Plesiran ke Kampung Adat Parung Panjang — Wana Cendana Gunung Dago

Gunung Dago … again …
3 X …. hatrick dalam hitungan 4 minggu …

Gimana ya … kepo … want to know … dengar kabar selentingan ada tempat wisata yang baru di bangun di Gunung Dago Parung Panjang. 2 kali kesana koq .. tidak melihat keberadaannya .. Kabarnya ada di sisi sebelahnya .. Searching di internet … tidak ketemu info tentang tempat wisata ini … Ya sudah … saya mesti kesana lagi .. mesti ke gunung Dago lagi.

Kembali gowes AKAP yang tidak bisa di hindari harus bener bener ngelakoni – Jakarta – Banten – Jabar . Jadi ingat kata teman saya … katanya prinsip hidup itu adalah ngelakoni … waktu itu saya tidak ngerti, hanya nyengir doang … sekarang baru saya mengerti — ehh sama ga sih konteks-nya … ngga tahu ah … pokoknya saya ngelakoni gowes ini aja.

Minggu pagi … mendung menggayut .. tidak cerah … berawan syahdu, hujan ngga ya …
Sudahlah tetap saya berangkat plesiran, rain gear sudah saya siapkan, tadinya jam 6 pagi inginnya sudah cuss … tapi ada aja yang mesti dilakoni .. eh dilakukan .. akhirnya jam 7 kurang baru cabut.

Pagi ini jalanan tidak terlalu ramai … mungkin karena tanggal tua kali ya, gowes melalui Kalimalang – Cawang – Condet – TB Simatupang – Ciputat … masuk sana sini muncul di Serpong … lanjut lagi masuk sana sini … sudah mendekat ke Gunung Dago. Rute kesana melalui beberapa tanjakan dan turunan .. rolling silih berganti … Untungnya sepanjang perjalanan dinaungi awan mendung .. tidak berasa panas … gowesnya enak dan nyaman.

Jika sebelumnya saya berbelok ke jalan batu yang mengarah ke gunungnya, kali ini saya tetap mengikuti jalanan aspal memutari gunung ini .. sedikit menanjak dan di satu titik terlihat bentangan lembah dan hamparan pegunungan memanjang di kejauhan …. wah Parung Panjang masih hijau hijau begini …. kerennn, seperti serasa di Skotlandia … apaan … sok tahu banget .. dasar sotoy ..
Ketika berhenti menikmati pemandangan … ada 3 goweser juga yang ikut berhenti .. ngobrol ngobrol, ternyata mereka baru pertama kali gowes kearah sini … saya dong sudah 3 x .. haha .. apaan sih … yang begini aja dibanggain …

Lanjut lagi .. dan ternyata tidak jauh dari sana ada gapura pintu masuk di sebelah kiri jalan dengan plang diatasnya “Wana Cendana Gunung Dago “. Wah ini dia tempatnya … betul memang berada disisi lainnya dari gunung Dago yang beberapa minggu lalu saya datangi.

Masuk kedalam melalui jejeran batang bambu yang ditata artistik, ada warung warung dari bambu dan kayu yang ditata rapi dan area lapangan parkir yang luas. Untuk masuk lanjut ke atas bayar tiket masuk Rp. 10.000,-

Area ini sudah ditata untuk menjadi tempat wisata dengan berbagai wahana dan spot wisata, seperti tempat berkemah, track motocross, track sepeda gunung, hiking, ATV, dll … juga ada yang dinamakan Kampung Adat .. tempat nyantai dan selfie selfie-an. Saya mengarah ke Kampung Adat yang di atas gunung Batu, berdasarkan arahan petugas yang ada di perjalanan ketika menanjak keatas, saya disarankan mengambil track jalan setapak untuk jalur pejalan kaki …. lebih aman katanya, kalau lewat jalur mobil, suka ketemu motor menurun agak cepat di turunan yang cukup curam dan kadang sulit mengontrol jalur motornya. Ya sudah saya ikuti saran petugas tadi …. safety first … menanjak melalui jalan setapak .. areanya lebih rindang .. serasa masuk ke hutan.

Tidak lama sampailah di area Kampung Adat, disini ada rumah kayu yang berderet. Rumah kayu ini digunakan untuk bersantai duduk duduk beristirahat. Dan ada beberapa spot selfie seperti dermaga pandang, ayunan yang membuat serasa berayun di atas tebing jurang, sepeda gantung dan beberapa spot spot selfie lainnya. Ada beberapa wahana selfie yang berbayar seperti masuk ke Dermaga Pandang, sepeda gantung dan ayunan … bayarnya sih Rp. 10.000,-

Pada saat sampai disini ada kelompok goweser dari Curug Tangerang sedang ramai ramai makan berat … makanan dianter pakai mobil kesini. Saya jalan mendekat kearah mereka .. ngarep di ajak ikutan makan … ehh ngga deng … ehhh .. kalau diajakin … saya ngga nolak lho .. nggak baik katanya nolak rezeki … tapi ternyata belum rezeki. Jadi saya mojok di bagian lain … duduk di bangku bambu sambil memandangi lembah dan hamparan pepohonan hijau dikejauhan… juga ada yang seperti lokasi penambangan di kejauhan.
Buka perbekalan .. sambil rehat ditemani semilir angin … badan jadi segar kembali.

Tidak banyak orang lain yang datang kesini … ngobrol dengan petugas … ternyata tempat ini baru di buka 3 mingguan artinya ya sekitar awal tahun 2019 .. pantes belum banyak yang tahu. Tempat ini asyik untuk dijadikan target destinasi plesiran atau jalan jalan, terutama untuk berwisata alam sekaligus wisata selfie … tidak jauh dari Jabodetabek, areanya masih hijau dan wahana permainan yang berbayar juga ekonomis. Sok atuh di jadwalkan untuk bermain kesini ..

Jam 11 kurang sedikit … saya beranjak pulang, kembali rolling naik turun .. tapi sekarang udara agak sedikit panas … matahari bersinar, beruntungnya sepanjang perjalanan sampai rumah tidak turun hujan … bahkan matahari semakin bersinar dengan cerianya menyambut kepulangan saya dirumah.

Wana Cendana Gunung Dago
Tiket Masuk ; Rp. 10.000,-
Desa Cikuda, Parung Panjang, Bogor
Koordinat Google Maps -6.389111, 106.581099
Koordinat Kampung Adat – Wana Cendana Gunung Dago -6.386853, 106.583857


Minggu 20 Januari 2019

12 komentar di “Plesiran ke Kampung Adat Parung Panjang — Wana Cendana Gunung Dago

  1. Jumpa pegowes yg baru pertama ke bukit Dago….kami dong penikmat blog ini beberapa kali serasa ikut ngegowes…hehe apaan sih…
    Jembatan gerbang masuk fotoable banget ya. Asiiknya ngopi di puncak Dago Parungpanjang. Hanupis Kang.

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb….
    Pemandangan yang indah dan tentu sekali dapat menarik ramai pengunjung untuk ke sana. Bila melihat tanaman bunga matahari, pasti akan menjadi cantik apabila semuanya mekar. Benar, eok perbanyakkan lagi tanaman bunga agar lebih ceria dan berwarna wangi.

    Saya suka melihat jambatan bambunya.Nampak kukuh dan kuat untuk menampung ramai pengunjung yang melaluinya. Begtu juga gerbang bambu yang disusun melengkung dengan amat indah dan penuh dengan nilai estetikanya.

    Lebih menampakkan kehidupan sepanjang perjalanan mas, apabila dipaparkan di skrin youtube, saya amat menikmatinya walaupun tidak mungkin akan pernah ke sana. Terima kasih berkongsi video yang meriah.

    Salam ceria selalu dari Sarikei, Sarawak.

    • Waalaikumsalam wr wb puan Fatimah,
      taman bunga matahari akan semakin membuat tempat ini menarik apabila telah mekar nanti.
      Zaman sekarang tempat wisata harus banyak spot foto indah dan spot kekinian .. buat selfie2 eksis di medsos.
      Hmm .. siapa tahu nanti puan dapat rezeki dan kesempatan datang ke tempat ini dengan izin Allah swt .. 🙂

      Salam sehat bahagia dari Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s