Tambah lagi wisata mangrove di Bekasi — Sunge Jingkem

Ada lagi spot destinasi keren di daerah romansa Bekasi
Berdekatan atau tetanggaan dengan Sungai Rindu.

Namanya tidak ada nuansa nuansa romantis
Namanya Sunge Jingkem
Mingkem …. ??? Jingkem … Sunge Jingkem.

Mungkin Jenuh mendengar manisnya kata cinta …
Hmmm …. Kayaknya quote ini pernah dengar …

Menyusuri Banjir Kanal Timur (BKT) ke arah muara

Ya sudahlah saya pergi kesana, jam 7 kurang sedikit meluncur dari rumah dengan menyusuri BKT kemudian masuk ke perumahan Harapan Indah Bekasi …. ke area pengembangan baru … jalanannya besar besar … masih banyak area kosong dan sebagian sudah ada cluster cluster perumahan baru.

Keluar dari area perumahan menyusuri pesawahan membentang … yang kayaknya tinggal nunggu waktu untuk berubah menjadi perumahan. Lalu berbelok lagi kejalan yang lebih kecil …. Sebelah kiri adalah jejeran perumahan yang jarang jarang dimana bagian belakangnya adalah pesawahan dan sebelah kanan adalah sungai irigasi yang airnya hitam pekat. Jalannya adalh cor semen … kadang mulus … kadang hancur.


Panjang juga menyusuri jalanan ini sampai ketemu lagi jalan yang lebih besar, memotong pembangunan jalan tol JORR baru lalu berbelok lagi ke jalanan kecil bahkan masuk gang dengan perumahan yang tidak terlalu padat dan muncul muncul di area kosong blong … di area tambang gas pertamina … menyusuri jalan berbatu yang di area sisinya bentangan pipa gas, sisi kanan kirinya adalah rawa atau pesawahan yang mengering karena musim kemarau.

Setelah beberapa kali belak belok ditanah gersang ini … akhirnya mentok sungai Cikeas … atau ada juga yang menyebutnya sungai CBL, sepeda belok kiri mengarah ke muara, jarak sekitar 2 km-an lagi. Sebelah kanan adalah sungai yang terhalang oleh semak dan pepohonan, sebelah kiri adalah semak belukar dan setelah beberapa meter disebelah kiri berubah menjadi hamparan tambak ikan yang sangat luas membentang.

hamparan tambak ikan

Kemudian berbelok membelah tambak ikan … melalui pematang … ada yang lebar dan ada yang cukup kecil … bikin sport jantung … deg degan …. Gowes perlahan dan konsentrasi full …. Kalau sampai kecebur …. Hancur semua reputasi yang sudah selama ini dibangun … halahhh.

Selepas menyebrang tambak ikan langsung berada di kampung nelayan … menyusuri gang gang dan kemudian naik jembatan menyebrang sungai …. Inilah sungai Jingkem … destinasi sudah sangat dekat. Selepas jembatan, terlihat menara Eiffel .. ehh Menara bambu … nah itulah Sunge Jingkem. Untuk masuk bayar tiket Rp. 3.000,- bener bener murah meriah.

Jam 9-an pagi …. Masih sepi …
Ngobrol ngobrol …. Ramainya setelah jam 14-an …. Umumnya datang naik perahu dari Jembatan Cinta, sangat sedikit yang datang melalui akses darat seperti saya. Ya … memang akses darat kurang nyaman … jika ingin datang kesini disarankan ke Jembatan Cinta dan baru kemudian naik perahu kesini.

Berbeda dengan tetangganya … Jembatan Rindu … saya pernah kesana juga naik sepeda lewat darat … jam 9-an sudah lumayan ramai. Memang Jembatan Rindu sudah ada lebih lama. Kalau Sunge Jingkem ini baru dibuka setelah Lebaran 2019.

Kabarnya Sunge Jingkem merupakan program CSR PT PJB UP Muara Tawar bekerja sama dengan pemuda setempat yaitu Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) untuk mengelola ekowisata ini sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat Desa Samudera Jaya.

Selain tempat kuliner santai di pinggir sungai, disini banyak spot yang instagramable … dermaga hati, spot spot selfie, bermain sepeda air, bermain ayunan sleko, foto foto di menara kasih atau hanya berjalan jalan menyusuri sisi sungai Jingkem diatas jembatan bambu yang Panjang.

Saya sendiri …. Berjalan menyusuri jembatan bambu yang ada di sisi sungai sampai mentok ke ujungnya …. Tidak terlalu jauh, paling hanya 200 meteran panjangnya. Lalu duduk di tempat yang nyaman sambil ngopi dari thermos yang sudah dibawa dari rumah dan menyaksikan perahu nelayan yang kadang berlalu lalang di sungai Jingkem ini.

Berhubung lapar … akhirnya saya mampir ke warung yang ada di pinggir sungai ini dan makan mie instan …

Beres rehat … saya putuskan untuk pulang, dengan melakukan gowes oplosan … di oplos dengan naik perahu ke Jembatan Cinta Marunda.
Bayar ojeg perahu Rp 25.000,- dan …. Perahu langsung berangkat hanya ada saya di perahu beserta 3 anak kecil yang berbagi tugas ada yang menjadi supir dan kenek … perahu menyusuri sunge Jingkem menuju lautan … melewati gerbang Sungai Rindu … terlihat beberapa perahu wisatawan masuk ke gerbang Sungai Rindu.

Paling sekitar 10 menitan kita tiba di dermaga Jembatan Cinta yang ramai … ramai oleh nelayan, pedagang dan wisatawan. Area Wisata Jembatan Cinta dipenuhi oleh para wisatawan yang ingin berjalan jalan menyusuri track menuju Kawasan hutan mangrove.

melewati muara akses masuk Sungai Rindu jika naik perahu

Dari Jembatan Cinta saya menggowes pulang menyusuri Banjir Kanal Timur (BKT) untuk pulang menuju rumah.

Sunge Jingkem
Tiket Masuk Rp. 3.000,-
Kampung Sembilangan, Desa Samudera Jaya Kecamatan Tarumajaya Kab Bekasi

Koordinat googlemaps -6.071974, 107.019796

Minggu 27 Oktober 2019

 

5 thoughts on “Tambah lagi wisata mangrove di Bekasi — Sunge Jingkem

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s