tinggi.

Jalanan rimbun semak belukar ini menurun dan di beberapa area menjadi sangat rimbun dan akhirnya muncul lagi dijalan aspal, masuk ke jalan kecil lagi … pokoknya perjalanan ini diselang seling masuk ke gang.

Masuk lagi jalan raya yang ramai dan disatu pertigaan kita belok masuk kejalanan kecil dengan perumahan yang padat dikanan kiri. Motor banyak sekali lalu lalang … sangat banyak … ditambah sesekali mobil lewat … menambah ramai suasana.

Mata Air Ciburial
Ketika lihat nama jalannya …. “ jalan ledeng “ … wah berarti ada PDAM disini … makin mengarah keatas di sisi jalan ada tangki tangki penampungan air yang besar besar … nah benarkan.
Jalan ini mentok di gerbang masuk yang ditutup …. area PDAM … mata air Ciburial.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide2-2.png
di depan pintu PAM Ciburial

Ternyata area hutan lebat yang terlihat dari citra satellite adalah area mata air. Untuk menjaga keasrian dan kebersihan maka areanya tetap dibiarkan seperti hutan … sekeliling hutan ini dipagari dengan tembok tinggi. Kita belok kanan masuk ke gang kecil dan muncul kembali ke jalan mobil yang menyusuri sisi luar hutan ini.

Hutan ini memiliki vegetasi yang sangat padat …. Benar benar seperti hutan alami yang tidak pernah dimasuki manusia. Sepertinya mata air Ciburial ini airnya sangat besar melimpah karena tangki tangki penampungannya sangat besar besar. Mata air Ciburial merupakan anugrah bagi warga Bogor mendapatkan air ledeng yang langsung jernih alami dari mata air langsung. Kalau di Jakarta pasokannya dari aliran air Kalimalang yang datang dari Jatiluhur dan harus diolah kembali agar layak digunakan sebagai air ledeng.

Setelah menyusuri sisi luar sampai kearah atas kemudian kita berbelok menurun curam kebawah lembah melanjutkan jelajah area Bogor yang belum pernah saya kunjungi. Area disini perumahannya jarang jarang dan konturnya naik turun … lembah dan bukit bukit.


Mata Air Ciburial
Pagelaran, Ciomas, Bogor
Koordinat googlemaps -6.615407, 106.760662

Tanjakan Dedemit Bukit Cileueur
Setelah rolling naik turun dan melewati beberapa kampung …. berdasarkan ancer ancer di depan seharusnya sudah memasuki kaki bukit Cileueur …. Bukit yang bikin penasaran. Jalanannya sepi … ketika mendekati kesana ada rombongan ibu ibu warga kampung sini yang juga bergerak searah … mereka berjalan kaki.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide3-3.png
di depan adalah bukit Cileueur, tidak tinggi tapi kemiringannya ekstrem

“ permisi bu … permisi “ kita melewati mereka.
Jalanan berbelok dan didepan langsung ada tanjakan terjal …. si om langsung ngegas …
Saya bergerak menanjak perlahan gila … gigi belakang di shifting terus sampai gigi terbesar … tanjakan semakin “mantap” dan …. crackkkk bunyi keras dari sprocket belakang …. sepeda berhenti di tanjakan …

Gigi paling besar 42 T langsung bengkok dan rantai nyelip macet … kemungkinan ini terjadi karena rantai belum berpindah sempurna ke gigi 42 tapi kayunan terlalu dipaksakan …. Ya nanjak gila begini … sehingga akhirnya bengkok.

Terpaksa buka bengkel di pinggir jalan … untung bawa tools cukup lengkap … pakai tang untuk membalikkan kembali sprocket supaya agak lurus dan tidak mengganggu perputaran sprocket …. sulit juga, dipaksa paksa … akhirnya malah patah. Ya gimana lagi … paling tidak sprocket lurus lagi dan tidak ganggu perpindahan gigi. Jadi perpindahan gigi hanya bisa sampai 36 T saja.

Memandang dulu tanjakan edan ini …. kayuh lagi … megap megap … sampai kepikiran kenapa bawa banyak barang bawaan … nambah berat saja. Sampai di titik aman pertama …. si om sudah menunggu cukup lama … “ heran kemana aja “ …
Si om bilang, kata ibu ibu masih ada lagi satu tanjakan di depan …. “ apaaaa … “
Jadi didepan belokan depan ada tanjakan …. hmmm

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide4-3.png
rehat sejenak sebelum sampai puncak

Saya diam memperhatikan si om yang mulai jalan …. jarang sekali lihat si om mengoper gigi menggunakan kombinasi gigi depan dan belakang yang paling teringan …. kali ini digunakan maksimal …. serius banget tampangnya … haha, menanjak dan berbelok.

Saya mulai bergerak … langsung berat … terjal begini tanjakannya … sehabis belokan napas sudah ngap pol pol-an … berhenti … jantung berdetak sangat kencang … serasa mau copot.
Setelah detak napas mereda dan napas normal … kembali saya gowes … tanjakan miringnya gila gilaan … paling sekitar 100 meteran saya berhenti lagi … jantung kembali berdegub sangat kencang … napas sudah ngap ngap. Edan iki …. Ibu ibu yang jalan juga sedang rehat di dekat sini …. warga lokal aja kalau jalan kaki pakai rehat dulu …. berarti tanjakannya memang gile.

Setelah napas teratur kembali … saya bergerak … mengeluarkan semua energy kalau perlu ditambah tenaga dalam …. Ngap ngap bener … sedikit lagi sedikit lagi … berbelok curam … sedikit lagi .. sedikit lagi .. dan sampailah di puncaknya …. Yeayyyyyy. Napas memburu terengah engah… lutut bergetar .. jantung berdegub kencang. Diam dahulu menenangkan semuanya.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide5-3.png
di puncak bukit Cileueur

Sayangnya puncak bukit Cileueur agak terhalang oleh pepohonan sehingga view-nya kurang terlihat jelas. Ada satu sisi yang keren view-nya tapi dibagian tersebut sedang dibangun vila. Kalau vila tersebut dijadikan tempat ngopi dan makan pasti keren banget.

Kalau yang suka tanjakan … jalur tanjakan bukit Cileueur kudu harus mesti dijajal.
Dari beberapa tanjakan yang ada disekitaran Bogor … menurut saya ini termasuk salah satu yang gila. Tidak terlalu panjang, mungkin sekitar +- 1 km tapi kemiringannya goskil.
Si om-pun setuju … tanjakan ini memang ajib, salah satu yang terberat ….

Asyiknya lagi tanjakan ini aspalnya mulus dan sepi lalu lalang kendaraan … bahkan motorpun jarang. Jadi kalau nanjak megap megap disini bisa benar benar di nikmati … haha.

Setelah rehat, makan minum untuk mengembalikan energy yang habis kita melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya.

Dari sini perjalanan masih menanjak … dan terus ada beberapa tanjakan tapi kemiringannya tidak segila tadi, masih nyaman digowes.

Jalanan dari puncak bukit Cileueur ketika diteruskan menyatu dengan jalan desa utama … yang cukup ramai oleh lalu lalang kendaraan. Melewati perkampungan dan ketika masih menanjak kita melihat papan petunjuk “ Batu Tapak “ …. Mengarah masuk kedalam gang dan menurun ke bawah.
Ternyata ini adalah Batu Tapak yang tahun 2018 pernah kita kunjungi dari arah yang berbeda, melalui jalanan utama desa, melalui kampung Wisata Sindang Barang Bogor ketika menjelajah peninggalan kerajaan Pajajaran.

Berhubung minuman sudah habis kita stop di warung untuk isi bidon menuman sambil bertanya ada tidaknya curug di dekat daerah sini, tapi jawabannya adalah curug curug yang jauh yang berada di kaki gunung Salak. Hmmm .. ada tidak sih curug itu … jadi sedikit ragu … yah sudah biarlah.

Perjalanan dilanjutkan memasuki jalanan kampung berbelok belok, kadang kanan kiri adalah kebon kebon dan sawah penduduk, kadang melintasi rumah rumah yang berderet deret, masih naik rolling naik turun bukit.

Melewati satu tempat wisata … namanya Sawargiloka Waterland, sepertinya sih tempatnya enak untuk bawa keluarga main kesini.


Bukit Cileueur
Jl. Sengked, Sukaresmi, Kec. Tamansari, Bogor
Kordinat googlemaps -6.623862, 106.754544


Curug Sukaharja
Terus saja bergerak, dan berdasarkan ancer ancer … seharusnya curugnya ada disekitaran sini. Disebelah kanan adalah lembah dan aliran sungai. Tapi tertutup oleh pepohonan … gowes perlahan memperhatikan sekitar …. area disekitaran sini lebih didominasi kebun kebun penduduk.

Sayup sayup terdengan bunyi gemuruh …. nah itu …. ada curugnya … karena musim hujan debit airnya lumayan banyak sehingga menciptakan suara gemuruh air yang jatuh.
Tapi dimana posisinya dan bagaimana cara masuk kesana.

Ketika sedang gowes perlahan menurun sambil celingukan … ada warung di sisi jalan agak kebawah dan dari sana terlhat curugnya nongol dari sela sela pepohonan … nah itu dia.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide7-3.png
warung di tepi jalan di dekat curug Sukaharja

Warung kayu ini terlihat masih baru dan telah disiapkan lahan parkir,
Warung yang sepi … ngobrol ngobrol dengan pemilik warung, memang warung ini belum lama dibuka, area lahan ditebing ini sebagian telah dibersihkan sehingga tidak rimbun dan curugnya bisa terlihat dari jalan. Bahkan telah dibuat jalan setapak curam untuk turun kebawah dan semak belukarnya telah dibersihkan. Kalau kena air hujan pasti licin dan berbahaya.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide6-3.png
cucuran air curug terlihat di bawah

Kata beliau, curug ini biasa dipakai tempat main warga … tapi kemudian seperti dilupakan, dan sekarang berusaha dibuka kembali, dengan dibersihkan lahan lahan disekitarnya.

Warga lokal menyebut ini curug Sawer …. Wah nama curug Sawer di daerah Bogor ada beberapa, mungkin untuk menghilangkan kebingunan dengan curug Sawer yang lain maka sekarang curug ini diberi nama curug Sukaharja.

Kita bergerak menuruni tebing dengan hati hati dan sampailah di bawah lembah.
Taraaaa …. Curug Sukaharja ini menurut saya sih keren …. Bentuknya agak berbeda dengan curug curug yang ada di daerah Bogor. Curugnya lumayan tinggi dan batu batu berserakan, dari atas sampai kebawah … menciptakan arus arus aliran air yang sangat menarik.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide10-1.png

Tampilan curug ini berbeda dan menarik … tapi ada sedikit kekurangannya … ada sampah sampah plastik, karena aliran curug ini melewati perkampungan perkampungan di atasnya. Tapi kondisi sampahnya tidak parah …. Menurut saya sih lebih parah sampah plastik yang ada di daerah curug Lembah Pelangi Bogor.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide8-2.png

Kemungkinan curug ini bisa ngetop kembali dan makin banyak wisatawan yang datang. Apalagi bapak pemilik warung berusaha menata tempat ini sehingga tampil lebih terawat dan akses kebawahnya semakin mudah dan aman.

Setelah melihat lihat kesana kemari dan ngopi sejenak di warung, kita bergerak pulang.
Tidak jauh dari curug ini kita melewati resto Bukit Air yang berkonsep alami menyatu dengan pesawahan, berhubung sekarang sudah jam 12 … ramai sekali pengunjung yang datang kesini …. umumnya bermobil. Niatnya mau makan siang disini tapi karena ramai begini tidak jadi makan disini.
Perjalanan pulang terus dilanjutkan mengarah ke kota Bogor, diiringi rintik rintik hujan.
Makan siang di kota Bogor di jl RE Martadinata … sop ikan mas duri lunak … tempatnya menggoda, rumah tua dan tidak ramai … dan ternyata sop ikan yang disajikan dalam batok kelapa sangat ajibbbb … recommended deh.

Beres makan kita lanjut pulang dengat semangat dan bertenaga. Berteduh dulu sekali dari hujan dan lanjut lagi gowes dan sampai dirumah jam 17-an.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah slide1-3.png


Curug Sukaharja
Tiket Masuk Gratis
Jl. Cipayung, Sukaharja, Ciomas, Bogor
Koordinat googlemaps -6.61296, 106.74121


22 November 2020

9 komentar di “Melihat sisi lain Bogor – Tanjakan goskil Bukit Cileueur dan Curug Sukaharja

    • curug ini kurang terkenal .. butuh polesan sedikit supaya dapat “dijual” …. karena memiliki akses yang mudah dan hamparan batu2-nya membuatnya unik dan berbeda dengan curug lainnya.
      tanjakannya memang salah satu yang ekstrem untuk di daerah Bogor mba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s