Menjelajah peninggalan Prabu Siliwangi ; Batu Kursi dan Batu Aseupan

Batu lagi .. batu lagi …

Soalnya saya dengar info menarik … kabarnya ada situs Batu Kursi dan Batu Aseupan … Selama cari cari tempat wisata atau bersejarah di Bogor … saya baru mengetahui keberadaan batu ini. Hmmm … penasaran …. Jadi ditetapkanlah untuk berpergian kesana.

Start dari rumah jam 6.40-an dan tiba di tikum daerah Cibubur … Si om sudah duduk menanti … sudah datang terlebih dahulu … saya tidak telat .. datang on time jam 7.30 sesuai janji.

Hanya ngobrol sebentar dan langsung cusss … gowes melalui Leuwinanggung … dan tembus ke Cibinong yang pagi hari ini macetnya lebih dari biasanya. Setiap gowes melalui pasar Cibinong … pasti macet …. Tapi kali ini macetnya lebih josss …. Tidak tahu kenapa.


Selepas pasar Cibinong … gowes menanjak halus melalui jalan Raya Bogor Cibinong …. Setelah melewati kolong jalan tol lingkar luar Bogor … “tanjakan halus” makin terasa digowesan kearah Kebun Raya Bogor. Tiba di sisi luar Kebun Raya, kita rehat sejenak sambil memakan perbekalan yang dibawa untuk ganjel perut …. Sarapan pagi … maklum sejak gowes dari rumah tidak sarapan dulu.

Sarapan sambil melihat suasana orang lalu lalang di trotoar pinggir kebun raya …. keluarga, pasangan, kelompok …. bahkan jomblo juga ada lho … #SokTahu

menyebrang sungai Cisadane di Bogor kota

Perjalanan diteruskan … melewati pintu air Cisadane di Pulo Empang …. Setahu saya kota Bogor memiliki 2 kepulauan … hehe … satu Pulo Geulis dan satu lagi Pulo Empang ini …. Sebuah area dataran tanah yang ada di tengah tengah sungai Cisadane. Ini adalah jalan shortcut, untuk keluar menuju jalan raya dan harus melalui perkampungan yang padat dengan gang2 yang sempit dan berundak undak …. Mendaki tangga untuk menuju jalan raya …. Pokoknya bakalan ngos-ngos-an angkat gotong sepeda sampai ke jalan raya,

Gowes mengarah keluar dari kota Bogor melalui daerah yang dinamakan Kota Batu.
Perjalanan mulai menanjak .. dan terus menanjak, butuh kesabaran untuk menggowes tanjakan halus ini. Disatu titik kita berbelok kiri menuju arah Pasar Danas. Jalanan lebih sepi …. Tapi tetap terus menanjak. Terus saja menanjak … kita bisa melihat hamparan kota Bogor yang terbentang jauh dibawah.
Sampai di satu pertigaan dan terdapat papan petunjuk … arah menuju Situs Batu Kursi dan Batu Aseupan. Tertera di papan … 1 km untuk menuju situs. Permasalahannya …. Jalanan terus menanjak …. menguras dompet … ehh tenaga …. tapi dompet juga sih … kita pit stop dulu di minimarket milik Pesantren yang ada di daerah ini, suatu pesantren yang cukup besar. Lanjut lagi gowes …. Melewati petani petani bunga …. Jika ada petani bunga maka bisa dikatakan daerahnya cukup tinggi.

Melewati kembali perkampungan yang cukup rapat …. Bertanya dulu ke anak kecil disana untuk memastikan arah. Ternyata jika ke Batu Aseupan … tinggal ikutin jalan ini sampai mentok … jalan ini tidak tembus hanya sampai ke area Batu Aseupan. Sedangkan untuk ke Batu Kursi harus melipir masuk ke gang di perkampungan …. Gang kecil dan rumah rumah penduduk yang sangat padat. Berbelok belok di gang ini sampai keluar di belakang perkampungan …. Masuk area kebun kebun … mengikuti jalan setapak tanah … dan tidak jauh dari ujung rumah terakhir penduduk …. Paling sekitar 50 meteran …. Di tengah kebun kebun …. taraaaa ….. Batu Kursi berada, tidak ada siapa siapa disini … sepi.

Batunya lumayan besar …. Batu ini seperti dibentuk oleh manusia menjadi menyerupai kursi batu. Area disekitar batu ini lumayan terawat …. rerumputannya terpotong rapih.
Menurut info dari internet kabarnya batu ini diketemukan tahun 1950-an dan dipercayai merupakan petilasan Prabu Siliwangi.

Tidak berlama lama berada disini …. Banyak sekali nyamuk kebun berterbangan …. Sepertinya senang sekali dengan keberadaan kita, kebahagianmu adalah derita kita …. Sudah kita cabut dari sini.

Kembali kejalanan desa …. Paling sekitar 50 meteran … kita sampai di lembah …. Jalanan menurun tajam dan kembali menanjak …. Disanalah posisi Batu Aseupan berada.

mobil mobil parkir adalah yang mau ke kolam renang Batu Aseupan

kolam renang Batu Aseupan terletak dibawah lembah

Dilembah ini ada kolam renang dan airnya langsung dari mata air …. Pasti segerrr banget. Meskipun lokasi kolam renang Batu Aseupan ini bisa dikatakan ada dipelosok …. jauh …. Tapi di parkiran terlihat ada beberapa mobil dan motor.

Disekitar sini juga ada tempat wisata lainnya … yaitu hutan pinus, dari Batu Aseupan terlihat area hutan pinus di atas di sebelah utara …. Belokannya tadi kita lewati, disana kabarnya terdapat camping ground.

Kita menuruni lembah jalan cor semen dan kembali menanjak curam ke atas … dari jalan cor semen dan berubah menjadi batu makadam …. Menanjak keatas .. dan disebelah sisi kiri ada batu besar …. Ya inilah Batu Aseupan. Tidak ada orang disini …. Seperti biasa … sepi.

Area batu Aseupan ini sudah ditata dan dibuatkan taman … tapi seperti perawatannya tidak berkelanjutan … jadi sedikit tidak terawat. Disebut batu aseupan karena bentuknya seperti kukusan makanan … sayang … dibagian atas batu ada vandalisme gambar mata …

Disekitar batu Aseupan selain ada saung untuk rehat …. juga ada beberapa jenis batu lagi … kalau dari bentuknya sih seperti sudah terkena “sentuhan” tangan manusia …. tidak tahu apakah batu batu tersebut merupakan peninggalan zaman dahulu atau tidak ada hubungan sama sekali …. wallahu a’lam.

apakah batu2 ini masih ada hubungannya dengan situs Batu Aseupan ….

Tidak ada referensi pasti mengenai batu ini, dipercayai batu ini juga merupakan petilasan Prabu Siliwangi … raja kerajaan Pakuan Padjajaran.

Perjalanan dilanjutkan untuk menuju Goa Langkop, jaraknya mungkin sekitar 1 km-an lagi …. Meneruskan arah dari Batu Aseupan ini menuju ke atas … mendaki ke atas melalui jalan setapak … tapi jalurnya semakin lama semakin rimbun …. Sepertinya jarang sekali dilalui … ditengah kegundahan dan kerisauan untuk melanjutkan perjalanan menembus ilalang ini …. ban sepeda bocor, lupa pula bawa ban dalam serep …. Akhirnya kita putuskan untuk membatalkan misi dan mencari tambal ban sambil jalan pulang.

Ternyata jarak untuk menemukan tambal ban … cukup jauh … kembali ke pertigaan dibawah … ditolak 2 kali oleh penambal dan yang ketiga baru mau menerima dengan riang …. Memang kadang tukang tambal motor menolak untuk menambal sepeda khawatir ban-nya pecah.

Beres menambal … kita gowes meluncur terus turun kearah Bogor … tapi perjalanan hanya lancar di area jalanan desa …. Di jalan Kota Batu ke arah Bogor kota …. Macet panjang parah …. Sepeda saja sulit bergerak …. Melipir terus perlahan lahan sampai ke kota Bogor … di Bogorpun macet …. Hmmmm … muke gile … mungkin karena masih tanggal muda dan anak SMA habis ujian … jadi pada pergi keluar jalan jalan.

Rehat sejenak untuk ishoma di warung sate dan sop …. Ketika akan selesai makan …. Byurrrr …. Hujan turun sangat lebat …. Memang sejak berjalan pulang langit mendung gelap. Kita menanti hujan …. Ditunggu tunggu tapi sepertinya bakalan lama …. Akhirnya kita sikat saja …. Pakai jaket hujan dan cussss.

Melalui beberapa titik macet di jalan Raya Bogor Cibinong, selepas pasar Cibinong jalanan bisa dikatakan lancar …. gowesan di percepat karena sudah semakin sore, berpisah dengan si om di Cibubur dan tiba dengan selamat di rumah jam 18.38.

Situs Batu Kursi
Tiket masuk Gratis
Koordinat googlemaps -6.668193, 106.763131

Situs Batu Aseupan
Tiket masuk gratis
Koordinat googlemaps -6.667951, 106.764657

Kampung Pasir Tengah, Desa Sukaharja, Kec Cijeruk, Kab Bogor


Minggu 8 Desember 2019

 

8 komentar di “Menjelajah peninggalan Prabu Siliwangi ; Batu Kursi dan Batu Aseupan

  1. Batu kursinya mengingatkanku bebatuan di tepi laut belakang rumah. Jadi batunya membentuk kursi dan ada semacam sumur kecil. Entahlah, mungkin kebetulan saja yang di belakang rumah.

    Kukira tadi sepedanya sengaja dibiarkan, pas baca ternyata bocor ehehhehe. Ceritanya makin lengkap kang kalau ada insiden seperti itu. Meski kita berharap semuanya lancar

    • wah .. bebatuan yang dibelakang rumah seharusnya diteliti oleh arkeolog lebih lanjut … siapa tahu petilasan salah satu raja di Jawa.

      Insiden insiden kecil seperti itu bagai bumbu …. membuat perjalanan jadi lebih bermakna dan berkesan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s