Gua terunik yang ada sungai didalamnya — Gua Surupan Jonggol

Gua terindah di Indonesia …menurut info … salah satunya adalah Gua Surupan yang berada di Kebumen Jateng bahkan kabarnya menjadi destinasi wisatawan dunia … wow, alam di dalam gua sangat indah serta terdapat aliran sungai yang jernih dan dihuni beberapa hewan seperti udang serta kura kura endemik.

Tapi ada lagi Gua Surupan lain … yaitu di daerah Pangandaran …. Kabarnya alam didalam gua-nya indah dan juga memiliki aliran sungai didalamnya.

Tapi ada lagi nih … gua Surupan … yang ini lokasinya di daerah Jonggol Bogor, gua ini juga memiliki aliran air sungai di dalamnya.

Termasuk jarang suatu gua yang terdapat aliran air sungai di dalamnya … jadi bisa dikatakan gua Surupan di Jonggol ini adalah gua yang indah dan unik.

Menarik … menarik ….. harus disambangi.

Jam 7.45 sudah duduk menanti di tikum Metland Cileungsi ….
Tak lama si om datang …. Ngobrol dua jenak bahas isu kekinian lalu lanjut gowes.

Jalanan Mekarsari mengarah ke Jonggol ramai tapi tidak padat … aspal mulus jalan lebar … nyaman buat gowes. Tak terasa sudah melewati perumahan Citra Indah, perempatan Cibucil dan lalu berbelok kearah alun alun Jonggol tapi jauh sebelum alun alun kita belok kanan … dan lurus terus mengikuti jalanan aspal yang landai menanjak dan terus menanjak. Sepanjang jalan melewati rumah2 penduduk dan kadang melewati pesawahan atau kebun penduduk.

Jalanan bisa dikatakan sepi …. Jadi kita gowes nanjak berjejeran sambil ngobrol ngalor ngidul kemana mana … yang ngga penting juga dibahas … dan sesekali ketemu goweser yang turun kearah bawah.
Tak terasa kita melewati warung Desi … tempat kumpul pesepeda di daerah sini. Banyak pesepeda yang sedang rehat sambil kongkow. “ om .. mampir dulu om …” beberapa goweser memanggil manggil .. terutama beberapa dari mereka kenal om Adi … kalau saya … apasih saya ini …

Kita hanya melambaikan tangan dan terus lanjut … mengarah ke spot wisata Jonggol Garden .. spot wisata selfie … tapi sebelum spot tersebut kita berbelok ke kiri … melalui jalanan cor semen yang menurun kebawah dan terus menurun … di beberapa bagian cor-annya sudah rusak …. Kita meluncur perlahan melewati rumah rumah penduduk sampai ke ujung desa dan terdapat hamparan luas kebun durian … tapi masih baru ditanam … pohonnya masih kecil kecil … paling tidak butuh 5 tahunan untuk berbuah, tidak jauh dari kebun durian ini sampailah di jembatan … mulai dari jembatan jalanan berubah menjadi tanah dan kadang berbatu batu .. serta tak lupa menanjak … ingat dimana ada turunan pasti ada tanjakan … kalau sudah sampai lembahnya … sungai alias jembatan .. maka jalanan akan menanjak.

Selepas jembatan ini … kanan kiri berubah menjadi area kebun kebun penduduk … kampung sudah terlewati … kita terus menanjak di jalanan berbatu … di beberapa area harus didorong … karena terjal berbatu dan hancur.

Kadang ketemu turunan dan menanjak lagi … kadang jalanannya tanah keras atau berbatu … tapi kadang juga hancur berlumpur … jadi kita harus gotong sepeda sambil pilih pilih jalan meminimalisir sepatu menancap dilumpur.

Kemudian jalanan berubah menjadi sirtu … pasir berbatu, terlihat kondisinya sudah lama … seperti jalanan yang akan diaspal tapi belum jadi dilanjutkan.
Kita melewati 3 sungai yang melintasi jalan … salah satunya dijadikan tempat pembuangan sampah warga sekitar …. Weleh welehhh ….. ampun deh .. didaerah antah berantah begini … bisa dikatakan ditengah hutan hijau hijau begini … tiba tiba ketemu pembuangan sampah …. Hikkkks sedihhh … koq tega

Gua Surupan ada di halaman belakang Pesantren ini

Tidak jauh dari sungai pembuangan sampah ini kita tiba di persimpangan …. Dan ada papan hijau bertuliskan Pondok Pesantren Dar As-Shofa’ Wal Wafa … ya belok kiri adalah jalan masuk menuju pesantren …. Dikejauhan diantara rimbun pohon terlihat bangunan. Berdasarkan info … gua Surupan ada di belakang Pesantren ini.

Kita masuk ke area pesantren … melewati pohon pohon yang rindang dan melintasi bangunan Mesjid yang sedang dalam proses pembangunan …. dan disebelahnya seperti aula , tidak terlihat bangunan lainnya …. Dimana para santri itu menginap ya ….

Mendekat kesana … ada sekelompok santri kecil beserta dewasa seperti sedang mengerjakan bangunan bambu yang menghadap ke lembah. Mengucapkan salam dan bertanya kepada mereka tentang arah menuju gua Surupan … para santri sangat ramah dan menunjukkan arahnya, ada dua jalur menuju kesana dan menganjurkan jalur yang terbaik dan aman untuk membawa sepeda. Karena musim hujan jalurnya licin oleh lapisan lumut tipis.

Kita meminta izin untuk melintas … mengikuti arah yang di tunjukkan santri … mengarah ke aula dan ada tangga semen mengarah kebawah. Suara deru air sangat terdengar dari atas … seperti deburan air curug … dan terlihat dari atas memang ada seperti air terjun kecil dengan debit air yang cukup banyak.

Sepeda kita tuntun menuruni tangga … dan ternyata di lembah ini ada bangunan pondok pondok kayu para santri menginap. Karena berada di sisi lembah yang menurun sehingga tidak terlihat dari atas.
Suasananya tidak ramai bahkan bisa dikatakan sepi … mungkin karena hari libur sebagian tidak ada dilokasi.

Slide4

Menuruni tangga menuju gua melalui pondokan santri

Terus saja kita menuruni tangga … semakin kebawah … tangganya semakin licin oleh lapisan lumut … harus hati hati. Tangga semen ini berakhir di sisi sungai, sepertinya yang buat tangga semen ini adalah pesantren ini. Jaraknya dari aula di atas paling sekitar 50 meteran sampai ke tepi sungai ini.
Dan disanalah …. Tepat disebrang sungai berada gua Surupan …. Horeeee.
Posisi gua ini tepat berada di bagian belakang pesantren, atau bisa dikatakan ada dihalaman belakang pesantren … 20 meteran dari bangunan pondokan para santri yang dibangun di sisi lembah sungai …

gua satu dan dua bersisian


Tidak ada siapa siapa dibawah ini …. rindang dan sepi … hanya suara deburan air yang keras terdengar mendominasi.

Air sungai jernih mengalir … dasar sungai adalah bebatuan kapur … yang ketika diinjak tidak licin, kesat … tidak seperti bebatuan disungai umumnya.

Sepertinya ada 3 (tiga) jalur air … dua jalur air datang dari “pintu” gua, satu lagi turun dari tebing seperti air terjun. Pada saat saya datang air dari tebing ini sangat kecil … tapi banyak air rembesan dari sisi sisi tebing.

Pintu masuk gua, yang ini gua-nya tidak panjang

Satu pintu gua aliran airnya tidak besar dan memiliki lorong berbatu batu dan berkelok kelok masuk kedalam gua dengan langit langit yang tinggi …. keren. Guanya tidak panjang dan mengecil sehingga tidak bisa dijelajahi lebih dalam.Sedangkan “pintu” air satu lagi, adalah sungai yang muncul dari gua dengan aliran air yang banyak … mungkin karena musim hujan. Gua ini bisa dijelajahi masuk kedalam … terutama pada saat bukan musim penghujan.

pintu masuk gua yang dapat di eksplorasi ke dalam di musim kemarau

Yang sangat sangat disayangkan …. di aliran air ini ada sampah sampah …. Berbagai sampah plastik, kain dan sejenisnya …. Hikssss … sampah sampah yang terbawa dari air dari arah hulu .…

Bahkan dari jalur air yang datang dari atas tebing … banyak sampah tersangkut di tanaman, akar akar atau bebatuan disisi sisi tebing …. Mungkin pada saat debit air besar sampah tersebut terbawa dan menyangkut di sisi tebing …. hmmmm

arah jalur air dari tebing

Sayang banget keadaannya begini …. Tempat dan suasana dibawah sini padahal sudah keren banget … rindang, ada gua air … bentuk fisik bebatuan di dasar kolam dan sisi tebing sungainya unik unik …. Airnya tetap jernih meskipun ada yang buang sampah di hulu.Kita menjelajah area sini … tempatnya benar benar menyenangkan …
Ada lagi yang unik … bebatuan di dekat mulut gua bentuknya lubang bulat … bulat sempurna seperti di buat oleh manusia …. ataukah ini buatan alam …. Wallahualam …. Seharusnya bisa diadakan penelitian lebih lanjut mengenai batu batu ini.

batu batu bulat misterius … peninggalan manusia atau alam ?


Akhirnya kita rehat … duduk di batu pinggir sungai dan membuka bekal … om Adi ternyata yang paling banyak bawa logistik perbekalan … makan minum perbekalan ditemani deburan air … begitu segar mententramkan.

Sudah jam 11-an … kita beranjak untuk pulang.
Tapi saya penasaran ….. dari mana sampah sampah ini berasal …. Kemungkinan dari tempat pembuangan sampah yang kita lewati diatas sebelumnya … tapi mengapa aliran airnya banyak … padahal sungai yang kita lewati airnya sedikit …. apalagi airnya terlihat jernih tidak keruh.

Melacak Air dan Sampah
Kita balik pulang sambil mencari jalur air dari arah hulu serta memastikan asal muasal sampah ini.
Balik lagi ke atas dan pamit pada para santri yang sedang berada di aula kita melanjutkan perjalanan pulang.

pembuangan sampah ke sungai

Sampai di titik pembuangan sampah yang kita lalui sebelumnya, sampahnya banyak banget … dibuang begitu saja ke sungai. Tapi aliran air di sungai sampah ini sangat sangat minim … kecil sekali. Ketika ditelusuri aliran air ini … bercabang …. Karena kita melihat dari atas ke bawah lembah yang dipenuhi semak semak … jadi tidak terlihat secara pasti … tapi sepertinya ada yang masuk ke dalam gua dan ada yang megarah ke tebing menjadi air terjun. Mungkin ini dia air terjun di bawah yang tidak ada airnya tapi banyak sampah.

Tapi aliran air disini kecil banget … sedangkan di gua, aliran airnya sangat berlimpah …. Dari mana air tersebut datangnya …

Kita melanjutkan kembali perjalanan … dan disatu titik kita melintasi bebatuan kapur yang berserakan unik alami dan terlihat seperti bekas fondasi benteng memanjang … terdapat lembah kecil yang didasarnya ada sungai kecil bisa dikatakan seperti “selokan”… dari bagian hulu dimana aliran air keluar dari tebing batu dan dibagian hilir, air masuk kembali kedalam tebing batu. Tapi tidak ada air yang keluar … Tapi di sela sela batu di permukaan terdapat air muncul lumayan banyak dan begitu jernih seperti mata air, tetapi airnya masuk kembali ke dalam tanah tidak mengikuti aliran selokan besar.

salah satu pintu masuk air dari atas, kering … tapi terdengar debit air cukup banyak didalam

Ketika kita mendekat ke bagian hilir ke lubang air masuk …. Mulut lubang masuk ini tidak terlalu kecil … dan terdengar gemercik air jauh di dalam gua yang lumayan banyak …. Artinya di dalam gua tersebut kemungkinan muncul aliran air dari beberapa tempat.

Mengapa di gua Surupan terdapat air yang berlimpah …. Kemungkinan di dalam gua dibawah tanah …. terdapat beberapa jalur masuk air, serta ditambah dari jalur sungai diatas tanah yang masuk kedalam tebing sehingga airnya terakumulasi menjadi banyak dan keluar di gua Surupan dengan debit air yang banyak.

Ya … itulah pengamatan cetek saya ….

Terlepas dari itu semua …. Menurut saya Gua Surupan Jonggol ini adalah permata yang belum diasah ….
Sangat memiliki potensi menjadi destinasi wisata alam yang sangat unik dan menarik bisa menjadi wisata unggulan di daerah Jonggol. Gua air yang unik …. Jarang jarang gua seperti ini, memiliki kontur bebatuan yang menarik …. Suasananya sangat asri dan jaraknya tidak jauh dari “parkiran” serta lokasinya mudah dicapai.

Mudah2-an pihak pihak terkait … kita semua termasuk pemerintah desa dan warga sekitar peduli untuk menjaga keindahan dan kebersihan alam terutama keasrian gua Surupan. Jika dikelola dengan baik maka bisa menambah dan meningkatkan perekomian warga.

Jalur Pulang Melewati Jalur Baru Menemukan Hal Hal Baru
Jalur pulang sengaja berbeda …. Setelah melewati warung Desi … disalah satu pertigaan kita berbelok ke kiri dan terus turun kebawah …. Melewati beberapa pertigaan, perempatan dan kelokan … sengaja melalui jalur yang belum pernah dilalui …. Bahkan om Adi pun yang kerjanya blusukan di daerah sini belum pernah melalui jalur ini. Kita hanya mengikuti rute yang sebelumnya telah dibuat dan di simpan di gps, jalan kecil beraspal mulus … lebih sepi dari jalur utama. Melewati area area yang sangat berbeda …. Jejeran pohon dikanan kiri yang tinggi dan rimbun …. Rumah besar ditepi sawah yang dibuat klasik seolah olah sudah ada dari sejak zaman dulu …. Ehhh atau memang sudah ada dari zaman dulu ya ….

rumah unik yang dikelilingi oleh benteng batu

Satu lagi yang unik adalah kita melewati rumah yang “terisolir” karena bagian sisi depan dan kanan kirinya “dibentengi” oleh tumpukan batu batu tebal yang tertata rapi .. dan sangat massive …. Kita berhenti mengamati dan sangat heran …. Apakah ini peninggalan dari zaman dulu atau tumpukan batu ini dibuat masa masa sekarang ….. untuk apa …. sepi, tidak ada orang yang bisa ditanyai.

Lanjut lagi …
Ketemu lagi yang unik …. Curug pas di tepi jalan …. Airnya berdebum dengan keras kebawah jurang …. Curugnya lumayan tinggi sekitar 3 meteran dengan debit air yang lumayan besar. Sayangnya curug ini terhalang oleh rimbunnya semak dikanan kiri sehingga sulit terlihat secara jelas dan utuh.
Wah coba ya kalau dikelola dan ditata … dibersihkan semak semaknya dan dibuat warung yang nge-blend dengan curug ini …. Pasti jadi tempat nongkrong yang asyik.

curug berada di tepi jalan terhalang oleh rimbunnya semak belukar

Akhirnya kita muncul di jalan raya Mekarsari Cariu … dan gowesan dilanjutkan menuju rumah, setelah sebelumnya ishoma terlebih dahuluishoma terlebih dahulu.



Gua Surupan
Tiket Masuk ; Gratis
Dusun Dayeuh, Desa Sukanegara, Jonggol, Bogor
Koordinat googlemaps -6.519150, 107.032233


Minggu 8 Maret 2020


15 komentar di “Gua terunik yang ada sungai didalamnya — Gua Surupan Jonggol

  1. Biar jalanannya terjal dan berlumpur tetap ditempuh ya Mas demi mencapai gua Surupan ini.
    Lokasinya ternyata indah dan masih asri ya. Hanya sayang belum terawat baik, banyak sampah-sampah plastik juga. Sayang sekali ya Mas.
    Btw, baca postingan Mas ini saya jadi tahu tempat-tempat eksotis yang belum terekspos oleh media. Terima kasih Mas telah membagikannya disini.

    Salam dari saya di Sukabumi.

    • gua sungai ini bikin penasaran … ternyata lokasinya benar2 masih asri dan ada di belakang pesantren.
      Semoga nantinya dapat dikelola dengan baik dan mendatangkan rezeki bagi warga sekitar.
      sepertinya banyak tempat disekitar kita yang menarik tapi tidak terekspose dan terlewatkan begitu saja.

      salam dari Jakarta

  2. keluar pesantren langsung ambil kiri ketemu jalan aspal om hhe… keren foto²nya.. yang ngga keren itu orang² yang buang sampah sembarangannya. om.. pliss bikin perjalanan jelajah cariu om, area gunung kandaga sekarang sedang berjuang melawan penambangan.

  3. Perjalanan yang selalu sarat pembelajaran. Angkat sepeda, berlicin di tangga berlumut, susur gua dengan sungai bersampah. Kami pembaca ‘diperkaya’ dengan artikel keren ini. Lorong gua yg bisa disusur berapa panjang Kang? Salam mbolang.

    • Lorong gua yang aman di masuki oleh amatiran hanya pendek mba prih … paling sekitar 3 meteran.
      tapi lorong satu lagi panjang … tidak tahu berapa panjang, tapi harus oleh orang berpengalaman atau bawa guide ahli susur gua.

      salam sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s