Perjalanan yang Berubah — Berkelana ke Bukit Tangkil Hambalang

Main ke bukit Hambalang … pernah 2 kali … jarang ya.

Kali ini mau main kesana lagi … ke satu spot wisata Bukit Tangkil atau kadang disebut juga Bukit Bintang Tangkil, kalau ke bukit ini saya belum pernah.

Buka pagar rumah … jam menunjukkan 7.12 … dan tak lama sepeda sudah melintas dikolong tol Becakayu Kalimalang melalui Jatiwaringin, Pondok Gede, Cibubur dan tembus ke Citereup.

Melewati pasar Citeurep yang tidak begitu ramai dan terus mengarah ke Sentul Sirkuit, disatu titik sebelum sirkuit berbelok dan masuk ke jalan kecil … potong kompas masuk jalan jalan kecil dan muncul lagi di jalan besar, tak lama kemudian sudah di pintu masuk Bukit Hambalang, tepatnya di jembatan di kaki bukit Hambalang.

Jalan utama Bukit Hambalang

Area bukit Hambalang ini umumnya di tempati oleh beberapa instansi pemerintahan dengan luas lahan yang besar dan luas. Jalanannya besar dua jalur, sejak mulai menanjak di sisi kiri sudah ada gedung instansi pemerintahan …. Saya tidak tahu apa …

Pokoknya jalan terus menanjak dan menanjak …

Melintasi instansi yang menangani terorisme … BNPT yang pagarnya sangat berbeda tinggi menjulang … seperti benteng pertahanan …. Terus saja gowes santai … melewati beberapa lagi instansi salah satunya BNPB … instansi yang menangani bencana … lalu Universitas Pertahanan Indonesia …

Jalanan desa menuju Bukit Tangkil

GPS menunjukkan untuk belok ke kanan … masuk ke jalanan kampung. Ya ini akses masuk ke bukit Tangkil. Jalan kembali menanjak dan sedikit lebih curam … kanan kiri rumah rumah penduduk dan masih melewati kebun dan pesawahan tersisa … paling sekitar 1 km-an dari titik masuk sampailah di puncak Bukit Tangkil.

Pemandangan dari Bukit Tangkil

Hmmm …. Suasananya berbeda dengan photo2 yang saya lihat di internet. Setelah celingak celinguk kesana kemari … sepi soalnya … terlihat agak sedikit jauh terhalang oleh pepohonan bangunan bangunan bambu seperti bekas spot wisata … hanya setelah saya jelajahi … akses masuk kesana sudah di pagar tembok panjang. Ngobrol dengan penduduk lokal …. sudah tutup …. Karena lahan besar di bukit ini adalah milik perusahaan …. Mungkin kurang koordinasi jadi ditutup kabarnya.

Ya sudah ….

Tak jauh dari lokasi ini ada tempat makan baru dengan jembatan bambu kekinian untuk spot foto foto.
Tapi tempat makan ini belum buka … rencananya minggu depan baru buka setelah ngobrol ngobrol dengan seorang bapak yang ternyata pemilik tempat makan baru ini …. Semoga sukses usahanya ya pak .. Aamiin ….

Perjalanan saya lanjutkan …. Rencananya mau melintasi suatu bukit dan tembus ke Perumahan Sentul. Saya kembali lagi ke jalan utama Hambalang dan melanjutkan menanjak ke atas dan di satu titik GPS mengarahkan saya keluar dari jalan utama berbelok kekanan menanjak sepertinya masuk ke suatu komplek instansi pemerintahan dan sampailah di gapura utama, ada bundaran besar serta monumen panser putih dengan logo UN (United Nation) …. dan jalan depannya di tutup …. Sepertinya ini adalah area komplek militer UN …. Hmmm saya ragu untuk meneruskan …. Area militer tidak bisa sembarang masuk masuk selonong boy aja … Ngomong apa kalau ditanyain sama penjaganya …. Ngga mungkin saya bilang lagi tugas negara ….

Akhirnya saya putuskan pergi kearah lain … balik lagi ke jalan utama dan meneruskan ke atas ke arah vila Bukit Hambalang.
Perjalanan terus merayap menanjak ke atas …. Jika dibandingkan antara jalur km nol Sentul dan jalur Hambalang …. Tanjakan daerah sini tidak securam km nol … dan jalannya lebih sepi … lebih nyaman untuk gowes.

Gowes perlahan … masih melewati gedung2 pemerintahan dan kemudian jalanan berubah menjadi satu jalur … masih melewati area pemerintahan dan kemudian lahan2 pribadi yang areanya masih hijau hijau… umumnya kebun kebun dan banyak pepohonan.

Setelah melalui beberapa kelokan tajam, pintu masuk Vila Bukit Hambalang terlewati …. Vila Bukit Hambalang ini biasanya digunakan untuk kegiatan outdoor semacam outbound dan aktifitas lainnya.

Terus menanjak dan sampailah di puncak pertama …. Setelah ini jalanan akan menurun dan kemudian terus akan terus menanjak ….
Disini ada spot tempat makan …. Dulu hanya melewati saja tempat ini … sekarang saya akan rehat disini … tempatnya unik dan terlihat nyaman.

Niat saya hanya akan trip ½ hari sudah balik lagi kerumah. Jika jalan ini terus di lanjutkan maka jalan aspal akan habis dan berubah menjadi jalanan tanah yang pastinya akan sulit dilalui pada musim hujan seperti saat ini …. Melintasi perbukitan gersang yang berkontur dengan dominasi tanjakan yang terjal
dan luas banget …. Entah berapa ribu hektar …. Suasananya dan pemadangan perbukitan gersang ini sangat ajib …. seperti bukan di daerah Jawa.
Hutan lebatnya ada di sisi bukit lainnya yang sepertinya masuk area hutan lindung sedangkan perbukitan gersang ini sudah dimiliki swasta bahkan beberapa lahan sudah di siapkan untuk menjadi sesuatu …. Entah apa … mungkin sejenis resort ….
Di perbukitan ini juga ada mini geopark … disana terdapat spot wisata gua Agung Garunggang.

ngopi celup dulu sebelum pulang

Kembali ke saat ini …. Saya ada di depan tempat makan untuk rehat.
Pesan mie instan … ngeteh anget …
Lanjut ngopi …. Sengaja bawa kopi celup dan air panas dari rumah …supaya praktis …. Sebenarnya tadinya pengen nyari tempat di atas bukit … sambil memandang jauh ke bawah dan terus ngopi …. Tapi sudahlah … kondisinya berbeda, saya juga sudah berniat cepat pulang.

Beres rehat dan ngopi … cusss langsung meluncur cepat kebawah dan langsung balik ke rumah dengan diiringi hujan gerimis sepanjang perjalanan, di Citereup hujan tambah lebat …. Pasang jaket hujan dan cuss lagi …. Di Cibubur tidak hujan tapi awan hitam gelap menggantung … dan di daerah Pondok Gede …. hujan segede gedenya …. seperti semua air dicurahkan dari langit, lalu lintas jadi sepi …. Tidak stop … terobos terus …. Berhubung hujan sangat lebat …. jalanan seperti sungai …. air mengalir cukup dalam … seruuu … sikat terusss … dan Allhamdulillah sampai rumah basah kuyup dan ceria.

Minggu 16 Februari 2020

16 komentar di “Perjalanan yang Berubah — Berkelana ke Bukit Tangkil Hambalang

  1. Mas, itu tempat makan yang ada bangunan bambu-bambu itu kayaknya keren banget ya. Sayang belum buka ya, jadi gak bisa merasakan suasana saat makan disana. Next week kunjungi lagi Mas, cobain makan disana…
    Duh itu Teman Rasa Pacar…jadi pengen muda lagi deh ah…hehehe

    Salam dari Sukabumi,

    • Tempat makan ini menarik …. Sepertinya kalau malam lebih menarik lagi, sambil menikmati kerlap kerlip cahaya dikejauhan.
      Kalau ada kesempatan … saya akan mampir lagi kesini sambil makan 😊

      Salam dari Jakarta

  2. lwah, nanti berarti harus ada trip ke Hambalang lg, om.. cos ga jauh dari Kantor Desa/Warung Teteh pengkolan itu ada spot foto2 yang baru, nama’a taman fathan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s