Mencari spot sepi untuk ngopi – Bendungan Tajur Citeureup

Dengar dengar selentingan kabar bakalan ada bendungan baru yang berada di tiga desa yakni Desa Tajur Kecamatan Citeureup, Desa Leuwikaret Kecamatan Klapanunggal, dan Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur.

Rencananya pembangunan waduk tersebut untuk pengendali banjir wilayah Jakarta dan Bekasi. Hanya baru wacana.

Tapi sebelum itu terjadi …. Sebenarnya ada bendungan kecil di daerah ini, kabarnya bendungan tersebut ada di daerah sekitaran Pasirmukti dan Desa Leuwikaret Citereup.

Setelah di cari cari dan diubek ubek di internet akhirnya di dapatkan ancer ancer lokasinya.
Memang sepertinya posisinya ada di belakang area wisata Pasirmukti. Supaya sekalian kluyuran …. Saya memilih akses masuknya dari seberang sungai tempat wisata … jadi lewat Desa Lulut yang ada di kaki gunung Klapanunggal.

Berdasarkan pantauan citra Satelite googlemaps ternyata tidak ada atau tidak terpetakan jalan untuk menuju ke lokasi tersebut. Ya sudah saya buat sendiri saja jalurnya berdasarkan citra satellite tersebut, tinggal bagaimana kondisinya dilapangan, apakah memang itu jalanya atau tidak. Nanti tinggal tanya atau melipir lipir saja cari jalan untuk menuju titik destinasi.

Setelah barang yang akan dibawa disiapkan malam sebelumnya termasuk alat alat kesehatan dan juga tidak lupa …. kopi …. Di destinasi nanti mau ngapain … selain lihat lihat … tidak ada warung .. sepi … pastinya saya akan duduk duduk sendiri di pinggir sungai … physical distancing …. sambil menikmati suara aliran sungai … ngopi outdoor.

Minggu jam 7 pagi kurang saya meluncur melewati Kalimalang, Pondok Gede, Cibubur, sepanjang perjalanan saya bertemu beberapa kelompok goweser yang banyak …. Hmmm kata berita2 di tv sekarang di masa pandemic ini banyak sekali orang naik sepeda …. Terbukti ini …. Menurut saya sih memang lebih ramai dari sebelum pandemi.
Kali ini untuk menuju Citereup saya tidak melalui jalan biasa, yang biasanya melewati Bukit Golf Cibubur, tapi kali ini saya melalui perumahan Podomoro Golf View Cimanggis. Masuk kedalam area perumahannya sampai kearah belakang dan keluar melalui gang masuk menanjak ke perkampungan. Dan perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri sisi dalam tol Jagorawi.

Melalui perkampungan perkampungan dari jalan setapak dan juga ada jalan mobil …. yang pasti meskipun perjalan tidak bisa cepat tapi melalui area ini perjalanan lebih adem … lebih rindang …. Banyak dinaungi pepohonan.Terus saja menyusuri sisi tol Jagorawi … dan akhirnya sampai di pintu exit tol Citereup.
Dikejauhan terlihat pabrik semen Cibinong yang besar menjulang.
Berdasarkan GPS saya ambil jalan menuju Kawasan Industri …. Jalannya besar dan sepi … melewati jembatan sungai besar … dan mentok di area pabrik semen dan saya berbelok kiri … masuk ke Kawasan industry.
Kawasan industry ini sepertinya sudah lama …. Tapi tidak banyak pabrik atau bangunan komersil disini … hanya ada beberapa yang besar dan selebihnya adalah tanah kosong berbukit bukit.

Jalanan mulai menanjak dan saya belok kanan masuk ke jalanan besar dan hancur …. Ternyata area ini adalah tempatnya parkirnya truk truk pengangkut semen yang besar besar, Jalan ini tembus ke jalan utama kampung.

Masuk ke area belakang pabrik semen ini saya selalu merasa “aneh” …. Karena selama ini saya menganggap di belakang pabrik semen ini adalah kaki gunung Klapanunggal … tidak ada jalan besar, jalan “buntu” yang mentok di kaki gunung …. paling hanya jalan kampung kecil, kenyataannya berbeda …. Seperti berada di daerah jauh dari Jakarta, seperti berada dalam perjalanan luar kota yang jauh.

Disatu titik saya berbelok masuk jalan kampung yang lebih kecil dan langsung menanjak.
Melewati kampung kampung dan kemudian gps mengarahkan masuk gang kecil berbelok belok, masuk kembali ke jalan agak besar, jalan kecil lagi dan di satu titik gps mengarahkan belok masuk ke sawah …. Hmmm …. Saya perhatikan ke destinasi sekitar 1 km-an lagi. Tapi sawah ini akan sulit dilewati maksudnya akan bikin cape … bakalan angkat gotong sepeda … kotor kotoran …

Saya cari jalur lain untuk menuju ke destinasi …. Tanya tanya akamsi – anak kampung sini – akhirnya di arahkan jalur yang bisa dilalui …. Tapi sedikit berputar …. tidak masalah ….

Masuk dari sebelah sisi warung ke jalan gang kecil berbatu batu, masuk terus kedalam dan suasana mulai berubah …. Masuk ke kebun kebun penduduk. Ada cabang … kembali tanya petani … diarahkan untuk mengikuti sisi selokan. Saya perhatikan … ternyata ini adalah tanah pribadi, kebun penduduk …. Sedikit ragu untuk masuk …. Saya tetap masuk … kalau ketemu orang didalam … nanti saya akan minta izin, jika tidak boleh … ya keluar … gampang kan.
Terus saya menyusuri selokan ini … ketemu orang orang yang bekerja .. sekalian permisi dan tanya arah …. Dengan ramah mereka memperbolehkan saya terus lanjut dan tidak lama saya sampai di saung yang ada kolam kolam ikan.
Tepat di sisi saung ada sungai besar …. Dan horeeee …. Disanalah bendungan berada.

Airnya lagi lumayan banyak …. Gemuruh air sangat keras …. Air Sungai bisa dikatakan bersih … tidak banyak sampah. Di dekat bendungan ada 4 pemancing yang berpanas panasan.
Dasar sungainya bebatuan …. Sebetulnya asyik untuk bermain main …. Tapi berhubung tidak ada spot asyik di pinggir sungai untuk nongkrong …. Paling tidak tempat nyaman untuk duduk … tidak ada kerindangan. Begitu panas menyengat di jam 10-an ini …

Hanya mengamati bendungan tidak lama lama … saya lalu beranjak … mencari spot yang asyik di pinggir sungai.

Kembali menyusuri jalur masuk … tapi pandangan lebih memperhatikan kearah sisi sungai.
Dikejauhan saya melihat pohon tinggi menjulang …. seperti ada rumah kecil atau bangunan di sela sela pepohonan …. Apakah itu rumah pohon …. ?

Saya berjalan mendekat kearah sana melalui jalan setapak yang membelah kebun jeruk …. Sayang jeruknya masih kecil kecil …. hehe …. Ehhh apa maksudnya sihhh …
Ketika sampai di lokasi …. ternyata ini adalah bangunan besi yang tinggi, bangunan yang sudah terbengkalai …. sebuah menara stasiun flying fox ada kabel yang membentang menyebrangi sungai. Ketika saya mengamati … ada ibu ibu yang nongol dari sungai …. Sepertinya beliau habis menyebrang sungai, ngobrol dengan ibu ibu tersebut, ternyata area kebun jeruk ini masih milik tempat wisata Pasirmukti. Area utama tempat wisata Pasirmukti ada di seberang sungai … disanalah pintu masuk utamanya. Dari spot ini ada jalan landai untuk masuk kesungai … dan sepertinya ini adalah jalur penyebrangan penduduk kampung sini … karena tidak lama ada segerombolan anak anak kecil menyebrangi sungai. Kalau musim penghujan … penduduk pasti harus berputar jauh jika ingin menyebrang.Dari posisi ini jika bergerak kearah hilir sungai sekitar 1,5 km, masih di aliran sungai ini, disana ada curug. Curug Citereup Asri ada juga yang menyebut curug Gunung Sari bahkan ada juga yang menyebut curug Harmoni. Pernah main kesana di tahun 2018 kluyuran mengaprak ngaprak Citereup, masih sangat sepi dan disisi sungainya pada saat itu sedang ada perataan lahan untuk perumahan. Kabarnya sekarang sudah ramai jadi destinasi dan perumahannya sudah jadi.

curug Citeureup Asri

Saat ini saya sedang berada disisi sungai …. sepi … gemercik suara air dan sisi sungai bebatuan yang kering begitu menggoda, Saya turun ke sungai bawa sepeda.

Mencari spot yang teduh dan …. melakukan protokol kesehatan terlebih dahulu …. lalu … mulai deh ritual membuat kopi … berbagai cara nyeduh kopi outdoor pernah saya coba …. Saat ini saya mau yang simple saja prosesnya …. menyeduh drip bag coffee …. Praktis, tinggal buka sachetnya … menempatkan dripbag coffee di gelas dan menyeduhnya dengan air panas yang saya bawa di thermos, tidak perlu masak masak dulu air panas.Menyeruput kopi …. ditemani gemericik suara air sungai … priceless


Bendungan Tajur
Tiket masuk gratis
Desa Tajur, Leuwikaret, Klapanunggal, Citeureup, Bogor
Koordinat googlemaps -6.511346, 106.910648


Minggu 15 Juni 2020

13 komentar di “Mencari spot sepi untuk ngopi – Bendungan Tajur Citeureup

  1. Wah mantap, cari spot sepi buat ngopi aja sampe ke daerah Tajur.. jangan2 tar gowes edisi nyari sarapan Bubur Ayam Sukabumi, gowes’a ke Sukabumi.. Hehehe..
    Salam Gowes OM..

  2. Sekarang memang lagi ramai kopi kemasan seperti itu ya mas hehehheheh. Di Jogja dulu aku lihat ada yang jualan. Jadi simpel bagi yang suka mengopi. Enak memang di saat seperti ini mencari tempat mengopi yang tidak ramai lokasinya.

    • Kopi kemasan drip bag ini sudah lumayan banyak yang jual
      Asyikkklah … bikin ngopi lebih simple dan praktis.
      Ya mas Sitam … dimasa pandemic mesti menghindari keramaian … ngopi outdoor lebih mantap 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s