Mencari lagi … peninggalan kerajaan Padjajaran di Bogor kota ; Situs Kupa Landak, Situs Ranggapati, Situs Batu Congkrang dan Situs Sumur Tujuh

Peninggalan Kerajaan Padjajaran banyak “bertebaran” di sekitaran Bogor, tidak hanya d iarea luar kota tapi juga didalam kota Bogor. Beberapa kali di blog ini menceritakan tentang perjalanan ke situs situs peninggalan kerajaan Padjajaran. Dan setelah melakukan lagi riset kecil kecilan via internet ternyata masih ada situs situs yang belum saya kunjungi, tidak popular dan letaknya ada di Bogor kota bahkan letaknya berdekatan …. ada di sekitaran daerah Batutulis Bogor. hmmm …. menarik.

Mumpung ada kesempatan .. mumpung masih bisa, di hari Minggu saya berangkatlah.
Setelah menggowes melewati Jatiwaringin … Jam 7.30-an lebih sedikit tiba di tikum daerah Cibubur … om Adi sudah menanti. Sepatah dua patah kata dulu sebagai prolog … ditambah cerita cerita ngga penting …. akhirnya disudahi daripada makin tambah lama dan kita lanjut gowes melewati beberapa perumahan di Cibubur, melalui Cibinong dan terus ke Bogor.

8.30-an kita duduk rehat dihalte di sebrang Kebun Raya Bogor …. om Adi buka perbekalan dan kita rehat dahulu sejenak sambil memperhatikan lalu lintas yang cukup ramai di minggu pagi ini. Setelah perbekalan dihabiskan … kita lajutkan lagi perjalanan, destinasi pertama sudah tidak terlalu jauh lagi.

Berbelok belok melalui jalanan utama yang ramai dan non-utama yang sepi serta jalanan yang naik turun ciri khas kota Bogor.

 

Situs Kupa Landak
Dan sampailah kita di satu area … berdasarkan info situsnya ada di daerah sini … tapi tidak pasti disebelah mana. Disebutkan ada di suatu komplek perumahan baru. Setelah dicheck .. perumahan baru di area ini adalah Batutulis Mansion, perumahan ini tidak luas .. kita gowes berdasarkan insting kearah bawah dan ketika sampai di satu pojokan … ada tembok yang kotak melingkar dan didalamnya terlihat ada pohon menjulang …. ya ini dia. Disebutkan di info bahwa situsnya terkurung oleh tembok perumahan.

Situs Kupa Landak ada di sekitar ini

Situs Kupa Landak terkurung di balik tembok

Kita berhenti mengamati, meskipun ini area perumahan … tapi sepi .. tidak ada orang yang berada diluar rumah … tipikal khas perumahan kelas menengah atas. hmmm bagaimana ini … memang tidak ada pintu atau celah untuk masuk ke dalam. Karena sangat penasaran …. akhirnya kita panjat tembok ini … yaaa .. betul ini situsnya … situs Kupa Landak. Setelah diperhatikan dari atas .. ternyata ada pintu masuk melalui “perkampungan” yang ada di luar komplek perumahan.

Kita bergerak menuju kesana … keluar lagi dari perumahan … say hai pada satpam komplek di pintu gerbang yang bengong melihat kita … gowes ke jalan raya dan masuk lagi ke jalan sebelahnya disisi sebuah gereja, awalnya jalan cukup lebar dan mengecil menjadi hanya gang kecil dan menurun ke bawah melalui pemukiman yang padat, mengikuti arah panduan GPS. Dan stop dititik ini seharusnya berbelok kanan menuju situs … gang-nya tangga menurun menuju rumah orang dibawah. Untuk memastikan kita bertanya .. kebetulan ada dua orang ibu ibu disana … ibu yang pertama menjawab tidak tahu tentang situs … tapi beruntung ibu yang kedua mengiyakan bahwa Situs Kupa Landak masuk melalui gang kecil tersebut.

Tipikal banget nih …. kalau mencari situs situs kuno yang tidak popular … bahkan penduduk di kampung tersebut yang dekat banget dengan situsnya tidak tahu keberadaan situs.

Akses masuk ke Situs Kupa Landak dari arah perkampungan

Kita angkat sepeda turun kebawah dan menyandarkan didinding , naik lagi ke tangga yang menuju pintu besi tertutup, untung pintu besi tidak dikunci … kita buka langsung masuk ke gang kecil lagi yang cukup panjang dengan tembok kanan kiri, menyusuri gang dan sampailah di dalam Situs Kupa Landak.

wah … situs ini bener bener nyempil …. menurut saya inilah situs terngumpet …. bahkan kalau kondisi seperti ini ; dikelilingi tembok, ngumpet dan tidak ada papan petunjuk dari jalanan sama sekali .. bisa dikategorikan sebagai situs yang disembunyikan … hahaha

Disebut Situs Kupa Landak karena di area situs ini tumbuh tanaman Kupa Landak. Tanaman yang berasal dari Brazil dan orang biasanya menyebut tanaman ini anggur Brazil karena buahnya seperti anggur. Umumnya tanaman ini tumbuh di area sejuk seperti di Bogor.

Sepintas sih terlihat seperti kuburan …. tapi dari plang yang ada di area situs hanya disebutkan bahwa ini adalah petilasan dari salah satu orang tokoh kepercayaan Prabu Siliwangi. Tidak ada deskripsi lain mengenai situs ini …. juga searching2 di internet saya tidak menemukan info detail siapa tokoh yang dimaksud.

Situs Kupa Landak
Tiket masuk Gratis
Batutulis, Bogor Selatan, kota Bogor
Koordinat googlemaps -6.621819, 106.805567

 

Situs Ranggapati
Setelah dari Situs Kupa Landak kita menuju ke destinasi kedua … Situs Ranggapati …. berdasarkan info destinasi ini berdekatan. Waktu kita masuk ke jalan yang menuju gang di sisi gereja GBI Elohim …. seharusnya situs ini berada dijalan masuk tadi. Tapi waktu kita melalui jalan tersebut tidak menemukan tanda keberadaan situs.

Jadi kita berbelok menuju arah yang lain … kita bertanya kepada sekelompok bapak bapak yang sedang bersantai ngariung … ternyata memang ada di jalan masuk tadi, lokasinya ada di dalam area gudang elpiji.

Ketika sampai di lokasi gudang elpiji … lahannya sangat luas … dan gerbangnya dikunci alias di gembok.
Untung ada penjaganya … kita minta izin dan diperbolehkan masuk.

Situs Ranggapati ada dalam di hutan kecil itu

Situsnya ada di dalam bangunan yang berada di hutan jati kecil …
Saya perhatikan … area ini memang luas… di kejauhan terlihat ada garasi dan disana ada mobil truk kuno yang sudah usang berkarat … wah sudah berapa tahun truk ini berada disana.

Kita bergerak menuju hutan kecil … om Adi yang dahulu sampai langsung menuju pintu masuk bangunan, tidak terkunci dan membukanya. Suasana didalam ruangan sangat gelap … lampu tidak menyala. Untung berdua sama om Adi …. kalau nggak gimana gitu … hihihihi. Suasananya beraroma mistis …. Gelap … batu batunya ditutupi kain putih terdapat dupa dan kembang kembang mengering disekitar batu. Mungkin lebih banyak yang datang peziarah yang melakukan ritual daripada wisatawan penggemar sejarah.

Tak berlama lama saya mengajak om Adi untuk keluar …. “kenapa sih mesti cepat cepat pergi … saya belum sempat minta S-Work “ kata om Adi … weee dasar …

Situs ini merupakan petilasan salah satu tokoh kepercayaan Prabu Siliwangi yang bernama Ranggapati.
Selain Ranggapati ada tokoh lain yang menjadi kepercayaan sang Prabu yaitu Kidang Pananjung dan Rangga Gading. Nah yang di petilasan Kupa Landak tidak diketahui peninggalan tokoh yang mana.

Situs Ranggapati
Tiket masuk gratis
Jl Cibinong 1 (sesuai nama jalan di google maps) Batutulis, Bogor
Koordinat googlemaps -6.621503, 106.806830

 

Situs Batu Congkrang
Lanjut lagi ke destinasi berikutnya …. gowes sekitar 350 meter-an dan tibalah dilokasi … tepat disisi jalan raya, kalau tidak perhatian pasti akan terlewatkan.. tidak ngeh … karena sekilas seperti bangunan biasa saja, dan disebelahnya ada pernjual bakso Malang.

Situs Batu Congkrang ada di sisi jalan Batutulis

Pintunya hanya berupa pintu gerbang pagar (tidak tertutup bagian atasnya), sehingga kita bisa melihat dengan mudah apa yang ada di dalam, kondisi didalam bangunan bersih. Terdapat susunan batu batu.

Berdasarkan tulisan di plang tidak disebutkan kalau situs ini peninggalan kerajaan Padjajaran, hanya disebutkan bahwa susunan batu tegak atau biasa dikenal batu menhir merupakan peninggalan masa prasejarah masa kepurbakalaan dan menujukkan bahwa sejak dahulu daerah Bogor ini sudah dihuni oleh manusia ketika daerah daerah lainnya yang sekarang menjadi kota masih hutan belantara dan tidak dihuni oleh manusia.

Selain itu juga dipercayai bahwa dahulunya di lokasi ini adalah tempat pos penjagaan dari Kerajaan Pakuan Padjajaran.

Batu Congkrang
Tiket masuk Gratis
Jl Batutulis, Bogor
Koordinat googlemaps -6.622053, 106.808740

 

Situs Prasasti Batutulis
Tidak jauh dari Situs Batu Congkrang … +- 220 m masih disisi jalan yang sama .. di area depan Istana Batututlis terdapat situs Prasasti Batutulis. Situs yang paling popular …. umumnya orang lebih mengenal situs ini sebagai peninggalan kerajaan Padjajaran.

Saya hanya lewat saja … karena pernah mengunjungi situs ini dan diulas juga di blog ini. Pada saat saya lewati terlihat ada beberapa pengunjung yang mendatangi situs ini.

Batu Tulis ini diketemukan oleh Scipio perwira VOC Belanda yang sedang melakukan ekspedisi mencari sisa keberadaan kerajaan besar Hindu Sunda di daerah Bogor, tercatat dalam laporan ekspedisi Scipio tersebut bertanggal 28 Juli 1687.

Prasasti ini dibangun oleh Prabu Surawisesa yang berkuasa di kerajaan tersebut antara tahun 1521-1536. Pembuatan prasasti ini ditujukan sebagai penghormatan kepada ayahandanya, raja pendahulunya yang sangat terkenal, yaitu Prabu Siliwangi (1482-1521).
Tahun pembuatan yang tertera pada prasasti atau Batu Utama menyebutkan angka 1455 tahun Saka atau 1533 Masehi.

Situs Batutulis
Tiket masuk Gratis
Jalan Batutulis No. 54, Bogor
Koordinat Googlemaps -6.623666, 106.809002

 

Situs Purwakalih
Tidak jauh juga dari situs Batutulis .. masih di sisi jalan yang sama … sektar +- 130 m ada bangunan kecil dibelokan jalan .. yang akan terlewatkan begitu saja jika tidak diperhatikan … inilah situs Purwakalih. Pernah juga diulas di blog ini. Situs ini pertama kali diketemukan oleh peneliti Belanda, Pleyte di tahun 1769-an. Dalam tulisannya di sebut Purwa Galih. Purwakalih diambil dari bahasa Sunda Kuno, Purwa artinya pertama dan Kalih atau Galih artinya bersinar. Situs ini menjadi tempat orang zaman dahulu untuk berdoa kepada arwah leluhur. Dahulu namanya situs Purwa Galih, namun sekarang masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan situs Purwakalih.

Situs ini sempat “menghilang” dan ditemukan secara tidak sengaja tahun 1991, pada waktu penggalian tanah oleh para pekerja yang sedang melaksanakan pelebaran jalan. Dipercayai bahwa situs ini merupakan peninggalan penasehat Prabu Siliwangi Raja Padjajaran.
Lokasi situs ini sudah bergeser 2 meteran dari lokasi aslinya akibat pelebaran jalan.

Situs Purwakalih
Tiket masuk Gratis
Jl. Lawang Gintung, Bogor
Koordinat Googlemaps -6.624767, 106.809177

 

Situs Sumur Tujuh
Berdasarkan info2 dari internet, posisi Situs Sumur Tujuh dekat dengan makam keramat mbah Dalem. Artinya ada di sebrang lokasi situs Purwakalih …. tapi posisi pastinya saya tidak tahu.

Kita menyebrang jalan menuju area makam … disisi jalan ada 2 orang bapak bapak yang sedang duduk, saya tanya kepada Bapak ini dan beliau tahu lokasi situs yang dimaksud. Karena kita masih bingung dengan arahan yang diberikan … bapak tua ini mengantarkan kita ke lokasi yang dimaksud.

Akses masuk ke situs Sumur Tujuh terkunci

Ternyata lokasinya memang tidak jauh dari makam mbah Dalem .. bisa dikatakan ada disebelahnya, di sisi jalan raya. lokasinya dipagari permanen oleh pagar besi putih yang cukup tinggi dan terlihat sudah lama dari karat2 dan cat yang terkelupas. KIta tidak bisa masuk kedalam … karena pintu gerbangnya digembok dan penunggu area tidak ada ditempatnya.

Saya mengetahui Sumur Tujuh ini dari pemberitaan di media online ketika di protes oleh warga dan komunitas budaya ketika lahan di area situs ini yang memang strategis akan dibahan menjadi area komersil kabarnya akan dibangun ruko dan apartemen, pembangunan mengakibatkan situs Sumur Tujuh bisa “hilang”. Akibat pembangunan kondisinya saat ini tidak utuh seperti sebelumnya.

kondisi situs Sumur Tujuh sebelum terjadi “perubahan”

kondisi situs setelah terkena dampak pembangunan proyek

Karena protes dari warga dan komunitas budaya akhirnya pembangunan area ini diberhentikan oleh Pemda Bogor dan saat ini saya melihat sign di gerbang masuk bahwa pembangunan ini DISEGEL. Karena situs ini sudah termasuk dalam cagar budaya Bogor, jadi meskipun berada di tanah pribadi tetap tidak boleh diubah. Harus tetap diamankan, dipelihara dan tidak boleh hilang dan jangan sampai membangun tanpa izin, ini adalah keterangan dari Pemda Bogor.

Bapak tua yang mengantarkan kami ternyata sejak kecil tinggal di area Batutulis dan menceritakan sejarah keberadaan situs situs disekitar area ini. Disebut situs Sumur Tujuh karena ada 7 mata air yang lokasinya tersebar dan yang dilokasi ini adalah salah satu dari ketujuh mata air tersebut. Ketujuh mata air itu dahulunya konon digunakan oleh Ratu Sribaduga Maharaja dan para istri punggawa kerajaan Padjajaran sebagai tempat untuk mandi.

Situs Sumur Tujuh
Tiket masuk Gratis
Jl Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan
Koordinat googlemaps -6.623892, 106.810398

 

Ayo …. berwisata … jelajahi situs situs peninggalan kerajaan Padjajaran

Minggu 23 Juni 2019

 

Iklan

11 thoughts on “Mencari lagi … peninggalan kerajaan Padjajaran di Bogor kota ; Situs Kupa Landak, Situs Ranggapati, Situs Batu Congkrang dan Situs Sumur Tujuh

  1. Saya nelongso setiap kali liat situs dan cagar budaya menjadi korban pembangunan.

    Kalo bicara mbah Dalem yang terkenal itu dulu sayur asem mbah Dalem. Sewaktu gawe di Bogor (1999) beberapa kali makan di situ.

    • kalau situs2 kuno tidak terekspose … bisa “hilang”, mudah2-an semakin banyak yang peduli dan “menjaga” keberadaan situs2 ini.

      Wah kalau tahu di area mbah Dalem ada sayur asem enak …pasti mampir kesana …. sayur asem salah satu favorit saya 🙂 … maybe next time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s