Gowes Jelajah Sejarah – Situs Pasir Angin dan Benteng Belanda

Area Bogor dan sekitarnya sudah sejak baheula dari zaman prasejarah purbakala telah dihuni oleh manusia. Banyak peninggalan sejarah mengenai jejak keberadaan manusia dari zaman prasejarah, zaman kerajaan dan zaman perang kemerdekaan.

Beberapa situs sejarah di Bogor sempat saya kunjungi dan masih sangat banyak situs yang belum saya kunjungi. Salah satunya adalah Museum atau Situs Pasir Angin .. pengen sekali main kesini. Tertunda tunda … Akhirnya kesempatan datang juga. Jam 7 berangkat dari rumah .. mengarah ke tikum di daerah Cibubur, sampai di tikum menunggu sejenak dan om Adi datang.

Langsung let’s go … melewati Cibinong tembus ke jalan raya Bogor dan berbelok ke arah Dramaga menyusuri kolong Tol Lingkar Luar Bogor. Mendekat kampus IPB Dramaga jalanan menjadi macet panjang, terus macet sampai melewati Cibungbulang – pertigaan yang mengarah ke Gunung Salak. Selama selap selip dikemacetan … aroma sampah terus tercium …. banyak truk mengangkut sampah yang ikut terjebak, mungkin ini memang jam angkut sampah warga Bogor dan tempat pembuangan sampah akhir sepertinya melalui area sini.


Selepas kemacetan terlihat bentangan gunung kapur Ciampea, gunungnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu jauh jaraknya dari jalan raya. Terus gowes … jalanan rolling naik turun umumnya karena melewati lembah yang ada sungai sungainya dan ketika menuruni suatu lembah lagi dan sebelum mencapai jembatan di dasar lembah ada belokan ke kiri, sepeda berbelok ke jalan kecil dan terus menurun sekitar +- 30 meteran sampailah di gerbang destinasi … Situs Pasir Angin.

gerbang pertama di bawah

gerbang kedua di atas

Pintu gerbang terbuka dan terdapat tangga menanjak ke atas .. sepeda kita angkut angkut sambil mendaki ke atas, areanya sangat adem rindang oleh pepohoan yang tinggi tinggi. Mendekat ke atas ada lagi pintu gerbang dan gerbangnya tertutup, tapi tidak terkunci … kita masuk ke area dalam dan ternyata tidak ada orang sama sekali.

patok patok tanda penggalian

Sambil menunggu petugas museum kita duduk duduk di tempat rindang .. menikmati semilir angin dan mulai membuka perbekalan … tempatnya asyik juga untuk piknik … sayang ngga bawa perlengkapan lenong untuk ngopi : )

Cukup lama juga kita “piknik” … dan akhirnya datang petugas dan membukakan pintu masuk museum. Museum ini tidak besar … bangunan ini sudah lama didirikan dari tahun 1976 dan butuh perawatan, pada saat saya datang terdapat genangan air banyak bocor bocor. Isi museum adalah barang barang yang didapat dari penggalian di area bukit ini ; artefak-artefak yang terbuat dari batu, besi, perunggu, tanah liat, obsidian, kaca, gerabah. Sedangkan benda arkeologi yang ditemukan di situs ini antara lain ; beliung persegi, kapak corong, kapak perunggu berbentuk candrasa, tongkat perunggu, ujung tombak, dll.

Menurut para ahli berdasarkan analisa artefak artefak yang diketemukan di situs ini, maka dapat dikategorikan ke dalam 3 tahapan/masa :
-Masa megalit (neolitik) yaitu pada fase tertua 4370 + 1190 sebelum masehi, masa logam awal.
-Masa proto sejarah logam awal abad ke 5 prasasti Ciaruteun.
-Masa sejarah (megalit) abad ke 5 sampai ke 19 masehi.

Patung patung yang ada dalam museum hampir semua bentuknya sudah tidak utuh lagi, kata petugas museum … patung patung ini umumnya berasal dari gunung kapur Ciampea .. “diselamatkan” dibawa kesini. Ada photo saat batu ini berada dilokasi asalnya … sayang sekali bentuknya sudah berubah jauh.

foto kondisi patung di tempat asalnya

photo kondisi patung2 di lokasi aslinya di gunung Ciampea Bogor sebelum dipindahkan

Kabarnya situs Pasir Angin pertama kali diketemukan tahun 1957 dan mulai diteliti kembali tahun 1970 oleh pemerintah Indonesia. Dari beberapa temuan, salah satu artefak yang penting adalah penemuan topeng emas pada tahun 1973. Pemakaian topeng emas umumnya digunakan dalam berbagai upacara ritual leluhur dan jika dikenakan pada orang meninggal, dimaksudkan untuk mencegah roh agar tidak kembali kedunia. Temuan topeng emas hanya ada dua di Indonesia satu di Pasir Angin dan satu lagi di Gowa Sulawesi Selatan. Saat ini topeng emas di simpan di Museum Nasional Jakarta.

topeng emas yang ditemukan di situs Pasir Angin

Di depan museum ada batu monolith yaitu batu untuk pemujaan pada zaman prasejarah, batu itu posisinya tidak pernah dipindahkan ada ditempatnya sampai saat ini. Selain batu monolith ada 2 patung lain yang ditempatkan diluar museum, kedua patung tersebut berasal dari gunung kapur Ciampea. Satu patung bentuknya masih agak “utuh” dan satu lagi bagian atasnya sudah hilang.

batu monolit … batu ritual pemujaan

Patok patok yang bertebaran tertancap di sekitar museum ini adalah sebagai penanda penggalian untuk memudahkan jika nantinya melakukan kembali penelitian dan penggalian.

Benteng Belanda Pasir Angin
Ketika menjelajah disekitar area bukit ini, kita menemukan reruntuhan .. dan ketika di konfirmasi kepada petugas museum ternyata itu adalah reruntuhan benteng Belanda kemungkinan dibuat sebelum tahun 1942  untuk menahan serangan tentara Jepang yang akan masuk ke Bogor.

benteng / bungker peninggalan Belanda

Dikatakan terdapat sekitar 20-an reruntuhan di sekitaran bukit ini. Memang bukit ini sangat strategis untuk pengintain dan pertahanan, posisinya yang tinggi serta dekat jalan dan aliran sungai.

Reruntuhan benteng terbesar katanya berada di lereng lebih mendekat ke sungai tapi kondisinya tertutup oleh semak belukar. Kabarnya sih ada rencana untuk membersihkan tempat reruntuhan benteng tersebut.

Pantas di dalam museum ada batu monument yang menyatakan “ Memperingati prajurit Australia dari 2/2nd pioneer battalion dan 2/3rd machine gun battalion yang berjuang dengan gigih di tempat ini. Leuwiliang, Jawa Barat pada Maret, 2 – 4, 1942 “. Jadi kemungkinan saat itu tentara Belanda di bantu tentara Australia untuk menahan laju tentara Jepang. … wah saya baru tahu ada tentara Australia ikut perang di Indonesia.

Sambil memandang aliran air sungai dibawah saya jadi melamun … Menurut saya sih tempat ini .. Bukit Pasir Angin memiliki kombinasi sangat menarik, tempatnya yang adem dan tinggi dengan view sungai Cianten mengalir dibawahnya sangat keren. Apalagi di tempat ini ada dua spot sejarah .. situs Pasir Angin dan Benteng Belanda, tinggal dikemas menarik … penataan atau display artefak artefak yang menarik di museum, benteng Belanda dirapihkan dan ditampilkan serta dibuat spot kekinian di tebing yang mengarah ke sungai seperti spot selfie atau kedai / warung bergaya desa … wah pasti banyak yang datang kesini … mengenal sejarah sambil rekreasi selfie atau kulineran bergaya desa.

Sudah stop melantur .. sudah hampir jam 12 … kita beranjak pulang sambil mencari tempat ishoma dan “menikmati” suasana tanggal tua tapi kayaknya sudah pada gajian …. mobil motor sepertinya pada keluar semua … Bogor macetos lezatos berkilo kilo meter … sepeda merayap pelan untuk keluar Bogor. Jalan Raya Bogor tidak macet hanya ramai tapi Cibubur dan Pondok Gede … tumplek blek macet … Nikmatin saja … sebagai bagain dari perjalanan.

Situs Pasir Angin
Tiket Masuk : Gratis / Bayar seikhlasnya
Desa Cemplang, kec Cibungbulan, Kab Bogor,
Koordinat goioglemaps -6.575468, 106.639787


Minggu 28 April 2019

23 thoughts on “Gowes Jelajah Sejarah – Situs Pasir Angin dan Benteng Belanda

    • wah betul tuh mas .. kayaknya dibuat sebelum tahun 1942, karena di situs ini juga ada monumen meninggalnya tentara Australia (bukan Belanda) mungkin ketika bantu Belanda melawan Jepang pada pertempuran Maret 1942.
      Sekalian saya koreksi di blog-nya
      terimakasih koreksinya mas ..

  1. Hanupis Kang. Bogor begitu kaya dengan situs sejarah ya. Meski terpencil, tingkat pemeliharaan lumayan bagus.
    Sepakat mari kunjungi, wartakan di blog untuk menarik pengunjung lain tuk pewarisan nilai sejarah. Salam

  2. Menarik. Saya juga baru tahu ada situs ini.

    Sudah pernah ke situs Batu Tulis Ciaruteun? Letaknya di belakang bukit kapur Ciampea. Itu merupakan situs penting juga imho dan semestinya bisa digabung dlm 1 perjalanan tuh karena cukup berdekatan. Kapan2 in sya Allah sy kesini. Terima kasih infonya. Ba’da Ramadhan mungkin sy ingin gowes ke situs megalit Arca Domas.

    • kalau ke batu tulis Ciaruteun pernah kesana gowes, ada di blog ini juga ceritanya, Waktu itu langsung main ke 4 batu prasasti ; Tapak Gajah, Ciaruteun, batu Dakon dan Pasir Muara.
      Pengen juga kapan2 main ke Arca Domas Cibalay … kalau yang Arca Domas Makam Jerman pernah juga gowes kesana.

      salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s