Road trip – mencari curug, berujung mengelilingi gunung Klapanunggal

Menurut ramalan …. Minggu 12 Januari akan kelabu
Jakarta akan dinaungi awan kelabu dan hujan ekstrem.
Jadi galau mau pergi gowes kemana ….

Tapi di minggu pagi …. Langit biru cerah … kerennn
Koq bisa …. padahal prediksinya hujan lebat … tapi tetap saya bawa perlengkapan hujan

Destinasinya …. Saya putuskan untuk pergi ketempat yang agak jauh.

Konon kabar ada curug di radius tidak jauh dari pasar Sukamakmur Jonggol.

Baru dengar …

Ngga yakin dengan kevalidan info ini, tapi ya tidak ada salahnya untuk di check ke TeKaPe. Mumpung minggu pagi ini cerah …. bersemangat untuk bergerak.
Pada saat berangkat tidak di set ekspektasi tinggi keberadaan curug ini … terserah gimana nanti.

Biasa start telat jam 6.40-an baru berrr ….
Lintas Kalimalang tembus ke Cibubur dan berbelok di pasar Citereup menuju arah Sukamakmur Bogor.


Perjalanan dari sini mulai rolling naik turun … lebih banyak nanjaknya sih.
Sisi jalan kanan kiri yang sebelumnya dipadati rumah rumah mulai berubah …. Melewati pesawahan … kebun kebun … tapi kadang kadang ketemu perkampungan lagi. Disebelah sisi kiri terpisah oleh lembah terlihat gunung Kapur Klapanunggal yang menjadi area tambang bahan baku pabrik semen. Dari sisi sebelah sini terlihat menghijau …. Ehhh tapi sudah ada mulai sebagian yang terlihat ditambang. Kalau dibukit sebaliknya sudah banyak yang “diacak acak”.

bentangan tebing gunung Kapur Klapanunggal

Gowes mulai perlahan .. karena mulai banyak melalui tanjakan tanjakan. Bentangan tebing kapur putih kehijauan yang memanjang terlihat sangat megah dan indah menemani perjalanan. Terus gowes turun .. naik naik … turun .. naik naik naik. Jalanannya juga berkelok kelok …. Khas jalan perbukitan, mengikuti alur sisi bukit.

Melewati puncak bukit pertama dengan tersengal sengal … di atas ini ada percabangan … belok kanan menuju destinasi wisata gua Agung Garunggang dan jika ambil arah lurus terus akan menuju Sukamakmur. Ya .. saya ambil arah lurus … ehh tapi melipir sebentar … terlihat ada tulisan “Bukit Thursina” Jalan berbatu sedikit menanjak dan sampailah di bukitnya …. Tidak ada apa apa … hanya rumput dan ilalang. Tapi dari sini kita bisa melihat jauh ke bawah lembah yang hijau dan disalah satu lembah terlihat ada bangunan besar… sepertinya itu adalah pesantren, makanya nama bukit ini dinamakan Thursina .. mungkin karena itu kali ya …

Perjalanan dilanjutkan … rolling lagi … dan melewati tanjakan yang cukup terjal untuk menuju Bukit Cinta Cibadak Sukamamur …. Destinasi wisata selfie. Selepas bukit ini masih ada tanjakan tanjakan tersisa …. Meskipun tidak terjal karena sudah cape … ya terasa juga sih.

sudah ada proses pembangunan villa villa

Wisata selfie Bukit Cinta Cibadak Sukamakmur

Sepanjang perjalanan tidak ketemu goweser yang mengarah kearah Sukamakmur …. Ya biasanya memang agak jarang ketemu kelompok goweser di arah sini.

Sampailah disalah satu titik dan mulai perjalanan didominasi oleh turunan … dan tibalah di pasar Sukamakmur disini ada pertigaan … lurus kearah Jonggol sedangkan belok kanan menuju destinasi wisata curug Ciherang, gunung Batu Jonggol, Situ Rawa Gede, dan beberapa destinasi lainnya. Jalan ini juga sekaligus menjadi jalan alternatif untuk menuju Cipanas Puncak.

yang runcing adalah destinasi wisata gunung Batu Jonggol

Saya ambil jalan lurus … karena ancer ancer curugnya mengarah kesana.
Gowes menurun …. dan mulai sering ketemu goweser yang juga menurun, menyalip saya … mereka umumnya pulang dari arah Curug Ciherang atau gunung Batu atau … pokoknya dari arah sanalah.

Mereka umumnya gowes menurun kencang kencang …. Seperti balas dendam setelah berangkatnya banyak menanjak …. Saya sih seperti biasa … nanjak pelan bangetttt …. turun pelan juga.

Sampailah di satu titik …. Berdasarkan info sih seharusnya curugnya ada disekitaran ini.

Celingak celinguk …. Mana niyyy

Untuk memastikan saya tanya ke warung sekalian sarapan …. Sarapan telattt.
Katanya tidak ada curug di sekitaran sini.

Hmmmm …..

Setelah makan mie instan … sarapannya tidak saya habiskan, hanya sekedarnya saja …. Mecin-nya ditambahin jadi banyak banget …. Meskipun saya termasuk generasi mecin … tapi ngga begini duonggg.

Saya melakukan “penelitian” area sekitar … #BanyakGaya
Disini sih ada sungai lumayan besar mengalir dari arah bukit atau gunung yang posisinya tidak jauh dan telihat cukup lebat oleh pepohonan. Untuk memastikan saya tanya lagi ke warga lokal ….. “tidak ada …”

Mungkin aja ada curug di dalam bukit lebat tersebut …. Tapi mungkin letaknya agak terpencil dan ngumpet jadi tidak banyak orang yang tahu.

Karena saya sendirian … untuk mencoba masuk kedalam … melalui jalan setapak saya urungkan …
Keberadaannya belum jelas …. Masuk ke area yang lebat begitu sendirian … tidak safe …. #BilangAjaTakut

Ya sudah … tidak masalah buat saya …. Tidak bikin sedih …. Mengapa hal begini mesti diratapi … mesti baper
Saya putuskan untuk pulang …. Jika balik lagi kearah jalan saya datang …. Lebih banyak tanjakannya …. Kalau ke kearah Jonggol, meskipun memutar dan jarak lebih jauh … tapi relatif lebih banyak turunannya.

Sebenarnya ada jarak yang lebih dekat lagi …. Yaitu potong kompas dengan membelah gunung Klapanunggal …. Tapi itu adalah tindakan blunder ….. saya pernah mengalaminya tahun 2014. Jalannya mendaki parah …. Berbatu batu …. Melewati hutan sepi berkilo kilo meter yang jauh dari rumah penduduk. Jarak memang lebih dekat … tapi waktu tempuh jadi lebih lama berjam jam …. Beberapa tahun lalu pernah ada kabar diketemukan seorang goweser meninggal di tengah hutan … mungkin kecapaian atau terkena serangan jantung … dan diketemukan keesokan harinya oleh penduduk …. Ngga aneh sih memang sepi …
Tapi di 2019 saya pernah melintas sebagian area gunung Klapanunggal ketika mencari bukit Dataran… tidak sesepi dulu lagi, meskipun jalannya tetap berbatu batu … tapi sering papasan motor petani, motor pencari burung yang bawa senapan, kelompok motocross yang lewat atau mobil offroad.

Kembali ke topik … saya berketetapan pulang lewat Jonggol. Artinya perjalanan gowes ini bisa dikatakan mengelilingi gunung Klapanunggal …. Horeee.

Sepeda meluncur …. Dominasi turunan membuat hati riang gembira …. Di satu titik saya disalip oleh rombongan pesepeda … bahkan ada mbak mbak-nya …. Yaelahhh … mbak mbak aja sampai nyalip saya … hiksss

Ya sudah lupakan … saya santuy ajalah
Melewati spot wisata sungai Cipamingkis saya berhenti dulu … mengamati suasana …. Siang panas terik menyengat sekitar jam 11-an, jadi tidak banyak wisatawan yang ada di sungai. Lumayan lama juga saya didaerah sini …. Kluyuran kebeberapa titik sambil cari makan … tapi tidak ada yang bikin selera.

panas panas begini … nggak terasa kalau lagi pacaran 😀

spot foto sungai Cipamingkis di daerah Dayeuh Jonggol

Perjalanan dilanjutkan … dan berhenti makan di daerah yang mendekat Taman Buah Mekarsari sudah hampir jam 13 … disana ada rumah makan sate langganan. Setelah loading makanan, lempengin kaki …. kenyang begini jadi malas beranjak … apalagi panas banget diluar …. Setelah berleha leha akhirnya lanjut gowes lagi … meskipun badan terisi tapi gowesan terasa berat …. Sengatan matahari semakin panas … ditambah hembusan angin cukup kencang dari depan …. Serasa gowes nanjak yang panjang …. Kenapa anginnya ngga bertiup dari belakang ya ….

Melewati Narogong … Kemang Pratama, dan melintaslah di Kalimalang.
Tiba dirumah jam 16 kurang.
Allhamdulillah … perjalanan yang cape tapi melelahkan …. #NahLho

 

Minggu 12 Januari 2020

 

15 komentar di “Road trip – mencari curug, berujung mengelilingi gunung Klapanunggal

    • Oh ini ya namanya tebing lidah jeger … Pernah dengar tapi tdk tahu yg mana.

      Curug Cilandak dan Citiis pernah gowes kesana, dekat pasar Dayeuh ya om.

      Curug yg di infokan ini kabarnya dekat pasar Sukamakmur … Tapi tidak tahu Ada tidaknya curug ini.

  1. Pemandangan yang indah, walaupun si Curug entah kemana.
    Btw, suka banget sama quote ini “Enjoy views not selfi”,,, tamparan keras buatku yg masih sering terbawa arus utk Selfi he he he,,, alih² menikmati yang ada malah lelah jiwa,😄🤭

  2. Pembaca blog ini dimanjakan dengan pemandangan apik bonus narasi lincah. Dari pagi gowes hingga sore ya Kang, mengitari gugusan bukit.
    Kelar ngegowes undang baluran parem-kah? Ini suara bakul parem.
    Salam

    • Sukamakmur Bogor … Tidak jauh dari Jakarta tapi masih asri mba Prih
      Kelar gowes jauh begini pegel pegel sih … tapi cukup selonjoran kaki … lumayan bisa mengurangi rasa pegal pegalnya 🙂
      salam

  3. Tipsnya apa sih mas bisa kuat gowes jauh seperti ini? saya cuma gowes dari jatiasih ke sumarecon aja kadang2 sdh cape banget. akhirnya sepeda cuma jadi pajangan aja dirumah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s