Memandang Tidak Jauh dari Bukit Dago Parung Panjang

Parung Panjang .. Rumpin … daerah yang masih asing bagi saya, belahan dunia ini banyak yang belum saya kunjungi. Dari beberapa tempat menarik disana … ada satu tempat yang kayaknya oke juga untuk disambangi.
Daerah yang tinggi .. tapi tidak tinggi tinggi amat, suatu bukit yang disebut gunung Dago atau bukit Dago.

Jalan kesana agak sedikit males ….. ngebayangin waktu pulangnya harus melewati berkilo kilo meter jalanan kota yang ramai padat – angkot, motor motor dan mobil. Tapi gimana lagi… ya sudahlah .. go aja .. melihat belahan dunia yang belum pernah saya lihat … melihat sesuatu yang baru mendapatkan pengalaman baru.

Melewati Condet, TB Simatupang, Lebak Bulus, Ciputat… masuk jalan jalan kecil dan nongol nongol di daerah Serpong Tangerang … melewati beberapa perumahan besar .. terus aja.. menyebrangi sungai Cisadane yang lebar. Masuk lagi jalan jalan kecil dan melewati perumahan perumahan lama.. yang jalannya kecil dengan aspal terkelupas.

Masuk kampung keluar kampung… umumnya masih rimbun pepohonan.. wah .. mesti nyebrang sungai dengan jembatan bambu… bener bener kayak di kampung … penduduk disini masih nyuci pakaian di sungai.

Terus aja .. masuk sebentar jalan besar dan masuk lagi jalanan kampung… begitu berkali kali. Dan melewati gapura selamat datang di Jawa Barat… heiii.. perjalan ini melewati 3 provinsi.. DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat… bener bener AKAP .. Antar Kota Antar Provinsi.

Sekarang sudah masuk area Jabar.. kembali masuk kampung keluar kampung … Cuma bedanya sekarang jalanan lebih berdebu … ternyata didaerah daerah sini banyak truk tronton lewat angkut batu … ga aneh di beberapa tempat ada spanduk penolakan warga.

Ketika masuk keluar kampung .. tiba tiba menemukan di sisi jalan kampung ada jalan rata lebar, lurus dan beraspal bagus … saya berpikir .. wah disini juga ada pembangunan tol … ehh koq seperti ada menara control pesawat … pas lewat baca plang-nya .. Lanud Rumpin … gilee di Rumpin ada bandara .. ckckck. Baru tahu saya … kemane aje …
Check di internet ternyata ini adalah landasan peninggalan Jepang dan sekarang dikuasai oleh TNI AU sebagai Detasemen Angkatan Udara di bawah Komando Pangkalan Udara Atang Sanjaya Semplak Bogor dan sekaligus menjadi markas pasukan elit TNI AU .. Detasemen Bravo Paskhas.

Dari ngobrol2 dengan warga lokal … dikatakan bahwa tempat ini sering juga dijadikan area drag race, motor atau mobil … hmmm berarti bisa ngadain drag race sepeda dong disini ..
Setelah mengamati sebentar, perjalanan di lanjutkan … dan wahhh .. melewati area penelitian roket .. milik Lapan … disini toh para rocket scientist orang orang pintar itu kerja ..

Terus saja saya bergerak .. keluar masuk kampung lagi dan mulai terlihat gunung .. ehhh bukit di kejauhan … memanjang dan terlihat hijau …. 4 km-an lagi. Dari jalan raya kita berbelok masuk ke jalanan berbatu batu mengarah ke bukit melewati perkebunan penduduk dan tibalah di bawah bukit.

Bukit Dago adalah gunung batu dan memang area sekitar rumpin ini banyak gunung batu dan di exploitasi jadi tambang batu .. makanya banyak truk tronton lalu lalang di daerah ini. Bukit ini tidak terlalu tinggi … kalau mau muncak dan ga bikin tepar bisa muncak deh ke gunung ehhh bukit ini.

Untuk menuju ke atas saya mengikuti jalan mobil menanjak berbatu batu lepas, gowes menanjak tertatih tatih dan ban slip kanan slip kiri melindas batu batu lepas .. sampailah di punggung bukit, sepi tidak ada orang disekitar ini.

Di puncak bukit terlihat ada orang bahkan ada warung. Ternyata untuk menuju ke puncaknya harus melalui jalan setapak dan terjal mendaki … mencoba naik ke atas .. sulit bawa sepeda karena berbatu batu lepas terjal … susah untuk menjejakkan kaki sambil pegang sepeda. Sepeda saya tinggal dibawah dan menaik ke atas … tapi tidak sampai atas banget tidak sampai ke puncaknya … bingung juga .. sepeda di tinggal dibawah … kasihan dia ditinggal sendirian.

Akhirnya saya hanya kluyuran disekitar puncak dua … istilah saya aja biar keren .. biar tetap dianggap sudah sampai puncak. Dari sini pun terlihat hamparan sawah dan kebun kebun penduduk. Meskipun cukup terik tapi angin bertiup sepoi sepoi. Sayang tempat ini tidak dikemas menjadi destinasi wisata padahal tempat ini memiliki potensi keindahan alam.
Setelah memandang dan duduk duduk di batu sambil memandang tidak jauh … ya kan hanya di puncak dua .. kalau di puncak satu memandangnya pasti akan lebih jauh. Mau coba explore jalur lain karena sepertinya ada akses untuk naik mobil ke atas … akses yang lebih landai dengan memutari bukit ini … tapi koq .. perut tidak enak nih … habis minum sesuatu tadi dijalan .. sudah terasa aneh di perut waktu di perjalanan … makanya inget pesan ortu jangan jajan sembarangan … sekarang makin menjadi jadi … membikin rasa penasaran fokusnya teralihkan .. sesuatu yang lebih urgent .. butuh penyelesaian … halahh

Gowes mengarah pulang sambil mencari tempat dulu .. tidak gampang pula mencari tempat, “ punten tiasa ngiringan bade cai “ .. ehhh grammar-nya benar ga sih … sekali ditolak oleh warga akhirnya ada yang ramah mau menerima orang asing berlepotan keringetan kece .. skip kece-nya … lesson learned-nya jangan menyerah walaupun ditolak … #ApaanSeehh

Setelah urusan selesai dan mengucapkan beribu ribu terimakasih … perjalanan pulang ditemani terik matahari panas khas .. mau hujan … nyelekit … dikejauhan awan mulai gelap, melewati kemacetan jalanan di Ciputat, macet lagi di Cilandak dan Condet .. Meskipun sempat kena gerimis kecil, beruntung tidak terkena hujan tapi anginnya kencang banget … ada di satu titik anginnya begitu kencang … sepeda sampai terasa oleng hampir terbalik bahkan atap polycarbonate terbang terbawa angin, sampai di Condet hujan sudah berhenti .. jalanan masih basah … bahkan di Kalimalang kering panas terik dan sampailah di rumah dengan selamat dan ceria.

Ya memang … setelah saya check kembali ketika sampai dirumah … ternyata keatasnya ada jalan untuk mobil yang sedikit memutari bukit .. yah ngga apa apa … next time saya akan kesini lagi.

Lokasi Bukit Dago
Bukit Dago, Cikuda, Parung Panjang, Bogor
Koordinat googlemaps -6.383861, 106.586347


Minggu 16 Desember 2018

 

Iklan

14 thoughts on “Memandang Tidak Jauh dari Bukit Dago Parung Panjang

  1. maaf om “punten tiasa ngiringan bade cai” maksudnya mau ngapain ya ? kalo gitu kan artinya “maaf bisakah ikut ingin air” kalo saya ditanya seperti itu mikirnya Om minta minum ke saya, kalau pengin (maaf) ke kamar kecil, ijinnya “punten tiasa ngiring ka hampangan” atau “punten tiasa ngiring ka cai” 😀

  2. Tiap minggu keluar nggowes terus menyasar jalanan. Menuju tempat kece nan asik. Segala kelelahan terbayar lunas ketika sudah sampai daerah tujuan. Mantab keren.

    Dari puncak dua saja pemandangan sudah begitu keren, apalagi dari puncak satu. Ini mesti dituntaskan ke puncak satu, kang. hehe…

    • kalau mau masuk landasan udara, area yang tidak di jaga dan tidak dipagari, masuk dari ujung landasannya..
      kalau ke lapan .. sepertinya sekelilingnya dipagari jadi mesti izin di pintu utama 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s