Gowes Megalitikum — Arca Domas Cibalay plus Curug Cipeuteuy

Area Bogor sudah dihuni sejak zaman dahulu .. sejak zaman prasejarah.
Situs prasejarah banyak ditemukan di area Bogor, salah satunya adalah Arca Domas Cibalay.

Nama Arca Domas sendiri ada di beberapa tempat ; Arca Domas makam Jerman, di daerah Baduy …. dan Arca Domas Cibalay.

Arca Domas Cibalay adalah destinasi yang menarik, dalam satu tempat ada beberapa situs prasejarah, tempat camping dan curug Cipeuteuy. Cocoklah untuk jalan jalan kesana …. Sekali tepuk bisa dapat tiga.

Menggoweslah saya kesana … melewati Pondok Gede menuju tikum Cibubur.
Duduk duduk sejenak dan yang dinanti tiba … nyemil dulu barengan dan tidak pakai ngobrol lama … jam 7.40-an langsung cus cap …. Berhubung jarak yang ditempuh cukup jauh dan menanjak, supaya tidak terlalu malam sampai rumah kembali.

Perjalanan menuju Bogor berjalan lancar dan tak lama kemudian sudah berada di sisi luar Kebun Raya Bogor, melewati monument Lawang Salapan dan terus lanjut. Memotong salah satu lembah di Bogor dengan menyebrangi jembatan besi dan naik keatas lembah melalui gang sempit yang menanjak terjal dan harus hati hati karena berbagi jalur dengan sepeda motor dari arah berlawanan.

Dari gang kembali ke jalan raya Ciomas ke Ciapus dan terus menanjak halus …. Melewati Kota Batu … ehhh Kota Batu … emang nembus ke Jatim … ??? …. Tapi nama daerah di sekitar Bogor daerah sini “aneh” …. Agak arah atas ketemu daerah yang namanya Gunung Malang …. Ya Gunung Malang …. Kenapa begini ??? Kota Batu … Gunung Malang …

Tak usah berpolemik … kita terus gowes … disatu titik berhenti dulu rehat sejenak …. Loading makanan … masih 15 km-an lagi .. dengan dominasi tanjakan … butuh tenaga.

Lanjut gowes … disatu titik kita melewati sisi samping Highland Park Resort …. Tempat glamping … bergaya tenda Apache atau Mongolia. Kalau mau camping tapi ngga mau susah susah … kesini aja.
Memotong kompas sedikit dengan melalui gang berbatu menurun dan kembali ke jalan raya.

Tak jauh dari mulut gang kita nongol … disatu lembah kecil yang menurun berbelok … tepat di belokan dasar lembah ada destinasi wisata …. Wisata air panas … namanya pemandian air panas “Tarikolot” … terletak di desa Gunung Malang Bogor. Berhenti sejenak di akses jalan masuk …. Boleh juga dicoba kapan kapan kalau mau berendam air panas alami.

Gowes lagi … perjalanan masih lumayan jauh … jalanan mulai rolling naik turun… tapi lebih banyak menanjaknya. Kemudian jalanan agak menurun panjang dan tepat di dasar lembah ada destinasi wisata yang cukup popular …. Curug Luhur … curug yang memiliki wisata waterpark. Masuk ke curug ini pasti lumayan mahal …

di depan curug Luhur Bogor

Kita hanya berhenti sebentar mengamati …. Lanjut lagi menanjak, dan ketika tanjakan belum habis … tidak jauh …. paling sekitar +- 200 meteran dari Curug Luhur ada petunjuk Arca Domas dari plang besi yang sudah berkarat, belok masuk kedalam jalanan desa yang beton cor mulus … menanjak melalui kebun kebun dan rumah rumah kampung … mentok ke ujung desa, sebelum ujung desa ada tempat parkir, jika bawa mobil bisa parkir disini, sedangkan motor bisa dibawa terus sampai di depan pintu masuk.

akses jalan masuk ke Situs Arca Domas

Diujung desa jalanan berubah menjadi jalan setapak, awal awal paving block dan tidak lama berubah menjadi jalan setapak tanah.

Situs Balekambang
Mengikuti jalanan tanah ini dan sekitar 300 meteran dari ujung jalan mobil dan sebelum pintu masuk ada situs pertama … Situs Balekambang, ada sekitar 3 “tumpukan” batu. Keterangan lebih lanjut mengenai situs ini tidak saya temukan referensi yang baik.

Meneruskan perjalanan dan ada parkiran sepeda motor …. Dan banyak sekali motor yang parkir disini …. Pertama sih saya pikir … wah hebat benar tempat wisata prasejarah begini banyak yang datang, ternyata bisa dikatakan 90% pengunjung kalau tidak camping karena ada area bumi perkemahan disini … mereka bermain ke curug Cipeuteuy.

Ada loket karcis …. Bayar dulu …. 20 ribu …. Wah … mahal untuk tempat seperti ini …. Dan sepertinya harga tiketnya tidak standar … tidak sama untuk … karena tidak ada harga tertera di tiketnya …. Terserah petugas tiketnya …. Hmmmm

Situs Arca Domas
Jika ingin ke bumi perkemahan dan curug tinggal ikuti jalan lurus … dan jika ingin ke situs prasejarah … ambil jalan arah kekanan. Kita ambil arah ke kanan …. Melalui undakan tangga menanjak dan tidak jauh dari loket sekitar 200 meteran disebuah bukit terdapat berbagai bentuk tumpukan batu …. Inilah Arca Domas Cibalay. Disebelah komplek situs terdapat beberapa saung …. saung untuk istirahat, toilet, mushola dan saung lainnya.

Komplek Arca Domas

Tidak tahu kenapa dinamakan Arca Domas, karena domas dalam bahasa sunda kuno berarti 800 patung.
Sedangkan di daerah sini tidak tercatat pernah diketemukan patung atau arca arca, berbeda dengan situs Arca Domas Makam Jerman, dimana disana memang diketemukan banyak arca namun saat ini sudah tidak ada lagi arca disana …. Sebagian telah hilang dan sebagian sempat diselamatkan dibawa ke museum.

Situs Arca Domas Cibalay berdasarkan papan informasi disebutkan diketemukan oleh NJ Krom tahun 1914, namun ada versi lain yang ditemukan oleh De Wilde (1830), kemudian Junghuhn (1844) dan Muller (1856). Bahkan ada info yang menyebutkan situs ini pernah di foto oleh Isidore van Kinsbergen, fotografer Belanda pada tahun 1863. Beberapa versi penemuan tersebut didapatkan dari referensi referensi yang berasal dari negara Belanda. Sempat “hilang” tertutup semak belukar dan pepohonan dan kabarnya baru diketemukan kembali oleh penduduk lokal pada tahun 1960-an yaitu Bapak Ursin dan Bapak Amit, ketika membuka area tersebut untuk lahan pertanian.

Situs Arca Domas Cibalay mengingatkan situs megalitikum gunung Padang yang ada di Cianjur, punden berundak dalam skala yang lebih kecil dan ada beberapa batu tegak atau menhir, luas komplek arca Domas ini sekitar 2.500 m2.

Situs Kebon Kopi
Setelah jalan jalan kesana kemari … lagak seorang peneliti … tapi tidak ngerti apa apa … kita melanjutkan …. Eh tanya dulu sama orang yang ada di saung kemana arah situs lainnya … habis tidak ada petunjuk sama sekali. Berdasarkan arahannya kita bergerak mengikuti jalan setapak yang sedikit menanjak … dan sekitar 100 meteran dari situs Arca Domas terdapat situs Kebon Kopi. Sepintas terlihat seperti kuburan biasa … kabarnya pohon kopi yang ada di area ini sudah ada sejak zaman Belanda. Tidak ada referensi pasti mengenai situs Kebon Kopi.Lanjut lagi perjalanan sambil dorong dorong dan angkat sepeda … karena jalan setapak ini berundak undak menanjak ….. menyesal kenapa tidak kita tinggalin sepeda di saung …. Sudah kepalang negro … angkattt …

Situs Jami Paciing
Untung jaraknya ternyata tidak jauh … paling sekitar 300 – 500 meteran dari Kebon Kopi kita sampai di Situs Jami Paciing atau disebut juga taman Sriwedari. Di area situs ada beberapa orang … 2 orang ibu ibu yang ternyata petugas kebersihan yang merawat situs … sehingga situs bersih terawat …. dan satu kelompok pria yang berasal dari Bogor. Tidak ada juga referensi mengenai situs Jami Paciing.

Situs Batu Bergores
Situs lain yang jaraknya relative dekat dari sini adalah Situs Batu Bergores …. Menurut ibu ibu perawat situs posisinya harus naik ke atas bukit ada di daerah rerumpunan bambu. Kita bisa melihatnya dari jalan
Kita putuskan untuk tidak lanjut Batu Bergores … khawatir pulangnya terlalu malam …. Karena masih ada satu spot yang ingin kita kunjungi … yaitu curug Cipeuteuy …. Mumpung sudah sampai disini.

Menurut kabar di area ini terdapat 8 situs prasejarah ;
Situs Endong Kasang ada di pemukiman penduduk
Situs Balekambang sebelum loket masuk
Situs Arca Domas yang merupakan situs paling besar
Situs Kebon Kopi +- 100 meter dari Arca Domas
Situs Jami Paciing atau disebut juga Taman Sriwedari (+- 500 meter dari Arca Domas)
Situs Batu Bergores
Situs Cipangantehan
Situs Pasir Manggis (kabarnya lokasi jauh masuk kedalam hutan)

Diperkirakan situs situs ini berasal dari zaman megalitikum antara 2.000-1.000 SM

Curug Cipeuteuy
Untuk menuju curug kita kembali lagi ke arah Arca Domas, lalu melalui hutan pinus dan mulai mendaki tangga sambil gotong gotong sepeda dikerindangan hutan pinus dan kemudian menuruni undakan tangga cukup curam kebawah, dibawah terlihat bumi perkemahan … dan terlihat beberapa kelompok sedang camping atau hanya tidur2-an di hammock.

Bumi Perkemahan Arca Domas

“warga lokal” yang menempati area Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Curug Cipeuteuy ternyata jaraknya dekat sekali dari bumi perkemahan … sepeda kita sanderkan di pohon pinus dan berjalan kaki menuruni jalan setapak yang agak curam dan sedikit licin …. paling sekitar 100 meteran kita tiba di curugnya. Curugnya unik … karena sebagian airnya muncul dari sela sela batu … seolah olah ada mata air dari balik batu di tebing.

Sudah hampir jam 2 siang …. kelaparan … rehat disini ganjal perut dengan camilan camilan yang kita bawa sambil ditemani gemericik air terjun. Kayaknya ngga nendang … masih laparrr …
Jam 2-an lebih kita beranjak pulang sambil mencari tempat makan yang representative …. beres ishoma jam 3-an kita lanjut pulang dan mendarat dirumah jam 7 malam lebih.

Komplek Situs Arca Domas
kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Kampung Cibalay, Desa Tenjolaya, Bogor

Situs Balekambang
Koordinat googlemaps -6.670387, 106.708948

Arca Domas Cibalay
Koordinat googlemaps -6.671249, 106.709711

Situs Kebon Kopi
Koordinat googlemaps -6.671953, 106.709515

Situs Jamipaciing
Koordinat googlemaps -6.673090, 106.709764

Curug Cipeuteuy
Koordinat googlemaps -6.670432, 106.712860

Minggu 20 Oktober 2019

 

12 thoughts on “Gowes Megalitikum — Arca Domas Cibalay plus Curug Cipeuteuy

Tinggalkan Balasan ke mysukmana Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s