Destinasi Sentul yang “menghilang”— Leuwi Batu Anggrek

This image has an empty alt attribute; its file name is slide9-1.png

Wara wiri di Sentul cukup lama tapi saya baru tahu destinasi ini.
Kabarnya destinasi ini sudah cukup lama …. dan kemudian “menghilang”.

Konon tempatnya bagus serta tidak jauh dari area Sentul perumahan.
Jadi bikin penasaran untuk melihatnya kesana secara langsung.

Berangkat dari rumah jam 7 kurang sedikit, setelah melalui perjalanan seperti biasanya – dengan saat ini berarti sudah 3 minggu berturut turut arah kepergian melalui jalanan ini – sampailah di tikum Cibubur jam 7.46 lewat 1 menit dari jadwal. Di perjalanan tadi tidak bisa terlalu cepat, bekas hujan semalam menyebabkan banyak tergenang air di beberapa ruas jalan. Sepeda tidak pakai fender / spakbor sehingga mesti jalan perlahan supaya air tidak ngiprat ke baju belakang, supaya tetap tampil necis sampai tujuan.

Di tikum om Adi sudah menanti …. hahahihi sebentar … perjalanan berlanjut. Ban sepeda berputar melalui perumahan Podomoro Cimanggis, sisi tol Jagorawi, muncul di Gunung Putri CIteureup.

Melaju di jalan Citeureup, melewati sirkuit Sentul lalu belok kiri melalui Babakan Madang dan mengarah keatas. Melewati sedikit sedikit tanjakan dan sampailah di perempatan Jungle Land.

Perjalanan lancar …. Selama perjalanan mobil agak sedikit yang lalu lalang tapi motor banyak sekali, umumnya beriringan berombongan.

Dari perempatan Jungle Land saya belok kanan mengarah ke bundaran Sentul City dan rehat sejenak di pelataran ruko. Banyak sekali ruko berjejer kanan kiri disepanjang jalan ini dan umumnya kosong belum terisi. Makan dulu perbekalan snack dan minum minum sejenak sambil melihat rombongan motor yang wara wiri dan sesekali diselingi rombongan pesepeda.

Perjalanan dilanjutkan dan ketika sampai di bundaran, sepeda belok kiri mengarah ke area cluster cluster perumahan Sentul. Ini pertama kalinya saya masuk ke daerah sini. Jalanan beton mulus dan menanjak, masih banyak area kosong dan sudah ada beberapa cluster yang sepertinya sudah terisi dan ada juga cluster baru yang sedang dibangun.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide1-1.png
memasuki jalanan cluster perumahan Sentul

Terus menanjak … jalanannya sepi, karena jalan ini tidak tembus.
Semakin ke atas tanjakannya cukup curam dan mulai terlihat satu dua bangunan rumah besar yang terlantar di sisi atas sini …. hmmm sayang sekali.

Tanjakan ini berakhir di bundaran besar diatas.
Selepas bundaran ini jalannya ditutup portal. Kita lanjut menggeret sepeda melintas dibawah portal.
Memasuki area yang besar luas …. Masih area perumahan sentul dengan bangunan bangunan rumah besar terpencar pencar … semuanya terlantar …. kebayang kalau malam lewat jalan ini … serasa melewati zombieland.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide2-1.png
di area atas, bangunan2-nya terlantar semua

Jalanan masih cor semen …. Beberapa area cor-an semennya terbelah karena pergeseran tanah dibawahnya. Jalanan cor semen yang terbelah belah ini dipenuhi rerumputan dan ilalang, terlihat sudah lama sekali jalanan tidak dilalui kendaran roda empat.

Di arah atas bahkan terlihat bangunan yang besar seperti gedung pertemuan atau sejenisnya …. Dibiarkan terlantar juga …. Kenapa begitu ya…. Apakah karena tanahnya yang labil sehingga pembangunan dihentikan …. Entahlah.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide3-1.png
di bagian paling atas ada bangunan terbesar yang diterlantarkan

Kita mengikuti panduan gps melewati rumah rumah terbengkalai ini … dan sampailah di bundaran terakhir yang dipenuhi ilalang yang tinggi tinggi. Kita berada di lereng gunung Pancar yang lebat oleh pepohonan. Rimbun dan lebat karena gunung Pancar adalah hutan lindung yang dilindungi oleh negara sehingga tetap terjaga keasriannya. Disebelah kanan adalah lembah dan dibawahnya sungai mengalir, diseberang sungai tersebut merupakan area kebun kebun penduduk.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide4-1.png
memasuki jalan setapak

Dari sini perjalanan dilanjutkan melalui jalanan setapak … kanan dikirinya dipenuhi semak belukar, Artinya jalan ini jarang sekali dilewati atau tidak banyak orang yang melalui jalanan setapak ini. Sepeda didorong menerobos semak semak …. sekitar +- 30 meteran berhenti …. di dasar lembah di bawah terlhat sungai bebatuan dengan aliran air yang cukup deras.

Sepeda stop berhenti disini, karena untuk menuju ke bawah harus menyusuri sisi tebing dan melalui turunan untuk menyebrangi selokan kecil. Turunannya sangat curam dan licin …. Sulit dan bahaya jika memaksakan untuk memanggul sepeda kebawah.

Sepeda di parkir disemak semak dan dikunci, lalu kita melanjutkan menuruni turunan curam ini, melewati selokan yang airnya bersih jernih dingin, sepertinya aliran air ini langsung dari mata air, karena banyak pipa air yang dihubungkan dengan aliran air ini.

Setelah melewati selokan ini, kita menyusuri pinggir tebing, dibawah di sisi sungai, terlihat bangunan bangunan kayu dan bambu yang rusak terlantar … tidak ada orang dibawah sini … sunyi sepi, hanya terdengar deburan air yang cukup keras dari arah sungai.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide5-1.png
fasilitas destinasi yang sudah terlantar

Artinya tempat ini pernah dijadikan destinasi wisata dan entah mengapa menjadi sepi … rusak terlantar seperti ini … sayang sekali.

Kita ambil shortcut dengan menuruni tebing yang curam dan sampailah tepi sungai.
Ya inilah Leuwi Batu Anggrek …. Selain bangunan bangunan yang terlantar disini … juga jembatan bambu kayunya pun terlantar … tidak terawat dan terlihat ringkih …. Seperti jembatan Indiana Jones, berbahaya jika dilalui.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide6-1.png

Kita turun kesungai …. Bebatuan besar berserakan disungai ini, air mengalir melalui sela sela batu dan jeram jeram kecil menciptakan suara suara alam yang unik.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide7-1.png

Kenapa disebut Leuwi Batu Anggrek karena disisi sungai ini dibebatuan tumbuh anggrek anggrek liar, dan satu lagi yang menjadi icon spot ini adalah batu pipih yang dipotong oleh alam menjulang tinggi seperti obelisk.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide10-1.png
batu “obelisk” icon spot ini

Aliran sungai ini berasal dari Curug Cibingbim yang melewati Leuwi Pangaduan diatas dan terus mengalir kebawah sampai ke Leuwi Batu Anggrek ini.
Jadi kita ingin berpertualang hiking ke Leuwi Pangaduan bisa melalui jalur ini dan terus naik ke atas melalui kebon kebon penduduk atau juga bisa dengan menyusuri sungai ini kearah hulu.

This image has an empty alt attribute; its file name is slide8-1.png

Tempat ini indah … sayang ya kenapa tempat ini dilupakan ….
Selama kluyuran ke destinasi destinasi wisata memang saya menemukan beberapa destinasi yang menjadi sepi …. akhirnya dibiarkan terlantar. Banyak faktor yang menyebabkan destinasi tersebut menjadi sepi.

Persaingan antar destinasi wisata seperti sama juga dengan persaingan antar toko. Banyak toko toko baru bermunculan dan toko lama yang tidak bisa beradaptasi melakukan improvement untuk mempertahankan pelanggan lama dan menarik pelanggan baru akhirnya tutup.

Pada kasus destinasi wisata … kemungkinan yang datang ke tempat wisata bisa dikatakan 80% lebih adalah konsumen baru atau wisatawan baru, hanya sedikit wisatawan yang sudah datang akan kembali lagi kesana. Jadi harus selalu mengakuisisi pelanggan baru … dan tidaklah mudah. Bersaing dengan “toko toko” sebelah …. yang mungkin lebih cantik … lebih mudah aksesnya …. lebih popular di medsos … lebih nyaman … dan lain sebagainya. Di sekitaran area Sentul saja sudah ada beberapa yang “mati suri” … bahkan bisa dikatakan layu sebelum berkembang. Ya begitulah dinamika persaingan destinasi wisata

Kita bermain main air sungai … naik kesana kemari dibebatuan, suasana langit yang semakin hitam mendung membuat hati sedikit was was …. Bermain air pada saat hujan sangat berbahaya, khawatir ada air bah datang.

Sekelompok akamsi – anak kampung sini – datang dari arah seberang sungai, mereka datang untuk menikmati sungai … duduk duduk dibebatuan …. Membuat suasana tidak terlalu sepi.

Tidak berlama lama disini … selain awan yang semakin hitam, sayapun punya target untuk sampai di rumah sebelum jam 15 karena ada urusan. Si Om yang asyik bermain sehingga posisinya sudah semakin menjauh kearah hulu membuat saya harus teriak teriak memanggilnya … sulit terdengar karena deburan air yang sangat keras …. Untung para akamsi ini ikut membantu memanggil manggil sehingga si om akhirnya menoleh.

Kita beranjak pulang, kembali gowes sepeda kearah Citeureup, mampir sejenak ngopi dulu di tempat spot pesepeda di Elarte sport café yang berada di area komplek Royal Padi Emas Sentul, sedikit mager disini karena tempatnya nyaman untuk kongkow kongkow dan kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan ditemani 90% tiupan angin kencang dari arah depan …. serasa gowes menanjak yang panjang.

Dan sampailah dirumah sebelum jam 15 …

Leuwi Batu Anggrek
Tiket masuk Gratis
Bojong Koneng, Kec. Babakan Madang, Sentul, Bogor
Koordinat googlempas -6.595650, 106.902121


Minggu 11 Oktober 2020

6 komentar di “Destinasi Sentul yang “menghilang”— Leuwi Batu Anggrek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s