Gowes Piknik ke hutan Pinus Gunung Pancar

Beberapa kali saya pernah main ke hutan pinus gunung Pancar. Pertama kali kesana sambil sesepedahan ditahun 2008, suasananya masih sepi … warung hanya ada satu dua dan hanya di area dekat pemandian air panas alam. Bertahun tahun kemudian main lagi kesana .. tidak banyak berubah .. hanya warungnya bertambah dan masih disekitar pintu masuk air panas, karena selain ada pemandian air panas alami juga di dekat area ini terdapat titik start pesepeda downhill.

Dan terakhir ditahun 2016 main lagi kesana … suasananya jadi berantakan … banyak warung warung di kanan kiri jalan di area hutan pinus. Warung dengan terpalnya yang berwarna warni … hutan pinus yang harusnya berkesan alami asri .. malah jadi berkesan kumuh.

Mendengar kabar katanya sekarang sudah ditata dan dipercantik dengan wisata kekinian … wisata selfie. Penasaran ingin lihat lagi kesana …. berangkatlah saya gowes piknik,lewat Jatiwaringin – Cibubur – Citeureup – Sirkuit Sentul dan mulai berbelok mengarah ke atas … menanjak perlahan.

Setelah melewati perempatan ke Jungle Land … tanjakan mulai terasa dan terus menanjak sampai ke gunung Pancar. Dari perempatan ini jaraknya tidak terlalu jauh lagi untuk sampai ke gerbang gunung Pancar. Selama perjalanan dari Sentul Sirkuit kearah sini, akan melalui banyak makanan khas daerah sini .. yaitu sate kiloan … harganya sih relative lebih mahal dari pada harga sate biasa di Jakarta, soal rasa .. tergantung selera.


Sebelum masuk ke gerbang sudah ada 2 area wisata, satu menyajikan wisata selfie seperti rumah2-an, menara pandang, dll-nya dan satu lagi wisata adventure seperti motor off road 4 roda (ATV) dan berbagai wahana petualangan lainnya.

Sampai di gerbang … suasana lebih ramai … banyak petugasnya, berarti banyak yang datang kesini. Digerbangpun sudah terjadi sedikit antrian mobil untuk bayar tiket. Sedangkan pesepeda … dengan style pede melenggang masuk tidak dicegat oleh petugas tanpa bayar alias gratis. Sebenarnya untuk masuk kesini … sepedapun kadang ditarik bayaran … jadi tidak tahu aturan pastinya, dulu dulu sih gratis tidak ada yang jaga … makin kesini ada yang jaga … saya lewat sini .. kadang dicegat untuk bayar … kadang dibiarin masuk gratis … mungkin tergantung amalan dan pahala saat lewat … haha

Dari mulai gerbang terus ke atas meskipun menanjak tapi menyenangkan … teduh dan rindang .. adem tidak panas, hanya sekarang banyak motor dan mobil tidak sesepi dulu, jadi mesti hati hati.

Suasananya memang sekarang lebih rapi … enak dilihatnya. Semua destinasi wisata selfie dan warung dirapihkan di tempatkan hanya di sisi kiri jalan dan di atur lokasinya, disebelah kanannya tetap hutan pinus tanpa ada bangunan2. Dari mulai gerbang ke atas ada beberapa wisata selfie yang terdiri dari berbagai wahana selfie yang unik unik ; rumah hobbit, ayunan, sangkar burung, menara, dll. Rata2 di parkirannya banyak mobil motor terparkir, tapi semakin ke atas semakin sepi … mungkin wisatawan tidak tahu kalau ke atasnya lagi masih ada beberapa destinasi selfie, jadi mereka hanya “menumpuk” di bagian bawah saja tidak sampai menanjak terus ke atas. Di perjalanan saya ketemu beberapa mobil yang berputar arah lagi ke bawah ..

Sebetulnya antara destinasi selfie ini wahananya hampir mirip mirip … tidak ada yang berbeda mencolok … jadi terjadi kompetisi diantara destinasi ini. Waktu akan membuktikan siapa yang lebih laku dan lebih bertahan.

Ketika hampir sampai di atas akan melewati titik start peseda downhill lebih dikenal dengan nama Sebex, dan kemudian tiba di destinasi wisata pemandian air panas alami kelas ekonomis. Kalau yang elitnya atau kelas resort and spa ada juga di dekat sini … tinggal disesuaikan dengan kemampuan saja.

Jika dilanjutkan ke atas lagi maka ada lagi pemandian panas alami masih kelas eknomis tapi airnya mengandung belerang, dikenal dengan sebutan Kawah Merah. Di area gunung pancar juga tersedia area camping … bahkan yang mau camping mewah enak enak juga ada … glamping tersedia disini.

Kalau saya sih … cukup rehat dulu sejenak di warung diatas sini sambil ngobrol ngobrol dengan pesepeda yang kebetulan sedang rehat juga. Setelah itu meluncur kebawah dan berhenti sejenak dulu di beberapa destinasi selfie, tadinya saya mau mampir dulu ngopi di café yang ada dihutan pinus tapi karena tempatnya rame … saya lanjutkan saja perjalanan pulang.

Hutan pinus gunung Pancar menjadi salah satu pilihan destinasi wisata sekitar Jabodetabek yang tidak terlalu jauh dan tidak perlu bermacet macet ria dan banyak sekali aktifitas wisata yang dapat dilakukan disini.

Hutan Pinus Gunung Pancar
Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jabar
Koordinat googlemaps -6.581331, 106.905927

Minggu 21 April 2019

 

17 thoughts on “Gowes Piknik ke hutan Pinus Gunung Pancar

  1. Tanpa polesan kekinian pun, kawasan ini sudah cantik banget. Segarnya udara di tegakan pinus serasa terasa oleh kami pembaca.
    Hanupis ya Kang diajak piknik ke gunung Pancar.

    • Tanpa “make up” tempat ini asri dan sepi .. nyaman untuk “wisatawan” seperti kita2 … Tapi kurang ada pemasukan, makanya mesti dibuat kekinian seperti ini, baru pada datang para pengunjung 😀

  2. Luar biasa gowes dari Jakarta sampai Gn. Pancar. Terkadang aku suka mikir orang-orang yg hobi gowes jauh begini, pas pulang lagi ke Jakarta tenaganya buat nggowes masih ada apa gimana? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s