Destinasi Instagenic — Telaga Biru Artha Hill Karawang

Dua bulanan sudah tidak pergi jauh.
Selama masa pandemi hanya gowes muter muter komplek berusaha tetap berolah raga.

Setelah bisa dikatakan vakum berpergian … sepertinya butuh relaksasi supaya aktifitas gowes kembali menggeliat.

Dan saat ini ada wacana untuk pelaksanaan new normal.
Mungkin hari minggu pertama setelah lebaran ini saat yang tepat untuk gowes agak jauhan sambil mencoba menerapkan new normal.

Mencari destinasi yang menarik tapi sepi, bahkan kalau bisa tidak ada orang disana sama sekali.
Setelah mencari cari … dipilih destinasi Telaga Biru Artha Hill atau ada juga yang menyebutnya Daporing alias Danau Pohon Kering di daerah Karawang.

Suatu destinasi yang tidak begitu popular tapi memiliki pemandangan yang menarik. Tempat yang tidak popular pasti sepi … tempat yang cocok untuk physical distancing.

Supaya aman maka protokol kesehatan diterapkan, gowes sendirian serta membawa peralatan kebersihan ; hand sanitizer, tissue basah, tissue kering dan masker.

Tidak lupa bawa makanan, menghindari makan di tempat umum, sekalian bawa kue kue sisa lebaran untuk dihabiskan disana.

Minggu pagi jam setengah tujuh lebih berangkat dari rumah, menyusuri Kalimalang mengarah ke Bekasi.
Sepanjang perjalanan ditemani oleh sungai Kalimalang yang berada di sisi kanan …. Terus saja mengarah ke hulu Kalimalang.

Kalimalang mendekat ke Cikarang

Jalanan datar, lurus, relatif sepi. …. membosankan.
Beberapa kali melewati pos pemeriksaan, meskipun ada petugas jaga tapi tidak ada kendaraan yang diberhentikan … ehh apa nanti baliknya saya harus menunjukkan SIKM … surat izin keluar masuk …hmm
Jam 8-an ketika disebelah kanan jauh terlihat monumen seperti angka delapan …. perumahan Delta Mas di tepi tol Cikampek …. Melewati jembatan Siphon Cibeet dan kemudian gps menunjukkan berbelok ke arah kanan …. menyebrangi sungai Kalimalang, setahu saya … jalan besar belok kanan masih jauh, berarti ini adalah jalan kecil atau gang yang menjadi jalan pintas.

jalur pintas, menyebrang sungai Kalimalang


Ya .. betul … belok kanan menyebrangi sungai Kalimalang melalui jembatan kecil pas semotor.
Jiper juga … sepeda dituntun menyebrangi jembatan ini … deg deg-an … selepas saya menyebrang ada mbak mbak naik motor matic dengan santainya mengebut menyebrangi jembatan ini …. Hahaha

Tiga kali saya harus menyebrangi sungai melalui jembatan kecil dan akhirnya kembali masuk ke jalan raya. Melintasi jembatan jalan tol Cikampek dan tidak lama kemudian belok kiri melalui jalanan kampung dan tiba tiba muncul di jalan dua arah yang besar beraspal mulus …. dan sepi.

Sejauh mata memandang adalah hamparan tanah kosong melompong kabarnya luas area industry ini sebesar 390 hektar … wow gede banget ya … Ini adalah Artha Industrial Hill, Kawasan industry baru …. Hanya ada satu dua bangunan pabrik besar …. Selebihnya adalah tanah kosong tandus berbukit bukit.

jalan utama di kawasan industri Artha Hill

Jalanan menanjak dan dikejauhan terlihat ujungnya adalah gunung hijau, berdasarkan google maps dibalik gunung tersebut adalah waduk Jatiluhur.

Dan ketika diperhatikan di google maps …. Ternyata saya pernah gowes ke daerah ini tahun 2014 … tapi sekarang bener2 manglingi …. Dulu daerah sini adalah perkampungan … lumayan banyak rumah rumahnya …. Sekarang lahannya sudah dibebaskan …. kosong melompong gersang begini ….

masih banyak hamparan tanah kosong melompong

Saya gowes perlahan mengikuti jalanan landai menanjak … jam 9-an. Terus saja gowes menanjak ditemani sengatan matahari dan disatu titik gps mengarah untuk belok kiri kearah lembah tanah kosong.

Di kejauhan di tengah tengah lembah ada satu spot hijau area pepohonan …. Seperti melihat oase di padang pasir dalam versi yang berbeda. Nah disanalah Telaga Biru Artha Hill berada. Di lembah ini … tidak ada apa apa dan tidak ada siapa siapa …. Hanya hamparan tanah merah.

Saya diam termangu mengamati …. Harus melalui hamparan tanah merah kosong … permasalahannya semalam sepertinya hujan turun deras …. Tanah merah ini terlihat lembek.

Sudah kepalang sampai disini … saya akan berusaha untuk mencapai ke telaga.
Sepeda dituntun turun kebawah, tanah merah lengket langsung menempel di ban … dan terus berakumulasi … ban menjadi gendut … dan stuck …. Ban belakang tidak bisa berputar lagi karena sudah penuh oleh tanah yang menempel …. Sepeda saya geret terus …. Sepatu juga semakin bertambah berat karena semakin banyak tanah menempel …. Maju berhenti … maju berhenti … untuk mengatur tenaga dan napas yang ngos-ngosan. Mengambil jalur yang ditanami rumput liar … lumayan tanahnya tidak terlalu lembek.

Tapi tidah bisa terus di jalur yang ditumbuhi rumput liar, harus bergerak ke area yang benar benar hanya hamparan tanah merah …. dan Kembali tanahnya menjadi lembek dan terus menempel.

di daerah pepohonan itu Telaga Biru berada

Sampai di satu titik … tanah merahnya semakin lembek …. Semakin terbenam … semakin berat … seperti melintasi lumpur yang liat …. Baru sepertiga perjalanan. Akhirnya saya putuskan sudah sampai disini saja. Kalau diteruskan akan semakin “gila”.

Main kesini seharusnya di awal awal musim kemarau …. Tanahnya keras dan telaganya masih berisi air.
Belum rezeki saya untuk bisa sampai ke sisi Telaga.
Suasana dan pemandangan sekitar Telaga Biru Artha Hill ini memang unik … bisa menikmati suasana berbeda dan spot bagus untuk foto foto, instagenic spot.
Kondisi lingkungan Telaga Biru ini sepertinya hanya temporary … jika ke depannya lahan ini dijadikan pabrik … maka hilanglah sudah … Telaga Biru ini hanya akan jadi cerita masa lalu.

Cukup sampai titik ini … saya putar balik …. Perjalanan balik ternyata lebih capek … karena harus menanjak dan geret geret sepeda.

Akhirnya tiba di atas … dijalan aspal …. Dan mulai sibuk congkel congkel dan bersihkan tanah yang menempel di ban dan di sepatu. Kemudian cari air tergenang dan kembali bersih bersih ban dan sepatu. Sertelah dibersihkan dengan air … Ban bisa berputar lancar … lanjut gowes mengarah pulang … menuruni lembah.

Berhenti sejenak di satu titik … ada lembah beralur air yang unik … spot yang bagus.
Di daerah sini banyak sekali spot foto unik …. Sayangnya karena tanah merah masih lembek sehingga aksesnya menjadi sulit.

Perjalanan pulang berlanjut dan ketika menemukan spot untuk rehat di pelataran rumah kampung, saya berhenti …. Cuci tangan dengan hand sanitizer dan plus ditambah dengan dilap bersih pakai tissue basah, di era pandemic ini benar benar bikin parno … menghindari sentuhan dengan benda benda umum dan sehari bisa cuci tangan sampai puluhan kali … : )

rehat sejenak sambil makan camilan

Setelah tangan merasa bersih baru buka perbekalan … minum es kopi dan nyemil kue lebaran yang dibawa.
Setelah badan segar …. Perjalanan pulang dilanjutkan … mengarungi jalan Kalimalang yang panas terik dan melawan terpaan angin dari arah depan.

Istirahat sekali lagi dibawah pohon rindang di pinggir jalan Kalimalang Bekasi … selain rehat dari sengatan matahari …. Juga karena engap …. Gowes pakai masker hampir di 90% perjalanan …. Sekali kali dibuka untuk ambil napas … 🙂 … inilah salah satu yang harus di adaptasi di masa pandemi … gowes pakai masker.

Dan akhirnya sampai di rumah jam 13-an.



Telaga Biru Artha Hill / Daporing Karawang
Tiket Masuk Gratis
Artha Industrial Hill. Wanajaya, Teluk Jambe Barat, Karawang Barat
Koordinat google maps -6.390614, 107.240628


Minggu 31 Mei 2020

 

18 komentar di “Destinasi Instagenic — Telaga Biru Artha Hill Karawang

  1. Dulu kalau lihat jalan pintas kecil macam di foto atas, saya semangat. Tinggal kencang, pasti aman. Sekarang malah grogi hahahahha. Media sosial membuat destinasi yang biasa menjadi luar biasa, semoga tetap lebih baik dan terjaga kebersihannya

    • semakin dewasa semakin banyak mikir … kadang2 jadi malah serba khwatir dan takut … 😦
      telaga biru ini terekpose karena medsos …. sejatinya ini hanya cekungan yang “tersisa” dari proyek kawasan industri ini .. dan mungkin juga akan segera menghilang berubah jadi pabrik

  2. baca pengalaman mas lewatin lumpur uda ngos2an sendiri. filter di foto ig maksimal bangat dech mas. hehehehe.. kalau lagi nga masa pandemi, lihat birunya telaga orang-orang pasti ngantri ke tempat ini yach?

    • tanah merah ini bikin frustasi …. tanah lengket di kaki tapi tubuh disengat matahari … 🙂
      Tampilan foto di IG begitu menggoda ya mba Adel …. kalau lagi kering sepertinya sih ada lumayan yang datang kesini

  3. Kalo saya kayaknya nggak bakalan kuat gowes kesitu mas huhu… penuh perjuangan yah…
    tak apa tak bisa kesana, yg penting sudah berusaha mas
    liat pohon ijo dan pohon kering di telaga dari kejauhan aja udah puas (kalo saya sih) hehe…

  4. aku akhirnya menyerah dan menurunkan masker ketika melewati tanjakan, takut gagal nafas karena sesek hehehe. cuma pas jalanan rata lagi masker dinaikan kembali seperti sedia kala, aku juga baru 2 kali bersepedaan selama pandemi ini, ya walaupun tinggal di desa tapi tetap was2 juga

    • Masa pendemi ini kita harus benar2 hati …. gowes pakai maker memang bikin sesek … wah apalagi kalau mesti lewat tanjakan … hehe
      di daerah mas Hendi aja disiplin pakai masker, di area Jakarta dan Bekasi yang resikonya lebih tinggi … masih ada aja yang tidak pakai masker bahkan tempat makan (warung) sudah ramai dan duduk berdesak desakan … welehhh

      • Sudah sewajarnya masa pandemi ini kita parno 😊

        Saya saja tiap habis pegang sesuatu yang asing langsung cuci tangan .. minimal pakai handsanitizer.
        Jadi meminimalisir bersentuhan dengan benda2, sebisa mungkin tidak membeli makanan dari luar, menghindari kerumunan …. Wah pokoknya jadi banyak banget deh kebiasaaan baru … hahaha

  5. Wah… Asik juga lihat postingan trayek gowes.
    Salam kenal Mas Iman klu tidak salah ya.
    Pertama lihat posting yg ke Sodong. Mau coba juga mungkin tdk terlalu jauh dari lokasi saya di Pondok Gede.
    Trayek ini juga mau dicoba sebelum hilang ya dibikin perumaham atau kawasan industri
    Salam Sehat
    Ferry Rusfian

  6. sadis juga skill mbak2 matic itu,, saya pun kalau lewat jembatan sekecil itu pasti jiper..

    trek yang dilalui mantul juga yaa.. saya terakhir bersepeda itu sekitar 8 tahun lalu, kayanya enggak sanggup lagi sekarang kalau lewat trek2 berat 😀

    danaunya kece..

    -traveler paruh waktu

    • si mbak-e … menunjukkan practice make perfect … 🙂

      wah sudah lama juga .. 8 tahun yang lalu …. hmmm …. sepertinya saatnya si mbak-e menginspirasi …. banyak lagi sesepedahan maka pasti bisa ke trek yang jauh dan berat … 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s