Muncak Tertunda – Gunung Dago Parung Panjang

Kepikiran mulu …
Daripada kepikiran mulu … mending dituntaskan saja.
Muncak ke Gunung Dago atawa Bukit Dago di Parung Panjang.
Yang lain mah muncak teh ka gunung Salak, Pangrango, Semeru, Rinjani … saya sih ke sini aja … anggaplah perjalanan panjang di mulai dari langkah kecil … hehe … menghibur diri.

Mau ga mau gowes AKAP kembali dilakoni, dari provinsi Jakarta ke provinsi Banten terus ke provinsi Jabar sekalian merayakan Last Sunday Ride tahun 2018.
Perjalanan gowes kesana tidak ada yang terlalu special rutenya … karena sebelumnya pernah kesana jadi agak hapal belokan belokannya tidak harus selalu lihat GPS.

Yang menjadi tantangan gowes pagi ini adalah angin … beberapa hari ini angin bertiup kencang ,, dan pagi inipun tidak terkecuali angin kecang bisa dikatakan sepanjang perjalanan … sayangnya anginnya kalau tidak dari arah depan dari arah sisi datangnya jadi serasa gowes nanjak … menguras tenaga.
Lagi enak enak gowes “nanjak” di daerah Warung Buncit .. eh disalipin oleh rombongan MTB … pada kenceng kenceng … hebat … padahal beberapa orangnya gemuk … tapi koq diperhatikan .. tidak mengayuh pedal bisa melaju kenceng ya … ohh ternyata mereka ini adalah rombongan sepeda listrik. Asyik juga pakai sepeda listrik … ga cape.

Perjalanan ini melalui rute yang sama seperti beberapa minggu lalu … Cawang, Condet, Warung Buncit, TB Simatupang .. melewati Ciputat .. berbelok belok akhirnya sampai di Lanud Rumpin .. sudah lumayan mendekat, setelah melewati beberapa kampung akhirnya Gunung Dagonya sudah terlihat dan tibalah di kaki gunungnya. Terlihat di puncak gunung ada orang orang yang sedang berfoto foto dan menikmati pemandangan.

Kembali gowes mendaki melindas batu batu lepas dan terus mengarah ke atas. Di satu titik berhenti menepi karena mendengar bunyi khas sepeda melaju kencang dari arah atas .. 20-an pesepeda turun dari arah atas .. beberapa melaju kencang menggunakan sepeda fullsus, beberapa menurun perlahan lahan .. “wah .. sepedanya salah jalur “ ada yang mengatakan begitu dan ada yang terheran heran .. karena ada sepeda balap naik kesini … yah biarlah .

Setelah sepeda sepeda lewat kembali saya gowes ke atas dan sampailah di puncak gunung … horeeee .. akhirnya kesampaian juga muncak ke gunung Dago … tidak ramai, hanya ada satu warung dan 2 pemotor trail sedang menikmati view.

Gunung Dago adalah gunung batu, sepertinya pernah di exploitasi batunya dan kemudian berhenti, sehingga banyak belahan belahan batu besar tersisa. Dari atas puncak ini kita bisa memandang jauh, terlihat jejeran gedung gedung tinggi di daerah Serpong seperti melihat jejeran gedung pencakar langit di daerah jalan Sudirman Jakarta.

Disekitar area gunung Dago ini masih banyak area hijaunya, bentang pesawahan dan area lebat seperti “hutan”. Angin semilir bertiup .. karena belum terlalu siang jadi tidak berasa panas terik. Setelah kluyuran ke beberapa spot saya duduk di salah satu batu .. membuka perbekalan dan menikmati pemandangan … akhirnya saya bisa memandang jauh dari atas puncak bukit ini. Di kejauhan terlihat rombongan motocross berusaha susah payah melintasi suatu jalur di daerah pesawahan. Beberapa kali saya lihat rombongan motocross lalu lalang di daerah ini … tidak hanya motocross juga sih .. kelompok pesepeda MTB juga wara wiri. Daerah yang masih hijau alami dengan kontur tanah yang berbukit bukit merupakan habitat yang cocok bagi para crosser dan pesepeda MTB.

Tempat ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata … menjadi pilihan .. daripada ditambang dan batunya habis jadi rata, sudah berhenti. Kalau dikemas jadi tempat wisata bisa berkelanjutan terus menerus dan memperbaiki ekonomi warga sekitar.
Sudahlah tidak perlu berandai andai .. ayok datang saja kesini menikmati pemandangan atau sambil menikmati sunrise atau sunset pasti menyenangkan.

Makin lama mulai terasa panas … lihat jam .. sudah jam 11 kurang … pantes.
Beranjak gowes pulang … dan panas terik matahari bener bener cringgg cringgg aw aw … meskipun semua badan sudah tertutupi seperti real ninja .. tapi ku tak sanggup .. panasnya benar benar membara terasa ke badan … sepanjang perjalanan minum yang banyak .. sekali kali berhenti berteduh …. bukan dari hujan … tapi dari sengatan matahari .. dan sampai kerumah dengan selamat dan gembira.

Lokasi Bukit Dago / Gunung Dago
Cikuda, Parung Panjang, Bogor
Koordinat googlemaps -6.383861, 106.586347


Minggu 30 Desember 2018

Iklan

18 thoughts on “Muncak Tertunda – Gunung Dago Parung Panjang

  1. Sepedanya tambah keren ya sekarang. Btw, sebenarnya tak jauh dari sini ada pemandian air panas di Ciseeng. Kalau ada waktu mending sekalian mampir mas. Viewnya juga kece. Lokasinya di tengah sawah hehehe 🙂

    • Sepedanya ngikutin orangnya tambah keren … haha
      Air panas yang ditengah sawah belum pernah … kalau yang dipemandiannya pernah gowes kesana … hmm lucu juga kali kalau main ke air panas ditengah sawah .. trimaksih infonya mas Adie

  2. Beberapa teman yang tinggal disekitar Parung bilang bahagia tinggal didaerah ini karena masih bisa lihat yang hijau-hijau seperti ini. Sedangkan di pusat kota melihat ini sebagaii pemandangan yang mahal yach mas. hehehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s